"Jadi .. kau ini .. temannya Natsu ?" tanya Lucy tiba-tiba.
"Ah iya. Tapi sebentar lagi tidak hanya sebatas teman .. mungkin. Hihi" kata Lisanna. Selagi Mavis-sensei membacakan dan mengacak murid-murid lainnya yang masih banyak jumlahnya, Lisanna dan Lucy saling mengobrol.
"A-apa maksudmu Lis?" Lucy bertanya lagi.
"Um,kau bisa menjaga rahasia tidak ya?" tanya Lisanna.
"Tentu saja bisa ! Tolong beritahu aku dong" kata Lucy. Ia memperlihatkan puppy-eyesnya. Lisanna menghela nafas, menandakan ia mengalah karena tak tahan melihat puppy eyes Lucy yang begitu manis dan Indah.
"Maksudku itu begini,jadi sebentar lagi aku akan—" belum sempat Lisanna melanjutkan kata-katanya dihadapan Lucy yang SANGAT PENASARAN. Suara Mavis-sensei membuyarkan obrolan mereka.
"Baiklah~ Ini dia soal-soalnya~aku harap kalian bisa menjawabnya dengan baik~" Mavis-sensei membagikan lembaran soal ulangan mereka.
"Akan kuberitahu nanti" Lanjut Lisanna. Lucy kecewa,kenapa sih Mavis-sensei harus bersuara ditengah-tengah adegan seperti ini ? terlebih lagi pikiran yang aneh-aneh memenuhi kepala Lucy. Apa maksud Lisanna?
A Love Triangle?
Disclaimer : Fairy Tail cuma milik Hiro Mashima
Warning : Typo , OOC , Gaje , School Life
DON'T LIKE ? DON'T READ !
Pairing : Natsu x Lucy
Author POV :
Disini lah mereka, duduk tenang sambil berpacaran dengan soal ulangan dari Mavis-sensei. Semua tampak serius dengan soal ulangan masing-masing. Tapi, Lucy tidak bisa konsentrasi. Pikirannya tertuju dengan maksud Lisanna tadi. Entah kenapa, ia tidak bisa melupakan hal itu. Lisanna sudah berjanji padanya, seharusnya ia sudah bisa sedikit lega. Tapi kenapa ia makin kacau?
"Waktu akan habis sebentar lagi~ Jangan terlalu santai mengerjakan soal-soal nya, anak-anak~" ujar Mavis-sensei yang tengah memperhatikan murid-muridnya yang serius mengerjakan ulangan yang ia berikan. Lucy menoleh ke arah jam dinding dikelasnya, masih ada waktu 10 menit sebelum istirahat. Dari 15 soal ulangan ia sudah mengerjakan 14 soal. Sekarang tinggal 1 soal yang ia harus kerjakan. Jujur saja, ia merasa pikirannya berlari-larian kesana kemari. Pikirannya penuh akan Natsu, Natsu, dan Lisanna !
"Ugh, ayolah Lucy ! Jangan terlalu memikirkan mereka berdua, ini ulangan Lucy ! Fokus ! Fokus !" Lucy berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran anehnya. Pada akhirnya, setelah beberapa menit ia berpikir keras, ia bisa menyelesaikan soal terakhir itu. Walau masih dalam pikiran yang kacau. Tapi ia yakin, jawaban yang ia tulis sudah sesuai dan benar. Bertepatan, waktu sudah habis. Lucy menghela nafas, ia lega dapat menyelesaikan semua soal itu dengan benar.
"Baiklah anak-anak ! Waktu sudah habis. Sekarang kumpulkan jawaban kalian ke sini~" kata Mavis-sensei. Murid-murid mulai mengumpulkan lembar jawaban mereka tadi. Setelah semua terkumpul, Mavis-sensei pamit dari kelas. Karena sudah waktu-nya istirahat.
"Lisanna ! Kau berjanji akan memberitahuku maksudmu tadi kan? ayo sekarang beritahu aku !" kata Lucy pada Lisanna. Dasar, ternyata ia masih saja mengingatnya.
"Oh ya,jadi maksudku itu begini. Karena aku sudah kenal lama dengan Natsu, aku .. jadi .. punya .. perasaan pad-anya," kata Lisanna, wajahnya memerah.
