Now and Forever
.
.
.
Disclaimer: Super Junior punya SM Ent, say. Tapi mereka juga punya keluarga mereka, sahabat mereka, fans mereka, dan tentu saja, Tuhan :-)
Pair: Evil Maknae and Cutie Monkey
Genre: Romance... dan er—saya gak jago ginian.
Rate: T
Warning: Maaf jika Anda yang membaca tidak menikmati tulisan ini. Maaf juga kalo ide pasaran. Terinspirasi dari novel yaoi karangan saya sendiri yang saya buat untuk konsumsi pribadi. Chapter ini aneh. Balik aja sana, gak usah baca, sebelum Anda nyesel. Please. Please. Please...
Don't like? I beg you to don't read!
(Note: saya ngedit ulang pas awal-awal chapter ini sambil dengerin 상남자 (Boy In Luv) dari BTS... itu lagu kece en catchy banget dan pas akhir-akhir chapter sambil dengerin Symptoms dari SHINee. Ini lagu seksi abis. Dan, sebenarnya... ini ff saya bikin dua tahun lalu. Sekarang saya ngedit ulang semuanya.)
.
.
.
Hyukjae masih tersenyum-senyum saat makan malam. Kakak dan adik Hyukjae memandang horror Hyukjae.
"Hyukkie kenapa, Jinki-ah?" tanya Sungmin.
"Aku tidak tau, Minnie Hyung," jawab Lee Jinki, anak keempat keluarga Lee.
"Hyukkie Noona senyum-senyum sendiri. Mengerikan," komentar adik Hyukjae yang paling muda, Lee Jongin.
"Mungkin hari ini Hyukkie mengalami kejadian menyenangkan?" kata Sungmin.
"Hyukkie Noona ditembak namja lagi, mungkin," kata Jongin.
Hyukjae sebenarnya mendengar mereka dari tadi, tapi kata-kata Jongin yang paling tidak bisa diterima.
"YA! Aku tadi gak ditembak namja, tauuu! Dan, berhenti memanggilku Noona!" sergah Hyukjae kesal.
Sungmin-Jinki-Jongin berpandangan.
"Jadi kenapa kau senyum-senyum sendiri?" kata Sungmin.
"Jangan bilang Hyukkie Noona sedang jatuh cinta pada seseorang," kata Jongin, sukses membuat Hyukjae merona.
Sedetik.
Dua detik.
Tiga detik.
"HYUKKIE/HYUKKIE NOONA JATUH CINTA?!" teriak Sungmin-Jinki bersamaan.
Wajah Hyukjae menjadi merah padam.
"N-ne…" katanya pasrah.
"Siapa?"
"Anak mana?"
"Cakep, tidak?"
"Dia orang baik?"
"Namja atau yeoja?"
"YA!" seru Hyukjae kesal. Lebih baik dia tidak ngaku saja tadi.
"Mian, Hyukkie. Kan baru kali ini kau bilang kau sedang suka seseorang. Jadi… yah, kau taulah," kata Sungmin.
"Sudahlah. Aku sudah kenyang. Aku mau ke kamar dulu," kata Hyukjae meninggalkan hyung dan dongsaengnya.
Sepeninggal Hyukjae, Sungmin merencanakan sesuatu.
"Jinki-ah, besok kau harus menjemput Hyukkie. Kau harus cari tau siapa orang yang disukai Hyukkie," perintah Sungmin.
"Gak bisa, Hyung. Besok hari Jumat dan aku ada kerja partime," kata Jinki.
"Kalau begitu, Jonginnie, kau saja jemput Hyukkie. Otte?"
Jongin mengangguk. Mereka sangat penasaran siapa yang disukai Hyukjae.
.
.
.
Pagi ini Hyukjae berjalan memutar melewati koridor depan kelas 1-A (Hyukjae mencoba mengintip untuk melihat sosok Kyuhyun sekilas. Tidak berhasil) ketika seseorang memeluk Hyukjae.
"Annyeong, Hyukkie Sunbae! Kau kangen pada aku, tidak?" sapa Nickhun mesra.
