Disclaimer : J.K Rowling
Pairing : Hermione Granger – Draco Malfoy – Cedric Diggory
Warning : Gaje, aneh, typo's dll
Rated : T
Happy Reading
Mawar Merah
By tikamalfrey
Chapter 7: 'Dunia baru'
Hermione POV
Aku memasuki gerbang Hogwarts tanpa beban.
Pagi ini aku berangkat sekolah menggunakan mobil Viktor Krum. Kak Cedric yang belum sembuh total juga pergi bersekolah menggunakan mobil Viktor. Kami semobil bertiga.
Saat memasuki parkiran dan kami keluar dari mobil, semua terpana.
Kami jalan bertiga berdampingan.
"Ced. Aku sudah mendengar semuanya dari Krum semalam. Kau pintar menutupinya dari kami Ced." Kata lelaki itu.
Dia Oliver Wood.
Wood dan Angelina menghampiri kami.
Kak Cedric menyatukan tangannya seperti biasa. Mereka ber'tos'
"Aku juga telah mengetahui semuanya dari Wood, Ced. Dan hei Hermione, aku Angelina Johnson." Kata Angelina.
"Hei. Aku tahu kau. Kalian pasangan yang cocok." Kataku.
"Ah sepertinya kami memiliki saingan baru jika seperti itu." Kata Wood meledek.
Aku tersenyum. Sepertinya aku mengerti maksud mereka. Tentu saja maksud mereka aku dan Viktor Krum. Tapi aku tahu mereka hanya bercanda, ya tentu saja.
"Itukan Hermione Granger murid baru kelas XI-9. Dia mendekati dua laki-laki sekaligus. Cedric kan sudah memiliki Cho. Dasar jalang."
Aku mendengar itu perkataan seorang murid laki-laki Hogwarts yang sepertinya kelas XII. Aku memandang sekelilingku mereka bertatapan horror.
BUUUKK.
Kak Cedric menonjok si pembicara yang tadi.
BUUUKK.
Dia kembali menonjoknya.
Lelaki itu berdarah di wajahnya.
"Sudah kak Cedric, apa-apaan kau ini? Biarkan saja." Kataku melerai.
"Asal kau tahu, dia itu Hermione Jane Granger dan aku Cedric Diggory Granger. Kami itu murni bersaudara kandung. Dia adikku." Kata kak Cedric berteriak.
Semua melotot tak percaya. Mereka berbisik-bisik tidak jelas.
"Dan ini Viktor Krum, dia pacar adikku. Jika kau tidak tahu apa-apa mengenai kami, janganlah berbicara hal yang hanya kau tahu dan tidak jelas asal-usul nya. Sekali lagi aku mendengar perkataan seperti itu atau semacamnya, aku akan membuat hidupmu tidak tenang. Dan satu lagi jika aku dengar ada yang mengganggu adikku, dia akan berhadapan langsung denganku." Sambungnya.
Semua berpandangan ngeri.
"Tapi kau menumpahkan jus jeruk saat dia baru memasuki sekolah ini? Apa itu pantas kau-."
"Masa lalu biarlah berlalu. Sekarang aku ungkapkan masa sekarang. Dengarkan dan pahami kata-kataku tadi." Kata kak Cedric lagi.
Semua melongo.
"Ced." Panggil seseorang.
Sontak semua menoleh, termasuk aku. Itu Cho Chang, dia bersama seseorang yaitu Percy Weasley. Aku mendengar namanya dari bisik-bisik yang lainnya.
"Hai Cho, apa kabarmu?." Kata kak Cedric.
"Kenapa kau tak memberitahu semuanya kepadaku Ced, jika kau memberitahu semua tak akan terjadi seperti ini." Kata Cho
"Dan Ced, ku pikir kau marah karena aku tak menghubungimu."
"Aku tahu Cho apa yang kau rasakan, aku juga merasakan hal yang sama." Kata kak Cedric.
"Maaf aku tidak bisa menjadi yang terbaik untukmu." Sambungnya
"Tidak Ced, kau-terima kasih atas semuanya selama ini." Kata Cho.
"Kurasa hubungan kita tidak bisa dilanjutkan." Sambungnya.
"Ya, aku mengerti." Balas kak Cedric singkat.
