Malam sudah berganti pagi, udara yang menyegarkan mulai masuk di antara celah-celah jalusi kamar Itachi, membangunkan Itachi yang tertidur pulas, berusaha membuka mata yang sangat berat untuk dibuka, mungkin lebih tepatnya malas untuk bangun di pagi ini. Namun, suara lembut Konan membangunkan Itachi yang setengah tertidur.

"Hmm,, aku sudah bangun Konan" Kata Itachi seraya menggerakkan semua tubuhnya, berharap semua otot yang kaku dapat kembali rileks.

Dikecupnya pipi Itachi, menyalurkan perasaan cinta kasih untuk suami tercinta. Dipeluknya Konan dengan lembut.

"Kau sangat mencintaiku ya?" Goda Itachi

"Ya, tentu. Karena hanya aku di dunia ini yang mau dekat dan mencintai seorang Uchiha." Kata Konan lembut seraya tersenyum. Sebuah senyuman yang menenangkan dipagi hari yang diterima Itachi

"Bukankah hari ini, kau akan ke tempat Sasuke?" Tanya Konan, yang hanya dijawab dengan anggukan Itachi "Kalau begitu, cepat bangun dari tempat tidur, mandi, sarapan lalu bergegaslah temui Sasuke"

Ditariknya tangan Itachi, memaksa si bungsu Uchiha untuk segera menjalani aktifitas di pagi hari ini. Setelah semua sudah siap, Itachi bergegas pergi menuju tempat Sasuke.

"Kau tidak sarapan dulu?Ayah sudah menunggu." Kata Konan

"Aku lewati untuk pagi ini, Si Tua itu pasti akan menanyaiku soal Sasuke lagi. Dan aku sedang tidak ingin membahasnya kali ini. Tolong katakan pada Ayah, aku sedang ada urusan mendadak." Kata Itachi seraya mencium kening Konan dan pergi.

Dilewati jalanan menuju tempat Sasuke. melewati jalanan ini serasa Dejavu bagi Itachi, hampir 5 tahun Itachi tak menginjakkan kakinya di kota kelahirannya ini. Setelah beberapa waktu perjalanan, Itachi pun telah sampai di tempat Sasuke.

Dengan sekali pencet bel, seorang gadis sudah membukakan pintu untuknya. Tampak keterkejutan di wajah Itachi, bertemu dengan gadis yang sedang membukakan pintu untuknya.

"Maaf, ingin bertemu dengan siapa?" Tanyanya lembut.

"Aku Itachi, kakak Sasuke. Apa Sasuke ada?"Tanya Itachi

"Tentu, silahkan masuk" Kata Hinata sedikit ragu.

"Kau siapa?"Tanya Itachi

"Namaku Hinata, Hinata Hyuuga. Saya di sini sebenarnya hanya untuk memastikan kalau Uchiha baik-baik saja." Kata Hinata "Uchiha masih tertidur. Kalau anda tidak keberatan, saya pergi dulu. Nanti begitu Uchiha bangun, tolong berikan bubur yang sudah kusiapkan, karena dari kemarin dia belum makan apapun. Terimakasih"

Saat Hinata akan pergi, Itachi menahannya.

"Tunggu, bisakah kau menunggu sampai dia bangun?Karena aku punya sedikit masalah dengannya. Jadi, akan lebih baik kalau pertemuan ku dengan Sasuke juga ada orang lain" Kata Itachi.

Meskipun tidak mengerti dengan maksud Itachi, Hinata pun menyetujui sampai Sasuke bangun dari tidurnya. Setidaknya dia yakin, nantinya Sasuke akan baik-baik saja setelah dia pergi. Apalagi, Hinata agak tidak yakin dengan orang yang mengaku sebagai kakak Sasuke.

Kalau dilihat dari segi wajah, Itachi sangat mirip dengan Sasuke. Tapi bagi Hinata, wajah mirip tidak menjadi jaminan kalau mereka bersaudara.

Mereka pun duduk berdua di ruang tamu. Manik hitam Itachi, melihat sekeliling, tak ada yang berubah dengan tempat Sasuke tinggal, semuanya sama, tetap dingin dan sepi. Sekilas, Itachi berkesimpulan kalau Sasuke masih belum punya seorang pendamping. Dilihatnya Hinata yang duduk berseberangan dengan dirinya. Diperhatikannya dengan detail, gadis berambut biru itu. Sepertinya, pencariannya tidak sesulit bayangannya.