"Kauuu! Lepaskan tanganmu!" seru Hyukjae jengkel. Mereka menjadi tontonan sekarang.
"Gak mau," jawab Nickhun. Hyukjae terpaksa menyikut perutnya.
"Auch. Appo…"
"Rasakan," gumam Hyukjae tersenyum sadis.
Lengan Nickhun sudah terlepas dari tubuh Hyukjae, tapi si brunette itu melingkarkan tangannya di bahu Hyukjae.
"Lepaskan, Nickhun-ssi," desis Hyukjae galak.
"Kalau Sunbae mau memanggilku chagi baru kulepaskan," kata Nickhun enteng.
"Gak akan."
"Baiklah, baiklah. Kalau gitu panggil aku Nickhun-ah, Sunbae, setelah itu aku akan melepaskanmu," kata Nickhun.
Hyukjae hendak menjawab Nickhun, ketika matanya melihat Cho Kyuhyun berjalan menuju ke arahnya. Hyukjae panik, lalu dia sadar lengan Nickhun masih melingkar di bahunya.
"Baiklah. Nickhun-ah. Sekarang bisa lepaskan?" pinta Hyukjae setengah panik.
Nickhun melepaskan lengannya. Dia menatap Hyukjae heran.
"Apa?" desis Hyukjae kesal. Rona pink yang manis menyebar di pipinya.
"Gak apa, Hyukkie Sunbae. Hehe. Aku senang sekali Sunbae mau memanggilku Nickhun-ah," kata Nickhun.
Kyuhyun semakin mendekat. Dia kini menatap lekat Hyukjae dan seorang namja berambut cokelat gelap disamping Hyukjae. Hyukjae terlihat, eh, bersalah?
Itu namja yang tempo hari ngajak Hyukkie kencan, kan? Tapi tadi mereka pelukan dan tangan si brunette itu merangkul Hyukkie. Apa mungkin dia namjachingu Hyukkie? pikir Kyuhyun.
"A-annyeong, Kyuhyun-ssi," sapa Hyukjae.
"Hn," jawab Kyuhyun datar. Dia langsung masuk kelasnya tanpa mempedulikan Hyukjae lagi. Dada Kyuhyun terasa panas melihat Hyukjae dengan si brunette. Cemburu.
Tanpa Kyuhyun sadari, sepasang onyx Hyukjae terus menatap lekat dirinya.
Hyukjae mendesah. Ekspresinya sedih, dadanya berdenyut sakit.
Kenapa Kyuhyun-ssi cuek? Pikir Hyukjae pedih.
Nickhun dari tadi terus menatap Hyukjae dan namja berambut ikal tadi.
"Itu tadi siapa, Sunbae?" tanya Nickhun.
Hyukjae tersentak. "Eh, ah… bu-bukan siapa-siapa, kok…" gagap Hyukjae disertai rona pink di pipi.
"Oh," kata Nickhun datar. Aku sepertinya punya saingan, nih, kata hati Nickhun.
Mereka terus berjalan berdua hingga sampai di depan pintu 2-C.
.
.
.
Sore ini saat Hyukjae di Perpustakaan dia menatap Cho Kyuhyun dengan gelisah.
Kyuhyun-ssi tidak mau membalas sapaanku… apa aku membuat kesalahan? Padahal sudah bisa kenal Kyuhyun-ssi, batin Hyukjae.
Kyuhyun pun tidak paham apa yang sedang dirasakannya saat ini. Dia tidak suka melihat Hyukjae bersama namja berambut cokelat gelap yang tadi pagi. Sebenarnya Kyuhyun selalu tidak suka melihat Hyukjae bersama namja lain, meskipun namja itu Kim Kibum atau Choi Minho, sahabat Hyukjae sendiri.
Kalau begini terus-terusan, aku harus segera mengambil langkah, sebelum si brunette tadi pagi atau namja lain mengambil Hyukkie, pikir Kyuhyun.
.
.
.
Hari Jumat ini Hyukjae sangat bahagia, karena…
Cho Kyuhyun berjalan bersamanya saat pulang sekolah!
