Minna, apa kabar? XD
Chapter ini mngkin adl chapter yg pling dtunggu2 oleh klian smua. Knp? (klo mau tau baca aj critanya #bletakk)
Ok, sblomnya saya mau bls review dlu nih (tumben x ini yg nge-review sepi bget, lgi pd ujian smua yah? =_=)
*Shiroi Karen: arigatou, ini ud saya lanjut. Silahkan dibaca XD
Baiklah, klo gtu saya mlai aj lnjutan critanya
Meet reading, Minna ^
Story start!
Chapter 10: Awaited Day Eventually Arrive
Disclaimer: Vocaloid belongs to Yamaha, not my own
Genre: Friendship, Romance, Hurt/Comfort, Slice of Life
Rated: T
Warning: OOC, Typo, a little bit comedy, Dramatically Romance
Don't like, don't read it!
.
.
.
.
.
Pesta kelulusan pun tiba. Seluruh siswa-siswi yang hadir di pesta tersebut terlihat amat mengagumkan...
"Gaun itu cocok sekali untukmu, Luka. Kau sangat cantik". Gakupo berkata sambil tersenyum menatap Luka
"A-Arigatou, Gakupo". Luka berkata, wajahnya sedikit merona
"Waahh! Kalian ini romantis sekali. Aku jadi iri". Rin berkata sambil menangis
Len yang melihat Rin tiba-tiba saja menangis langsung merasa sedikit panik
"Rin? Kau kenapa?". Tanya Len
"Hari kelulusan, itu berarti kita semua akan melanjutkan ke jalan yang berbeda. Kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi ". Rin berkata sambil menundukkan kepala
"Ya, dan aku pasti tidak akan bisa bertemu denganmu lagi, Len". Neru berkata, sementara ia sudah hampir ingin menangis
Gumi yang melihat dari kejauhan langsung berjalan mendekati mereka
"Kalian ini, jangan seperti itu. Kita kan cuma lulus dari sekolah. Jangan terlalu terpengaruh oleh suasana. Mungkin beberapa tahun ke depan, aku yakin bahwa suatu hari nanti kita pasti masih bisa bertemu dan berkumpul lagi seperti sekarang". Gumi berkata sambil mencoba untuk menghibur mereka
"Aku berharap kita semua bisa terus bersama seperti sekarang". Kata Akaito
"Tidak, aku tidak yakin. Karena setelah upacara kelulusan nanti, Kaito akan melanjutkan kuliah ke luar negeri dan itu akan membuat Miku merasa sedih". Haku berkata sambil menatap Kaito dan Miku tidak jauh dari tempatnya berdiri
"Kaito...". kata Miku
"Jangan khawatir, semuanya pasti akan baik-baik saja". Balas Kaito
/ Crypton Academy
Upacara kelulusan pun tiba. Seluruh siswa-siswi kelas 3 yang hadir langsung berkumpul di aula utama sambil mendengarkan pidato singkat dari kepala sekolah serta beberapa orang guru...
"Jika kupanggil nama kalian, silahkan berdiri dan naik ke atas panggung untuk mengambil ijazah kelulusan". Kata Kiyoteru sensei
"Nakajima Gumi".
"Ah, ternyata aku duluan". Kata Gumi
"Kagamine Rin".
"Bagaimana ini? Nilai-nilaiku pasti tidak begitu bagus". Rin berkata dalam hati
"Megurine Luka".
"Haii". Kata Luka
"Hatsune Miku".
"Y-Ya". Jawab Miku
"Yowane Haku".
"Ini membosankan –". Kata Haku
Beberapa kelompok siswa – siswi ada yang naik ke atas panggung untuk menyampaikan kesan, pesan dan juga rasa terima kasih mereka kepada para guru selama 3 tahun belajar di sekolah. Ada juga yang memberikan komentar, baik itu berupa lelucon ataupun pidato singkat kepada para guru maupun teman-teman sekelas mereka
Untuk Gumi: "Ah, dia memang sahabat terbaik yang pernah ada".
Untuk Rin: "Gadis berdada rata, hahahah".
Untuk Neru: "Dia itu memang stalker".
Untuk Luka: "Ratu pemarah".
Untuk Miku: "Gadis yang kesepian, hahah. Tidak pernah punya pacar sejak lahir".
Untuk Haku: "Penyendiri tingkat dewa".
