MINJAE FANFICTION

MISUNDERSTANDING LOVE

Mature Content/RATE M

DLDR!

"Shit maknae sialan! Dia selalu saja merebut apa yang menjadi milik ku! Damn!" yunho terus saja mengumpat melihat changmin dan jesicca yang baru saja berciuman. Ya, setelah putus dari Boa, yunho pun mengincar jesicca, salah satu hoobaenya di Sment. Mereka baru saja jadian sekitar 12 hari dan baru saja dia melihat jesicca dan changmin sedang berciuman. Dan apa tadi itu, dia melihat changmin menyeringai saat yunho melihat mereka. Apa sebenarnya maksud changmin.

Yunho kemudian pulang ke dorm dalam keadaan kesal. Dia mencari keberadaan jaejoong dan langsung menyerang jaejoong. Padahal keadaan jaejoong sedang tidak baik – baik. Dia sedang sakit secara fisik dan hatinya, dan sekarang ditambah lagi dengan tindakan yunho yang pemaksa dan kasar seperti ini. Tidak pernah yunho sekasar ini sebelumnya. Sebenarnya apa yang terjadi?

Sudah hampir seminggu ini jaejoong sakit, mungkin karena kesibukannya yang banyak diluar dari rutinitasnya dengan DBSK. Sekitar 3 hari yang lalu, saat sedang berada di gedung SMent, saat ia akan menemui sooyoung untuk membicarakan sesuatu, jaejoong melihat changmin sedang berdiri sambil memojokan jesicca dan yang jaejoong sempat dengar adalah changmin menembak jesicca dan dengan wajah yang sumringah, jesicca membalas cinta changmin.

Sakit... itulah yang jaejoong rasakan. Setelah dia mendengar untuk pertama kalinya changmin berpacaran dengan Boa dan sekarang dengan jesicca, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa begitu menyakitkan sekali rasanya.. tapi buru – buru jaejoong menghapus air matanya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Sekitar 1 jam kemudian changmin pulang ke dorm setelah "berkencan" dengan jesicca, dia melewati kamar pasangan yunjae. Dia terhenti karena mendengar suara yang cukup memilukan dari bibir jaejoong.

"Berhenti yunnhh... akhh.. jeball.. hikss..."

Plakk... plak.. yunho menampar pipi jaejoong

"kau harus ku hukum boo, aku sedang kesal dengan anak angkat mu itu." geram yunho menahan amarah dan gairah ketika menyetubuhi jaejoong dengan kasar.

"Akhh.. yunhh.. appo... akhh..." teriak kesakitan jaejoong

Changmin mengepalkan tangannya kuat, dia menahan amarah. Dia marah karena jaejoongnya disiksa seperti itu dan yang lebih membuatnya kesal, dia tidak bisa menolong jaejoong. Changmin meneteskan air matanya untuk jaejoong. Dia kemudian melangkahkan kaki nya menuju kamarnya. Sesampainya dikamar, dia mengunci kamarnya dan merosot dibalik pintu.

"Mianhe joongie.. hiks.. aku begitu pengecut.. mian.. gara – gara aku, kau disiksa.." changmin meremas dadanya, sakit melihat orang yang kita cintai terluka karena kesalahan kita, walaupun itu tidak secara langsung, tapi tetap saja menyakitkan.

Pagi pun menjelang... changmin tertidur dalam keadaan duduk. Setelah kesadarannya mulai terkumpul, dia kemudian bangkit berdiri dan menuju kamar mandi untuk mandi.

Sekitar 15 menit dia mandi, dia hanya memakai boxer saja dan melangkahkan kakinya keluar kamar. Perutnya sudah berteriak minta diisi.

Ketika dia membuka kamarnya, hanya suasana sepi yang menyapa. Dia lalu berjalan kedapur, changmin melihat jaejoong sedang mengaduk susu.

"Pagi hyung. Apa sudah baikan?" sapa changmin sambil mendekati jaejoong

"Eoh? Kau sudah bangun min?" jaejoong berbalik untuk menghadap changmin dan wajah jaejoong begitu pucat.