Aku, kak Cedric, Krum, Wood, dan Angelina meninggalkan semua orang diparkiran yang masih memandang kami tidak percaya. Ada yang melotot, ada yang sesak napas, ada yang berpandangan kosong, ada yang diam bagaikan patung, ada juga yang memandang dengan pandangan sulit dijelaskan.
Mereka sedang menonton drama sekolah di parkiran.
"Ced, tapi kami masih berteman kan?."
"Tentu Cho."
*Di depan kelas*
"Hermione." Panggil Ginny.
Dia menarikku ke tempat duduk.
"Apa kejadian di parkiran itu benar Hermione? Kau adik Cedric?." Tanya Ron yang sungguh penasaran setengah mati.
"Eh, kenapa beritanya cepat sekali sudah sampai ke kalian? Aku baru mengalaminya beberapa menit yang-"
"Jadi itu benar Herm? Sungguh aku tidak menyangka. Kenapa kau menutupinya?." Harry juga sungguh penasaran.
"Biarkan dia bernapas dulu. Astaga." Ginny menggelengkan kepala.
"Ehm itu biar ku jelaskan nanti lebih lanjut, biarkan aku-"
"Herm jadi berarti benar kau sudah berpacaran dengan Viktor Krum. Woww."
Lagi-lagi Harry memotong pembicaraanku. Setidaknya Harry telah mengatakannya dengan keras kali ini. Jadi semua pandangan anak sekelas memandangku dengan pandangan tidak terbayang.
Aku menelan ludah.
Draco Malfoy yang baru memasuki kelas juga memandangku dalam. Aku tidak kuat mengenai tatapannya, sungguh. Kali ini dia menatapku seperti tatapan kak Cedric marah terhadap orang tadi yang dia tonjok. Akhirnya aku memalingkan tatapan Draco Malfoy.
"Wow bagaimana kau bisa dekat dengan Krum, Herm kau pintar menutupinya selama ini." Ledek Dean.
"Herm, bagaimana Krum menembakmu? Apa dia romantis? Ceritakan padaku." Kata Ginny.
"Tidak disini Gin."
Kelas menjadi ramai.
"Wow selamat Hermione, kurasa dia akan menjadi selebritis terbaru saat ini. Mempunyai kakak seperti Cedric dan memiliki pacar seperti Viktor Krum." Kata Seamus.
"Kurasa dia akan membawa nama kelas XI-9 menjadi kelas yang ter-eksis." Kata parvati.
"Yeay, kurasa itu ada untungnya buat kita." Kata Susan Bones tak mau kalah
Akhirnya mereka pun bersorak. Aku hanya tersenyum simpul. Entah aku harus berkata apa. Ginny-Harry-dan Ron pun ikut bersorak. Kini kelas menjadi ramai. Semua bersorak sorai, bahkan Seamus, dan Dean pun sampai bersiul. Satu-satu nya orang yang diam saja itu… Draco Malfoy.
POV End.
Draco POV
*dikantin*
Ha? Apa kata mereka semua? Cedric adalah kakaknya? Dan dia sekarang tengah menjalin hubungan dengan Viktor Krum ketua basket itu? Kenapa hal ini asing sebelumnya? Gadis itu memiliki teka-teki tersendiri.
Tapi tunggu, kenapa aku memikirkannya. Hei Draco kau ini sudah sinting sekarang. Kau tidak benar-benar menyukai nya kan?
"Hei mate, kau melamun, lagi dan lagi?." Kata Theo yang sukses mengagetkanku.
"Ada apa kau kekurangan gadis untuk nanti malam? Sudah tenang nanti aku carikan." Kata Blaise
"Tidak." Jawabku singkat.
"Ohiya mate, tadi kata si Potter kita hari ini sehabis pulang sekolah mengerjakan tugas biologi di lab. Si Granger itu sudah meminta izin kepada Prof Sprout." Sambung Blaise.
"Hei Blaise, kau mengucapkan kata-kata Potter dengan tepat. Tak kusangka kau dapat menangkapnya dengan tepat." Kata Theo
"Hei, kau sangka IQ ku sebegitu buruknya apa?." Blaise menyeringai.
Theo memutar bola mata.