"Jadi maksudmu, kau akan mengutarakan perasaan padanya?" tanya Lucy, ia sedikit menunduk. Dugaannya benar, Lisanna suka pada Natsu.
"Iya ! Lucy, kau akan mendukungku kan?" tanya Lisanna sambil tersenyum manis. Lucy mengangguk, kemudian ia mencoba menjawab. Dengan suara bergetar menahan tangis.
"Ten .. tu .. saja .."
"Ah ! Arigatou ne ! Lucy kau memang teman yang bisa dipercaya !" kata Lisanna senang.
"Aku pergi keluar dulu ya, senang bisa mengenalmu Lucy!" kata Lisanna sambil berjalan keluar, senyuman bahagia tercetak di wajahnya. Terlihat ia sangat bahagia sekali. Berbeda dengan Lucy, ia masih membeku di tempat duduknya sambil menyembunyikan kepalanya di tumpuan tangannya. Kata-kata Lisanna masih terngiang-ngiang di kepalanya. Ia ingin menangis .. sungguh. Lisanna suka pada Natsu, dan Lisanna akan mengutarakan perasaannya pada Natsu. Mereka yang begitu dekat, bagaimana bisa tidak saling menyukai ? Lucy sudah terlambat untuk mengatakan perasaan-nya pada Natsu. Mungkinkah ia harus merelakan Natsu?
"Lu-chan, ada apa dengamu ? apa kau sakit ?" tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. Lucy kaget, ia mulai mengangkat kepalanya, itu Levy.
"Ah .. Levy-chan. Aku tidak apa-apa kok. Hanya sedang .. sedih." Levy menaikkan salah satu alisnya, kemudian bertanya lagi.
"Apa yang Lisanna katakan padamu Lu-chan? sampai kau seperti ini?"
"Aku .. tidak bisa mengatakannya, Levy-chan. Terlalu sakit untuk kukatakan." jawab Lucy.
"Kau tau ? aku ini kan temanmu. Dan aku pasti bisa membantu-mu, Lu-chan !" kata Levy meyakinkan. Lucy memperhatikan sekitar, kelas sangat sunyi. Hanya dia dan Levy saja dikelas ini. Mungkin, ia memang harus memberitahu Levy.
"Lisanna .." Lucy mulai berbicara, Levy memperhatikan dengan seksama takut akan ketinggalan berita.
"Suka pada ... Nat..su" Lucy sedikit menekan suaranya saat mengucapkan nama Natsu. Levy memasang mimik sedih, tanda ia tau perasaan Lucy.
"Lu-chan .. kadang ada waktunya kita harus melihat orang yang kita sukai dekat pada orang lain. Tapi, kalau memang sudah takdir Kami-sama takkan memisahkan kita dengannya." Levy bersabda(?)
"Levy-chan ... arigatou." kata Lucy, ia sedikit terhibur dengan ucapan Levy tadi. Levy tersenyum manis melihat nakamanya kini sudah mulai ceria.
"Dan aku yakin ... kalian berdua akan di satukan oleh Kami-sama, nanti" kata Levy dalam hati.
"Hei, Flame-head! Ada apa dengan mu huh?" kata seseorang.
"Apa maksudmu, Stripper?" jawab orang yang tidak lain adalah Natsu, dan temannya tadi adalah Gray.
"Kau terlihat murung, Natsu. Sebenarnya ada apa?" kata seorang yang lain.
"Huh? aku ini tidak apa-apa ! Tak usah urusi aku, Jellal" jawab Natsu pada temannya tadi, Jellal.
"Benarkah ? aku tak percaya. Kau tau Natsu, kau harus memberitahu kami jika kau ada masalah" kata Jellal lagi.
"Baiklah ... ini tentang perempuan" kata Natsu, wajahnya murung.
"Hah!? Orang sepertimu bisa jatuh cinta juga? aku tidak percaya!" kata Gray tiba-tiba.
"Tutup mulutmu Ice Princess! Daripada kau yang selalu dibuntuti wanita Air itu!" balas Natsu.
"Hei ! Dia itu bukan wanita Air ! Dia Juvia ! Bagiku tak masalah—tunggu apa yang ku ucapkan!?" Gray memotong kalimatnya sendiri, wajahnya memerah.
