Now and Forever

.

.

.

Disclaimer: Super Junior punya SM Ent, say. Tapi mereka juga punya keluarga mereka, sahabat mereka, fans mereka, dan tentu saja, Tuhan :-)

Pair: Evil Maknae and Cutie Monkey

Genre: Romance... dan er—saya gak jago ginian.

Rate: T

Warning 1: Maaf jika Anda yang membaca tidak menikmati tulisan ini. Maaf juga kalo ide pasaran. Terinspirasi dari novel yaoi karangan saya sendiri yang saya buat untuk konsumsi pribadi. Sebelum nyesel, teken tombol close atau back. Please. Please. Please.

Warning 2: Pas baca dengerin deh lagu-lagu manis macem B1A4 yang Smile atau Super Junior yang Sunflower atau yang Haru atau Yoo Jiae yang Delight atau SNSD yang Kissing You atau SHINee yang Your Name.

Don't like? I beg you to don't read!


Hyukjae terbangun dengan perasaan sangat bahagia. Dia menguap, mengucek mata, mengacak rambut, lalu tersenyum lebar dengan sangat ceria. Dia mengingat semua kejadian kemarin, ketika akhirnya, akhirnya, Cho Kyuhyun, namja yang selama beberapa bulan ini selalu berada dalam kepalanya, menyatakan cinta padanya.

Hyukjae ingat saat kemarin Kyuhyun menembaknya dengan sangat romantis di depan seluruh Cheong Nam, lalu membawanya kabur ke atap sekolah, menikmati sore berganti malam dalam pelukan namja itu, lalu berciuman saat kembang api dinyalakan.

Berciuman dengan Kyuhyunnie.

Berciuman dengan Kyuhyunnie.

Berciuman dengan Kyu—

Hyukjae merona saat memikirkan dia sudah berciuman dengan Kyuhyun. Apalagi itu ciuman pertamanya.

Mengenyahkan pikiran yang tidak-tidak, Hyukjae bangkit dari tempat tidur lalu menuju ke kamar mandi. Setelahnya dia turun untuk sarapan.

Di ruang makan kakak dan adik Hyukjae (kecuali Yunho, Yunho sedang tugas di luar kota selama dua minggu) langsung menatap adik dan kakak kesayangan mereka dengan tatapan bahagia.

Hyukjae menatap ketiga saudaranya ngeri. "A-apa?"

Jinki menyeringai. "Kau sedang sangat bahagia ya, Hyukkie Noona."

"E-eh?" ujar Hyukjae idiot. Rona pink nan manis mewarnai pipinya.

"Ne. Kau menuruni tangga dan memasuki ruang makan dengan berdendang riang dan tersenyum-senyum. Jelas kau sedang berbahagia," jelas Sungmin.

"Ungg..." gumam Hyukjae salah tingkah.

"Namanya juga orang yang baru jadian dengan orang yang disukai," ujar Jongin cuek.

Hyukjae tersedak.

"Ya! Kenapa sih kalian selalu mengusiliku? Tidak suka melihat aku bahagia?" kata Hyukjae jengkel.

Sungmin spontan memeluk Hyukjae, Jinki mengelus kepala Hyukjae, sedang Jongin mencubit pipi Hyukjae.

"Bukan begitu, Hyukkie/Hyukkie Noona. Melihat wajahmu merona itu sangat menghibur," kata ketiga saudara Hyukjae. Hyukjae menggeram.

"Awas kalian… tungggu pembalasanku," kata Hyukjae galak.

"Jangan galak-galak, Hyukkie Noona. Nanti kau diputus Kyuhyun Hyung, lho," kata Jongin.

"Hei—"

"Iya. Padahal Kyuhyun-ah itu sangat baik, lho, Hyukkie. Kenapa dia mau denganmu, ya?" kata Sungmin.

"Ap—"

"Benar, benar. Kemarin saja saat Noona ganti pakaian, Kyuhyun datang menemui kami dan memperkenalkan dirinya sebagai pacar Noona. Sopan sekali," kata Jinki ikut-ikutan.

"Tung—"

"Sudah ya. Aku berangkat dulu, Minnie Hyung, Jinki Hyung. Pai pai Hyukkie Noona," Jongin berdiri lalu berangkat sekolah. Meski hari Minggu, Jongin tetap ke sekolah karena klub dance.

