Yahoo. Minna-san, arigatou na. terima kasih yang sudah membaca dan bersedia memberikan kritik dan saran, aku sangat senang sekali kalian bersedia memberi kritik dan saran. Terima kasih ya…
.
.
.
Saran dan kritik harap ditulis di kotak reviews.
.
.
.
Balasan reviews ada di akhir cerita.
.
.
.
Pairing.
Natsu X Lucy.
.
.
Semi M/ Rated T.
.
.
Summary.
Natsu adalah seorang pangeran tampan yang percaya akan takdir. Dan takdir itu terukir di atas cermin takdir, cermin itu menggambarkan seorang pria duduk berhadapan dengan seorang gadis cantik di meja makan. Natsu tersentak melihat gambar itu, gadis itu adalah teman masa kecilnya. Dan Natsu mencari gadis itu untuk dijadikan pendamping hidupnya. Dan ternyata kisah cinta mereka sepahit kisah romeo dan juliet
.
.
.
Dicerita ini Natsu berumur 25 tahun dan Lucy 20 tahun.
.
.
.
.
Mekashikito Karin.
.
.
.
.
Present.
.
.
.
Romeo and Juliet.
Cerita sebelumnya…
Tap…Tap…Tap…
" Bagaimana aku bisa menikah dengan anak anda, Jude-sama?" Tanya seorang lelaki keturunan bangsawan Sabertooth kepada Jude.
Chapter 2.
Seorang lelaki tampan berambut pirang yang bernama Sting Euclife berjalan dengan angkuh ke arah singgasana Jude. Lelaki itu terlihat tidak terlalu berwibawa seperti Natsu, ia melipat tangannya di depan dadanya.
" Bagaimana dengan pernikahan saya dengan putrimu, Jude -sama?" Tanya Sting dengan nada datar.
" Tenang saja, pangeran Sting. Putri saya pasti kembali!" Jawab Jude dengan berwibawa.
Sting duduk di kursi yang dikhususkan untuk Layla istri sekaligus ratu kerajaan Heartfillia. " Dia tidak akan kembali sampai anda membatalkan pernikahan ini!" Ucapnya.
" Jadi apa yang harus saya lakukan?" Tanya Jude.
" Aku akan mencarinya. Instingku mengatakan kalau Lucy bukan diculik, melainkan di bawa kabur oleh seorang pangeran!" Jawab Sting.
Jude menggeram. " Siapa pangeran yang berani membawa putriku?".
" Natsu Dragneel. Kakak tiriku, aku menemukan bunga mawar merah ini di ruang makan anda dan sebuah kain berwarna hitam yang tersangkut di kaca jendela yang sudah pecah di ruang music. Kakakku itu sangat menyukai bunga mawar merah dan aku ingat kain ini!" Jawab Sting.
" Sting. Aku perintahkan kau untuk membawa putriku kembali hidup – hidup!" Perintah Jude.
" Baiklah," Sting berlalu meninggalkan singgasana Jude dengan seringaian terukir di wajah tampannya.
Kerajaan Dragneel…
Natsu berjalan dengan tenang di sebuah koridor Istana yang lengang, di ujung koridor ada sebuah pintu besar yang terbuat dari tembaga dan emas. Natsu membuka pintu itu dengan hati – hati dan tampaklah seorang wanita tua tengah berbaring di kasur king size. Wanita itu tersenyum kepada Natsu.
" Okaa-san, apakah anda merasa baikkan?" Tanya Natsu pada wanita berambut merah muda.
" Tentu, anakku!" Jawab Ibu Natsu yang bernama Grandine.
Grandine bangkit dari tempat tidur dan duduk di tepi kasur untuk menyambut anak semata wayangnya. Natsu memeluk Grandine dengan rasa sayang, begitupun juga Grandine. Ia membalas pelukan Natsu dengan erat.
Natsu melepaskan pelukannya." Saya mempunyai kabar baik untukmu, okaasan!".
