Previous Chapter :
"Lu-chan kau dan Sting tampaknya akrab. Dan lagi, apa maksud ucapannya tadi?" Tanya Levy.
"Kuceritakan dikelas ya" kataku. Sesampainya dikelas aku segera duduk dan bercerita pada Levy.
"Jadi begini, kemarin Sting menyatakan perasaannya padaku. Aku minta waktu berpikir selama sehari. Dan hari ini, sepulang sekolah aku akan menemuinya ditaman sekolah dan memberitahu jawabanku. Tapi jujur, sebenarnya aku masih bingung." bisikku pada Levy. Levy membulatkan matanya,
"Apa itu artinya kau tak suka pada Natsu lagi, Lu-chan?" tanya Levy. Aku menggeleng,
"Tidak. Aku masih suka pada-nya. Makanya aku sangat bingung" jawabku.
"Lu-chan, ikuti kata hatimu. Takkan enak jika berpacaran dengan orang yang sama sekali tak kau sukai. Yang ada dihatimu, itulah yang terbaik untukmu" kata Levy. Aku mengangguk.
"Kau benar Levy-chan. Aku sudah mendapatkan jawaban Pasti" kataku. Levy tersenyum, kemudian ia mencolek bahuku.
"Lu-chan, itu apa?" ujarnya sambil menunjuk ke arah laci meja ku. Hei, ada secarik kertasdari siapa ya?
"Sepertinya surat, Lu-chan!" ujar Levy. Aku mengambil surat itu, lalu melihat sekelilingnya. Tidak ada yang spesial.
"Dibuka saja, Lu-chan!" ucap Levy. Aku mengangguk, kemudian membuka kertas yang terlipat itu. Aku membulatkan mataku.
"Levy-chan, kau lihat pengirim nya? maksudku dari siapa ini?" tanyaku pada Levy sambil menunjukkan surat itu padanya.
"Lu-chan, tidak salah lagi. Itu pasti dia" kata Levy.
A LOVE TRIANGLE?
Fairy Tail belongs to Hiro Mashima , bu this fanfic is mine ^^
Warning : OOC,Gaje,Typo(s),School-life,Humor dikit(?)
Pairing : Natsu x Lucy
Don't Like ? Don't Read ! ^^
Happy Reading Minna ! Don't forget to give a review
Lucy POV :
"Dia ? Dia siapa Levy-chan ?" tanyaku pada Levy. Aku sungguh tak mengerti maksud perkataan 'dia'.
"Natsu." kata Levy-chan. Aku menggeleng pelan,
"Tidak Levy. Tidak." ucapku.
"Huh? coba kau baca ulang surat-nya ! dan lihat inisial nama-nya!"
Isi suratnya adalah :
Temui kami ditaman setelah pulang sekolah. Berjanjilah untuk datang, Lucy.
Salam Your Secret Admirer -N
"Le-Levy-chan ! kata-kata ini! kata-kata ini!" aku mendadak kaget sesudah membaca ulang surat itu. Levy terheran-heran.
"I-Iya, ke-kenapa dengan kata-kata itu, Lu-chan?" tanya Levy.
"Kata-kata ini ! Yang kemarin ! kata Secret Admirer !"
"Huh? apa maksudmu?"
"Kemarin .. aku mendapat e-mail dari seseorang ! Dan dia memakai kata 'Your Secret Admirer' di akhir e-mail-nya! Ini ..."
"Natsu kan?"
"Bu-bukan ..." aku menundukkan kepalaku.
"Ini Sting." ucapku dengan nada datar.
"Hah? tapi ia kan berinisial S ! Bukan N !"
"Ini .. April Mop kan? Dia mengerjai-ku. Hahaha" aku tertawa kaku.
"Kemarin di e-mail ku, dia menanyakan 'Hai Lucy. Bagaimana kabarmu ? Oh ya apakah kau sudah mendapatkan jawaban untuk pertanyaan tadi didepan rumahmu?' dan tak lama kemudian, Sting meng-smsku tentang hal yang sama."
"Sting pulang bersamamu, Lu-chan!?" aku mengangguk.
