New Breeze

Disclaimer: however i struggle, however i pray, Naruto still kishimoto's T_T

Thanks for the review.. well, i just want to keep it contnue.

Enjoy.

.

Oh, tidak! !Sasuke buru-buru bangkit dari kasurnya saat ia melirik jam dinding analog nya yang menunjukan pukul 07.00. Kemarin ia mengerjakan tugas semalaman dan tertidur begitu saja, makanya pagi ini ia kesiangan. Sasuke segera bergegas keluar kamar dengan langkah terburu.

"Dobe, sudah siang! Cepat bangun!" Pekik Sasuke sambil mengetuk kamar Naruto kencang-kencang.

tidak ada jawaban.

"DOBE! JANGAN NGAMUK KALAU AKU NGGAK BUATIN SARAPAN YA!" Pekik Sasuke lagi, dia harus buru-buru sekarang.

Peraturan di apartemen ini adalah Sasuke mengurusi bagian masak memasak karena Naruto itu, merebus telur saja tidak bisa. Dan Naruto bagian bersih-bersih, meskipun jarang sekali Naruto melakukan tugasnya dengan baik.

Karena itu aktivitas rutin Sasuke adalah bangun pagi, membangunkan Naruto, mandi, menyiapkan sarapan, lalu bersiap-siap ke sekolah. Yah, entah sejak kapan Sasuke mulai terbiasa dengan segala kesibukan ini.

"Iya teme, aku dengar!" jawab Naruto dari dalam kamarnya, telinganya selalu merespon cepat bila berhubungan dengan makanan.

Mendengar kalau Naruto sudah bangun, Sasuke segera melesat menuruni tangga menuju ke bawah, karena kamar mandi satu-satunya di apartemen ini hanya ada di lantai satu.

Sasuke baru akan membuka pintu kamar mandi saat pintu itu terbuka dengan sendirinya.

Dan Sasuke mendapati dirinya terpanah saat melihat seorang menyembul dari balik pintu, orang itu melihat ke arah Sasuke sambil mengeringkan rambut panjangnya yang terurai dan basah dengan handuk kecil.

"maaf, kamu mau pakai kamar mandi nya ya?" tanya Neji kemudian.

Sasuke hanya mengangguk, entah kenapa ia ingin meneguk ludahnya saat melihat Neji yang hanya memakai kaos putih tipis dan dibagian bawahnya hanya memakai handuk pendek tidak sampai selutut.

atau, sebenarnya kamu itu Gay.

Air muka Sasuke berubah pucat, kenapa setiap melihat Neji, kalimat itu terus berputar di kepalanya.

"Sasuke?" Suara itu menyadarkan Sasuke dari lamunan nya, oh demi apapun wajah Sasuke tiba-tiba menjadi panas saat ini.

"hn" hanya itu, dan Sasuke segera melesat masuk ke kamar mandi dan menutup pintu itu rapat-rapat.

Saat berada dalam kamar mandi Sasuke jadi agak terperangah, karena biasanya kamar mandi itu tidak memiliki aroma lavender sesegar ini. Sasuke menoleh ke arah jejeran shampo di kotak kecil sudut kamar mandi. Jumlah perlengkapan mandi di sana sedikit bertambah. Ini pasti Neji.

Aku sumpahin kamu jadi Gay beneran.

Sasuke menggelengkan kepalanya.

Parah! Naruto benar-benar parah. Kenapa pula dia harus bilang kalau Sasuke itu Gay, gara-gara itu Sasuke jadi kepikiran terus, kan. Cepat-cepat Sasuke menghidupkan showernya dan mengguyur kepalanya dengan air bersuhu dingin.

XXX

Naruto menuruni tangga nya terburu-buru lantas segera ke ruang makan dan menghampiri meja makan. Ia membuka tudung saji di atas meja bundar itu, namun nihil.

"Sasuke, mana makanannya?" kata Naruto agak berteriak.

Tidak ada jawaban, tapi terdengar jelas suara derap langkah dari lantai dua yang berjalan cepat menuruni tangga.

"sabar dobe, aku juga kesiangan." Kata Sasuke sambil membenarkan posisi dasinya, ia segera melewati Naruto dan berjalan ke arah dapur. Ia melirik jam tangannya, oh sudah jam 7.35 dan ini berarti sudah sangat telat untuk masak.

Saat membuka pintu dapur Sasuke menghentikan langkahnya dan terhirup aroma makanan lezat dari dalam dapur itu.

"kau sedang apa, Neji?" tanya Sasuke bingung saat melihat Neji sudah memakai apron miliknya berdiri di depan kompor.

"ah, maaf, aku baru selesai masak." Kata Neji sambil tersenyum "aku baru saja mau membawanya ke ruang makan." Tambahnya lagi sambil melepas apron milik sasuke dan meletakannya kembali ke tempatnya.

