Minna! saya kmbali lagi XD
Ok, sblomnya saya mao bales review dri para readers dlu
*Emilia Frost: arigatou^, hahaha! D chapter ini critanya lbih greget lg, mngkin kmu bkln suka XD
*Shiroi Karen: di chapter ini kjadian yg tak terduga akan mncul, kira2 ap yah? Kita liat aj nti :D
Di chapter x ini saya akan mnampilkan konflik prtama. Smoga critanya bs memuaskan anda^^
Meet reading, Minna :D
Story start!
Chapter 6: Unexpected Accident
Disclaimer: Vocaloid belongs to Yamaha, not my own
Genre: Friendship, Romance, Hurt/Comfort, Slice of Life
Rated: T
Warning: OOC, Typo, a little bit comedy, Dramatically Romance
Don't like, don't read it!
.
.
.
.
.
/Crypton Academy
Miku dan teman-temannya sedang berada di kelas dan saling berbincang-bincang satu sama lain. Tak lama kemudian, bel sekolah pun berbunyi. Pintu kelas terbuka, menampakkan seorang guru lelaki bersurai coklat pendek dan memakai kacamata sedang berjalan memasuki ruang kelas. Seluruh siswa – siswi yang berada di kelas langsung kembali ke tempat duduk mereka masing-masing...
"Semuanya, harap tenang! Saya ingin memberitahukan beberapa pengumuman pada kalian". Kata Kiyoteru sensei
"Ugh,... ini membosankan, sensei. Bisakah kau memberi kami waktu istirahat sebentar saja...". kata seisi kelas
"Saya bertaruh kalau kalian semua pasti sudah mengetahuinya, acara untuk besok. Bukankah begitu?". Kiyoteru sensei bertanya sambil tersenyum
"Haiii! Tes keberanian memasuki gua besar yang terletak di atas gunung, kita juga akan berkemah di dekat sana. Ini sangat membosankan. Oh, Kami-sama!". Kata mereka semua
"Baiklah, sekarang saya ingin supaya kalian semua tentukan partner kalian. 1 kelompok terdiri dari 2 orang". Kata Kiyoteru sensei
Mereka yang mendengarnya langsung merasa bersemangat, suasana di kelas pun kembali ramai
"Aku akan pergi dengan Len~". Rin berkata sambil memeluk Len, ia terlihat senang
"R-Rin!". Len berkata, wajahnya merona merah
Neru yang melihat Rin memeluk Len merasa sedikit cemburu
"TIDAAAKKK! MENJAUHLAH, RIN! LEN ADALAH MILIKKU!". Kata Neru
"Hmm... hontou? Bagaimana jika aku yang melakukan hal ini padamu? Kau juga akan menjadi milikku, bukankah begitu? Hehehe~". Rin berkata sambil menatap Neru, ia tersenyum mengejek
"R-Rin, h-hentikan...". kata Len
"TIDAAAKKK!". Neru melompat ke arah Len dan menariknya dari genggaman Rin, kemudian ia mengajak Len pergi keluar kelas bersamanya
Rin yang melihat mereka berdua pergi meninggalkan kelas langsung berlari mengejar mereka
"Tidaaakk! Len! Tunggu aku! Jangan pergi dengannya!". Rin berkata sambil berlari keluar kelas, ia terlihat cemburu
Sementara itu, Luka sedang berbincang-bincang dengan Gakupo
"Jadi, Gakupo.. ". Luka berkata sambil tersenyum menyerigai
"Bersiap-siaplah untuk kuha-.. uhm, maksudku bersiap-siaplah karena besok aku akan menemanimu saat berada di dalam gua yang gelap dan juga menyeramkan itu". Luka berkata sambil tersenyum
"Tidaaakk! Tasukete kudasai! TT_TT". Gakupo berkata sambil memelas
"Ayolah, kau jangan terlalu takut seperti itu. Tenanglah, onee-san akan menjagamu, anak nakal". Luka menambahkan
Dell berjalan mendekati Haku dan bertanya padanya
"Haku, maukah kau berpasangan denganku?". Tanya Dell
"Y-Ya, boleh saja". Jawab Haku
.