"Darimana dia tau kau suka pada Natsu? pasti itu Natsu Lu-chan! E-mailmu kemarin .. pasti bukan Sting!" ujar Levy.
"Tapi tak mungkin ini Natsu .. Natsu kan .." Aku mengarah ke meja guru didepan yang masih kosong. Memang aku berharap Natsu lah yang mengirimkan itu pada-ku. Tapi rasanya tak mungkin, bisa saja Lisanna sudah mengutarakan perasaannya hari itu. Meskipun sedang hujan, bisa saja mereka bersahutan lewat media sosial kan? Lagipula mereka itu teman masa kecil. Aish, kenapa semakin banyak teka-teki didalam pikiranku sih !
Author POV :
"Lu-chan ~ kau bengong lagi. Sebenarnya kau ini kenapa? Cerita padaku!" tanya Levy tiba-tiba hingga Lucy tersontak kaget.
"Ah , tidak apa-apa kok !" ucap Lucy dengan senyum.
"Lu-chan, jangan membohongi-ku. Aku tau perasaan-mu"
"Lu-chan pasti kau sangat sedih, mengetahui Lisanna dan Natsu yang sangat dekat ..."
"Melihat Natsu dan Lisanna bahagia, itu sudah takdirku Levy-chan." Levy membulatkan matanya.
"Aku justru akan lebih sedih lagi kalau Natsu menderita hanya karena ... aku."
"... Lu-chan."
Tiba-tiba seseorang masuk dari pintu kelas, siapa lagi kalau bukan Sting.
"Jadi .. Lucy, kau terkena April Mop sepertinya, hahaha!" ujar Sting. Lucy tersenyum, sedangkan Levy bingung. Bagaimana bisa, dia yang terkena April Mop malah tersenyum?
"Sudah kuduga itu kau, Sting." ucap Lucy. Sting tersenyum bahagia, sepertinya dia bersyukur bisa mengerjai Lucy seperti itu.
"Sting, beritahu padaku. Kau tau darimana soal Natsu?" tanya Levy tiba-tiba.
"Hee .. aku, dia, dan Lisanna dulu pernah satu sekolah. Memangnya kenapa heh?" ujar Sting jutek.
"Dan untuk apa kau mengirim surat menggunakan inisial nama Natsu?" lanjut Levy. Sting tersontak kaget, 'sial, gadis ini!' ujar nya dalam hati.
"Levy-chan ! Kau .. kenapa bertanya seperti i-itu?" Lucy juga ikut kaget atas pertanyaan mendadak Levy.
"Itu sih karena—" Sting tak mampu menjawab, sesekali ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Levy tetap memandangnya dengan ekspresi serius. Lucy hanya sweatdrop ditempat.
"Kau tak perlu tau, pendek." ujar Sting. Kemudian ia meninggalkan Levy dan Lucy yang masih membeku ditempat. Lucy masih bersweat drop, Levy sudah mempunyai sihir baru, Fire Dragon Slayer. Terlihat dari tubuhnya yang dikelilingi Api ala Natsu (author ngaco -)
"Ya-Yang sabar, Levy-chan." ujar Lucy takut-takut sambil mengelus punggung Levy yang tegang. Levy menghela nafas panjang,
"Haah, tidak apa-apa Lu-chan. Tapi dia tidak seharusnya berkata begitu!" ujar Levy lagi. Lucy hanya tersenyum melihat tingkah nakama-nya ini.
"Lagipula, untuk apa kau bertanya seperti itu Levy-chan? jelas-jelas dia sudah mengakui-nya." ucap Lucy.
"Aku masih tidak percaya pada-nya, itu pasti Natsu. Aku percaya 100% Lu-chan!" ujar Levy mantap. Lucy kembali bersweat drop.
"Hee, sialan gadis pendek tadi! Bisa-bisanya dia menanyakan tentang itu didepan Lucy! Dasar, kalau sampai terbongkar aku takkan memaafkannya!" gumam Sting. Ia berjalan menuju kelasnya.
