pome's Story
Title : I'm Sorry (I Wish You Were Here)
Cast : Choi Si Won, Lee Sung Min, Cho Kyuhyun and other cast inside.
Genre : Genderswitch,Romance,Complicated.
Rate : M
Part : 2
Don't be SILENT READERS!
DON'T REUPLOAD OR COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!
RESPECT ME!
Tidak seperti biasanya, langit kota Seoul tiba-tiba mendung dan setitik demi setitik menurunkan rintik hujannya. Seorang wanita berusia 25 tahun yang baru saja memasuki kamar pink yang sangat ia rindukan itu langsung menoleh kearah jendela dan melihat embun yang memenuhi jendela kamarnya yang berada di lantai atas. Ia tersenyum dan memainkan jemarinya diatas kaca jendela dan menuliskan sesuatu.
"Appa"
Wanita ini merindukan ayahnya, sangat merindukan sosok pria yang sangat ia kagumi, banggakan, dan hormati dalam hidupnya. Namun suara wanita tua tiba-tiba menintrupsi lamunannya.
"Sungmin-ie" suara wanita tua yang berumur 55 tahun ini menyunggingkan senyumnya, melebarkan tangannya dan menunggu anak perempuannya datang kepelukannya.
"Ibu" Sungmin yang tidak melihat ibunya sejak beberapa jam yang lalu saat kepulangannya kerumah berinterior dominan eropa ini hanya menoleh kepada ibunya tanpa berniat selangkahpun maju seperti apa yang ibunya harapkan.
"Apa kau tidak merindukan eomma?" Wanita tua yang sudah tau dengan karakter anaknya mengalihkan pembicaraan, wanita tua yang bernama Kim Min Sook ini menarik tangannya dari posisinya yang tadi saat siap memeluk anaknya.
"Aku tidak pernah ingin kembali ke Korea eomma, aku sudah nyaman berada di Jepang" Sungmin masih menatap mata ibunya, mencari sosok wanita yang 8 tahun lalu masih ia anggap dan kagumi sebagai "ibu".
"Apa kau tak pernah peduli pada ibumu? Apa kau kira ayahmu akan senang jika kau seperti ini?" ibu Sungmin sedikit menaikan nada bicaranya, dan tiba-tiba ibunya menekan dadanya dan nafasnya menjadi sangat cepat.
"Eomma!" Sungmin berlari menghampiri ibunya dan menangkap ibunya yang hampir jatuh limbung kebelakang.
"Ahjussi! Ahjussi!" Sungmin berteriak, ia berniat memanggil ahjussi yang selalu berada disamping ibunya, asisten pribadi ibunya, namun laki-laki yang sangat ia hindari datang dengan terburu-buru dan begitu tiba-tiba.
"Ada apa?" Tanya laki-laki berpostur tinggi dan memiliki kulit putih yang sangat pucat, mata yang tajam dan wajah yang tampan, namun Sungmin sama sekali tidak tertarik. Terdengar jelas dari nadanya jika laki-laki itu panik.
"Bawa ibuku kerumah sakit!" Sungmin sebenarnya enggan berbicara dengan laki-laki didepannya tapi nyawa ibunya saat ini berada ditangannya sendiri.
Laki-laki tadi menggendong ibu Sungmin dipunggungnya dan segera turun dari lantai 2 menuju lantai 1. Sungmin yang berada dibelakangnya langsung membuka pintu mobil dan laki-laki itu mendudukan ibu Sungmin dengan sangat hati-hati.
"Terima kasih" Sungmin menutup kembali pintu mobil setelah dirinya ikut bersama ibunya didalam mobil. Laki-laki tadi hanya mendengus pelan dan sedikit menyunggingkan senyumnya.
"Kau sama sekali tak berubah Lee Sungmin" batinnya.
