Disclaimer : J.K Rowling

Pairing : Hermione Granger – Draco Malfoy – Cedric Diggory

Warning : Gaje, aneh, typo's dll

Rated : T

Happy Reading


Aku tak tahu dengan siapa aku berada. Namun sekian lama aku mencari tempat yang nyaman, siapa sangka disinilah tempatnya…..

Mawar Merah

By tikamalfrey

Chapter 3 : 'Siapa itu Draco Malfoy, Krum?'

Hermione POV

Pagi ini cerah.

Aku terlalu bersemangat ke sekolah.

Hari ini hari kedua ku di Hogwarts.

Semoga menyenangkan, Herm.

Baru beberapa orang yang datang, Herm. Bahkan Ginny, Harry, dan Ron belum datang.

Aku duduk di kursi ku di kelas XI-9. Aku masih terasa asing di hari kedua.

Sebenarnya aku cukup lelah hari ini. Pertama, aku terlalu banyak menangis kemarin. Kedua, saat malam aku merasakan sakit nya mata sembab. Dan yang ketiga, aku tidak bisa tidur semalam. Ya, itu karena Draco Malfoy.

Aku masih terlarut pikiran tentangnya, lagi.

"Hei. Jangan melamun di pagi hari."

"Apasih yang seorang gadis lamunkan, aku jadi penasaran."

"Aku juga tidak tahu."

Pikiran ku akhirnya buyar mendengar suara-suara itu. Aku menatap nya lekat-lekat.

"Namaku Neville Longbottom, Herm. Aku duduk dibangku sebelah sana." Lelaki itu menunjuk tempat duduknya.

Rupanya mereka teman sekelas ku. Aku kira tadi yang berbicara Ginny, Harry, dan Ron.

"Namaku Seamus Finnigan, aku duduk disamping Neville, Herm."

"Kalau aku Dean Thomas, aku duduk dibelakang mereka."

"Okay. Neville, Seamus, Dean, kau berhasil mengagetkanku." Kataku yang disambut dengan dengusan ketiga lelaki itu.

"Kau itu harus dikagetkan, kalau tidak kau itu bisa kejauhan." Kata Dean yang disusul tawa Neville dan Seamus.

"Tidak Dean, aku tidak melamun yang bukan-bukan, oke." Akumenggeleng-geleng kepala.

"Kalau begitu, kau melamunkan apa Herm?" Kata Seamus penasaran. Akhirnya mereka bertiga mendekatkan diri kearah ku. Bahkan Seamus sampai mendekatkan kepala nya ke arahku. Aku berpandangan ngeri.

"Hei. Kalian ini ada apa? Hei seenak nya saja kau Seamus duduk dikursi ku. Apa kalian mengganggu Hermione? Benar begitu, Herm?" Kata gadis berambut merah itu. Dia baru saja tiba.

"Hei Gin, kami hanya sedang mengobrol dengan Hermione. Apa tidak boleh?." Kata Neville

"Iya Gin, sudah tenang saja. Aku sudah berkenalan dengan mereka kok." Kata ku santai.

"Tapi Hermione, asal kau tahu tiga lelaki ini agak nya menyebalkan." Kata Harry dibelakang, mereka semua tertawa. Aku pun tertawa. Iya sih memang mereka agak menyebalkan.

.

Teeeetttt…

Bel berbunyi. Prof. Minerva memasuki kelas. Sekarang lagi-lagi pelajaran kimia.

Prof. Minerva mendata anak-anak yang tidak hadir. Sepertinya ada tiga orang, Draco Malfoy salah satunya. Kemana dia ya? hah? tunggu. Stop Herm, kenapa kau menanyakan dia sih?

"Baik materi kita hari ini adalah bilangan kuantum." Kata prof. Minerva memulai.

Tokk.. Tokk ..

"Maaf prof, kami terlambat."

Ya benar saja. Itu dia tiga orang yang tidak hadir tadi. Mereka terlambat. Penjelasan prof. Minerva terpotong karena mereka.

"Apa yang membuat kalian terlambat Blaise Zabini, Theodore Nott, dan Draco Malfoy?." Prof. Minerva menaikan tangan nya dipinggang.