"Aku juga berangkat kerja sambilan dulu," Jinki mengikuti adiknya.

"Selamat jalan~!" kata Sungmin. Hyukjae diam melihat kedua kakaknya pergi.

Sungmin bersih-bersih dapur, jadi Hyukjae menyingkir ke ruang keluarga. Dia mengutak-atik ponselnya, berharap Kyuhyun mengiriminya email.

Lalu Hyukjae sadar. Dia kan tidak punya nomor telepon dan alamat email Kyuhyun! Hyukjae itu pacar Kyuhyun atau bukan, sih? Hyukjae mengacak rambutnya frustasi. Selama hampir sejam, Hyukjae bergulang-guling menyesali kebodohannya. Mau email Kyuhyun tidak bisa, ke rumahnya apalagi. Tidak tahu alamatnya.

"Nah, Hyukkie, daripada kau bergelindingan tidak jelas seperti itu, bagaimana kalau membantu aku buka toko?" ujar Sungmin.

Sungmin memiliki toko bunga di pusat kota dekat sekolah Hyukjae. Hyukjae diam sejenak.

"Baiklah. Aku di rumah juga bosan. Kubantu, deh," kata Hyukjae akhirnya.

Berdua, mereka akhirnya pergi ke toko Sungmin. Sungmin naik sepeda, Hyukjae membonceng. Setelah sampai, Sungmin langsung membuka toko, lalu dua pegawai Sungmin datang. Hyukjae menyambar apron, menjepit poninya yang panjang dengan jepit rambut dan membantu bersih-bersih.

"Annyeong, Sungmin-ssi~!" sapa pegawai Sungmin, Shindong dan Henry.

Sungmin sedang menata bunga yang baru datang. "Annyeong, Shindong Hyung, Henry-ah."

Shindong menyambar apron, lalu menoleh ke Hyukjae. "Ah, rupanya Hyukkie juga disini?"

Hyukjae mengangguk. "Hai, Hyung. Dan jangan panggil aku Hyukkie. Panggilan imut itu tidak cocok dengan wajahmu."

Shindong tertawa. "Hyukkie-ah, kau ketus seperti biasa, ya!"

Hyukjae cuek. "Hei, Mochi," sapa Hyukjae pada Henry.

Henry, seperti biasa, heboh jika melihat Hyukjae. "Hyukkie! Lama tidak bertemu! Kau tambah manis saja! Kenapa kau jarang main ke sini?"

"Jangan berisik, Mochi," jawab Hyukjae.

"Bukan aku yang berisik! Hyukkie yang terlalu datar! Hyukkie jahat!"

"Sudah, sudah! Ayo, pada posisi masing-masing! Sekarang sudah jam sembilan! Waktunya buka toko! Hyukkie, kau jaga kasir, ya! Aku akan membantu Henry-ah untuk merangkai bunga. Shindong-ssi, tolong ambil bunga di pasar bunga, ya?" perintah Sungmin.

"Oke," jawab Hyukjae-Shindong-Henry.

Tak berapa lama, pelanggan pertama datang. Spontan semua pegawai dalam Flower's Castle (nama toko Sungmin), menyapa dengan penuh semangat.

"Selamat datang!"

Namja itu berambut brunette, mungkin siwa SMA dan mengenakan sunglass hitam. Saat masuk dia melepas sunglass-nya, dan dia langsung disambut Sungmin. Namja itu membeli limapuluh tangkai mawar merah dan beberapa tangkai mawar pink. Sepertinya namja itu pernah dilihat Hyukjae di suatu tempat...

Wow, pikirHyukjae, mengingat harga mawar jenis Queen Elizabeth cukup mahal. Untuk pacarnya atau apa?

Namja itu menuju kasir. Hyukjae menyapanya ramah.

"Apakah sudah semua?" kata Hyukjae ramah sambil tersenyum manis.

Namja itu memandang Hyukjae sejenak. "Ne."

"Semuanya lima belas ribu won."

Namja itu mengambil dompet dan memberi Hyukjae uang pas.

"Terimakasih," kata Hyukjae sambil tersenyum lagi. Namja itu tidak menyahut, malah dia mengambil mawar pinknya, lalu disodorkan pada Hyukjae.

"Untukmu."

"Eh?" kata Hyukjae idiot.

Namja itu meraih tangan Hyukjae dan menaruh mawar itu di tangan Hyukjae.