Kaito, Len, Gakupo, dan Akaito yang mendengar perkataan beberapa kelompok siswa tersebut langsung berjalan menghampiri mereka
"Diantara kalian, siapa yang barusan bilang kalau Rin dan Neru adalah 'gadis berdada rata dan stalker' ?". Len bertanya sambil menunjukkan serigai yang terlihat sedikit menyeramkan lalu menatap beberapa kelompok siswa yang mengejek Rin dan Neru
"Kalau begitu aku akan memanggil butler ku kemari untuk meretakkan semua tulang-tulang, tengkorak kepala, menggoreng otak, serta membagi-bagikan semua organ tubuh dan juga usus kalian. Kau tahu, butler ku samasekali tidak memiliki rasa belas kasihan terhadap siapapun jika aku yang memerintahkannya, dan dia akan melakukan semua itu dengan senang hati". Len berkata, sementara beberapa kelompok siswa tersebut yang mendengarnya langsung ketakutan setengah mati
Gakupo mendengar perkataan Len barusan dan berkata padanya
"Jadi, Len. Apakah semua ini masih belum cukup? Setelah selesai upacara kelulusan nanti, aku pasti akan menculikmu dan mengakhiri hidupmu yang menyedihkan itu". Gakupo berkata sambil tertawa jahat
"Kalian tahu, Miku bukanlah seorang 'gadis kesepian yang tidak pernah punya pacar sejak lahir'. Namun sekarang dia telah jadian dengan seorang yang super, cool, serta mengagumkan seperti diriku ini. Sekarang waktunya untuk mematahkan tulang –tulang kalian". Kaito berkata sambil tersenyum menyerigai
"Siapa yang kalian bilang 'penyendiri tingkat dewa'? Maaf, tapi tadi aku telah mendengar kalian menyebut-nyebut nama 'Haku'. Baiklah, jika memang itu yang kalian inginkan. Akan kubunuh kalian semua sekarang juga". Akaito berkata sambil menatap mereka dengan tatapan yang terlihat menusuk
Setelah itu, beberapa kelompok siswa yang sebelumnya telah mengejek Rin dan teman-teman lainnya langsung berjalan mendekati Rin dan meminta maaf. Meskipun Rin dan yang lainnya tidak mengerti, apa yang membuat beberapa orang siswa tersebut meminta maaf kepada mereka seperti itu
.
.
.
Setelah upacara kelulusan selesai, mereka berkumpul di halaman depan sekolah yang terlihat cukup luas...
"Aku sayang kalian. Terima kasih karena telah menemaniku selama ini". Miku berkata sambil menangis. Rin, Neru, Gumi, Luka, dan Haku juga ikut menangis
"Miku, Rin, Luka, Haku, Neru.. setelah ini aku pasti akan merindukan kalian". Kata Gumi
"Aku akan merindukan saat di mana Luka terus-terusan menghajarku". Gakupo berkata sambil tersenyum
"Aku pasti akan merindukan Neru, kita selalu pergi jalan-jalan bersama". Kata Len
"Aku akan sangat merindukan kalian. Waaaahhh!". Kata Rin
"Berhentilah mengatakan 'Aku akan sangat merindukan kalian'. Katakan seperti ini 'Aku menyayangi kalian, terima kasih atas waktu kalian selama ini. Sampai kapanpun aku tidak akan melupakan kalian. Aku pasti akan selalu mengingatnya". Kaito berkata sambil tersenyum, mencoba untuk menyemangati mereka semua
Mereka saling berpelukan satu sama lain, lalu berjalan pergi meninggalkan sekolah
Rin dan teman-teman yang lain berencana ingin merayakan hari kelulusan mereka dan memutuskan untuk singgah sebentar di sebuah restoran...
"Ah, sosis ini sangat enak". Gakupo berkata sambil mengarahkan sumpitnya ke piring yang terletak di sebelahnya
"I-Itu sosisku, kono baka!". Luka berkata sambil mencekik Gakupo, ia merasa sedikit kesal karena Gakupo diam-diam telah mencuri makanannya
"Buka mulutmu dan katakan 'ah', Len-sama". Kata Neru
Rin yang melihatnya merasa sedikit kesal
"Yamete! Makanlah daging ini sebagai gantinya, Len". Kata Rin
"Hentikan... mulutku daritadi sudah penuh TT_TT". Len berkata sambil berpura-pura menangis
"Haku, apakah kau sudah punya pacar?". Tanya Akaito
"Hmm, diriku". Balas Haku
Akaito yang mendengar perkataan Haku barusan langsung sweatdrop seketika
Kaito yang daritadi hanya diam saja akhirnya memulai pembicaraan
"Besok pagi sekitar jam 10 aku akan langsung berangkat. Kita berkumpul di bandara Narita. Aku menunggu kedatangan kalian". Kata Kaito
"Apakah kau benar-benar akan pergi?". Tanya Miku
"Ya". Jawab Kaito
"Kami akan datang, tenang saja". Kata mereka semua
Keesokan harinya di bandara Narita...
