Title: Weird Hobby of Jaejoong

Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Shim Changmin, Jung Jaejun, Jung Junho.

Genre: Family, romance-humor.

Rate: T

Disclaimer: They belong to themselves and God.

Author: Uci.

Summary: Ketika hobi aneh Jaejoong kambuh.

Enjoy my weird fic~ ^^

...

Hari minggu sore, dimana keluarga Jung sedang sibuk dengan aktifitas masing-masing. Si kepala keluarga yang baru saja selesai membabat beberapa tanaman yang sudah tidak di inginkan istrinya langsung bergegas mandi, sedang Jaejoong sendiri sedang terlihat sibuk dengan masakannya di dapur. Changmin juga sedang mandi, malah beberapa menit lebih dulu dibanding ayahnya –tapi memang Changmin keturunan Yunho yang betah sekali berada di dalam kamar mandi. Juni yang paling rajin sudah duduk manis menonton televisi bersama adiknya yang baru mau mandi kalau ayah atau ibunya yang memandikan –itupun setelah acara kartun kesukaannya selesai.

Jaejoong yang melihat Yunho sudah hilang dari sekitar pengawasannya segera mematikan kompor. Sambil tersenyum penuh arti, pria manis itu melepas apron hitam berlist merahnya. Dia melintasi ruang menonton televisi dan memberitahu kedua putranya supaya tetap tenang disana sampai ia kembali.

Dengan langkah mengendap, Jaejoong masuk ke dalam kamar. Dia menghela nafas lega saat tidak melihat Yunho disana –berarti Yunho sudah masuk ke kamar mandi. Hingga pria itu mengambil ponsel canggihnya di dekat bantalnya.

Jaejoong terkekeh sendiri setelah mengatur ponselnya ke kamera mode. Langkahnya tetap mengendap, mendekati pintu kamar mandi. Dia menempelkan telinganya disana, dan mendengar suara berisik shower juga suara khas suaminya yang suka sekali bernyanyi didalam kamar mandi.

Di dorongnya pelan pintu tersebut –kebiasaan Yunho memang tidak pernah mengunci pintu kamar mandi dan itu mempermudahnya untuk menyelinap diam-diam karena meskipun dia sudah masuk kesana, masih ada sebuah sekat yang berupa tirai dari plastik yang lumayan transparent hingga mempertontonkan siluet Yunho yang bergerak-gerak dibalik tirai tersebut.

Tawa Jaejoong hampir meledak saat melihat siluet Yunho seperti sedang menari bersama nyanyiannya. Yea, dulu pekerjaan suaminya memang sebagai back dancer seorang artis terkenal –dan kebetulan menari itu adalah hobinya, jadi wajar sampai sekarang pria berusia 35 tahun itu tidak bisa lepas dari hobinya –meskipun sejak anak kedua mereka lahir, Yunho memutuskan untuk berhenti dan mencoba mendaftarkan diri pada sebuah perusahaan swasta yang sampai sekarang ditekuninya menjadi salah satu anggota dari devisi bisnis.

Setelah menemukan posisi yang pas, Jaejoong yang duduk di balik tirai penyekat itu mulai menjulurkan tangannya yang memegang kamera kebalik tirai dimana suaminya sedang mandi sambil bernyanyi dan menari. Sambil menahan tawanya sekuat tenaga, Jaejoong menekan tombol pada ponselnya hingga sebuah bunyi khas kamera ponsel terdengar –mengalahkan shower dan nyanyian suaminya. Dia cukup terkejut karena dia lupa untuk merubah pengaturan suaranya, tapi dia sudah terlanjur tertangkap basah oleh suaminya. Pria itu menyibakkan tirai mandinya dengan gesit, tidak memberikan kesempatan pada Jaejoong untuk kabur sedikitpun.

"Hehe," Jaejoong tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa. Tangannya yang tidak menggenggam ponselnya terangkat dan membentuk huruf V dengan kedua jari telunjuk dan tengahnya.

Sedangkan Yunho memandang horror pada mahluk paling menawan sekaligus jahil sepanjang hidupnya. Astaga, hobi aneh Jaejoong kambuh lagi. Dia benar-benar kecolongan oleh istrinya sendiri. "Apa yang kau lakukan, Jae?!" serunya dengan nada yang menunjukkan kalau dia tak habis pikir pada tingkah istrinya yang kadang terlalu aneh.

