Chapter 2 :
Lucy POV :
Ya inilah aku, masih memikirkan kejadian tadi. Entah kenapa kata-kata Lisanna tadi tak bisa minggat dari pikiran-ku! Aku seperti diracuni, meski Levy-chan sudah menghiburku, masih saja aku merasa sedih. Tapi, ucapan Levy-chan tadi ada benarnya juga. Kami-sama pasti takkan tega padaku ! Baiklah,kurasa yang bisa kulakukan hanya berdo'a saja. Makarov-sensei tengah menjelaskan tentang elemen-elemen sihir, dan besok kami akan praktek untuk yang pertama kali-nya ! Yay ! Mungkin ini kesempatanku, untuk memperlihatkan Natsu seberapa kuat aku. Siapa tau .. dia bisa tertarik pada-ku? Ah Lucy. Mulai berpikir yang tidak-tidak. Baiklah, ucapan Levy-chan mulai merasuki jiwa-ku. Kini aku terlalu percaya bahwa Natsu akan menjadi milikku. Ah, aku penasaran ! Lisanna akan memakai sihir apa ya nanti ? Ahaha itu masih besok Lucy. Tak perlu berpikiran terlalu jauh.
"Sssh ! Natsu !" tiba-tiba aku mendengar Lisanna memanggil Natsu. Aku memasang telinga-ku baik-baik. Siapa tau aku bisa mendapat informasi.
"Apa?" kata Natsu dengan nada malas.
"Ingat kan, sepulang sekolah temui aku ditaman!" kata Lisanna lagi. Tunggu ! Mereka .. mau bertemu ditaman? untuk apa? Apakah .. ucapan Lisanna tadi .. akan dibuktikan-nya ?
"Iya, iya! Aku tau Lis!" kata Natsu. Mungkin aku, harus membuntuti mereka. Agar aku tau, bagaimana perasaaan Natsu yang sebenarnya pada Lisanna.


A Love Triangle?
Disclaimer : Cuma milik Om Hiro kok ^^
Warning : Typo(s),OOC,Gaje,School-life
DON'T LIKE?DON'T READ!
PAIRING : NATSU X LUCY


Lucy POV :
Aku melihat ke arah jam dinding dikelas, sebentar lagi akan pulang. Aku melirik ke arah Natsu dan Lisanna, Natsu tampak memperhatikan penjelasan Makarov-sensei dengan seksama, begitupun Lisanna. Tumben sekali mereka tidak bergossip.
"Baiklah anak-anak ! Karena waktu pelajaran tinggal 1 menit lagi, aku ingin memberitau kalian tentang praktek kita besok" kata Makarov-sensei.
"Diharapkan kalian semua membawa alat sihir yang cocok dengan kalian, jangan bawa alat yang terlalu berat untuk kalian gunakan. Bagi yang sudah mempunyai elemen sihir dari keturunan ataupun sempat belajar pada Guru Sihir, dimohon untuk tidak mencoba-coba sihir kalian tanpa sepengawasan ahli. Baik di luar dan didalam sekolah. Baiklah, kalian boleh pu-" belum sempat Makarov-sensei menyelesaikan ucapannya ...
KRINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
"PULAAAAANG !" semua temanku langsung berlari keluar termasuk aku.
Oh ya, bukankah Lisanna dan Natsu akan bertemu di Taman ? Aku segera menyusuri koridor sekolah dengan setengah berlari. Baru saja aku ingin menginjakkan kaki ke lantai depan sekolah tiba-tiba ..
KKKKKKRRRRRSSSSSSHHHH (ini gaktau bener/gak bunyinya gini .-.) Sial ! Kenapa harus hujan ! Tapi .. Lisanna sama Natsu nggak jadi ketemu ya kan ? ah sudahlah, mungkin aku harus pulang dan mempersiapkan diri untuk praktek sihir besok. Fuh, aku lupa membawa jaket dan payung. Kuharap aku bisa sampai rumah tanpa basah kuyup. Hujannya cukup deras sih. Aku mulai berjalan menuju gerbang sekolah, hingga akhirnya aku merasakan hawa hangat dan tidak ada lagi air hujan yang menetes. Aku menghentikan langkahku, lalu menengok kebelakang. Dia .. memayungi-ku ?
"S-Sting ? A-apa yang kau lakukan disini ?" tanyaku. Sial, kupikir dia Natsu.
"Apa yang kulakukan disini ? tentu saja untuk memayungi mu, Lucy" kata Sting.
"Pergilah, aku tidak butuh payunganmu. " aku berjalan cepat, hingga akhirnya,
"KYAAAAAAAAAAAA!"
"Kau ini gegabah sekali ! Dasar perempuan" kata Sting. Dia menopang tubuhku yang hampir jatuh karena terpeleset genangan air. Aku segera membetulkan posisiku—yang tadi ditopang Sting sehingga wajahku berhadapan dengan wajahnya—mukaku langsung memerah. Bagaimana tidak, jarak wajahku dengannya tadi hanya beberapa senti saja.
"S-Sting ! Pergilah ! A-aku bi-bisa pulang sendiri !" kataku padanya. Dia menarik tanganku,
"Heh, kau ini keras kepala sekali ya ! Sudah bagus aku mau memayungi mu, sayang kan kalau kau sakit" kata nya.
"Terserah mu saja !" aku mulai berjalan, dia mengikuti sambil memayungi ku tentunya.
"Hei, apa kau sudah punya pacar?" tiba-tiba ia bertanya. Sontak aku menoleh ke arahnya dengan muka yang memerah.
"A-apa apaan kau ini ! Tiba-tiba me-nanyakan so-soal itu !" kataku terbata-bata. Dia terkekeh,
"Hee memangnya tidak boleh huh? aku kan hanya bertanya." ucapnya. Aku menghela nafas,
"Kau tidak boleh tahu. Itu masalah pribadi-ku" kataku.
"Kau mau jadi pacarku ?" dia bertanya. Aku tersentak mendengar perkataannya, kenapa dia tiba-tiba menanyakan soal hal itu!?
"A-apa yang kau bicarakan hah ! A-aku tidak mau !" ucapku ketus dengan wajah yang memerah tentunya.
"Kumohon" katanya. Ia kembali memegang tanganku. Lalu membalikkan tubuhku menghadap dirinya, aku memalingkan wajahku karena tak sanggup menatap wajahnya itu.
"Kau satu-satunya gadis termanis yang pernah kulihat. Kumohon kau mau jadi pacarku" kata Sting.
"Berikan aku waktu" kataku.
"Berapa hari yang kau butuhkan?" tanyanya.
"1 Hari" kataku. Dia mengangguk,
"Baiklah, jangan lupa untuk memberitahu jawaban mu ya. Besok temui aku dihalaman belakang sepulang sekolah" katanya. Kini kami sudah berada didepan pintu gerbang rumahku, aku kemudian berlari masuk tanpa mengucapkan terima kasih padanya.


