Pome's Story

Title : I'm Sorry (My Soldier Of Light)

Cast : Choi Si Won, Lee Sung Min, Cho Kyuhyun and other cast inside.

Genre : Genderswitch,Romance,Complicated.

Part : 1

Don't be SILENT READERS!

DON'T REUPLOAD OR COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!

RESPECT ME!

*Narita International, Tokyo, Japan. 09.00 AM JST*

Seorang wanita berjalan menyusuri Narita International Airport untuk menuju Gate pesawat yang akan membawanya kembali pulang ke Negara kelahirannya. Setelah 8 tahun menetep di Jepang untuk menjalani sekolah bisnisnya, ia memutuskan untuk kembali pulang karena permintaan ibunya yang saat ini mengalami sakit keras. Awalnya ia sangat menolak keras keinginan ibunya karena beberapa hal yang membuatnya tak nyaman berada di Negara kelahirannya itu, namun dengan alasan kesehatan ibunya akhirnya ia mengalah dan melupakan semua hal yang membuatnya kecewa dan memulai lembaran baru di Negaranya. Wanita dengan senyum manisnya ini berjalan menenteng tas hitamnya dan sebuah boneka rillakuma berwarna coklat dari seseorang yang sudah ia cintai 3 tahun terakhir. Jarak Jepang dan Negara asalnya tidak jauh, hanya membutuhkan 2 hingga 3 jam untuk sampai. Hal yang membuat lama ialah mengurus segala macam hal yang berkaitan dengan tiket, bagasi dan koper.

*Drtt…drrt..drrt*

Ponsel dengan case pink berbentuk kelincinya bergetar, ada seseorang yang tengah menghubunginya. Ia segera membuka tasnya dan melihat siapa yang menghubunginya dan seketika sudut bibirnya tertarik, ia tersenyum manis.

*Choi Si Won Calling*

"Minnie-ah, apakah kau sudah di Narita Airport? Maaf aku tak bisa mengantarmu sayang. Tiba-tiba ayahku menyuruhku untuk menggantikannya rapat. Aku menyesal tak bisa mengantarmu" dari nada bicaranya terlihat jelas bagaimana perasaan Siwon.

"Gwenchana, aku akan masuk ke pesawat 30 menit lagi. Apakah Siwonku sudah makan?" wanita yang Siwon panggil dengan sebutan Minnie ini adalah kekasih Siwon. Wanita yang sangat sempurna menurut Siwon. Wanita yang pintar, baik, sopan, manis, lembut dan cantik.

"Sudah sayangku. Apakah Sungmin si kelinci manisku sudah makan? Jaga dirimu baik-baik disana. Aku akan menyusulmu bulan depan. Ada beberapa hal yang harus aku kerjakan di Tokyo" Siwon sangat senang memanggil kekasihnya dengan sebutan kelinci. Karena memang benar jika Sungmin manis dan lucu seperti kelinci di mata Siwon.

"Aku tidak lapar. Baiklah aku akan menjaga diriku baik-baik hingga tak ada seorangpun yang berani mendekatiku. Karena ada orang yang jauh di Jepang yang akan cemburu jika kelincinya direbut" Sungmin tertawa dengan apa yang ia ucapkan. Siwon memang sangat pecemburu jika menyangkut Sungmin.

"Aku tau kau akan menjawab seperti itu. Aishiteru Minnie-chan" Siwon mengucapkan kalimat yang akhir-akhir ini ia sering ucapkan untuk Sungmin, satu kata yang mampu membuat pipi Sungmin merona merah dan senyum selalu mengembang di pipinya.

"Kau membuatku malu Tuan Choi. Aishiteru" Sungmin ia seorang diri di tempat duduknya menunggu dan tersenyum malu. Membuat seolah dunia hanya miliknya dan Siwon kekasihnya.

