Now and Forever
.
.
.
Disclaimer: Super Junior punya SM Ent, say. Tapi mereka juga punya keluarga mereka, sahabat mereka, fans mereka, dan tentu saja, Tuhan J
Pair: Evil Magnae and Cutie Monkey
Genre: Romance... dan er—saya gak jago ginian.
Rate: T
Warning: Maaf jika Anda yang membaca tidak menikmati tulisan ini. Maaf juga kalo ide pasaran. Terinspirasi dari novel yaoi karangan saya sendiri yang saya buat untuk konsumsi pribadi.
Don't like? I beg you to don't read!
Hampir dua minggu berselang setelah Hyukjae menjalani hukumannya, dan Kibum-Minho merasakan keanehan pada sahabat mereka sejak kecil itu. Hyukjae menjadi lebih pendiam, sering melamun, suka memandang langit biru, sering tersenyum sendiri, dan yang terparah, menjadi linglung. Namja manis itu benar-benar sedang jatuh cinta.
Seperti saat jam makan siang hari ini, Hyukjae berkata pada Kibum kalau dia lupa membawa bekal, tetapi namja manis bermata onyx itu tidak segera membeli roti di kantin atau apa. Hyukjae hanya melamun, memandang jauh ke luar jendela kelas.
"Sepertinya semenjak dihukum mendekam di Perpustakaan Hyukkie menjadi aneh, deh, Kibum," ujar Minho memandang profil Hyukjae yang melamun.
Kibum menatap Hyukjae lekat. Sepintas dia memikirkan jika Hyukjae sedang jatuh ci—tapi itu tidak mungkin. Pada siapa kalau Hyukjae jatuh cinta?
"Kau benar. Mungkin dia sedang ada masalah," kata Kibum akhirnya.
Mereka mendekati Hyukjae dan mengagetinya.
"Dor!" teriak Minho. Hyukjae gelagapan.
"Apa-apaan kau, Minho?" seru Hyukjae kesal.
"Kami mau tanya. Kau kenapa, Hyukkie?" tanya Kibum.
"Kau sedang ada masalah? Kau dibully? Atau kau distalk orang? Atau kau ditantang preman dari kota sebelah?" tanya Minho bertubi-tubi.
Hyukjae mendesah, lalu menggeleng. Dia menoleh ke Minho dan Kibum, mendesah lagi, lalu menggeleng. Minho dan Kibum hanya menatap keadaan sahabat mereka yang aneh ini.
"Kau… sedang jatuh cinta, kan, Hyukkie?" tanya Kibum.
Kepala Hyukjae langsung jatuh menghantam meja dengan sukses. Kibum berseru dalam hati, Bingo!
"Kau apa?" tanya Minho tidak paham.
Hyukjae mengangkat kepalanya, warna merah pekat menyebar di wajahnya yang manis.
"Ke-kenapa kau bisa tau?" Hyukjae langsung menutup mulutnya. Wajahnya memucat. Kelepasan!
Kibum nyengir. "Siapa orang yang kau sukai, Hyukkie?"
"Oh! Jadi Hyukkie sedang suka sama seseorang?" kata Minho keras.
"Jangan berisik!" kata Hyukjae panik.
Minho nyengir. Entah kenapa Hyukjae merasa tidak nyaman dengan cengiran yang bertengger di wajah Minho. Dia merasakan firasat buruk.
"Eh, itu… aku memang sedang suka seseorang… tapi… aku ti-tidak mengenalnya," gagap Hyukjae pelan sambil memainkan jarinya dengan gelisah.
K-kyeopta… pikir Minho dan Kibum bersamaan saat melihat Hyukjae yang galau.
"Katakan! Siapa yang kau sukai, Hyukkie?" paksa Minho. Minho memang sering mengejek Hyukjae yang selalu ditembak, tapi melihat sahabatnya menjadi linglung begini karena sedang naksir seseorang membuat namja berambut cepak itu prihatin. Ini pertama kalinya Hyukjae suka seseorang, sih!
"Nah, itu masalahnya, Minho. Aku tidak tahu nama dan kelasnya," jawab Hyukjae lemas.
"Orang yang kau suka anak sini, Hyukkie?" tanya Kibum.
Rona merah kembali mewarnai wajah Hyukjae. "N-ne."
Minho dan Kibum saling pandang.
"Kau suka seseorang dan kau tidak tau apa-apa mengenai dirinya?" tanya Kibum memastikan.