"Jadi .. Lucy juga suka pada Natsu hm? baiklah Natsu .. dua gadis kini sudah kau rebut. Tapi, lihat saja. Kau harus memberi-ku salah satunya, hahaha." Sting tertawa.
"Tenang, aku akan memberi-mu apa yang kau mau, Sting." ujar seseorang jauh dibelakang Sting.
"Lis! Lisanna!" teriak seseorang. Lisanna yang menyadari suara itu langsung menoleh kebelakang,
"Ne, Natsu. Ada apa?" tanya Lisanna.
"Sepulang sekolah, kau ikut aku ke taman belakang ya ! Ada sesuatu yang penting!" ujar Natsu. Lisanna membulatkan matanya, sebelum tersenyum.
"Baiklah ! Maafkan aku kemarin ya, tak bisa menemani-mu pulang. Aku harus menunggui Mira-nee rapat osis." ucap Lisanna.
"Ya tidak apa-apa. Kalau begitu aku pergi dulu!" ucap Natsu sambil berlari menjauhi Lisanna.
"Natsu pasti ingin membicarakan hal yang ingin kubicarakan. Hihi" gumam Lisanna. Ia melanjutkan perjalanannya menuju kelas.
KRINGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
Bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. Semua murid buru-buru duduk ditempatnya, ada juga yang lari tergopoh-gopoh menuju kelasnya.
"Ah, tidak sabar untuk praktek sihir har ini!"
"Iya ! Pasti seru banget ya!"
"Gray-sama ! Juvia akan melakukan yang terbaik untuk Gray-sama!"
"H-Hey ! Berhenti memeluk-ku!"
Ya, dikelas sibuk membicarakan tentang praktek sihir yang sudah lama mereka tunggu-tunggu.
"Perhatian, Perhatian. Bagi seluruh murid kelas 1 jurusan sihir, diharap berkumpul diruang olahraga serta membawa peralatan sihirnya. Sekali lagi, bagi seluruh murid kelas 1 jurusan sihir, diharap berkumpul diruang olahraga serta membawa peralatan sihirnya." mendengar pengumuman itu, semua murid yang dimaksud berlarian ke ruang olahraga. Tentu saja karena mereka tidak sabar. Bisa dibilang, mereka seperti anak ayam yang baru keluar dari kandangnya(?).
"Levy-chan, aku deg-deg'an sekalii !" ucap Lucy.
"Jangankan kau, Lu-chan. Aku juga." balas Levy.
Sesampai-nya diruang olahraga, para murid segera bersiap-siap.
"Pertama, kita akan coba dari kelas C dulu, berlanjut ke kelas B lalu A" ujar Makarov-sensei.
"Fuuh, kenapa harus kita duluan?" ujar seorang murid kelas C.
"Kenapa harus kelas C duluan? padahal aku sudah berlatih mati-matian." ujar seorang murid kelas A.
"Syukurlah, kelas B diurutan kedua, Levy-chan. Aku jadi sedikit lega" ujar Lucy, Levy mengangguk.
Ya beginilah, mereka menyaksikan pengambilan nilai praktek sihir pada hari ini. Semua memiliki sihir yang luar biasa, nama demi nama dibacakan, kelas demi kelas terlewat. Semua bertepuk tangan meriah melihat atraksi sihir didepan mereka, semua memiliki sihir yang sangat luar biasa. Lucy makin kagum pada sihir, terlebih saat Natsu memperlihatkan sihir Fire Dragon Slayernya, bisa dibilang ia sangat kagum pada sihir Natsu itu. Lisanna yang memakai sihir Animal Soul juga sangat luar biasa. Ia mampu berubah menjadi seekor kelinci, kucing, dan sebagai-nya. Saat tiba giliran Lucy pun, banyak yang bertepuk tangan. Termasuk Natsu, Sting, dan Lisanna.
"Ne, Lu-chan ! Sihirmu itu luar biasa !" ujar Levy, Lucy tersenyum.
"Arigatou Levy-chan~ Sihirmu tadi juga menakjubkan lho!" jawab Lucy. Levy hanya tersipu malu.