"Kenapa mendadak sekali sih, aku kan ingin bersantai sehabis pulang nanti. Aku sibuk." Kataku.
"Tadi aku juga mengatakan hal yang sama denganmu kepada Potter, dan dia bilang si Granger itu baru memberitahunya juga." Kata Theo sambil meneguk jus labu nya
"Hah aku tidak kaget kalau begitu. Dia terlalu sibuk dengan pacar barunya itu si ketua basket. Mangkanya dia lupa memberitahu si Potter itu." Kataku
Theo dan Blaise mengangguk.
"Tuhkan lihat pasangan baru telah datang." Kata Blaise.
Aku dan Theo mengikuti arah pandangannya. Dan benar, Hermione dan Viktor Krum tengah duduk berdua. Mereka baru memesan makanan.
"Si Krum itu? Apa dia lebih istimewa dariku sampai Hermione menerimanya menjadi kekasihnya." Kataku yang sukses membuat Theo dan Blaise melotot.
"Ada apa?." Tanyaku bingung.
"Hei Drake, kau cemburu pada Viktor Krum, eh? Kenapa tak memberitahu kami kalau kau menyukai Hermione Granger?." Ledek Theo
"Hei kenapa kau berkesimpulan seperti itu?."
"Tadi kau bertanya apakah Krum lebih istimewa darimu, dan kau memenggilnya Hermione, Drake. Dan dari tatapanmu ke arah mereka itu menimbulkan kecemburuan. Oh ayolah Draco, sudah sangat jelas sekali kau menyukainya. Kami sudah berteman denganmu sejak kecil Drake." Jelas Theo.
Aku terdiam.
"Seberapa jauh kah kau mengenalnya Drake? Ayolah cerita aku penasaran." Kata Blaise.
"Awal bertemu di sebuah lift. Aku pernah menghapus air mata nya saat dia menangis di kamar mandi. Dan aku pernah menciumnya beberapa hari lalu." Kataku.
Blaise tersedak jus labunya.
Theo menjatuhkan garpunya.
"Wowww. Sekarang kau menyukainya?."
"Entahlah."
"Kurasa gadis itu telah mempengaruhi kau Drake sampai kau seperti ini. Murung, sering melamun." Kata Blaise
"Jika kau serius dengan gadis itu, kau harus berubah Drake. Aku mendukungmu." Kata Theo
"Berubah? Aku berubah? Kau mengarang bebas Theo."
"Drake, masa muda memanglah masa muda. Jika kau sering berkumpul dengan gadis lalu mencampakkannya, tidak kah pernah kau berpikir? Tidak kah kau mempunyai impian? Jika kau mau tahu impianku, aku ingin mencari wanita yang selalu mengerti aku. Aku ingin sukses, aku ingin memiliki beberapa anak. Dan aku ingin hidup bahagia menjadi kepala keluarga." Jelas Theo
"Aku tidak mengerti maksudmu Theo."
"Kau harus belajar menghargai wanita Drake. Kau terlalu sering mencampakkannya. Tidak kah itu jahat? Kalau kau berpikir aku, aku juga beberapa kali mencampakkan wanita. Tapi menginjak umurku yang ingin 17 tahun, tiba-tiba aku berpikir dewasa. Dan sekarang aku akan membenahi semuanya." Sambung Theo.
Blaise bertepuk tangan mendengar semua pernyataan Theo.
"Kurasa kau akan menjadi psikolog mate." Kata Blaise.
"Pikirkan kata-kataku Draco. Kau itu pewaris tunggal Malfoy. Jika kau masih seperti ini, masa depanmu suram. Aku setuju kau mencoba mendekatinya. Tidak peduli Granger sudah punya Krum. Jalan masih panjang. Aku tahu Granger itu gadis pintar, cantik, baik, dan lembut. Dan kalau kau mau tahu, aku memperhatikan sedaritadi dia terus menoleh ke arah mu Drake. Tidak kah kau sadar? Kurasa dia juga menyukaimu."
Blaise lagi-lagi tepuk tangan.
"Kalau dia menyukaiku Theo, kenapa dia berpacaran dengan Krum?"