"Sudahlah, Gray ! Kau jangan meledek Natsu lagi. Dan kali ini tolong! Walaupun kita sesama lelaki, pakai bajumu!" kata Jellal. Gray langsung lari sana-sini mencari bajunya.
"Jadi Natsu, kau sedang jatuh cinta? pada siapa?" tanya Jellal.
"Pada .. Lucy" ucap Natsu. Jellal membulatkan matanya,
"Lalu kenapa kau terlihat murung? apakah dia sudah punya pacar?" Jellal bertanya lagi.
"Bukan, hanya saja aku sedang bingung. Kau tau Lisanna kan? dia itu selalu saja membuntutiku! Makanya aku bergabung dengan kalian disini, agar terhindar darinya," jawab Natsu malas.
"Aku tau dia itu teman masa kecilku. Tapi kalau dia selalu membuntuti ku, itu tak bisa dibiarkan! Aku sudah besar ! sudah bisa mencari jalan ku sendiri!" Lanjut Natsu. Jellal manggut-manggut, sedangkan Gray masih berlari-lari mencari bajunya.
"Kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya pada Lisanna? Tapi dilihat dari tingkah laku-nya .. sepertinya dia punya perasaan padamu!" kata Jellal. Natsu menoleh ke arah Jellal dengan malas.
"Aku mau memberitahunya. Tapi aku tak tahu aku harus bilang apa! Dan aku tidak peduli dia suka padaku atau tidak, aku hanya cinta pada Lucy!" kata Natsu.
"Huh?jadi kau jatuh cinta pada si Pirang itu?" kata Gray yang—entah sejak kapan—sudah kembali memakai bajunya.
"Namanya Lucy! Dan kau Ice Princess, jangan membuatku marah lagi! Kalau ini sedang praktek sihir, aku takkan sungkan untuk membakarmu!" kata Natsu pada Gray.
"Katakan saja padanya, kau hanya menganggapnya sebagai adik perempuanmu, dan bukan sebagai kekasih" kata Jellal yang sedari tadi berpikir keras ala mbah dukun(?). Natsu mulai berpikir, benar juga kata-kata Jellal. Dan memang, selama ini Natsu hanya menganggap Lisanna sebagai adik nya, tidak lebih.
"HAH!? Jadi, Gadis berambut putih itu suka padamu? siapa namanya tadi? Liranna? Libanna? Li..Li" Gray mencoba mengingat-ngingat.
"LISANNA BODOH !" teriak Jellal dan Natsu serempak. Gray lalu nyengir,
"Ah itu maksudku ! Heh, ada ya orang yang suka pada orang seperti mu? Flame-Brain" Gray meledek Natsu. Natsu sudah tak bisa menahan amarahnya, Api sudah berkobar di tangannya. Hampir saja ia ingin melemparkan api itu ke Gray, Jellal menghentikannya.
"Ayolah ! Kalian itu seperti anak kecil saja, apa masa kecil kalian kurang bahagia huh?" kata Jellal sambil memperlihatkan Death Glare-nya pada Natsu dan Gray.
Natsu dan Gray mendadak terdiam sambil ber-sweat drop. Ternyata Jellal bisa seseram Erza !
Natsu POV :
Ah, aku sedang dilanda kebingungan ! Lisanna sudah kelewatan batas ! Aku bukan anak kecil lagi, aku sudah berumur 17 tahun! Apakah pantas diriku selalu dijaga olehnya ? Ibuku saja tak seperti dia ! Tapi dia ? Arggh! Oke Natsu, rileks, rileks. Jernihkan pikiranmu. Jellal benar, aku harus memberitahu nya yang sebenarnya. Um, Sebentar .. aku teringat sesuatu ..
"Oh!" aku menepuk jidatku,
"Tadi aku berjanji dengan Lisanna kan? dan dia bilang .. dia juga ingin mengatakan sesuatu ! Ini saatnya !" Bodohnya aku, melupakan janji dengan Lisanna tadi ! Ah, kurasa hari ini adalah saatnya serius.
"Oi, kau mau sampai kapan disini hah ? sebentar lagi bel berbunyi dan kau masih mau santai?" suara Jellal membuyarkan lamunanku tadi.