" Kabar baik apa itu, anakku?" Tanya Grandine antusias.
Natsu menjawab dengan tersenyum." Saya akan segera menikah dengan seorang gadis cantik dari negeri antah berantah,".
" Dengan siapa kau menikah? Apakah dengan Lissana dari kerajaan Strauss?" Tanya Grandine.
" Tidak. Saya menikah dengan Lucy Heartfillia," Jawab Natsu .
Grandine terkejut." Maaf. Natsu, kau memilih pasangan yang salah!".
" Tidak. Saya tidak memilih pasangan yang salah, saya amat sangat mencintainya!" Sanggah Natsu.
" Sejak beratus – ratus tahun lalu, Kerajaan Dragneel dan Kerajaan Heartfillia sudah bermusuhan dan sekarang kau akan menikah dengan putri dari Kerajaan Heartfillia?. Tidak, Natsu! Okaasan tidak akan merestui hubungan kalian berdua!" Ucap Grandine marah.
" Tetapi, Okaasan. Cermin takdir sudah mengukir masa depan kalau saya akan menikah dengannya!" Ujar Natsu masih tetap teguh dengan kepercayaannya dengan takdir.
" Persetan dengan cermin takdir! Kau tidak akan bisa mengubah sejarah Natsu!" Grandine sangat marah pada Natsu sehingga mengeluarkan kata – kata kasar.
" Saya akan mengubah sejarah, walau saya akan mendapat masalah besar. Saya akan tetap bersikukuh untuk menikah dengan Lucy!" Ucap Natsu datar.
Plakk…
Grandine menampar pipi Natsu dengan keras. Natsu tidak bergeming saat Grandine menamparnya dengan keras, ia hanya memegang pipinya yang terasa perih. Kesabaran Grandine sudah habis karena prilaku anak semata wayangnya.
" Sampai matipun, Okaasan tidak akan merestui kalian berdua!" Ucap Grandine Marah.
Natsu berjalan meninggalkan kamar ibunda tercintanya dengan gejolak emosi di hatinya. " Saya akan menikah dengan Lucy apapun yang terjadi!".
Blaam..
Tap…Tap…Tap….
Natsu melangkah dengan pelan, ia berkali – kali menghela nafas panjang. Tanpa ia sadari kakinya telah membawanya kepada seorang gadis cantik berambut blondie yang tengah menatap pemandangan dari jendela ruangan rahasianya.
Natsu berjalan dengan hati – hati agar tidak mengagetkan gadis pujaan hatinya, ia peluk tubuh kecil Lucy dengan lembut. Natsu mengecup tengkuk Lucy dengan lembut, Lucy merasakan sesuatu yang basah dan lembut menyentuh tengkuknya.
" Natsu?" Panggil Lucy.
" Ada apa, Hime-sama?" Jawab Natsu.
" Bawa aku bersamamu!" Pinta Lucy kepada Natsu.
" Aku akan membawamu bersamaku, Hime-sama!. Kau adalah milikku seutuhnya," Sahut Natsu kepada pujaan hatinya.
" Natsu. Apakah kau ingat ketika kita pertama kalinya bertemu?" Tanya Lucy.
" Sangat ingat. Aku sempat menyatakan cintaku padamu, tetapi kau tidak menerimanya. Aku sering terkekeh ketika mengingat itu, tetapi sekarang berbeda. Kau sudah menjadi milikku seutuhnya," Jawab Natsu pada Lucy.
" Aku tidak yakin, aku adalah milikmu seutuhnya!" Ucap Lucy pada Natsu.
" Berbaliklah! Akan aku tunjukan kalau kau adalah milikku seutuhnya!" Ujar Natsu pada Lucy.
Lucy membalikkan badannya. " Apa yang akan kau tunjukkan?" Tanya Lucy.
Cup.