Saat selesai dengan tugas hukuman di Perpustakaan, Kyuhyun menghampirinya dan berjalan begitu saja di samping Hyukjae. Hyukjae menahan keinginannya untuk berjingkrak-jingkrak kesenangan. Dia tersenyum-senyum terus di samping Kyuhyun, sedang Kyuhyun tersenyum samar melihat Hyukjae berjalan dengan riang di sampingnya.
Hyukjae dan Kyuhyun ngobrol dengan seru, hingga di depan gerbang Cheong Nam. Hyukjae tiba-tiba menoleh, lalu kaget mendapati seorang Lee Jongin yang masih memakai seragam SMPnya, berdiri di depan gerbang Cheong Nam. Dia menjadi pusat perhatian siswa Cheong Nam yang juga baru pulang karena kegiatan ekstrakurikuler.
"Jo-jonginnie…?" tanya Hyukjae memastikan itu benar-benar adiknya.
Jongin menoleh. Kyuhyun, yang berdiri disamping Hyukjae, menoleh ke arah Jongin.
"Oh. Hei, Hyukkie Noona. Kenapa kau lama sekali? Aku sudah menunggu hampir sejam, tau," kata Jongin dengan nada kesal.
"Ke-kenapa kau di sini?" tanya Hyukjae mengacuhkan kata-kata Jongin.
"Menjemputmu, Hyukkie Noona," kata Jongin santai. Mata onyx Jongin melihat orang yang berdiri di samping Hyukjae yang menatapnya seakan ingin membunuhnya.
Itu siapa? Teman baru Hyukkie Noona? Apa mungkin itu orang yang disukai Hyukkie Noona? Wajahnya cakep, sih. Tapi dia menatapku kayak ingin membunuhku… Pikir Jongin.
Kyuhyun tiba-tiba merasa dadanya panas lagi. Rasa yang sama yang selalu ada ketika dia melihat Hyukjae bersama orang lain.
Sial, ini siapa lagi, sih? Jangan bilang kalau namja berambut hitam bermuka yadong ini namjachingu Hyukkie… mana dia memanggilnya Hyukkie, lagi. Aku saja masih Hyukjae Sunbae jika ngobrol dengan Hyukkie… pikir Kyuhyun.
"Karena aku sudah sampai di sini, ayo pulang, Noona," kata Jongin.
"E-eh?"
Jongin memandang Hyukjae seakan kakaknya itu idiot.
"Aku susah payah ke sini untuk menjemputmu, Hyukkie Noona. Atau kau ada janji dengan temanmu itu?" tanya Jongin sambil mengedikkan kepala ke arah Kyuhyun.
Hyukjae menoleh ke Kyuhyun yang sempat dia lupakan.
"Eh, ti-tidak ada janji, sih…" kata Hyukjae bingung.
"Kalau begitu ayo pulang," ujar Jongin lalu menarik tangan Hyukjae.
"Eh, lepasin, Jonginnie!"
"Kenapa sih? Padahal kita sering banget pegangan tangan. Tidur bareng juga sering, kan?" goda Jongin. Jongin melirik ke arah si rambut ikal di sebelah Hyukjae. Ekspresi si rambut ikal itu menjadi sangat keruh mendengar perkataan Jongin.
Bingo! Namja ini memang benar yang ditaksir Hyukkie Noona… dan sepertinya dia juga naksir Hyukkie Noona, kentara sekali dia cemburu padaku. Khukhukhu, batin Jongin menahan tawa.
"Ka-kalau gitu… aku pulang dengan Jonginnie, ya, Kyuhyun-ssi?" kata Hyukjae pada Kyuhyun.
Kyuhyun menatap Hyukjae datar.
"Ne. Sampai besok, Sunbae," ujar Kyuhyun ketus lalu berjalan menjauhi Hyukjae dan Jongin.
Hyukjae memandang Kyuhyun tidak paham.
Kyuhyun-ssi kenapa sih? Padahal tadi bisa ngobrol dengan akrab, pikir Hyukjae tidak peka.
