Cita : tentu ada
: tak masalah kawan
antoni yamada: pasti
reyvanrifqi: Biju Slayer sama kuatnya dengan Dragon Slayer, tapi jika Biju Slayer sudah menguasai Biju Force maka kekuatannya akan melampaui Biju yang telah mengasuh mereka, dan jika sampai ketahap yang ketiga maka para naga akan gentar dengan kekuatan itu, sebagai contoh perkataan Naruto dichapter kemarin.
SDBM3397: sip
Dark Namikaze Ryu: hahaha tapi hanya itu yang ada dipikiran ku, ya aku tulis saja selagi ada imajinasi.
Terimakis yang telah mau merivew cerita gaje ini.
.
Disclamer:
Naruto dan Fairy Tail bukan punya saya.
Naruto dan Fairy Tail: Witch School
Raiting: T
Genere: Adventur, Fantasy, dan Romance.
Pairing: Naruto X Ultear
Warning: Gaje, abal, OC, OOC, Typo, dan lain hal sebagainya.
.
Chapter 8
.
Pemuda berambut pirang jabrik yang diketahui adalah Naruto, sedang tertidur lelap dikasur asramanya, tapi tidur itu tidak berlangsung lama ketika teman satu kamar asramanya membangunkannya dari mimpi indah.
"Naruto bangun ini sudah jam 7" ucap Jellal yang membanggunkan Naruto dari alam mimpi Naruto.
"Nanti Jellal aku masih cape" guman Naruto yang masih tetap memeluk guling kesayangannya.
"Apa perlu aku bongkar rahasia mu ke Ultear dan Meredy agar kau bangun"
"JANGAN" Naruto langsung bangun seketika ketika Jellal mengancamnya. Sedangkan Jellal hanya menyeringai ketika Naruto takut akan rahasia Naruto terbongkar.
"Kalau begitu cepat kau mandi, kita akan berangkat, Ultear, Meredy, dan Romeo sudah menunggu di ruang tamu asrama" ucap Jellal yang keluar dari kamar asrama, dan menuju ruang tamu asrama.
"Sialan si Teme berengsek itu mainannya ancam-ancaman" Naruto terus saja menggerutu diperjalannya menuju kamar mandi, dan terus menyumpahi Jellal.
.
"Bagaimana apa dia sudah bangun Jellal?" Tanya Ultear yang meminum teh dihadapanya.
"Ya walaupun susah tapi akhirnya bangun, ku yakin kau akan susah membangunkannya jika kau sudah menikah dengannya" jawab Jellal yang duduk disebelah Romeo.
"Dan aku yakin Ultear-nee pasti sering marah-marah melihat kelakukan Naruto-nii yang suka membuang sampah mie ramen instannya sembarangan" tambah Romeo yang sambil memakan makanan ringannya. Terlihat dengan jelas rona merah diwajah Ultear yang tegas, sedangkan Meredy hanya tersenyum melihat kejadian didepan matanya.
"Aku juga merelakan Naru-kun untuk mu Ul" ucap Meredy yang masib tetap tersenyum.
"Heh kau merelekan Naruto untuk Ultear, kau tidak seperti Meredy yang aku kenal" ucap Jellal yang tidak mengerti dengan ucapan Meredy, karena biasanya Meredy adalah orang yang tidak mau mengalah dalam urusan apapun.
"Kau tau Jellal, Naru-kun itu bukan barang dia adalah manusia walaupun setengah Biju, tapi dia tetap memiliki perasaan, ditambah Ul juga sangat menyayangi Naru-kun lebih dari menyayangi dirinya sendiri" balas Meredy dengan senyum. "Dan aku juga sudah menemukan pengganti untuk menggantikan Naru-kun" tambah Meredy, yang ekor matanya mengarah pada Romeo, sedangkan Romeo hanya menengguk ludahnya susah payah.
"Mati aku" batin Romeo yang keringat dingin mulai keluar.
"Bagus lah kalau begitu, setidaknya aku tidak harus mendengar perkelahian kalian berdua setiap hari" ucap Jellal menghembuskan nafas lega.
