Saya mlanjutkan fic ini dtengah2 ksibukan saya mngrjakan tugas kuliah *mklum lah ud smster 4 #bletakk
Mohon maaf jika kli ini trdpat bnyak typo brtebaran. Saya nulisnya agak sdikit buru2 XD
Sblmnya saya mao bales review dri para readers dlu
*Emilia Frost, Shiroi Karen, Ryuuna Hideyoshi:
Hahaha! Kykna klian pnsaran bget sm crita lnjutannya^ kli ini saya tmbhin sdikit konflik di ending crita. Pnasaran? Baca aj sndiri #bletakk XD
Di chapter x ini saya akan mnampilkan konflik kedua. Smoga critanya bs memuaskan anda^^
Meet reading, Minna :D
Story start!
Chapter 7: Rival of Love
Disclaimer: Vocaloid belongs to Yamaha, not my own
Genre: Friendship, Romance, Hurt/Comfort, Slice of Life
Rated: T
Warning: OOC, Typo, a little bit comedy, Dramatically Romance
Don't like, don't read it!
.
.
.
.
.
Miku yang mendengar perkataan Kaito barusan langsung terkejut, ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar
"Kau bilang apa barusan?". Tanya Miku
"Sepertinya kau masih tidak percaya padaku. Tidakkah kau menyadarinya?". Kaito bertanya sambil menatap Miku
"K-Kau pasti bercanda kan?". Miku bertanya balik, wajahnya merona merah
Kaito menatap Miku
"Apakah aku terlihat seperti sedang bercanda?". Tanya Kaito
"T-Tidak... h-hanya saja, ini terlalu mendadak...". Miku berkata sambil menundukkan wajahnya yang masih merona
"Apakah kau ingin supaya aku membuktikannya padamu sekarang juga?". Kaito berkata sambil berjalan mendekati Miku dan menatap wajahnya dari jarak yang cukup dekat
"T-Tidak terl-". Miku membalas namun tiba-tiba saja Kaito mencium bibir Miku
Setelah itu, Kaito tersenyum dan bertanya pada Miku
"Apakah sekarang kau percaya padaku?". Tanya Kaito
"I-Ini sangat tidak adil. Kau menciumku seperti itu... aku kan belum siap...". Miku berkata sambil memejamkan matanya, sementara wajahnya masih merona
"Kau ini benar-benar sangat lucu". Kaito bertanya sambil tersenyum
"Hmph..". Miku berkata sambil menggembungkan pipinya, Kaito yang melihatnya merasa sedikit gemas
Miku berjalan mendekati beranda dan bersandar di sana sambil menatap langit yang terlihat cerah
"Kaito, sekarang bolehkah aku bertanya. Siapa yang menjadi alasan bagimu untuk memintaku mengajarimu?". Miku bertanya sambil menatap langit
Mereka terdiam untuk sementara, tak lama kemudian Kaito kembali melanjutkan
"Kau...". kata Kaito
"A-Apa? A-Aku?". Miku bertanya, ia sedikit terkejut saat mendengarnya
"Ya. Aku ingin kau mengajariku bagaimana cara membuat seorang gadis menyukaiku, supaya ketika pada akhirnya aku menyatakan perasaanku yang sesungguhnya padamu. Aku bisa tahu hal apa saja yang harus dilakukan". Kaito membalas sambil menatap langit
Miku yang mendengar perkataan Kaito barusan langsung terkejut, ia pun kembali melanjutkan pembicaraan
"Seorang anak lelaki menyatakan perasaannya padaku? Itulah yang membuatku bahagia untuk pertama kalinya, hanya saja ini terasa sedikit bagus, untuk bisa bersama dengan orang yang kau cintai, dan ternyata orang itu juga mencintaiku. Kaulah orang pertama yang mampu membuatku sesenang ini, selain keluarga dan teman-temanku". Miku berkata sambil menatap Kaito dengan mata berkaca-kaca
"Hei, jangan menangis. Kalau begini orang-orang akan mengira kalau aku telah membuatmu menangis, tapi aku merasa sangat senang dan terhormat saat mengetahui bahwa akulah orang pertama yang bisa membuatmu merasa sesenang itu". Kaito berkata sambil memeluk Miku
"B-Baka.. kau membuatku menangisi air mata kebahagiaan, selamat... karena kau sudah bisa membuatku merasa sangat senang". Miku berkata sambil memeluk balik Kaito
"Jadi, apakah sekarang kita sudah jadian?". Kaito bertanya sambil memeluk Miku
"Seperti yang telah kau lihat". Miku berkata sambil tersenyum
"Itu berarti "Iya".". balas Kaito
/Crypton Academy
Keesokan harinya setelah Kaito dan Miku jadian...
