Minna! saya kmbali lagi XD

Ok, sblomnya saya mao bales review dri para readers dlu

*Ryuuna Hideyoshi: jwabannya akan ada d chapter ini, kita liat aj nti. Hehehh XD

*Emilia Frost: kagak lah, lgipula saya jg msih blom bs bwt fic lemon. Mskipun umur saya ud diatas 17 th #bletakk

*Akanee-chan: Chapter ini lbih greget lgi, Kaito prgi brduaan sm Miku. Ok, ini ud saya update XD

*Shiroi Karen: untungnya si Gakupo kagak ngasih tau k tmen2 yg laen, klo ngak bs kacau tuh. Ok, ini ud update, slamat mnikmati klanjutannya XD

Gomen klo update nya agak telat, akhir2 ini saya lg kbanjiran tugas kuliah #plak. Smoga critanya bs memuaskan anda^^

Meet reading, Minna :D

Story start!


Chapter 5: Continue the Lesson


Disclaimer: Vocaloid belongs to Yamaha, not my own

Genre: Friendship, Romance, Hurt/Comfort, Slice of Life

Rated: T

Warning: OOC, Typo, a little bit comedy, Dramatically Romance

Don't like, don't read it!

.

.

.

.

.

Setelah lama berjalan, Kaito dan Miku tiba di sebuah taman yang terletak tidak jauh dari kota. Mereka duduk di salah satu kursi panjang yang ada di sana..

"Kita sudah sampai". Kata Kaito

"Ya. Jadi, sekarang apa yang harus dilakukan?". Tanya Miku

"Ajarkan aku bagaimana caranya". Kata Kaito

"Tunggu, biarkan aku berpikir sebentar. Hmmm... hal apa saja yang biasanya kau lakukan untuk membuat seorang gadis jatuh cinta?". Miku bertanya sambil menatap Kaito

"Dengan menggunakan ketampananku?". Tanya Kaito

Miku yang mendengar perkataan Kaito barusan langsung terkejut, wajahnya merona merah

"Bukan! Bukan! Maksudku, apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan supaya kau bisa menarik perhatiannya". Miku berkata sambil memalingkan wajahnya yang masih merona

"Tidak ada. Itulah sebabnya mengapa aku membutuhkan bantuanmu". Kaito berkata sambil menundukkan kepalanya, raut wajahnya tiba-tiba saja menjadi serius

"Kau pasti sangat menyukai dia, bukankah begitu?". Tanya Miku

"Ah,... iya, aku benar-benar sangat mencintainya...". kata Kaito

Miku terdiam untuk sesaat, sebuah ide terlintas di kepalanya. Ia pun kembali melanjutkan pembicaraan

"Baiklah, sekarang aku tahu apa yang harus dilakukan. Pertama, pikirkan langkah awal saat di mana kau sedang bersamanya dan itu adalah waktu bagimu untuk menunjukkan keseriusanmu padanya bahwa kau juga menyukai dia". Kata Miku

"Maksudmu mencintai dia?". Kaito membenarkan perkataan Miku barusan

"Ah.., ya, maksudku cinta". Kata Miku

"Bagaimana caraku mengatakan padanya bahwa aku telah menyukai dia?". Kaito bertanya, ia terlihat seperti ingin tahu

"Tentu saja jangan biarkan dia mengetahui maksud dan tujuanmu bahwa kau mencintai dia. Sekali-sekali cobalah bertanya sedikit padanya, seperti ini: "Hei, apakah kau sedang sibuk? Bagaimana deng-". Miku berkata namun Kaito malah menganggunya

"Naahh! Akhirnya , aku mengerti.. aku harus mengajaknya untuk pergi ke bioskop, lalu selanjutnya apa yang harus kulakukan?". Tanya Kaito

"Bagaimana jika kita pergi bersama ke bioskop dan menonton film! Itu adalah langkah awal yang harus kau lakukan dan kita benar-benar harus mempraktekannya, supaya kau bisa mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan jika berada di situasi yang sebenarnya. Bukankah begitu?". Miku bertanya sambil tersenyum

"Tentu saja". Kata Kaito


Mereka berjalan memasuki gedung bioskop. Setelah membeli tiket, Kaito dan Miku masuk ke studio dan duduk di salah satu kursi yang terletak di 3 barisan belakang...