Wajah Hinata sangat mirip dengan orang yang sedang dicarinya, apalagi Hinata bermarga Hyuuga. Mungkin ini yang dinamakan keberuntungan. Dan Itachi pun mulai mencari tahu.

"Apakah kau teman Sasuke?Kalau dilihat dari margamu, marga Hyuuga itu marga yang sangat jarang digunakan. Apa kau punya saudara lain?" Tanya Itachi

"Tidak bisa dibilang teman, karena pertemuan saya dengan Uchiha tidak disengaja." Jawab Hinata " Mengenai keluarga, saya tidak punya keluarga lain. Karena saya berasal dari panti asuhan"

"Bisakah kau tidak menggunakan kata "saya", buatku terdengar, kalau aku ini orang yang sudah tua" Pinta Itachi "Lalu, bagaimana kau tahu, kau bermaga Hyuuga?"

"Kenapa kau ingin tahu?" Tanya Hinata

"Karena aku punya teman yang juga bermarga Hyuuga" Jawab Itachi

"Benarkah?Apa kau bisa kenalkan padaku?" Tanya Hinata antusias

"Hei,Hei, kau belum jawab pertanyaanku." Kata Itachi protes

Hinata tersenyum

"Maaf, aku terlalu antusias. Jarang aku dengar, ada orang yang bermarga sama dengan ku. Kemungkinan aku punya keluarga sangat besar, saat kau bilang kau punya teman bermarga Hyuuga. Aku mendapatkan marga Hyuuga, karena kata ibu panti, saat aku diletakkan di panti ada sebuah surat yang menyatakan tanggal lahir dan juga nama." Kata Hinata.

"Benarkah kau tidak pernah mendengar nama marga Hyuuga?" Tanya Itachi "Padahal keluarga Hyuuga sangat disegani".

"Begitu ya," Kata Hinata lirih, terlihat semburat pink di pipinya. Hinata hampir tidak pernah mengikuti perkembangan issue dunia, yang dia lakukan hanyalah berkutat pada pekerjaan yang dia jalani. Jangankan melihat acara berita di tv, terkadang makan pun sering dia lewati.

"Setahuku, keluarga Hyuuga semua berambut coklat. Tapi kenapa rambutmu berwarna biru?" tanya Itachi

"Benarkah?Apa itu artinya aku bukan termasuk keluarga Hyuuga?" Tanya Hinata

"Kalau soal itu aku tidak tahu." Kata Itachi

"Bisakah kau mempertemukanku dengan temanmu itu?" Pinta Hinata

Belum sempat Itachi menjawab, Sasuke ternyata sudah terbangun dari tidur panjangnya.

"Kelihatannya kalian akrab sekali. Ada apa kau kesini Itachi?" Tanya Sasuke ketus

"Kau ini, masih tidak sopan, sama seperti dulu. Panggil aku kakak. Aku kesini hanya ingin melihat wajah kusutmu itu. Dan memastikan, apakah kau masih sehat atau sekarat atau bahkan sudah mati." Jawab Itachi tak kalah ketusnya

"Seperti yang kau lihat, aku masih sehat. Sebaiknya kau harus menunggu 6 bulan lagi untuk melihatku benar-benar mati." Kata Sasuke.

"Kau lihatkan Hinata, untung kau ada disini. Kalau tidak, aku dan si bodoh ini pasti akan saling hantam." Kata Itachi

"Kau, Hyuuga, kenapa masih ada di sini?" Tanya Sasuke.

"Aku menunggumu bangun. Aku sudah siapkan bubur untuk kau makan. Kemarin kau belum makan apa-apa. Kata dokter Shika, kau harus makan bubur." Kata Hinata lembut. Ditariknya tangan Sasuke, mengajaknya ke meja makan, berusaha mengalihkan pertengkaran dua saudara yang semakin menjadi. Dengan menurut, Sasuke pun mau diajak ke meja makan.