"Untukmu. Kau manis, jadi aku ingin memberimu bunga," kata namja brunette itu lalu keluar toko. Hyukjae masih bengong.

"Uwaaah! Hyukkie dapat lima tangkai mawar pink!" seru Henry dan Sungmin.

Hyukjae sadar. Lalu dia mengumpat. "Kenapa sih kalau aku bantu di sini selalu dapat bunga dari namja?"

Sungmin dan Henry nyengir. "Karena kau manis," jawab mereka bersamaan.

Hyukjae kesal. Memang nasibnya selalu diperhatikan namja.

"Kenapa aku familiar dengan namja tadi, ya?" kata Henry.

"Mungkin kau pernah melihatnya di suatu tempat, Mochi," kata Hyukjae datar, disambut lemparan sekuntum krisan.

.

.

.

Hari itu Hyukjae mendapat sembilan tangkai mawar merah, limabelas tangkai mawar pink, sebelas tangkai mawar putih, tujuh tangkai calla lily, sebuket kecil begonia merah, seikat baby's breath, dan beberapa buket bunga campuran. Dan setangkai bunga kesukaan Hyukjae, lily putih.

Memang itu bukan rekor terbanyak Hyukjae mendapatkan bunga dalam sehari. Sewaktu hari Valentine atau sewaktu libur musim panas Hyukjae mendapat bunga lebih banyak. Semua itu dari pelanggan Sungmin. Sungmin berkeras membawa pulang semua bunga Hyukjae, padahal Hyukjae hanya ingin membawa si lily itu. Sepanjang perjalanan pulang, kakak beradik itu menjadi pusat perhatian. Karena namja manis dan namja aegyo yang tangannya penuh memeluk bunga naik di boncengan sepeda dengan keranjang sepeda juga penuh bunga. Bukankah pemandangan yang indah di sore hari?

Di rumah, Sungmin langsung merangkai semua bunga itu dalam beberapa vas. Hyukjae langsung menyembunyikan lilynya. Hyukjae menaruhnya dalam vas kaca dan menempatkannya di meja belajarnya. Seluruh sudut rumah kini dipenuhi bunga.

Saat Jongin dan Jinki pulang, mereka berdua memandang aneh semua meja rumah yang terdapat bunga (sampai meja di lima kamar kakak beradik Lee, saking banyaknya).

"Kenapa rumah kita ada banyak bunga?" tanya Jinki saat makan malam.

"Jangan bilang Sungmin Hyung membawa semua bunga dari tokonya," kata Jongin datar.

Sungmin malah senyum-senyum. "Itu semua bunga Hyukkie."

Jinki menyemburkan teh. Jongin tersedak sayur.

"Noona?" kata Jinki-Jongin.

"Ne! Jadi begini, tadi Hyukkie membantuku di toko. Seperti biasa, namja yang membeli bunga banyak yang memberi bunga pada Hyukkie!" jelas Sungmin ceria.

Jinki dan Jongin ngakak.

"Diam, kalian berdua," ancam Hyukjae yang wajahnya merona.

"Noona benar-benar pujaan lelaki," kata Jongin.

Hyukjae cuek.

"Ngomong-ngomong, Minnie Hyung, kimbap ini sangat enak. Tumben sekali kau masak makan malam dengan benar," komentar Jinki. Biasanya yang menyiapkan makanan di rumah Lee adalah Sungmin.

Sungmin tersenyum. "Hyukkie yang masak, kok."

Jinki dan Jongin terpana. Hyukjae masak itu jarang sekali terjadi!

"Noona, kumohon, mulai saat ini kau saja yang selalu memasak… kami sudah tidak tahan makan masakan Minnie Hyung," pinta Jinki melas.

Jadi begini, berdasarkan peringkat Hyukjae (koki nomor satu), Yunho (koki nomor dua), dan Sungmin (koki nomor tiga). Itu berdasarkan kemampuan masak, berarti Hyukjae yang paling jago. Jinki dan Jongin payah soal dapur.

"Aku mau jadi koki asalkan kalian berhenti mengejekku," kata Hyukjae.

Sungmin-Jinki-Jongin saling pandang. "Oke. Deal."

Hyukjae nyengir. "Deal."

Yah, kehilangan saat-saat menjahili Hyukkie Noona gak apa, deh. Daripada makan masakan Minnie Hyung yang super duper gak enak itu… pikir Jinki dan Jongin.