"hyungg... muka mu masih pucat" changmin menempelkan tangannya dikening jaejoong dan benar saja, demamnya belum turun ditambah siksaan yang yunho berikan semalam pasti semakin membuat jaejoongnya semakin sakit.

"gwaenchana min.." jaejoong hanya tersenyum mendengar changmin.

"kenapa sepi sekali, kemana mereka semua?" tanya changmin setelah menurunkan tangannya dari kening jaejoong?

"Junsu dan yoochun memang tidak pulang dari kemarin. Dan yunho tadi pagi – pagi sekali sudah pergi. Kau ada acara hari ini?"

"Ani, hyung ada acara?"

"Eobso.."

Changmin hanya mengangguk dan kemudian memeluk pinggang ramping jaejoong. Changmin mengelus pinggang ramping jaejoong lembut.

"jangan terlalu lelah hyung. Istirahatlah..."

"Mi.. minn... an.. aniyo.. hyung tidak apa – apa. Hyung sedang menyiapkan sarapan untuk kita."

"Aniyo, kajja.." changmin lalu menggendong jaejoong ala bridal style menuju ke jaejoong. Namun langkahnya terhenti ketika melihat kamar jaejoong yang sangat berantakan dan bau sisa – sisa percintaan yang menyengat.

"Min... ano..."

"Dikamar ku saja hyung, memang tidak terlalu besar ranjangnya, tapi cukup nyaman untuk kau tiduri sementara." Changmin lalu membawa jaejoong ke kamarnya. Wajah jaejoong sudah cukup memerah dengan perlakuan changmin yang manis seperti ini.

Sesampainya dikamar, changmin lalu merebahkan tubuh jaejoong dengan sangat hati – hati.

"Awhh..." jaejoong sedikit memekit ketika pantatnya menyentuh tempat tidur, padahl changmin sudah cukup hati – hati saat menidurkan jaejoong.

"Wae hyung? Apa yang sakit?"changmin duduk disebelah jaejoong sambil menyender dikepala ranjang. Changmin lalu menarik selimut dan menyelimuti jaejoong.

"Aniyo min , hanya saja... itu... ya kau tau lah, beruang itu ketika bermain sangat kasar.. hehe.." jaejoong tersenyum, walaupun terkesan dipaksakan, namun changmin mencoba untuk pura – pura percaya.

"Perlu aku membantu mengolesi krim nya?"

"hahaha.. aniyo.. hyung bisa sendiri.. ish, itu sangat memalukan tau.." pipi jaejoong memerah dan dia menjadi gugup sendiri mendengar perkataan changmin tersebut.

"Berbalik lah hyung, jangan menolak." Changmin lalu berdiri dan mengambil salep untuk penghilang rasa sakit. Entah dari mana dia mendapatkan itu.

"Min.. gwaenchana.. jangan begitu, hyung malu.."

"Turuti saja hyung.. jangan merasa malu" changmin sudah duduk kembali dan menghadap changmin. Dan jangan lupa tatapan changmin yang cukup membuat jaejoong sedikit menciut.

Jaejoong lalu menuruti keinginan changmin, dia membalik kan badannya dan menurunkan celana pendeknya. Dia menunggingkan pantatnya. Jaejoong hanya bisa menahan malu dan menenggelamkan wajahnya di bantal.

Changmin lalu memposisikan tubuhnya dibelakang jaejoong. Dia sedikit menunduk dan melihat hole jaejoong. Hole yang pink dan karena lecet maka semakin bertambah merah saja. Hal tersebut membuat bagian dari tubuhnya bereaksi. Tapi changmin harus menahan hasratnya itu.

"M..min?" panggilan jaejoong menyadarkan changmin untuk berhenti memikirkan hal – hal yang dapat membuat bagian tubuhnya dibawah sana semakin bereaksi.

