Minna! saya kmbali lagi XD inilah dia chapter 4, smoga critanya bs memuaskan anda smua^^
Meet reading, Minna :D
Story start!
Chapter 4: First Lesson
Disclaimer: Vocaloid belongs to Yamaha, not my own
Genre: Friendship, Romance, Hurt/Comfort, Slice of Life
Rated: T
Warning: OOC, Typo, a little bit comedy, Dramatically Romance
Don't like, don't read it!
.
.
.
.
.
Miku sangat terkejut karena tiba-tiba saja Kaito mendorongnya ke tempat tidur. Posisi Miku kini berada di bawah, sedangkan Kaito di atas...
"A-Aku samasekali tidak tahu bagaimana harus mengatakannya, Kaito! Bisakah kau menjauh dariku? Seseorang mungkin akan melihat kita..". Miku berkata sambil memejamkan matanya, wajahnya merona merah
"Tidak, jawab aku dulu. Bagaimana cara membuat supaya gadis itu jatuh cinta padaku saat ini juga". Kaito berkata dengan tenang
Teman-teman Miku sedang berada di kamar Gakupo, mereka menyadari bahwa Miku dan Kaito daritadi masih belum kembali...
"Ara,.. ke mana perginya Kaito dan Miku?". Gumi bertanya pada mereka semua
"Terlambat, kau bahkan baru menyadarinya sekarang. Mereka sedang berada di luar kamar". Kata Luka
Sementara itu, raut wajah Meiko terlihat serius
"Aku akan keluar dan mencari mereka". Gakupo berkata sambil beranjak dari tempat tidurnya
Haku yang melihatnya sedikit terkejut
"Apakah kau bisa berdiri, Gakupo?". Tanya Haku
"Tentu, aku baik-baik saja. Lihatlah". Gakupo membalasnya sambil tersenyum
Gakupo berjalan keluar kamar dan mencari mereka berdua
"Jika mereka tidak ada di ruang tamu, berarti... etto.. sokka! Mungkinkah saat ini mereka sedang berada di kamar tamu?!". Gakupo berkata dalam hati
Kaito dan Miku masih berada di kamar tamu...
"Kumohon, Kaito. Cepatlah menyingkir dariku!". Miku berkata, wajahnya masih merona
"Tidak. Katakan padaku sekarang juga. Apakah aku harus membuatmu jatuh cinta padaku terlebih dulu?". Tanya Kaito
Miku membuka matanya dan berkata pada dirinya sendiri
"Aku sudah menyukaimu sejak dulu, sejak pertama kali kita bertemu".
"Etto... a-aku.. uhm... a-aku...". Miku berkata, ia terlihat gugup
"Ya?". Kaito bertanya, ia masih menunggu jawaban Miku
Tiba-tiba saja pintu kamar tamu terbuka. Miku dan Kaito sangat terkejut
"Kaito, Miku! Apakah kalian ada di dalam?". Tanya Gakupo
Gakupo sempat terkejut saat melihat mereka, Miku berada di tempat tidur dengan posisi Kaito yang berada di atasnya. Ia sedikit tersenyum
"Ahhh, kalian ini. Jika ingin melakukan itu jangan lupa kunci pintunya, dan... anak laki-laki juga tidak terlalu buruk". Kata Gakupo
Gakupo kembali menutup pintu dan berjalan menuju kamarnya. Kaito dan Miku yang mendengar perkataan Gakupo barusan langsung membatu. Mereka segera beranjak dari tempat tidur
"TIDAAAKKK! G-Gakupo barusan telah melihat kita! Padahal aku sudah mengatakannya padamu untuk segera menyingkir, tapi kau malah tidak mendengarkanku!". Seru Miku, wajahnya merona merah
"Sepertinya dia benar-benar salah paham". Kaito berkata sambil menepuk dahinya
"Etto... doushio... dia mungkin akan mengatakannya pada teman-teman, dan bagaimana jika...". Miku berkata, ia terlihat panik
"Tenanglah. Aku sudah lama mengenal Gakupo, dia orang yang sangat baik dan juga pengertian. Dia pasti tidak akan mengatakannya pada mereka". Kaito berkata sambil tersenyum lalu mengelus kepala Miku
"Ah.. baiklah..". Miku berkata, ia terlihat tenang
"Ayo kita kembali ke ruangan di mana saat ini mereka sedang berkumpul". Kaito berkata sambil tersenyum dan berjalan keluar kamar
"Sebelumnya aku merasa sedikit panik, namun entah bagaimana saat melihat senyumnya. Detak jantungku terasa normal. Kuharap dia mampu membuatku tenang". Miku berkata pada dirinya sendiri
Sementara itu Kaito sudah menunggu di luar pintu, Miku masih berada di dalam kamar
"Miku, cepatlah". Kata Kaito
"Haii! Aku datang!". Balas Miku
Sementara itu di kamar Gakupo...