"Oh, tidak! Mataku sedikit sembab karena menangis semalaman. Aku jadi terlihat jelek". Miku berkata sambil menatap wajahnya melalui cermin kecil yang selalu ia bawa di tasnya
"Aku pernah melihat adegan yang seperti ini di anime. Seorang gadis menangis karena pacarnya harus pergi jauh meninggalkannya dan gadis itu tidak tidur sepanjang malam". Kata Gumi
"Gumi, apakah kau suka menonton anime? Aku baru tahu". Luka bertanya, ia sedikit terkejut
"Ya, tapi aku tidak terlalu menyukai anime yang ber-genre horror". Gumi berkata sambil tersenyum
"Miku". Rin berkata sambil menatap Miku, ia terlihat khawatir
"Kaito. Dia sudah datang". Kata Luka
"Kurasa mereka butuh privasi, lebih baik kita pergi sebentar". Gumi berkata sambil berjalan bersama teman-teman lainnnya menuju sebuah cafe yang terletak di dalam bandara lalu menunggu di sana sambil memesan minuman
.
.
.
Sementara itu, Kaito dan Miku...
"Jadi, ini adalah perpisahan kita". Miku berkata sambil menundukkan kepala
"Ya, tenanglah. Setelah semuanya selesai, aku pasti akan segera kembali. Aku janji". Kata Kaito
Miku membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah foto dari dalam sana
"Kaito, bawalah foto ini bersamamu. Ini adalah foto kencan terakhir kita, supaya kau tidak merasa sedih dan juga kesepian". Miku berkata sambil memberikan foto tersebut pada Kaito
"Kaito., hontou ni suki... aku benar-benar sangat mencintaimu, lebih dari apapun". Miku berkata sambil menangis
"Aku juga mencintaimu, tapi aku harus pergi". Kaito berkata sambil memeluk Miku
"Kalau kau sudah sampai di sana, cepat berikan kabar padaku atau setidaknya telpon aku, atau aku akan menghajarmu!". Miku berkata sambil memeluk balik Kaito
"Tentu". Balas Kaito
Mereka saling mendekatkan wajah dan menempelkan tautan bibir masing-masing lalu berciuman. Mereka berciuman, dan itu akan menjadi ciuman terakhir mereka selama 4 tahun. Pesawat sebentar lagi akan segera berangkat, Kaito bersiap-siap untuk pergi. Sementara Miku melambaikan tangan padanya. Namun saat di jalan tiba-tiba saja tangan seseorang menariknya dari belakang. Kaito menatap orang itu, dia adalah Mikuo
"Aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang buruk padanya. Atau aku bahkan tidak akan membawanya untuk pergi bersamaku. Tapi jika kau sudah tiba di tempat tujuanmu, pastikan bahwa kau menelponku atau setidaknya berikan tanda-tanda keberadaan bahwa kau masih hidup. Sekalipun kau sedang berada di luar negeri. Jika kau menyakitinya sekali lagi, aku tidak akan segan-segan untuk merebut dia darimu". Mikuo berkata sambil menatap Kaito
Kaito yang mendengarnya langsung terkejut. Dari kejauhan ia melihat Miku sedang menangis, dan itu membuatnya ingin kembali. Namun ia tidak bisa
[4 tahun kemudian]
Di kediaman Hatsune...
"Miku, apakah kau masih menunggunya?". Tanya Mikuo
"Ya, aku percaya padanya. Dia pasti akan segera kembali". Miku berkata sambil menatap foto dirinya bersama Kaito saat mereka pergi kencan sekitar 4 tahun yang lalu
"Aku sudah berjanji padanya bahwa aku tidak akan melakukan apapun terhadapmu. Tapi jika dia tidak kembali juga, maka aku akan-". Mikuo berkata namun tiba-tiba saja suara seseorang menghentikan perkataannya
"Kau akan apa? Apa yang akan kau lakukan?". Tanya suara itu
Suara tersebut berasal dari pintu teras depan. Miku menatapnya, seorang lelaki bersurai ocean blue pendek sedang berdiri di sana sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Miku yang melihatnya langsung terkejut dan segera beranjak dari sofa tempat duduknya
"Kaito!". Miku berlari kearah Kaito lalu memeluknya dengan erat
"Ah, lagi-lagi aku diabaikan". Mikuo berkata sambil tertawa
"Aku kembali, Miku. Maukah kau menikah denganku?". Kaito bertanya sambil mengenggam sebuah kotak persegi empat kecil berwarna merah lalu membukanya, di dalamnya terdapat sebuah cincin berwarna perak
Miku yang melihatnya langsung terkejut, wajahnya merona merah
"T-Tentu!". Miku berkata sementara wajahnya masih merona
Hingga beberapa hari ke depan, Miku dan Kaito sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pesta pernikahan mereka...