"Kayaknya aku menggodanya terlalu berlebihan, deh…" gumam Jongin melihat punggung Kyuhyun yang tegang.
"Eh? Kau bilang sesuatu, Jonginnie?" tanya Hyukjae.
"Gak. Aku gak ngomong apa-apa, kok, Hyukkie Noona."
"Berhenti memanggilku Noona, Jonginnie."
.
.
.
"Aku sudah tau siapa yang ditaksir Hyukkie Noona," kata Jongin datar saat Lee bersaudara sedang makan malam pada hari Sabtu.
Sedetik.
Dua detik.
Tiga detik.
"MWO?!" teriak Sungmin-Hyukjae-Jinki.
"Siapa, Jonginnie?!" tanya Sungmin histeris. Matanya berbinar-binar.
"Anak mana, Jonginnie?!" tanya Jinki tak kalah penasaran.
"Kau tau dari siapa, Jonginnie?" tanya Hyukjae lemas. Mana mungkin? Bagaimana bisa?
Jongin memandang Hyukjae penuh arti dengan senyum tipis terpasang pada wajah tampannya.
"Namanya Cho Kyuhyun, usia enam belas, kelas 1-A Cheong Nam High, orangnya agak misterius, pendiam dan serius, agak cuek, berasal dari keluarga kaya, tinggi seratus delapan puluh senti, berat sekitar enam puluh lima kilo, memiliki rambut ikal cokelat yang agak gondrong, mata berwarna cokelat pekat, kulit putih, tubuhnya ramping tapi cukup berotot, peringkat pertama untuk angkatan kelas satu di Cheong Nam," jelas Jongin. Mata Hyukjae terbelalak.
"Darimana kau tau sedetail itu?" tanyanya panik. Dia langsung menutup mulutnya. Wajahnya memucat. Kelepasan!
Sungmin-Jinki-Jongin tersenyum dan memandang Hyukjae penuh arti.
"Jadi kata-kata Jonginnie benar, Hyukkie Noona?" tanya Jinki.
"Jadi yang Hyukkie suka itu namja? Dan lagi, lebih muda?" tanya Sungmin.
Hyukjae pasrah sudah kini. Memang nasibnya…
"Aku bertanya pada Kibum Hyung dan Minho Hyung tentang namja berambut cokelat yang Jumat lalu pulang denganmu, Noona. Kentara sekali kau suka padanya," ujar Jongin santai.
Hyukjae blushing. Sungmin-Jinki-Jongin terpana melihat Hyukjae.
I, imut…! Ternyata Hyukkie/Hyukkie Noona bisa berekspresi seperti ini! Kapan terakhir kali Hyukkie/Hyukkie Noona manis kayak gini, ya? Saat kelas satu SD kalau tidak salah, pikir Sungmin-Jinki-Jongin.
"A-aku sangat kentara, ya?"
"Kenapa kau gak langsung nembak Kyuhyun ini, Hyukkie?" tanya Sungmin.
"Aku takut ditolak…" ujar Hyukjae pelan.
"Hahahaha! Si tukang nolak kayak Hyukkie Noona ternyata takut ditolak sama orang yang disukai! Khukhukhu," Jinki gak tahan untuk tertawa.
"Siapa yang takut ditolak siapa, Jinki?" sapa sebuah suara bariton.
Empat bersaudara Lee itu serempak menoleh ke asal suara.
"Yunho Hyung?!"
"Ne. Apa selama tiga hari aku berada di luar kota kalian menjadi lupa padaku?"
Sungmin-Hyukjae-Jinki-Jongin serempak menggeleng.
Lee Yunho mendudukkan diri di meja makan. "Jadi? Siapa yang takut ditolak siapa? Ada yang mau menjelaskan padaku?"
Sungmin-Jinki-Jongin menoleh ke Hyukjae yang memohon supaya jangan menceritakan dirinya yang, eh, naksir namja. Semua juga tahu Hyukjae paling takut pada kakak tertua, yaitu Lee Yunho.
"Eh, itu hanya bercanda kok, Yunho Hyung," jawab Jongin akhirnya.
