Annyeong~

Sebenernya alasan Hye update cepet cuman gatel aja :3 ff ini sebenernya udah ada sampai chapter 4, cuman hye mau liat respon dari para readers dulu :D

Nah, Buat chapter 2 ini juga udah hye panjangin kok '-')/

Enjoy yaa :D Mian kalau mengecewakan /bow/

Prev :

"Appa ? Bisakah appa memindahkan kelas ku ? Aku ingin pindah ke kelas Kim Jaejoong. Aku merasa bahwa ia mungkin bisa membantu ku untuk meningkatkan nilaiku. " Tanyanya dengan senyum yang mengembang.

CHAPTER 2

"Nde? " Mr. Jung yang tak lain adalah ayah Yunho tentu saja terkejut. Sejak kapan anaknya yang tidak pernah mempedulikan kelas dan nilai, kini meminta agak kelasnya dipindahkan dengan alasan untuk meningkatkan nilainya. Ada apa dengan anaknya itu ?

"Apa kau yakin? " Tanya Mr. Jung setelah puas dengan pikirannya.

"Nde appa, aku serius. " Lanjut Yunho dengan yakin.

Sang ayah yang sudah mendengar keseriusan anaknya hanya bisa menghela nafas.

" Geure.. Arraso, Appa akan meminta Choi Sajangnim untuk memindahkan kelas mu" putus Mr. Jung akhirnya. Ia masih tak habis pikir kenapa anaknya bisa memutuskan hal secepat itu.

"Gomawo appa~" Balas Yunho.

Yunho POV

Aku segera menutup smarhphone ku dengan senyum yang tak bisa kuhilangkan ini. Senang ? Tentu saja. Tapi.. kenapa aku begitu tertarik pada namja itu ? Ah.. molla.. hanya saja terasa seperti ada magnet diantara kita.. Apa aku sudah jatuh cinta ?

"Ya! Yunho! " Panggil Yoochun yang segera membuyarkan lamunan ku.

"Nde? " Jawab ku sambil memandangnya.

"Kau meminta kepada appamu agar memindahkan kelas mu ke kelas Jaejoong ? Kim Jaejoong ? Ada apa dengan mu? " Tanyanya sambil menepuk pundak ku.

Aku yang mendengar pertanyaannya hanya tersenyum dan menaik-turunkan bahuku.

"Molla.. Aku hanya tertarik kepadanya, dan secara tak sadar aku sudah melakukan semua ini. " Jawab ku sambil tersenyum enteng.

Yunho POV End

Yunho hanya akan bersikap hangat dan lembut seperti ini ketika bersama sahabatnya. Di luar, ia akan bersikap dingin. Ia tidak pernah tersenyum kepada orang lain kecuali para sahabatnya dan keluarganya. Dan sekarang ? Sepertinya tersenyum sudah menjadi hobinya setelah ia mengenal seorang Kim Jaejoong. Apa ini pertanda ? Entahlah…

Yoochun yang melihat kelakuan sahabatnya tersebut hanya tersenyum kecil. Ia merasa bahwa sahabatnya kini sudah merasakan jatuh cinta.

"Yunho-ah.. kau ingin melihat Jaejoong kan ? Ayo kita makan di tempat Jaejoong bekerja. " ajak Yoochun

Yunho yang mendengarnya pun langsung beranjak dari tempat duduknya. "Kajja! " Ajak Yunho

Ya. Yoochun kini sudah memutuskan untuk membantu sahabatnya itu untuk mengejar seorang Kim Jaejoong. Ia tidak pernah menemui seorang pun yang bisa membuat Jung Yunho tersenyum sepanjang hari. Harus ia akui bahwa dirinya pun mungkin tak akan bias. Ia juga baru pertama kali bisa melihat kesungguhan dimata Yunho.

Jaejoong POV

"Aish.. sebentar lagi pukul 19.00 KST.. Pasti pelanggan akan berdatangan" Keluh ku sambil merapikan buku menu.

Junsu yang melihatku pun hanya tersenyum sambil menepuk punggung ku seolah member semangat. Sedangkan aku hanya bisa mengangguk pasrah.

Ting!

Bel pintu. Aku yang mendengarnya pun langsung mengambil buku menu. Pelanggannya merupakan 2 orang namja yang terlihat seumuran dengan ku dan Junsu. Aku segera menuju kemeja no. 5, tempat dimana mereka duduk.

"Selamat malam" ucap ku memberi salam sambil memberikan buku menu kepada mereka. Tak lupa aku memberikan senyum sehangat mungkin. Salah satu dari mereka terlihat memperhatikan menu, sedangkan yang satunya terlihat err.. memperhatikan ku ? Aku hanya diam sambil tersenyum menunggu pesanan mereka.

"Jjjangmyeon dengan cola. " Pesannya sambil menatapku dan memberikan buku menunya. Aku pun segera menerimanya dan mencatat pesanannya.

