CHAPTER 3
Junsu dan Jaejoong merasa bahwa dunia lebih baik runtuh saja. Bagaimana tidak, 2 orang yang jelas-jelas membuat kepala mereka sakit, kini harus menjadi pasangan mereka dalam lari berpasangan.
Yunho POV
"Nomor 8 ? Aih.. semoga aku bisa berpasangan dengan Jaejeong" pikir ku sambil tersenyum.
"Chun-ah ? Berapa nomor yang kaudapatkan ?" Tanyaku kepada Yoochun.
"4" Jawabnya singkat. Aku hanya mengangguk.
Samar-samar, aku mendengar suara Jaejoong dan Junsu yang mengatakan bahwa mereka mendapat nomor 4 dan 8. Aku segera membalik kan tubuh ku. Begitu juga dengan Yoochun. Kami memanggil nama mereka secara bersamaan. Dan tebak ? Aku berpasangan bersama Jaejoong. Sedangkan Yoochun bersama Junsu. Bukankah Tuhan sangat baik ?
Setelah mengetahui pasangan masing-masing, kami segera pergi ke lapangan olahraga bersama pasangan kami. Aku lupa, Jaejoong dan Junsu belum mengetahui namaku dan Yoochun. Aku segera menarik tangan Yoochun dan membisikan sesuatu. Yoochun yang mendengarnya pun hanya menganggukan kepalanya.
"Jaejoong" Panggil ku kepadanya
"Junsu" Panggil Yoochun kepada Junsu
"Nama ku Yunho, kau sepertinya belum mengetahui nama ku kan ? tanyaku
Jaejoong terlihat berhenti memikirkan sesuatu. Sedangkan Junsu yang sudah mengetahui nama Yoochun hanya mengangguk.
Yunho POV End
Jaejoong POV
"Yunho ? Ah.. sepertinya aku pernah mendengar nama itu.. dan lagi sepertinya aku pernah bertemu mereka berdua… dimana ya.." Pikir ku sambil bertanya-tanya
"AH ! Aku ingat !" Seru ku
Yunho, Yoochun dan Junsu pun langsung melihat ke arah ku sedangkan aku melihat ke arah Yunho dan Yoochun.
"Kalian adalah namja yang semalam ke restaurant tempat ku dan Junsu bekerja kan ? " Tanya ku penuh selidik.
Junsu terlihat mengingat sesuatu
"Ne ! Kalian adalah 2 namja itu bukan ? Pantas sepertinya aku pernah melihat orang yang mempunyai jidat lebar seperti mu. " Ucap Junsu sambil melirik sinis Yoochun
Aku dan Junsu hanya menatap mereka dengan tatapan penuh Tanya.
"Ne, semalam, aku memang pergi ke restaurant tempat kalian bekerja, memang nya kenapa ? Bukankah itu hak kami ? " Tanya Yunho
Aku dan Junsu yang mendengarnya pun hanya menganggukan kepala
"Aniyo." Jawab kami serempak
Jaejoong POV End
Setelah sampai dilapangan, mereka diperbolehkan berlatih terlebih dahulu. Yoochun dan Junsu terlihat percaya diri. Berbeda dengan Yunho dan Jaejoong. Yunho sebenarnya jago dalam hal olahraga, namun sayangnya ia tau bahwa Jaejoong sangat buruk dalam hal olahraga.
"Junsu" Panggil Yoochun saat mereka sedang pemanasan
"Nde ?" Jawab Junsu
Yoochun tersenyum tipis.
"Aku akan memberimu apapun yang kau mau kalau nilai kita paling tinggi dalam lari berpasangan ini." Kata Yoochun penuh percaya diri. Ia dan Junsu sama-sama jago dalam hal olahraga, jadi bukan hal yang mustahil jika mereka bisa meraih nilai tertinggi.
Junsu yang mendengarnya langsung melompat kegirangan
"Arraso, Arraso ! Aku ingin boneka lumba-lumba yang besar jika kita meraih nilai tertinggi" Jawab Junsu dengan senyum yang tak pernah hilang.
Well, sepertinya Tuhan sedang baik pada pasangan Yoosu, berbeda dengan pasangan Yunjae
Yunho dan Jaejoong terlihat sedang melakukan pemanasan.
"Jaejoong, apakah kau bisa berlari ?" Tanya Yunho
Jaejoong yang mendengar pertanyaan itu hanya tertunduk
"Aku… tidak bisa" Jawabnya pelan
Yunho yang mendengarnya pun hanya mengehela nafasnya.
"Karena kau tidak bisa, maka aku akan berlatih bersama mu hingga bisa. Aku tidak ingin jika nilai tertinggi diraih oleh Yoochun dan Junsu, kau juga tidak ingin bukan ? " Tanya Yunho sambil menatapnya.
Jaejoong yang mendengarnya hanya mengangguk.
"Arraso, ayo kita berlatih." Ajak Yunho sambil mengikatkan pita dikaki kanan Yunho dan kaki kiri Jaejoong. Jaejoong terlihat takut. Ia takut mengecewakan Yunho. Yunho yang melihatnya hanya tersenyum dan menepuk pundak Jaejoong.