"Mohon untuk para penumpang keberangkatan Seoul, Korea Selatan diharapkan segera memasuki pesawat. Karena dalam 20 menit, pintu akan ditutup dan pesawat akan lepas landas. Terimakasih" Suara wanita lebih tepatnya mesin mengagetkan Sungmin. Ia bersiap menuju gatenya dan berjalan pelan dengan masih menyambungkan teleponnya pada kekasihnya.

"Siwon-ah, aku akan masuk ke pesawat sekarang. Jika aku sampai di Seoul aku akan segera menghubungi, secepatnya. Annyeong" Sungmin menutup kalimatnya dan menunggu balasan dari seberang telepon.

"Baiklah, hati-hati Lee Sung Min" Siwon mengucapkan kalimat terakhirnya sebelum Sungmin benar-benar masuk pesawat dan memtikan ponselnya. Aturan yang harus dipatuhi oleh setiap penumpang jika ingin selamat. Sinyal dari ponsel dapat merusak radar pada pesawat dan mengacaukan terbangnya pesawat. Sungmin sebenarnya bisa mengaktifkan mode pesawat pada ponsel canggihnya tanpa menonaktifkan ponselnya. Namun ia memilih mematikan ponselnya dan mendengarkan ipad yang Siwon berikan tahun lalu. Ipad biasa tapi Sungmin sangat menganggapnya istimewa karena berisi lagu yang Siwon nyanyikan untuknya dan pertama kali Siwon mengeluarkan suaranya untuk bernyanyi.

Beberapa wanita sudah pada posisi dan tugasnya masing-masing pada setiap bagian pesawat. Wanita dengan busana yang rapi dan seragam mengecek setiap tempat duduk penumpang, memastikan penumpang mematuhi peraturan agar pesawat dapat lepas landas dengan aman. Setelah dirasa cukup, bebara wanita yang sering disebut Pramugari itu kembali ke tempatnya untuk melapor pada Pilot. Sebelum pesawat lepas landas, Pesawat harus melakukan putaran tiga sampai empat kali untuk dipastikan aman.

Sungmin memilih kelas Business dan pastinya lebih nyaman dan tidak terlalu ramai. Sungmin memiliki trauma tersendiri jika dihadapkan dengan keramaian jika seorang diri. Biasanya jika ingin bepergian Siwon akan ikut bersamanya, tapi tidak untuk sekarang. Sungmin menyenderkan kepalanya pada tempat duduknya dan memjamkan matanya sejenak, mempersiapkan dirinya. Karena dalam 2 jam kedepan ia akan memulai lagi kehidupannya di Korea dan tidak lagi di Jepang.

Pesawat mulai bergerak, sedikit demi sedikit terbang dan memasukan roda yang membantunya untuk berada didarat. Pramugari tak henti-hentinya memberitahu kelengkapan apa yang ada didalam pesawat jika sewaktu-waktu pesawat mengalami masalah. Sungmin yang sudah tahu akan itu tak terlalu memperhatikannya dan tetap tertidur.

*Incheon International Airport, Seoul, South Korea. 13.00 AM KST*

Pesawat yang membawa Sungmin kembali ke Korea sudah mendarat dengan selamat. Sungmin sudah terbangun sejak satu jam yang lalu dan masih memandangi tempat yang berada diluar pesawat melalui jendelanya. Ia teringat 8 tahun lalu tempat ini juga yang membawanya pergi jauh dari Korea.

Pesawat belum benar-benar berhenti, namun penumpang sudah mulai sibuk dengan kopernya masing-masing. Tidak dengan Sungmin, ia hanya membawa tas dan bonekanya, karena kopernya sudah ada di bagasi pesawat dan ia nanti akan menunggu lagi untuk mengambil kopernya saat sudah turun dari pesawat.