*Gyeongnam Hospital, Seoul, South Korea. 18.00 PM KST*
Sungmin bernafas lega karena dari apa yang dokter katakan ibunya hanya kelelahan dan sedikit mengalami tekanan. Sungmin merutuki dirinya sendiri karena kelakuannya yang tak bisa dikendalikan tadi.
"Lee Sungmin bodoh!" Sungmin memukul pelan kepalanya.
Sungmin menatap nanar ibunya yang tengah terbaring disampingnya, Sungmin memilih tak meletakkan tangannya diatas ibunya, Sungmin memang tidak terlalu dekat dengan ibunya jika dibandingkan dengan ayahnya.
*Tok..tok..tok*
Suara ketukan pintu membuat Sungmin berjalan kearah pintu dan melihat siapa yang datang. Sungmin membuka pintu dan langsung mematung, darah yang berada didalam tubuhnya seketika itu mendidih, darahnya mendesir disekujur tubuhnya. Aura kebenciannya terpancar jelas.
"Sungmin-ah, akhirnya kau pulang" suara pria paruh baya yang sangat Sungmin benci berada dihadapannya. Sungmin diam, matanya memerah mengisyaratkan kebencian yang sangat memuncak dan pedihnya hati wanita bersenyum manis ini.
"Jangan panggil namaku seolah kau tahu siapa aku!" Sungmin pergi dari ruangan VVIP ibunya dan pergi menuju kemanapun asal tidak bertemu dengan pria bernama "Kim Goo Sin" itu. Pria yang merubah segalanya, pria yang sampai kapanpun Sungmin benci.
Pria paruh baya itu masuk tanpa melihat Sungmin lagi, ia tahu Sungmin sangat membenci dirinya paska pernikahannya dengan ibunya. Pria yang hanya terpaut 3 tahun lebih tua dari ibu Sungmin ini masih sangat kuat untuk menghadapi sifat Sungmin yang belum bisa menerimanya. Ia tahu sangat sulit menerima orang baru jika luka lama belum bisa terobati.
*Jeolla Private Buildings, Gangnam, Seoul, South Korea. 18.30 PM KST*
Sungmin memilih pulang dan mengunci dirinya didalam kamarnya. Hal yang Sungmin sering lakukan dulu jika bertengkar dengan ibunya, Sungmin menangkupkan kepalanya diatas bantalnya dan menekan suara tangisannya dibawah bantalnya. Kim ahjussi selaku kepala rumah tangga di kediaman keluarga Lee sangat heran dengan kedatangan Sungmin yang menangis dan berlari menuju lantai 2. Kim ahjussi mengetuk pintu Sungmin dan Sungmin sama sekali tak ingin menjawabnya, kerongkongannya tercekat oleh isakannya.
"Nona, ada apa? Apa hal yang buruk terjadi pada Nyonya?" suara Kim ahjussi yang khawatir sama sekali tak menggetarkan hati Sungmin untuk mengeluarkan sepatah katanya.
Setelah 20 menit berdiam diri didepan kamar Sungmin, Kim ahjussi akhirnya menyerah dan mengatakan sesuatu yang membuat Sungmin menangis hingga menjerit didalam kamarnya.
"Sungmin-ah, jangan seperti ini. Aku yakin ayahmu pasti sangat mengkhawatirkanmu disana, jangan buat beliau menjadi tidak tenang. Aku mohon Nona" Kim ahjussi yang tau kelemahan Sungmin hanya bisa menunduk. Kelemahan Sungmin sampai kapanpun jika menyangkut ayahnya.
"Sebenarnya aku tak tega selalu mengingatkanmu dengan ayahmu, tapi hanya itu yang membuat dirimu bisa sadar Sungmin-ah" Kim ahjussi yang sudah bekerja selama 20 tahun dirumah megah milik keluarga Lee sangat tahu bagaimana kasih seorang Lee Jong Sil terhadap putrinya, Lee Sung Min. Kim ahjussi kembali turun menuju lantai 1 dan memasuki kamarnya, membiarkan Nonanya mengeluarkan semuanya malam ini.
