Mood Swing (?)
Kuroko no Basuke Fanfiction
KnB © Fujimaki Tadatoshi-sensei
Story © Dee Kyou & LalaNur Aprilia
Rating : T (biar aman)
Genre : Romance, Humor
Warning: M-Preg, typo beredar, kenistaan merajalela.
Summary : Bagaimana cara para suami menghadapi mood swing dan amarah juga ngambek ala istri-istri mereka? Ingin tahu caranya? Lihat saja dalam fic hasil kolaborasi kembali antara Dee Kyou dan LalaNur Aprilia…
Pairing : Moriyama Yoshitaka & Izuki Shun
.
- MorIzu's Mood Swing Case -
.
Hari Minggu cerah, saat yang tepat untuk berpergian. Begitu pula dengan Moriyama dan Izuki yang sedang dalam perjalanan mengunjungi rumah Kouhai mereka, Kise dan Kuroko. Karena jarak rumah mereka yang tidak terlalu jauh, Moriyama dan Izuki berjalan kaki ke rumah Kise dan Kuroko. Namun disepanjang perjalanan, Izuki memasang wajah cemberut, berbanding terbalik dengan wajah Moriyama yang sumringah.
"Shun-kun, jangan cemberut begitu dong…" ujar Moriyama.
"Kalau begitu, lepaskan tanganmu dari tanganku." Jawab Izuki ketus.
"Nggak maaauuu…."
"Lepaskan atau aku akan minta cerai!"
"Itu juga aku gak mau, Shun-kun…. Aku tidak mau bercerai denganmu."
"Maka dari itu, lepaskan tanganku sekarang juga!"
"Tidak mau! Aku tidak mau cerai dan tetap tidak akan melepaskanmu, Shun-kun. Aku mohon padamu, kaulah separuh jiwaku. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Kau adalah segalanya bagiku. Akan kulakukan apa pun asal kau tidak menceraikanku." Rayuan Moriyama dimulai.
"… Melakukan apapun?" tanya Izuki dengan nada yang sedikit berbahaya.
"Hai!" jawab Moriyama antusias.
"Hmm…. Kalau begitu melawaklah di sini, sekarang juga! Buat aku tertawa dan terhibur!" perintah Izuki.
"Heh?! Melawak?" Moriyama tidak salah dengar kan? Dia disuruh melawak!? Apa kata dunia melihat designer terkemuka seperti dirinya melawak?
"Hai."
"Disini?"
"Hai."
"Sekarang juga?"
"Hai! Kepo banget sih!? Nanya mulu! Cepat melawak!" amuk Izuki.
"Ta-tapi ini tempat umum dan sedang ramai dengan orang-orang, Shun-kun…." Moriyama memelas.
"Terus? Ada masalah dengan itu?" ujar Izuki sadis.
"Ta-tapi…"
"Huh! Katanya tadi mau melakukan apa pun. Ini disuruh ngelawak aja gak mau. Yasudah, kita cerai!"
"Eeeehhh?! Baiklah, baiklah! Eeeemmm….." Moriyama memutar otaknya, mencari bahan lawakan.
"Cepat! Lama banget ngelawaknya! Aku tidak mau kelamaan disini karena kau kelamaan melawak! Ah, Kitakore!"
Moriyama hanya bisa sweat drop melihat Izuki. Ditengah emosinya yang labil dan mood swing-nya, Izuki masih sempat-sempatnya melakukan guyonan garing.
"Baik, baik….uuumm…. Ne, Shun-kun. Menurutmu kenapa gagak berkoak di sore hari?" tanya Moriyama memulai lawakannya.
"Karena kalau berkoak di pagi hari, ayam akan kehilangan pekerjaannya." Balas Izuki, membuat Moriyama manyun. Lawakannya gagal.
"Aaahh…. Kenapa Shun-kun tau…tidak asyik…. Tapi tidak apa-apa… Begitulah Shun-kun yang aku suka…" ujar Moriyama sembari berniat mencium pipi Izuki, namun Izuki segera menghindar darinya.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, Yoshitaka-san. Lagipula lawakan itu sudah basi, nenek-nenek ompong juga tahu lawakan itu. Melawak yang lain!"
"Baiklah. Apa bedanya aku dengan burung gagak?" Moriyama berusaha melawak lagi. Dan kali ini Izuki mengerutkan alisnya bingung mendengar pertanyaan Moriyama.
"Tentu saja berbeda. Gagak itu unggas dan kau manusia. Tapi kalau kau bertanya apa beda buaya denganmu, maka aku akan bilang, tidak ada bedanya. Karena kau adalah buaya darat, Yoshitaka-san." Balas Izuki ketus.
JLEB! Moriyama membatu di tempat. Sebuah pisau tak kasat mata menancap di jantung Moriyama. Bahkan istrinya sendiri menganggapnya buaya darat? Rasanya Moriyama ingin masuk ke dalam lubang saja.