"o-oh gitu.." kata Sasuke datar, pemuda berambut biru gelap itu masih belum terbiasa dengan adanya seseorang yang membuat sarapan di pagi hari dalam apartemen ini selain dia.

"ayo makan sama-sama" tawar Neji ramah.

Sasuke mengangguk, ia memutuskan membantu Neji membawakan peralatan makan ke ruang makan sementara Neji membawa nampan makanan yang berisi sarapan sarapan mereka.

Di dalam ruang makan sudah ada Naruto yang sudah merapikan meja makan di sana. Ia segera menghampiri Neji dan membantu pemuda itu meletakan makanan yang di bawanya di atas meja.

"wah, jarang sekali nasi goreng pagi-pagi" kata Naruto riang. "kau yang membuatnya, Neji?"

Neji mengangguk.

"wah, baik sekali!" kata Naruto lagi, Sasuke dapat melihat Naruto yang dengan santai merangkul Neji.

"untung ada kamu! Si teme itu malah kesiangan.. ouch" Naruto meringis saat Sasuke menginjak kakinya.

"setidaknya aku tetap bangun duluan dari kamu." Kata Sasuke sebal.

Neji tertawa kecil melihat pertengkaran dua orang itu, terbayang olehnya kalau hari-hari nya nanti akan terus heboh seperti ini kedepannya.

"sudah, ayo makan.." kata Neji kemudian.

Naruto mengangguk, ia melepaskan rangkulan tangannya dari pundak Neji dan melirik ke arah saku seragam Neji.

"loh, Neji, kamu sekolah di tempat kami?" kata Naruto setelah meyakini kalau lambang yang ada di seragam Neji adalah lambang sekolah nya.

Neji mengangguk. "yap, hari ini aku jadi siswa pindahan."

Sasuke yang sudah duduk di kursi nya ikut menoleh ke arah Naruto dan Neji.

"kau di kelas mana?" tanya Sasuke singkat.

"hmm.. kalo nggak salah sih kelas 1-E"

Oh, ternyata Neji akan beda kelas dengannya dan Naruto. tapi kenapa Sasuke jadi merasa sedikit kecewa.

"yahhh... kalau aku dan teme ada di kelas 1A, jauh dong." Kata Naruto, berbeda dengan Sasuke, Naruto terang-terangan memasang raut wajah kecewa.

Neji tersenyum kecil, ia mengambil tempat duduk di hadapan Sasuke tanpa berkata apapun. ia kira tadinya ia akan menyewa apartemen ini sendirian, karena berbagi dengan orang lain sepertinya merepotkan.

Namun siapa sangka, seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, Neji langsung setuju untuk tinggal bersama Naruto dan Sasuke, lagipula ini adalah apartemen di dekat sekolah satu-satunya yang masih tersisa di pertengahan semester ini.

"By the way, kamu harus hati-hati dengan anak kelas E" kata si pirang, ia sudah duduk di samping Neji dan menyantap sarapannya.

"memang kenapa?" tanya Neji bingung.

"tidak seperti anak kelas 1-A yang diisi siswa-siswa unggulan, anak kelas 1-E itu bisa di bilang, hmm.." Naruto berpikir sambil mengunyah makanannya. "kelas buangan, mungkin?"

"oh ya?" Mendengar itu Neji jadi merasa tidak tenang, Sepertinya kelasnya bukan kelas yang menyenangkan.

"kau masuk kelas itu mungkin karena kau murid pindahan." Kata Sasuke di hadapannya yang juga sedang menikmati sarapannya.

"hm, benar juga! Aku yakin kamu anak yang cerdas, Neji." Kata Naruto, mulutnya tetap mengunyah makanan.

"tentu saja, kalau dia bukan orang yang cerdas . mana mungkin sekolah kita menerima siswa baru di pertengahan semester begini." Kata Sasuke lagi setelah meneguk minumannya.

"karena itu, aku jadi khawatir kalau kamu di kelas E" kata Naruto lagi, mengunyah makanannya.

Neji masih merasa baru dengan sekolah itu, di sekolanya yang lama seperti nya tidak serumit ini. Semua kelas di bagi sama rata baik siswa yang pintar maupun kurang pintar, di sekolahnya yang lama tidak punya perbedaan kasta atau apapun itu. tapi kenapa sekoah barunya ini penuh dengan hal-hal perbedaan semacam itu.

"aku ceritakan, tapi kau sambil makan saja, oke?" ucap Naruto sambil menepuk pundak Neji pelan.

Neji baru sadar, kalau ternyata ia sendiri belum menyentuh sarapannya. Ini karena Neji tidak terbiasa untuk makan sambil bicara karena didikan keluarganya. Namun, orang-orang di dekatnya sekarang ini sepertinya tidak perduli dengan adat kuno seperti itu.