"Ohayou minna". Miku menyapa teman-temannya yang sedang berada di kelas
"Sepertinya seseorang sedang berada dalam mood yang cukup baik". Kata Gakupo
"Diamlah, kau ini bisanya cuma mengacaukan suasana saja, baka nasu!". Luka berkata kemudian ia mencekik leher Gakupo
"Gaahh-rrhhhaaahhh!". Gakupo membuat suaranya terdengar seperti benar benar sedang tersendak
"Tidak ada yang berubah samasekali di sini. Hehehe". Meiko berkata sambil tertawa
"Ohayou, Miku". Kata Gumi
"Ohayou, Gumi". Kata Rin
Miku menatap Rin, sepertinya ia telah melupakan sesuatu
"Rin, ngomong-ngomong di mana Len? Daritadi aku tidak melihat dia". Tanya Miku
"Len hari ini tidak bisa datang ke sekolah, dia sedang sakit flu dan demam TT_TT". Kata Neru
Gakupo yang mendengarnya langsung tersenyum penuh arti
"Jadi, aku yang sakit duluan lalu berikutnya giliran Len? Ah! Aku tahu! Ini adalah "Final Destination". Satu-persatu dari kita semua akan mati, tapi aku tidak ingin mati suc-". Gakupo berkata namun tiba-tiba saja Luka memukul kepalanya
"Baka! Jangan mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal seperti itu!". Kata Luka
"Kita harus menjenguknya saat pulang sekolah nanti". Haku berkata, ia tiba-tiba saja muncul di kelas
"Eh? Haku, kau jangan mengagetkan kami seperti itu. Kau tahu, jika kau muncul secara tiba-tiba dan tidak jelas seperti itu. Kau jadi mirip seperti hantu". Kata Akaito
Mereka yang mendengar perkataan Akaito barusan hanya memasang wajah datar, sedangkan Gumi terlihat sedikit waspada
"H-Hantu?". Gumi berkata sambil bersembunyi di belakang Miku
"Tidak, di sini samasekali tidak ada hantu. Hentikan itu, Akaito!". Meiko berkata, ia merasa sedikit kesal
Miku menatap seisi kelas dan memperhatikan setiap siswa-siswi yang ada, namun daritadi ia samasekali tidak melihat kedatangan Kaito
"Hei, ngomong-ngomong di mana Kaito?". Tanya Miku
"Dia sudah datang". Luka berkata sambil mengarahkan jari telunjuknya pada pintu kelas
Kaito berjalan menghampiri Miku dan mengenggam tangannya, Miku terkejut akan perlakuan Kaito barusan, wajahnya pun merona merah
"Aku ingin memberitahukan sesuatu yang penting pada kalian semua". Kaito berkata sementara ia masih mengenggam tangan Miku
Seisi kelas yang mendengarnya langsung hening seketika, beberapa saat kemudian Kaito kembali melanjutkan
"Aku dan Miku sudah jadian, dan kami memutuskan akan menikah tahun depan". Kaito berkata sambil tersenyum, ia terlihat senang
"A-Apa? M-Menikah?!". Seru Miku, ia terkejut saat mendengarnya, wajahnya pun semakin memerah seperti layaknya kepiting rebus
"Benarkah?". Tanya Meiko
"Ya, tapi kami tidak langsung menikah secepat itu!". Miku berkata, wajahnya masih merona
Gakupo berjalan menghampiri Kaito dan Miku, lalu mengenggam tangan mereka secara bersamaan
"Jadi, apakah bayi lelakinya sudah dibuat?". Gakupo bertanya, ia seperti ingin tahu
"Eh?!". Seru Kaito dan Miku bersamaan, mereka langsung terkejut saat mendengar perkataan Gakupo barusan
Luka berlari mendekati mereka dan menyeret Gakupo
"Gomen, Miku". Luka berkata lalu ia kembali mencekik Gakupo untuk yang kedua kalinya
"Gomen, Kaito. Anak ini benar-benar mengacaukan suasana, jangan pedulikan dia!". Luka berkata sambil meninju Gakupo tepat di wajahnya
"Aku mau pergi keluar sebentar". Meiko berkata sambil berjalan pergi meninggalkan ruang kelas
Mereka semua yang melihatnya merasa sedikit heran
"Apakah Meiko baik-baik saja?". Tanya Rin
