-= The Blood Maks =-

~ Sherry Dark Jewel Present ~

Disclaimer: mereka milih Kisimoto-sensei…

Author : Yuki

Rate : T+

Pairing : NaruSasu *tergantung suasana hati Yuki #dikroyok masa

Genre : Romance / Fantasy

Warning : OOC, AU, Abal, typos bertebaran di mana-mana, alur bosenin, geje kayak yang nulis, dan entahlah,,hemm dann EYD yang beerraaaannttaaakkannnn.

Summary : Saat wajah tak menunjukkan kejujuran. Hanya ada kebohongan yang tampak, kebohongan yang sangat menyakitkan tapi secara bersamaan juga sangan Manis..

.

Don't Like Don't Read

.

Chapter 3

.

"Kau akan.. Pergi Sasuke..? ke-kemana?"

"..."

"..." Naruto hanya mengelus punggung Sasuke yang tengah memeluknya. Sasuke membenamkan parasnya pada ceruk leher Naruto.

"Menjalankan misiku?" Naruto menghentikan tangannya. Lalu memeluk Sasuke.

"misi? Misi apa Suke?"

"Memburu siluman.. di Hutan Kematian.." Naruto melepas pelukannya.. menatap Sasuke tak percaya.

"Tapi..di sana-"

"ya Naru.. tapi aku harus melakukannya. Itu ujianku agar aku bisa melampauhi kakakku" sasuke membuang mukanya, tak mau memandang wajah Naruto.

"Suke"

"Maaf.."

Naru tersenyum senyum lembut."jika itu keputusanmu. Aku akan selalu mendukungmu Suke.." Sasuke memandang Naruto tak percaya. "Karena aku percaya padamu.."

"Naru.."

"Karena kau akan pergi besok.. seharian ini kau harus kencan denganku" Sasuke tersenyum lalu mengengam tangan kanan Naruto.

"Kalau begitu ayo kita pergi" Mereka pun berjalan keluar dari motel, berniat untuk pergi ke taman kota. Mereka ingin menikmati momen berduaan mereka.

.

.

.

Disinilah mereka duduk berdua dibawah pohon yang ada di ujung taman mereka saling duduk memunggung,i bersandar pada punggung pasangan mereka.

Mereka telah disini lama. Tak berniat untuk beranjak. Mereka nyaman dengan posisi itu.

"Naru.. sudah sore.. sebentar lagi matahari tengelam"

"hemm aku tahu.." Naruto memejamkan matanya.

"Dobe.." gumam Sasuke.

"Aku dengar itu Teme.." Naruto tersenyum.

"..."

"Teme.. apa kau akan benar-benar kesana?"

"Hn.."

Mereka terdiam sejenak.

"Kau akan selamat kan"

"tenang saja aku akan selamat. Aku tak akan mati disana."

"aku akan selalu menunggumu Sasuke."

"..." Sasuke memeluk Naruto dari belakang. Naruto menyamankan dirinya dipelukan Sasuke.

" Kau akan kembali kesisiku.. kau akan selalu bersamaku sekarang maupun nanti"

"Ya Naru.. Aku milikmu.. aku akan selalu bersamamu.. selamanya"

"Benarkah.. kau mau selalu bersamaku Suke" Naruto memeluk tangan Sasuke yang memeluknya.

Sasuke menumpukan dagunya pada bahu Naruto. "ya..aku akan selalu bersamamu Naru. Jadi tunggulah aku"

"kau mau menerima semua kekuranganku kan Suke. Aku bukanlah orang baik"

"Aku tak perduli.. kau milikku dan aku milikmu.."

"Bagaimana jika aku orang yang tidak baik?"

"Kau selalu baik dimataku Naru"

"Apa keluargamu merestiu jika tahu hubungan kita Suke.. mereka tak akan merestui kitakan?" Naru menundukkan wajahnya.

"Aku tak perduli.. aku akan memilih bersamamu" Naruto tersenyum mendengarnya. Lalu ia membalik badannya memandang Sasuke bahagia.

"Janji.." Naruto menunjukkan jari kelingkingnya.

"Aku janji.." Sasuke mengaitkan jari kelingkingnya.

"Terima kasih Suke." Naruto lalu memeluk erat Sasuke. Sasuke tersenyum membalas pelukan Naruto.

"Kita akan selalu bersama selamanya Naruto.. Aku Janji"

"Ya.. Akan selalu bersama selamanya.."

"..."

"..."

"Suke"

"Hemm..?"

"Ayo kita pulang.."

"Cih dasar dobe" Sasuke melepas pelukannya lalu berdiri ingin pergi.

"Yak..Teme.. apa maksutmu berkata begitu hahhh.." Naruto berlari mendekati Sasuke yang telah terlebih dahulu berjalan.

'Dasar..padahal baru juga mesra-mesraan si dobe sudah menghancurkannya'

"Hn"

"Teme..."

Mereka pun pulang dengan celotehan Naruto yang bertanya mengapa Sasuke memasang wajah ngambek. Sedangkan Sasuke hanya membalas semua pertanyaan Naruto dengan Hn nya.

Ck ck ck.. dasar.

