-= The Blood Maks =-
~ Sherry Dark Jewel Present ~
Disclaimer: mereka milih Kisimoto-sensei…
Author : Yuki
Rate : T+
Pairing : SasuNaru / NaruSasu *tergantung suasana hati Yuki #dikroyok masa
Genre : Romance / Fantasy
Warning : OOC, AU, Abal, typos bertebaran di mana-mana, alur bosenin, geje kayak yang nulis, dan entahlah,,hemm dann EYD yang beerraaaannttaaakkannnn.
Summary : Saat wajah tak menunjukkan kejujuran. Hanya ada kebohongan yang tampak, kebohongan yang sangat menyakitkan tapi secara bersamaan juga sangan Manis..
.
Don't Like Don't Read
.
Chapter 2
.
"Tak kukira kau mau jadi uke laki-laki itu" ucap Gaara pada sahabatnya yang sekarang tengah membaca buku di sofa ruang tengah rumah mereka.
"Hemm?"
"…"
"hahh.. Gaara.. kau seperti tak tahu aku saja. aku hanya ingin menyenangkan dia dulu." Jelas Naruto pada Gaara. " tapi setelah itu.. kau pasti tahu kan.." seringai terpasang diparas tampan Naruto.
"Dasar…" Gaara hanya geleng-geleng kepala.
.
.
.
"Pangeran…" panggil seorang pemuda pada Sasuke. Pemuda itu adalah Suigetsu, tangan kanan Sasuke.
"Hn.. kenapa kau kemari?" tanya Sasuke datar.
"Hamba kemari atas perintah baginda Raja untuk pergi membantu Pangeran. Tak hanya saya Tuan. Kisame-niisan juga ditugaskan menyusul Pangeran Itachi ke utara." Jelas Suigetsu.
"…"
"…"
Keheningan menyelimuti kamar motel yang Sasuke pesan. Hingga sang pengawal mulai membuka mulutnya. "Hemm.. Pangeran, baginda Raja ingin anda segera menyelesaikan tugas ini. Menurut baginda raja, waktunya tinggal sedikit. Ia memutuskan akan memberikan kursinya segera. Jadi anda diminta untuk segera membunuh siluman yang telah ditentukan dahulu." Jelas Suigetsu dengan menundukkan wajah.
Sasuke yang sedari tadi terduduk disofa sambil membaca buku pun megerutkan dahi. Memendang pengawalnya dingin. "begitukah..?"
"Ya..Pangeran.."
"Baiklah tiga hari lagi kita akan berangkat." Ucap Sasuke. Lalu ia merogo kantung bajunya mengambil beberapa uang. " ini uang.. sewalah sebuah kamar untuk tiga hari kedepan" lanjut Sasuke masih dengan nada dingin.
"baik" Suigetsu pun menundukkan tubuhnya lalu pergi keluar dari kamar itu. namun sebelum Suigetsu menutup pintu kamar.
"Dan aku tak ingin kau mengangguku untuk tiga hari ini. Aku akan memberitahukan jika aku butuh sesuatu"
"Baik" dan Suigetsu pun menutup pintu itu.
.
Pagi ini seperti kemarin Naruto datang ke motel tempat Sasuke menginap. Ia membawa rantang makanan untuknya dan Sasuke.
Tok Tok Tok.
Pemuda blonde itu mengetuk pelan pintu kamar Sasuke. Seyum masih betebger di wajahnya. Tapi tak ada jawaban. Pemuda Blonde itu pun mengeryitkan dahinya. Ia mengetuk lagi lebih keras. Karna masih tidak ada jawaban ia pun terpaksa masuk tanpa izin. Saat tau bahwa pintu tidak terkunci. "Dasar Teme.. Ceroboh sekali.." pemuda itu pun masuk, namun saat di cari pemilik kamar, ternyata tak ada.
"Teme..."
"Temeee..."
"TEME... kemana sih dia." Ia menghembuskan nafas panjang. "kemana sih.." akhirnya ia memeutuskan duduk di sofa, ia jadi ingat disinilah ia berciuman dengan Sasuke. 'Shi shi shi... aku akan memilikimu Teme sayang.' Memikirkan itu mau tak mau Naruto menyeringai kecil. "Shi shi shi..."
Menunggu tiga puluh menit amat lama bagi Naruto. Ia bahkan hampir tertidur di atas sofa. Ia bahkan sudah berulang kali menguap. Hingga akhirnya sang pemilik kamar pun datang.
"Dobe.."
"Teme.. kau kemana saja sih... aku menunggumu dati tadi. Dan kau malah pergi." Perotes Naruto.
"Kau menungguku?" tanya Sasuke tak merasa bersalah.
"Hahhh... dasar Teme..." Naruto hanya menghelang nafas. "Ya sudah.. ayo makan.." ajak Naruto. Naruto menyiapkan makanan mereka dalam diam.
Sasuke pun duduk disamping Naruto. Melirik pemuda pirang disampingnya yang makan dalam diam. "Dobe.. kau marah.."
"..." Naruto tetetap diam. Melanjutkan makan.
"Dobe..."
"..."
"Naruto..."
Naruto menhentikan makannya. Memandang Sasuke yang ada di sampingnya. "mamang kau tadi dari mana teme?"
