MINJAE FANFICTION
MISUNDERSTANDING LOVE
DLDR!
CHAP 3
Hari ini changmin berencana untuk bertemu dengan Jesicca. Sebenarnya bukan changmin yang ingin bertemu, melainkan jesicca yang mengajak nya bertemu. Sejujurnya changmin pun sangat malas untuk menemui jesicca, lebih baik dia berada di dorm untuk menjaga jaejoong.
Tapi sayangnya, jaejoong sudah pergi tadi pagi tanpa mengucapkan apa – apa pada changmin. Dan changmin pun tidak tahu kemana jaejoong pergi.
Beberapa saat yang lalu, jesicca baru mengabarinya bahwa dia akan bermain ke dorm DBSK. Awalnya changmin menolak, tetapi jesicca malah dengan berani nya menghubungi manager DBSK untuk minta izin dan lebih hebat nya lagi, manager nya itu mengizin kan jesicca berkunjung ke dorm DBSK.
Ting.. Tong.. Ting.. Tong.. bel dorm pun berbunyi nyaring. Changmin yang lagi menikmati makan siangnya harus terganggu dengan suara bel menyebalkan itu. semenyebalkan dengan orang yang memencetnya. Pasti jesicca, sial makan siangnya harus terganggu seperti ini. Changmin paling benci jika acara makannya diganggu oleh orang lain, ya mungkin terkecuali jaejoong. Sepanjang perjalanan changmin membuka pintu dorm, changmin terus saja mengumpat. Dia benar – benar kesal sekali.
Clekk.. Changmin membuka pintu dorm dengan ogah – ogahan. Dan terpampang lah jesicca dengan rok ketat pendek sepaha dan berwarna putih. Sangat ngepas ditubuh langsing dan sexy nya. Ya walaupun seluruh dunia tahu bahwa bentuk tubuh sempurna ini didapatkan karena hasil operasi plastik. Dan untuk mempertahan kannya pun cukup sulit. Olahraga dan diet ketat, itulah yang dia lakukan agar badannya tetap ramping dan sexy seperti sekarang.
"Hai chagiya~" jesicca langsung memeluk changmin.
"Ne chagi, kajja masuk.. jangan diluar seperti ini, nanti ada yang lihat." Changmin menyuruh jesicca masuk dan mengambil beberapa paper bag yang jesicca bawa. Dari bau yang tercium sih, paper bag itu berisikan makanan.
"Ne..." jesicca menggandeng lengan changmin dengan mesra. Mereka berdua berjalan ke arah ruang TV.
"Mau minum apa chagi?" tanya changmin setelah meletakan paper bag yang dibawa jesicca itu diatas meja.
"Apa saja sayang.. asal itu kau yang membuatnya" ucap jesicca manja sambil menggerlingkan sebelah matanya.
Changmin hanya tersenyum menanggapi ucapan jesicca. Changmin hanya mengusap rambut jesicca dan kemudian berjalan ke dapur untuk membuatkan changmin minuman.
Sesampainya didapur, changmin membuat kan jus jeruk untuk jesicca. Jika jesicca dihidangkan coke pasti menolak, karena alasan diet. Ini kan dorm namja, mana ada coke diet atau susu diet. Bagi changmin semua minuman apalagi makanan yang ada embel – embel kata diet dibelakangnya adalah racun baginya yang tidak boleh dia makan atau minum.
Karena jika dia makan dan minum segala sesuatu yang berbau kata diet, bisa dipastikan bahwa nafsu makannya akan berkurang. Dan changmin tidak suka itu. changmin ingin menghabiskan hidupnya untuk terus makan tanpa adanya halangan apapun dan dari siapapun.
Grebb.. sepasang lengan mungil memeluk pinggang changmin saat changmin sedang membuat jus untuk jesicca.
"Wae chagi? Kenapa kesini? Kau kan bisa menunggu ku di ruang tv saja. Anggap saja dorm mu sendiri." Tanya changmin
"Aniyo, aku mau terus berada didekat mu sayang. Padahal kemarin kita sudah bertemu, tapi tetap saja aku rindu."