"Jadi, aku kalian biarkan bengong sendiri?melihat kalian makan?aku ini belum sarapan?" Kata Itachi merajuk.

"Kalau kau mau, aku sudah siapkan roti panggang." Kata Hinata

"Kenapa kau tidak makan di rumahmu saja" Kata Sasuke ketus. "Merepotkan"

Bak orang tuli, Itachi bergabung dimeja makan bersama Sasuke dan Hinata. Mereka bertiga menikmati sarapan pagi dengan "tenang".

"Maaf, bisakah kalian makan dengan tenang?tidak perlu bertengkar" Kata Hinata

"Tidak bisa" Kata Itachi dan Sasuke kompak

Alhasil, Hinata melihat tontonan gratis yang membuatnya senyum-senyum sendiri, melihat tingkah Sasuke dan Itachi seperti anak-anak.

"Baiklah, Uchiha. Aku harus pergi." Kata Hinata berpamitan.

"Akan ku antar" Kata Sasuke "Lagipula aku tidak mau berlama-lama dengan dia."

"Tapi, hari ini aku ada janji dengan dokter Shika. Jadi kau tidak perlu mengantarku."

"Untuk apa kau bertemu dengan Shikamaru?" Tanya Sasuke heran

"Hari ini dia ada operasi, dan dia butuh darah untuk operasinya hari ini. Karena, dia kekurangan stok darah. dan lagi darahku cocok dengan pasien yang akan dia operasi hari ini." Kata Hinata

Sasuke termenung, ada yang aneh dengan sahabatnya, Shikamaru. Sejak kapan Shikamaru mengoperasi seseorang. Dan lagi dia bukan seorang dokter bedah.

"Tak apa, ku antar. Lagi pula aku juga punya urusan dengan Shikamaru" Jawab Sasuke

"Aku ikut" Kata Itachi

"Tidak ada yang mengajakmu ikut" Kata Sasuke ketus

"Aku juga ada urusan dengan kepala nanas itu. Ada hal yang ingin aku bicarakan dengannya." Kata Itachi. " Lagi pula aku bawa mobil sendiri, jadi aku tidak perlu numpang di mobilmu. Dengan kata lain, aku tidak ikut denganmu" Kata Itachi lagi

Itachi juga berpikiran sama dengan Sasuke, sangat tidak mungkin bagi Shikamaru mengoperasi seseorang. Pasti ada kaitannya dengan gadis yang bernama Hinata. Kalau benar, maka apa yang dicari Itachi, sekarang berada di depan matanya. Orang yang selama 5 tahun ini dia cari.

XXX

Di dalam Laboratorium kesayangannya, Shikamaru bereksperimen dengan sample darah milik Hinata. Terlihat dari raut mukanya yang senang, sepertinya dia sudah mendapatkan apa yang dia cari. Tenten yang melihatnya sedikit curiga.

"Apa kau sudah mendapatkannya Dokter?" Tanya Tenten

"Kau benar. Sample darah ini, lebih dahsyat dari sample darah sebelumnya. Dan kurasa, kita akan menemukan penawarnya." Kata Shikamaru optimis.

"Wah!Syukurlah" Kata Tenten yang juga ikutan bahagia.

"Bukankah hari ini, gadis yang bernama Hinata itu akan datang?" Tanya Tenten

Shikamaru mengangguk

"Lalu apa rencana anda?" Tanya Tenten lagi

"Aku memintanya untuk menyumbangkan darahnya untuk kita. Tapi jangan bilang padanya,kalau kita butuh untuk penelitian kita. Bilang saja, kalau kita akan melakukan operasi dan kita sedang kekurangan darah, dan kita butuh darahnya untuk itu." Kata Shikamaru panjang lebar.

Tenten mengangguk tanda mengerti

"Tapi Dok, apa dia tidak akan curiga?" Tanya Tenten

"Aku yakin 100% tidak. Tahu kenapa?karena dia tidak tahu, aku ini sebenarnya dokter apa." Kata Shikamaru lagi

"Yah!terserah pada anda dok" Kata Tenten

Dalam beberapa saat, Hinata, Sasuke dan Itachi sudah berada di depan pintu laboratorium Shikamaru.

