Mawar Merah

Disclaimer : J.K Rowling

Pairing : Hermione Granger – Draco Malfoy – Cedric Diaggory

Rated : T


Warning : Gaje, aneh, typo's dll

Happy Reading:)

.

Hermione POV

Jam, menit, detik, hari, minggu, bulan telah berlalu. Memang benar kata orang-orang masa SMA memang masa yang paling indah. Sungguh aku tak menyangka jika aku bisa memiliki sahabat sebaik dan sepengertian seperti Ginny. Aku juga tak pernah menyangka memiliki teman laki-laki yang sangat asyik seperti Harry, Ron, Neville, Seamus, dan Dean. Ya, mereka yang membuat masa-masa ku selama di Hogwarts nyaman dan berwarna.

Tepatnya sudah delapan bulan berlalu.

Waktu memang sangat cepat.

Apa kalian merasakan telah melewatkan begitu saja hari-hariku? Atau kalian merasa aneh sekarang sudah delapan bulan berlalu? Jujur, aku juga merasa begitu.

Biar aku rincikan untukmu.

Masalah mengenai karya ilmiah ku?

Itu sudah lama sekali kami menyelesaikannya.

Ya, kelompokku telah berhasil menjadi yang terbaik dari kelompok Neville dan Padma.

Waktu itu Prof. Sprout menghadiahkan kami rangkaian mawar merah yang sangat indah. Di dalam rangkaian itu terdapat tujuh buah mawar merah yang dibagikan kepada setiap anggota kelompokku. Kami mendapatkan masing-masing satu. Itu membanggakan.

Jika kalian bertanya mengenai Viktor Krum?

Aku masih berpacaran dengannya hingga kini. Hubungan kami kian membaik, kami juga sering berpergian keluar. Ya itu bisa membuatku senang.

Mengenai kak Cedric?

Dia sedang mencoba mendekati Fleur Delacour sekarang. Meski masih malu-malu untuk mengatakan perasaan sesungguhnya.

Aku dan kak Cedric sering menceritakan sesuatu yang kita alami beberapa bulan ini. Aku baru menyadari kak Cedric sangat asik kalau dalam urusan curhat, tak lain seperti Ginny.

Apalagi?

Mengenai Harry, Ron, Ginny, Neville, Seamus, Dean?

Terakhir kami pergi rekreasi ke pantai bersama minggu lalu. Aku juga mengajak Viktor dan kak Cedric juga Fleur.

Tapi aku sangat tahu apa yang ada dibenak kalian.

Kalian ingin menanyai kabar dari ehm Draco Malfoy?

Dia sudah berubah sekarang.

Tak menyangka?

Jujur aku juga berpendapat yang sama.

Draco Malfoy telah berubah menjadi pribadi yang ya bisa dibilang goodboy. Bukan badboy lagi. Dia lebih sering menghabiskan waktu diperpustakaan sekolah dibanding berkumpul dengan sekelompok gadis. Dia sekarang menjadi sedikit pendiam. Sikapnya juga sangat cuek. Sangat berbeda 180 derajat dari sebelumnya yang memiliki sikap super jail.

Gaya berjalannya juga berbeda. Dia sekarang memandang kedepan bila berjalan. Dibanding yang lalu, dia selalu melihat sekeliling sambil menyeringai. Harry dan Ron juga berkata bahwa dia tak pernah lagi kelihatan di Shierlacking Mark. Mereka juga berkata kalau Draco memasuki tim futsal dan berhasil menjadi pemain utama hanya dalam waktu beberapa jam saja. Sekarang dia menjadi kapten futsal Hogwarts.

Kaget?

Aku lebih kaget.

Sekarang seluruh gadis di Hogwarts sangat ingin menaruh perhatian kepadanya. Bayangkan saja saat hari selasa dan kamis ketika tim futsal latihan, lapangan dipenuhi gadis-gadis untuk melihat Draco Malfoy dengan postur tubuhnya yang gagah. Dia menjadi pusat perhatian sekarang. Bahkan Ginny juga sering bilang 'Kalau Draco dari dulu begini, aku akan mencintainya hingga sekarang Hermione' -_- huh memang dasar anak itu. Namun-ya sebelumnya, aku beritahu kalian, kalau sahabatku itu sedang dekat dengan Harry sekarang.