.

.

.

"Aku menginginkannya.." ucap sesosok pemuda dengan surai panjang, pemuda itu hanya berupa sebuah bayangan saja. Ia tengah berdiri didepan sesosok wanita dengan kimono merah darah dengan sulaman bunga emas, yang tengah duduk dengan kaki kirinya di atas kaki kanannya hingga membuat kimono indahnya tersingkap memperkihatkan setengah pahanya yang mulus. Bagian atas kimono sedikit turun hingga membuat dadanya yang lumayan besar sedikit terlihat. Tapi sayang parasnya tidaklah terlihat karena bayangan yang menutupinya.

"baiklah.. akan Kaa-san lakukan keinginanmu. Kaa-san akan membuatnya menjadi bangsa kita. Itu artinya kau harus menjinakkannya."

"Aku mengerti.."

" Daripada itu.. mengapa hanya bayanganmu saja yang datang kesini bodoh.."

"Ayolah..Kaa-san, aku malas kesini." Bayangan itu berucap dan dengan tidak sopannya berkaca pinggang didepan ibunya.

"Dasar anak tak tahu diri, jika penasehat tahu kau bertingkah tidak sopan pada ratu siluman ini. Kau pasti akan terkubur hidup-hidup"

"Kau ratu yang akan turun tahta Kaa-san, jadi tak masalah"

"Hahhh... untung bukan kau yang mengantikanku."

"Aku juga malas mengantikanmu. Itu merepotkan..Sudahlah aku pamit Kaa-san.. sampai jumpa tiga hari lagi.. dan pastikan dia akan menjadi milikku.."

"Tentu.. Tentu anakku sayang" lalu bayangan hitam itu hilang bagai tertiup angin.

.

.

.

Disinilah Sasuke, didepan gerbang Ame dia bersama dengan Suigetsu sang pengawal peribadinya. Naruto tengah memeluknya, untuk menyampaikan perpisahan.

"Kau harus berjanji akan selamat" ucap Naruto.

"Hn.. Aku pasti berhasil"

"Semoga.." gumam Naruto.

Naruto melepas pelukannya lalu memandang Sasuke dengan senyumannya yang indah. Lalu Naruto melepas kalung indahnya, kalung dengan batu permata biru sedikit kehijauan yang berbentuk tetesan air, didalam batu itu seperti ada cairan berwarna merah. Lalu Naruto memakaikannya ke leher Sasuke.

"Sebagai keberuntungan.. kau akan selamat.. karena kita sudah berjanji akan bersama selamanya.." kata Naruto.

Sasuke ikut tersenyum.

"Baiklah.. Aku harus pergi Naru.." Naruto diam. Sasuke pun pergi melanjutkan perjalanannya dengan kuda hitamnya. Di belakang nya mengikuti Suigetsu dengan kuda coklatnya.

"Hati-hati.." gumam Naruto.

.

.

.

Setelah beberapa jam menempu perjalanan tanpa berhenti. Mereka berdua pun sampai di luar hutan kematian. Hutan yang di isukan jika orang masuk maka tak mungkin akan keluar lagi.

"Sui.. siapa targetku?" tanya sang pangeran tetep memandang ke arah hutan yang hanya lima meter didepannya.

"Target anda adalah..

-Sukaku"

.

.

.

"Sukaku.."

"Ya..Baginda Ratu.." Seorang pria tinggi tegap dengan surai coklat panjang dan mata aquamarin berlutut hormat didepan Ratu Siluman.

"Sambut tamu kita.. mereka mengincarmu.. aku ingin pertunjukan yang menarik.."

"Tentu Baginda Ratu.. Saya akan menunjukkan pertarungan yang menarik untuk anda."

"Tapi ingat Sukaku.. jangan membunuh pemuda bersurai gelap, bunuh saja pengawalnya." Perintah sang ratu.

"Baik.." lalu pria itu menghilang dengan merubah tubuhnya menjadi pasir. Sedangkan sang ratu menyeringai senang.

"Hemmm... aku tak sabar untuk menemui calon menantuku.. shishishi.."

.

.

.

TBC

Yuki's Note :

Khu..Khu..Khu..

Akhirnya ni Ch selesai juga..

Gimana? Jelek ya #pundung

Hahhhh... Oke ni jadi NaruSasu..

Ntar Yuki mau buat SasuNaru.. hemmm...

udah ada bayangan #smirk

shi..shi..shi..

Kapan-kapan

Utang Ficnya masih banyak

Tapi bahan cerita baru lagi mengalir deras..

Yuki sampek nyatet tu bahan biar kagak ilang..

Hahhh... susahnya..

Yuki sibuk.. jarang bisa nulis Fic.. jika nulis pun Jadinya di cicil dikit dikit

Jadi maaf ya jika Yuki jarang banget bisa update cepet..

Baiklah..

Udah dulu ya..

Yuki bener-bener sangat berterima kasih buat yang mau Review.. Terima kasih banyak..

Buat yang fav, foll, reader dan sider juga makasih dah mau mampir..

Yuki tunggu tanggapan kalian tentang chapter ni..

Bye-Bye..