Hyukjae mengangguk pasrah. Dia kembali memandang jauh ke luar jendela. Kelas mereka terletak di lantai dua, jadi ruang lingkup pandang ke luar menjadi lebih luas. Tiba-tiba onyx Hyukjae melebar melihat dua orang yang berjalan santai tepat di bawah kelas mereka. Jantungnya berdebar kencang. Namja misteriusnya!
Hyukjae spontan menunjuk ke namja berambut cokelat ikal itu dan berbisik keras. "I-itu orangnya, Bummie!"
Minho dan Kibum langsung melongokkan kepala ke jendela dan melihat seorang namja berambut cokelat ikal bertubuh jangkung berjalan bersama temannya yang berambut gelap.
"Yang mana, Hyukkie?" tanya Minho-Kibum bersamaan.
Hyukjae merona. "Ya-yang rambutnya cokelat ikal."
Hyukjae menutup wajahnya dengan tangan, sedang Minho dan Kibum mengawasi ehem-nya Hyukjae hingga mereka berjalan menjauh.
"Oh, jadi yang kau suka itu Cho Kyuhyun?" tanya Kibum santai.
"Jadi namanya Cho Kyuhyun?" kata Hyukjae senang.
"Yang rambutnya cokelat, kan?"
Hyukjae mengangguk.
"Namanya Cho Kyuhyun, usia enam belas, kelas 1-A, orangnya agak misterius, pendiam dan serius, agak cuek, berasal dari keluarga kaya, tinggi seratus delapan puluh senti, berat sekitar enam puluh lima kilo, peringkat kedua untuk angkatan kelas satu," penjelasan Kibum langsung dicatat Hyukjae.
"Kenapa kau bisa tau?" tanya Minho pada Kibum.
"Abeoji kami rekan bisnis. Jadi beberapa kali Kyuhyun dan abeojinya ke rumahku, begitu pula aku juga cukup sering ke rumahnya. Mau tak mau kami menjadi kenal," ini juga tak luput dari catatan Hyukjae.
"Nah, sekarang kau tau namanya kan, Hyukkie?" kata Minho.
Hyukjae tersenyum bahagia. "Ne."
"Tapi dia itu wajahnya tipe wajah Uke, ya?" komentar Minho.
Hyukjae membeku bagai disambar petir. "U-uke? Ka-kalau begitu… kami gak bisa jadian, dong…" katanya hampir nangis.
"He-hei! Itu belum pasti benar! Lagipula, kau harus berusaha dulu! Jangan kalah sebelum maju perang!" seru Minho salah tingkah melihat mata Hyukjae yang keruh karena airmata yang hampir menetes.
Kibum mengelus kepala Hyukjae. "Minho benar."
Hyukjae langsung mengusap airmatanya hampir keluar. "Ne! Aku akan berusaha membuat Kyuhyun-ssi suka padaku! Apapun rintangannya!" tekad Hyukjae.
Minho dan Kibum hanya bisa menepuk bahu Hyukjae dan menggumamkan semoga berhasil dengan tangan menutupi hidung. Mereka mimisan, gak tahan melihat betapa imutnya Hyukjae.
3
Kebiasaan baru Hyukjae adalah membaca buku yang habis dibaca oleh Kyuhyun. Dia merasa dengan membaca buku yang sama dengan orang yang disukainya itu bisa lebih mengenal namja tampan tersebut. Dia selalu menciumi buku itu, yang samar tercium aroma mint. Mungkinkah itu parfum Kyuhyun? Saat membaca buku-buku itu pun senyum tak pernah lepas dari wajah Hyukjae, membuat Kibum yang melihat Hyukjae yang selalu tersenyum ketika membaca heran.
Hampir semua buku Kyuhyun dibaca Hyukjae (Hyukjae tahu daftar buku yang dipinjam Kyuhyun dari hasil mencuri lihat riwayat peminjaman Kyuhyun), membuat namja manis itu menjadi suka membaca sekarang. Ternyata menyukai seorang kutubuku bisa mengubah seorang Lee Hyukjae menjadi suka membaca.
Saat ini Hyukjae sedang mengembalikan buku yang habis dipinjam sesuai rak kategorinya. Dia berusaha menempatkan buku ke rak yang cukup tinggi, dengan cara berjinjit (semua rak buku Perpustakaan di Cheong Nam High menjulang hingga menyentuh langit-langit). Tapi tidak juga berhasil. Semua gara-gara petugas perpustakaan meletakkan tangga yang biasa dipakai Hyukjae entah dimana.