.
.
Miku menatap sekelilingnya, ia sedang mencari Kaito. Namun ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Kaito
"Miku, maukah kau berpasangan denganku?". Tanya seseorang
Miku membalikkan badannya dan menatap orang itu, seorang pemuda bersurai teal pendek sedang berdiri tepat di belakangnya. Ia baru saja masuk ke kelas Miku. Dia adalah Shigure Mikuo, teman baik Miku sejak dari kecil
"Tapi.. bukankah kau dari kelas sebelah?". Tanya Miku
"Partner dari kelas lain juga diperbolehkan, Hatsune-san". Kata Kiyoteru sensei
"Oh, Miku. Ayolah... apakah kau sedang berusaha untuk menghindariku? Ah, biar kutebak.. hmm, kau pasti ingin bersama Kaito, bukankah begitu?". Tanya Mikuo
"B-Bukan begitu... tidak apa-apa, aku baik-baik saja...". kata Miku
Hari berikutnya, mereka berkumpul di aula sekolah dan bersiap-siap untuk memulai perjalanan dengan mengendarai bus. Setelah beberapa jam berlalu, mereka tiba di lokasi karyawisata. Seluruh siswa-siswi beserta dengan beberapa orang guru segera turun dari dalam bus sambil membawa tas dan perlengkapan yang akan mereka gunakan untuk berjaga-jaga dalam keadaan darurat. Mereka mendirikan tenda di tengah hutan lalu meletakkan tas serta barang-barang bawaan ke dalam tenda. Seluruh siswa-siswi diperbolehkan untuk beristirahat hingga pukul 6 setelah selesai acara makan malam. Pukul setengah 7 malam, mereka memulai tes keberanian memasuki gua besar yang terletak di atas gunung. Setelah lama mendaki, seluruh siswa-siswi beserta dengan beberapa orang guru yang ikut mendampingi sedang berbaris di depan gua tersebut bersama pasangan mereka masing-masing...
"Kalian jangan pergi terlalu jauh, bawalah peluit ini untuk jaga-jaga. Setiap orang akan kuberi 1. Percaya atau tidak, apapun yang terjadi aku pasti akan menjaga keselamatan murid-muridku, semua guru di sini juga sama. Jika di dalam sana sampai terjadi sesuatu, tiuplah peluit itu. Jangan lupa untuk membawa senter atau pun lentera. Ini sudah malam, di dalam sana sangat gelap, berhati-hatilah". Kata Kiyoteru sensei
"Haii!". Seru mereka semua
"Baiklah kalau begitu, aku akan memberi kalian sedikit petunjuk: setiap pasangan akan masuk ke dalam gua. Tapi kalian baru diperbolehkan untuk masuk, dalam selang waktu 3 menit setelah pasangan yang sebelumnya. Mengerti?". Tanya Kiyoteru sensei
"Yaaa". Jawab mereka
Rin dan Len masuk duluan ke dalam gua
"Jaa nee, sampai ketemu nanti". Kata mereka bersamaan
3 menit setelah Rin dan Len masuk, kini giliran Luka dan Gakupo. Kemudian disusul oleh Haku dan Dell, Akaito dan Neru, Meiko dan Kaito. Miku yang melihat Kaito pergi bersama Meiko merasa sedikit terkejut...
"A-Apa? Kaito berpasangan dengan Meiko?". Miku bertanya pada dirinya sendiri
Mikuo menatap Miku
"Jadi, kau samasekali tidak tahu?". Tanya Mikuo
Miku yang mendengar perkataan Mikuo barusan hanya menundukkan kepalanya
"SELANJUTNYA... giliran kalian, Miku dan Mikuo". Kata Kiyoteru sensei
Miku dan Mikuo berjalan menelusuri gua sambil menyalakan senter untuk menerangi jalan...