Sungmin nyengir. "Ehehe, aku memang payah soal masak, sih."

Hyukjae tersenyum puas. Gak akan ada lagi Jinki atau Jonginnie yang bakal usilin aku. Wuahahaha, pikir Hyukjae sadis.

.

.

.

Esoknya, Hyukjae bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk empat orang. Sebenarnya Hyukjae suka masak, tetapi dia menyerahkan urusan itu pada Sungmin karena, yah… Sungmin kan yang ngaku paling feminim diantara mereka di rumah mereka. Padahal jika Sungmin dibandingkan dengan Hyukjae, Hyukjae yang paling feminim.

Jinki dan Jongin bangun dengan mengendus-endus aroma masakan. Hyukjae memasak nasi goreng kimchi. Senyum lebar terpasang di wajah mereka. Bahagia.

Berlebihan, deh, pikir Hyukjae saat melihat adiknya di meja makan dan menatap masakan di meja dengan air liur menetes. Biasanya kalau masakan Sungmin, sih, mereka makan saja ogah. Mereka terpaksa, daripada Sungmin ngamuk.

"Ini namanya baru makan enak. Selamat makan!" kata Jinki lalu melahap makanannya.

"Selamat makan," kata Hyukjae dan Jongin tenang.

"Selamat makan~!" kata Sungmin ceria.

Selesai makan, Hyukjae membereskan meja. Setelah mengambil tas sekolahnya, dia menyerahkan tiga bento untuk saudaranya saat hendak keluar rumah. Semua bento itu isinya sama, yaitu kroket krim, nasi goreng kimchi, telur dadar gulung manis dan apel yang dibentuk kelinci.

"Nih. Bekal."

Sungmin-Jinki-Jongin spontan memeluk Hyukjae.

"Dari Hyukkie! Bahagianya dapat bekal dari Hyukkie!" ini Sungmin sambil berputar-putar.

"Akhirnya… bekal superenak Hyukkie Noona yang sangat jarang didapatkan…" yang ini Jinki.

"Akan kupamerkan ke Kyuhyun Hyung, ah. Dia pasti iri aku dapat bekal dari Hyukkie Noona," jelas yang ini Jongin.

Hyukjae mendorong semua tubuh ketiga saudaranya, mukanya memerah. "Hentikan. Kalian berlebihan sekali."

"Jelas saja! Ini bekal buatan Hyukkie/Hyukkie Noona yang sangat sulit didapatkan!" koor saudaranya.

Hyukjae merona malu. "Kayak anak kecil saja. Lagian, mulai sekarang kalian tiap hari dapat bekal, kok."

Ketiga saudaranya kembali memeluk Hyukjae, tetapi Hyukjaenya sudah melarikan diri terlebih dulu. Di jalan Jongin menyusulnya, mereka berangkat bareng karena SMA dan SMP mereka searah.

Mereka masih masuk sekolah, karena meskipun sudah ujian kenaikan kelas, Hyukjae masih berangkat untuk membereskan sisa festival kemarin. Sedang Jongin mempersiapkan upacara kelulusan SMP besok tanggal dua belas Februari.

Hyukjae dan Jongin turun bersama (stasiun mereka sama, sekolah mereka hanya berjarak beberapa blok). Di stasiun, Hyukjae bengong melihat sesosok yang menjadi sumber pikirannya.

"Annyeong, Kyuhyun Hyung!" sapa Jongin cuek.

"Annyeong, Jongin-ah," balas Kyuhyun dengan senyuman manis, membuat beberapa siswi dari sekolah Jongin menatap Kyuhyun terpesona.

"Annyeong, Hyukkie... Hyung," sapa Kyuhyun akhirnya pada Hyukjae yang langsung tersadar dari bengongnya. Hyukjae tersenyum manis tetapi agak gugup, tapi cukup membuat napas Kyuhyun tertahan.

"Yak, cukup sentimentilnya. Hei Kyu Hyung, kau tahu tidak? Kami semua dibuatkan bekal oleh Hyukkie Noona, lho," kata Jongin sadis merusak suasana romantis antara Kyuhyun-Hyukjae.

Kyuhyun menoleh pada Jongin. "Benarkah?"

Jongin mengangguk. Mereka bertiga mulai berjalan menuju sekolah.