And Then... Apakah kalian tahu? Aku selalu memikirkan hal mengenai Draco Malfoy setiap waktu. Ya seperti saat sekarang inilah.

Tapi yang aku masih tak habis pikir, kenapa Draco Malfoy selalu menghindariku selama ini?

Disaat aku memandangnya, dia akan memandang kesisi yang lain. Disaat aku ingin menyapanya, dia selalu pergi.

Disaat seperti ini aku harus memandanginya diam-diam. Disaat seperti ini entah mengapa aku berpendapat kalau dia semakin tampan dilihat saat dia sedang diam. Disaat seperti ini Draco Malfoy tak pernah mangajakku berbicara lagi. Apa dia masih marah denganku pada kejadian berbulan yang lalu? Entahlah.

Kau ingin bertanya mengenai perasaanku?

Baiklah aku jujur. Aku mencintai Draco Malfoy sekarang.

Viktor Krum?

Aku menyukainya. Aku menyukai Viktor, tapi aku mencintai Draco.

Apa kalian pernah merasakan hal seperti ini? Aku tahu pasti diantara kalian ada yang pernah merasakannya.

Draco Malfoy juga menganggapku saingan dikelas. Dia selalu memotong pembicaraanku saat aku menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Dia selalu bilang kurang tepat atau semacamnya. Tapi sungguh aku sangat tidak keberatan. Toh, sepertinya berkali-kali jawabannya lebih spesifik dari yang aku lontarkan.

"Eh kau melamun lama sekali Hermione."

Aku mendongak. Itu suara Ginny.

"Apa iya aku melamun?." Tanyaku kelabakan. Ginny mendengus.

Kami sedang berada dikelas sekarang.

"Melamunkan Draco Malfoy Herm? Sudah tak usah dilamunkan lagi, itu dia datang." Kata Ginny.

Aku melihat ke arah pintu kelas. Benar Draco datang bersama Theo.

Ya aku mengakui ketampanan mereka berdua. Sampai banyak gadis yang mengikuti nya dari belakang. Agak lucu juga sih melihat gadis-gadis itu ingin memasuki kelas, tapi gagal karena Neville tidak memperbolehkannya.

"Hanya murid XI-9 yang boleh memasuki kelas ini. Apa kalian tidak punya kelas lagi?." Kata Neville yang membuat seluruh isi kelas tertawa.

Aku mendengar mereka bergumam.

'Awas saja nanti, aku akan pindah ke kelas ini'

'Sial akan aku pindahkan Draco dan yang tampan-tampan ke kelasku nanti.'

'Lihat saja aku akan membawa dia pulang ke rumahku usai pelajaran nanti.'

Aku hanya menggeleng mendengar gerutuan mereka.


Saat pelajaran sekolah selesai, aku mengajak Ginny, Harry, Ron, Neville, Seamus dan Dean ke rumahku saat pulang sekolah. Kak Cedric menyetujuinya. Daripada aku berdiam sendiri dirumah.

Butuh sekitar tiga puluh menit, untuk tiba dirumah ku. Gryffindor Estate.

Sesampainya disana, mereka semua langsung merebahkan diri di sofa ruang tengah.

"Ah. Akhirnya sampai juga. Rumahmu jauh sekali Hermione." komentar Seamus. Aku hanya tersenyum simpul mendengar perkataannya. Sementara itu, pelayan di rumahku tengah menyajikan beberapa gelas es coklat dan biskuit yang menggiurkan.

"Nanti disaat pesta kelulusanku, aku ingin kalian semua datang ya." Kata seseorang.

Kami semua mendongak.

"Murid yang lulus diperkenankan membawa siapa saja yang menurutnya layak datang. Dan aku mengundang kalian." Itu kata kak Cedric.

"Wow baiklah Ced. Tapi ngomong-ngomong saat dansa nanti kau akan mengajak siapa?." Tanya Dean lalu meneguk segelas es coklat nya. "Seseorang yang special." Kataku meledek. Kami terkekeh.

"Ah itu kejutan Dean." Kata kak Cedric.

"Aku sepertinya tahu." Kata Ginny

"Biar kutebak."

"Katie Bell?." Tebak Harry

Cedric menggeleng.

"Angelina Johnson?." Tebak Ron

Sontak semua memukul kepala Ron. "Dia punya Wood bodoh." Seru Seamus.