"Oh iya Jellal kalau ngomong masalah Cinta, bagaimana hubungan mu dengan Erza, apa berjalan dengan baik?" Tanya Ultear pada Jellal yang tersentak atas pertanyaan Ultear.
"Uhuk Uhuk, Maksudmu apa Ultear?" Tanya Jellal yang tersedak oleh menumannya sendiri.
"Huh kau ini bodah atau pura-pura bodoh, hubungan mu dengan Erza berjalan baik atau tidak?" Tanya Ultear.
"Biasa-biasa saja" jawab Jellal dengan datar. "Kenapa dia harus menanyakan hal seperti ini sih" batin Jellal.
"Jellal-nii kau jangan berbohong, kata Naruto-nii kita tidak boleh berbohong loh dengan teman" ucap Rmeo yang membalas perkataan Jellal dengan nada yang dibuat seimut-imutnya.
"Bocah sialan" batin Jellal menyumpahi Romeo, sedangkan Meredy.
"Kau imut sekali Romeo-kun" ucap Meredy.
"Ittttai" teriak Romeo saat Meredy mencubit pipinya. "Kenapa kau mencubit ku Meredy-nee" Tanya Romeo dengan kesal.
"Karena kau imut Adik kelas ku tersayang" jawab Meredy dengan tersenyum menggoda.
"Kalian ini sebenarnya membicarakan apa sih?" Tanya seseorang yang suara sangat mereka kenal, mereka semua segera mengalihkan pandangannya, dan melihat Naruto yang bersandar didinding dengan melipat kedua tangannya didepan dada.
"Sejak kapan kau disitu?" Tanya Jellal yang tidak merasakan kehadiran Naruto.
"Sejak kau, dan Romeo mulai menceritakan sikap jelek ku" jawab Naruto santai.
"Mati aku" batin Jellal mulai berkeringat dingin.
"Jadi apa kau membongkar rahasia ku kepada Ul-chan, dan Meredy?" Tanya Naruto tersenyum, tapi bukan senyum manis melainkan senyum mengerikan.
"Aku bisa jelaskan semuanya Naruto tenang lah" pinta Jellal yang mulai panik, dan berkeringat dingin.
"Naru-kun tenang lah, Jellal itu teman kita" ucap Ultear yang mencoba menenangkan Naruto.
"Kali ini aku memaafkan mu Jellal karena Ul-chan yang meminta" ucap Naruto santai, dan berjalan kearah mereka. "Jadi kalau Jellal sudah menceritakanya kepada kalian, kalian sudah tahu kan aku mencintai siapa?" Tanya Naruto pada dua sosok itu.
"Iya" jawab Ultear dengan senyum manis.
"Lalu apa jawaban mu dengan perasaan ku ini Ul-chan?" Tanya Naruto yang mulai mendekati Ultear.
"Aku menerimanya Naru-kun" jawab Ultear tersenyum tulus, dan manis. "Ta-mmmmpppttt" ucapan Ultear berhenti ketika Naruto membungkam mulut Ultear dengan mulutnya. Meredy, Jellal, dan Romeo hanya membulatkan matanya tidak percaya, begitu juga dengan siswa-siswi yang berlalu lalang, apa lagi para fansgirl Naruto yang shok dan beberapa orang menjatuhkan gelas, serta piring yang mereka bawa.
Naruto melepas ciumannya pada Uletar, dan menjilat bibir bawahnya yang masih tersisa salvia milik Ultear. Ultear merona hebat ketika Naruto menciumnya, dan mencuri ciuman pertamanya, tidak lebih tepatnya yang kedua.
"Kau tahu sudah dua kali kita ciuman, tapi rasa bibir mu benar-benar tidak berubah ya" ucap Naruto santai.
.
FLASHBACK
Naruto yang masih berumur 14 tahun lebih tepatnya masih siswa SMP kelas 3 di Fairy Tail High School sedang menatap langit yang indah, seindah bola matanya yang berwarna biru, tapi difikirannya bukannya itu melainkan wanita berambut raven panjang sepunggung dibiarkan tergerak, memakai sebuah bando, dan mempunyai bola mata onyx yang tajam, dan indah.