Jaejoong berdiri dengan cepat dan menyimpan ponselnya kebelakang tubuhnya sambil mundur teratur. "Aku cuma ambil gambar sedikit kok," katanya sambil membuka pintu kamar mandi –meskipun pandangannya masih tertuju pada sang suami. Dia hanya bersiap-siap untuk lari kalau-kalau suaminya akan mengejarnya untuk merebut ponselnya, dan memaksanya lagi untuk menghapus semua yang sudah didapatnya dengan susah payah. Kali ini dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Yunho menarik handuk dan melilitkannya ke pinggang tanpa melepaskan pandangannya dari Jaejoong yang sudah siap siaga diambang pintu kamar mandi. Kali ini Yunho benar-benar tidak akan memaafkan istrinya yang suka jahil itu. Dia harus terlihat santai atau Jaejoong akan kabur saat itu juga. "Kalau kau ingin mengambil gambar bagian favoritmu, aku bisa melakukan beberapa pose," katanya dengan nada sesantai mungkin dan mulai melangkah mendekati istrinya yang terlihat bimbang apakah akan lari atau tetap disana.

"Bohong!" seru Jaejoong sambil semakin mundur.

Masih dengan aktingnya, Yunho berhenti dan berkacak pinggang ditempatnya. Dia menghela nafas, menyibakkan poninya kebelakang. "Untuk apa berbohong? Setelah aku pikir-pikir membiarkanmu menyimpan beberapa foto bugilku bukan masalah besar, kan?"

"Kalau begitu bugil sekarang!" perintah Jaejoong –masih harap-harap cemas kalau suaminya akan menyerang tiba-tiba. Dia tetap menyimpan ponselnya dibelakang tubuhnya, seolah itu benda paling berharga dalam hidupnya.

"Bukan masalah," Yunho mengangkat bahu dan menarik lepas handuknya dihadapan sang istri yang membulatkan mata besarnya. Dalam hati Yunho tertawa puas, sebentar lagi sang istri akan masuk perangkapnya. Hahaha –tawanya dalam hati. "Sudah kan? Ayo ambil gambarku," katanya menantang. Dia menyampirkan handuknya dibahu sebelah kanannya, dan membiarkan tubuhnya terekspos didepan mata yang sudah biasa melihatnya dalam keadaan yang sama, hanya situasinya saja yang berbeda.

Jaejoong masih tidak percaya kalau suaminya benar-benar pasrah sekarang. Padahal beberapa waktu lalu dia masih ingat sekali bagaimana suaminya yang terus memaksanya untuk menghapus foto-foto curiannya. Mungkin seiring berjalannya waktu, Yunho mulai membuka pikirannya bahwa membiarkannya menyimpan foto telanjangnya bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan –seperti yang dikatakan suaminya sendiri tadi. Baiklah, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Lain kali mungkin Yunho akan berubah pikiran kan. "Tahan sebentar," interuksi Jaejoong sambil mulai bersiap akan membidik tubuh telanjang Yunho dihadapannya. Dia mengarahkan ponselnya ke Yunho, berusaha mencari angel yang pas saat tiba-tiba sang suami sudah berlari dengan gesit ke arahnya. Dan dia tentu saja tidak sempat kabur, dan tertangkap dengan mudah. "Gyaaaahhhhh!" teriak Jaejoong karena terkejut dan merasa frustasi dalam dekapan sang suami.

Yunho tertawa penuh kemenangan –tapi juga tidak lengah terhadap istrinya yang meronta-ronta. Pria manis itu sedang berusaha mempertahankan ponselnya. "Kemarikan ponselmu!"

"Tidak akan!" Jaejoong menggeliat hebat dalam dekapan suaminya. Dia terus menjauhkan ponselnya setiap sang suami akan meraihnya. Duh, dia benar-benar apes kali ini –tidak jauh beda dengan waktu itu.

"Berikan padaku, Jae~" dengan suara yang dibuat-buat Yunho masih berusaha menggertak istrinya yang keras kepala.

"Tidak!"

"Kalau begitu aku akan menggelitikmu!" Yunho mendekap pinggang Jaejoong dengan sebelah lengannya yang kuat, dan sebelah lagi mulai menggelitik pinggang ramping tersebut hingga si empunya meronta hebat sambil tertawa dan mengeluh bersamaan.

"Yunho! ahhh! Anak-anak haha… dengar loh!" ujar Jaejoong dengan tawa dan keluhannya –sambil dia menggeliat tak tahan akibat gelitikan dari sang suami yang menggodai titik sensitif di pinggangnya.

Yunho terus menggelitik istrinya meskipun Jaejoong terus berteriak dan meronta minta dilepaskan, "Makanya berikan ponselmu~"

"Iya! Iya! Aku menyerah!" seru Jaejoong –sudah tidak tahan. Dia langsung bernafas lega saat Yunho menghentikan serangannya. Seperti habis melakukan olah raga lari, pria itu bernafas dengan cepat.

"Mana?" Yunho menodongkan tangannya ke depan wajah istrinya setelah melepaskan dekapannya. Dia tersenyum-senyum melihat Jaejoong yang berantakan.