Hyukjae mendesah. Lalu dia kembali mencoba menempatkan buku itu. Gagal lagi.
"Kenapa sih raknya tinggi sekali? Padahal aku gak cebol-cebol amat, kok!" seru Hyukjae kesal. Saat ini tingginya seratus enam puluh sembilan senti.
Dia mencoba lagi. Tiba-tiba sebuah tangan mengambil buku di tangan Hyukjae dan menempatkan buku itu ke tempatnya. Hyukjae menoleh ke penyelamatnya.
"Akhirnya! Gomapseum—" kata-katanya terputus saat melihat penyelamatnya.
Cho Kyuhyun! Hyukjae langsung merona. Jantungnya bertalu-talu.
"Go-gomapseumnida," gagap Hyukjae lalu menunduk.
Duuh… jantungku berdetak kencang sekaliii… Kyuhyun-ssi dengar gak, ya? Pikir Hyukjae.
Cho Kyuhyun hanya diam, lalu menjawab singkat. "Cheonmaneyo."
Lalu namja itu berbalik. Sepeninggal Kyuhyun, Hyukjae langsung merosot dengan tangan menutupi wajahnya yang merona.
"A-aku bicara d-dengan Kyuhyun-ssi…" Hyukjae menatap tangannya. "Ta-tangan kami tadi bersentuhan…"
Hyukjae tersenyum lebar. Bahagia akhirnya bisa berbicara dengan orang yang disukai, meski hanya beberapa beberapa patah kata. Tetapi Hyukjae sangat bahagia!
Sepanjang sore itu senyum ceria bertengger di bibir merah Hyukjae. Dia melayani siswa yang meminjam buku dengan senyuman supermanis, membuat para siswa itu salah tingkah dan kegeeran. Senyum Hyukjae semakin lebar saat Cho Kyuhyun meminjam buku, karena baru kali inilah Kyuhyun meminjam buku saat dia bertugas.
Saat namja itu menghampiri meja pelayanan, Hyukjae menjadi salah tingkah. Tapi Hyukjae berusaha bersikap wajar.
"Maaf, bisa perlihatkan kartu perpustakaan?" tanya Hyukjae dengan jantung berdebar.
Cho Kyuhyun memberikan kartunya pada Hyukjae. Hyukjae dengan sigap mencatat nama dan nomor katu Kyuhyun pada buku peminjaman, lalu memberikan buku yang akan dipinjam Kyuhyun.
"Tolong dikembalikan minggu depan, ya, Kyuhyun-ssi," kata Hyukjae manis disertai senyum yang sangat memikat.
Kyuhyun menatap bengong Hyukjae, saking terpesonanya akan senyum Hyukjae. Namja itu tidak sadar itu membuatnya kelihatan idiot.
"Er… chogiyo, Kyuhyun-ssi? Ini buku dan kartumu," kata Hyukjae masih menyodorkan setumpuk buku yang akan dipinjam Kyuhyun.
Kyuhyun sadar, rona pink mewarnai pipinya. Dia menerima buku dari tangan Hyukjae.
"Mianhae... gomawo," gumamnya salah tingkah.
"Cheonmneyo," jawab Hyukjae ramah, membuat Kyuhyun bengong lagi. Tapi namja itu segera pergi sebelum Hyukjae menganggapnya namja idiot.
3
"Hyukkie Sunbae!" sapa Nickhun esok paginya.
Hyukjae sedang asyik berjalan menyeberang lapangan ketika mendengar suara genit itu lalu menoleh ke asal suara. Dia langsung mengerang dan berjalan dengan cepat nyaris berlari.
Nickhun berhasil menyusul Hyukjae dan langsung memeluk namja berambut auburn itu.
"Bogoshippo, Hyukkie Sunbae! Terakhir kita bertemu memang kemarin tapi aku sangat merindukanmu!"
"Lepaskan! Hentai! Yadong! Mesum! Pervert!" kata Hyukjae kesal dengan menjauhkan tangan-tangan Nickhun.
Tangan Nickhun memang terlepas dari tubuh Hyukjae, tetapi Nickhun masih saja mencari kesempatan. Digenggamnya tangan Hyukjae.
Nickhun hanya tertawa. "Neomu bogoshippo, Sunbae."
Hyukjae cuek.