"Jangan berlebihan, Jonginnie," kata Hyukjae malu.

"Oh, ya. Jongin, aku ingin meminta maaf atas sikapku saat kau menjemput Hyukkie dulu," kata Kyuhyun.

"Oh. Itu gak terlalu kupikirkan, kok. Lagian aku juga terlalu berlebihan menggodamu, Hyung."

"Memang kau pernah menggoda Kyuhyunnie, Jonginnie?" tanya Hyukjae tidak peka.

Kyuhyun dan Jongin menatap Hyukjae.

"Apa?" kata Hyukjae polos.

Jongin mendesah. "Sabar, ya, Hyung," kata Jongin menepuk punggung Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum. "Tidak apa."

Entah kenapa, Hyukjae merasa adik bungsunya itu sedang mengejeknya.

.

.

.

Di kelas, Hyukjae disambut gila-gilaan. Semua memberi selamat karena peristiwa penembakannya saat festival yang cukup heboh. Hyukjae langsung blushing.

"Ahahaha," ucap Hyukjae seadanya.

"Jadi, Hyukkie, kau menerima orang itu?"

"Orang itu Cho Kyuhyun, hoobae kelas A, kan?"

Kebanyakan teman-teman sekelas Hyukjae menanyakan itu.

"N-ne," jawab Hyukjae blushing. Teman-temannya makin heboh mengucapkan selamat.

Dia langsung diculik Minho dan Kibum yang baru berangkat. Hyukjae diinterogasi duo itu. Hyukjae menceritakan semuanya, kecuali soal ciuman di bibir. Dia malu kalau mengakui hal itu. Yang penting sahabatnya mengerti dirinya.

Saat makan siang, Hyukjae menghampiri kelas Kyuhyun. Dia membuatkan Kyuhyun bekal, dan ingin memakannya berdua bareng Kyuhyun. Hyukjae melongok ke dalam kelas.

"Ng, chogiyo… apa Kyuhyun ada?" tanya Hyukjae pada salah satu penghuni 1-A.

Selama sedetik kelas itu hening. Lalu, spontan seluruh penghuni 1-A langsung berteriak heboh. Hyukjae langsung merona.

"Hyukkie Sunbae?! Argh! Kalau melihat Sunbae, aku jadi patah hati lagi!"

"Kyuhyun! Pacarmu nyariin, nih!"

"Hyukkie Sunbae, kenapa kau jadian dengan Kyuhyun? Lebih baik denganku saja!"

"Kyuhyun! Kau sangat beruntung dapat Hyukkie Sunbae!"

Kyuhyun juga sama meronanya dengan Hyukjae, lalu namja itu menggandeng tangan Hyukjae dan mengajaknya ke atap sekolah.

"Maafkan tingkah teman-temanku, ya. Mereka merespon terlalu berlebihan saat kuberitahu bahwa Hyung sudah menjadi namjachinguku."

Hyukjae merona dan senang mendengar Kyuhyun mengatakan 'namjachinguku.' Kyuhyun merona mendengar kata-katanya sendiri dan melihat Hyukjae yang juga merona. Selama beberapa saat suasana menjadi canggung. Lalu Hyukjae berusaha mencairkan suasana dengan memberi Kyuhyun bekal buatannya. Kyuhyun menerimanya dengan tatapan bertanya.

"Kyuhyunnie makan siang denganku, kan? I-itu buatanku," kata Hyukjae sambil menunduk.

"Buatan Hyung? Yang tadi pagi dikatakan Jongin itu?" tanya Kyuhyun. Hyukjae mengangguk. Kyuhyun membuka tutup bekal dan terkejut.

"Penampilannya bagus, sih, tapi—"

"Rasanya enak, kok, coba saja," potong Hyukjae membaca wajah Kyuhyun.

"Baiklah. Kucoba, ya?" wajah Kyuhyun sangsi mengambil masakan buatan Hyukjae.

"Selamat makan~!" ujarnya ceria. Kyuhyun mulai memakan bentonya dengan takut-takut. Pertama-tama, dia melahap telur dadar gulung yang manis.

Kemudian, sejak kunyahan pertama, ekspresi Kyuhyun berubah. Hyukjae tersenyum melihat Kyuhyun. "Enak, kan?"

Kyuhyun mengangguk. "Enak sekali! Hyukkie, kau hebat bisa membuat masakan seenak ini!"