"Mobil Blaise mogok, prof." Kata Theo datar. Professor Minerva menghela napas panjang.

"Baiklah sekarang duduk. Kalian sering sekali terlambat. Dasar anak nakal." Prof. Minerva menggeleng kepala.

"Hhhh.. yasudah baiklah. Kita lanjutkan pelajaran. Siapa yang tahu apa itu bilangan kuantum?."

Aku mengangkat tangan.

"Ya, miss Granger?"

"Bilangan kuantum adalah bilangan bulat yang nilainya harus ditentukan untuk dapat memecahkan persamaan mekanika gelombang." Aku menjawab.

"Ya, terimakasih miss Granger." Kata prof. Minerva

Ginny menatapku dengan sangat serius. Ron dan Harry saling berpandangan. 'Ternyata Hermione pintar juga bisa menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Seiisi kelas tahu, dari dulu tidak ada yang menjawab pertanyaan guru selama pelajaran bab itu belum diajarkan. Tidak ada, kecuali hanya Draco Malfoy.' batin semua murid yang ada dikelas.

Draco Malfoy pun yang baru duduk, tiba-tiba langsung melihat kearahku. 'Ternyata aku memiliki saingan sekarang, ya gadis itu.' batinnya. Lalu ia menyeringai.

"Ada yang bisa menyebutkan bilangan kuantum itu apa saja?."

Aku mengangkat tangan. Tanpa kusadari, Draco yang duduk di sudut belakang juga mengangkat tangannya.

"Ya. Miss Granger tadi sudah. Sekarang ya Mr. Malfoy?."

"Yang pernah ku dengar ada bilangan kuantum utama, azimuth, magnetik, dan spin, prof."

"Ya bagus sekali Mr. Malfoy. Nah sekarang siapa yang bisa menjelaskannya?."

Aku dan Draco mengangkat tangan lagi.

"Ehmm siapa yang lebih cepat ya?." Kata prof. Minerva bingung

"Saya, prof." kata ku dan Draco berbarengan.

Semua melongo. Semua menatap ku-draco-aku-dan draco lagi.

Sepertinya sekarang kelas XI-9 terdapat saingan ketat.

'Akhirnya, aku memiliki saingan juga.' Batin Draco. Dan dia menyeringai puas.


*Dikantin*

"Herm, aku tak menyangka kau cerdas." Kata Harry

"Aku bahkan sampai terbangun dari mimpiku, ketika kau dan Malfoy berebut ingin menjawab." Sambung Ron.

"Ini hebat. Sekarang Draco punya saingan." Kata Ginny.

"Aku senang akhirnya dikelas ada yang menyainginya. Dan beruntung orang itu satu kelas dengan nya." kata Neville.

"Ya, mereka berdua sekelas dengan kita juga." Kata Seamus.

"Ini keren." Tambah Dean.

Kami semua sekarang sedang berada dikantin, baru beberapa menit yang lalu bel istirahat berbunyi. Kami memesan stik kentang dan daging saus barbeque juga jus.

Aku mendengar nya. tentu saja aku mendengar perkataan mereka semua. Namun, pikiran ku lagi-lagi mengenai dia. Hhhhh dasar Draco pergi jauh-jauh dari pikiran ku. Aku tak menganggap nya cerdas tadinya. Ya kupikir begitu. Dan ternyata dugaan ku salah besar. Aku keliru.

"Herm, kau melamun." Kata Ginny

Ya, sukses membuyarkan ku sekarang.

"Melamun, lagi dan lagiii.." Sambung Dean.

"Huhh oke oke aku sekarang tidak melamun oke? Bisakah kita menggati topik lain?." Pintaku.

"Ya ampun.. Kau ingat tadi prof. Minerva memberi kita pr yang banyaknya minta ampun." Kata Ron mengganti topik.

"Eh, sejak kapan kau peduli dengan pr Ron?" kata Ginny

"Sejak ada saingan baru Malfoy di Hogwarts. Kau mengerti maksud ku Hermione?." Ron menatap ku.

"Kalian ingin meminta bantuanku menyelesaikan pr begitu?." Aku meneguk jus jeruk ku.

"Tepat." Kata Ron

"Kami bisa pergi kerumah mu dan belajar bersama. Pasti seru." Sambung Neville.