"Lucy !" tiba-tiba seseorang berteriak. Sontak Lucy menoleh ke arah suara, dan dia melihat ..
"N-Natsu? Ke-kenapa?" tanya Lucy, wajahnya dengan cepat memerah, 'aduh Lucy ! jangan sekarang !' gumamnya dalam hati.
"Ano .. aku mau bilang ... Sihirmu tadi, luar biasa!" ujar Natsu sambil memberikan cengiran khasnya yang seketika membuat wajah Lucy panas.
"A-Arigatou, Na-Natsu .. Sihirmu ta-tadi .. ju-juga luar bi-asa kok!"
"Menurutmu begitu? A-Arigatou Lucy!"
"Ano .. aku pergi dulu ya? Gomene, aku tak bisa lama-lama disini." kata Natsu, ia kemudian berlari meninggalkan Lucy yang tengah membeku, dan Levy yang melirik Lucy dengan tatapan, yang entahlah apa namanya(?)
"Ara-ara, Lu-chan." ujar Levy. Lucy menoleh ke arah Levy dengan wajah yang masih memerah, bahkan sangaaat merah.
"I-Ini tidak seperti ya-yang kau kira, Levy-chan ! I-ini kan ha-hanya—"
"Tidak perlu malu, Lu-chan. Semua sudah jelas, kok!"
"A-apa maksud-mu Levy-chan?"
"Tidak .. tidak ada apa-apa. Hihi"
"Bohong! Kau pasti memikirkan yang tidak-tidak kan?"
"Heh? tidak kok!"
"Jangan bohong, Levy-chaaan!"
Begitulah pertengkaran dua best nakama ini berlangsung, hingga semua nama dari semua kelas telah dibacakan.
"Baiklah, silahkan kembali ke-kelas masing-masing ! Sebentar lagi akan pulang !" ujar Makarov-sensei. Semua murid langsung berlarian menuju kelas masing-masing.
"Lu-chan, kau mau pulang?" tanya Levy.
"Hei, kau lupa? aku kan diajak janjian bertemu ditaman setelah ini." ujar Lucy. Levy menepuk jidatnya,
"Oh iya ! Baiklah, semoga beruntung Lu-chan!"
"Ne, hati-hati dijalan, Levy-chan!"
Lucy POV :
Aku harus kuat menghadapi Sting. Dan bertemu orang misterius berinisial N itu. Benarkah ia Natsu?
Aku berjalan cepat menuju taman, takut akan terlambat untuk sebuah pertemuan penting. Sesampai-nya ditaman, aku menatap sekitar. Tidak ada orang, apa maksud-nya ini? Sting terlambat? atau aku yang terlambat?
"LUCY !" tiba-tiba seseorang berteriak. Ia tampak berlari tergopoh-gopoh.
"Sting?"
"Gomen ! Aku terlambat ya?"
"Ah, tidak kok. Aku juga baru datang."
"Baiklah, kalau begitu ikut aku!" Sting menarik tanganku, entah kemana ia akan membawaku. Tapi aku tak menolak, aku hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya ia akan perlihatkan padaku.
"—Sting?" aku mulai mencoba berbicara pada Sting yang menarik ku ke belakang semak-semak lebat dan besar. Sebenarnya apa mau-nya?
"Apa?" tanya Sting.
"Kau mau membawaku kemana?" tanyaku lagi.
"Sudah sampai, kok" ucapnya. Aku menatap sekitar, hanya ada pepohonan dan semak belukar saja.
"Jadi, Lucy ..." Sting menyenderkan badanku di sebuah pohon yang besar,
"Kau sudah mendapatkan jawabannya huh?" tanya Sting lagi.
"Ya—"
"Baguslah!"
"—Sting. Aku, tak bisa menerimamu. Gomene."
"Kau bercanda?" Sting makin mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku mencoba mendorongnya, sial dia terlalu berat untuk kudorong!
"Aku tak peduli pada jawabanmu sih—" Sting makin mendekatkan wajahnya ke wajahku, hingga aku bisa merasakan nafasnya yang menerpa kulit disekitar pipiku. Aku hendak menamparnya, tapi apa dayaku. Kedua tanganku sudah ditahan oleh-nya !