Nickhun terus nyerocos, mereka berdua tidak sadar kalau mata semua siswa memandangi setiap gerak mereka. Mereka berbisik-bisik melihat keakraban Nickhun-Hyukjae.
"Lihat! Hyukkie-ah dengan Nickhun Horvejkul!"
"Nickhun itu pacar Lee Hyukjae?"
"Pacar?! Ahhh! Aku patah hati…"
"Kemarin aku ditolak Hyukkie… ternyata dia sudah punya Nickhun…"
"Hiks, Hyukkie… tega sekali dirimu…"
Siswa-siswa yang menyukai Hyukjae patah hati seketika. Bagaimana mungkin mereka bisa menyaingi Nickhun? Jangkung, tampan, keren, jago olahraga, popular, dan yang terpenting dia seorang model!
Lee Hyukjae, dosamu sangat besar karena membuat seperempat siswa Cheong Nam High patah hati.
3
Kejadian pagi itu membuat Cheong Nam High heboh. Terang saja, karena namja supermanis yang selalu menjadi incaran ternyata sangat akrab dengan orang terpopular nomor dua di Cheong Nam (nomor satunya, entah kenapa, adalah Minho).
Hyukjae kesal karena ada gosip yang tidak-tidak mengenai dirinya. Sedang Minho dan Kibum sibuk menertawai nasib Hyukjae yang memang naas.
Hyukjae masih menggerutu bahkan ketika pelajaran Olahraga, pelajaran pertama hari itu. Teman sekelas Nickhun sibuk menggoda Hyukjae dari ruang kelas mereka di lantai dua gedung sebelah barat. Membuat namja berambut auburn itu makin kesal.
"Semangat, ya, Hyukkie chagi~! My lovely cutie sweetie darling! Honey!" teriak Nickhun sambil melambaikan tangan. Bikin tambah salah paham saja.
Hyukjae melotot ke Nickhun.
"Hyukkie Sunbae, kau seharusnya menolak si sarap ini!" teriak teman Nickhun.
"Maunya Hyukkie juga begitu! Soalnya satu-satunya namja yang disukai Hyukkie itu aku!" teriak Minho ikut-ikutan. Minho langsung dihadiahi tendangan di lutut oleh Hyukjae. Kibum sibuk mendokumentasikan semua itu. Entah darimana dia dapat handycam.
"Ne! Kau membuat si brunette ini tambah besar kepala!"
"Hyukkie Sunbae! Kenapa kau mau pacaran dengan orang gila macam Nickhun, sih! Mending pacaran denganku saja!" teriak seorang teman Nickhun.
"Ya! Hyukkie Sunbae itu milikku!" teriak Nickhun panik.
Semua teman Hyukjae dan penghuni 1-E tertawa mendengar pernyataan Nickhun, hanya Hyukjae yang tidak. Kelas 1-E menjadi senyap ketika guru masuk dan memarahi semua penghuni 1-E yang menyebabkan keributan. Hyukjae tertawa sadis melihat semua hoobae yang menggodanya dihukum.
Hyukjae akhirnya menghampiri teman-teman kelas 2-C yang sudah melakukan pemanasan. Namja berambut auburn itu masih tertawa saat melihat Nichkun dihukum berdiri di koridor kelas.
Semua gerak gerik Hyukjae ternyata diperhatikan oleh sepasang mata cokelat gelap milik Cho Kyuhyun. Namja berambut auburn itu mampu membuat seorang Cho Kyuhyun menghilangkan sikapnya yang terlalu cuek dan tidak pernah menganggap manusia lain selain dirinya, Changmin sahabatnya, dan keluarganya.
Sejak pertama kali melihatnya, Kyuhyun merasakan perasaan bergetar yang aneh di dadanya. Kyuhyun menemukan si rambut merah itu ketika beberapa minggu yang lalu dia melihat seorang siswa yang nekat melompati pagar. Saat melihatnya, waktu seolah berhenti. Semua warna memudar, teapi terfokus pada sosok Hyukjae. Jantung Kyuhyun serasa berhenti berdetak sejenak di momen itu. Saat itu rambut Hyukjae tersibak memperlihatkan wajah cantiknya dan dia melompat seolah terbang.
Mana mungkin di Cheong Nam ada malaikat? Pikir Kyuhyun saat itu.