"Ahhh, ini sangat menyenangkan". Kaito berkata sambil duduk di kursi yang terletak di sebelah Miku

"Kau telah gagal dalam langkah awalmu". Miku berkata sambil memejamkan matanya

"Eh? Mengapa?". Kaito bertanya sambil beranjak dari kursinya, ia terlihat kebingungan

"PELAJARAN KE 1: Ladies first, itu adalah hal yang cukup mendasar untuk membuat seorang gadis duduk duluan terlebih dulu". Kata Miku

"Ah, gomen.. gomen... mari, silahkan duduk". Kaito berkata sambil mempersilahkan Miku untuk duduk di kursi sebelahnya

"Baiklah, sebentar lagi lampunya akan segera dimatikan". Kata Miku

Beberapa menit kemudian, satu persatu lampu yang ada di dalam studio mulai dipadamkan. Film pun segera dimulai

"Hei, Miku. Selanjutnya apa yang harus dilakukan?". Tanya Kaito

"Disini sangat gelap". Miku berkata sambil berpura-pura menangis

Kaito yang menatapnya hanya memasang wajah datar

"Kau kenapa? Apakah kau ingin supaya aku memelukmu?". Kaito bertanya sambil mengejek

"Kau gagal lagi". Miku berkata sambil menghela napas

"Eh? Ternyata ini adalah bagian dari tes. Astaga! Aku telah melupakannya". Kaito berkata sambil menepuk dahinya

"PELAJARAN KE 2: jangan perlihatkan padanya tujuanmu yang sebenarnya. Karena dia mungkin akan merasa jijik dan meninggalkanmu sendirian". Miku berkata, ekspresi wajahnya terlihat datar

Kaito yang mendengar perkataan Miku barusan langsung tertawa

"Oh, hahaha... lalu selanjutnya apa yang harus dilakukan?". Tanya Kaito

"Aku ingin pergi ke toilet sekarang juga! Kaito, apa yang harus kulakukan?". Miku bertanya, wajahnya sedikit merona

"Jangan sekarang, film nya sedang seru". Kaito berkata sambil menatap layar bioskop

"B-Baka! Kau gagal lagi!". Miku berkata, wajahnya merona merah

"Jadi, ini masih merupakan bagian dari tes yang tadi? Tunggu sebentar, trailer nya sangat keren". Kaito berkata sambil tertawa

"Benar-benar menyedihkan. Kau harus membantu dia dengan cara apapun.. cobalah bayangkan kalau kau berada dalam situasi dia. Jika kau ingin ke toilet pada saat ini juga, namun dia malah berkata: "Apakah kau ingin melewatkan bagian trailernya? Ini kan sangat seru". Nah, kira-kira apa yang kau rasakan?". Miku berkata sambil menghela napas

"PELAJARAN KE 3: empati". Miku menambahkan

"Ya, baiklah. Aku mengerti". Kata Kaito

"Lalu, selanjutnya bagaimana?". Tanya Kaito

"Kita lanjutkan nanti setelah selesai menonton". Jawab Miku

Kaito perlahan-lahan mendekatkan sebelah tangannya pada tangan Miku. Miku merasakan bahwa tangan Kaito menyentuh tangannya. Wajahnya pun merona merah

"Kaito, apakah kau telah melupakan pelajaran kedua? B-Bukankah aku sudah mengatakannya padamu untuk tidak perlihatkan tujuanmu yang sebenarnya...". Miku berkata sambil menatap Kaito yang sedang tersenyum, sementara matanya masih menatap ke layar bioskop

"Kuharap.. aku akan membuat pengecualian". Miku berkata, wajahnya masih merona. Sementara ia membiarkan tangan Kaito mengenggam tangannya hingga film yang mereka tonton selesai

.

.

.

Di luar gedung bioskop...

"Miku, selanjutnya apa yang harus kulakukan?". Tanya Kaito

Kaito menatap Miku, wajahnya masih merona

"Hei, kenapa wajahmu memerah?". Kaito menambahkan

Miku yang mendengar perkataan Kaito barusan langsung terkejut

"Eh? Masa sih? Tidak koq!". Miku berkata sambil memalingkan wajahnya

"Kalau begitu, tempat tujuan kita yang selanjutnya adalah mall. Ayo kita kesana". Kata Miku

"T-Tapi—". Kaito ingin mengatakan sesuatu, namun Miku malah menganggunya

"Tidak ada tapi-tapian, Tuan. Sekarang ini aku adalah mentormu, jadi kau harus mengikuti apa saja yang sudah kukatakan". Kata Miku

"Jika kau berkata seperti itu, tidak masalah... haha..". Kata Kaito


Mereka tiba di sebuah mall yang terlihat cukup besar. Kaito dan Miku berjalan masuk menuju sebuah toko yang terletak di lantai atas...