"Hahaha... nappeun yeoja eoh?" changmin membalik kan tubuhnya dan menghadap jesicca. Dicubit pelan hidung jesicca.
"aku nappeun hanya kepada mu saja chagi." Jesicca mengalungkan tangannya dileher changmin.
Cup~ jesicca mencium bibir changmin sambil berjinjit, karena perbedaan tinggi mereka menghalangi.
Tahu maksud dari jesicca, changmin pun membalas ciuman jesicca. Awalnya changmin mencium jesicca dengan lembut, namun lama kelamaan dia mencium jesicca dengan kasar. Dihisap dan digigit kuat bibir jesicca. Jesicca pun mengambil tangan changmin dan meletakkan tangan kokoh itu diatas payudaranya. Changmin pun tanpa segan meremas, payudara jesicca kasar. Walaupun terkesan kasar, tapi jesicca menyukainya. Terbukti dengan jesicca yang mulai menutup matanya dan makin menempelkan badannya ke badan kokoh changmin. Changmin tersenyum melihat kelakuan jesicca ini benar - benar seperti jalang. Padahal mereka baru berpacaran beberapa hari saja, tapi dengan mudahnya dia jatuh kepelukan changmin seperti ini.
Hampir 10 menit mereka berciuman. Changmin lalu menggendong jesicca ke menuju kamar nya. Setelah dia berhasil meniduri jesicca maka selesai lah tugasnya untuk memacari wanita ini.
Brakk.. changmin membuka dengan tergesa – gesa pintu kamarnya dan menutupnya kembali dengan menggunakan kaki. Namun pintu ternyata tidak sepenuhnya tertutup. Terdapat celah untuk dapat orang lain melihat apa yang terjadi didalam kamar.
Buru – buru changmin meletakkan jesicca dikasurnya dan kemudian membuka baju jesicca. Bukan, changmin bukannya terbakar nafsu atas tubuh jesicca, namun dia tidak mau jika nanti ada yang datang dan lagi dia ingin semua nya cepat selesai.
Sesi ciuman dan saling melepas pakaian pun sudah selesai. Susah payah jesicca membuat agar penis changmin terbangun dan siap untuk bertempur. Hampir 15 menit jesicca mengulum dan mengocok penis changmin samapi akhirnya penis itu tegang sempurna dan siap bertempur dengan vagina nya. Padahal sudah sejak 10 menit yang lalu jesicca keluar hanya karena changmin mencium dan meremas dada nya sambil menusuk – nusuk vagina nya.
Mereka pun memulai sesi panas mereka. Tidak lupa changmin mengambil kondom dan menyuruh jesicca untuk memakai kannya dipenis changmin, changmin tidak mau ambil resiko sama sekali. Setelah kondom terpasang sempurna, dengan tidak sabar, changmin memasukkan penis besar dan tegangnya ke dalam vagina jesicca. Hahh.. tidak ada darah yang keluar. Berarti changmin tidak harus menanggung beban moral karena sudah memerawani anak orang. Ya walaupun tidak keluarnya darah bukan berarti dia tidak perawan lagi.
Saat melakukan hubungan intim, bisa saja darah tidak keluar. Hal tersebut dapat disebabkan mungkin waktu kecil wanita itu mengalami kecelakan sehingga mengakibatkan selaput dara nya robek. Keluar atau tidaknya darah pada saat melakukan hubungan intim untuk pertama kali, tidak membuktikan bahwa wanita itu sudah tidak perawan lagi. [info ini saya cari di internet. Hehehe... silahkan baca aja untuk tambah – tambah pengetahuan]
Tapi changmin cukup pintar untuk mengetahui track record perjalanan cinta jesicca, berapa banyak namja yang sudah tidur dengannya pun changmin tahu. Dia tidak akan pernah tertipu. Setiap mangsa nya sudah diintai dengan baik olehnya. Jadi changmin tidak akan kecolongan.