"Tentu saja. Itu salah satu hal yang kubisa."

"Wow. Namja yang bisa memasak itu keren. Selain memasak, Hyung bisa apalagi?" tanya Kyuhyun antusias. Hyukkie di masa depan bisa menjadi istri yang baik, nih, pikir Kyuhyun ngaco.

"Masak, dance, merangkai bunga, berkelahi juga bisa sedikit, terus… kurasa hanya itu," jawab Hyukjae sambil membuka bento dan memakannya.

Wow. Hyukkie bahkan bisa merangkai bunga. Benar-benar istri idaman, pikir Kyuhyun tambah ngaco.

"Merangkai bunga?" tanya Kyuhyun ingin tahu sambil memasukkan sepotong tempura.

"Iyap. Umma kami dulu florist, kami dari kecil diajari," jawab Hyukjae lucu.

"Dulu? Sekarang umma Hyung di…?"

Ekspresi Hyukjae berubah. "Appa dan Umma kami sudah meninggal ketika aku berusia sembilan tahun karena kecelakaan."

Kyuhyun mengelus-elus kepala kekasihnya. "Maaf," bisiknya lembut.

"Gak apa. Lagipula, keahlian itu sangat membantu. Kyuhyunnie tahu Sungminnie Hyung, yang saat festival kemari? Dia membuka toko bunga, jadi ajaran Umma sangat berguna."

Kyuhyun tersenyum mendengar Hyukjae. Apapun yang terjadi, aku akan melindungi Hyukkie dan tidak akan melepaskannya, tekad Kyuhyun dalam hati.

Keduanya lalu makan siang dengan mengobrolkan segala hal. Mereka tidak menyadari sepasang mata yang melihat kemesraan mereka dengan tangan terkepal penuh kecemburuan yang amat sangat.

Mata milik... Nickhun Horvejkul.

.

.

.

Nickhun memegang dadanya. Dia merasa panas saat melihat Hyukjae dan namja berambut ikal yang Nickhun curigai ditaksir Hyukjae. Memang dulu Nickhun mendekati Hyukjae karena iseng dan merasa tertantang. Tapi, entah kapan dia menjadi jatuh cinta pada namja supermanis itu. Sejak dia memeluknya pertama kali mungkin.

Nickhun sudah melihat ribuan manusia yang lebih cantik dan menarik daripada Hyukjae. Tapi, entah kenapa hanya Hyukjae yang membuatnya merasakan desir halus tiap kali Nickhun dekat namja itu. Nickhun tidak bisa berhenti memikirkan Hyukjae dan seolah-olah tiap saat dia mendengar suara Hyukjae. Penyakit cintanya sudah terlalu akut.

Nickhun sudah berusaha membuang Hyukjae dari otaknya, tetapi virus Hyukjae sudah terlalu dalam tertanam dalam dirinya. Nickhun mencoba pacaran dengan teman sesama model, entah namja atau yeoja. Tapi, tetap saja… saat memeluk atau mencium mereka yang terbayang di pelupuk mata Nickhun hanya ada Hyukjae.

Dan kini Nickhun hanya dapat melihat Hyukjae dari jauh, karena dia tahu, Hyukjae sudah jadi milik si namja hoobae itu. Nickhun juga tahu Hyukjae sangat menyukainya. Mau merebut pun persentasenya di bawah lima persen. Andai saja Nickhun lebih cepat menyadari perasaannya dan segera menyatakan cintanya…

Nickhun berandai-andai seperti apa pun Hyukjae tetap menjadi milik Kyuhyun.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, seorang Nickhun Horvejkul merasakan patah hati.

.

.

.

Saat Kyuhyun dan Hyukjae pulang, dia disambut sosok Nickhun yang berdiri di tengah gerbang. Tangannya memeluk buket mawar merah yang cukup besar.

"Sunbae," panggil Nickhun serius. Siswa Cheong Nam yang baru pulang menatap Nickhun penasaran.

"Eh? A-ada apa?" tanya Hyukjae heran.

Nickhun tidak mempedulikan kata-kata Hyukjae. Dia malah berlutut dan menggenggam tangan Hyukjae. Kyuhyun langsung menyentakkan tangan Nickhun.

"Hyukjae Sunbae, maukah kau menjadi pacarku?" tembak Nickhun dengan mimik serius. Tidak memedulikan Kyuhyun.