"LAKI-LAKI SIALAAAN!" tiba-tiba seseorang berteriak sambil menendang Sting hingga ia terpental jatuh.
"Na-Natsu?" aku tak percaya, aku membulatkan mataku. Yang kulihat didepanku kini, Natsu. Aku tidak salah, itu Natsu. Dan ia datang bersama Lisanna ! Tapi untuk apa?
"Lucy ! Kau tak apa?" Natsu bertanya dengan wajah cemas padaku. Aku mengangguk. Sting mulai bangkit dari tempat ia terjatuh tadi, sambil memegangi bagian tubuhnya yang sakit.
"Natsu Dragneel ... kau mau apa hah? Oh, kau mau menyelamatkan dia ?" kata Sting.
"Hentikan Sting ! Kalau kau hanya mencintai Lucy karena balas dendam, lebih baik kau mati!" ucap Natsu. Aku tersontak kaget, balas dendam apa dan darimana Natsu tau soal itu?
"Apa maksudmu hah? aku mencintainya dengan tulus!" balas Sting.
"Kau pikir aku bodoh! Aku sudah mendengar semua tentang yang kau katakan ditelefon hari itu!" Natsu kembali memberikan Sting pukulan tepat di pipi-nya.
"Yare-yare, kau memang mata-mata yang handal, Natsu. Tapi sayang kau tak punya bukti yang cukup!" Sting berlari mengarah ke Natsu, baru saja Sting akan memukul nya, Natsu sudah duluan menghindar dan menendang Sting.
"Aku dengar semua yang kau katakan ! Sebenarnya yang kau mau hanya Lisanna kan !" teriak Natsu. Aku membeku ditempat, a-apa maksud semua ini?
Sting sweatdrop ditempat. Tak terasa, air mataku jatuh. Sakit .. inilah yang kurasakan sekarang. Aku pernah merasakan ini sebelumnya .. karena Natsu .. tapi aku tak sanggup menangis saat itu .. tapi melihat Natsu begitu membelaku ... apakah .. dia .. Natsu .. bolehkah ku anggap kau datang hanya untukku?
"Natsu ..."
"Sting ..." tiba-tiba seseorang mulai bersuara.
"Lisanna ?" Sting menoleh ke arah Lisanna yang sedari tadi tak di ia sadari keberadaannya.
"Gomene Lucy, Sting." aku kaget mendengar ucapan Lisanna, untuk apa?
"Gomenasai, Lucy ... a-aku jadi melibatkanmu hingga kau seperti i-ini .." ucap Lisanna, bahu-nya bergetar. Kemudian ia menutupi kedua matanya dengan kedua telapak tangannya entah ia ingin menangis atau apa, aku tidak tahu.
"Ka-Kalau saja aku tau perasaan Sting .. ka-kau .. tidak akan .. se-seperti i-ini... Lucy" Tiba-tiba Natsu sudah ada disebelahku, aku tak tahu bagaimana bisa ia sudah berada disampingku. Tapi perasaan ini .. seakan-akan aku sedang bermimpi ..
"Kau bisa lihat Sting, apa yang kau inginkan bukan Lucy ! Kau hanya ingin balas dendam padaku, karena Lisanna kan?" Natsu—yang sedaritadi berjongkok disampingku—kini berdiri kembali.
"Sial .." ujar Sting.
"Ambilah dia." Lisanna tak bergeming, ia hanya membeku ditempat sambil menganga lebar. Begitupun Sting, Natsu malah tersenyum manis.
"Natsu ..."
"Nah Lisanna, aku tau kau menyukai-ku. Gomene, tapi aku hanya bisa menganggap kau sebagai adikku. Tetaplah kuat!" ucap Natsu.
"Kau serius, N-Natsu?" tanyaku. Natsu berbalik menoleh ke arahku, kemudian menampakkan cengiran khasnya yang manis.