"Yunho-ah ? Kau pesan apa? " Tanyanya pada namja yang satu lagi

"Eh ? Aku sama seperti mu saja" Ucapnya sambil tersenyum kaku dan memberikan buku menunya. Aku pun tersenyum sekilas dan mencatat pesanannya setelah mengambil buku menunya. Setelah itu, aku berlalu meninggalkan mereka untuk memberikan pesanannya kepada bagian dapur.

Jaejoong POV End

Yunho POV

"Aih.. Bahkan dengan seragam kerjanya itu, ia masih terlihat menarik." Pikir ku sambil menatapnya. Entah mengapa, aku tidak bisa sedetikpun mengalihkan tatapan ku darinya.

"Ya! " Teriak Yoochun mengalihkan pandangan ku. Aku hanya meliriknya kesal.

"Kau terlihat seperti akan memakannya jika kau menatapnya seperti itu, pabo " Kata Yoochun sambil memukul kepala ku dengan sendok yang ia pegang.

Sekali lagi aku hanya meliriknya kesal sambil melanjutkan kegiatan ku. Menatap Jaejoong.

Yunho POV End

Junsu dan Jaejoong kerap kali sibuk untuk melayani pelanggan yang mulai berdatangan. Junsu yang bertugas mengantarkan makanan pun segera mengantarkan makanan ke meja Yunho dan Jaejoong.

Yoochun yang melihat Junsu seketika terdiam. Ya, mungkin kini yoochun telah merasakan hal yang sama dengan yang Yunho rasakan. Jatuh cinta.

Junsu segera meletakan pesanan Yunho dan Yoochun dengan tersenyum. Yoochun menerimanya dan membalasnya dengan senyuman juga.

Saat Junsu sudah berlalu, Yoochun segera menepuk punggung Yunho.

"Yunho-ah.. bukankah Junsu sekelas dengan Jaejoong ? Minta appa mu untuk memindahkan ku kekelas yang sama dengan mu. " Minta Yoochun yang tatapannya tak beralih sedikitpun dari Junsu.

Sedangkan Yunho hanya mengangguk sambil tetap menatap setiap hal yang dilakukan Jaejoong.

Makan malam Yunho dan Yoochun pun terasa lebih istimewa. Ya, karena mereka makan malam sambil memandangi orang yang telah membuat mereka jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Sedangkan Jaejoong dan Junsu yang merasa diperhatikan hanya berpura-pura tidak tau. Walau tak dipungkiri sebenarnya mereka juga merasa malu.

Keesokan Harinya

Tak seperti biasanya, Jaejoong dan Junsu hari ini datang lebih telat dari biasanya. Jika mereka akan datang 5 menit sebelum bel, hari ini mereka datang 1 menit sebelum bel.

"Aih.. rasanya badan ini sangat remuk…" Keluh Jaejoong sambil menepuk-nepuk punggungnya. Junsu pun juga melakukan hal yang sama.

Mereka hanya tidur beberapa jam karena semalam mereka harus lembur. Mereka berjalan memasuki kelas dan langsung meletakan kepala mereka diatas meja. Seakan-akan, kepala mereka sangat berat.

Cklek

"Pagi semua~ " sapa sang guru yang terlihat bersemangat. Berbeda dengan seisi kelas yang tak bersemangat.

"Hari ini, ada 2 murid yang akan pindah kekelas kita." Lanjut sang guru yang langsung mendapat teriakan dari murid murid sekelas terkecuali Junsu dan Jaejoong.

Yunho dan Yoochun yang merasa dirinya terpanggil pun segera memasuki kelas. Saat memasuki kelas, teriakan-teriakan langsung terlontar. Bagaimana tidak, 2 orang yang merupakan murid paling tampan di Cassiopeia International School akan berada dikelas yang sama.

"Tenang !" teriak sang guru. Murid-murid pun kembali tenang dan memperhatikan guru tersebut.

"Kalian pasti sudah mengenal Yunho dan Yoochun" yang langsung dibalas anggukan semangat oleh seisi kelas

"Arraso, kurasa kalian tidak perlu mengenalkan diri kalian lagi, kalian boleh menduduki kursi kosong didepan Junsu dan Jaejoong' putus sang guru dan langsung berlalu meninggalkan kelas. Sedangkan Yunho dan Yoochun hanya tersenyum senang saat mengetahui tempat duduk mereka sangatlah pas untuk mendapatkan perhatian dari Jaejoong dan Junsu.

Jaejoong POV

"Ais.. mengapa ribut sekali" keluh ku sambil mengangkat kepala ku.

"Aish.. harusnya kemarin aku tidak perlu lembur. " Ucap ku sambil menguap

Sedangkan Junsu masih saja tertidur, padahal sebentar lagi pelajaran akan dimulai.