"Apakah kau sudah menemukan mereka, Gakupo?". Tanya Rin
"Tidak. Samasekali tidak". Jawab Gakupo
Tak lama kemudian mereka mendengar seseorang mengetuk pintu kamar
"Mereka datang". Kata Meiko
Miku dan Kaito masuk ke dalam kamar. Gakupo menatap mereka dengan tatapan serius yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Miku dan Kaito yang melihatnya langsung diam membatu
"Gakupo, apa kau baik-baik saja?". Tanya Haku
"Hai, aku tidak apa-apa karena aku baru saja menyaksikan sesuatu yang sangat menarik". Gakupo berkata sambil tersenyum mengejek
"Kita telah ditipu". Kata Kaito
"Tidak, kita harus percaya pada Gakupo". Kata Miku
.
.
.
Beberapa jam kemudian, hari sudah sangat malam. Mereka memutuskan untuk segera pulang ke rumah masing-masing...
"Ini sudah hampir jam 9, ayo kita pulang". Gumi berkata sambil melirik jam tangannya
"Rin sudah tidur, aku akan mengantarnya pulang". Len berkata sambil menatap Rin yang sudah tertidur lelap di sofa lalu menggendongnya
"Aku akan ikut denganmu, Len-kun". Kata Neru
"Dame yo, Neru. Aku tidak bisa mengantar kalian berdua sekaligus, lebih baik kau pulanglah dengan Luka". Len berkata, ia terlihat sedikit kesal
"Baiklah". Kata Neru
"Ayo Neru. Mari kita pulang". Kata Luka
"Haku, ayo kita pergi". Kata Meiko
Miku menatap teman-temannya yang sudah berjalan menuju teras depan
"Kalian semua enak sekali, masih ada yang menemani. Sedangkan aku, tidak ada seorangpun TT_TT". Kata Miku
"Kalau begitu, aku yang akan menemanimu". Kata Kaito
"Gumi, bagaimana denganmu?". Tanya Miku
"Aku akan tinggal di sini sebentar.. ugh... aku sangat lelah.. tidak bisa berjalan..". Gumi berkata sambil duduk di sofa ruang tamu, ia terlihat mengantuk
"Tidak apa-apa, Gumi. Kau bisa menginap untuk malam ini, lagipula di sini masih ada beberapa kamar tamu yang kosong". Gakupo berkata sambil menatap Kaito dan Miku
Kaito dan Miku langsung terdiam membatu saat melihatnya
"Kalian berdua kenapa terdiam seperti itu, atau apakah telah terjadi sesuatu?". Tanya Luka
"Tidak, tidak ada apa-apa". Kata Gakupo
Luka menatap Gakupo, ia merasa sedikit kesal
"Aku sedang tidak bicara denganmu, baka nasu -.-". Kata Luka
"Ara.. ara, jangan terlalu lama mengobrol, ini sudah malam. Ayo kita pulang". Kata Meiko
Mereka berjalan menuju gerbang depan dan berpisah jalan lalu pulang menuju rumah masing-masing. Kaito sedang bersama Miku. Mereka sempat berbincang-bincang saat di perjalanan pulang
"Malam ini bulannya sangat indah". Miku berkata sambil menatap langit
"Ngomong-ngomong tentang pelajaran selanjutnya, kita akan melanjutkannya besok seusai kelas di atap sekolah". Kata Kaito
"Baiklah". Kata Miku
Mereka tiba di rumah Miku. Lampu rumahnya gelap semua, seperti tidak ada orang. Kaito yang melihatnya sedikit terkejut
"Ini rumahku, kita sudah sampai". Kata Miku
"Miku, apakah kau tinggal sendirian? Tidakkah itu membuatmu merasa kesepian?". Tanya Kaito
"Tidak terlalu. Kaa-san meninggal saat melahirkanku, Tou-san meninggal karena kecelakaan ketika aku baru masuk SD. Aku tidak punya kakak ataupun adik. Oji-san dan Oba-san yang selalu mendukungku. Setiap bulan mereka selalu mengirimkan uang untuk biaya kebutuhanku". Kata Miku
Kaito yang mendengarnya merasa prihatin
"Oh, gomen". Kata Kaito
"Tidak apa-apa. Oyasumi". Miku berkata sambil membuka pintu gerbang dan berjalan masuk ke dalam rumah
"Ya, oyasumi". Balas kaito, ia pun segera berjalan pulang menuju rumahnya
/Crypton Academy
Hari berikutnya setelah kelas usai, Kaito dan Miku sedang berada di atap sekolah...