"Cukup mengejek ku." Aku mendengus sebal. Tentu saja aku tahu mereka cuma bercanda, dasar. Mana mungkin Ron peduli dengan pr, dia saja selalu tidur jika guru sedang mengajar.

"Hei Herm, ngomong-ngomong dimana rumahmu?." Kata Harry

"Gryffindor Estate." Kataku

"Wow jauh sekali." Kata Ginny

"Kebanyakan siswa-siswi Hogwarts itu bertempat tinggal di Godric Residence, Helga Residence, Rowena Residence dan Salazar Residence Herm. Rumah mu jauh sekali." Kata Seamus.

"Jadi rumah kalian dimana?." Tanyaku.

"Godric Residence." Jawab mereka serempak. 'enak sekali' batin ku. Mereka satu komplek.

"Tapi yang kudengar orang itu juga tinggal di Gryffindor Estate. Apa kau tahu dimana rumah dia Herm?." Dean memandangi seseorang yang tengah memesan makanan.

Semua pun mengikuti arah pandang Dean.

Ya Tuhan. Orang yang ditunjuk Dean itu.. Cedric, kakakku.

'Tentu saja dia tinggal di Gryffindor Estate dia kan satu rumah denganku.' Kata hati kecilku.

"Ehmm. Ti. Tidak." Jawabku canggung

"Gryffindor Estate luas Dean." Sambungku.

Mereka mengangguk-ngangguk.

Aku lalu melihatnya. Cedric sedang bersama gadis itu lagi. Gadis yang kemarin.

Selepas memandang mereka, lalu aku menyapu pandangan ku ke sudut lain. Disana ku lihat Draco Malfoy bersama dua orang lelaki yang datang terlambat tadi. Dan ada dua gadis disamping Draco, entahlah siapa.

"Ehm.. kalian tahu siapa gadis disamping Cedric?" Tanya ku ragu.

"Oh itu Cho Chang, dia pacar Cedric. Mereka sudah pacaran selama satu tahun kalu tidak salah." Jawab Ginny.

"Hei darimana kau tau dia bernama Cedric?." Kata Ron.

DEG

Mereka semua baru sadar sekarang. Pertanyaan Ron membuat aku melotot.

"Oh oh oh itu kemarin saat aku menabrak nya, gadis itu memanggil nya Ced. Dan—aku mendengar desas desis orang orang menyebutnya Cedric." Jawabku gelagapan.

Mereka hanya ber oh-oh

"Herm, saat kemarin kau lari dari kantin setelah di—ehm- setelah insiden kemarin, kau kemana?." Pertanyaan Ginny sukses membuat ku kembali melotot.

"Oh aku menenangkan diri dikamar mandi dekat halaman belakang." Jawabku. Aku berusaha se rileks mungkin agar tidak ada pertanyaan mengenai itu lagi. Sudah cukup hari kemarin.

"Oh pasti kau tidak menemukan orang disana kan Herm? Memang jarang ada murid yang kesana. Karena kamar mandi dekat kantin jauh lebih nyaman. Ada kursi nya dan berAC." Kata Ginny.

Pantas. Kemarin tidak ada orang selain aku dan Draco.

"Lalu siapa saja yang mengobrol dengan Draco Malfoy disebelah sana?." Aku mengalihkan pembicaraan.

Aku menatap mereka. Mereka sedang tertawa riang. Harry, Ron, Ginny, Neville, Dean, dan Seamus mengikuti arah pandanganku.

"Oh itu yang duduk disamping Draco, dia bernama Blaise Zabini." Kata Harry

"Dan yang di hadapannya itu Theodore Nott." Sambung Seamus.

"Lalu dua gadis itu Pansy Parkinson dan Hannah Abott." Sambung Dean.

Hermione mengangguk.

"Mereka berempat bersahabat sejak kecil, rumah mereka bersebelahan di Salazar Residence." Kata Ron

"Berempat? Maksud mu? Eh maksud ku mereka berlima Ron?" Aku menatap nya bingung.