#Changmin POV
Terus ku hentak kan penis ku ini kedalam vagina pelacur murahan ini, tentunya dengan memakai pengaman. Tidak sudi jika dia harus mengandung benih berkualitas dari diri ku ini. Benar – benar pelacur, kedoknya saja sebagai artis tapi begini kelakuannya. Cihh.. sama menjijikannya dengan mantan pacarnya si jung yunho sialan itu.
Aku kembali merebutnya dari mu.. ini belum seberapa ketika kau merebutnya dari ku, mempermainkannya dan mencampakannya..
"ohhh.. baby, ayo terushh.. lebih dalam lagi.. vagina ku membutuhkan penis besar mu ini.." desahan wanita itu
"Ne chagi, as your wishh.." aku menuruti kemauan jalang ini. Cihh.. benar – benar menjijikan. Tubuh jaejoong nya jauh lebih indah daripada tubuh jalang ini.
#Changmin POV End
Clek.. jaejoong memasuki dorm. Jaejoong melihat ada sepatu wanita dirak sepatu. Dia melangkah kan kaki nya semakin masuk ke dalam dorm, jaejoong melewati ruang tv dan melihat ada ada 2 paper bag disana. Tidak mau ambil pusing, jaejoong kemudian berjalan menuju kamarnya yang berada diujung dan otomatis harus melewati kamar dari changmin.
Saat melewati kamar changmin, jaejoong mendengar suara desahan dua orang. Walaupun kamar changmin kedap suara tapi tadi changmin tidak menutup betul pintu kamarnya sehingga membuat celah yang orang diluar pasti bisa melihatnya. Dan yang melihatnya adalah jaejoong.
Jaejoong yang penasaran kemudian berhenti didepan pintu kamar changmin sedikit terbuka. Jaejoong mengintip apa yang terjadi didalam kamar changmin. Siapa yang ada didalam sana dan apa yang terjadi. Mengapa ada suara wanita? Mungkin kah?
DEG! NYUTT!
Lagi – lagi jaejoong harus kembali terluka. Air matanya kembali menetes, menerima kenyataan ini. Kenapa ini harus terjadi padanya? Padahal kemarin dia diizinkan untuk menikmati bagaimana rasanya diperhatikan oleh orang yang dicintainya.
Ini sudah kesekian kalinya dia melihat pria itu mencumbu wanita, tapi tidak sampai dia melihat pria itu sampai berhubungan badan. Lagi – lagi hati namja ini tersakiti. Tetapi dia harus bertahan, agar semuanya tidak tambah runyam. Dia tidak mau menyakiti orang lain lagi, cukup dirinya saja yang tersakiti.
Tidak kuat menerima kenyataan ini, jaejoong kemudian berlari ke kamarnya dan masuk ke kamar mandi. Dia sangat sedih. Dia kecewa. Dia cemburu. Tapi apa pantaskah? Changmin bukan lah milik nya. Mencintai changmin bukan lah alasan menandakan bahwa changmin miliknya. Changmin milik wanita yang ada didalam sana. Wanita yang sedang menikmati tubuh changminnya.
Dikuncinya pintu kamar mandi. Jaejoong menangis tersedu. Dia benar – benar tidak kuat. Kenapa hal ini harus terjadi padanya? Kenapa begitu sulit dan menderita mencintai orang. Jaejoong berjalan ke shower dan menyalakan kran air nya. Dia menatap pantulan dirinya dari cermin besar yang berada tepat dihadapannya dibawah shower.
"Kau begitu menyedihkan Kim Jaejoong. Sangat menyedihkan! Mengharapkan cinta orang yang sudah memiliki kekasih. Haha.. Haha.. hikss.. Hahaha.. hikss.. " jaejoong menertawakan nasib dirinya sambil menangis, sangat miris sekali.
"Hikss.. jinjja appo.. neomu appayo.. hikss.. " jaejoong mukul – mukul dada nya. Dada nya begitu sesak menerima kenyataan seperti ini.
Bughh... buggh.. Prang... Prang...