"Sarah Fewcett?."

"Si Clearwater?"

"Cho Chang?."

"Tidak mungkin. Sebutkan saja semua. Lagipula salah semua." Kata kak Cedric

Aku dan Ginny tertawa. Kami terus berbincang hangat hingga pukul 6 sore. Dan tepat pada pukul itu juga, mereka semua pamit pulang, karena-Jadwal selanjutnya, aku akan makan malam bersama Viktor diluar.


Pukul 7 malam dia sudah berada didepan rumahku. Saat dia sudah meminta izin pada kak Cedric, kami pun berangkat.

*Di Seafood Restaurant*

"Aku tak menyangka kau sudah ingin lulus saja Viktor." Kataku.

Dia terkekeh. "Ya aku juga tidak menyangka usiaku semakin menua." Katanya.

"Kau belum tua Viktor Krum..."

"Tapi ingin tua." Katanya lagi. Aku tersenyum lebar menahan tawa.

"Ya oke baiklah terserah kau." Kataku mengalah.

Sehabis itu, terjadi keheningan.

Aku memandang Viktor dengan tatapan bingung. Sepertinya Viktor sedang ada masalah atau semacamnya. Dia hanya menatap makanan dengan pandangan kosong. "Viktor?."

Tidak ada jawaban.

"Viktor Krum?."

Sekarang dia menatapku.

"Kau kenapa?."

"Hermione…" katanya

"Selama ini kau selalu menjadi moodbooster ku." Katanya pelan.

"Dan kau juga." Kataku. Lalu tersenyum.

Hening lagi.

"Viktor? Kau-?."

"Tapi aku merasakan perbedaan." Katanya

"Ma-maksudmu?"

"Aku melihat dari pandanganmu. Saat kau memandangku, pandanganmu sama saja seperti kau memandang Cedric." katanya

DEG

Apa maksud Viktor?

"Apa kau menganggapku hanya sebagai seorang kakak?." Katanya lagi

DEG

Kenapa dia menanyakan hal ini?

"Ha? Kau ini kenapa Viktor? Aku menyukaimu."

"Kau menyukaiku, tapi kau mencintai orang lain."

DEG

Aku diam seperti patung sekarang. Aku tak berani menatapnya. Aku takut dia membaca pikiranku.

"Herm…"

"Hermione lihat aku."

Aku ragu untuk melihatnya. Perlahan aku mendongak.

"Aku tak apa." Katanya

"Viktor..kau-?."

"Aku ingin, kau menjadi pasanganku saat pesta dansa perayaan kelulusan nanti."

"Untuk yang terakhir." sambungnya.

"Ah apa? Apa maksudmu Viktor?."

Aku bingung setengah mati sekarang.

"Selepas lulus, aku akan ke Bulgaria. Aku akan melanjutkan pendidikanku disana. Terima kasih atas segalanya Hermione. Hubungan kita sampai saja disini." Katanya yang membuatku shock bukan main.

"Viktor apa kau?."

"Aku serius."

"Aku mencintaimu Hermione Jane Granger."

Viktor berdiri lalu mengecup keningku. Entah situasi ini membuat air mataku tumpah.

"Herm, jangan menangis… aku tidak apa. Walau kau hanya menyukai ku saja, aku merasa sangat special dapat disukai oleh perempuan sepertimu." Katanya. "Kalau aku paksakan terus perasaanmu, sepertinya itu bukan hal yang baik. Hermione sudahlah, untukku. Hanya untukku. Aku mohon kau jangan menangis." Sambungnya.

Dia mendekapku erat. Aku masih terisak.


"Kau putus dengan Krum?." Kali ini pertanyaan yang ke 10 dia lontarkan. Tentu saja aku menghitungnya. "Iya kak Cedric." kataku sangat pelan.

"Sayang sekali, aku kira kalian bisa lebih baik daripada itu."

"Viktor ingin ke Bulgaria kak."

"Ya, aku tahu itu. Semoga dia mendapat yang terbaik."

Hening.

Ya. Aku juga mengharapkan semoga Viktor mendapat yang terbaik.

Kami sedang berada diruang tengah. Aku dan kak Cedric tengah menonton televisi sekarang. Mataku sedikit bengap karena tadi menangis.

"Herm, apa sekarang kau mencintainya?...Dia Draco Malfoy?." Tanyanya. Sontak aku lemas.