"Mereka berempat tanpa Hannah Abott, Herm." Kata Neville

"Lalu siapa si Hannah itu?." Tanya ku lagi

"Mungkin dia menjadi gadis baru Draco. Ehmm dengar ya Hermione. Walau Draco itu tampan, pintar, juga kaya. Dia tetap memiliki kekurangan. Bayangkan saja dalam satu hari dia bisa menggaet lima gadis disini sekaligus. Kakak kelas, adik kelas, bahkan yang satu angkatan dengan kita. Draco telah merasakan mereka semua." Jelas Ginny

"Maksud mu Gin? Jujur aku tidak mengerti."

"Begini Herm. Draco itu Bad-Boy. Dia telah mendekati gadis, melakukan apa itu keinginan nya lalu pergi mencampakkan nya, bisa dibilang meninggalkannya. Hati-hati dengan nya Herm. Aku khawatir kau yang dia incar berikutnya." Tambah Ginny.

Jujur. Aku masih belum paham.

Apa benar Draco Malfoy itu seperti itu? Ya ampun, jika benar mengapa dia membantu nya kemarin? Mengapa ia merelakan dada nya untuk dasar kepalaku kemarin disaat ku menangis. Sepertinya aku harus mencari tahu lebih dalam.

"Mengapa dia bisa seperti itu?."

"Karena ayah nya Herm. Ayah nya Lucius Malfoy sangat keras padanya. Draco harus menuruti perintah ayahnya. Sejak kecil hingga 3 tahun yang lalu. Draco sangat penurut. Dia mengikuti semua yang ayah nya perintah. Dan yang aku tahu, setelah itu dia menjadi muak. Lalu yang pertama aku dengar, dia mengimbaskan rasa muak nya kepada seorang gadis. Dan itu mungkin berlanjut sampai sekarang." Jelas Harry

"Darimana kau tahu?."

"Aku sejak taman kanak-kanak sudah kenal dengan nya. Dia anak yang menyebalkan. Aku selalu berpikir begitu. Tidak pernah akur dengan ku. Namun yang harus kau tahu. Aku berhutang budi terhadap ibu nya, Narcissa Malfoy. Empat tahun yang lalu dia menyelamat kan ku dari kecelakaan. Inti nya dia telah menyelamatkan nyawaku, aku sangat berterima kasih padanya. Dia tipe ibu yang sangat baik dan lembut. Itulah mengapa Draco sangat mencintai dan menghormati ibunya. Sejak itu aku mencari tahu mengenai keluarganya termasuk tentang Draco. Lalu aku baru sadar, jika Draco itu sepertinya tidak separah seperti yang orang kira. Aku yakin, Draco pasti juga telah menuruni sifat ibunya yang baik."

Semua melongo dan menatap lekat penjelasan Harry. Karena,

Harry baru menjelaskannya sekarang.


Hari ketiga,

Di Hogwarts.

Aku memutuskan untuk berkeliling Hogwarts sebelum memasuki kelas.

Aku telah mengitari taman depan Hogwarts. Disana terdapat air mancur dan patung kuda putih yang sangat indah. Ditambah rumput hijau yang terawat juga pohon-pohon besar yang gagah membuat suasana terasa hangat, aman, dan nyaman.

Sekarang aku sedang menyusuri koridor lantai bawah. Disini ada lab biologi, kimia, fisika, geografi, dan ya di lantai bawah memang khusus tempat lab. Aku sudah mendengar nya dari Ginny. Lantai 1 untuk lab, lantai 2 untuk ruangan para guru, lantai 3 untuk kelas X, lantai 4 untuk kelas XI, dan lantai 5 untuk kelas XII.

Hogwarts memang menajubkan. Ini seperti sekolah impian.

Aku sekarang memasuki halaman belakang. Terlihat dari sini kamar mandi yang jarang dikunjungi namun masih terawat dengan baik. Ya, kamar mandi tempat ku menangis dihari pertama ku disini. Tempat ku bersandar di dada Draco Malfoy yang tampan dann-cukup Herm. Kau belum tahu siapa dia. Jangan terlalu terhipnotis oleh ketampannan nya. Ingat, Ginny telah memperingatkan kau untuk berhati-hati kepadanya.