Neji mengangguk dan mulai menyantap makanannya sambil menyimak penjelasan Naruto.

Di sekolah barunya itu, sesuai dugaannya terdapat pembeda yang memisahkan antar siswa nya. Mulai dari pembagian kelas dari kelas unggulan sampai kelas biasa.

Menurut cerita Naruto, anak-anak pintar dengan peringkat tertinggi, akan dimasukan ke dalam kelompok kelas A. untuk anak-anak yang berprestasi dalam olahraga dan seni, akan di kumpulkan dalam kelas B, kelas C dan kelas D adalah kelas biasa, atau untuk anak yang memiliki kemampuan standart. Sedangkan untuk anak yang tidak memiliki prestasi apapun dan menduduki peringkat terendah, akan berada di kelas E.

"berarti kalian berdua hebat dong, bisa ada di kelas A." kata Neji melirik Sasuke lalu Naruto.

"ah, enggak juga kok!" Naruto menunjukan cengiran malu-malunya.

Sasuke meneguk air minum nya.

"kalau sudah selesai kalian ambil tas kalian, kita berangkat sekarang." Kata Sasuke kemudian sambil berdiri membawa bekas peralatan makannya.

Neji dan Naruto mengangguk lalu mengikuti Sasuke.

XXX

Neji sungguh sudah terbiasa kalau ada satu atau dua orang yang melirik nya sesekali jika ia lewat di tempat umum. dan Neji tentu tidak terlalu terganggu dengan hal itu.

Tapi di periode kali ini, dia jadi tidak begitu nyaman saat nyaris semua orang sedang memperhatikannya. Iya, semua orang. Neji menghela nafasnya, dia tidak menyangka di hari pertamanya dia akan menarik perhatian banyak orang.

Oh, bagaimana tidak. Lihat saja saat ini dia sedang berjalan melewati gerbang, halaman lalu koridor sekolah dengan Naruto di sisi kanan nya, dan Sasuke di sisi kirinya. Merka berdua mengapit Neji dan berjalan berdampingan dengan Neji, siswa baru di sekolah ini.

.

Naruto dan Sasuke tahu benar kalau saat ini mereka sedang menarik perhatian banyak orang. Karena biasanya mereka yang selalu hanya jalan berdua saja sudah menarik perhatian, apalagi bila di tambah satu orang asing.

Lalu mengapa harus jalan berdampingan bertiga? Ini semua ide Naruto. pemuda pirang itu tidak tahu kenapa ingin sekali mengantar Neji sampai ke depan kelasnya, mendengar Neji akan masuk kelas E, tentu memberikan kecemasan sendiri untuk Naruto.

Neji itu teman yang kini tinggal satu apartemen dengannya dan dia sangat baik padanya, jadi setidaknya Naruto ingin memastikan kalau Neji akan baik-baik saja di hari pertamanya.

Untuk Sasuke sendiri, kurang lebih dia punya alasan yang sama dengan Naruto. walaupun alasan seperti itu cukup janggal bagi seorang seperti Sasuke, tapi memang benar Sasuke pikir mungkin dengan jalan di samping Neji, anak-anak sekolah itu akan tahu kalau Neji adalah temannya, jadi tidak boleh ada yang mengganggunya.

Naruto dan Sasuke tanpa sengaja menyadari, mereka jadi begitu protektif pada anak baru itu.

"nah, ini kelas 1-E Neji, kelas mu." Kata Naruto semangat saat mereka tiba di depan pintu ruang kelas berlabel 1-E.

"terimakasih, sudah mengantar" kata Neji sopan, dia sedikit canggung.

"nggak masalah kok!" kata Naruto sambil memamerkan giginya yang rapih.

Sasuke melirik sekilas ke dalam kelas 1-E dan benar saja, anak-anak kelas itu semuanya sedang memperhatikan ke arah mereka.

"kelas kami ada di ujung sana, kalau ada apa-apa kau bisa ke kelas kami." Kata Sasuke sambil menujuk ke arah ruangan yang ada di pojokan, itu ruang kelas biasa tapi sepertinya memang sedikit lebih luas dari pada kelas Neji.

Neji mengangguk, "kalau gitu aku masuk kelas dulu."

"oh, oke deh! Selamat menikmati hari pertama mu." Kata Naruto riang sambil menepuk pundak Neji pelan.

"dan ingat kalau ada apa-apa, kau langsung kekelas kami saja." Tambah Sasuke

Neji tersenyum lalu mengucapkan terimakasih sekali lagi kepada mereka berdua, sungguh ia bukan anak kecil lagi, tapi sepertinya diperlakukan begitu oleh Sasuke dan Naruto ia tidak terlalu keberatan.

Setelah dua orang itu berpamitan dan sudah menghilang dari pandangannya, neji memasuki ruang kelasnya.

.