"Cari lawakan yang lebih kreatif lagi, Yoshitaka-san." Lanjut Izuki.
"Tapi aku tidak bisa melawak…habisnya setiap aku melawak, aku akan terpesona pada wajahmu. Kamu manis sekali sih…." Moriyama ngeles sekaligus menggombal.
"Heeee….. Kalau begitu, melawak saja sambil menghadap orang-orang itu." Ujar Izuki sembari menunjuk ke arah belakang Moriyama. Moriyama berbalik dan mendapati banyak orang berkerumun di depannya, mendengarkannya melawak sedari tadi.
"Nah, mulai lawakanmu, Yoshitaka-san." Perintah Izuki manis. Diam-diam Izuki mengeluarkan smartphone-nya dan menyalakan fitur video. Sekali lagi, Moriyama hanya bisa pasrah dan mencoba melawak sebisanya. Dan hasilnya seperti yang sudah diduganya, semua orang terdiam seketika mendengar lawakan garing Moriyama. Moriyama mati kutu, ditambah lagi Moriyama mendengar dengan jelas pembicaraan dua gadis muda yang juga sedang menontonnya.
"Iiiiihhh….. Ganteng-ganteng culun." Ujar seorang gadis.
"Kepo, ih…" balas temannya. Lalu kedua gadis tersebut terkikik dan meninggalkan kerumunan. Dan Izuki menyeringai diam-diam mendengar pembicaraan kedua gadis itu.
'Bagus! Dengan begini Yoshitaka-san akan kapok menggombal cewek-cewek lagi.' batin Izuki. Ternyata seorang Izuki bisa mempunyai sifat posesif juga. Merasa puas dengan rekamannya, Izuki menyimpan smartphone-nya baik-baik.
"Saa, Yoshitaka-san. Ayo kita ke rumah Ryouta. Tetsuya sudah menunggu kita." Ajak Izuki sambil menggandeng tangan Moriyama. Moriyama pun mengekor di belakang Izuki sambil menundukkan wajahnya dalam-dalam. Sesampainya di rumah Kise, Izuki langsung menekan bel.
"Selamat datang Shun-senpai, Yoshitaka-san. Kalian lama sekali, semuanya sudah menunggu." Sambut Kuroko yang membukakan pintu depan.
"Maaf ya, Tetsuya. Berarti semuanya sudah datang ya?" tanya Izuki sambil masuk ke dalam rumah.
"Hai desu." Jawab Kuroko datar. Kuroko tanpa sengaja melihat Izuki dan Moriyama masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan. "Seperti biasa, kalian selalu mesra." Komentarnya.
"Ehehehehe…. Tentu saja… Kami kan saling mencintai… Ne, Shun-kun?" ucap Moriyama. Izuki tidak menjawab dan terus berjalan menuju ruang tamu, dengan tangan yang masih bergandengan dengan tangan Moriyama.
"Kalian lama, DaAho!" sembur Hyuuga begitu melihat Izuki dan Moriyama memasuki ruang tamu.
"Kau menggoda cewek lagi di jalan kan, Yoshitaka! Tidak heran suatu saat nanti Shun akan meminta cerai darimu." Sindir Kasamatsu pedas.
"Tadi aku sudah minta cerai kok, Yukio-kun." Jawab Izuki.
"Heeehh?! Shun-kun jangan bilang begitu, aaahh…" balas Moriyama sambil mencubit pipi Izuki dengan gemas. Dan Izuki langsung menyikut perut Moriyama, membuatnya tersungkur di lantai. Izuki dengan santai berjalan meninggalkan Moriyama yang kesakitan untuk duduk di sofa.
"Tunggu! Berarti kalian akan bercerai?" tanya Hyuuga kaget.
"Yoshitaka! Kau apakan putriku, hah!?" amuk Kiyoshi.
"Ti-tidak kuapa-apakn kok, Papa Teppei. Hanya kuhamili saja.." jawab Moriyama panik.
"Haaaahh….. Dasar bodoh." Kasamatsu menghela nafas pasrah mendengar kebodohan Moriyama.
"Kau! Dasar mahkluk mesum!" Kiyoshi semakin mengamuk.
"Tenanglah, Teppei. Lagipula sejak kapan aku jadi putrimu? Aku laki-laki. Dan Junpei, aku tidak jadi bercerai. Karena—" Izuki menggantung perkataannya.
"Karenaaa…?" Kise, Kuroko, Kiyoshi, Hyuuga dan Kasamatsu membeo.
"Shun-kun…. Jangan bilang kalau…" Moriyama was-was melihat senyuman Izuki yang sangat manis, namun di mata Moriyama senyuman itu sangat mengerikan. Perlahan-lahan Izuki mengeluarkan smartphone-nya. Masih tersenyum manis, Izuki berkata,
"Karena aku meminta Yoshitaka-san melakukan sesuatu."