Jaejoong terus memukul kaca yang ada di depan nya sampai pecah berkeping - keping, tidak peduli bahwa tangannya sudah berdarah dan membengkak. Serpihan kaca itu pun berjatuhan, ia lalu duduk didinginnya lantai kamar mandi yang sudah basah karena aliran air shower terus dinyalakan. Dia duduk dibawah guyuran shower dan mengambil sepotong serpihan kaca.
Srett.. Blashh... Crashh.. Jaejoong menggoreskan serpihan kaca yang dipegangnya disekitar dada nya tepat dimana jantung nya berada. Walaupun tidak sampai menusuk menembus jantungnya, tetap saja itu tetap menyakitkan, tak ayal banyak darah yang keluar dari setiap goresan luka yang cukup dalam yang ditorehkan oleh kaca itu, darah yang keluar membentuk aliran seperti aliran seperti sungai berwarna merah darah pekat dari dada turun ke perutnya.
"Sakit sekali... Hikss.. Namja tidak boleh menangis, tapi ini sangat sakit sekali rasanya.. hikss.. aku harus apa?"
"Tidak bisa kah kau melihat ku saja? Sudah 6 Tahun aku menahan ini semua. Terus mencintai mu dari jauh. Kenapa sekarang kau seperti ini. Hikss.. " jaejoong memukul dadanya yang sudah penuh goresan darah itu. hal tersebut tentu saja membuat darah yang keluar semakin banyak.
"Saranghae Changmin ah~ Jeongmal Saranghaeyo Shim Changmin. Annyeong My First and My Last Love~~ " ucap jaejoong lemah
Pandangan jaejoong kosong. Badannya memucat. Bibirnya yang biasanya merah pun sekarang sudah membiru karena menahan dingin. Mata sayu dan sembab jaejoong akhirnya tertutup. Jaejoong pun tergeletak tak berdaya dilantai kamar mandi yang dingin dengan darah yang menggenangi nya. Pemandangan yang sangat mengenaskan.
#changmin room
DEGG! Entah kenapa perasaan changmin jadi tidak enak. Dadanya tiba – tiba terasa sesak. Padahal changmin tidak punya riwayat penyakit jantung. Dia menghentikan genjotannya di vagina jesicca. Dia kemudian mencabut penisnya yang sudah penuh cairan jesicca yang menempel di kondomnya.
"Mianhe chagi, lebih baik sekarang kau pulang. Aku ada urusan lagi" changmin turun dari tubuh jesicca.
"Tapi sayang... kita belum selesai.. kau pun belum klimaks kan.. urusannya nanti saja.. ayo kita lanjutkan lagi." Jesicca menahan tangan changmin.
"Ini lebih penting dari apa pun.. Kka! Pergilah.. " changmin sedikit berteriak kepada jesicca. Pikiran kacau. Hatinya tidak tenang. Apa yang terjadi? Apa jaejoongnya mengalami sesuatu yang buruk kah?
Jesicca hanya mendengus sebal mendapat perlakuan itu dari changmin. Dia pun turun dari ranjang dan memakai kembali gaun nya. Walaupun keadaannya masih berantakan tapi jesicca buru – buru dia keluar dari kamar changmin, dia tidak mau membuat changmin semakin marah.
Setelah jesicca keluar dari kamar dan keluar dari dorm nya. Changmin kemudian mencoba untuk menghubungi siapa saja untuk memastikan keadaan orang – orang terdekatnya. Hanya ponsel jaejoong saja yang tidak aktif. Changmin lalu hendak keluar dorm ketika mata bambinya melihat sepatu jaejoong yang sudah ada di rak sepatu.
Changmin berlari ke kamar jaejoong yang letaknya paling ujung. Pintu kamar tidak terkunci dan keadaan kamar kosong. Namun changmin mendengar ada suara gemercik air dari kamar mandi.
Tok.. Tok.. changmin mengetuk pintu kamar mandi.
"Hyung.. kau didalam?"
Tok... tokk... tokkk... changmin terus mengetuk pintu karena tidak ada sahutan dari kamar mandi.
"Hyungg... hyungg..." changmin menaik kan nada suaranya agar terdengar ke dalam. Perasaan tidak tenang menghantui chnagmin.