Hyukjae mencegah wajahnya agar tidak merona.

"Maaf sekali, Nickhun, aku sudah jadian dengan Kyuhyunnie. Jadi… aku tidak bisa menerimamu. Maaf," kata Hyukjae. Kyuhyun hanya diam dan menggenggam tangan Hyukjae.

Nickhun terlihat putus asa. Jantungnya seakan ditusuk ribuan jarum. Dia sebenarnya sudah tahu Hyukjae sudah memiliki pacar, tetapi mendengar langsung dari orangnya membuat hatinya tambah sakit.

"Jadi… aku ditolak?"

Hyukjae menunduk. "Mian."

Nickhun menatap Hyukjae. Dia tersenyum, tetapi senyumnya pedih.

"Setidaknya, jika tidak bisa menjadi pacarmu, aku boleh jadi temanmu?" ujar Nickhun.

Hyukjae mengangguk. "Berhenti berwajah seperti itu. Wajah serius tidak cocok untukmu."

Nickhun tertawa, Hyukjae ikut tersenyum.

"Kyuhyun-ssi, jaga Hyukkie Sunbae untukku, oke? Kalau kau membuatnya sakit, aku akan langsung merebut Hyukkie Sunbae," kata Nickhun. Hyukjae langsung merona.

Kyuhyun mendengus. "Tak perlu kau suruh pun aku akan selalu menjaga dan melindunginya."

Nickhun tertawa, berusaha menekan rasa pedih di hatinya. Apalagi saat dia melihat tangan Kyuhyun yang menggenggam tangan Hyukjae seakan menggenggam benda yang sangat berharga.

"Oke. Aku tidak mau mengganggu kalian. Aku duluan," kata Nickhun lalu meninggalkan mereka.

"Sampai jumpa, Nickhun-ah!" kata Hyukjae. Nickhun hanya melambai tanpa menoleh lagi.

Kyuhyun lalu menarik Hyukjae. "Ayo pulang. Aku akan mengantarmu."

"He? Me-mengantarku? Ti-tidak perlu, Kyuhyunnie," kata Hyukjae salah tingkah.

"Terserah. Aku tetap akan mengantarmu," kata Kyuhyun.

Hyukjae merona lagi, lalu pasrah ketika Kyuhyun menggandengnya ke stasiun. Mereka cukup menjadi pusat perhatian, tetapi Kyuhyun cuek. Sedang Hyukjae menahan malu mati-matian. Di kereta, karena cukup penuh, Hyukjae terhimpit banyak tubuh namja yang lebih besar darinya. Kyuhyun langsung melindungi kekasihnya itu, dengan cara menaungi tubuh Hyukjae dengan tubuhnya, jadi dia berhadap-hadapan dengan Hyukjae. Membuat Hyukjae merona atas perlakuan Kyuhyun. Karena merasa nyaman di dekat Kyuhyun, Hyukjae jatuh tertidur.

"Hyukkie Hyung … hei, ireonna," kata Kyuhyun pada Hyukjae.

Hyukjae perlahan membuka matanya, mengerjap-kerjapkan mata, menguap lalu mengangguk. Kyuhyun hampir mimisan melihat Hyukjae yang sangat imut. Setelah sampai di stasiun Hyukjae, mereka berjalan dengan masih bergandengan tangan.

Mereka akhirnya sampai di rumah Hyukjae. Tetapi Hyukjae tidak segera masuk.

"Kyuhyunnie mau masuk dulu?" tanya Hyukjae.

"Mmm… tidak usah. Sudah hampir malam. Besok saja," kata Kyuhyun.

Hyukjae mengangguk. "E-eh, Kyuhyunnie? Kau tidak marah gara-gara Nickhun tadi, kan?"

Kyuhyun mengusap-usap rambut Hyukjae. "Tidak."

"O-oh, kalau begitu… aku masuk dulu, Kyuhyunnie," kata Hyukjae salah tingkah lalu membuka gerbang. Hyukjae hendak masuk ketika tangannya dipegang Kyuhyun. Namja manis itu menoleh.

"Ada yang kelupaan, Hyung," kata Kyuhyun.

Hyukjae memandang kekasihnya heran. "Kelupaan? Ap—"

Kata-kata Hyukjae selanjutnya dibungkam oleh ciuman lembut Kyuhyun. Ciuman itu singkat dan polos, tetapi cukup membuat jantung Hyukjae berdetak sangat cepat. Rona merah mewarnai wajahnya.