Dengan tidak sabaran Sasuke, masuk kedalam. Membuat 2 makhluk berlainan jenis itu, spontan mengarahkan pandangan pada orang yang masuk dengan tiba-tiba.

"Shikamaru!bisa kau jelaskan padaku ada apa semua ini?" Tanya Sasuke

Shikamaru terbengong-bengong, mendapat pertanyaan secara tiba-tiba dari Sasuke. Otaknya belum memproses apa yang terjadi. Setelah Hinata muncul di balik punggung Sasuke, akhirnya Shikamaru mengerti.

"hah!Merepotkan" Kata Shikamaru lirih seraya mendengus.

"Tenten, cepat kau ambil darah gadis itu. Sementara aku akan mengajak Sasuke ngobrol dan mengalihkan perhatiannya." Kata Shikamaru lirih.

"Baik Dok" Kata Tenten lirih tapi mantap

Dihampirinya Sasuke yang masih berdiri didepan pintu. Bermaksud mengajak Sasuke mengobrol, tapi betapa kagetnya Shikamaru, ternyata Sasuke bersama Itachi, kakak kandung yang sangat merepotkan

"Benar-benar merepotkan" Kata Shikamaru lagi

"Siapa yang kau bilang merepotkan hah?"Tanya Sasuke sedikit kesal

"Kakakmu tentu saja" Kata Shikamaru, terselip dalam pikirannya nama Sasuke, setelah kata "kakak" meluncur dari mulutnya.

"Yo, kepala nanas!apa kabar?" Sapa Itachi

"Apa kau tidak punya sopan santun?Aku ini punya nama. Jangan memanggil nama orang seenaknya." Kata Shikamaru sangat kesal. Dari mana ide kepala nanas muncul dari otak jenius si bungsu Uchiha ini, Shikamaru yang juga tergolong jenius pun, juga tak habis pikir dari mana ide itu muncul.

" Kenapa si brengsek itu bisa bersamamu?" Tanya Shikamaru

"Dia bilang ada urusan denganmu." Jawab Sasuke santai

"Lalu, bagaimana keadaanmu?" Tanya Shikamaru "Kejadian kemarin membuatku cemas"

"Seperti yang kau lihat. Dengan keadaanku saat ini aku bisa melakukan hal ekstrem apapun. Kalau saja orang itu bukan kakakku, mungkin sekarang aku sudah menghajarnya sampai babak belur" Kata Sasuke

"Lalu, bagaimana perkembangannya?" Tanya Itachi

"Bukan urusanmu" Kata Sasuke " Kalau urusanku sudah selesai, baru urusanmu. Jadi, jangan campuri urusanku."

"Ya,ya baiklah. Kalau begitu aku mau lihat-lihat" Kata Itachi seraya meninggalkan Sasuke dan Shikamaru.

"Kalau dilihat dari kejadian kemarin, sepertinya effect kutukan itu sudah mulai bekerja. Dan itu diluar dugaanku. Ku pikir kau akan merasakannya 3 bulan sebelum peringatan hari kelahiranmu. Tapi, ternyata 3 bulan lebih cepat." Kata Shikamaru " Untung saja waktu itu, masih ada 1 sample darah yang tersisa yang belum aku gunakan. Jadi, aku suntikkan itu padamu."

"Jadi, sekarang aku akan mati bahkan sebelum peringatan hari kelahiranku?" Tanya Sasuke

"Waktu itu, aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan sample darah itu. Tapi, waktu aku bertemu dengan Hinata, kepercayaan diriku bangkit dan aku optimis kalau gadis itu bisa membantu. Dan kau tahu apa hasilnya?" tanya Shikamaru

Sasuke menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan Shikamaru.

"Sel-sel darah yang ada didalam darah Hinata, sangat ampuh memurnikan sel-sel darahmu yang rusak." Kata Shikamaru " Dan aku yakin, Hinata adalah orang yang selama ini kita cari"

"Jadi alasan kenapa kau meminta darahnya karena darahnya bisa memurnikan darahku?" Tanya Sasuke

"Betul." Jawab Shikamaru singkat tapi meyakinkan."Tapi, aku masih belum menemukan cara, bagaimana agar darahmu benar-benar murni."