"Ul-chan sedang apa kau sekarang" batin Naruto teringat gadis itu yang diketahui adalah Ultear, gadis teman satu kelompoknya. Dan dia merindukannya? Tentu saja sudah dua hari dia tidak bertemu, saat ini Ultear sedang melakukan misi bersama Meredy itu yang membuat mereka berpisah selama dua hari.
SREK
Pintu atap sekolah terbuka oleh seseorang. Naruto segera mengalihkan pandangannya, dan melihat sosok dua hari ini yang terus ada difikirannya.
"Ul-chan kau sudah pulang?" ucap Naruto dengan senang.
"Belum, tentu saja sudah lah bodoh, kau tidak melihat aku su-KYYYAAA" ucapan Uletar digantikan dengan teriakan ketika dirinya, dan Naruto jatuh dengan posisi Naruto diatas, dan Ultear dibawah, terlebih lagi bibir mereka saling berciuman dengan mesra, walaupun tidak sengaja, Ultear dan Naruto saling menikmati ciuman mereka, dan saling beradu lidah satu sama lain.
"Hey kalian jika ingin bermesraan jangan disini" ucap seseorang yang menggangu acara mereka. Mereka segera melepaskan ciuman mereka, dan seling menjauhi diri masih-masing.
"Sedang apa kau Jellal?" Tanya Naruto datar.
"Mencari mu" jawab Jellal acuh.
FLASHBACK END
.
"Hey Naruto ayo kita masuk sebentar lagi bel" ucap Jellal yang diikuti dengan yang lainnya.
"Hn" balas Naruto datar.
.
Bel tanda berakhirnya pelajaran telah berbunyi, siswa-siswi SMA FTHS Akademi berhamburan keluar kelas menuju tempat yang mereka tuju masing-masing.
Naruto bersama dengan anggota Crime Sorciere sedang berada diruang latihan mereka. Didalam ruangan Romeo yang berlatih keras dibaah bimbingan Jellal, dan Naruto yang bersama dengan Ultear hanya bermesraan saja.
"Hey Naruto bukannya kau yang harusnya melatih Romeo?" ucap Jellal kesal dengan sahabatnya itu.
"Aku sedang malas hari ini lebih baik kau saja" balas Naruto dengan tenang.
"Kau ini terlalu mengumbar-ngumbar kemesraan mu dengan Ultear, bisa tidak sih sekali-sekali kau ini seperti aku, dan Erza" ucap Jellal kesal.
"Yayaya baiklah" ucap Naruto berdiri. "Ul-chan aku akan melatih Romeo dulu" ucap Naruto berjalan kearah Jellal, dan Romeo.
"Berjuanglah Naru-kun" balas Ultear dengan senyum manis.
"Tentu" ucap Naruto dengan pasti.
Naruto yang sudah berada diepan Romeo hanya menatap datar Romeo yang sudah memasang kuda-kudanya.
"Tunjukan kemampuan mu Romeo yang sudah Jellal ajari pada mu" ucap Naruto datar. Tanpa basa-basi Romeo menerjang Naruto, dan mengayunkan pukulannya, tapi datap dihindari oleh Naruto.
Romeo yang merasa usahanya sia-sia mengayunkan kakiya keprut Naruto, tapi kaki Romeo berhasil ditangkap oleh tangan kanan Naruto. Tanpa diduga oleh Naruto, Romeo melompat, dan memutar badannya, dengan mengayunkan kaki satunya.
DUUAAAKKKHH!
Naruto yang belum siap terkena tendangan Romeo cukup keras, dan membuatnya terpental beberapa meter.
"Kau sudah semakin kuat ya dalam bela diri, bagaimana kalau sekarang kita pakai sihir" ucap Naruto yang menerjang Romeo dengan mengayunkan tangan kanannya yang berlapis api orange.