"Sampai besok, chagiya," bisik Kyuhyun mesra lalu meninggalkan Hyukjae.

Hyukjae hanya terpana dengan wajah merona.

.

.

.


Balesan review.

OceanBlue 030415: oh gitu... kalo gitu, nih lanjutannya. Iya, gak apa kok, saya bercanda doang XD. Makasih udah review :*

baby baekkie: kaget ya pas tau saya bukan elf? Saya bukan elf, saya Jewel. Mudeng gak? Jadi saya tu cuman cinta Hyuk, enggak SuJu... yahgitudeh. Kpopers itu pasti tiap grup ada biasnya. Klovers kalo gak punya bias dimana-mana gak asik, say XD

ini udah cukup mesra belum? Menurut saya udah cukup manis :a... mitos dilanjutin? SAYA LAGI BINGUNG NGELANJUTINNYA GIMANA~ ff satu itu! Siapa sih yang bikin! /tendang/

Ahahaha :D Bikin Baekhyun jadi dongsaeng-nya Hyukkie? Saya lagi gak punya planning buat ff laen lagi. Kapan-kapan yah? Anyway, makasih udah review :*

novaanchofishy: ke-kereeen? Huweee~ makasih~ /peluknova/ ini belem end kok, tenang aja... yang kemaren itu bercandaan doang. Saya gak mungkin dong ya end-in ff ini sebelum KyuHyuk menderita karena cinta? Kekeke :3 makasih udah review :*

NovaVishy: seperti yang saya tulis diatas, ini belum end. Kan saya mau siksa mereka berdua dulu~ enak bener baru jadian udah end. Khukhukhu /ketawasadis/ makasih ya udah review :*

ermagyu: udah ke dokter? Sakit apa? /ditabok/ ahahaha~ makasih udah bilang ini sweet~ makasih juga udah review :*

KyuHyuk07: cie cie juga... minta yuk, PJ-nya! Ahaha :D ini udah lanjut... makasih ya udah review :*

Youmustbeknowme: makanya... Kpopers kalo punyan satu bias itu rugi~ . kagak bisa muas-muasin mata.

kamu gak puas kissing scene-nya? Mian, saya gak jago bikin adegan kayak gitu. Maaf ye jika ngecewain... dan Hyuk jangan ditandain! Cuman Kyu yang boleh kekeke :3

disini nasib Khun udah ketauan... dia patah hati, jelas khukhukhu /ketawaiblis, dibacok Khun/ ngomong sembarang aja say, aku juga sembarang /eh/ makasih ya udah review :*

Augesteca: iya jadiaaan~ cie cie cieee /nari berputar-putar, dihajar massa/ kabar Nickhun kaya gitu tuh... mian kalo ngecewain, makasih udah review :*

ravenilu597: ya... saya emang eror... kamu juga mikir jika KyuMin itu pantesnya MinKyu? Saya JUGA! Meskipun saya ilfeel kalo baca ff Kyu uke. Ih, big no no deh. Mitos maksudnya say? Saya lagi frustasi sama ff satu itu. FF KAYAK GITU YANG BIKIN SIAPA SIIIH? Bakar aja! /ditendang/ yang Wing's Tale... udah, saya puasin update banyak sekaligus kemaren. Makasih udah review :*

guest: iya iya so sweet bangeeet~ makasih ya udah review :*

chocoolatee: makasih pujiannya~ jangan dibaca lagi, deh, daripada kamunya sakit /eh/ anyway, makasih udah review :*

rheinakyuhae: ini masih tbc kok... kan gak ada tanda complete di chapter sebelumnya. Ini udah banyak KyuHyuk momennya belum? Kalo kurang, saya usahain chapter depan... gak ada salah kata, kok... flame aja saya persilakan dengan sangat.

Eh, kamu ini sopan banget ya? Tiap baca review kamu saya senyum-senyum mulu lho. Saya mikir nemu reader yang sopan en baik pula 3 makasih banget lho udah repot-repot review :*

Ps: saya berusia 20 tahun... jadi panggil 'kak' atau 'dek,' aja ya? Dipanggil 'thor' itu gak enak ternyata XD Makasih :)

Maret 2,

Raito.