"Kau akan selalu melihat apa yang salah ketika kau benar, tapi kau tidak akan pernah bisa tahu mana yang menurutmu paling tepat ketika kau senang melakukan kesalahan". Kata Mikuo
"Hei, ada apa denganmu? Kau ini seperti seorang ahli filsafat saja". Miku berkata sambil tertawa
"Ini demi kebaikanmu...". kata Mikuo
Miku yang mendengarnya sedikit terkejut
"Eh? Apa maksudmu?". Tanya Miku
"Tidak, bukan apa-apa". Jawab Mikuo
Setelah beberapa menit berjalan di dalam gua, Miku seperti melihat ada 2 orang yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat mereka berada...
"Ah, aku melihat Kaito dan Meiko ada di sebelah sana!". Mikuo berkata sambil berlari mendekati mereka, sementara Miku masih terdiam di tempatnya. Saat menoleh ke samping, ia menyadari bahwa Mikuo sudah berjalan pergi meninggalkannya, Miku segera berlari menyusulnya
"Mikuo, matte yo!". Seru Miku
Mikuo berjalan menghampiri Kaito dan Meiko
"Meiko, bolehkah aku pergi bersama Kaito sebentar saja?". Mikuo bertanya sambil tersenyum
"Ah, tentu". Jawab Meiko
Miku berjalan menghampiri Meiko dan bertanya padanya
"Ke mana mereka akan pergi?". Tanya Miku
"Tidak tahu". Jawab Meiko
.
.
.
Mikuo dan Kaito sedang berjalan-jalan di dalam gua sambil membawa senter...
"Kemarilah, Kaito!". Mikuo berkata sambil menarik lengan Kaito dengan kasar
"Hei, ada apa denganmu, kawan?!". Kaito bertanya dengan nada yang terdengar sedikit membentak, ia merasa jengkel akan tingkah Mikuo
Mikuo mendorong Kaito ke dinding gua sebelah kanan dan mendekatkan dirinya, ia menatap Kaito dengan ekspresi wajah yang terlihat serius
"Tujuan utama kita dalam kehidupan ini adalah untuk mencintai dan membahagiakan orang lain, tapi jika kau tidak bisa membahagiakan mereka, setidaknya jangan menyakiti perasaan mereka". Mikuo berkata sambil menatap Kaito
"A-Apa maksudmu?". Kaito bertanya, ia sedikit terkejut saat mendengar perkataan Mikuo barusan
"Bukan apa-apa. Jadi, bisakah kita kembali? Miku dan Meiko, mereka masih menunggu kita". Kata Mikuo
"Ah, ayo". Kata Kaito
.
.
.
Kaito dan Mikuo kembali ke tempat di mana Miku dan Meiko berada...
"Kaito, tadi kau pergi ke mana?". Tanya Meiko
"Ah, kami hanya mengobrol sebentar saja, Cuma itu". Balas Kaito
"Meiko, bolehkah aku meminjam sentermu? Punya kami baterainya sudah habis". Mikuo berkata sambil berlari ke arah Meiko
Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara seperti retakan yang sangat besar dari dalam gua, semua orang yang mendengarnya langsung panik
"A-Apa yang terjadi?". Tanya Miku
"M-Miku!". Mikuo berteriak, ia melihat ada sebuah batu besar berjatuhan dari dinding gua dan sebentar lagi akan mengenai Miku
Kaito yang melihatnya sangat terkejut, tiba-tiba saja suara retakan yang berasal dari dalam terdengar semakin keras hingga keluar gua
Di luar gua, para guru beserta beberapa siswa-siswi yang sudah selesai menelusuri gua langsung terkejut saat mendengar suara retakan tersebut...
"Kiyoteru sensei! Gua nya!".
"Murid-muridku, celaka! Mereka masih berada di dalam! Cepat hubungi tim penyelamat! Sial, kenapa hal seperti ini harus terjadi?!". Seru Kiyoteru sensei
Sementara itu di dalam gua...