"Aku sudah selesai memilih barang yang kusuka, ayo kita pergi ke tempat lain". Kata Kaito

"Kau gagal lagi". Miku berkata sambil menatap boneka teddy bear yang terletak di dalam sebuah elatase

"Eh? Kenapa?". Tanya Kaito

"PELAJARAN KE 4: tunggulah gadis itu untuk menyelesaikan urusannya terlebih dulu".

"Kau harus menunggu, bersabarlah sedikit". Miku berkata sambil menghela napas

"Baiklah". Kata Kaito

.

.

.

Setelah selesai berbelanja, mereka berjalan menuju sebuah lift. Karena antrian lift sangat ramai, mereka terpaksa harus turun melewati tangga escalator...

"Kau bisa membawa semua barang-barang ini? Apakah kau yakin?". Kaito bertanya sambil menatap Miku yang sedang membawa tiga buah kantung belanjaan yang isinya lumayan berat

"Ya, aku bisa. Jangan khawatir". Kata Miku

"Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu". Kaito berkata sambil bersiap-siap melangkahkan kakinya menuruni escalator

Miku yang mendengarnya merasa sedikit kesal

"Lagi-lagi kau gagal". Kata Miku

"Ya, aku tahu. Kenapa?". Tanya Kaito

"PELAJARAN 5: kepekaan. Jika seorang gadis berkata bahwa dia baik-baik saja, sebenarnya dalam hatinya mereka tidak merasa demikian. Mereka mengatakan hal yang berlawanan dengan kata hati mereka. Apakah kau pernah berpikir bahwa dia akan baik-baik saja jika harus mengangkat kantung belanjaan yang berat seperti itu?". Tanya Miku

"Baiklah, aku mengerti. Cepat berikan kantungnya padaku". Kata Kaito

"Arigatou". Miku berkata sambil menyerahkan kantung belanjaannya pada Kaito, lalu mereka berjalan menuruni escalator

Saat tiba di lantai bawah, Kaito sangat terkejut. Miku pun menghentikan langkahnya...

"Kaito, kau kenapa?". Miku bertanya sambil menatap sekelilingnya

Tidak jauh dari tempat mereka berada, ia melihat teman-temannya : Rin, Len, Neru, Gumi, Haku, Luka, Gakupo, Meiko, Mikuo. Ternyata mereka semua berada di mall yang sama. Miku yang melihatnya langsung panik, ia takut jika sampai ketahuan oleh teman-temannya

"Kaito, kita harus sembunyi!". Miku berkata sambil menarik lengan Kaito dan berlari bersamanya

"Ide yang bagus". Kata Kaito

Sementara itu, teman-teman Miku seperti baru saja menyadari sesuatu

"Ara? Sepertinya tadi aku melihat Miku dan Kaito". Rin berkata sementara itu Meiko, raut wajahnya terlihat serius

"Mungkin kau sedang berimajinasi, Rin. Mereka tidak ada di sini, daritadi aku tidak melihat mereka". Kata Luka


Kaito dan Miku berlari menuju sebuah toko furniture yang menjual berbagai jenis tempat tidur. Toko tersebut letaknya lumayan jauh dari tempat di mana mereka berada sebelumnya. Mereka pun masuk ke dalam untuk beristirahat sebentar karena merasa kelelahan akibat terus-terusan berlari daritadi...

"Yang tadi itu, kita hampir saja ketahuan". Miku berkata sambil mengatur napasnya yang tersengal-sengal

"Padahal aku sudah mengatakannya padamu". Kata Kaito

"Eh? Kapan?". Tanya Miku

"Kau bilang kau ingin pergi ke mall, padahal tadi aku ingin mengatakan padamu bahwa Gumi dan teman-teman lainnya akan menuju kemari dan jika tadi kita terlambat menghindar, mereka mungkin akan melihat kita.. itu salahmu...". Kaito berkata sambil tertawa

Miku menatap Kaito, ia terlihat malu. Wajahnya pun merona merah. Kaito menatapnya

"Miku, kenapa dengan wajahmu? Apakah ini masih merupakan bagian dari tes". Kaito berkata sambil tersenyum

Miku yang mendengar perkataan Kaito barusan langsung tersentak

"D-Diamlah!". Miku berkata sambil memalingkan wajahnya yang merona

"Lihatlah, di sana ada tempat tidur". Kaito berkata sambil menunjuk sebuah tempat tidur besar berukuran king size yang terletak di tengah-tengah