"Dia berubah drastis sekarang. Apa kau yang membuat dirinya seperti itu?."

"Herm jangan abaikan kakakmu."

"Aku tidak tahu." Jawabku sekenanya.

"Aku tahu kau mencintainya." Katanya lagi.

Aku menghela napas panjang sebelum menjawabnya lagi. "Mungkin begitu kak. Kalau kau bagaimana?."

"Eh maksudmu bagaimana apanya Herm?."

"Hubunganmu dengan Fleur kak. Apalagi?."

Dia menggaruk-garukkan kepalanya yang aku tahu kepalanya itu sama sekali tidak gatal.

"Aku mencintainya Herm." Katanya singkat.

"Woooow. Sekarang kau mencintainya? Ah baiklah aku setuju dengan hubungan kalian. Sudah coba menembaknya?." Aku tersenyum tipis sekarang.

Dia menghela napas. "Sudah Herm."

"Lalu?."

"Dia akan menjawabnya sehabis pesta kelulusan nanti."

Aku tersenyum lebar. Bagaimana kakak ku ini menyatakan perasaannya ya? Aku akui memang dia adalah tipe lelaki misterius yang penuh kejutan. Jarang ada seseorang yang dapat mengetahui dengan tepat pikirannya.


Setelah aku putus dengan Krum, seisi Hogwarts mengetahuinya dengan cepat.

Bahkan banyak mention yang masuk dari akun twitterku menanyakannya. Ron, Neville, Seamus dan Dean juga tak berhenti menge PING di bbm saat itu juga. Harry terus menanyakannya di sms, bahkan di instagram melalui komentar, juga di path. Apalagi Ginny, dia sudah mengirimiku 100 pesan yang berisi sama dan memiliki makna yang sama menanyakan tentang berita itu.

Selama pesta kelulusan beberapa hari kedepan, Hogwarts meliburkan muridnya.

'Hermione awas kau tidak cerita, jangan abaikan pesanku atau kau akan celaka.'

Itu sms ke 101 dari Ginny, aku tertawa membacanya.

'Aku tak apa Ginny, ya kami putus. Tapi dia masih mengajakku untuk berpasangan saat pesta dansa di hari kelulusannya nanti'

SENT

Huh aku akhirnya membalasnya.

Setelah membalas pesan Ginny, aku juga merasa tidak enak pada yang lain. Jadi aku mengirimi pesan untuk Harry, Ron, Neville, Dean dan Seamus dengan pesan yang sama.

Entah mereka semua tahu darimana aku putus. Pastinya ada paparazzi di Seafood Restaurant itu.


SKIP.

*Pesta Kelulusan Kelas XII*

Sekian beberapa hari beranjak.

Akhirnya pesta dansa akan diadakan hari ini juga.

Aku menyiapkan gaun ku. Warna nya violet dengan lengkukan lengkukan yang aku bilang anggun sekali.

Kak Cedric yang memilihkannya untukku. Wow seleranya sangat berkelas.

Pukul 7 malam, Viktor sudah ada didepan rumahku.

"Kak sepertinya aku akan berangkat duluan. Kau jemputlah dia segera." Teriakku pada kak Cedric yang masih ada di kamarnya. Sepertinya dia masih bersiap.

"Ya, ini aku juga ingin menjemputnya. Hati-hati Herm." Katanya.

.

Viktor mengulurkan tangannya untukku. Ah dia seperti pangeran sekarang. Siapa yang meragukan kalau Viktor Krum tampan? Pasti rasanya tidak ada yang meragukannya. Dengan pakaian persis seperti yang ada di negri dongeng, aku merasa dia adalah pengeran yang tersesat.

"Viktor.. kau sangat tampan." Dia terkekeh.

"Aku harus tampan di hari terakhirku di Hogwarts. Ehm—dan kau, aku yakin semua memuji kecantikanmu Herm." Katanya yang membuatku mengembangkan senyum.

Aku memasuki mobil Viktor Krum. Sekitar 30 menit perjalanan dari rumahku ke Hogwarts. Ya memang agak jauh.

Ketika sampai sana, sudah banyak yang berdatangan. Harry-Ginny-Ron sudah ada. Neville-Dean-Seamus juga sudah ada.

"Hermione." Ginny melambaikan tangannya.