BRAKK... Tanpa pikir panjang lagi, changmin pun mendobrak pintu kamar mandi itu. buru – buru changmin masuk ke dalam.
Deg.. Deg.. pemandangan yang dilihat changmin begitu mengenaskan. Hatinya seperti tertusuk belati beracun, begitu mematikan. Changmin sampai menahan nafasnya melihat pemandangan itu.
Jaejoongnya... jaejoong tercintanya tergeletak tak berdaya dengan tubuh yang mengenaskan. Penuh dengan luka goresan didada dan pergelangan tangannya. Darah nya pun sudah menggenang disekitar tubuhnya. Walaupun air dari shower terus keluar dan membasahi tubuh jaejoong, tetap saja darah dari tubuh jaejoong tetap keluar dan air itu pun tidak mampu menyingkirkan darh yang menggenang disekitar jaejoong.
Dengan segera, changmin mengendong jaejoong ala bridal style keluar kamar mandi. Changmin mengambil jaket jaejoong yang digantung didekat pintu kamar mandi lalu menutupi tubuh jaejoong. Sesekali changmin menciumi kening jaejoong dan terus berdoa agar jaejoong selamat.
#Seoul Hospital
"Bagaimana Uisa, bagaimana keadaannya?" changmin terus memberondong dokter yang baru keluar dari ruangan operasi. Sudah sejak 2 jam yang lalu changmin membawa jaejoong kesini dan jaejoong sedang ditangani oleh para dokter. Jaejoong kehilangan banyak darah dan kondisi psikis jaejoong semakin memperparah. Sempat beberapa kali jaejoong kehilangan denyut nadinya. Namun para dokter berhasil kembali membawa jaejoong.
"Seluruh lukanya sudah diobati, seharusnya sekitar 6 jam lagi, dia akan sadar.."
"ne dokter, gomawo.." changmin membungkuk
Namun seminggu telah berlalu sejak operasi dilakukan, namun jaejoong pun tetap tidak sadarkan diri. Changmin masih setia menemani jaejoong selama seminggu terakhir ini. Changmin pun mengetahui bahwa ternyata jaejoong juga mencintainya. Hal itu tidak sengaja terjadi saat changmin mendengar jaejoong mengigau mengucapkan bahwa jaejoong mencintai changmin. Dan itulah kata – kata terakhir jaejoong yang changmin dengar. Tanpa ragu, changmin pun membalas kata – kata jaejoong. Dengan penuh cinta changmin membalsa perkataan jaejoong. Dia berharap agar jaejoong pun mendengar pernyataan cinta nya dan jaejoong bisa segera sadar.
Sejak saat jaejoong mengigau itu, jaejoong tidak pernah sadar lagi. Banyak sahabat dan rekan kerja yang mengunjungi jaejoong. Mereka turut perihatin dengan keadaan jaejoong. Mereka juga tidak tahu kenapa jaejoong nekad sampai ingin bunuh diri. Yunho pun sering mengunjungi jaejoong, yunho merasa bersalah karena sering mngabaikan jaejoong dan berbuat kasar. Dia sungguh menyesal. Dengan tegas changmin meminta untuk yunho dan jaejoong putus. Dan semua keperluan jaejoong akan changmin yang penuhi secara lahir batin.
Sudah sebulan berlalu sejak jaejoong menyatakan cintanya kepada changmin, walaupun hanya dalam bentuk igauan saja, namun itu dapat membuat changmin senang, karena cintanya terbalas. Namun tidak ada tanda – tanda bahwa jaejoong akan sadar dari tidur panjangnya. Sampai dokter menyatakan bahwa jaejoong mengalami koma untuk waktu yang tidak tahu kapan. Kita hanya bisa berdoa saja.
END
Maaf telat dan akhirnya begini pula.. saya benar – benar gak punya ide dan diburu waktu.. hehehe.. jeongmal mianhe...
Mohon yang masih berkenan untuk Read and Review FF Super Gaje ini.
See you next story...