"Jadi? Apa yang aka-". Miku tiba-tiba saja menghentikan perkataannya, ia mengerti apa maksud perkataan Kaito barusan. Ia langsung terkejut

"Kono hentai! Jangan mengatakan sesuatu yang seperti itu lagi padaku!". Miku berkata, wajahnya kembali merona seperti layaknya kepiting rebus

"Hai, nona. Gomen". Kaito berkata sambil tersenyum

Ponsel Miku tiba-tiba saja berbunyi, Miku segera memeriksanya

"Dari Gumi, dia bilang bahwa dia dan teman-teman lain sudah selesai berbelanja. Mereka sudah mau pulang". Miku berkata pada Kaito

"Ayo kita pergi, maukah kau ikut denganku?". Tanya Kaito

"Ayo, lagipula ada sebuah tempat yang ingin kukunjungi". Kata Miku

"Eh? Di mana?". Tanya Kaito


Mereka tiba di sebuah taman aquarium. Pemandangan di sana hampir mirip seperti sea world. Ada berbagai macam jenis ikan yang terletak di dalam setiap sudut aquarium...

"Jadi, bagaimana?". Tanya Kaito

"Ikan seharusnya bebas berbahagia hidup di lautan. Tapi kebebasan mereka telah direnggut dan sekarang mereka semua berada di sini, terperangkap dalam waktu.. di tempat ini.. ini sangat tidak wajar, tapi entah mengapa aku merasa bahwa ketidakwajaran ini sangat cantik..". Miku berkata sambil menatap ikan-ikan yang berada di dalam aquarium

"Pelajaran selanjutnya, Nona". Kaito berkata sambil tersenyum

Miku kembali melanjutkan perkataannya, ia mengabaikan perkataan Kaito barusan

"Jika dia menyadari bahwa kau telah membohonginya, maksudku seperti tidak ada cinta.. lakukanlah hal ini". Miku berkata sambil menatap Kaito lebih dekat

"Genggamlah tanganku, letakkan tanganmu yang lain di bahuku supaya kau bisa melihat bagaimana wajahku". Kata Miku

"Baiklah, ini mudah". Kata Kaito

"Lakukanlah dengan perasaanmu". Miku berkata, wajahnya kembali merona

"Hai, ojou-sama". Kata Kaito

"Tataplah mataku". Kata Miku

"A-Apa?". Kaito berkata, ia merasa sedikit kaget saat mendengar perkataan Miku barusan

"Lakukanlah". Kata Miku

"Seperti ini?". Kaito menatap iris mata Miku

"Ya, buat dia merasa dibutuhkan dan dicintai. Buatlah perasaannya menjadi penting..". Miku berkata sambil memejamkan matanya dan tersenyum

Kaito juga ikut tersenyum

"Lalu berciuman?". Tanya Kaito

"Ya". Jawab Miku

"A-Apaaa?!". Miku yang mendengar perkataan Kaito barusan langsung terkejut, ia tidak menyangka bahwa dirinya akan keceplosan bicara

Kaito mendekatkan wajahnya pada Miku, mereka saling menempelkan tautan bibir masing-masing dan berciuman

"Aku telah mengambil first kissmu". Kata Kaito

"Mengapa kau melakukannya?!". Miku berkata, wajahnya merona merah

"Itu karena kau adalah atasanku, jadi aku harus menuruti setiap perintahmu". Kata Kaito

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, sebentar lagi matahari akan segera terbenam. Kaito dan Miku memutuskan untuk segera pulang

"Ini sudah hampir malam dan cuaca di luar juga agak dingin. Kita harus segera pulang". Kata Kaito

"Baiklah, ayo". Miku berkata, wajahnya masih merona


Setelah lama berjalan, Kaito mengantar Miku pulang terlebih dulu. Setelah itu, ia segera berjalan pulang menuju rumahnya...

"Sampai jumpa, Miku. Hari ini benar-benar sangat menyenangkan, arigatou". Kaito berkata sambil berjalan meninggalkan rumah Miku

"Ya, hati-hati". Miku menatap Kaito yang sudah berjalan menjauhi rumahnya

Miku berkata pada dirinya sendiri

"Ketika aku melihatnya mengucapkan selamat tinggal, aku merasakan sedikit kepedihan dalam hatiku. Namun aku bisa merasakan kebahagiaan saat pergi bersamanya selama seharian penuh. Dia juga telah memberiku first kiss. Sepertinya aku memang layak menerima semua ini... Daisuki dayo, Kaito...".

.

.

.

To Be Continued


Minna, bgaimn mnurut klian? Heheheh^

Mind to review please? :3