"Tidak tahu". Jawab Haku
"Meiko..". Miku berkata pada dirinya sendiri. Ia terlihat khawatir
Tak lama kemudian, bel sekolah pun berbunyi. Seorang guru mulai memasuki kelas mereka
"Semuanya, kembalilah ke tempat duduk kalian". Kiyoteru sensei berkata sambil berjalan menuju meja guru
"Ugghhh... lagi-lagi pelajaran kimia, benar-benar hari yang membosankannn". Kata seisi kelas, mereka semua terlihat sedang mengeluh kemudian segera kembali ke tempat duduk mereka masing-masing
"Harap tenang! Sekarang, mari kita mulai pelajarannya. Hari ini saya akan menjelaskan tentang isotop dan-". Kiyoteru sensei berkata sambil menjelaskan dan menulis di papan
Miku menatap tempat duduk Meiko yang masih terlihat kosong
"Kenapa tadi Meiko tiba-tiba saja pergi keluar kelas? Apa yang sebenarnya terjadi? Sampai sekarang dia juga masih belum kembali". Miku berkata pada dirinya sendiri
.
.
.
Seusai kelas, waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Miku dan teman-temannya sedang berkumpul di depan loker sepatu yang terletak di lantai utama gedung sekolah...
"Sekarang, ayo kita pergi ke rumahku!". Rin berkata, ia terlihat bersemangat
"Aku benar-benar harus melihat keadaan Len sekarang juga, atau aku akan mati sebelum besok tiba". Kata Neru
"Kau akan mati? Apakah aku tidak salah dengar? Kalau begitu, aku tidak akan mengijinkanmu menjenguk Len". Rin berkata sambil mengejek
"KAU B-". Neru berkata namun seseorang menghentikannya
"Kalian berdua, bisakah diam sebentar? Jangan berkelahi!". Kata Meiko
Miku menatap Meiko yang sedang bersama Neru dan Rin, ia langsung berjalan menghampirinya
"Meiko. Kenapa tadi kau tidak kembali ke kelas?". Miku bertanya namun Meiko malah mengabaikan perkataannya
"Baiklah, ayo kita pergi". Kata Meiko
"Apakah aku harus ikut pergi dengan kalian juga?". Tanya Gakupo
"Apakah kau ingin supaya aku menghajarmu sekali lagi?". Luka bertanya sambil menunjukkan serigai yang terlihat menyeramkan
"Hidooii! Kau jahat sekali, Luka TT_TT". Kata Gakupo
"Aku tahu". Luka berkata sambil tersenyum mengejek
"Gakupo, kau juga harus ikut menjenguk Len. Karena pada saat kau sedang sakit, Len juga datang menjengukmu". Kata Haku
"Hai, wakata". Kata Gakupo
"Kenapa Meiko malah mengabaikanku seperti itu?". Miku bertanya pada dirinya sendiri
"Bisakah kita pergi sekarang?". Tanya Kaito
"Y-Ya". Jawab Miku
Setelah lama berjalan, mereka tiba di rumah Rin dan Len. Rumah kediaman mereka memang cukup besar dan terletak sedikit jauh dari daerah perumahan. Suasana di sekitar sana juga sedikit sepi dan gelap, samar-samar terlihat ada sedikit kabut yang menghalangi pandangan mereka...
"Eh?!". Gumi berkata, ia terlihat sedikit ketakutan
"Ada apa dengan kabut-kabut ini?". Gakupo berkata, ia terlihat sedikit kesal
"K-Kabut? H-Hantu a-akan segera muncul! T-Tidaaakkk!". Gumi berteriak
Mereka semua yang menatapnya hanya menghela napas pelan
"Tenanglah, Gumi. Aku dan keluargaku sudah cukup lama tinggal di sekitar sini, setahuku belum ada satupun kejadian buruk yang pernah terjadi". Kata Rin
"Di luar sini gelap sekali, mari kita masuk". kata Luka
"Ya". Haku menambahkan
"Ah, Meiko. Apakah tadi kau mar-". Miku berkata namun Meiko malah berjalan pergi meninggalkannya
Tidak jauh dari tempatnya berdiri, Kaito menatap mereka berdua dan berjalan mendekati Miku
"Apa yang terjadi?". Tanya Kaito
"Tidak... tidak ada apa-apa". Jawab Miku
.