"A-Apa yang terjadi? Ah... aku tahu, ada sebuah batu besar yang menghantamku. Mungkin sekarang ini aku sudah mati, lantai di sini juga terasa dingin.. tapi entah bagaimana, aku merasa tubuhku sedikit hangat..". Miku berkata dengan mata terpejam, pandangannya terasa kabur
"M-Miku, b-bangunlah...". kata seseorang
Miku membuka matanya dan melihat Kaito memeluknya, ia melindungi Miku dari batu besar tersebut
"Kaito!". Seru Miku, ia terlihat panik
"Aku menyelamatkanmu dengan berlari mendekatimu, lalu menjauhkanmu dari batu besar yang akan menimpamu. Batu itu membentur tembok dan menyebabkan beberapa batu lain berjatuhan dan menutup pintu keluar gua ini.. sekarang kita semua terjebak di dalam...". Kaito berkata sambil menahan sakit
"Tidaaakkk! Kau terluka... karena aku.. a-aku... g-gomen...". Miku berkata sambil menangis, ia menatap Kaito yang masih melindunginya dari batu-batu tersebut
"Tidak apa-apa". Kata Kaito
"T-Tapi p-punggungmu... pasti terasa sangat sakit karena batu besar itu.. tidak.. ini tidak mungkin terjadi...". Miku berkata sambil menangis
"Sudah kubilang aku baik-baik saja.. ahh!". Kaito berkata, ia merasa bahwa batu tersebut semakin lama semakin berat
"Yamete yo!". Miku berkata sambil menangis
Miku menatap Kaito yang masih terbaring lemah di lantai, ia samasekali tidak bisa mengerakkan tubuhnya
"Miku, bolehkah aku beristirahat sebentar? Aku mengantuk, pinjamkan aku tubuhmu.. aku ingin bersandar sebentar..". Kaito berkata sambil tersenyum, darah terus mengalir dari pelipis kepalanya, meskipun tidak terlalu banyak, ia menatap Miku yang masih menangis
"Baka, jangan menangis. Hibur aku, katakan seperti ini: "Ganbatte, Kaito". Atau sesuatu lain yang mirip seperti itu". Kaito kembali melanjutkan
Miku tersenyum namun masih menangis
"Tentu. Ganbatte, Kaito".
Kaito tersenyum, tak lama kemudian ia pun mulai memejamkan matanya, namun hanya sebentar saja. Setelah itu ia kembali membuka matanya
"Hei, kukira kau sudah tidur". Miku berkata sambil menangis
"Aku menyukaimu". Kata Kaito
"K-Kaito..". Kata Miku
Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara dari arah pintu masuk gua
"Oh, tidak. Aku mulai mengantuk". Miku berkata pada dirinya sendiri
"Miku? Kaito? Apakah kalian berdua ada di dalam?! Jawab aku!". Kata seseorang
"Seseorang memanggil kita, apakah itu Mikuo? Kiyoteru sensei? Ataukah orang lain telah menemukan kita?". Miku bertanya, perlahan-lahan ia pun mulai memejamkan matanya karena merasakan kantuk yang teramat berat
Di rumah sakit, Miku membuka kedua matanya dan mendapati teman-temannya sedang berada di kamar di mana saat ini ia sedang beristirahat, raut wajah mereka terlihat khawatir...