Aku dan Viktor menuju ke arahnya.

"Kau sangat cantik Hermione." Puji Dean

"Ah kau juga sangat tampan, kalian juga. Dan kau cantik Ginny." Kataku.

"Terima kasih Herm. Oh Krum kau sangat tampan." Balas Ginny

"Kau juga cantik." Kata Krum. Ginny tersenyum lebar.

"Eh kemana Cedric?." Tanya Neville

"Dia sedang menjemput pasangannya. Dan-Eh iya, saat dansa nanti, kalian akan berpasangan dengan siapa?." Tanyaku kemudian.

"Aku mengajak Hannah." Kata Ron.

"Aku dengan Parvati." Kata Seamus.

"Aku dengan Padma." Kata Neville.

"Dan aku bersama Susan." Kata Dean.

Aku mengangguk lalu tersenyum kepada mereka.

"Dan-eh kalau kau Harry-Ginny?." Kataku menggoda.

"Aku aku eh maksudku kita akan berdansa bersama." Kata Harry. Sepertinya dia gugup. Aku tertawa pelan.

"Ngomong-ngomong kemana pasangan kalian?." Tanya Viktor

"Sepertinya sedang menikmati pudding di sebelah sana." Jawab Seamus sambil memandang sebuah meja yang berada di sudut ruangan.

Memang tidak semua murid kelas X dan XI hadir. Hanya sebagian saja yang diundang murid XII untuk bisa hadir. Dan aku juga hanya melihat beberapa saja yang hadir. Tapi aku juga belum tahu karena, belum hadir semua kan?

Ditengah kami semua asik mengobrol dan bercanda, tiba-tiba aula menjadi ramai. Kami mendengar suara sorak-sorai yang sangat pecah di aula ini. Ada yang bersiul juga.

"Ada apa sih?." Tanya Ginny

"Aku juga penasaran, sebaiknya kita mendekat kesana." Kata Neville.

Kami mengikuti arah Neville. Dan kami melihat satu pasangan yang sangat serasi memasuki aula Hogwarts. Sangat serasi. Yang lelaki memakai jas hitam, berjalan dengan wibawanya. Sedangkan yang perempuan memakai gaun putih melengkung selutut berjalan dengan anggun. Sangat mempesona.

Mereka Cedric Diggory dengan Fleur Delacour.

Semua yang berada di aula besar menyingkir untuk memberikan jalan yang lebar kepada kedua pasangan serasi itu. Aih… mereka memang top!

Keadaan menjadi sangat sangat hening.

Kak Cedric dan Fleur menuju ke arah kami. Dibelakangnya aku melihat Angelina dan Wood juga menghampiri.

"Wow kalian sangat wow." Kata Ron. "Kalian cocok." Timpal Seamus

"Aku tak menyangka kalian akan datang bersama." Kata Harry

"Ah intinya kalian wow." Kata Dean, Ginny, dan Neville berbarengan.

"Terima kasih semuanya." Kata Fleur dan Cedric.

Aku tersenyum lebar. Ah kakakku ini pandai dalam urusan selera.

.

"Perhatian semuanya." Kata prof Dumbledore, sang kepala sekolah Hogwarts.

Aula menjadi hening kembali.

"Dengan ini aku nyatakan pesta dansa dimulai. Silahkan menikmati lagu ini." Sambungnya.

Setelah perkataan nya tadi, sebuah lagu dilantunkan. Sontak Ron, Dean, Neville, dan Seamus mencari pasangan mereka masing-masing. Setelah semuanya sudah siap, lagu diubah menjadi musik dansa. Semua berdansa dengan indah. Aku menikmati pestanya. Sekarang aku sedang berdansa dengan Viktor Krum. Aku juga melihat semua disekelilingku bahagia. Terlebih pasangan yang paling serasi tahun ini. Kak Cedric dan Fleur berada tepat disampingku. Harry dan Ginny juga terlihat sangat menikmati musiknya. Juga Ron dan Hannah.

Aku menikmati setiap lagu bersama dengan Viktor.

"Herm, kau sangat cantik kalau dilihat sangat dekat seperti ini." Katanya disela dansa yang kami lakukan. Sepertinya, pipiku memunculkan semburat merah disana.

"Dan—kau juga Viktor. Kau sangat tampan."