"Tak apa, setidaknya kau sudah menemukan objek dari penelitianmu." Kata Sasuke " Dan yang terpenting tidak mencelakakan orang saja"

"Apa maksudmu?" Tanya Shikamaru

"Aku hanya tidak ingin ada sebuah ide mengerikan muncul dari otakmu itu." Kata Itachi sekonyong-konyong, membuat Sasuke harus memendam kekesalan pada Itachi.

"Bukankah sudah ku bilang, jangan urusi urusanku." Kata Sasuke kesal

Shikamaru bingung dengan perkataan Itachi. Memangnya ide mengerikan apa yang akan muncul dari otaknya. Ada sesuatu yang Itachi ketahui soal kutukan Sasuke, dan sepertinya kali ini dia harus mencari tahu dari Itachi.

"Baiklah aku pergi. Sampaikan salamku untuk paman dan bibi." Kata Sasuke.

Dilihatnya sekeliling, dilihatnya Hinata masih terbaring dengan jarum dan selang yang mengalirkan darahnya keluar menuju kantong darah. di hampirinya Hinata yang sepertinya terlihat gugup.

"Kau baik-baik saja?Apa sakit?" Tanya Sasuke

Hinata menggeleng

"Awalnya sakit, tapi setelah darahnya keluar, jadi tidak sakit lagi. Apa kau mau pergi?" Tanya Hinata

"Begitulah. Tapi, aku sudah janji akan mengantarkanmu pulang. Sementara ini aku akan menunggu." Kata Sasuke "Apalagi kau baru saja donor darah, jadi mungkin nanti akan sedikit pusing. Hari ini aku traktir makan. Pagi ini aku hanya makan bubur dan aku masih lapar. Jangan menolak. Anggap saja ini ucapan terimakasihku"

Hinata tak bisa membantah. Sepertinya, hari ini dia akan ijin kerja.

Disaat bersamaan, Itachi mengajak Shikamaru keluar dari rumah sakit tanpa sepengetahuan Sasuke.

Di kantin rumah sakit, Itachi dan Shikamaru duduk di bagian pojok kantin. Raut muka serius di wajah Itachi, meyakinkan Shikamaru memang ada permasalahan yang ingin Itachi diskusikan dengannya.

"Apa yang ingin kau bicarakan denganku Itachi?" Tanya Shikamaru

"Cih, kau memang tidak ada sopan sopannya ya. Sepertinya kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan." Kata Itachi

Terlihat mimik wajah Shikamaru yang bingung dengan perkataan Itachi.

"Hinata yang ku maksud" Kata Itachi menjawab kebingungan Shikamaru

"Ada yang harus kau ceritakan padaku dulu, sebelum aku menjawab pertanyaanmu. Kenapa kau sangat tertarik dengan Hinata?Lalu apa maksudmu dengan ide mengerikan yang mungkin akan muncul dari otakku?Apa kau punya suatu rahasia yang tidak aku tahu soal kutukan Sasuke?" Tanya Shikamaru bertubi-tubi.

"Hei kau bertanya atau menginvestigasiku?pertanyaanmu terlalu banyak. Aku sampai tidak ingat apa saja yang kau tanyakan. Sepertinya aku sudah tahu apa yang menarik dari gadis itu. Kalau tebakanku benar, penawar untuk kutukan Sasuke adalah darah Hinata kan. Tapi kau masih belum menemukan cara untuk menghilangkan kutukan itu dari Sasuke kan." Kata Itachi

Shikamaru diam, dia tidak menyangka tebakan Itachi benar, sekalipun Itachi tidak tahu persis, kondisi Sasuke yang sebenarnya.

"Kau tidak perlu basa-basi Itachi. Apa yang kau ketahui soal kutukan itu?Aku yakin kau pasti sudah mendapatkan apa yang kau cari selama ini. Katakan padaku, setidaknya aku tahu apa yang harus kulakukan." Kata Shikamaru

"Kau terlihat putus asa Shikamaru." Kata Itachi seraya berdiri hendak meninggalkan Shikamaru "Kalau saatnya tiba nanti, aku pasti akan menceritakan semuanya dan tentu keberhasilan menghilangkan kutukan sialan itu, bergantung padamu nantinya. Aku sudah mendapatkan jawaban darimu soal Hinata. Terimakasih. Aku akan menghubungimu lagi saat waktunya tiba"

Shikamaru terdiam, mencerna perkataan Itachi. Ada yang tidak dimengerti Shikamaru, mengapa tidak saat ini Itachi menceritakan padanya semua yang harus dia ketahui, apa maksud disaat yang tepat. Shikamaru tidak bisa menemukan jawaban yang memuaskan pertanyaan-pertanyaan yang berseliweran di otaknya. Hanya satu yang pasti, dia akan mencari cara untuk memurnikan darah Sasuke seluruhnya. Dan keyakinan akan mendapatkannya, sudah terpatri dalam hatinya.