"A-Apa yang terjadi? Di mana aku?". Tanya Miku
"Saat ini kau sedang berada di rumah sakit, tadi kami menemukanmu pingsan di dalam gua. Karena insiden yang terjadi barusan, acara tes keberanian jadi tidak bisa dilanjutkan. Besok pagi kita semua akan dipulangkan, sekolah juga akan diliburkan selama satu minggu. Kepala sekolah yang memberitahu kita. Tapi syukurlah, kalau keadaanmu baik-baik saja". Kata Neru
"Miku...". kata Rin dan Len bersamaan
"Sial!". Gakupo berkata sambil berjalan keluar meninggalkan kamar
Miku menatap Gakupo, sementara Luka menatap Miku dan berkata padanya
"Jangan pedulikan si baka itu, jadi. Bagaimana perasaanmu?". Tanya Luka
Miku menyadari seperti ada sesuatu yang terlupakan
"Oh ya, ngomong-ngomong di mana Kaito?". Miku bertanya namun mereka malah menundukkan kepala dan samasekali tidak mau menjawab. Karena mereka tak kunjung menjawab, Miku pun kembali berteriak
"Hei, aku bertanya pada kalian! Di mana Kaito?! Jawab aku!". Miku berkata, ia hampir ingin menangis
"D-Dia tidak selamat...". Mikuo berkata sambil menundukkan kepala, raut wajahnya terlihat sedih
"A-Apa? K-Kau bilang apa barusan?". Miku berkata, kali ini ia benar-benar menangis. Air mata mengalir membasahi wajahnya
"Dia terluka cukup parah dan tidak bisa diselamatkan". Kata Gumi
"Tidak! Ini tidak mungkin!". Miku berkata sambil menangis, namun tak lama kemudian Kaito masuk ke kamar di mana saat ini Miku sedang beristirahat, sepertinya ia baik-baik saja
"Hai?".
Miku yang mendengar suara itu langsung terkejut
"Suara ini... tidak mungkin!". Miku berkata dalam hati, ia pun menolehkan wajahnya dan menatap orang itu. Miku melihat Kaito sedang berjalan menghampirinya, kepalanya yang sempat terluka kini sudah diperban. Miku yang melihatnya amat terkejut, ia pun berhenti menangis
"Kaito!". Miku berkata sambil melompat dari tempat tidurnya dan memeluk Kaito
"Perlu kukatakan pada kalian, ini adalah lelucon yang sangat buruk". Kaito berkata sambil tersenyum
"Lelucon?". Miku bertanya, ia terlihat kebingungan
"Ya, dan kau telah terjebak.. hehehe... apakah kau pikir aku akan mati semudah itu? Tidak akan, aku jauh lebih kuat daripada siapapun.. hahaha". Kaito berkata sambil tertawa
"Aaaahh! Kalian semua keterlaluan! Aku benci kalian!". Miku berkata sambil menendang perut Kaito lalu memeluk teman-temannya
"Aww! M-Miku.. kau kejam sekali.. s-sakit T_T". Kata Kaito
"Salahmu sendiri, kenapa kau sampai membuat lelucon segala, itu benar-benar tidak lucu! Arigatou, semuanya". Miku kembali menambahkan
/Crypton Academy
Satu minggu kemudian setelah insiden tersebut, Miku dan teman-temannya kembali masuk ke sekolah...
"Semuanya sudah kembali normal seperti biasa". Kata mereka
"Miku, pulang sekolah nanti bisakah kita bicara sebentar? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Kita bertemu di atap sekolah". Kata Kaito
"B-Baiklah". Jawab Miku
.
.
.
Seusai kelas, Miku melihat Kaito sedang bersandar di beranda atap sekolah dan berjalan menghampirinya...
"Sudah kuduga, kau pasti ada di sini". Kata Miku
"Kau mengenalku dengan sangat baik". Kaito berkata sambil menatap langit
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?". Tanya Miku
"Arigatou karena sudah mengajariku pada hari itu". Kata Kaito
"Ahahaha.. bukan apa-apa". Kata Miku
"Miku, apakah kau ingin tahu, siapa orang yang selama ini kusuka? Lebih tepatnya orang yang sangat kucintai?". Kaito bertanya sambil menatap langit
"Siapa?". Miku bertanya, ia juga ikut-ikutan menatap langit
Mereka terdiam untuk sesaat, beberapa menit kemudian Miku kembali melanjutkan
"Hei, bicaralah!". Miku berkata sambil menatap Kaito
"Kau". Kaito berkata, perlahan-lahan ia mulai menolehkan wajahnya dan menatap Miku
"A-Apa? Kau bilang apa barusan?!". Miku berkata, ia langsung terkejut saat mendengarnya
.
.
.
To Be Continued
Minna, bgaimana mnurut klian? Apkah ckup memuaskan?^
Di chapter dpan konfliknya msih akan brlanjut. Bersiap2lah XD
Mind to review, please? :3