"Apa itu?" lagi-lagi Kise, Kuroko, Kiyoshi, Hyuuga dan Kasamatsu membeo.
"Bagaimana kalau kalian melihat videonya saja?" tawar Izuki sambil menyerahkan smartphone-nya pada Kise.
"Ryouta! Cepat putar!" perintah Kasamatsu.
"Hai ssu!" dengan segera, Kise menyambungkan kabel data pada layar laptopnya. Dan video nista Moriyama melawak di tengah jalan pun terputar dengan sangat elit.
"Buahahahahahahahahahahaha!" Kise, Hyuuga dan Kasamatsu tertawa sambil memukul-mukul lantai. Sedangkan Kiyoshi menenggelamkan wajahnya di bantal sofa dan puas tertawa di balik bantal. Dan Kuroko berusaha mati-matian tetap berwajah datar sambil menahan tawanya dengan badan gemetar.
"I-ini…phhhuuuuhhh…epic-ssu… Wuahahahaha!" Kise kembali tertawa.
"Ry-kkhh… Ryouta-kun….puh… Tidak...so-sopan…menertawakan….hihihi…orang…seperti itu…" Kuroko menegur Kise, namun dia juga tidak bisa menahan tawanya.
"Kepoooooo! Buahahahaha!" ejek Kasamatsu.
"Culun! Jiakakakakak!" tambah Hyuuga.
"Ahahaha…. Sebaiknya kau tidak usah melawak lagi, Yoshitaka… Ppfftt… Bwahahaha…." Komentar Kiyoshi. Moriyama hanya duduk di lantai sambil memeluk lututnya, aura suram menguar dari tubuhnya. Sedangkan Izuki hanya tersenyum senang melihat 'suami'nya mundung karena diledek oleh teman-temannya.
"Shun-kun jahat… Hiks…." Moriyama ngambek. Izuki menghampiri Moriyama dan memegang tangan Moriyama.
"Gomen, Yoshitaka-san. Tapi aku tetap menyukai Yoshitaka-san biar pun kau tidak pandai melawak." Ujar Izuki sambil mencium pipi Moriyama. Moriyama memandang Izuki tidak percaya, lalu seulas senyum tersinggung di bibirnya. Dan Izuki pun membalas senyuman ceria Moriyama. Tidak tahan dengan aura pink yang dikeluarkan keduanya, Hyuuga dan Kasamatsu langsung mengahajar Moriyama dan Izuki.
"Jangan mesra-mesraan di depan kami!" marah Hyuuga dan Kasamatsu.
"Dan jangan goda anakku, Yoshitaka!" tambah Kiyoshi. Namun Moriyama tidak peduli dan semakin memeluk tubuh Izuki. Kuroko melihat datar kemesraan antara Moriyama dan Izuki.
"Tetsuyacchi kenapa ssu?" tanya Kise.
"Aku juga mau hamil, Ryouta-kun." Jawab Kuroko datar.
"Bbbuuuuurrrrrppphhhh! Ohok-ohok-ohok…" Kise langsung menyemburkan minuman yang diminumnya. Sedangkan para senior mereka menganga tidak percaya mendengar perkataan absurd Kuroko. Kuroko memandangi Kise dengan pandangan datar.
"U-uukkhh…. Jangan tatap aku seperti anak anjing yang akan dibuang begitu, Tetsuyacchi…" pinta Kise. Para senior mereka bingungn dengan perkataan Kise, karena di mata mereka wajah Kuroko tetaplah sedatar triplek.
"Tapi aku mau, Ryouta-kun." Ujat Kuroko.
"Uuukkhh… Hai… hai ssu… Nanti malam kita kerjakan ssu…" jawab Kise menyerah.
"Aku doakan kalian akan berhasil, Tetsuya. Agar anak ini punya teman nanti." Doa Izuki sambil mengelus perutnya.
"Hai desu. Doumo arigatou, Shun-senpai." Jawab Kuroko. Izuki tersenyum melihat Kuroko, dan Moriyama diam-diam bersyukur. Karena mood swing Izuki telah mereda. Tapi, satu jam kemudian, Izuki kembali berulah.
"Ne… Kau mencintaiku bukan, Yoshitaka-san?" tanya Izuki tiba-tiba.
"Itu pasti, Shun-kun. Seluruh cintaku, hatiku dan jiwaku hanya tertuju padamu." Jawab Moriyama. Hyuuga dan Kasamatsu hampir muntah mendengar rayuan Moriyama.
"Kalau begitu, kau mau mengabulkan permintaanku?" tanya Izuki lagi.