"Jadi, hari ini apa yang ingin kau palajari?". Tanya Miku
"Katakan padaku semua hal yang mungkin akan terjadi". Jawab Kaito
"Baiklah, tapi hari ini aku harus pulang duluan. Oji-san dan Oba-san sebentar lagi akan datang mengunjungiku". Kata Miku
"Bagaimana jika hari sabtu depan kita pergi jalan-jalan ke kota?". Tanya Kaito
"B-Baiklah, akan kutunggu". Kata Miku
"Ini adalah kesepakatan kita". Kata Kaito
"Ya, tentu". Kata Miku
.
.
.
Miku sedang berjalan menuju gerbang depan sekolah, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Ia langsung meraihnya, ternyata gumi menelponnya...
"Miku, hari sabtu nanti kita akan jalan-jalan ke mall. Aku, kau, Rin, Len, Meiko, Luka, Gakupo, Haku, dan Mikuo. Mereka juga akan ikut". Kata Gumi
"Gomen, aku tidak bisa". Balas Miku
"Eh? Kau tidak bisa ikut? Kaito juga sama". Kata Gumi
Miku yang mendengar perkataan Gumi barusan sedikit terkejut
"Ah, mungkin kebetulan... hehehe". Kata Miku
"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa". Gumi berkata sambil bersiap-siap untuk mematikan telponnya
"Sampai ketemu nanti". Balas Miku
Hari sabtu telah tiba, Miku dan Kaito berjanji akan bertemu di depan stasiun...
"Oh tidak! Aku terlambat!". Miku berkata sambi melirik jam tangannya dan mengunci pintu rumah lalu berlari menuju stasiun
.
.
.
Beberapa menit kemudian, Miku tiba di stasiun. Namun ia tidak melihat Kaito ada di sana...
"Yah, ternyata dia tidak ada di sini. Tidak usah dipikirkan... aku akan menunggu". Kata Miku
Tiba-tiba saja seseorang menepuk bahu Miku dari belakang, Miku menatap orang itu. Seorang lelaki bersurai ocean blue pendek yang amat dikenalinya sedang berdiri tepat di belakangnya
"Kau membuatku menunggu, heheheh...". kata Kaito
"Waahhh, apakah daritadi kau sudah tiba di sini?". Tanya Miku
"Tidak, aku masih berada di rumahku. Yang kau lihat sekarang ini hanyalah imajinasimu. Tentu saja yang kukatakan barusan cuma bercanda, aku sudah di sini bersamamu". Kata Kaito
Miku yang mendengarnya merasa sedikit senang, ia pun tertawa
"Hahaha.. gomen, gomen... jadi, bagaimana dengan pelajarannya? Apakah kau masih ingin melanjutkannya?". Tanya Miku
"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu? Kubilang hal-hal apa saja yang mungkin dilakukan untuk membuat seorang gadis jatuh cinta padaku". Kaito berkata sambil menyentuh wajah Miku
"B-Baiklah, aku mengerti". Kata Miku
"Mari kita pergi ke taman". Kata Kaito
"Y-Ya, ayo". Balas Miku
.
.
.
To Be Continued
Minna, bgaimana mnurut klian? ^
Mind to review, please? :3
Ok, klo gtu saya mao bales review2 dri readers sklian dlu XD
*Shiroi Karen: kykna Miku msih blom nyadar spnuhnya, Kaito suka sm org laen? Kita liat aj nti bgaimn lnjutannya, hehehh XD
*Emilia Frost: mkasih atas pujiannya, hehehh... ini ud saya update. Smoga anda mnyukai critanya^