Dia tersenyum simpul lalu memutar tubuhku. Dia memegang lekuk tubuhku. Gerakan yang lihai. Aku tak menyangka Viktor sangat pandai berdansa.

Sungguh. pesta dansa ini dibuat romantis. Saat dilantunkan melodi yang amat lambat, segala lampu dimatikan. Lalu dibuatlah sorot lampu dari atas, membuat kita semua seperti sedang menjadi staring saat ini juga.

Aku sangat menikmatinya.

.

Setelah hampir 1 jam kami berdansa akhirnya lelah juga.

Aku dan Viktor memutuskan untuk mencari minum. Aku juga melihat kak Cedric dan Fleur keluar dari lantai dansa.

"Hei Fleur." Aku melambaikan tanganku. Akhirnya mereka berdua menuju ke arah ku dan Viktor. "Apa kau sudah menerimanya?." Kataku menggoda.

Viktor dan kak Cedric tertawa. "Oh itu, aku sudah menerima kakak mu ini sebagai kekasihku Herm." Katanya tersenyum. Dia mencium pipi kak Cedric.

Aku tersenyum lebar melihat pasangan serasi di depan ku ini.

"Baiklah Hermione, sebaiknya kita tidak boleh mengganggu sepasang kekasih ini. Sebaiknya kita mencari tempat lain." Sekarang Viktor Krum yang gantian menggoda.

"Ah aku setuju denganmu Viktor. Dah."

Aku berjalan bersama Viktor meninggalkan sepasang kekasih itu. Kami berhenti di salah satu tempat dekat dengan tangga ke atas. Aku mengambil minum dan beberapa kue, begitu juga Viktor. Musik dansa itu berganti menjadi musik yang lebih cepat. Tidak seperti tadi yang terdengar klasik.

"Hermione, ponsel ku bergetar. Aku rasa ada telepon. Disini berisik. Kurasa aku harus keluar dulu." Kata Viktor sambil merogoh saku jas nya.

"Baiklah Viktor." Kataku.

Aku duduk di bangku panjang di samping tangga sambil memegang segelas minuman. Aku melihat punggung Viktor Krum yang melewati pintu aula besar dan semakin menjauh meninggalkan aula. Terlihat dia sedang berjalan cepat sembari menaruh ponsel di telinganya.

Lalu selepas itu, aku mengalihkan pandanganku ke dalam ruangan. Aku melihat mereka yang masih berdansa. HHH mereka terlihat bahagia. Senang juga rasanya melihat orang-orang bahagia.- Senyumku tak sengaja keluar saat melihat mereka.

"Hei sudah lama kita tak berbicara."

Aku diam dan mencoba mencerna suara yang datang. Oh tidak.

Aku terpaku mendengar suara itu… itu kan suara….Aku menoleh ke asal suara.

Tepat. Dia Draco Malfoy.

Dia berjalan menuruni tangga. Rupanya… dia juga datang.

Dia memakai jas berwarna hitam. Rambutnya yang pirang dipotong. Sekarang dia memiliki rambut yang rapi. Rambutnya agak di naikkan ke atas di bagian depan. Sungguh dia sangat tampan. Sangat berbeda dari yang lalu. Sebelumnya dia memiliki rambut yang agak panjang yang selalu acak-acakkan.

Aku belum menjawab sapaannya. Aku sedikit terpana akan penampilannya dan sapaannya tadi. Jadi aku hanya memandanginya.

Dia duduk disampingku.

"Tahun ini kakakmu dan Fleur yang menjadi pasangan terbaik plus terserasi. Tahun depan giliran kita." Katanya. Dia tersenyum.

Ya Tuhan, aku tak pernah melihatnya dia tersenyum tulus seperti ini. Dia tidak menyeringai, dia tersenyum. "Ma-maksudmu?."

"Kita lihat saja nanti." Katanya.

"Bagaimana Granger? Kau sudah melihat aku berubah kan?." Katanya lagi.

"Su-sudah. Dan-kau cukup mengagetkanku." Kataku pelan.

"Jadi sekarang aku memiliki kesempatan Granger? Kau sudah putuskan,eh?."

"Ya kau memilikinya. Tapi bukan untuk saat ini."

"Aku akan menunggumu menyatakan kesempatan yang dapat aku terima Granger. Dan dapat aku buktikan." Katanya.

"Aku harap begitu."