Mata Lucy terbelalak dengan lebar merasakan benda lembut dan basah menyentuh bibirnya, Lucy mengalungkan tangannya pada leher Natsu tanda kalau ia membalas ciuman itu. Natsu menggendongnya dan membawanya ke tempat tidur, ciuman itu makin mengganas dan terus turun ke bawah.
" Eggghhhn!" Desah Lucy saat Natsu mencium lehernya.
" Teruslah mendesah, Luce!" Ucap Natsu pada Lucy.
Natsu membuka kancing gaun Lucy yang terdapat di tengkuknya, dengan hati – hati Natsu membuka gaun Lucy agar tidak robek. Natsu kembali mencium bibir ranum Lucy, ciumannya merambat ke leher Lucy dan terus merambat sampai dadanya.
" N..natsu….Enggghnnn!"
" Teruslah mendesah, Luce!" Ujar Natsu sambil menciumi dadanya.
Drap…Drap….Drap…
Dari luar ruangan rahasia Natsu, terdapat banyak penjaga Istana yang telah mengepung ruangan tersebut. Penjaga istana itu dipimpin oleh seorang pangeran bersurai pirang. Natsu menyadari kalau ruangan ini tengah di kepung langsung menghentikan aktivitasnya bersama Lucy.
" Benarkan bajumu!" Perintah Natsu pada Lucy.
" Ada apa?" Tanya Lucy bingung.
" Cepat!" Bisik Natsu.
Lucy membenarkan gaunnya yang berantakan karena aktifitasnya dengan Natsu tadi, muka Lucy masih merona merah karena otaknya terus mengingat kejadian tadi. Natsu mengajak Lucy untuk keluar dari ruangan itu melewati jendela, dengan tiba – tiba Natsu menggendong Lucy. Natsu dengan nekat menerobos jendela yang terbuat dari kaca, dan mereka berdua mendarat di atas kuda hitam Natsu.
" Hyahhh!" Seru Natsu pada kudanya agar melaju dengan cepat.
Drap….Drap…drap…
Kuda Natsu melaju dengan cepat, mengikuti perintah dari tuannya. Di seberang jalan setapak yang dilewati Natsu dan Lucy terdapat sebuah jurang tanpa dasar, dengan nekat Natsu menyebrangi jurang itu untuk sampai di jalan setapak yang berada di seberang.
" Natsu, apa kau gila?" Tanya Lucy.
" Ya, aku sudah gila!" Jawab Natsu asal.
" Kyaaaaaaaaaaaaa…..!" Teriak Lucy.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued.
sebagai catatan aku malu pas buat adegan begitunya. baru pertama kali bikin yang begituan, tetapi tak apalah.
Balasan Reviews :
Erine28 : Arigatou, aku jadi malu dibilang ceritaku keren. Erine - san dapet seratus karena sudah benar menjawab #yaaaaaayyyy #cihuuuy. Aku akan terus melanjutkan cerita ini.
Hatsune Cherry : Thank you. I will update the next chapter as soon as possible XD.
Cherry Vanilla : Makasih, Cherry - san. Jawabannya benar #cihuuuuuuy #YouRight.
Kanzo Kusuri : Moshi - Moshi, Kanzo - san. Aku jadi malu ceritaku di bilang keren + Bagus, yang bener Sting. Tetapi Kanzo - san benar karena menyebutkan Sting juga #Cihuuuuuuuuuuuuuy XD. Akan aku pikir - pikir lagi untuk merubah ratednya, tetapi aku yang semi M aja udah malu apalagi yang M-nya langsung #OhMyGod. Aku akan ngeusahain Update kilat karena sekarang aku libur #Yeeeaaaay, tentu saja aku mau mengupdate kilat. boleh kok di favoritkan aku gak ngelarang :D.
Guest : Ok. aku akan melanjutkan.
Terima kasih. aku sangat senang karena kalian sudah berniat membaca fanfiction ku, aku senang sekali. aku akan terus bersemangat demi kalian.