Author POV :
Sting mengeluarkan handphone dari saku-nya, kemudian ia membuka daftar kontaknya. Dia mengetik nama kontak yang dicarinya.
Rogue Cheney. Kemudian ia menekan tombol call,kemudian terdengar suara.
"Yo Sting! Bagaimana rencana-ku heh? apakah berhasil?" kata Rogue.
"Yah, dia memerlukan waktu berpikir selama satu hari. Tapi aku yakin dia akan menerimaku" ucap Sting. Terdengar suara Rogue tertawa,
"Hahaha ! Kau terlalu yakin Sting, baiklah kuharap dia akan menerimamu !" jawab Rogue. Sting tersenyum jahat,
"Ya, Rogue. Arigatou untuk ide cemerlangmu itu. Kau tau, tanpamu aku tidak akan bisa membalas dendam pada si Rambut Pink itu" kata Sting.
"Ya ya ya. Lagipula hanya untuk balas dendam ke Natsu kan? tidak perlu berterima kasih! Aku mengerti perasaan mu" jawab Rogue.
"Siap-siap saja kau, Natsu Dragneel. Aku akan merebut orang yang kau suka pula. Karena kau telah membuat Lisanna jatuh cinta padamu. Ah jadi teringat kejadian tadi siang" ujar Sting. Ia melanjutkan perjalanannya.


FLASHBACK :
"Jadi Natsu, kau sedang jatuh cinta? pada siapa?" tanya Jellal.
"Pada .. Lucy" ucap Natsu. Jellal membulatkan matanya,
"Lalu kenapa kau terlihat murung? apakah dia sudah punya pacar?" Jellal bertanya lagi.
"Bukan, hanya saja aku sedang bingung. Kau tau Lisanna kan? dia itu selalu saja membuntutiku! Makanya aku bergabung dengan kalian disini, agar terhindar darinya," jawab Natsu malas.
"Aku tau dia itu teman masa kecilku. Tapi kalau dia selalu membuntuti ku, itu tak bisa dibiarkan! Aku sudah besar ! sudah bisa mencari jalan ku sendiri!" Lanjut Natsu. Jellal manggut-manggut, sedangkan Gray masih berlari-lari mencari bajunya.
"Kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya pada Lisanna? Tapi dilihat dari tingkah laku-nya .. sepertinya dia punya perasaan padamu!" kata Jellal. Natsu menoleh ke arah Jellal dengan malas.
"Oh, Lisanna jatuh cinta pada Natsu ? Tidak akan kubiarkan Natsu. Enak saja, apakah Lisanna sudah lupa padaku huh? padahal dulu aku dan dia sangat dekat. Begitu Natsu muncul, ck. Lisanna jadi lebih dekat padanya, mengingat masa lalu .. rasanya sakit sekali ya" Ujar Sting.
"Tunggu pembalasanku, Natsu" lanjut Sting dengan tatapan tajam, setajam SILET(?)
END
FLASHBACK