Semenjak kejadian di kamar mandi kemarin, aku dan Draco belum berbicara lagi. Entah, apa karena aku yang selalu menghindar bila ada dirinya. Atau apa benar yang dikatakan Ginny. Melakukan lalu meninggalkan. Aku masih tidak tahu.

Aku terus menyusuri pandangan. Pagi ini pukul 8 matahari telah bangun dari tidurnya. Sinar nya berkilauan. Aku bisa melihat kolam di halaman belakang ini membiaskan sinarnya. Sungguh, pemandangan yang berkelas.

Tapi, tunggu….

Ada apa gerangan di samping kolam itu?

Bayangan nya terpantul dari dasar air itu.

Merah menenangkan.

Aku sempat memejamkan mataku.

Angin disini begitu menyejukan.

Dan wangi harum ini sangat mendamaikan.

Ku buka mataku.

Lihatlah, ternyata Hogwarts memiliki tanaman yang indah.

Mawar merah tumbuh subur di halaman belakang.

Mawar merah yang dalam jumlah bisa dikatakan banyak.

Akhirnya aku menemukannya.

Aku membungkuk lalu menyapa mereka. Indah. Hari ketiga ku indah. Aku bercerita kepada mereka dari awal aku melangkah kan kaki di Hogwarts. Mereka melambai-lambai bak pohon kelapa di tepi pantai.

Aku terhenti menceritakannya. Ada sebuah bayangan seseorang dibelakangku. Aku melihatnya di antara mawar merah ini. Bayangan rambut nya berkibar indah. Dia perempuan. Dia pasti Ginny.

"Hai Ginn, tentu kau menemukanku. Lihatlah apa kau tau? Aku sangat meyukai mereka. Mereka menenangkan." Kataku menunjuk mawar-mawar itu. Aku berdiri.

"Mawar ya? Aku juga sangat menyukai nya, kau tahu?."

Bukan. Itu bukan suara Ginny. Lalu, siapa dia? Aku memutar badanku.

"Namaku Cho Chang, aku kelas XII-4. Kudengar kau anak baru ya? Siapa namamu?." Ia mengulurkan tangannya.

Tentu saja. Ia gadis yang kemarin disamping Cedric, yang kata Ginny dia itu pacarnya. Ya dia Cho Chang

"Aku Hermione Granger kelas XI-9. Iya aku anak baru. Ini hari ketiga ku." Aku membalas tangan nya. Kami bersalaman.

Cho tersenyum, manis sekali. Dan aku membalas senyumnya.

"Maaf soal insiden lalu di kantin." Kata Cho

"Oh itu, bukan. Maksudku aku yang salah, aku telah menabrak nya." Timpalku.

"Kau tahu, aku yakin Cedric tidak bermaksud menumpahkannya—ehm maksudku dia tidak bermaksud melakukannya. Mungkin dia sedang emosi." Kata nya lagi

"Oh iya tentu saja dia emosi, aku melihat nya." Kataku

"Dia sebenarnya berhati lembut kok. Maafkan dia ya." Katanya

Kak Cedric berhati lembut? Andai aku bisa merasakan kelembutannya. Setidaknya melihat nya saja juga tidak apa-apa.

"Iya aku sudah memaafkannya." Aku tersenyum kepadanya.

"Aku juga menyukai mawar. Apalagi yang berwarna merah. Cedric sering memberikan itu untukku." Cho tersenyum

"Kau tahu, aku lihat kalian pasangan yang sangat cocok. Aku mendukung kalian." Kataku

"Eh, darimana kau tahu aku dan Cedric-."

"Seluruh isi Hogwarts tidak mungkin tidak ada yang tahu kan?" Jawabku.

Dia tersenyum.

Dia sangat lembut. Pantas kak Cedric menyukainya. Aku saja yang baru mengenal beberapa menit lalu menyukainya.

Setelah beberapa detik keheningan tengah menyelimuti, namun tiba-tiba ada seseorang yang berteriak. "Hei Chooo!." Sontak aku dan Cho menoleh. Ada dua orang lelaki yang tengah berlari ke arah ku dan Cho. "Cedric mencari mu sedari tadi. Dan kami ikut membantunya, ternyata kau disini." Kata salah satu dari mereka.

Mereka berdua—errr tampan. Sungguh.