Itachi meninggalkan rumah sakit dengan membawa berita yang sangat membahagiakan untuknya.

"Shino, aku ingin kau mencari tahu soal Hinata Hyuuga. Aku ingin semua info soal dia. Apapun, sedetail-detainya." Kata Itachi

XXX

"Uchiha, ayo kesini!" Panggil Hinata

"Kenapa ketempat seperti ini?" Tanya Sasuke

"Kau tidak suka?" Tanya Hinata. Tak ada jawaban dari Sasuke "Maaf ya, aku tidak tahu kau tidak suka tempat seperti ini"

"Bukan itu, bukannya aku tidak suka. Hanya saja, kalau orang-orang berhasil mengenaliku, aku bisa dalam masalah besar." Kata Sasuke

"Aku yakin tidak ada orang yang akan mengenalimu. Percayalah." Kata Hinata optimis.

"Kau yakin sekali." Kata Sasuke

Hinata tersenyum dan sesekali tertawa.

Cukup dengan kacamata hitam ala mafia Yakuza dan topi hitam bergambar naga dengan sulaman benang warna emas, membuat penampilan Sasuke terlihat seperti seorang mafia yang patut dijauhi.

Sambil berjalan-jalan menikmati jajanan pedagang kaki lima, Hinata sesekali mencicipi makanan lain yang dijajakan disana. Tampak Hinata sangat menikmati jajanan yang disuguhi oleh pedagang-pedagang itu.

"Cobalah ini" Kata Hinata seraya meyodorkan sekotak takoyaki.

Sasuke menggeleng, menolak tanpa harus berkata apapun.

"Kenapa?takut kalau ini beracun?atau takut perutmu nanti akan sakit?" Tanya Hinata.

"Bukan itu. Hanya saja aku tidak pernah makan makanan seperti itu. Bukannya aku tidak tahu, aku hanya tidak ingin memakannya." Kata Sasuke "Kalau kau sudah selesai, ayo cepat kita pergi dari tempat ini"

"Baik. Tapi kau harus mencoba takoyaki ini dulu." Kata Hinata

Sasuke tidak bisa menolak lagi. Setidaknya dia hanya mencicipi sedikit takoyaki, dan dia bisa dengan segera meninggalkan tempat yang ramai dengan manusia,yang kemungkinan akan mengenalinya.

Diambilnya sedikit takoyaki yang dibawa Hinata, dimasukkannya kedalam mulutnya. Sedikit mengunyah lalu menelannya.

"Bagaimana?Enak kan?" Tanya Hinata

Sasuke mengangguk. Dan tanpa sadar, tangannya mengambil sisa takoyaki yang dia ambil lalu melahapnya. Hinata tersenyum dan dalam hati dia yakin, Sasuke menyukai takoyaki. Dengan segera Sasuke dan Hinata, beranjak menghindari keramaian kota. Perlahan hiruk pikuk kota terdengar samar-samar.

Hinata terlihat gusar. Terkadang dia melihat ke arah kanan dan kiri. Sasuke pun sedikit curiga.

"Hyuuga, jangan bilang kau tersesat" Kata Sasuke berhasil membongkar kegusaran Hinata

"Um.. itu.." Hinata hanya menggumam "Sepertinya begitu"

Sasuke menghela nafas panjang. Ditatapnya Hinata yang tertunduk.

"Ya, tak apalah. Ayo pulang, kita naik taxi saja. Ku antar kau kerumahmu." Kata Sasuke " Jangan bertanya, bagaimana aku bisa tahu rumahmu. Ikut saja aku. OK!"