Kyuhyun menjadi penasaran. Lalu dia mencari tahu tentang si rambut auburn itu, tetapi tidak ketemu. Kyuhyun seharian mencari hingga hampir menyerah, tetapi ketika di ruang guru dia melihat si rambut auburn sedang dimarahi Kim Seonsaeng dan dihukum di Perpustakaan tiap pulang sekolah. Makanya Kyuhyun mengubah jadwalnya, dia yang selalu ke Perpustakaan tiap istirahat menjadi tiap pulang sekolah. Demi melihat si malaikat.
Dan saat mengamatinya di Perpustakaan membuat Kyuhyun tambah terpikat. Namja berambut auburn dan bermata onyx itu sangat menarik. Caranya berbicara, caranya berjalan, caranya membuka buku, dan yang paling disukai Kyuhyun adalah cara si rambut auburn itu tersenyum dan tertawa. Semuanya sangat manis, seperti madu. Membuat hatinya bergetar oleh suatu rasa.
Tanpa Kyuhyun sadari, ekor matanya selalu memandang namja itu. Wajah dan senyumnya menghantui Kyuhyun tiap malam. Semakin hari rasa bergetar itu berubah menjadi debar-debar halus cinta yang memabukkan.
Namja manis berambut auburn dan bermata onyx itu sukses membuat namja es macam Cho Kyuhyun kelimpungan karena cinta.
Sering Kyuhyun melihat namja yang disukainya—ya, Kyuhyun sadar jika dirinya menyukai namja itu—bersama Kim Kibum, salah seorang temannya yang sangat sedikit. Namja itu, Kibum, dan seorang namja berambut cepak selalu kemana-mana bertiga. Kyuhyun selalu memperhatikan dan mencuri-curi pandang ketika mereka kebetulan berada dalam satu ruangan (seperti kantin dan Perpustakaan, karena mereka beda angkatan).
Kyuhyun kembali memperhatikan si namja malaikat itu sedang mengikuti pelajaran Olahraga di lapangan, lalu Kyuhyun bertanya pada sahabatnya, Shim Changmin.
"Changmin-ah."
"Apa, Kyu?" jawab Changmin yang sedang asyik main PSP tanpa mengalihkan pandangan dari layar. Kelas mereka kosong karena guru Sejarah tiba-tiba tidak mengajar.
"Yang rambutnya merah-cokelat itu siapa? Yang sedang berlari dengan Kibum Hyung," kata Kyuhyun datar.
Changmin, melihat ke arah namja yang dimaksud Kyuhyun.
"Ooh… Lee Hyukjae Sunbae? Yang wajahnya cantik banget itu, kan?" kata Changmin disambut anggukan kepala Kyuhyun. Mata Kyuhyun tak lepas memandang Hyukjae.
"Jadi namanya Lee Hyukjae?" kata Kyuhyun pada dirinya sendiri.
"Ne. Tau, gak, Kyu? Hari ini banyak anak yang patah hati karena Hyukjae Sunbae itu terlihat akrab dengan Nickhun Horvejkul," jelas Changmin. Kali ini Kyuhyun menoleh ke Changmin.
"Kenapa bisa begitu?"
"Soalnya banyak anak yang suka dan nekat nembak Hyukjae Sunbae karena tampangnya itu. Tapi mereka patah hati melihat Hyukjae jalan bergandengan tangan dengan Nickhun."
"Jinjja?"
"Ne. Kemarin saja sunbaeku di klub judo, Wooyoung Sunbae, nembak Hyukjae Sunbae. Tetapi ditolak," kata Changmin kembali memainkan PSP-nya.
"Kau tau alasan Wooyoung Sunbae ditolak?"
"Ani. Wooyoung Sunbae gak mau cerita bagaimana proses penembakannya," kata Changmin.
"Apa dia punya namjachingu, ya?" kata Kyuhyun pada dirinya sendiri.
"Tidak. Setahuku dia gak punya pacar, Kyu," jawab Changmin.
"Tadi katamu banyak anak yang patah hati gara-gara dia dekat dengan Nickhun ini?"
"Itu cuma gosip. Nickhun Horvejkul menyukai Hyukjae Sunbae secara sepihak," jelas Changmin.
"Darimana kau tahu?"
"Aku tanya Kibum Hyung tadi. Habis penasaran, sih."
"Oh. Begitu. Masih ada kesempatan, dong," gumam Kyuhyun sangat pelan.
"Kau suka dia, ya, Kyu?" tanya Changmin iseng.