"Ini yang membuatku sangat malas untuk membawa banyak barang" Sungmin membuang nafasnya berat. Ia mulai beranjak dari tempatnya karena pesawat sudah berhenti dan Pramugari sudah membuka pintu pesawat dan tangga sudah terpasang didepan pintu pesawat. Sungmin berjalan melewati Pramugari dan tak lupa ia juga tersenyum pada Pramugari yang bertugas ditempatnya. Sungmin berjalan turun dan melihat secara nyata tempat yang sama tapi dengan kesan yang berbeda untuk Sungmin.

"Seoul, aku kembali" Sungmin berucap pelan, mencoba tersenyum dan berpikir positif untu segala hal didepan matanya nanti. Yang terpenting sekarang adalah ibunya.

"Nona Lee Sung Min" sebuah bacaan pada papan putih pada kedatangan luar negeri yang senantiasa sudah menunggu dengan sang empunya seorang laki-laki tua yang masih tetap kuat dengan usianya yang memasuki 55 tahun.

Sungmin keluar dari gerbang kedatangan luar negeri dengan koper pink besar yang ia bawa dan melihat papan itu. ia mendekat dan laki-laki tua menyambutnya dengan penuh senyum. Sudah 8 tahun sejak terakhir kali mereka bertemu dan tanpa pemberitahuan air mata sungin jatuh.

"Ahjussi" Sungmin berhambur kepelukan supir keluarganya. Seseorang yang mengertinya melebihi ibunya sendiri dan sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri. Satu dari banyak hal yang membuat Sungmin enggan kembali ke Korea adalah kepergian ayahnya 8 tahun lalu.

"Kau tumbuh dengan sangat baik Lee Sung Min-ssi. Kau membuktikan kata-katamu pada mereka, sudah jangan menangis" laki-laki tua yang Sungmin panggil Ahjussi itu menerima pelukan Sungmin dan mengusap pelan punggung Sungmin yang bergetar.

"Aku merindukanmu melebihi siapapun Han Ahjussi" Sungmin masih memeluk Han Ahjussi tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang berada disekitarnya. Sungmin memang tidak peduli dengan tatapan siapapun tentang dirinya, namun tidak untuk Han Ahjussi. Ia menenangkan Sungmin dan membawa Sungmin ke mobil.

*Incheon International Airport, Parking Area. 13.25 AM KST*

Han Ahjussi memasukkan koper-koper besar Sungmin kedalam bagasi mobil dan menyuruh Sungmin untuk masuk kedalam mobil. Han Ahjussi adalah satu-satunya orang diluar rumahnya yang Sungmin percayai dirumahnya setelah Ayahnya pergi meninggalkannya. Laki-laki tua yang sangat mengerti dirinya dan laki-laki tua yang membuatnya kuat setelah didikan Ayahnya. Sungmin memiliki adik laki-laki bernama Lee Sung Jin dan usianya memasuki 17 tahun, baru saja merampungkan pendidikan Sekolah Menengah Atasnya dan akan segera memulai kewajibannya menjadi pria Korea, yaitu menjalani wajib militer. Maka dari itu ibu Sungmin memerintahkannya untuk kembali dan meneruskan perusahaan. Hal yang sangat Sungmin tidak sukai, ia mempunyai impiannya sendiri dan bukan untuk meneruskan perusahaan keluarganya. Tapi ini demi ayahnya dan jika adiknya sudah selesai menjalani wajib militernya maka Sungmin akan terbebas dari jeratan ibunya untuk menangani perusahaan.

"Kau berubah Nona, tapi tidak dengan sifat cengengmu" Han Ahjussi masih fokus dengan pandangannya pada jalan didepannya, ia memulai pembicaraan pada Sungmin setelah Sungmin berhenti menangis.

"Aku tidak cengeng, aku hanya terharu ternyata ahjussi masih sama dan masih sehat" Sungmin menggembungkan pipinya, menandakan dirinya kesal disebut cengeng.