"Kita pasti bisa !" Semangat Yunho
Jaejoong yang mendengarya hanya tersenyum
"Tidak buruk." Pikirnya
Yunho dan Jaejoong berusaha berlari dengan kompak. Terdengar mudah bukan ? Namun ternyata hal itu sangat sulit bagi Yunho dan Jaejoong. Jaejoong sudah terjatuh berkali-kali. Luka goresan juga sudah banyak yang tercipta di tubuhnya. Sedangkan Yunho hanya mendesah frustasi setiap kali Jaejoong jatuh.
'Ah!" Sekali lagi Jaejoong kehilangan keseimbangannya, Ia kembali terjatuh. Namun tanpa sengaja kaki kirinya tersandung kebelakang, sehingga menarik kaki Yunho yang ikut terikat.
BRUKK
"Joongie!" Teriak Junsu yang melihat hal tersebut
"Yunho !" Teriak Yoochun
Yunho terjatuh menindih tubuh Jaejoong. Melihat hal tersebut, Junsu dan Yoochun hanya tertawa, mereka kembali melanjutkan latihan mereka.
'Yak ! Singkirkan tubuhmu !" Teriak Jaejoong pada Yunho
Yunho yang mendengarnya langsung menyingkirkan tubuhnya dan berdiri. Ikatan antara kaki mereka sudah terlepas karena Jaejoong terjatuh.
Saat Jaejoong berusaha berdiri, kakinya terasa sakit dan mengakibatkan ia hampir terjatuh. Untung Yunho dengan sigap menarik tangan Jaejoong dan menahan punggung Jaejoong agar tidak terjatuh. Yunho yang menyadari keanehan pada kaki Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya.
"Kakimu terkilir." Ucap Yunho sambil melihat kaki Jaejoong
"Sepertinya begitu…" Jawab Jaejoong tak yakin. Namun 1 hal yang pasti, kakinya sekarang sangat sakit. Beruntung jam pelajaran olahraga sudah berakhir. Cha Seongsae memutuskan untuk mengundur pengambilan nilai menjadi minggu depan.
Jaejoong berusaha untuk berjalan, namun hal yang sama kembali terjadi. Ia kembali di tolong oleh Yunho. Yunho yang tidak tega kepada Jaejoong akhirnya menggendong Jaejoong ala bridal style. Jaejoong pun hanya diam saja. Ia tidak berani menolak.
Junsu dan Yoochun yang melihatnya hanya tersenyum.
"Aih.. mengapa jantungku berdebar seperti ini' pikir Jaejoong dan Junsu disaat yang bersamaan. Wajah Jaejoong dan Junsu sudah memerah.
"Mian" Ucap Yunho.
"Tadi pagi aku sudah memukul kepala mu, dan sekarang menyebabkan kaki mu terkilir." Lanjutnya
Jaejoong yang mendengarnya hanya tersenyum
"Gwenchana… Gomawo sudah membantu ku" Balas Jaejoong sambil menutupi mukanya yang kini sudah memerah padam. Yunho yang melihatnya hanya tersenyum geli melihat perilaku Jaejoong.
Yoochun dan Junsu sudah masuk kelas lebih dulu. Entah sejak kapan, hubungan mereka menjadi akrab. Sedangkan sekarang Jaejoong baru memasuki kelasnya bersama Yunho yang masih setia menggendongnya. Ia dan Yunho baru saja dari UKS untuk mengobati luka-luka dan kaki Jaejoong.
Pelajaran pun berlanjut. Kini, tak ada lagi rasa canggung antara Junsu, Yoochun, Jaejoong, dan juga Yunho.
Sepulang Sekolah
Jaejoong dan Junsu sudah berangkat menuju restaurant tempat mereka bekerja. Tadinya Yunho yang khawatir akan kaki Jaejoong menawarkan tumpangan, namun Jaejoong menolaknya dengan ala an kakinya sudah tidak sakit.
Berbeda dengan Jaejoong dan Junsu, Yunho dan Yoochun masih setia dikelas mereka.
"Hari yang menyenangkan" Ucap Yunho
"Tak ku sangka bisa sedekat itu dengan Jaejoong" Lanjutnya
"Nde.. Aku bahkan tidak menyangka bisa berpasangan dengan Junsu" Tambah Yoochun
Walau terhadap Jaejoong dan Junsu mereka bersikap dingin, namun sebenarnya mereka sangat tergila-gila dengan Jaejoong dan Junsu. Cara mereka menunjukan rasa suka mereka berbeda, bukankah hal itu yang membuatnya istimewa ? Namun, sepertinya bukan rasa suka lagi, rasa suka itu kini sudah tergantikan dengan rasa cinta.
Keheningan yang tercipta akhirnya dipecahkan oleh Yoochun
"Yunho-ah" Panggilnya
"Nde ? " Jawab Yunho
"Aku ingin menyatakan perasaan ku pada Junsu" Balas Yoochun mantap
TBC
Gomawo yang udah mau baca~ maaf updatennya 'sangat' lama :3
Review juseyo :)