"Ne," jawab Kyuhyun tegas.
Tangan Changmin spontan berhenti bermain. Namja kelebihan tinggi itu tidak peduli jika dia game over. Mata cokelat Changmin menatap heran sahabatnya yang berambut ikal itu.
"Ka-kau bilang kau suka Hyukjae Sunbae, Kyu?" tanya Changmin memastikan.
"Ne," jawab Kyuhyun kembali melihat pujaan hatinya.
"Akhirnya… namja es ini mengenal apa yang disebut cinta… hampir saja aku mengira kau robot," kata Changmin ngaco.
"Kau bilang sesuatu, Changminnie?" tanya Kyuhyun.
"Tidak. Tidak, kok, Kyu."
Di kepala Kyuhyun saat itu juga tersusun rencana bagaimana cara untuk mendapatkan Lee Hyukjae.
3
Perpustakaan sore itu, Hyukjae didatangi orang yang paling dihindarinya saat ini. Nickhun Horvejkul. Si brunette itu nekat menerabas antrian siswa yang sedang mencatatkan buku pada Hyukjae.
"Annyeong, Hyukkie Sunbae! Pulang bareng aku, yuuuk?" sapa Nickhun ceria, tak menghiraukan siswa yang menggumam kesal di belakangnya.
"Pergi sana. Kau mengganggu," balas Hyukjae 'ramah.'
"Hiks! Sunbae jahaaat! Padahal aku mencarimu hingga mengelilingi sekolah!"
"Enyah. Kau benar-benar mengganggu orang yang mau pinjam buku, tahu," kata Hyukjae ketus dengan mendorong ke samping tubuh Nickhun. "Nah, Hyunjoong-ssi, tadi kau mau pinjam apa?"
Hyunjoong, namja yang diterabas Nickhun, tersenyum penuh kemenangan pada Nickhun. Nickhun memandang Hyunjoong kesal.
"Ini, Hyukjae-ssi," kata Hyunjoong meletakkan beberapa buku. Hyukjae segera mencatatnya dan melayani siswa yang lain, menghiraukan Nickhun.
Nickhun kesal sambil memonyongkan bibirnya. Setelah antrian peminjam habis, Nickhun segera merayu Hyukjae lagi.
"Sunbae, kau selesai jam berapa? Nanti pulang bareng aku, kan?"
"Ogah," tolak Hyukjae langsung.
"Ayolah, Hyukkie Sunbae … sekaliii saja, pulang bareng aku. Otte?"
"Tidak mau, Nickhun-ssi. Ajak anak lain saja," jawab Hyukjae hampir hilang kesabarannya menghadapi Nickhun.
"Kok begitu?" kata Nickhun melas.
"Biarin."
"Kalau begitu… Hyukkie Sunbae, kalau Minggu besok mau kencan denganku, gak?" pinta Nickhun manis.
"Gak bisa. Sibuk."
"Jahat! Kok Hyukkie Sunbae tega sama pacar sendiri, sih?"
"Memang siapa pacarku?"
"Akulah!"
Hyukjae mendelik kesal.
"Kuberitahu, ya. Kau. Bukan. Pacarku. Jadi. Jangan. Macam-macam," kata Hyukjae menekankan tiap katanya.
Nickhun mendesah. Susah banget menaklukkan Lee Hyukjae!
"Baiklah, baiklah. Tapi kan aku calon pacar Hyukkie Sunbae, lalu Hyukkie-ah juga belum punya pacar, jadi aku punya kesempatan, dong," kata Nickhun.
"Terserah," kata Hyukjae habis kesabaran.
Mereka berdua tidak tahu bahwa Kyuhyun mendengar tiap perkataan mereka. Dia menatap Nickhun dengan tatapan dingin.
Berani sekali mengajak Hyukkie kencan… aku saja belum pernah berbicara santai dengan dia, pikir Kyuhyun cemburu.
Akhirnya Kyuhyun agak membanting buku dan pergi meninggalkan Perpustakaan dengan raut kesal.
3
"Lee Hyukjae! Bisa bicara sebentar?" sapa seorang namja berambut gelap saat Hyukjae sedang makan siang di kelas. Sepertinya teman seangkatan yang beda kelas.
Hyukjae menatapnya heran. "Bisa. Langsung bicara saja."
Namja di depannya menunduk, wajahnya merona. "Kalau di koridor?"