"Huh, ingin balas dendam padaku karena membuat Lisanna suka padaku?" kata Natsu. Ya, sedari tadi dia membuntuti Sting dan Lucy. Beruntung diperjalanan ke rumah Lucy banyak tempat persembunyian. Jadi Natsu bisa mengendap-endap tanpa ketahuan.
"Jadi ia ingin merebut Luce, huh? dasar lelaki belang" ucap Natsu. Sambil menendang beberapa bebatuan yang ada didepannya.
"Aku akan mengawasi dia, kalau-kalau saja ia akan bertindak sesuatu pada Lucy. Kami-sama, kuharap Lisanna tak membuntuti ku besok!" gumam pun melanjutkan perjalanannya, pulang kerumahnya.


Lucy POV :
Aku menoleh ke arah jam dinding, huh masih jam enam sore. Aku bosan, aku berbaring dikasurku. Menatap langit-langit kamarku.
"Sting .. ingin aku jadi pacarnya ya" gumamku dengan nada malas. Aku menoleh ke arah meja belajarku, disana ada secarik kertas yang sengaja kutaruh disitu. Tentu saja, itu kertas berisi nomor telepon dan e-mail Sting. Aku sungguh bingung, aku ini suka pada Natsu. Melihat Sting yang tiba-tiba menyatakan perasaannya padaku, aku jadi tidak enak menolaknya. Huh baiklah, lebih baik aku membuka e-mail ku untuk menjernihkan pikiranku.
Aku meraih laptopku, lalu mengetikkan e-mailku. Kemudian terbukalah account-ku.
"Wah, ada satu pesan" kataku. Aku segera mengklik-nya.
From : lucysecretadmirer
Mengatakan :
Hai Lucy. Bagaimana kabarmu ? Oh ya apakah kau sudah mendapatkan jawaban untuk pertanyaan tadi didepan rumahmu?
-Secret Admirer
"Sting" gumamku. Aku segera membalas e-mail itu. Tidak perduli dia sedang online/tidak.
To : lucysecretadmirer
Mengatakan :
Ya aku sudah dapat.


Tiba-tiba handphone ku berdering, oh itu dering sms.
From : 08XXXXXXXXX
Yo Lucy .. jangan lupa beritahu aku jawaban mu besok ya .. kita bertemu ditaman setelah pulang sekolah. Aku mendapatkan nomormu dari sahabatmu itu, Levy McGarden"
-Sting
Benar saja kan ? tadi itu pasti dia. Buktinya dia langsung mengsms-ku.
To : 08XXXXXXXXX
Iya aku tidak akan lupa !


Tiba-tiba pintu kamarku terbuka,
"Lucy, waktunya makan malam."
"Iya ma," aku segera turun dari kasurku lalu menuju keluar kamarku, kemudian aku duduk dimeja makan bersama mamaku. Aku mengambil sepiring nasi dan beberapa potong Steak.
"Itadakimasu" ucapku. Aku makan dengan lahap karena, kalau boleh jujur sedari tadi aku sedang lapar hehe. Selesai makan aku membawa piringku ke tempat cuci piring.
"Konbawa,Ma" kataku. Mama mengangguk sambil tersenyum.
"Konbawa Lucy. Oyasumi~" jawab mamaku. Aku segera masuk kekamar, lalu berbaring dikasurku. Aku meraih novel yang tergeletak tak jauh dariku,
hingga kemudian aku ... tertidur.