Hinata mengangguk, tak ingin menambah mood Sasuke lebih buruk.

XXX

Di dalam Mansion yang megah, Hyuuga yang lain sedang mengamati lembaran foto yang di pegangnya.

"Bagaimana?apa dia orang yang kau cari Hyuuga?" Tanya seseorang yang sedang berdiri di depannya.

"Bagus. Aku ingin kau segera mencari asal-usul gadis ini. Dimana dia tinggal, dengan siapa, pokoknya semua tentang dia. Kau mengerti Shino" Kata si Hyuuga

"Tentu. Aku akan lakukan apa saja agar kau bisa mendapatkan gadis ini. Sesuai dengan harga yang telah kau berikan padaku. Aku tidak akan mengecewakanmu." Kata seseorang yang bernama Shino. "Aku pergi"

Shino dengan langkah santai, meninggalkan Si Hyuuga yang masih terduduk tenang di kursinya yang nyaman.

Baru melangkah beberapa langkah, Shino membalikkan badannya.

"Sepertinya gadis periang itu, tidak tahu kau orang yang seperti apa. Melihatnya tertawa riang, tak kusangka dia dekat dengan orang menakutkan sepertimu" Kata Shino

"Tutup mulutmu, aku membayarmu bukan untuk mengurusi masalah pribadiku. Cepatlah pergi, atau kau ingin aku menutup mulutmu selamanya. Tak sulit untukku mencari penggantimu, Shino" Kata Si Hyuuga tenang tapi kata-kata yang meluncur dari bibir tipis Si Hyuuga membuat bulu kuduk Shino merinding.

Dengan segera, dia meninggalkan Si Hyuuga yang menakutkan itu. Di koridor, dia berpapasan dengan gadis yang mereka bicarakan tak lama tadi. Tanpa menyapa bahkan melihat, keduanya berpapasan dengan diam.

"Neji, ayo! Bukannya kita akan jalan-jalan?" Kata Sakura seraya tersenyum manis

Neji yang duduk tenang, memasukkan foto-foto yang Shino bawa untuknya didalam laci lalu berdiri dan menghampiri Sakura.

"Tentu" Kata Neji singkat seraya tersenyum.

"Ehm, dia itu siapa?Jujur saja auranya membuatku merasa terintimidasi" Kata Sakura

"Seorang teman. Kau tidak perlu khawatir, dia orang yang baik. Dia sangat membantuku dalam banyak hal" Kata Neji "Bagaimana kalau kau beritahu aku, rencana kita malam ini?daripada harus membicarakan hal yang tidak penting"

"Itu rahasia, kau ikut saja dan jangan banyak bertanya" Kata Sakura tersenyum.

XXX

"Masuklah dulu Uchiha" Tawar Hinata

Sasuke menurut, dilihatnya rumah kecil yang di diami Hinata.

"Rumahmu kecil sekali?apa kau tidak sesak tinggal disini?kau tinggal sendirian?" Tanya Sasuke beruntun seraya duduk di kursi kayu yang terletak di ruang tamu.

Hinata datang dari dapur, dengan membawa segelas teh hangat.

"Perkataanmu terdengar kau sedang menghinaku." Kata Hinata sewot

"Ya, bisa dibilang seperti itu" Jawab Sasuke santai.

Dalam hati Hinata, ingin sekali memaki pria yangsedang duduk didepannya.

"Tapi, rumahmu terasa sangat nyaman. Ini wangi apa?" Tanya Sasuke "Rumahmu seperti beraroma dan aku merasa aku pernah mencium aroma yang sama, sayangnya aku tidak ingat"

"Aku rasa kau terlalu berlebihan. Aroma ini wangi bunga lavender yang aku ekstrak sendiri menjadi wewangian untuk ruangan. Dan kurasa ditempat lain juga ada." Kata Hinata

"Tidak, ini tidak sama. Aroma ini sangat khas, dan aku yakin pernah merasakannya." Kata Sasuke sangat yakin seraya berusaha mengingat-ngingat aroma lavender yang dia cium.

Tiba-tiba ada sekelebatan peristiwa membayangi pikiran Sasuke. Kepalanya terasa sangat berat. Dan yang dia ingat, suara Hinata yang terdengar panik dan memanggil-manggil namanya dan semua menjadi gelap.