"Tentu saja." jawab Natsu. Aku membulatkan mataku, apa yang kudengar ini ... asli ? atau hanya sekedar mimpi ku ?
Author POV :
Lucy terdiam di tempat, berusaha mencerna kejadian ini. Apakah ini asli ? atau hanya sekedar mimpi ? Natsu membiarkan Sting mengambil Lisanna ? Lisanna dan Sting masih terdiam ditempat, mereka berdua juga kaget akan ucapan Natsu tadi.
"S-Sting ..." Lisanna mencoba berbicara ke Sting,
"Apa?" tanya Sting.
"Go-Gomene ... a-aku—" Lisanna belum menyelesaikan kata-katanya, Sting sudah memeluknya.
"Dasar, kau sudah mengucapkan maaf berkali-kali. Tidak apa, aku memaafkanmu."
"Semua sudah selesai kan? kalau begitu aku pergi dulu."
"Sting ! Tunggu ! Aku .. Aku ikut !"
"Hee, baiklah! Ayo Lisanna!"
Hanya tersisa dua orang ditempat sunyi itu, Natsu dan Lucy. Natsu diam karena penasaran apa yang sedang Lucy pikirkan, hingga tiba-tiba tangannya meraih pipi Lucy.
"Berhentilah menangis, aku disini bersamamu. Dan semua sudah selesai, kau aman sekarang, Lucy!" kata Natsu sembari mengusap bekas air mata Lucy yang masih menetes perlahan. Lucy mengangguk kemudian jatuh dipelukan Natsu, dia dapat merasakan hawa hangat dari tubuh Natsu.
'Ternyata Kami-sama memang mentakdirkan kita untuk bersama, Natsu' kata Lucy dalam hati.
"Natsu, ku-ku pikir kau menyukai Lisanna.. bukankah kalian teman masa kecil?" tanya Lucy tiba-tiba. Natsu menggeleng pelan,
"Teman masa kecil, tidak harus selalu bersama bukan? terkadang mereka harus berpisah dan mengikuti jalan masing-masing, demi masa depan mereka" ucap Natsu.
"Ayo, kuantar kau pulang!" Lucy mengangguk, kini matanya sudah tidak mengeluarkan air mata lagi. Karena dia sudah tau, Natsu akan selalu ada disampingnya. Sepanjang perjalanan pulang mereka hanya berbincang-bincang, tentang sekolah, dan lain-lain. Hingga sampai didepan rumah Lucy, Natsu mulai mengatakan sesuatu yang sangat ingin ia katakan sejak lama.
"Lucy, kau tau siapa yang mengirimi e-mail kemarin dan yang mengirimi mu surat itu?"
"Itu Sting."
"Bukan, itu aku."
"HEEH!?"
"Tapi Sting mengakui-nya kalau itu dia ..."
"Inisial nama-nya kan 'N' !"
"Dia bilang itu untuk April Mop"
"Hah? kurang ajar ! Berani-nya dia mengaku-ngaku seperti itu!"
"Tenanglah Natsu ! Semua sudah selesai kan?"
"Oh ! Lucy aku mau bilang sesuatu padamu, ini penting!"
"Apa itu?"
"Aku .. menyukai-mu" Lucy membelalakan matanya, pipinya kemudian memerah, semerah rambut Erza atau mungkin .. Lebih merah?
"N-Natsu ! Ja-jangan bercanda !"
"Apakah aku terlihat bercanda?"
"Tapi Lisanna .."
"Luce, sudah kubilang. Lisanna hanya kuanggap sebagai adikku, bukankah tadi sudah kujelaskan panjang lebar? dan kau masih bisa kaget?"
"Te-tentu saja aku kaget, bodoh!"
"Baiklah, jadi kau mau atau tidak?"
"Mau apa?"
"Kau masih bertanya!? Jadi Pacarku!"
"A-Ano .. A-Aku .. M-mau .."
"Baguslah ! Nanti malam aku akan menelfon mu ya ! Yah, hanya sekedar ngobrol sih.. " Lucy mengangguk sambil tersenyum,
"Akan kutunggu!" Natsu langsung tersenyum lebar mendengarnya,
"Baiklah, aku pulang dulu! Aku mencintaimu, Luce!"