.
.
Mereka meletakkan tas di ruang tamu, setelah itu Rin mengajak mereka ke lantai 2 menuju kamar Len. Rin mengetuk pintu dan membukanya, di dalam kamar ia menatap Len yang sedang bersandar di atas tempat tidur sambil menonton channel televisi kesukaannya. Menyadari bahwa pintu kamarnya telah dibuka, Len pun menatap ke arah pintu. Di luar, ia melihat Rin sedang bersama dengan teman-temannya. Mereka segera masuk ke dalam kamar...
"Waaahhh, Len!". Neru berkata sambil melompat ke tempat tidur Len dan memeluknya erat-erat
"Dia cepat sekali". Rin berkata, ia terlihat kesal
"Tadinya kupikir dia masih berdiri di belakang". Kata Haku
"Neru. Kalau kau terus-terusan memelukku seperti ini, aku bisa mati..". Len berkata dengan suara rendah, ia terlihat kesulitan bernapas
"Aaaahhh! Gomen, Len". Neru berkata sambil melepas pelukannya dari Len
"Len, bagaimana keadaanmu?". Meiko bertanya sambil berjalan dan duduk di sisi tempat tidur lalu menyentuh dahi Len
"Sedikit kurang enak badan". Balas Len
"Kau harus istirahat total. Semuanya, cobalah untuk tenang sedikit". Meiko berkata sambil tersenyum
"Haii!". Kata mereka semua
Kaito, Rin dan Miku masih berdiri di depan pintu kamar
"Rin, aku ingin ke toilet. Bisa tolong tunjukkan jalannya padaku?". Tanya Kaito
"Ah, etto. Dari arah sini kau tinggal jalan lurus lalu belok ke kiri, toiletnya ada di ujung sebelah sana". Rin berkata sambil menunjuk lorong tersebut
"Arigatou, Rin. Miku, kau tunggulah di sini". Kaito berkata pada Miku
Gakupo berjalan mendekati Kaito dan Miku lalu menatap mereka
"Ikutlah dengannya, Miku. Lalu... lakukan sesuatu". Kata Gakupo
"Diamlah, baka nasu!". Kata Luka
Kaito berjalan keluar kamar
"Kalian semua, jika ingin mencariku. Aku sedang berada di teras luar mencari udara segar". Meiko berkata sambil berjalan meninggalkan kamar
"Ah, baiklah. Kami mengerti". Kata mereka semua
Miku berkata pada dirinya sendiri
"Mereka semua terlihat sedang bersenang-senang. Haku menyendiri lagi. Gumi sedang berbincang-bincang dengan Luka. Gakupo sedang mengejek Rin dan Neru sambil memeluk Len. Sedangkan aku di sini hanya bisa menonton mereka. Kaito sedang pergi ke toilet...
Miku menghentikan perkataannya, ia seperti menyadari sesuatu
"Eh, tunggu?! Ini sudah lewat satu jam sejak kita tiba di rumah Len, ke mana dia pergi? Ayolah, berpikir... Meiko juga tidak ada... masaka! Jangan bilang padaku kalau...".
"Minna, aku mau pergi keluar sebentar. Nanti aku akan segera kembali!". Miku berkata sambil berlari keluar dari kamar dan mencari Kaito
"Rumah ini sangat besar. Di mana toiletnya? Ah... ". Miku berkata pada dirinya sendiri
Setelah lama berjalan, Miku tiba di depan pintu toilet. Ia pun segera membukanya. Miku melihat Kaito sedang berada di dalam toilet sambil memeluk Meiko. Ia pun terdiam dan terkejut bukan main
"Kaito! Apa maksudnya semua ini...". Miku berkata, ia hampir ingin menangis
.
.
.
To Be Continued
Minna, bgaimn mnurut klian?^
Mind to review, please? :3