Romeo dapat menghindarinya dengan memiringkan kepalanya, dan mengayunkan sikutnya dengan keras kearan wajah Naruto.
Tapi Naruto berhasil menghindarinya dengan menundukan kepalanya, Naruto membulatkan matanya ternyata Romeo sudah menyiapkan dengkulnya untuk menghajar wajah Naruto
DUUUAAAKKK!
Naruto kemabali terpental kebelakang, setelah menerima hantaman dengkul Romeo dengan keras.
"Kau sungguh hebat Romeo" ucap Narutp berdiri, dan mengahpus darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Bagaimana kalau kita beradu sihir sekarang" ucap Naruto yang memaang kuda-kuda memanah, dan tercipta sebuah panah api orange, ditangan Naruto.
"Higitsune no Roketto [panah api rubah api]"
WUSSSHHHH!
Panah api orange Naruto meluncur dengan bebas menuju Romeo, tapi sebelum mengenai Romeo, terlihat sebuah lingkaran sihir didepan Romeo dengan warna putih, dan dengan ukiran lingkaran sihir yang sama persis dengan punya Jellal.
"Tenhi Mahou: Bōka shīrudo Tantai [sihir api surga: perisai api surga]"
DDUAARR!
Panah api orange Naruto beradu dengan perisai api putih milik Romeo, dan ledakan pun tak bisa dihindri. Meredy, dan Ultear menatap kagum pada Romeo yang dengan cepat bisa menguasai sihir tingkat tinggi yaitu sihir surgawi. Walaupun tidak sehebat milik Jellal, tapi tetap saja itu prestasi yang luar biasa karna mampu mempelajari sihir surgawi dalam kurun waktu 4 hari.
Sedangkan Jellal dan Naruto tersenyum melihat Romeo dapat menguasai sihir surgawi seperti Jellal walaupun berbeda warna, tapi tetap saja sihir surgawi adalah sihir tingkat atas, dan hanya mampu dikuasai oleh beberapa orang saja, mungkin hanya 40-50 orang didunia.
Saat asap yang mengelilingi Romeo menghilang, kini yang terlihat hanya sebuah hamparan kosong tanpa ada Romeo, Naruto mencari kesegala arah untuk menemukan Romeo, tapi alangkah terkejutnya saat Romeo ada dihadapannya, dengan kilatan putih, dengan mengayunkan tinjunya yang berlapis api putih.
"Tenhi Mahou: Seika [sihir api surga: api suci]"
DDDUUAAAKKKHH!
Naruto terpental beberapa meter kebelakang, dan untungnya Naruto telah siap dengan menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
"Kau sungguh hebat Romeo dapat menguasai sihir surgawi dengan cepat" puji Naruto pada Romeo. "Tapi kau masih butuh 100 tahun untuk mengalahkan aku" dengan ucapan itu Naruto menghilang dengan kilatan kuning, dan muncul dibelakang Romeo, dengan mengayunkan tinju api orangenya.
Naruto membulatkan matanya tidak percaya saat api orange ditangannya hampir mengenai Romeo, Romeo menghilang dengan kilatan putih. Seakan masih tidak percaya, Naruto dikagetkan lagi, dengan Romeo yang muncul dibelakangnya, dengan mengarahkan bola spiral berwarna biru ditangan kanannya.
"Rasenggan"
DUUAAARRR
Sebuah kawah cukup besar tercipta didepan Romeo, dan ditengah-tengahnya terlihat Naruto yang berdiri dengan tegak, dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Naruto berjalan kearah Romeo dengan senyum puas.
"Kau sungguh hebat Romeo dapat mempelajari Rasenggan hanya beberapi hari, dan juga sejak kapan kau bisa Hirashin?" Tanya Naruto pada Romeo dengan penarasan.
"Itu bukan Hirashin Naruto-nii itu adalah sihir ciptaan ku sendiri, dengan menggunakan kemampuan sihir surgawi" jawab Romeo.