"Karena menurutnya kau itu lelaki tidak jelas yang kerjanya hanya mencampakkan gadis-gadis. Dan dia pikir, dia sungguh salah untuk menyukaimu. Dia berpikir jika kau mendekatinya, kau akan mencampakkannya seperti gadis lainnya. Maka dari itu dia ragu akan perasaannya sendiri, dia ragu untuk menyukaimu. Pegang kata-kataku Draco, jika kau berubah apa reaksinya? Kau ingin tahu bukan? Berubahlah. Pikirkan semua perkataanku. Jika kau tak mau mendekatinya, aku yang akan mendekatinya."
Theo dan Blaise tertawa.
Aku hanya mengangkat alis.
Aku benar-benar menyukai Hermione Granger?
POV End
*Sepulang sekolah di lab biologi*
Hermione POV
"Harry kau yakin sudah mengatakannya? Kita sudah menunggu 10 menit mereka belum datang." Kataku kesal.
"Mereka akan datang Herm, aku yakin." Kata Harry.
"Darimana kau bisa yakin?."
"Aku melihat perubahan pada Theodore akhir-akhir ini dia menjadi dewasa dan sudah lumayan peduli dengan tugas-tugasnya. Aku rasa dia membawa pengaruh kepada yang lainnya."
"Aku setuju. Akhir-akhir ini aku kagum dengan Theo, bahkan dengar-dengar isu setelah pacarmu lulus nanti Theo akan menjadi ketua tim basket. Dia sangat bijaksana Herm. Aku melihat sikapnya dipertandingan basket beberapa hari lalu." Kata Ron
Krreeekk.
Pintu terbuka. Dan benar saja Draco-Blaise-dan Theo datang.
"Maaf kita telat Granger, kita tadi lapar." Kata Blaise.
Aku hanya mendengus.
Mereka duduk dihadapan kami.
"Sekarang mulailah Herm." Kata Ginny
"Ya cepatlah mulai, aku tak bisa berlama-lama." Kata Draco.
"Memang kita tidak akan berlama-lama Malfoy. Kita hari ini hanya memutuskan objek dan konsep saja. Kerja selanjutnya akan dibahas selanjutnya besok." Kataku.
Ha? Besook?
Terdengar suara frustasi dari mereka semua.
"Aku futsal." Kata Harry dan Ron berbarengan.
"Ada ekskul futsal setiap hari selasa dan kamis Herm, besok hari selasa."
"Aku basket." Kini gantian Theo dan Blaise yang berbarengan.
"Eh, ekskul basket kan hanya hari sabtu?." Kata Ginny
"Tapi besok ada rapat basket." Kata Theo.
"Herm, ehm aku juga tidak bisa besok. Kurasa aku tidak masuk sekolah besok. Aku akan izin, ayah menyuruhku ke kantornya kurasa ada urusan." Kata Ginny
"Oke baiklah baiklah. Sekarang jangan putuskan besok dahulu. Putuskan apa tanaman yang akan menjadi objek kita untuk dijadikan bahan karya ilmiah atau objeknya kali ini. Siapa pun yang punya ide?." Kataku.
"Bagaimana pohon apel?." Usul Ron
Semua menggeleng.
"Tidak menarik Ron." Kata Ginny
"Pohon teh?." Usul Blaise.
"Kudengar kelompok Padma Patil mengamati pohon teh Blaise. Mereka pergi ke dataran tinggi kemarin saat libur." Kata Harry.
"Ya, aku juga mendengar, kelompok Neville mengamati rumput laut. Kemarin mereka pergi ke laut, dan berenang. Aku melihat foto mereka di instagram." Kata Theo
"Duh kemana kita akan pergi ya?." Kata Ginny
"Tak usah pergi Gin, itu merepotkan. Aku yakin tidak harus mencari keluar pun disekitar kita pasti banyak sesuatu tanaman yang menarik. Tidak perlu jauh-jauh." Kataku.
Diam sejenak.
Hening.
"Bagaimana kalau kita mengambil objek mawar merah? Aku yakin itu menarik. Orang-orang banyak yang menyepelekannya bukan? Tapi kurasa mereka indah. Dan kurasa ada banyak manfaat bahkan makna dari bunga itu." Usul Draco.
Semua tersenyum. Tapi aku yang tersenyum paling lebar.
Kenapa aku tak melihat ini?
"Briliant." Pujiku.