KEESOKAN HARINYA ...
BEEP BEEP
Suara alarm membangunkan tidurku, aku segera mematikan alarm nya.
"Hoaaahm" aku mencoba meregangkan otot-otoku, kemudian aku bersiap untuk mandi. Selesai mandi, aku menuju meja rias untuk berdandan(?) ehm, sebenarnya hanya untuk memoleskan cream anti UV dan bersisir saja hehehe. Kemudian, aku menggantung tas ku dibahu, dan keluar kamar menuju meja makan. Mama tampak baru selesai memasak,
"Ohayou Gozaimasu, Lucy. Ini, Mama buatkan kau spaghetti kesukaanmu!" ujar mama. Aku duduk dikursi makan, kemudian mulai melahap spaghetti yang sudah disiapkan.
"Itadakimasu" ucapku. Aku mulai memasukkan spaghetti kemulutku, hmm enak seperti biasanya. Selang beberapa menit, aku sudah selesai makan. Kemudian aku meminum segelas jus jeruk hingga habis.
"Ma aku berangkat dulu" kataku pada Mama. Aku mulai berjalan menuju pintu,
"Lucy ! Tunggu dulu !" tiba-tiba mama berteriak memanggilku. Aku membalikkan badanku,
"Kau mau melupakan kunci zodiak mu? nanti kau bisa dapat nilai F!" kata mama. Oh iya, hari ini kan praktek sihir ! Bodohnya aku, untung saja mama mengingatkan ku.
"Ah ! Arigatou, Ma! Hampir saja, fuuh~" ucapku. Mama mengangguk sambil tersenyum.
TING TONG
"Temanmu Levy sudah datang, cepatlah pergi. Hati-hati di jalan sayang" kata Mama. Aku mengangguk, lalu berlari menuju ke pintu.
"Lu-chan ! Siap untuk hari ini?" tanyanya saat aku sudah keluar. Aku mengangguk mantap,
"Tentu saja" jawabku. Kami berjalan menuju sekolah sambil berbincang-bincang tentang sihir. Hingga akhirnya kami sampai disekolah, kami pun berjalan menuju kelas. Tiba-tiba ..
"Yo Lucy ! Ingat sepulang sekolah nanti !"
"S-Sting ! A-apa maksudmu memelukku begitu hah!?" kataku. Ya itu Sting.
"Eh ?kan kita akan berpa—" belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, aku sudah memotongnya.
"Jangan katakan itu disini!" aku memperlihatkan death-glare ku.
"Hee, baiklah" kata Sting, ia kemudian meninggalkan ku.
"Lu-chan kau dan Sting tampaknya akrab. Dan lagi, apa maksud ucapannya tadi?" Tanya Levy.
"Kuceritakan dikelas ya" kataku. Sesampainya dikelas aku segera duduk dan bercerita pada Levy.
"Jadi begini, kemarin Sting menyatakan perasaannya padaku. Aku minta waktu berpikir selama sehari. Dan hari ini, sepulang sekolah aku akan menemuinya ditaman sekolah dan memberitahu jawabanku. Tapi jujur, sebenarnya aku masih bingung." bisikku pada Levy. Levy membulatkan matanya,
"Apa itu artinya kau tak suka pada Natsu lagi, Lu-chan?" tanya Levy. Aku menggeleng,
"Tidak. Aku masih suka pada-nya. Makanya aku sangat bingung" jawabku.
"Lu-cahn, ikuti kata hatimu. Takkan enak jika berpacaran dengan orang yang sama sekali tak kau sukai. Yang ada dihatimu, itulah yang terbaik untukmu" kata Levy. Aku mengangguk.
"Kau benar Levy-chan. Aku sudah mendapatkan jawaban Pasti" kataku. Levy tersenyum, kemudian ia mencolek bahuku.
"Lu-chan, itu apa?" ujarnya sambil menunjuk ke arah laci meja ku. Hei, ada secarik kertas—lebih tepatnya surat—dari siapa ya?
"Sepertinya surat, Lu-chan!" ujar Levy. Aku mengambil surat itu, lalu melihat sekelilingnya. Tidak ada yang spesial.
"Dibuka saja, Lu-chan!" ucap Levy. Aku mengangguk, kemudian membuka kertas yang terlipat itu. Aku membulatkan mataku.
"Levy-chan, kau lihat pengirim nya? maksudku dari siapa ini?" tanyaku pada Levy sambil menunjukkan surat itu padanya.
"Lu-chan, tidak salah lagi. Itu pasti dia" kata Levy


TO BE CONTINUED


Yosh ! Minna~ akhirnya chapter 3 keluar juga. Gomene fic ini lama updatenya T.T karena aku minggu lalu persiapan UTS jadi gak bisa main internet. Oh ya, pada chapter ini aku tambahkan Sting ya. Sedikit bocoran nih, sebenarnya aku nggak support StingxLisanna tapi karena dia tokoh yang paling cocok menjadi saingan Natsu maka aku jadikan dia sebagai couple Lisanna. Stay-tune ya minna ! Mumpung lagi liburan, aku akan update chappy selanjutnya lebih cepat ! Jadi bagus / jelek ? aku tau perasaan kalian saat baca ini. Pasti banyak rasa penasaran kan? hehehe. Akhir kata, mind to review? review kalian sangat berguna bagiku ! Arigatou Gozaimasu !
Salam,
ferrenn.