"Dengan kata lain sihir itu bukan sihir teleportasi, melainkan sihir bergerak cepat layaknya sihir Meteor milik Jellal?" Tanya Naruto, pada Romeo yang mulai mendekati tempat duduk Ultear, Meredy, dan Jellal.
"Ya Naruto-nii benar, tapi itu membutuhkan energy sihir yang cukup besar, dan dalam sehari aku hanya mampu menggunakan sihir itu sebanyak tiga kali" jawab Romeo dengan santai, dan menaruh kedua tangannya dibelakang kepalanya. "Walaupun aku juga menguasi sihir Metor milik Jellal-senpai" tamabh Romeo.
"Apa kau menguasai sihir Meteor milik Jellal?" Tanya Naruto shok pada Romeo.
"Yak au benar Naruto-nii, dan aku hanya menguasai 4 sihir surgawi saja" jawab Romeo.
"Apa saja itu?" Tanya Naruto pada Romeo.
"Yang pertama : Bōka shīrudo Tanta [perisai api surga], Senka [api suci], Mittai [Meteor], dan Raihiten [kilat api surga]" jawab Romeo santai. Dan hanya dibalas 'Oh' oleh Naruto.
Mereka semua, termasuk Ultear, Meredy, dan Jellal segera pulang keasrama untuk istirahat, karena besok mereka akan melakukan misi kelas A yang tergolong cukup berbahaya.
.
Disebuah ruangan yang gelap, terlihat orang duduk dengan santai dengan rambut hitam panjang dengan mata kanannya yang tertutup poni, dan mata kirinya yang memperlihatkan sebuah mata dengan bentuk pola riak air, dan memakai pakian tempur berwarna merah.
Tapi tidak jauh dari orang itu terlihat juga orang berambut hitam pendek mempunyai mata onyx yang tajam, serta memakai sebuah jubbah berkerah tinggi berwarna hitam, dan juga memakai kain putih yang menutupi sebagian tubuhnya.
"Menurut bagaimana dengan bocah Kyubi itu?" Tanya orang yang berambut hitam oanjang.
"Menarik, seperti dia akan menjadi lawan yang kuat nanti" jawab orang yang berambut hitam pendek.
"Bukannya kau telah bertarung dengannya dulu?" Tanya orang berambut hitam panjang.
"Ya kau benar, tapi waktu itu dia masih lemah bahkan melukai ku saja dia tidak bisa" jawab orang yang mempunyai rambut hitam pendek.
"Hahaha, bocah itu sangat menarik aku sangat ingin bertarung dengannya" ucap orang dengan rambut hitam panjang dengan tawa gilanya.
"Kau jangan gegabah, belum waktunya Biju Slayer terkuat menamapakan diri sekarang" balas orang berambut hitam pendek dengan tenang.
"Ya aku tahu, setidaknya aku sudah menyiapkan Monster untuk menonton pertarungannya" ucap orang berambut hitam pendek.
"Siapa?" Tanya orang berambut hitam pendek.
"Lullaby"
.
.
.
TBC
.
Ada yang tahu siapa kedua orang tadi yang bicara diakhir chapter.
.
Keterangan:
Naruto
Nama: Naruto Namikaze
Umur: 17 tahun
Sihir: Fire Fox/Kyubi/Biju Slayer
Pangkat: penyihir kelas D
.
Ultear
Nama: Ultear Milkovich
Umur: 17 tahun
Sihir: Ice Mage, dan Tokino Ark [busur waktu]
Pangkat: penyihir kelas S
.
Jellal
Nama Jellal Fernandes
Umur; 17 tahun
Sihir: Tentai Mahou [sihir surga]
Pangkat: peyihir kelas S
.
Meredy
Nama: Meredy
Umur 17 tahun
Sihir: Tōmeina hikari [cahaya transoaran]
Pangkat: penyiir kelas S
.
Romeo
Nama: Romeo Canbolt
Umur 15-16 tahun
Sihir: Tenhi Mahou [sihir api surga]
Pangkat: penyihir kelas C
.
keterangan segitu dulu.
.
Mohon review
.
