Disclaimer : J.K Rowling
Pairing : Hermione Granger – Draco Malfoy – Cedric Diggory
Warning : Gaje, aneh, typo's dll
Rated : T
Happy Reading
Mawar Merah
By tikamalfrey
Chapter 2 : 'Aku ini kenapa?'
Hermione POV
Satu satunya hal yang berada dipikiran ku saat ini adalah Draco Malfoy.
Satu satunya hal yang membuatku bingung adalah Draco Malfoy
Satu satunya hal yang paling membuatku penasaran adalah seorang Draco Malfoy.
Siapa sih dia?
Aku sedang berjalan ke kantin bersama Ginny, Harry dan Ron.
Entah pikiran ku hanya ke draco malfoy saja saat aku berjalan, sampai sampai aku tidak memperhatikan arah jalan.
BRUUUKK…
Aku menabrak seseorang hingga ia terjatuh dan jus jeruk yang dibawa nya menumpahi tepat dikepalanya. Gelas nya terjatuh dilantai dan pecah dibelakang orang itu.
Aku kaget bukan kepalang. Jantung ku serasa ingin lepas keluar.
Seseorang yang ku tabrak adalah
Kakak ku sendiri
Cedric Diggory.
.
"Maaaa..maaa.. ." kataku gugup bukan main. Aku tidak berani mentapnya, aku hanya menunduk sedalam dalamnya.
Cedric pun bangun dibantu oleh seorang perempuan yang sangat cantik dan anggun. Ia mengelap air jus jeruk yang tersisa diwajah Cedric menggunakan sapu tangan.
"Kita harus meminta handuk di uks, Ced. Rambut mu basah." Kata perempuan itu.
Asal kalian tahu. Seluruh pasang mata di kantin memperhatikan kami, terutama aku. Ya Hermione Jane Granger yang bodoh. Kenapa bisa sampai menabrak Cedric sih?
Namun siapa sangka, tiba-tiba Cedric mengambil segelas jus jeruk yang dipegang perempuan disampingnya lalu menyiramnya tepat di atas kepala ku. Rambut ikal ku lengket. Semua pasang mata memperhatikan kami lebih mendalam.
Hening.
Hening.
Tak ada yang mampu berkata.
Bahkan Harry-Ron-dan Ginny diam seribu bahasa, mereka melotot.
"Dimana mata mu saat berjalan?!." Kata Cedric, ia memandangku tajam.
Aku tidak sanggup melihat matanya itu. Mendengar suara nya saja aku sudah bergidik ngeri. 'Sungguh kak, maafkan aku. Aku tidak sengaja.'
"Ayo Cho kita pergi."
Lalu Cedric dan perempuan yang bernama Cho itu pergi.
Aku terpaku ditempat.
Ketika Cedric dan Cho pergi, semua yang berada di kantin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi anak baru yang tak berkutik dan di siram air jeruk tepat di atas kepala nya.
Sungguh ini menyedihkan. Hari pertama sekolah di Hogwarts sudah menjadi bahan tawa seluruh murid di sekolah. Bahkan aku juga sempat mendengar perkataan-perkataan yang sungguh kurang enak didengar.
'Kasihan sekali kau anak baru, mau aku belikan susu'
'Yaampun kalo aku jadi kau lebih baik aku menjilati sepatu Cedric, daripada hanya meminta maaf'
'Kukira dia sengaja mencari perhatian Cedric tadinya, lalu gagal'
Mereka tertawa lagi.
Sial.
Aku masih terpaku di tempat, sampai Ginny menghampiri dan mengajak nya juga ke uks untuk meminjam handuk. Namun aku menggeleng, entah mengapa aku sontak berlari dari kantin. Ku dengar mereka semua masih tertawa. Aku meninggalkan kantin. Meninggalkan Ginny, Ron dan Harry. Menuju kemana saja tempat yang nyaman untuk membuat ku berdiam diri, dan-menangis.
Aku melihat kedepan, ada anak panah penunjuk kata 'toilet' disebelah kanan, dan aku mengikutinya. Aku berlari untuk mencapainya. Dan ketika sampai, aku memasuki toilet perempuan dan tanpa kusadari air mata ku jatuh.
'Sampai kapan kau tidak pernah menganggapku, Ced' batin ku kembali berbicara. Aku menangis. Sekarang aku duduk di sudut kamar mandi. Disini sepi, dan hanya ada aku seorang.
Tapi tunggu sebentar….. suara apa ini? Seperti suara perempuan. Iya, ini suara lengkingan pelan perempuan, aku yakin. Dan suara itu berada di balik pintu dalam kamar mandi perempuan. Aku sungguh penasaran.
Tiba-tiba seorang perempuan keluar dari balik pintu kamar mandi itu. Dia cantik, tapi aku tidak tahu siapa dia. Ya wajar saja aku tidak tahu. Pakaiannnya berantakan, kulihat dia sedang mengkancingi dua kancing atas seragamnya yang terbuka. Ia merapikan pakaian juga rambutnya didepan kaca. Lalu pergi.
Aku hanya melongo.
Setelah perempuan itu pergi, aku kembali teringat kejadian tadi. Aku kembali menangis. Setelah kusadari tidak ada orang lagi dikamar mandi ini. Perempuan tadi sudah keluar, jadi tanpa sadar aku menangis dengan keras.