"Ini…" Jaejoong mengulurkan tangannya yang menggenggam ponselnya –menyimpan tangannya di atas telapak tangan besar Yunho yang menantikan. "… dalam mimpimu!" setelah menjulurkan lidahnya, Jaejoong melesat keluar dari kamar mandi. Dibelakangnya Yunho langsung mengejar, dan membuatnya tak bisa kemana-mana selain mempertahankan posisinya diseberang ranjang dimana diseberangnya lagi Yunho sedang mengancam dengan tubuh polosnya. Handuknya yang hanya tersampir dipundaknya sudah jatuh ke lantai sejak tadi, dan tak ada yang peduli padahal baru kemarin Jaejoong mengambilnya dari laundry.

"Dasar penjahat licik," kata Yunho pada istrinya yang siap siaga diseberang ranjang tidur mereka.

"Daripada kau, tidak tau malu!" tunjuk Jaejoong pada suaminya yang telanjang bulat, lalu dia tertawa saat Yunho agak menutup bagian pentingnya dengan tangan kirinya.

Memang, meskipun usia mereka hampir berkepala empat –dan diluar ada tiga orang anak manusia yang mana hasil dari buah cinta keduanya –tapi terkadang sifat kekanakan mereka masih muncul pada saat-saat tertentu. Tidak peduli entah itu Jaejoong atau Yunho yang memulainya, mereka selalu punya waktu yang penuh dengan ketidakdewasaan yang setelahnya menimbulkan tanda tanya besar dari anak-anak mereka karena suara berisik yang berasal dari kamar sang orangtua.

Walaupun kekanakan, mereka merasa interaksi yang unik tersebut justru memberikan efek baik pada hubungan mereka –seolah mereka adalah sepasang remaja yang masih suka bermain-main dengan begitu banyak warna merah muda berbentuk 'cinta' berterbangan di sekitar mereka. Jadilah usia 35 itu bukan suatu masalah untuk mereka karena menurut keduanya segala sesuatu tak selalu membutuhkan kedewasaan. Seperti saat ini, kelakuan konyol mereka yang selalu membuat keduanya merasa tak pernah bosan ataupun jenuh karena mereka mendapatkan sesuatu yang berbeda setiap kalinya pada hubungan mereka ditambah perasaan mereka yang memang setia pada satu sama lain –hingga rasanya sangat sempurna.

"Siapapun tolong aku!" jerit Jaejoong saat Yunho sudah naik ke atas tempat tidur, siap menerkamnya yang berada diseberang.

"Kemarikan ponselmu, Jae!"

Dan sore itu, suami-istri tersebut tidak berhenti membuat keributan didalam kamar sampai beberapa lama.

...

Malam harinya –setelah anak-anak sudah pulas di kamar masing-masing, suami-istri Yunho dan Jaejoong masih terjaga di kamar mereka yang hangat ditambah sentuhan masing-masing yang semakin membuat suasana kamar begitu nyaman.

Yunho mengecup pundak Jaejoong yang membelakanginya dengan sayang, sebelah tangannya memeluk erat pinggang sang istri. Jaejoong balas memberikan sentuhan pada lengan Yunho di perutnya –mengusapnya dengan lembut untuk mengalirkan kehangatan yang lebih lagi.

"Kenapa kau suka sekali mengambil gambarku dan anak-anak saat sedang bugil, Jae?" gumam Yunho –masih mengecup kulit dipundak istrinya yang begitu lembut.

Jaejoong terdiam sejenak, seluruh tubuhnya merinding akibat sentuhan dari bibir suaminya dipermukaan kulitnya. Setiap jejak ciumannya meninggalkan rasa hangat sekaligus dingin yang enak. "Aku cuma ingin sesuatu yang spesial –yang orang lain tidak bisa lihat dari kalian," jawabnya jujur. Dia agak merengut begitu mengingat kalau Yunho sudah menghapus foto yang didapatnya tadi sore. Tapi dia tidak menghentikan gerakannya membelai bulu halus di tangan Yunho dengan jarinya.

"Kau kan tidak perlu mengambil gambar kami. Kau bahkan bisa melihatnya secara langsung –kapanpun kau mau," kali ini Yunho agak berbisik, lantas dia mengecup daun telinga istrinya –tentu saja hal itu membuat pria kesayangannya bergidik geli dan agak menggeliat. Yunho tersenyum puas dibalik pundak istrinya.

"Aku memang bisa melihat punyamu kapan saja aku mau, tapi kalau Changmin…" Jaejoong menggantung kalimatnya karena merasa kecupan Yunho beranjak ke tengkuknya –itu membuatnya tidak tahan hingga dia memilih untuk berbalik –jadi menghadap pada sang suami. Dia menatap suaminya yang memandangnya datar. "… sekarang dia tidak pernah menunjukkannya padaku," lanjutnya saat salah satu tangannya dibawa oleh suaminya ke wajahnya untuk di kecupi dengan lembut. Dia heran, kenapa suaminya ini begitu senang mencium.