"Junsu-ah !" panggil ku

"Ndee !" jawabnya sambil mengangkat kepalanya.

Setelah memastikan Junsu bangun, aku pun segera menyiapkan buku untuk memulai pelajaran.

Jaejoong POV End

Jaejoong dan Junsu yang masih belum menyadari bahwa ada 2 orang murid pindahan didepan mereka hanya diam saja dan melanjutkan pelajaran seperti biasa.

Saat mereka hampir tertidur kembali, mereka merasakan buku yang mengenai kepala mereka.

"Akkh !" Keluh Jaejoong

"Appo…" Tambah Junsu

Mereka langsung bangkit dan mendapati 2 orang yang tak lain adalah Yunho dan Yoochun. Yunho dan Yoochun pun langsung gugup namun, mereka mereka menutupinya dengan ekspresi wajah yang datar.

"Jika ingin tidur, pergilah ke UKS, kelas bukanlah tempat yang tepat untuk tidur" Ucap Yunho tanpa nada penyesalan. Wajahnya pun datar.

Sedangkan Yoochun hanya menatap mereka tanpa ekspresi dan segera membalikan badannya lagi.

Jaejoong dan Junsu pun hanya menggrutu kesal.

Junsu POV

"Aish ! Siapa orang berjidat lebar itu yang berani-beraninya memukul kepala ku.. Eh? Sejak kapan mereka ada dikelasku ? " Pikir Junsu sambil mengelus kepalanya yang masih terasa sakit.

"Yak ! Kau bahkan tidak meminta maaf setelah memukul kepala ku ? " Tanyaku kepada orang berjidat lebar yang tak lain adalah Yoochun.

Yoochun yang merasa namanya terpanggil segera membalik badannya.

"Ani' Balasnya singkat.

"Aish ! Aku bisa gila" pikir ku saat ini juga.

Junsu POV End

Jaejoong POV

" Ya ! Apa kau tak merasa bersalah setelah memukul kepala ku ? " Tanya Jaejoong sambil menatap Yunho dengan tatapan seolah ingin membunuhnya.

Yunho yang memang sudah pandai menyembunyikan perasaan hanya menatap Jaejoong dengan datar. "Ani. " Balasnya

Jaejoong yang kesal dengan perlakuan itu pun kembali bertanya

" Bukankah kau murid kelas lain ? Kenapa bisa ada disini ?" Tanyanya lagi

"Apakah tadi kau tidak mendengar pengumuman ? Sekarang kelas ku berada disini. Berhentilah bertanya dan lanjutkan pelajaran mu." Balasnya sambil membalikan tubuhnya ke tempat semula.

Jaejoong POV End

Hal itu terjadi pada Jaejoong maupun Junsu. Mereka hanya merutuki kesialannya dan terus mengumpat. Walau begitu, sebenarnya Yunho dan Yoochun tak tega. Namun mereka terlalu malu sehingga mereka berbuat seperti itu. Mereka mempunyai cara yang unik untuk menunjukan rasa saying merekaTak lama, kelas pun menjadi hening karena Cha Seongsae yang mengajar olahraga memasuki kelas mereka.

"Aku akan membagi kalian menjadi banyak kelompok. Satu kelompok akan terdiri dari 2 orang yang nantinya mereka akan jadi pasangan untuk pengambilan nilai lari berpasangan." Ucap Cha Seongsae to the point.

Ia kemudian memberikan gelas yang berisi kertas. Kertas tersebut memiliki nomor masing masing. Orang yang mendapatkan nomor yang sama akan menjadi pasangan. Gelas tersebut mulai berputar dari meja ke meja, meja Junsu, Jaejoong, Yunho, dan Yoochun juga lalu berlanjut.

Junsu mendapatkan nomor 4, sedangkan Jaejoong mendapatkan nomor 8.

"Jaejoong.. "

"Junsu…"

Jaejoong dan Junsu yang merasa terpanggil pun segera mengengok ke sumber suara.

Mereka langsung diam di tempat sambil memegang kertas mereka.

"Tolong jangan dia"

Hanya itu isi pikiran Junsu dan Jaejoong disaat yang sama.

-TBC-

KKK~~~/? Gomawo yang udah mau baca~~ semakin banyak reviews yang diberikan, hye semakin cepet update kok '-')/

Hye minta tolong hargain ya.. hye udah nulis segini, apa susanya kalian balas beberapa patah kata ?

Tolong hargain, setiap orang mau di hargain,, yang baca banyak, tapi yang reviews kenapa dikit.. /mojok/

Chapter ini mohon lebih dihargai ya.. klo reviews banyak, hye juga makin semangat buat ngepostnya :D

Hye juga janji gabakal nelantarin ff ini gitu aja '-')/

Jadi intinya... TOLONG REVIEWS NYA YA~~ /BOW SAMBIL GULING GULING/?

Next chapnya seru kok *-* /loh

Reviews juseyo :)