Sama seperti yang dilakukan anak-anak di koridor, anak-anak di dalam kelas barunya pun kini terlihat kentara sekali kalau sedang memperhatikan ke arahnya. Meskipun Naruto dan Sasuke sudah ke kelasnya, tapi sepertinya Neji tetap menarik perhatian, yah, namanya juga anak baru.

Neji berusaha mengabaikan atomosfir aneh dari tatapan teman-temannya, sebisa mungkin memasang wajah tenang namun tidak angkuh.

Sambil berjalan ia memperhatikan bangku satu per satu jika ada bangku kosong yang bisa ia tempati.

"kalau cari tempat duduk kosong, di sebelah ku kosong."

Di dalam keramaian itu, saat Neji terlihat bingung mencari tempat mana yang bisa ia duduki, tiba-tiba seorang anak yang duduk disamping jendela menyapanya dengan suara ramah. Neji berbalik ke arah orang yang baru saja bicara itu.

"boleh aku duduk di sebelah mu?" kata Neji kepada seorang cowok yang bergaya unik, dengan tato segitiga terbalik di kedua pipinya.

"tentu, silakan." Kata cowok itu sambil mempersilakan Neji untuk duduk.

"terimakasih."

Setelah Neji duduk di sebelahnya dengan nyaman, cowok itu mengulurkan tangannya pada Neji.

"Inuzuka Kiba, panggil aku Kiba saja." Kata cowok yang ternyata bernama Kiba itu sambil tersenyum.

"aku hyuuga Neji, kau boleh panggil Neji saja." Kata Neji menjabat tangan Kiba sekilas sambil tersenyum kecil. Kiba dapat merasakan kalau tangan Neji terlalu halus untuk ukuran cowok.

Setelah saling berkenalan mereka terdiam beberapa saat, hingga Kiba memutuskan untuk kembali membuka pembicaraan.

"kau kenal Sasuke dan Naruto?" kata Kiba sambil menggaruk belakangnya. "hm, maksudku, semua orang di sekolah ini memang sudah kenal mereka. Karena Sasuke itu siswa yang pintar, dan Naruto siswa yang aktif. Apalagi mereka berdua sering bersama dan bikin ribut dimana-mana"

Neji bisa membayangkan kalau Sasuke dan Naruto ternyata bukan hanya bersifat begitu di dalam rumah, tapi ternyata dimanapun mereka seperti itu.

Neji memandang Kiba lalu mengangguk "aku menyewa apartemen yang sama dengan mereka."

"ohh, kok bisa, sih? Kalian memang sudah saling kenal sebelumnya?"

"enggak kok, kebetulan saja."

"oh, gitu.." gumam Kiba lagi.

Neji hanya mengangguk.

"hm, ngomong-ngomong kamu pindahan dari mana?"

"oh, aku dari osaka. Karena ada sedikit urusan di tokyo, jadi aku harus pindah ke sini" jelas Neji.

"wahhh, kamu beneran dari osaka? Aku sering ke sana loh. Rumah paman ku ada di sana." Kata Kiba mulai agak bersemangat.

"oh ya? Di sebelah mana?"

"kau tahu jalan fujiyama? di situ ada taman bermain yang cukup luas, nah rumah paman ku di sekitar situ." Kata Kiba antusiaas.

"ah, yang benar? Rumah ku juga ada di sekitar situ loh. Aku sering main di taman itu bersama sepupuku waktu kecil." Kata Neji yang juga tak kalah jadi antusias.

"wahhh, seriusan nih? Aku juga sering ke taman itu loh kalau jalan-jalan dengan anjing ku"

"serius. Atau malah Jangan-jangan kita pernah bertemu sebelumnya." Kata Neji lalu tertawa kecil.

"mungkin aja! Wah dunia sempit banget ternyata. Hahaha"

"bener." Neji mengangguk setuju.

"oh, iya, di taman itu kan sering ada bapak tua yang botak dan sering marah-marah, kau tahu?"

Neji tertawa lagi.

"oh, paman itu. tentu saja aku tahu, dia selalu ketaman itu tiap hari. Dan untuk informasi, sekarang dia sudah ada sedikit rambut di kepalanya."

"eh? Yang benar?"

Neji mengangguk mantap.

"iya, benar, tapi rambutnya warna putih."

"hahaha, bisa saja kau!" tanpa sadar Kiba tertawa keras.

Dan di detik berikutnya mereka melanjutkan percakapan mereka, tidak terbayang oleh Kiba sebelumnya kalau berbincang dengan Neji lumayan seru juga. Mereka berdua benar-benar menikmati percakapan itu sampai bel masuk berbunyi, dan kelas pun di mulai.

TBC

ohhh, makasih buat yang baca dan review di chapter sebelumnya.

Dan juga di chap ini ^^

Please reviewnya ya minna-san...