"Ah , aku lupa. Aku terlalu terbawa fantasi tadi" jawabku. Jellal hanya menaikkan bahunya tanda tak perduli. Aku, Jellal, dan si Stripper—Gray—berjalan menuju kelas. Waktu istirahat tinggal 2 menit lagi. Tak lama, aku sampai dikelas. Sudah banyak murid yang masuk ke kelas meskipun bel belum berbunyi. Jellal, Gray, dan aku duduk di tempat masing-masing. Aku menoleh ke arah bangku-ku. Lisanna ada di belakang bangku-ku. Memang disanalah dia duduk. Aku berjalan menuju bangku ku, dengan malas.
"Ah, Natsu. Darimana saja kau? maaf ya. Spaghetti-nya kuhabiskan dengan Mira-nee karena aku tidak tau dimana kau" kata Lisanna.
"Tidak apa-apa, Lis. Lagipula aku sedang tidak nafsu makan" jawabku. Lisanna menaikkan alisnya,
"Tumben? biasanya kau selalu makan" kata Lisanna.
"Ya, tapi kali ini berbeda. Entah kenapa" kataku singkat.
"Ngomong-ngomong, sepulang sekolah temui aku ditaman ya ! Ingat janji kita tadi?" kata Lisanna. Aku mengangguk malas, dia malah tersenyum manis.
Author POV :
Sebentar lagi bel akan berbunyi, dan semua murid sudah berkumpul dikelas. Wajar saja, jarak kantin sekolah dengan kelas cukup jauh. Sehingga mereka harus masuk kelas lebih awal jika tidak ingin mendapat hukuman dari Guru-Guru disini. Ditengah murid-murid kelas yang sedang berbincang-bincang ria, Lucy berusaha tersenyum, menyembunyikan kesedihannya. Apalagi setelah ia dihibur Levy tadi, ia merasa cukup lega dan bangga punya sahabat seperti Levy.
"Lu-chan, apa kau masih sedih?" tanya Levy. Lucy menoleh ke arah Levy.
"Ah, tidak ! Arigatou, Levy-chan! Berkatmu aku sudah tidak sedih lagi!" kata Lucy sambil tersenyum lebar. Levy membalas senyuman Lucy,
"Lu-chan .. pasti sangat sedih. Dia memang tersenyum, tapi pasti ia masih sedih. Oh, Kami-sama! Kuharap kau mempertemukan Natsu dan Lu-chan.." Levy berkata di dalam hati-nya.
"Oh ! Levy-chan ! Ini hari Jum'at kan? dan .. hari ini .. bukankah hari ini ada pelajaran Sihir?" Lucy bertanya pada Levy.
"Oh iya ! Hari ini, Makarov-sensei akan mengajarkan kita elemen-elemen sihir kan?" kata Levy. Lucy mengangguk,
"Dan besok kita akan praktek sihir !" kata Lucy. Ia terlihat bersemangat,
"Ah iya ! Lu-chan kau sudah menemukan alat yang cocok untuk menjadi sihirmu?" tanya Levy. Lucy mengangguk mantap.
"Tentu saja ! Aku pakai Kunci Zodiak yang dibelikan Mama-ku !" kata Lucy.
"Whoaa ! Pasti itu sangat keren !" ujar Levy, kemudian Lucy berbalik tanya pada Levy.
"Bagaimana denganmu, Levy-chan?"
"Um, itu.. aku mendapatkan buku sihir! Dan apa yang kutulis akan menjadi kenyataan. Ehehe" jawab Levy.
"Sugoii ! Aku tidak sabar melihatnya !" kata Lucy.
"Aku penasaran, sihir apa yang akan digunakan Lisanna" gumam Lucy sangat pelaaan.
"DUDUK !" tiba-tiba suara besar terdengar, semua murid sontak menoleh ke arah pintu.
"Makarov-sensei datang ! cepat duduk!" semua Murid lekas duduk ketempat masing-masing. Makarov-sensei bertugas mengajar tentang Sihir. Dari pengertian hingga Praktek sihir. Dia tidak kejam sih, hanya saja terlihat tegas. Tapi sebetul-nya, ia baik kok.