"Oh ya?" kata Yunho, tampak tak terlalu tertarik lagi.
Hyukjae menghembuskan napas lega.
"A-aku mau ke kamar dulu. Annyeong jumuseyo, yeorobun," ujar Hyukjae sopan.
"Ne," jawab Yunho.
Semua orang selain Yunho di ruang itu mendesah napas lega.
.
.
.
Beberapa hari ini sikap Kyuhyun pada Hyukjae sangat susah ditebak. Kadang baik, kadang cuek, kadang dingin, dan kadang ramah. Hyukjae bingung menghadapi sifat Kyuhyun yang selalu berubah-ubah.
Seperti kemarin hari Senin, setelah pulang sekolah bersama hari Jumat ketika Jongin datang, Kyuhyun menjadi cuek terhadap Hyukjae seakan mereka tidak saling kenal.
Selasa, Kyuhyun berubah menjadi ramah seakan tidak terjadi apa-apa.
Hari Rabu, Kyuhyun menjadi cuek dan dingin lagi.
Hari ini, entah apalagi sikap yang akan ditunjukkan Kyuhyun ke Hyukjae. Hyukjae benar-benar bingung.
Saat makan siang, Hyukjae menghela napas. Berasa bebannya sangat berat.
Minho sedang tidur siang, sedang Kibum membaca buku. Kibum, yang terganggu atas Hyukjae, menatap sahabatnya itu heran.
"Waeyo, Hyukkie?"
"Tidak apa-apa," jawab Hyukjae lemas.
"Apanya yang tidak apa-apa jika kau menghela napas begitu?"
Hyukjae diam, lalu berkata. "Aku bingung pada sikap Kyuhyun-ssi. Kadang dia bersikap ramah, kadang ketus. Apalagi setelah kejadian Jonginnie menjemputku hari Jumat minggu lalu."
"Jonginnie pernah menjemputmu? Kapan?" tanya Kibum.
Lalu Hyukjae menceritakan semua yang terjadi pada Jumat sore itu. Setelah cerita Hyukjae selesai, Kibum mengangguk-angguk mengerti.
"Kyuhyun cemburu pada Jonginnie," kata Kibum.
"He?" kata Hyukjae bego.
Kibum memutar bola mata. "Kyuhyun cemburu pada Jonginnie, Lee Hyukjae. Kau sudah cerita kalau Jonginnie itu namdongsaengmu?"
"Eh—be-belum?"
Kibum memandang Hyukjae. Parah… pantas saja Kyuhyun cemburu. Hyukkie saja seperti ini, pikir Kibum.
"Pokoknya selesaikan masalahmu. Aku tidak suka melihat wajah bodohmu yang biasanya ceria itu murung," ujar Kibum.
"Gomawo, Bummie," kata Hyukjae manis dengan senyum tulus.
"Cheonma."
Hyukjae memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan sikap Kyuhyun. Dia berusaha fokus untuk memberitahu Kyuhyun mengenai perasaannya tanpa mengubah hubungan pertemanan mereka jika dia ditolak kelak. Dekat dengan Kyuhyun tidak menjamin bahwa namja tampan itu juga memiliki perasaan yang sama dengan Hyukjae, kan?
.
.
.
Minggu ini akhir Januari. Artinya, di Cheong Nam High akan diadakan Festival Budaya di awal bulan Februari. Kelas satu, dua, dan tiga sibuk mempersiapkan kelas mereka akan membuat suatu stan.
Kyuhyun hanya memandang datar ketika seluruh sekolah sibuk mempersiapkan festival budaya. Kelasnya akan membuat stan rumah hantu, dan dia bolos ke atap sekolah, tidak membantu persiapan kelasnya.
Sejak kejadian Hyukjae dijemput namja asing dari SMP membuat namja keluarga Cho itu cemburu dan gelisah, serta membuatnya menjauhi Hyukjae. Kyuhyun jadi tidak pernah ke Perpustakaan dan selalu menghindar bila dalam jarak dekat dia melihat Hyukjae. Kyuhyun jadi sulit berkonsentrasi, selalu melamun, linglung, dan selalu ingin menemui Hyukjae.
Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi dan menghela napas.
"Kenapa sih? Padahal kita sering banget pegangan tangan. Tidur bareng juga sering, kan?"
Kata-kata namja yang menjemput Hyukjae itu terngiang-ngiang di telinga Kyuhyun.
Kalau namja anak SMP itu benar-benar namjachingu Hyukjae (Kyuhyun berasumsi dia namjachingu Hyukjae), maka tidak ada kesempatan untuknya, mengingat Hyukjae kemarin terlihat sangat akrab dengan 'pacarnya.'
Pegangan tangan sering… tidur bareng juga…
"Aaargh!" teriak Kyuhyun.
"Kau membuat aku jadi gak jelas kayak gini, Hyuk…"
.
.
.
Festival Kebudayaan Cheong Nam High dimulai!
Hari pertama festival, 2 Februari.
Semua siswa Cheong Nam bekerja keras dalam menyelenggarakan festival ini. Kelas Hyukjae mendirikan stan café pelayan namja alias butler. Siswi-siswi sekolah lain berebutan memasuki café 2-C karena ingin melihat Choi Minho, Kim Kibum serta Lee Hyukjae yang mengenakan seragam butler.
Pengunjung yang datang banyak dan festival berlangsung ramai. Semua orang ingin melihat seperti apa festival budaya di Cheong Nam, salah satu SMA elit di daerah modis Seoul. Aneka stan ditampilkan lebih dari dua puluh stan, antara lain café butler, kedai takoyaki, kedai burger, rumah hantu, café waria (kelasnya Nickhun), pertunjukan drama kolaborasi dari beberapa kelas, pertunjukan musik, stan ekstrakurikuler, dan masih banyak lagi. Pertunjukan puncak adalah pemilihan siswa terfavorit, kontes Miss Cheong Nam, dan kembang api sebagai penutup festival. Yang paling fenomenal tentu saja kontes pemilihan Miss Cheong Nam, dimana siswa Cheong Nam berdandan seperti yeoja dan pemenangnya akan memenangkan sepasang gelang pasangan dari emas putih (gosipnya sih begitu).
Kelas Hyukjae sangat berambisi untuk memenangkan Miss Cheong Nam, jadi Minho, Kibum dan ketua kelas berkonspirasi dengan mendaftarkan Hyukjae untuk kontes tanpa sepengetahuan Hyukjae.
Saat waktu istirahat setelah giliran jaga, Hyukjae yang masih memakai seragam butler berjalan-jalan sendirian menikmati festival. Dia menunggu teman masa kecil sekaligus tetangganya, Kim Ryeowook. Ryeowook bersekolah di SMA yang sama dengan Jinki, Seoul of Performing Art High School.
"Hyukkie~!" panggil namja mungil dengan suara tinggi.
Hyukjae menoleh. "Kau terlambat, Wookie!" ujarnya kesal.
"Mi-mian…"
"Sudah, ayo. Akan kuajak kau berkeliling," kata Hyukjae menggandeng Ryeowook.
Hyukjae dengan semangat menunjukkan stan pada Ryeowook. Banyak mata dari siswa sekolah lain memandang ke arah Hyukjae, entah karena wajahnya atau karena baju yang dikenakannya.
Ketika Hyukjae melewati stan rumah hantu kelas 1-A, tubuh Hyukjae menegang.
"—kkie… Hyukkie? Kau mendengarku?" kata Ryeowook.
"Apa—?"
"Kau melamun. Wae? Ceritakan padaku. Sejak melewati stan yang itu kau aneh," kata Ryeowook.
Hyukjae mendesah, lalu mengajak Ryeowook duduk di bangku terdekat. Lalu Hyukjae menceritakan semuanya pada Ryeowook mengenai perasaannya pada Cho Kyuhyun, kekhawatirannya dan sikap Kyuhyun. Ryeowook bersimpati, menganggap namja yang sudah seperti saudaranya sendiri itu.