Napas ku jadi tak terarah. Entah baru kali ini aku menangis separah ini.
"Kenapa kau menangis sampai begitu?."
Sesaat aku berhenti menangis, walau masih sulit untuk mengatur napas. Aku menoleh pada sumber suara.
DEG
Ya Tuhan..
Kenapa dia disini?
Ini kan kamar mandi perempuan.
Aku melihat dia keluar dari balik pintu tempat perempuan tadi keluar. Dia sedang merapikan pakaiannya seperti perempuan tadi. Aku masih diam, terduduk di sudut kamar mandi. Aku memeluk kaki ku sendiri.
DEG. Dia berjalan mendekatiku. Lalu dia duduk didepanku. Dihadapanku
Dia mengusap air mata ku dengan jari-jari nya. Sungguh, sentuhannya sangat lembut. Saat ini dia masih mengisap air mata ku dengan jemarinya. Baru kusadari, dia sangat tampan. Hembusan nafas nya begitu terasa. Bau parfumnya menyegarkan. Rambut nya pirang platina tampak bercahaya.
Sial. Kau kenapa Hermione? Dia itu siapa? Kenapa kau diam saja disentuh oleh nya?!
Aku ingin mendorongnya jauh-jauh. Namun aku tetap diam. Tubuhku lemas. Tenaga ku sudah dipakai untuk-menangis. Aku memandanginya, matanya kelabu. Oh tidak. Hermione sadar laaahh
Dia Draco Malfoy.
"Kau belum menjawab pertanyaanku?." Katanya dingin.
"A..apa?"
"Kenapa kau menangis?"
Aku diam.
Dia masih dihadapanku. Sekarang ia merogoh kantong celananya. Dia mengambil sapu tangan yang lumayan lebar, seperti handuk kecil. Lalu mencoba mengeringkan rambutku. Lalu dia merogoh kantong celana nya lagi, semacam botol parfum—tapi bukan. Botol berisi, dia mengambilnya dan menyemprotkannya dirambutku. Kemudian dia mencoba mengeringkan rambutku lagi menggunakan sapu tangannya.
Aku tak membuka mulut. Tidak mengucapkan apa-apa. Tidak mengelak. Aku bingung harus berbuat apa. Aku tidak pernah dihadapkan pada kondisi seperti ini.
"Jangan acuhkan aku. Kau ini kenapa?" Tanya nya lagi. Dia berhenti mengeringkan rambutku.
Dia Draco Malfoy sekarang duduk bersila dihadapanku dengan santai.
"Mereka menertawaiku… errr-dikantin."
"Lalu rambutmu?"
"Gara-gara jus jeruk, mereka menertawaiku."
Entah mengapa ketika melihat mata Draco, aku sepertinya sedang menatap mata kak Cedric. Sebutir air mata ku jatuh.
Kenapa aku selemah ini?
Ini bukan aku. Ini bukan Hermione Granger. Ku tatap matanya lagi. Ku lihat wajah Draco yang sedari tadi berpandangan bingung. Lagi-lagi aku melihat sosok Cedric dimatanya.
Tanpa kusadari sudah banyak air mata yang kutumpahkan. Sekarang ini aku tidak bisa menahannya. Aku kembali menangis yang bisa dibilang keras.
Aku bisa merasakan rasa hangat yang menyambar. Draco Malfoy memelukku dari samping. Tangis ku semakin keras. Sekarang aku menangis di dada nya. Draco mengusap pelan rambut ku berkali-kali.
Draco POV
Apapun alasannya. Aku tak pernah melihat gadis menangis sampai seperti ini. Aku yakin dia sangat rapuh. Aku juga yakin ada faktor lain selain dari mereka yang menertawakannya. Dia menangis bukan karena mereka. Pasti ada hal lain yang membuat dia serapuh ini. Sejujur nya niat ku mendekati nya untuk berbuat jahat, seperti yang kulakukan terhadap gadis yang telah pergi tadi. Mengapa aku jadi seperti ini? Kenapa aku malah memberi dadaku untuk gadis bermata coklat ini? Kenapa niat ku berputar 180 derajat, melenceng nya.
Gadis itu masih belum berhenti menangis.
Kenapa aku merasa sehangat ini. Mengapa aku jadi turut sedih. Hei Draco. Kau ini kenapa sih? Biasa nya kau kan selalu mempermainkan gadis. Sial. Padahal aku baru bertemu gadis ini. Saat aku melihat mata coklat nya kenapa aku terhipnotis? Rasanya aku seperti melihat sosok mom di mata nya itu. Hhhhh.. Sudahlah Draco, untuk saat ini saja biarkan seperti ini. Tidak tau lah apa saat nanti. Sekarang biarkan dia menangis sepuasnya dulu. Kita tidak tahu ada apa esok hari. Hari masih panjang Draco. Ya, kuakui aku sangat penasaran pada gadis ini.
Aku terus berbicara pada diriku sendiri.
.
Aku tak tahu dengan siapa aku berada. Namun sekian lama aku mencari tempat yang nyaman, siapa sangka disinilah tempatnya…..
TO BE COUNTINUED
Terima kasih banget yang udah mau membaca. Sebagai author baru aku sangat menerima kritik/saran nya
Review kalau mau lanjut ya:)
Salam.