"Appa" Sungmin menangis meraung-raung didalam kamarnya. Seluruh pelayan dirumah itu merasa tak tega dengan jeritan dan isakan Nona mudanya, namun Kim ahjussi mengisyaratkan untuk membiarkan Sungmin seperti itu untuk malam ini.
"Appa. Aku ingin bertemu denganmu, dunia sangat kejam padaku, terlebih ibu. Appa, bagaimana mungkin ibu menikahi pria brengsek itu, pria yang sudah ayah anggap sahabat. Bagaimana bisa ibu secepat itu melupakanmu dan menikahinya?" Sungmin melempar segala sesuatu yang terlihat oleh matanya.
*Prang*
Sungmin melempar heelsnya ke kaca rias yang berada didepannya, menghancurkan kaca menjadi berkeping-keping. Sungmin kehilangan kontrolnya, sakit hati dan kesedihan yang mendalam membuatnya menjadi sangat kacau. Terlebih tak ada sosok pria yang biasa berada disisinya saat ia sedang terpuruk seperti ini karena jarak yang sangat jauh, Korea dan Jepang. Mendengar pecahan kaca tadi tanpa berpikir apa-apa lagi seorang pelayan menelpon seseorang yang sudah sangat sering datang kerumah keluarga Lee, calon suami Sungmin. Cho Kyu Hyun.
"T-t-tuan muda, bisakah anda kesini? Nona mengamuk dikamarnya" dengan terbata-bata pelayan bertubuh kurus ini menjelaskan alasannya menelpon.
*Jugo Apartement, Gyeonggi, Seoul, South Korea. 19.00 PM KST*
Kyuhyun yang tengah bersantai memainkan computer super canggih yang selalu menjadi teman disaat dirinya bosan langsung bergegas menuju kediaman keluarga Lee setelah mendapat panggilan dari salah seorang pelayan dirumah tersebut. Kyuhyun tak habis pikir jika Sungmin akan semenakutkan itu. Kyuhyun meninggalkan Apartemennya dan segera melajukan mobil Audi R8 Silver miliknya. Dalam pikirannya saat ini hanya Sungmin, tanpa berpikir bagaimana reaksi Sungmin terhadap kedatangannya.
*Jeolla Private Buildings, Gangnam, Seoul, South Korea. 19.30 PM KST*
Hanya berselang 30 menit Kyuhyun akhirnya sampai di kediaman keluarga Lee. Kyuhyun kembali lagi kerumah ini setelah siang tadi sempat berkunjung kerumah ini karena perintah ibu Sungmin, namun apa yang ia dapat? ambruknya ibu Sungmin didepannya. Kyuhyun langsung memarkir mobilnya di garasi rumah ini, Kyuhyun sangat tahu karena seringnya ia menemui Nyonya rumah ini. Bangunan dengan 3 lantai ini memiliki beberapa bagian yang sangat menyita perhatian setiap orang yang datang. Bangunan dengan gaya Eropa dan cat yang seluruhnya berwarna cream sangat memancarkan kesan Eropa yang memang Tuan terdahulu rumah ini sukai. Saat Kyuhyun memasuki lantai 1 rumah ini, seorang pelayan dengan wajah paniknya langsung menghampiri Kyuhyun.
"T-t-tuan, Nona Sungmin" pelayan itu mengeluarkan air matanya, ia merasa tak sanggup menceritakan apa yang terjadi di dalam kamar Sungmin. Beberapa kali sudah Sungmin melemparkan benda yang ada dihadapannya. Hari pertama Sungmin berada di Korea dan ia sudah seperti orang gila, jelas saja Sungmin tidak pernah ingin kembali ke Korea.
"Apa yang terjadi?" Kyuhyun menjadi sama kalutnya karena pelayan tersebut sangat terbata-bata untuk bercerita, Kyuhyun merasa tak perlu tahu dan segera berlari menuju lantai 2, tempat dimana kamar Sungmin berada.