"Aku harus bagaimana, Wookie?" tanya Hyukjae pedih.
Ryeowook menepuk bahu Hyukjae. "Menurutku… sebaiknya kau harus mengungkapkan perasaanmu, Hyukkie."
"Dan membuatnya jijik padaku?"
"Dia pasti mengerti."
Kedua sahabat itu terdiam. Mereka tidak menyadari sepasang mata yang sejak tadi mengawasi mereka.
Cho Kyuhyun cemburu melihat Hyukjae, Hyukjaenya, dengan siswa sekolah lain. Cukup sudah. Rasa ini harus diakhiri, karena semakin lama rasa membakar itu semakin membutakan Kyuhyun.
Tanpa berpikir panjang, Kyuhyun datang menghampiri Hyukjae.
"Annyeong, Sunbae. Kau sudah mengunjungi stan kami?" sapa Kyuhyun ramah, tetapi senyum Kyuhyun entah kenapa malah membuat Hyukjae takut.
"Eh? Be-belum," jawab Hyukjae bingung bercampur takut. Dari sikap Hyukjae yang tiba-tiba berubah membuat Ryeowook menarik kesimpulan. Namja ini yang disukai Hyukjae.
"Bagaimana kalau Sunbae dan pacar Sunbae ini masuk? Tidak akan mengecewakan, kok," kata Kyuhyun menarik lengan Hyukjae.
"Eh? Ta-tapi aku dan Wookie mau ke kelasnya Nickhun. La-lagipula, Wookie bukan pac—"
"Itu bukan urusanku, kan, Sunbae?" kata Kyuhyun tidak bisa menutupi nadanya yang sangat menusuk.
Hyukjae tersentak. Dadanya berdenyut sakit mendengar nada bicara Kyuhyun.
"O-oh. Kalau begitu, Wookie, kau saja yang ke stan Kyuhyun-ssi… a-aku baru ingat ka-kalau sekarang sudah jatah gantian jagaku. Pai pai Kyuhyun-ssi, Wookie," kata Hyukjae dengan suara bergetar berusaha menahan sekuat tenaga air mata yang nyaris menetes.
Hyukjae berlari menjauhi kelas Kyuhyun, tak menghiraukan panggilan Ryeowook.
Ryeowook memandang namja tampan berambut cokelat di depannya dengan tatapan marah. Ryeowook mencengkeram kerah kostum Kyuhyun.
"Puas kau, sudah membuat Hyukkie sakit hati?!" bentak Ryeowook.
"Sakit hati? Yang ada aku yang sakit hati," jawab Kyuhyun dingin sambil tersenyum sinis.
"Memang apa hakmu merasa sakit hati?! Kau tidak lihat bagaimana Hyukkie hampir menangis tadi?!"
"Tentu saja aku berhak. Karena dia sudah membuat hatiku kacau. Dari namja brunette kelas satu itu, namja anak SMP itu, dan sekarang? Kau. Bagaimana aku tidak sakit, hah?!" suara Kyuhyun meninggi saat mengucapkan kata-katanya yang terakhir.
Ryeowook tersentak. "Kau… cemburu?"
Kyuhyun menyentakkan tangan Ryeowook dari kerah bajunya. "Menurutmu?"
"Kenapa kau tidak jujur pada Hyukkie soal perasaanmu?" tanya Ryeowook miris.
Kyuhyun mendengus. "Dan membuatnya jijik padaku?"
"Bahkan kata-kata kalian pun sama. Dengarkan aku, kau ini namja yang Hyukkie sukai, kumohon, nyatakanlah perasaanmu pada Hyukkie… aku tidak tahan melihatnya terpuruk seperti itu," pinta Ryeowook.
Kyuhyun tertegun.
"Hyukjae Sunbae … menyukaiku?" tanya Kyuhyun ragu.
"Ne, dan kau sudah membuatnya menangis."
"Di-dia menangis? Gara-gara aku?"
Ryeowook hendak menjawab, tetapi Kyuhyun sudah berlari mengejar Hyukjae.