"Oke," jawab Hyukjae. Selintas dia berpikir jika dia akan ditembak. Tapi diusirnya pikirannya itu. Jangan kegeeran, Hyukkie, pikir Hyukjae.
Minho dan Kibum sudah menahan tawa dari tadi. Gelagat namja yang memanggil Hyukjae sudah ketahuan oleh Minho dan Kibum.
Di koridor, namja itu berdiri menghadap Hyukjae.
"Hyukjae-ssi! A-aku me-menyukaimu sejak lama! Maukah kau berpacaran denganku?" tembak namja itu. Hyukjae langsung blushing. Dugaannya tadi tepat!
"Eh, maaf, tapi… aku sedang suka seseorang," jawabnya jujur. Namja di depannya langsung lemas.
"Be-begitu?" jawab namja itu lemas.
Hyukjae mengangguk. "Maaf sekali, ya?"
"Baiklah. Sudah ditolak, aku bisa apalagi? Tapi, Hyukjae-ssi, bisakah aku menanyakan sesuatu?"
"Boleh?" jawab Hyukjae bingung.
"Apa kau benar-benar jadian dengan hoobae bernama Nickhun?"
Hyukjae tersedak ludahnya sendiri. "Bu-bukan! Aku bukan pacarnya! Sama sekali bukan, kok!" sangkal Hyukjae mati-matian.
Namja di depannya mendesah lega. "Syukur deh. Lalu yang kau sukai siapa?"
Hyukjae merona. "I-itu rahasia."
Namja itu blushing melihat Hyukjae yang terlihat imut.
"O-oh… kalau begitu… gomawo atas waktunya Hyukjae-ssi. Annyeong."
"Annyeong," jawab Hyukjae. Namja itu melambai dan meninggalkan Hyukjae.
Saat Hyukjae masuk kelas, dia disambut sorakan teman-temannya.
"Hyukkie habis ditembak!"
"Jangan berisik, Han Sunhwa!" salak Hyukjae kesal, wajahnya masih merona.
"Cieeee!"
"Kalian semua gak usah ikut-ikutan!" bentak Hyukjae pada semua teman-teman sekelasnya.
"Kau terima, Hyukkie?!"
"Gak lah! Bukan tipeku!" jawab Hyukjae ketus.
"Lalu tipemu seperti apa, Hyukkie?"
"Yang penting tidak konyol dan cerewet macam kau, Hwang Kwanghee!" kata Hyukjae sadis.
Anak yang bernama Hwang Kwanghee langsung mewek. "Hyukkie-ah jahat!"
"Bukannya dia Jung Yonghwa? Wakil ketua OSIS?" kata Jung Hyosung.
"Jinjja?" seru Hyukjae-Minho-Kibum.
"Ne! Kalian tidak tahu? Yonghwa wakil ketua dari kelas 2-D, sedang ketua OSIS kita adalah Yun Dujun, dari kelas 2-A. Kalian tahu?" tanya teman sekelas mereka, Mir.
Hyukjae-Minho-Kibum serempak menggeleng.
"Payah kalian," jawab Mir.
"Biarin," kata Hyukjae-Minho sambil menjulurkan lidah.
"Kalian popular tapi gak kenal siapa-siapa di Cheong Nam," komentar Mir.
"Kami memang antisosial, kok," kata Kibum santai.
"Terserahlah," kata Mir mengalah. Menghadapi trio ini memang selalu menghabiskan banyak tenaga.
"Ketujuh puluh sembilan. Puas?" kata Hyukjae pada Kibum.
Kibum nyengir. "Sangat," jawab si pemilik killer smile itu lalu mencatat di notesnya.
3
Hari ini, ada yang berbeda dengan pelajaran olahraga. Karena, Kang Seonsaengnim, guru Olahraga, menggabungkan tiga kelas sekaligus untuk pelajaran, yaitu kelas 2-C, 1-A, dan 1-B. Hyukjae kegirangan karena bisa melihat sosok Kyuhyun. Sedang Kyuhyun tersenyum samar saat tahu dia akan bisa melihat Hyukjae.
Seluruh siswa kelas ketiga kelas itu sudah berkumpul di lapangan. Kang Seonsaeng berkata bahwa Olahraga hari ini akan diisi dengan lari maraton. Hyukjae, Kibum dan beberapa siswa mengeluh. Sedang Minho kesenangan. Pelajaran favorit Minho hanya Olahraga, sih.