"Hari ini, kita akan mempelajari elemen sihir. Dan besok,kita akan praktek sihir. Kalian siap?" kata Makarov-sensei.
"SIAP!" semua murid terlihat bersemangat.
"Kudengar ada Murid baru, mana dia?" tanya Makarov-sensei.
"Dia sensei !" Natsu menunjuk ke arah Lisanna.
"Oh baiklah, Nak. Siapa namamu?" tanya Makarov-sensei.
"Lisanna Strauss, sensei" jawab Lisanna sambil tersenyum manis.
"Strauss .. kau adik Mirajane dan Elfman ne?" kata Makarov-sensei. Lisanna mengangguk. Makarov-sensei manggut-manggut,
"Baiklah, semoga kau senang belajar disini" kata Makarov-sensei. Kemudian ia kembali ke meja guru.
"Baiklah ayo mulai pelajarannya." kata Makarov-sensei.
Karena hari ini hari jum'at, Jam pelajaran terakhir hanya berlangsung selama setengah jam saja.
Lucy POV :
Ya inilah aku, masih memikirkan kejadian tadi. Entah kenapa kata-kata Lisanna tadi tak bisa minggat dari pikiran-ku! Aku seperti diracuni, meski Levy-chan sudah menghiburku, masih saja aku merasa sedih. Tapi, ucapan Levy-chan tadi ada benarnya juga. Kami-sama pasti takkan tega padaku ! Baiklah,kurasa yang bisa kulakukan hanya berdo'a saja. Makarov-sensei tengah menjelaskan tentang elemen-elemen sihir, dan besok kami akan praktek untuk yang pertama kali-nya ! Yay ! Mungkin ini kesempatanku, untuk memperlihatkan Natsu seberapa kuat aku. Siapa tau .. dia bisa tertarik pada-ku? Ah Lucy. Mulai berpikir yang tidak-tidak. Baiklah, ucapan Levy-chan mulai merasuki jiwa-ku. Kini aku terlalu percaya bahwa Natsu akan menjadi milikku. Ah, aku penasaran ! Lisanna akan memakai sihir apa ya nanti ? Ahaha itu masih besok Lucy. Tak perlu berpikiran terlalu jauh.
"Sssh ! Natsu !" tiba-tiba aku mendengar Lisanna memanggil Natsu. Aku memasang telinga-ku baik-baik. Siapa tau aku bisa mendapat informasi.
"Apa?" kata Natsu dengan nada malas.
"Ingat kan, sepulang sekolah temui aku ditaman!" kata Lisanna lagi. Tunggu ! Mereka .. mau bertemu ditaman? untuk apa? Apakah .. ucapan Lisanna tadi .. akan dibuktikan-nya ?
"Iya, iya! Aku tau Lis!" kata Natsu. Mungkin aku, harus membuntuti mereka. Agar aku tau, bagaimana perasaaan Natsu yang sebenarnya pada Lisanna.
TO BE CONTINUED
AUTHOR NOTES :
Nah, minna-san. Kurasa kalian harus membaca ini. Karena disini akan kujelaskan tentang fanfic ini.
Mungkin kalian bingung, "Lucy ngambil jurusan sihir kan? tapi kenapa pelajarannya seperti pelajaran biasa?" begini, meskipun ini Kelas Sihir, aku sengaja buat jadi seperti kelas biasa. Cuma, pelajaran sihir dimasukkan. Karena aku sendiri nggak tau jelas, seperti apa Sihir itu. Makanya pelajarannya nggak selalu sihir.
Nah, ide fanfic ini kudapatkan saat sedang Badmood dikelas karena seorang teman XD juga terinspirasi dari OVA 2 ! Nah, kalau ada kesamaan ide/alur cerita dengan fanfic Author lain, Gomenasai ne Ide ini nggak pernah aku copas dari Author manapun, tapi mungkin Aku dengan Author itu punya pikiran yang sama ? sehingga terjadilah fanfic yang mirip. Sekali lagi, Gomenasai buat Author yang merasa fanfic-nya sama dengan-ku. 100% ini dari otakku dan tidak ada PLAGIATISME di dalam fanfic ini. Baiklah sekian dari ku, terakhir aku mau bilang. Review Please? Review kalian sangat bermanfaat bagiku !
Salam,
-Ferrenn