Yunho mengecup telapak tangan Jaejoong yang halus, sampai dia merasa sangat gemas. "Tentu saja seperti itu, dia 'kan bukan anak kecil lagi," katanya –merambatkan kecupannya ke setiap ujung jari sang istri.

Jaejoong terdiam, membenarkan ucapan suaminya. Usia Changmin sudah 14 tahun –dan sepertinya sudah mengalami yang namanya mimpi basah (hanya perkiraan Jaejoong), jadi wajar jika sekarang dia enggan memperlihatkan tubuhnya pada orang lain –apalagi orangtuanya. Dan hal itu menimbulkan pemikiran yang macam-macam di kepala Jaejoong.

"Hey, Sayang," ujar Yunho didepan wajahnya –membuyarkan lamunan Jaejoong yang tidak-tidak.

"Hm?"

"Setelah aku pikir-pikir, bagaimana kalau kita rekam 'aktifitas' kita? Jadi setiap kita sedang tidak bersama, kita bisa melihatnya kan? Bagaimana menurutmu? Ide bagus kan?" kata Yunho dengan senyuman khasnya, dan hanya Jaejoong yang tau maksud dari senyuman itu –ditambah perkataannya yang ngawur. Jaejoong membulatkan matanya, tidak menyangka suaminya memiliki ide yang lebih gila dari hobinya.

"Enggak!" serunya sambil bergerak membelakangi lagi –dia bergeser ke depannya, seolah dia sangat risih pada suaminya.

Yunho ikutan bergeser, menempel pada punggung istrinya, "Ayo lah, Sayang~ ini lebih hebat dari sekedar gambar kan?" pria tampan itu menyentuh pundak istrinya yang terus mengelak.

Jaejoong menolehkan kepalanya, melihat pada suaminya dengan mata besarnya yang dibuat tajam. "Jangan aneh-aneh deh. Kalau secara tidak sengaja videonya tersebar, bagaimana?"

"Biar saja. Siapa tau setelah itu kita dapat tawaran untuk syuting yang begituan lagi dengan bayaran tinggi tentu saja. Miyabi kalah deh," ujar Yunho semakin tak masuk akal. Dan dia mendapat jitakan di keningnya dari sang istri.

"Ngelantur ah! Tidur sana!" Jaejoong menyikut dada Yunho dan memeluk gulingnya, masih dalam posisi membelakangi sang suami.

Bukannya menyerah, Yunho malah memeluk Jaejoong dengan erat. Dia yakin sebenarnya istrinya tidak benar-benar kesal. "Kalau nggak di rekam mau nggak?" tanyanya didekat telinga istrinya, dengan suara yang standar.

"Sekarang?" sahut Jaejoong seperti antusias. Dia menoleh, memandang suaminya.

Yunho tersenyum lebar atas reaksi istrinya. "Iya dong,"

"Tapi besok kamu ngantor kan?" kata Jaejoong mengingatkan. Biasanya mereka hanya melakukannya saat Yunho tidak harus benar-benar masuk pagi.

"Tidak masalah, Sayang. Aku punya banyak stamina kok," Yunho mulai meminta Jaejoong supaya menghadap kepadanya, dan keduanya jadi lebih mudah untuk saling menempel dan memandang.

"Satu kali aja ya?" gumam Jaejoong ketika Yunho sudah mengecupi wajahnya.

"Hm," balas Yunho juga bergumam. Dalam hati Yunho bertanya-tanya dengan geli, 'Memang, biasanya siapa yang suka minta nambah?'

Malam itu, suami-istri tersebut melalui malam mereka dengan panas. Dan seperti malam-malam sebelumnya, Jaejoong meminta suaminya untuk memberinya kenyamanan yang berikutnya –seolah dia lupa pada apa yang dia katakan sebelum mereka benar-benar bercinta dan melupakan fakta bahwa esok pagi Yunho harus ke kantor. Sebagai suami yang pengertian, Yunho tak pernah menolak permintaan istrinya, toh dia juga mendapat keuntungan. Soal dia yang harus bekerja esok pagi, itu akan mereka pikirkan setelah semuanya berakhir. Biasanya Jaejoong yang akan mengungkapkan rasa menyesalnya karena dia Yunho jadi terlihat lelah di pagi hari, tapi biar begitu setiap sudah terangsang Jaejoong seolah tak ingat pada apapun lagi selain dia, suaminya, bercinta.

...

-Fin-

Thanks for the attention~~ Sorry if I've made much mistake here ))))