"Aku juga cinta padamu, Natsu..." ucap Lucy ketika Natsu sudah menjauh. Tapi karena Natsu adalah Dragon Slayer, ia bisa mendengar jelas suara kecil Lucy itu.
10 tahun kemudian ...
"Kau bilang aku ini apa!?" teriak seseorang.
"Geez, aku bilang kau ini sangat berisik Natsu!" teriak seseorang lainnya.
"Stripper ! Dasar ! Kau mau berkelahi hah!?"
"Kau mau berkelahi? ayo!"
"Gray-sama, kau terlihat sangat kerennnn~" ucap Juvia.
"Hei kalian berdua ! Berhenti !" teriak seseorang.
"Lucy..?" ucap Natsu dan Gray.
"Natsu, berhentilah bertingkah seperti anak kecil! Kau juga Gray!" keduanya tetap bertengkar, tak peduli akan ucapan Lucy.
"Ice Make..."
"Fire Dragon..."
"Kalian berkelahi?" Erza mulai bersuara.
"DIAM!" ucap keduanya. Lucy geleng-geleng kepala sambil sweatdrop, apakah mereka berdua tak sadar siapa yang ada didepan mereka. Erza mulai marah, terlihat dari aura-nya yang gelap. Kemudian memberi Death Glare nya yang sangat menyeramkan itu. Membuat Natsu dan Gray sadar, siapa yang baru mereka teriaki.
"Kalian berdua, kemarilah ! Aku akan memenggal kalian!"
"TIDAAAAAAAAAAAAK!" Gray dan Natsu berlari-lari karena dikejar Erza.
CRAAAAAAAAAAK
Sebuah meja patah karena Gray yang berada di atasnya, membuat Erza memukul meja itu hingga terbelah dua. Alhasil Gray terpental jatuh, Juvia malah makin senang. Dasar aneh. Erza mulai mengincar Natsu yang sangat sulit ditangkap, tapi akhirnya kena pukul juga. Natsu terpental jatuh tepat didepan Lucy,
"Natsu, sudah kubilang kan. Kau tak apa?" tanya Lucy pada Natsu, ia mencoba membantu Natsu berdiri.
"Luce, mengingat masa-masa dulu, ne?" kata Natsu sambil menampakkan cengiran khasnya yang dibalas senyuman manis oleh Lucy. Lucy mengangguk,
"Kau masih seperti anak-anak Natsu! Kita ini sudah dewasa, terlebih kita sudah masuk ke guild seperti ini! Harusnya kau bisa menjaga kelakuan!"
"Ah, yang penting selama kau disini aku tak akan kenapa-napa. Kita kan, Mage dari Fairy Tail!" ucapan Natsu membuat Lucy kembali tersenyum,
"Dasar bodoh ..." Natsu kini sudah kembali berdiri dan mencari Gray yang entah terlempar kemana.
"Kami-sama, Arigatou karena telah memberikanku .. pasangan seperti Natsu..." kemudian Lucy duduk ke meja bar untuk berbincang dengan beberapa teman gadis lainnya.
THE END!
Minnaaaa ! Akhirnya, last chapter update nih! Hehehe, sebenarnya mau ku publish dari 1 April kemarin, makanya ada 'April Mop' nya. Tapi sayangnya nggak sempet terus, jadinya baru sempet publish hari ini, yah daripada aku ngedit lagi aku biarin aja walau hari-nya udah lewat XD Oh ya minna, gomen juga kalau ceritanya nggak jelas atau nggak nyambung ! Aku kurang berpengalaman memang, tapi berkat review-review kalian aku jadi makin bersemangat mengupdate fanfic ini meskipun aneh. Oh ya, kalian sudah nonton Fairy Tail seasons 2 ? Opening dan Ending nya Full of NaLu lho ! Yang belum nonton buruan nonton deh ! Dijamin, bakal fangirling. Oke, akhir kata. Mind to review ? ^^ Arigatou !
Salam hangat,
ferren