"Oh kalau begitu aku akan menemuinya. Aku duluan Hermione." Ia melambai kepadaku.

Aku membalas lambaiannya. Agak canggung sebenarnya sih, karena... kedua lelaki itu tidak beranjak mengikuti Cho yang sudah pergi sekarang. Mereka masih berdiri di hadapanku.

"Namaku Olivier Wood. Dan ini-."

"Viktor Krum." Kata lelaki yang berbadan keren itu.

Oh Tuhan... ternyata mereka memperkenalkan dirinya...

"Oh akuu…"

"Hermione kah?." Kata mereka berdua.

"Eh, darimana kalian tahu namaku?." Ucapku kaget.

"Dari Cho tadi beberapa menit lalu, dia memanggil namamu kan?." Kata Wood

Dia tersenyum. Errr—dia tampan.

"Jadi kau anak baru?." Tanya Krum

"Iya, aku kelas XI-9." Jawabku.

Teeeetttt..

Tiba-tiba bel masuk berbunyi. Kami bertiga yang berada di halaman belakang itu kaget bukan main.-_-

"Oh sudah masuk ayo Krum kita ke kelas pelajaran prof. Snape menanti aku tidak mau kena hukuman jika kita telat masuk ke kelas." Kata Wood tanpa ada tanda jeda saat dia berkata. Krum mengangguk lalu memandangku.

Ya, dia juga tampan. Dan errrr-gayanya cool.

"Baiklah Hermione, senang bertemu denganmu. Kami ke kelas duluan ya." Sambung Wood. Ia melambaikan tangan nya. Aku tersenyum dan membalas lambaian tangannya. Selepas itu dia telah berlalu. Sementara Krum dia juga telah berjalan menjauh, namun-masih menghadap ke arahku. Dannn saat dia sudah jauh- Viktor Krum itu menoleh ke arahku.


*Dikelas XI-9*

"Baik, untuk praktek biologi bulan ini, aku akan mengambil nilai praktek dari kalian semua berupa tugas karya ilmiah." Kata prof. Sprout.

Terdengar sorak sorai anak sekelas. Entah aku juga tidak begitu mengerti.

"Aku lebih menyukai praktek daripada teori." Kata Ron dibelakang.

Oh sekarang aku mengerti.

"Aku akan membagi kelompok. Ada 20 orang murid disini kan?-"

"21 prof, kemarin kita baru kedatangan murid baru." Putus Draco

"Ah ya, maaf aku lupa. Ini tak apa Miss. Granger, aku sudah tahu banyak tentangmu. Juara I lomba karya ilmiah se-Inggris, benar?" Kata Prof. Sprout

Aku hanya tersenyum. Aku memang memenangi lomba karya ilmiah dua tahun lalu melalui majalah langgananku.

"Baik.. aku akan membagi tiga kelompok. Lalu aku ingin kau Neville Longbottom, Padma Patil, dan kau Hermione Granger untuk menjadi ketua dari masing-masing kelompok. Kalian berhak memilih enam anggota yang lain untuk saling bekerja sama. Oh iya, tema untuk karya ilmiah kali ini adalah mengamati hidup tumbuhan. Kalian boleh memilih bebas tumbuhan apa saja. Waktu kalian tiga minggu. Dan ingat, jika kalian menganggap enteng tugas ini dan tidak mengerjakannya, jangan harap kalian akan naik kelas. Mengerti?." Jelas prof. Sprout

"Mengerti prof."


*Beberapa waktu kemudian, dikantin*

"Kenapa harus aku ketuanya?." Kataku lalu meneguk jus mangga yang sudah ku pesan.

"Kayyyeennaaa khaaww pwwinntaaeerr Hermm." Kata Ron sambil mengunyah makanan.

Buukk. Ginny memukulnya

"Habiskan dulu. Dasar tidak pernah berubah." Kata Ginny

"Ehmm, sorry. Maksudku karena kau pintar Herm." Ucap Ron.

"Tapi kan aku murid baru, kenapa prof. Sprout tidak menyuruh Draco Malfoy saja? Dia kan juga pintar, kenapa dia memilih aku?."