XXX

Sasuke terbangun, saat dia merasa cahaya menyapa kelopak matanya yang tertutup. Di bukanya perlahan dan saat dia bisa melihat dengan jelas, bola matanya terbuka lebar. Ada yang asing dengan tempat dia berada sekarang. Dia sangat yakin, tempat terakhir yang dia kunjungi adalah rumah Hinata. Tapi rumah tempat dia merebahkan tubuhnya bukanlah rumah Hinata yang berdinding tembok bukan berdinding pintu-pintu sorong yang berkisi-kisi kertas.

Sasuke melangkahkan kakinya keluar kamar dan di sebuah taman kecil, dilihatnya seorang gadis berkimono berwarna ungu sedang asyik memainkan kakinya di air kolam sehingga membuat suara gemericik saat memainkannya.

Saat Sasuke mendekat, gadis itu menoleh dan tersenyum.

Mata Sasuke semakin membulat, dia pikir ini mimpi dan kepalanya mungkin terbentur sesuatu. Yang dia ingat, suara Hinata memanggil-manggil namanya. Sasuke bingung.

"Hyuuga!" Kata Sasuke

Gadis itu pun hanya tersenyum membalas panggilan Sasuke.

"Bisakah kau berjanji padaku 1 hal, Uchiha?" Tanya Gadis itu

Sasuke diam

"Berjanjilah padaku, kalau kau akan mempercayai semua tindakan dan perkataannya suatu saat nanti. Karena apa yang akan dilakukannya akan menghapus kutukan yang ada pada Klan Uchiha. Percayalah padanya" Kata Gadis itu.

"Apa maksudmu?lalu siapa orang yang kau maksud?" Tanya Sasuke.

Tapi tak ada jawaban, seakan-akan gadis itu berada di dimensi lain dan Sasuke tak bisa meraihnya, meskipun dia terus berlari mendekati gadis itu.

Sasuke terbangun dengan segera hidungnya mencium aroma lavender di ruangan tempat dia berada. Dia bangkit dari tidurnya dan terduduk.

"Kau tak apa Uchiha?" Tanya Hinata "Kau membuatku takut"

Sasuke diam, dipandangi lekat-lekat Hinata yang ada di depannya. Meskipun terlihat sama, tapi ada perbedaan antara Hinata dengan Gadis yang ada di mimpinya.

"Aku baik-baik saja. Entah kenapa kepalaku terasa sangat berat. Kau tak perlu khawatir" Kata Sasuke

"Apa karena wewangian yang ada di ruangan ini?" Tanya Hinata

"Bukan, justru aku sangat suka dengan aroma ini, membuatku rileks, jadi kau tidak perlu merasa bersalah." Kata Sasuke " Baiklah, sebaiknya aku pulang"

"Kau yakin, kau baik-baik saja?" Tanya Hinata

Sasuke mengangguk.

Hinata mengantar Sasuke sampai depan rumahnya. Masih terbesit kekhawatiran didalam hati Hinata.

"Bukankah sudah ku bilang, kau tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja." Kata Sasuke seraya kedua tangannya meangkup kepala Hinata dan menyentuh pipi Hinata. "Aku pulang"

Wajah Hinata tersipu, detak jantungnya berdetak sangat keras. Perasaan yang belum pernah Hinata rasakan sebelumnya.

Begitu juga dengan Sasuke, jantungnya berdetak kencang, perutnya pun bergejolak menimbulkan perasaan geli saat dia dekat dengan Hinata. Perasaan yang berbeda dengan perasaan yang pernah dia miliki untuk Sakura. Lamunan Sasuke buyar, saat ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk.

"Hm, ada apa?" Tanya Sasuke

"Jadi kau membuntutiku Itachi?sebaiknya cepat kau katakan urusan yang kau bilang penting itu" Kata Sasuke "Baiklah, aku tunggu di apartemenku"

"Hasil apa yang kau bawa dari penjelajahanmu selama ini Itachi. Tak kusangka kau sangat peduli dengan aku yang mau mati ini" Kata Sasuke lirih, tak ingin sopir taxi menganggapnya gila saat dia bicara sendiri.

T.B.C