"Ne hyung mian, aku hanya miris melihat hole mu dan ini pertama kalinya aku melihat hole orang lain. Mianhe hyung."

"Jika kau jijik, hentikan saja min. Hyung mengerti, kau pasti jijik kan dengan hubungan sesama jenis yang kami jalani, secara kau adalah straight." Jaejoong berbicara dengan suara yang bergetar. Entah mengapa, hatinya sedikit tertohok mendengar kata – katanya sendiri.

Changmin menghiraukan perkataan jaejoong, dia lalu membuka tutup salep tersebut lalu mengambilnya sedikit kemudian mengoleskannya disekitar hole jaejoong.

Shhh~~ jaejoong meringis karena hawa dingin menyapa permukaan kulitnya yang sangat sensitif tersebut. Changmin kemudian mengambil krim lagi lalu mengoleskan nya lebih banyak lagi agar cepat sembuh.

Chup chuup chupp.. changmin pun mengecup lembut hole jaejoong setelah selesai mengolesi permukaannya holenya dengan salep.

"M.. min.. wae?" Badan jaejoong menegang menerima perlakuan changmin seperti itu.

Sadar dengan apa yang dilakukannya, changmin buru – buru menaikan kembali celan jaejoong. "Mianhe hyung, aku hanya reflek, aku tidak tega kulit semulus ini harus terluka.. mianhe hyung.. jebal jangan marah.." changmin sudah duduk kembali disamping jaejoong.

"Arraseo, gwaenchana" jawab jaejoong setelah kembali berbaring miring menghadap changmin yang ada disebelahnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa jaejoong sangat senang mendapat perlakuan itu dari changmin. Namun dia sadar akan posisinya. Dia adalah pacar dari yunho dan changmin pun pacar dari jesicca. Jaejoong tidak mau terlalu berharap apa – apa. Cukup dia memendam perasaannya sendiri.

Dia sangat senang karena changmin begitu perhatian kepadanya samoai seperti ini. 3 tahun bersama yunho, yunho tidak pernah peduli dengan kelakuan kasarnya saat bermain diranjang. Awalnya memang yunho bermain lembut, tapi jika sudah masuk permainan inti, dia akan sangat kasar dan setelah itu dia juga tidak peduli dengan kondisi tubuh jaejoong. Seperti pepatah "Habis manis sepah dibuang" begitu lah kira – kira nasibnya.

"Jja tidurlah hyung, aku disini menjaga hyung." Changmin lalu mengusap rambut jaejoong dengan sayang.

Sebenarnya dari tatapan dan bagaimana mereka saling memperlakukan dapat dilihat bahwa mereka berdua saling menyayangi, membutuhkan dan mencintai, namun karena alasan persaudaraan dan cinta yang akan bertepuk sebelah tangan, mereka memendam masing – masing perasaan mereka sendiri. Cukup miris memang.

Jaejoong memindahkan kepalanya yang ada dibantal ke paha kurus changmin. Changmin cukup kaget dengan kelakuan manja dari orang yang dicintainya, namun dia hanya bisa tersenyum saja, dia hanya mencoba menikmati detik demi detik keintimannya dengan jaejoong.

Jaejoong menenggelamkan muka nya diperut changmin dan melingkar kan tangannya dipinggang changmin.

Chupp.. changmin mencium kening jaejoong lembut

"Jalja hyung.." changmin membisikan dengan lembut kata – kata tersebut.

Jaejoong hanya menganggukan kepalanya dan menutup matanya. Biarlah dia merasakan bagaimana rasanya dilindungi oleh orang yang benar – benar dia cintai, walaupun orang tersebut tidak mengetahuinya. Changmin pun kembali menyelimuti tubuh ringkih jaejoong dan menepuk lembut punggung jaejoong. Changmin benar – benar memperlakukan jaejoong dengan penuh kelembutan khas pria yang mencintai pasangannya.

TBC/END

Cerita nya memang pendek – pendek kok tiap chapternya.. mian kalo kependekan...

Keep RnR.. Gomawo..