"a-aku ta-di jalan-jalan.. ya.. jalan jalan.."
"dasar pembohong..." naruto melanjutkan makannya. "sudah makanlah..." Sasuke sebenarnya sedikit risih juga. Saat Dobenya hanya diam saja. Tapi ia hanya menuruti Naruto, akhirnya mereka makan dalam diam.
Sarapan mereka telah selesai. Naruto membereskan rantang bekas mereka sarapan, lalu bersiappulang. "Teme aku pulang." Dengan cepat Naruto pergi dari kamar itu. Tanpa menunggu jawaban Sasuke.
"Hahhh... dia marah.."
.
.
.
Hari telah malam. Bulan bahkan sudah bertenger di atas langit. Hemmm tiga hari lagi sepertinya akan bulan purnama. Sasuke sudah pergi mencari informasi tentang Hutan terlarang yang akan dia datangi. Maka dari itu tadi pagi ia tak mengatakan kemana ia pergi kepada kekeasihnya. Sasuke sadar jika ia mengatakan hal itu pada Naruto, yang ada Naruto akan melarang ia pergi. Darimana ia bisa menyimpulkan hal itu? Entahlah.. pikirannya mungkin.
"Hemmm... lusa aku harus berangkat. Dobe..maafkan aku" Sasuke pun tertidur.
Sasuke tak menyadari sesosok mahluk berdiri di atas rumah kecil yang ada di depan motel tempat Sasuke menginap dan tertutup bayangan gedung-gedung. Mahluk melihat Sasuke dengan senringai yang mengerikan. Rambutnya yang panjang melambai terkena angin. "Kau akan menjadi milikku.. tidak akan ada orang yang akan memilikimu kecuali AKU.." Seringai semakin lebar. Lalu sosok itu pun hilang saat angin berhembus, menhembuskan tubuhnya seperti asap.
.
.
.
Hari ini hari terakhir Sasuke berada di kota ini. Ia menunggu Naruto datang membawa sarapan seperti biasa. Tapi setelah lama menunggu, Sang pemuda blonde tak kunjung datang. "Chi..dimana Dobe.." keluh Sasuke. Sasuke mengeryitkan dahinya, 'apa ia masih marah' memikirkan hal itu. Sasuke pun langsumg menyambar jaket hitamnya. Dan pergi keluar menuju rumah sang pujaan hati.
Tapi saat ditangga ia tak sengaja bertemu pengawalnya. "Sasuke-sama.. anda mau kemana?"
"bukan urusanmu.. bersiaplah, besok kita berangkat."
"baik..." lalu sasuke pun kembali melanjutkan langkahnya.
.
.
.
Disinilah ia sekarang di depan rumah sang blonde. Sasuke mengetuk pintu rumah itu.
Tok tok tok..
Cklek..
"Siapa.." saat pintu itu terbuka terlihatlah naruto dengan kemeja putih kotak-kotak dan jins biru tua. "Teme.. kenapa kau kemari?" tanya Naruto.
Tanpa menjawab pertanyaan itu Sasuke langsung masuk kedalam rumah itu. Mengindahkan ucapan protes dari sang pemilik rumah. Langsung mendudukkan diri di sofa berwarna hijau yang ada di ruang tamu lalu memejamkan matanya.
"Kau kenapa sih Teme.." Naruto pun mendudukkan dirinya saat melihat ekspresi kalut di paras Sasuke. "apa yang membuatmu risau Suke" tanya Naruto lembut.
Sasuke membuka matanya, lalau memandang paras Naruto sejenak. Hingga tiba tiba Sasuke memeluk tubuh tan didepannya erat. Melumpukan kepalanya pada bahu kiri pemuda yang ada dihadapannya sekarang. "Dobe.. biarkan seperti ini sebentar"
Naruto menurut, ia membalas pelukan kekasihnya, sambil mengelus punggung Sasuke.. saat dirasa sasuke mulai tenang, Naruto memberanikan diri bertanya pada Sasuke. "Apa yang mengaggu pikiranmu Suke?"
"..."
"jika kau tak ingin cerita tak apa.." mendengar ucapan itu Sasuke mengeratkan pelukannya.
"Naru.. aku akan pergi dari kota ini besok" bisik Sasuke lirih di dekat telinga sang blonde. Membuat Naruto membelalakkan mata.
.
.
.
TBC
Author note..
Oke minna.. gimana adakah yang menunggu fic GaJe ini?
Senengnya kalau ada...
Gomen ne... Yuki telat update. Bukan telat tapi TELAT BANGETTTTTT...
Hahhh... maklum.. banyak kendala buat yuki nulis Fic. Ntah itu komputer rusak, harus keluar kota. Tau bahkan lagi Malkes #jeduakkkk
Buat pairnya...
Hasilnya seri...
Vote masih dibuka ya...
Cos yuki ngikut pair yang paling banyak...
Karna Yuki udah nyiapin jalan cerita buat masing-masing Pair...
Makasih ya buat yang review..
Maaf gak bisa bales lagi saat ini.
Makasih banya buat yang Fav ma Foll juga..
Love you minna...
Maaf waktu Yuki terbatas...
Bye Bye...
And Don't forget...
R
E
V
I
E
W