Siswa yang berjumlah sembilan puluh anak itu mulai berlari (di Cheong Nam setiap kelas diisi tiga puluh anak, tiap angkatan terdapat tujuh kelas). Hyukjae berusaha berlari sekuat tenaga. Dia sebenarnya jago Olahraga, tapi dia sedang malas karena sejak tadi dia belum melihat namja pujaannya. Kibum hanya berjalan santai, sedang Minho melesat paling depan.
Akhirnya Hyukjae sampai di sekolah setelah berlari mengelilingi lingkungan sekitar Cheong Nam yang menjadi lintasan maraton. Tidak buruk, dia nomor sebelas, sedang Minho pasti nomor satu. Kalau Kibum sudah pasti terakhir. Namja berambut hitam itu paling anti Olahraga.
Hyukjae memilih membeli minuman di vending machine daripada ikutan Minho main basket. Hyukjae mengumpat ketika dia salah pencet tombol minuman sehingga dia membeli minuman yang paling dibencinya, jus kiwi.
"Argh! Baboya Hyukkie! Mana uang recehku habis lagi. Aduh…" kata Hyukjae kesal dan hendak membuang jus kiwi.
"Bagaimana kalau tukaran denganku, Sunbae?" tanya seseorang. Hyukjae menoleh.
C-Cho Kyuhyun! Hyukjae langsung merona. Jantungnya, seperti biasa jika melihat Kyuhyun, langsung juggling dengan heboh.
"Eah?" kata Hyukjae idiot.
"Aku juga salah beli, jadinya aku dapat ini. Aku gak terlalu suka stroberi," kata Kyuhyun menyodorkan sekotak susu stroberi yang belum terbuka.
"N-ne," kata Hyukjae menerima susu stroberi dan memberikan jus kiwinya pada Kyuhyun.
"Er… gomawo, Kyuhyun-ssi. Kau sangat menolongku! Aku kehausan dan gak mau minum jus kiwi itu!" kata Hyukjae yang mulai bisa mengontrol dirinya.
"Oh, ya? Aku malah suka kiwi," jawab Kyuhyun. Mereka berdua duduk di bangku taman depan mesin penjual minuman. Hyukjae sangat berharap jika Kyuhyun tak mendengar jantungnya yang berdegup sangat kencang dan tak menyadari pipinya yang merona.
"Kau bisa menelan buah seasam itu?" tanya Hyukjae.
Kyuhyun menatap Hyukjae. "Kalau kau coba, rasanya gak seasam bayangan Sunbae kok."
"Tidak. Aku gak akan mau mencoba itu," kata Hyukjae sambil meringis lucu. Kyuhyun tersenyum samar melihatnya. Imut!
Minho dari pinggir lapangan memanggil Hyukjae, Kibum berdiri di sampingnya. Hyukjae berdiri.
"Ah, aku dipanggil. Annyeong, Kyuhyun-ssi," kata Hyukjae menoleh pada Kyuhyun.
Hyukjae sudah berjalan menyeberangi lapangan.
"Sunbae!" panggil Kyuhyun. Hyukjae menoleh.
"Siapa nama Sunbae?" tanya Kyuhyun keras.
Hyukjae terkejut, lalu dia tersenyum manis. Napas Kyuhyun tertahan melihat senyum Hyukjae.
"Lee Hyukjae imnida!" teriak Hyukjae lalu berbalik dan menghampiri sahabatnya.
Sepanjang hari itu Hyukjae seakan melayang-layang bahagia tak tentu arah. Semua orang menatapnya aneh. Hyukjae tidak peduli, yang dia pedulikan hanya tadi dia sempat ngobrol dengan Kyuhyun dan Kyuhyun menanyakan namanya.
Kyuhyun-ssi bertanya siapa namaku… Kyuhyun-ssi bertanya siapa namaku…
3
Thanks banget udah baca, apalagi ngasih review.
Anyway...
ravenilu97 Mitos lagi dibikin say. Gara-gara review loe ini, gue jadi nyadar nelantarin tu anak dua. Wing's Tale juga... sabar aja ya :)
Youmustbeknowme as you wish, ini dilanjut :3
Chochoolatee ini dilanjut :D
ermagyu ini dilanjut, say :)
Oceanblue030415 YunJae ya... saya bingung kalo mau bikin ff dengan kapel ini... dan YEAH! KyuHyuk emang cocoook abis! :b
isroie106 ini lanjut :D
Makasih udah sempetin review :*