"Aku akan masih banyak belajar Granger. Aku berjanji pada ibuku kalau aku akan menjadi orang sukses dan memegang nama Malfoy dengan tinggi." Katanya

Aku melihat wajahnya. Dia tersenyum lagi. Sekarang aku tak bisa memalingkan wajahku darinya. Bagaimana mungkin, memandangnya saja aku merasa nyaman.

Alunan musik kali ini sangat lambat.

"Kenapa kau berkata padaku seperti itu?."

"Karena kau mengingatkanku pada ibuku Granger." Katanya.

Aku menelan ludah.

Inilah tipe lelaki yang aku inginkan. Salah satunya yang menyayangiku layaknya dia menyayangi ibunya sendiri. Kenapa dia sangat memiliki tipeku sekarang?

"Dan—ehm. Kenapa kau selama ini menjauhiku Malfoy?.." aku berkata sangat pelan. Sesungguhnya aku kembali gugup sekarang. Untuk menghilangkan ekspresi gugup ku, aku memandang ke arah bawah, tanganku juga menggenggam gaun violetku. Bagaimana aku tidak gugup? Dia mendekatkan dirinya agar lebih dekat denganku sekarang. Dia yang selama ini menjauhiku. Berubah untukku. Dan ya sekarang aku.. ehm mencintainya. Dan setelah sekian lama dia tidak berbicara padaku, sekarang dia duduk berdampingan denganku. Dan dia berbicara sedekat ini denganku.

Aku sedikit beruntung karena aku dan dia tidak duduk berhadapan. Kami duduk bersampingan dengan bangku yang sama. Aku tak habis berpikir bagaimana kalau aku dan dia duduk berhadapan saat ini juga. Dia pasti bisa melihat wajahku memerah sekarang.

"Ya, awalnya aku mencoba untuk menjauhimu Granger. Itu rencanaku agar aku bisa melupakanmu. Tapi- itu semua gagal." Dia menoleh ke arahku. Benar-benar. Aku kikuk sekarang. Wajahku pasti kian memerah. Tidak. Aku tidak menoleh ke arahnya. Aku masih memandang ke arah bawah.

"Aku tidak bisa melupakanmu Hermione."

Dia semakin mendekatkan diri ke arahku lalu tangan kanan nya mendekapku dari belakang. Dia mencium lembut pipi kiriku. Wajahku merah seperti kepiting rebus.

Aku memberanikan diri untuk menatap mata kelabunya, saat bertemu dengan manik hazelku, rasanya tak berubah. Tetap meneduhkan seperti dulu.

Saat ini aku merasakan hal paling bahagia dari sebelumnya. Setelah sekian lama tidak berbicara, sekarang kami berada sangat dekat.

Kau membuatku tak bisa berhenti tersenyum, Draco Malfoy.


TO BE CONTINUED

Maaf maaf kalo cerita nya semakin ga jelas ya-_-

Maaf kalo di chapter ini semua kejadian dipercepat. hehe soalnya aku mau buat mendekati the end nih-_- takut kalo nanti dijelaskan rinci, chapter nya semakin banyak dan takutnya nanti malah discountinued.

Oke well cukup ya*plak.*

Thanks to:

rinakartika980, callagloxinia, Lilyan florence, novyfajriati, selvinakusuma1, Luluk Minam Cullen, FairYuzka, Nisa Malfoy, fprisil, balasannya sudah lewat PM yaa:) terimakasih review nyaaa:)

Adellia Malfoy: sudah di lanjut... review lagi?

beky: maaf momen viktormione nya sedikit ya:( review lagi?

Immortal girl: sudah di updated yaaa, maaf kalau tidak sesuai dengan keinginan kamu:( review lagi?

Ms. Loony Lovegood: iyaa cerita ini re-publish miss hehe iya aku juga pernah mampir di PM kamuuu. Btw terimakasih banget masukan nya ya miss:) review lagi?

mydraco: hehe maaf ya dia nya keluar dikit banget emang kemarin:( review lagi?

zen: wah seneng deh kalo kamu suka:) review lagi?

Afadh: terimakasih afadh:) sudah updated nih ya hehe:) review lagi?

Sandra: terimakasih atas masukannya ya:) di chapter ini sedikit demi sedikit sudah aku perbaiki:) review lagi?

.

After read, don't forget to review:)

See you next chapter!:)

Salam.