"Kaito, apakah kau sudah menghubungi Rin dan Len? Aku sudah menghubungi Neru dan Haku". Miku bertanya pada Kaito
"Bukankah kemarin kau sudah memberikan nomor mereka padaku?". Tanya Kaito
"Ya, seingatku kemarin aku sudah mencatatnya di sebuah kertas. Di mana kau meletakkan kertasnya?". Tanya Miku
"Ah, aku lupa. Nanti aku akan mencarinya, sudahlah. Bisakah kau berikan nomor mereka sekali lagi padaku?". Tanya Kaito
"Tentu". jawab Miku
Mereka kembali duduk di ruang tengah sambil melanjutkan pembicaraan
"Gakupo dan Luka sudah menikah tahun lalu". Kata Miku
"Aku tidak menyangka bahwa mereka akan mendahului kita.. hahah..". Kaito berkata sambil tersenyum
"Ya, dan Gakupo kelihatannya sangat senang dengan kelahiran anak pertamanya. Luka masih sama seperti biasa, tidak pernah berubah. Dia juga masih sering menghajar Gakupo, tapi sepertinya Gakupo malah menyukainya". Miku menambahkan
"Ah, baguslah". Kaito berkata sambil tersenyum
"Kaito, apakah kau baik-baik saja? Ada yang aneh denganmu, daritadi kau terus –terusan tersenyum. Miku bertanya sambil menatap Kaito
"Ya, tenanglah. Aku tidak apa-apa". Kata Kaito
"Dan juga, aku sudah mengirimkan undangan pernikahan kita kepada keluarga dan semua teman-temanku. Kau juga harus". Kata Miku
"Y-Ya". Balas Kaito
Di kediaman Hatsune...
Hari berikutnya, Miku dan Mikuo sedang berada di ruang tengah sambil berbincang-bincang
"Jadi, kau benar-benar akan menikah?". Tanya Mikuo
"Ya". Jawab Miku
Raut wajah Mikuo terlihat sedih saat mendengar perkataan Miku
"Ayolah, Mikuo. Kau jangan bersedih seperti itu. Kau harus tersenyum". Kata Miku
"Ya, selamat untukmu dan Kaito". Sapa Mikuo
Hari pernikahan pun telah tiba. Miku berjalan memasuki lorong gereja dengan didampingi oleh pamannya. Ketika ia sudah sampai di depan altar, prosesi pernikahan pun dimulai. Kaito dan Miku saling berhadapan lalu mengucapkan janji suci mereka...
"Aku, Shion Kaito, menerimamu, Hatsune Miku untuk menjadi istriku. Untuk memiliki dan menerima , mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, kaya maupun miskin, sehat dan sakit. Untuk saling menyayangi dan menghargai hingga maut memisahkan, dengan bimbingan Tuhan. Dan karena itu aku menyerahkan jiwa raga ini untukmu". Kaito berkata sambil tersenyum menatap Miku
"Aku, Hatsune Miku, menerimamu, Shion Kaito untuk menjadi suamiku. Untuk memiliki dan menerima , mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, kaya maupun miskin, sehat dan sakit. Untuk saling menyayangi dan menghargai hingga maut memisahkan, dengan bimbingan Tuhan. Dan karena itu aku menyerahkan jiwa raga ini untukmu". Miku berkata sambil tersenyum menatap Kaito
Setelah itu mereka saling bertukar cincin. Kaito memasukkan cincin tersebut pada jari manis tangan kanan Miku. Sedangkan Miku memasukkan cincin tersebut pada jari manis tangan kanan Kaito
"Dengan ini, kalian telah resmi menjadi suami-istri! Anda boleh mencium pengantin anda". Pendeta itu berkata sambil tersenyum
Kaito membuka perlahan kerudung transparan yang menutupi wajah cantik Miku. Kaito mendekatkan wajahnya pada Miku. Mereka saling menempelkan tautan bibir masing-masing lalu berciuman
"Go for it, Kaito!". Seru Gakupo dan Len bersamaan
"Go! Go! Miku chi!". Luka dan teman-teman yang lain juga ikut berteriak
Miku mengenggam sebuket bunga lalu melemparnya ke belakang. Siapapun yang telah menangkap bunga tersebut, maka orang itu akan menikah berikutnya. Dan ternyata Neru yang mendapatnya, ia pun berteriak dengan senang
"Waaahh! Len-sama dan aku akan menikah tahun depan!". Seru Neru, ia terlihat senang
Beberapa jam kemudian setelah resepsi pernikahan selesai. Kedua pengantin baru tersebut segera pulang menuju rumah baru mereka...
"Aku mencintaimu". Kata Miku
"Aku sangat mencintaimu". Balas Kaito
Kemudian mereka saling menempelkan tautan bibir masing-masing dan berciuman
.
.
.
To Be Continued
Minna, bgaimana mnurut klian?
D chapter dpan nti critanya mngkin bkln saya buat agak sedih, bs dbilang itu adl konflik trakhir –"
Mind to review, please? :3