"Apa kau kira aku akan mati secepat itu? Jadi siapa orang tua yang akan menasehatimu nanti? Tenang saja aku akan sehat sampai kau menikah, mempunyai anak dan hidupmu benar-benar bahagia Nona" Han Ahjussi tertawa dan sangat percaya diri dengan ucapannya.

"Awas saja jika kau melanggar salah satu janjimu Ahjussi. Aku tak akan memaafkanmu" Sungmin mengancam, masih dengan raut wajah kesalnya.

"Kau berubah menjadi wanita cantik sekarang, dan tidak menjadi gadis cengeng seperti dulu. Aku tahu kau bisa mengatasi segalanya Nona" Han Ahjussi mengenang masa-masa lampau saat Sungmin pergi dengan keadaan yang tak bisa diungkapkan oleh Han Ahjussi.

"Ahjussi" Sungmin mengubah nada bicaranya menjadi serius. Han Ahjussi hanya menoleh sejenak dan menjawab dengan dehamannya.

"Aku memiliki kekasih dan kami sudah menjalin hubungan kami sejak 3 tahun lalu. Aku mencintainya sampai rasanya aku akan mati jika terpisah darinya. Aku takut Ibu menolak hubungan kami" Sungmin mengungkapkan kekhawatirannya selalma ini. Siwon tidak tahu tentang masalah ini, karena Sungmin tak pernah memberitahunya dan sampai kapanpun tak akan berniat memberitahunya.

"Nona, bagaimana dengan perjodohan yang Nyonya inginkan? Jika kau benar-benar mencintai priamu, perthankan dia dan bertarunglah untuk itu. Tak peduli bagaimanapun, kau harus membuktikan pada Nyonya cintamu padanya nyata dan tak terpatahkan oleh apapun" saran dari Han Ahjussi yang Sungmin sudah tau pangkalnya.

"Aku yakin Ibu tak merestui kami karena perjanjiannya dengan sahabatnya sudah terjalin dari 15 tahun lalu. Aku yakin Ibu tak akan mau membatalkan perjodohan ini, ia pasti akan sangat malu karenaku. Dan aku yakin jikapun aku memohon sampai habis air mataku, ia tak akan mengubah keputusannya. Han Ahjussi aku takut" Sungmin memandangi wajah kekasih dan dirinya saat berada di Puncak Gunung Hakodate yang sangat eksotis dengan pemandangan lampu kota Hakodate dari puncak gunung. Gunung yang terletak di sebuah kota kecil bernama Hakodate dan terletak di Pulau Hokkaido. Foto pertama mereka setelah memastikan hubungan mereka, dan menjadi kencan paling terkenang untuk Sungmin. Tempat dimana ia pertama kali merasakan indahnya ciuman pertamanya bersama orang yang paling ia cintai.

"Katakan perlahan pada Nyonya, Nona. Aku yakin perasaannya tak akan tega jika melihat anak perempuannya memohon. Tapi aku minta pada Nona jangan membuatnya stress dan mengganggu jantungnya" Han Ahjussi tak bisa berkata apapun jika menyangkut dengan Nyonyanya yang tak boleh terbantahkan itu.

Sungmin terdiam, ia tak tahu harus berpikir seperti apalagi setelah membayangkan sifat ibunya. Ia tak yakin dan tak percaya diri untuk hal ini. Perjodohan yang sangat memuakkan untuk Sungmin. Perjodohan yang mengekang dirinya untuk menemukan cintanya sendiri dan perjodohan yang sama sekali tak Sungmin harapkan dalam hidupnya. Hal utama yang membuat Sungmin enggan pulang karena perjodohan dengan Keluarga sahabat dari ibunya. Keluarga Cho.

TBC~

Holla ^^/ aku datang dengan FF SiMinKyu kakakakaka. Coba-coba buat FF SiMinKyu dan semoga tidak mengecewakan. Mohon maaf jika terjadi banyak kelasalahan karena author juga manusia *LOL apa ini*. Jadi Part 2 tergantung dari respon baik di Part ini ^^