"Baiklah karena tidak mungkin kita mengerjakannya sekarang, dan tidak mungkin kita mengerjakan karya ilmiah pada hari ini. Aku ingin membagi tugas saja. Jika besok Harry, Ron, Ginny, Blaise dan Theo tidak bisa. Apakah kau bisa besok—ehm err Malfoy?." Tanyaku.
"Belum ada jadwal besok." Katanya.
"Bagus. Begini besok selasa aku akan bekerja dengan ehm Malfoy untuk mengamati mawar merah yang ada dihalaman belakang sekolah. Mawar ada banyak disana jadi kita tak perlu jauh-jauh. Aku dan Malfoy akan mengamati kelopak, mahkota bunga, daun bahkan batang yang berduri lalu kami akan mengklasifikasikannya secara ilmiah. Nah ketika hari Rabu, giliran Harry dan Ron yang bekerja. Kau futsal hari selasa-kamis kan? Jadi aku tugaskan kalian mencari berita dari berbagai sumber mengenai objek kita, cari juga khasiat, makna dan yang lainnya. Buat yang menarik. Aku andalkan ini kepadamu Harry, aku tahu kau kreatif. Dan untuk hari kamis, aku tugaskan kalian bertiga Ginny, Theo dan Blaise untuk menyusun berbagai data yang telah aku, Malfoy, Harry, dan Ron buat. Susunlah yang baik, aku rasa karena kalian bertiga jadi lebih mudah. Nah ketika hari Jum'at semua berkumpul dan memeriksa tentang karya ilmiah kita. Kuarasa kita bisa selesai dalam satu minggu." Jelasku panjang lebar.
Karena ini jalan satu-satunya, jadi aku memutuskan hal ini.
"Tapi mana mungkin bisa hanya satu minggu, Granger? Kau mengamati mawar hanya dalam waktu satu hari? Bukan kah pengamatan harus nya dilakukan ber hari-hari." Kata Theo
"Tidak perlu, aku sudah mengetahui mawar merah Nott. Aku tumbuh bersama mereka. Aku tahu tentang seluk beluk mereka." Kataku tersenyum.
Mereka semua mengangguk ceria.
"Jadi hari ini selesai?." Tanya Draco.
"Selesai. Terimakasih atas waktu kalian. Aku mengharapkan kerjasama dari kalian." Kataku menutup perbincangan.
Kami keluar dari lab biologi.
.
Kami jalan berdampingan bersama menuju tempat parkiran.
Kurasa Viktor sudah menungguku sedaritadi.
Tapi harus ku akui sampai saat ini, aku masih tak bisa berhenti menyukainya. Tidak kah kalian pernah merasakan susahnya melepas cinta pertama? Oh apakah mungkin dia cinta pertamamu Herm? Tidak. Tentu saja bukan. Kau baru menyukainya Herm. Kau baru menyukai nya beberapa hari ini. Tapi kenapa aku tidak bisa berhenti menyukainya?
Draco Malfoy? Bagaimana mungkin aku menyukai seorang lelaki kurang ajar. Tapi aku tak bisa berpaling darimu sejujurnya. Entah apa yang aku rasakan saat melihatmu.
Sekarang aku masih memandangnya dari belakang, aku berjalan dibelakangnya bersama Ginny.
Stop Hermione!
Hilangkan pikiran itu. Kau pasti bisa menghilangkannya.
Kau melupakan sesuatu.
Kau sudah mempunyai Viktor Krum.
TO BE CONTINUED.
Huuuuh akhirnya chapter ini selesai jugaaa
Thanks to:
selvinakusuma1, callagloxinia, rinakartika980, novyfajriati, fprisil, AnastasiaR, Riskaka, Luluk Minam Cullen, beky, Natasha, Adellia Malfoy, zanzee, nana, ccherrytomato, mydraco, Ahel, Nisa Malfoy, afadh, krheana (yang sudah me-review di chapter sebelumnya)
Jangan lupa review yaaa:)
Seperti biasa kritik, saran aku terimaa.
Maaf di chapter ini belum ke Dramione nya ya.*dikeroyok-_-
But the next chapter 8 Dramione special lagu Bruno Mars – It will rain, request song dari temen aku:)
So, sampai ketemu di chapter selanjutnya:)
Salam.