Kyuhyun sudah berlari mengelilingi seluruh sudut dan bangunan Cheong Nam seharian, dan tidak menemukan Lee Hyukjae.
"Aku ini… bodoh…"
Kyuhyun berteriak frustasi dan meninju tembok terdekat. Dia tidak menghiraukan tangannya yang berdarah.
Hari pertama Festival Kebudayaan Cheong Nam High berakhir.
.
.
.
Aloha :3
Saya update lagi \(^o^)/
Oke, karena saya baru sempet, ini balesan review ya.
ermagyu: iya, temen-temen Hyukkie emang alay :D... dan saya gak mungkin dong ya bikin cinta monkey imut ini bertepuk sebelah tangan XD. Makasih udah nyempetin ngereview.
Augesteca: bukan, itu Nickhunnie... karakter Kyu bukan kutubuku, tapi lebih ke anti-sosial. Makasih udah nyempetin review.
Youmustbeknowme: cute? Bikin ngefly? Hahaha XD berlebihan deh. Ini udah lanjut, makasih udah review.
lyndaariezz: iya, anda benaaaar /hugs/ makasih udah review.
OceanBlue030415: chapter ini udah banyak belum KyuHyuk moment-nya? Tapi, makasih ya udah review :)
Kyuhyuk07: ini next chapnyaaa. Makasih udah review, yak.
Chocoolatee: ini udah lanjut. Dan, Kyu keberapa ya? Saya lupa ngitung tuh. Tentu aja Hyuk manis. Dia emang paling manis di SJ X3. Anyway, makasih udah review.
baby baekkie: iya, Hyuk emang imut. Waaah, ternyata yang suka KyuHyun banyak ya? Ye ye ye :) makasih udah review... nama un kamu imuuuut.
JewELFishy-Anchofish: ini udah lanjut XD ne, fighting! ^^9 makasih udah review.
NovaVishy: chapter ini udah dibanyakin... makasih udah review :3
staykiddo: Donghae? /lirikdraft/ dia pasti ada, kok... entah di chap berapa, itu kejutaaan :) makasih udah review.
ravenilu597: sabar dan tunggu ya :3 dan, entah kenapa... saya lebih milih KyuWook daripada KyuMin... bukannya maskud ngebash Sungmin atau apa, tapi di SJ yang paling saya gak suka itu Ming sama Siwon... buat para Pumpkin, saya minta maaf! Tapi namanya juga masalah selera... dan, yang nyadar kalo Kyu gangguin Hyuk kayak anak cowok nggangguin gebetannya buat diperhatiin bukan cuma aku aja~ kyaa KyuHyukshipper banyak banget ya, ternyata XD Makasih udah review.
chochor: baca dan lihat aja... /sokmisterius/ iya, KyuHyuk ff diambang kepunahan... suka gaya bahasa aku? Gaya bahasa anak labil SMA? Ahahaha :* saya juga mencintaimu. Kyu enggak nerd, dia cuma anti-sosial. Khunnie yah, kayak gitu lah. Makasih udah revieeew.
hyona: komen kamu masuk kok say. Sama-sama... saya posting karena emang ff KyuHyuk di Haruka (nama notbuk ane) banyak yang membusuk dan gak selese. Ne, fighting ^^9 makasih udah review... dan, Kyu gak misterius, dia cuma anti-sosial :)
: se-seru? Lu-lucu? Jinjja? Aduh... review kamu bikin ane melayang XD. Update cepet? Yah, gimana ya? Saya juga lagi proyek KyuHyuk yang laen en XiuHan juga... pokoknya tunggu aja tanggal maennya. Ne, makasih semangatnya! Makasih udah review :*
Kim Lonely: woaaa ada KyuHyukshipper nih. Nyari jarun di dalem laut? Kalo kamu nyari di LJ ato AFF banyak kok ff KyuHyuk yang bagus :). Iya, gak apa... makasih udah ngasih feed-back :) ini udah lanjut... makasih sekali lagi udah review.
Dan untuk para guest, ini udah lanjut... makasih udah nyempetin review.
Sampai jumpa :)
Februari 21,
Raito^^