"Tentu saja. Sebutkan permintaanmu, Manis." Jawab Moriyama sambil menjawil dagu Izuki.
"Aku ingin melihatmu bernyanyi sambil menari ala girlband, dengan Teppei." Pinta Izuki sambil tersenyum. Moriyama langsung jatuh dari kursinya mendengar permintaan absurd Izuki.
"Ahahaha…. Boleh saja. Ayo, Yoshitaka." Ujar Kiyoshi.
"Nggak! Aku nggak mau!" tolak Moriyama.
"Katanya tadi kau cinta padaku dan mau mengabulkan permintaanku. Pembohong!" ujar Izuki ngambek sambil menggembungkan pipinya.
"I-ituuuu…. A-akuuu…" Moriyama langsung gugup.
"Aku mau kok menyanyi dan menari untukmu, Shun." Hibur Kiyoshi.
"Hontou?" tanya Izuki.
"Tentu saja. Seorang ayah tidak akan membuat putrinya menangis kan?" jawab Kiyoshi.
"Mou…. Teppei, aku bukan perempuan."
Moriyama menelan rasa dongkolnya melihat Izuki kini bermanja-manja pada Kiyoshi.
"Aaahh… Sudah jam segini. Aku harus pulang. Dan aku juga tidak mau mengganggu Ryouta dan Tetsuya membuat cucu untukku." Ujar Kiyoshi. Wajah Kise langsung merona merah mendengar perkataan Kiyoshi, sedangkan Kuroko tetap berwajah datar.
"Aku ikut denganmu, Teppei." Ujar Izuki.
"Ooohh… Tentu saja boleh, Shun." Jawab Kiyoshi.
"Apaaaa!? Tidak boleh!" larang Moriyama.
"Berisik! Kita sudah cerai!" jawab Izuki ketus.
"Heeeeehhh? Kapan kita cerai? Nande?" Moriyama meratap.
"Kau tidak mau menari dan menyanyi untukku, sedangkan Teppei mau. Jadi aku mau bersama Teppei saja. Ayo, Teppei!" ujar Izuki sambil menggandeng tangan Kiyoshi.
"Cho— Shun-kuuunn!" Moriyama mewek, memohon pada Izuki agar tidak meninggalkannya. Namun Izuki cuek dan tidak mempedulikan ratapan Moriyama. Izuki menggandeng tangan Kiyoshi dan mengajak Kiyoshi keluar dari rumah Kise dan Kuroko.
"Kalau begitu, kami pulang dulu, minna." Pamit Kiyoshi.
"Hai. Hati-hati di jalan, Teppei-senpai, Shun-senpai." Balas Kuroko. Moriyama langsung menangis meraung ditinggalkan oleh Izuki-nya. Dan hal itu membuat Kise sibuk menenangkan senpai-nya yang sangat lebay itu. Kasamatsu dan Hyuuga yang tidak mau peduli lagi dan pamit pulang pada Kuroko. Sepeninggalan Izuki, Kiyoshi, Hyuuga dan Kasamatsu, Kuroko memanggil Kise.
"Ryouta-kun."
"Hai ssu… Ada apa ssu?" tanya Kise.
"Kita punya acara yang tidak boleh diganggu. Jadi bisakah senpai Ryouta-kun yang sedang menangis itu segera pulang?"
Moriyama semakin menangis dan meraung mendengar ucapan Kuroko. Kise yang tidak enak hati, langsung berusaha menenangkan Moriyama dan membujuk Kuroko.
"Tapi Tetsuyachi—"
"Kalau kau membiarkannya tetap disini, aku akan pergi dari rumah." Ancam Kuroko memotong perkataan Kise.
"Maaf, Yoshitaka-senpai. Tapi, kumohon pulanglah." Ujar Kise sambil mendorong Moriyama keluar dari rumahnya.
"Buweeeeeeehhhhh… Hidoii…. Kalian semua hidoii!" Moriyama menangis meraung-raung di depan rumah Kise. Tidak lama kemudian, Moriyama diciduk oleh polisi karena tangisan dan raungannya mengganggu tetangga rumah Kise. Dan Moriyama semakin menangis meratapi nasib ngenes-nya.
.
- End of MorIzu's Case -
.
Ahahahahaha… Demi apa Dee dan Lala buat fic seperti ini…. Moriyama sangat menderita sekali…. Semoga Eisha-chan yang pengen baca penderitaan bang Mori bisa puas dengan fic ini…
O iya, buat yang udah review, Dee ucapin arigatou gozaimasu… maaf, ada beberapa reviewer yang belum Dee bales review nya via PM… Dee lagi sedikit sibuk…. Mohon reviewnya lagi yah….
O iya, bersama dengan fic ini, Dee juga publish fic baru…. Penggemar AoKaga silahkan berkunjung ke fic Dee…. #promosi# #digampar#