"Tuan Muda Cho? Sedang apa anda disini?" suara pria tiba-tiba menghentikkan langkah Kyuhyun, Kyuhyun menoleh dan tersenyum. Kim ahjussi tau dan langsung berjalan pelan mengikuti Kyuhyun.
*Tok..tok..tok*
Kyuhyun mengetuk pintu Sungmin dengan sangat keras. Sama seperti satu jam yang lalu, tak ada reaksi apa-apa dari dalam tak mau bersuara karena takut Sungmin akan lebih mengurung dirinya jika tahu yang ada dirumahnya saat ini adalah dirinya.
Kyuhyun berpikir, cara apa yang harus ia lakukan. Sesuatu terlintas dalam pikirannya.
"Kim ahjussi, apa dirumah ini ada kunci cadangan?" Kyuhyun memalingkan wwajahnya menatap Kim ahjussi yang berdiri dibelakangnya.
"Ambilkan kunci sekarang" titah Kim ahjussi pada salah seorang pelayan. Pelayan itu langsung pergi dan kembali dalam beberapa menit. Kim ahjussi memang sengaja tak memakai kunci cadangan karena memang ingin membuat Sungmin lebih bisa menerima apa yang ada didepannya saat ini, tapi Cho Kyuhyun menggagalkan segalanya. Kim ahjussi tidak pernah sekalipun membantah orang yang sudah keluarga Lee anggap keluarga, sekalipun hatinya sakit. Seperti kejadian 6 tahun lalu saat Nyonya memilih menikah unuk kedua kalinya. Kim ahjussi sebenarnya tidak terima, namun pria tua ini sadar diri bukan siapa-siapa selain kepala rumah tangga.
"Yea" Kyuhyun menyunggingkan senyumnya karena dari banyaknya kunci ia bisa menebak mana kunci untuk kamar Sungmin.
*Cklek*
Kyuhyun membuka pelan kamar Sungmin. Hal pertama yang ada dibenaknya saat ini adalah kepedihan dan kesakitan yang luar biasa. Kamar Sungmin sangat berantakan, sangat berbeda saat Kyuhyun 2 minggu yang lalu sempat memasuki kamar Sungmin untuk melihat apa yang menjadi kesukaan dan karakter calon istrinya. Kyuhyun melebarkan pandangannya kesegala arah dan menemukan Sungmin yang sudah tertidur dengan matanya yang sangat sembab.
Kyuhyun mendekat dan duduk disamping ranjang Sungmin, memperhatikan setiap detail wajah Sungmin yang tak dapat bebas ia lihat jika Sungmin tak memejamkan matanya. Kyuhyun menaikan tangannya dan menarik selimut yang berada dibawah Sungmin dan langsung menyelimuti Sungmin agar Sungmin merasa hangat. Kyuhyun sangat iba melihat keadaan Sungmin saat ini, jika boleh memilih, Kyuhyun lebih menyukai Sungmin yang membenci dirinya.
Tanpa memperhatikan sekumpulan pelayan dan Kim ahjussi yang berdiri di depan pintu, Kyuhyun memberanikan dirinya untuk menyentuh wajah Sungmin. Kyuhyun mengusap bekas air mata pada pipi kenyal Sungmin. Kyuhyun sedikit mebangunkan tubuhnya dan tanpa sadar bibirnya sudah menempel diatas bibir Sungmin. Sungmin menggeliat, namun Sungmin tidak sampai terbangun. Segera Kyuhyun menarik kembali dirinya dan sedikit merona, dirinya terlalu berani mencium Sungmin.
"Siwon" satu kata yang keluar dari mulut Sungmin mampu membuat tubuh Kyuhyun menegang.
TBC~
Halo ^^/ setelah hiatus karena ujian pemantapan, sekarang saya balik lagi melanjutkan FF ini, semoga tidak mengecewakan ya huehehe. Kalau ada typo tolong maklumi karena author juga manusia. Selamat membaca {}