"Draco Malfoy tidak begitu tertarik dengan biologi, Herm." Kata Harry

"Bahkan nilai nya kalah dengan Neville dan Padma untuk pelajaran biologi. Tapi ya memang meski kalah nya hanya sedikit." Sambung Ginny

"Neville dan Parvati berbakat di bidang biologi. Ayah mereka sama-sama dokter. Dan prof. Sprout memilih mu karena kau pernah juara karya ilmiah Herm, tadi begitu yang ku dengar." Tambah Ron

Aku mengangguk.

"Hei boleh kita bergabung?."

Ya, itu suara Dean. Kami mengangguk.

Sekarang Dean, Neville, dan Seamus duduk bergabung dengan kami.

"Hei Hermione, anggota kelompok karya ilmiah mu siapa saja?." Tanya Neville

Aku meneguk jus ku lagi. Sedikit mengabaikan pertanyaan Neville.

"Ya ampun Herm, jadi benar kata Padma kau belum bertindak ya?." Kata Seamus

"Belum. Tapi Ginny, Harry, Ron sudah setuju bergabung denganku." Kataku

Ginny, Ron dan Harry mengangguk antusias.

"Itu berarti kau baru berempat Hermione, berarti kau harus mencari tiga orang lagi." Kata Dean

"Kalau kau, sudah menemukan anggota-anggota mu Nev?." Tanyaku kepada Neville

"Sudah Herm. Dean dan Seamus mereka setuju sekelompok denganku. Dan ku dengar Padma juga sudah menemukannya. Bahkan tadi dia telah menggaet Pansy Parkinson untuk masuk ke kelompoknya. Dan yang ku dengar lagi Hermione. Tinggal tersisa tiga orang lagi yang belum masuk ke kelompok ku maupun Padma. Tentu saja mereka." Jelas Neville. Dia memandang tiga orang lelaki yang tak jauh dari tempat duduk kami.

Mereka Blaise Zabini-Theodore Nott-dan Draco Malfoy. Ya siapa lagi kalau bukan mereka.

"Herm, lain kali kau jika jadi ketua lagi harus cepat mencari anggota. Karena jika kau seperti sekarang kehabisan anggota dan mau tidak mau bersama mereka, itu sungguh tidak enak. Mereka bertindak seenaknya, tidak mau bekerja dan merepotkan." Kata Neville

"Ya Hermione, aku pernah sekelompok dengannya. Dan akhirnya tugas kami kacau total. Otomatis aku sebagai ketua yang kena hukuman. Menyebalkan." Kata Seamus

"Apa benar seperti itu? Kalau benar kenapa kalian tidak memberitahu ku Gin, Har, Ron?" Kataku memandang mereka bertiga

"Maafkan aku Hermione, aku tidak tahu Neville dan Padma bertindak cepat sekali." Kata Ginny

"Sejujurnya aku juga baru ingin memberitahumu sekarang, Herm." Kata Ron

Mereka bertiga mengangguk-angguk.

"Dan ya, sekarang tidak ada pilihan Herm. Untuk saat ini, tak apalah sekelompok dengan mereka. Dan jangan sampai terulang lagi Herm kejadian ini. Ehmm.. sekarang kau tidak punya pilihan." Kata Harry

Aku menghela napas

"Lalu sekarang?-"

"Kau harus mengajak mereka." Dean memutus omonganku.

Sial. Berat sekali sih jadi ketua.

Apa yang harus aku katakan pada mereka?

'Hai, Blaise, Nott, hai Draco Malfoy, maukah kalian sekelompok dengan ku untuk tugas biologi?' itu bodoh. Aku pasti tidak bisa berkata selancar itu.

'Hai kalian belum dapat kelompok biologi kan, maukah kalian-" duh itu terlalu banyak basa-basi.

Dan bagaimana jika baru ketika aku memulai kata 'Hei' mereka langsung menertawaiku?

Hhhhhhh. Merepotkan.


TO BE CONTINUED

Thanks to Luluk Minam Cullen, , nong, Guest, Adellia Malfoy, nicebeever, Galuh, Nisa Malfoy yang sudah mereview. Jadi semangat nulisnya hehe.

Review ya kalo mau lanjut:)

Next chapter special dramione

Terima kasih sudah mau membaca:)

Salam