Now and Forever

.

.

.

Disclaimer: Super Junior punya SM Ent, say. Tapi mereka juga punya keluarga mereka, sahabat mereka, fans mereka, dan tentu saja, Tuhan :)

Pair: Evil Maknae and Cutie Monkey

Genre: Romance... dan er—saya gak jago ginian.

Rate: T

Warning 1: Maaf jika Anda yang membaca tidak menikmati tulisan ini. Maaf juga kalo ide pasaran. Terinspirasi dari novel yaoi karangan saya sendiri yang saya buat untuk konsumsi pribadi. Sebelum nyesel, teken tombol close atau back. Please. Please. Please.

Now playing: Sometimes When Touch by Olivia Ong, When You Kiss Me by Shania Twain.

Don't like? I beg you to don't read!

.

.

.

Hari Minggu, Hyukjae kembali membantu Sungmin. Kali ini Jongin juga ikut, karena Shindong cuti. Bertiga, Sungmin-Jongin-Hyukjae berjalan ke toko. Mereka bertiga cukup menjadi pusat perhatian karena tampang mereka (Sungmin membuat namja dan yeoja sampai memutar tubuhnya untuk melihatnya dua kali. Jongin termasuk lima-namja-paling-banyak-diincar-di-SMP-Cheong Woo, kalau Hyukjae… yah tahulah). Lee bersaudara itu terkenal karena rupawan.

Setelah toko dibuka, pelanggan Sungmin berdatangan. Jongin membantu Sungmin merangkai bunga, sedang Henry pergi ke pasar bunga. Hyukjae memilih di belakang meja kasir.

Siang hari, namja berambut brunette dan mengenakan sunglass memasuki toko. Hyukjae tersentak melihatnya. Si brunette yang tempo hari memberinya bunga!

Si brunette itu membeli sebuket bunga dengan nuansa ungu, lalu beberapa tangkai mawar inggris berwarna pink. Setelahnya dia berjalan menuju meja kasir.

"Hai," sapa si brunette.

Hyukjae tersenyum, mencoba bersikap ramah. Dia badmood gara-gara sudah mendapatkan beberapa tangkai mawar merah dan beberapa bunga lainnya dari pelanggan Sungmin.

"Apakah sudah semuanya?" kata Hyukjae.

Si brunette mengangguk. "Namaku Lee Donghae, namamu siapa?"

"Semuanya delapan ribu limaratus won," kata Hyukjae mengacuhkan kata-kata si brunette.

"Namamu 'Semuanya delapan ribu limaratus won'?" kata si brunette polos.

Hyukjae menggeram. Dia melirik Jongin dan Sungmin yang sedang menertawainya.

"Bukan."

"Lalu namamu siapa?" tanya si brunette.

Hyukjae mendesah. "Lee Hyukjae."

Lee Donghae itu tersenyum. "Hai, Hyukkie-ah."

"Jadi semuanya delapan ribu limaratus won, Donghae-ssi," kata Hyukjae menahan kesal.

Donghae tersenyum. "Hyukkie-ah, kau sekolah di mana?"

"Cheong Nam," jawab Hyukjae ketus. Untung sekarang toko sepi, jadi tidak ada antrian di belakang si Lee Donghae ini.

Donghae malah tersenyum mendengar ucapan ketus Hyukjae. "Hyukkie-ah, tahukah kau jika kau adalah yeoja termanis yang pernah kulihat?" rayu Donghae.

"Tidak, aku tidak tahu. Dan, aku namja bukan yeoja," ketus Hyukjae.

"Kau namja?" kata Donghae terkejut. Hyukjae mendengus. "Nah. Bagiku namja maupun yeoja tidak masalah. Wajahmu merupakan tipe idamanku. Mulai dari rambutmu, matamu, hidungmu, sifatmu, tubuhmu, semuanya. Tipeku banget! Hyukkie-ah, mau pacaran denganku?"

Hyukjae melotot kesal. "Tidak."

Donghae meletakkan kepala di meja kasir di depan Hyukjae, ekspresinya memelas.

"Wae?"

"Karena aku sudah punya pacar," jawab Hyukjae ketus.

"Lee Donghae-ssi, bisakah Anda segera membayar dan pergi? Anda membuat pelanggan yang lain menunggu untuk membayar," kata Hyukjae hampir hilang kesabaran. Ternyata seorang yeoja yang baru saja datang dapat sedikit mengalihkan sikap kesal karena si brunette ini pada yeoja itu.

Donghae menoleh dan mendapati seorang yeoja yang menatapnya kesal. Donghae melepas sunglass-nya dan tersenyum pada yeoja itu. Kontan yeoja itu berteriak.

"Kyaaaaa! Lee Donghae yang aktor itu, kan?! Bintang drama Skip Beat itu, kan?!" yeoja itu menjerit-jerit.

Donghae menaruh telunjuknya di depan bibir dan mengedip. Yeoja di depannya merona.

"Jangan bilang-bilang jika aku di sini, ya?" pinta Donghae.

Yeoja itu langsung melting melihat ketampanan Donghae.

Tetapi Hyukjae melihat dua orang di depan meja kasirnya itu tidak paham.

"Lee Donghae? Skip Beat? Apaan tuh?" kata Hyukjae.

Donghae menatapnya ngeri. "Kau tidak tahu dramaku?"

Hyukjae mengangguk. "Aku antisosial dan jarang nonton televisi."

Donghae menatap Hyukjae kagum. Dia sedang naik daun dan tenar-tenarnya sekarang. Semua yeoja remaja Korea menggilainya. Dia penyanyi, aktor, dan model sekaligus. Dramanya sukses di pasaran. Lagunya menjadi peringkat pertama tangga lagu Korea, manggung dimana-mana, banyak iklan, dan fashion show yang dibintanginya. Dan namja manis di depannya bahkan tidak pernah mendengar nama Lee Donghae!

"Sebaiknya kau tanya yeoja penjaga toko yang itu. Mungkin dia tahu," kata Donghae mengerahkan segala pesonanya dan menunjuk Sungmin.

Tetapi Hyukjae tidak terpengaruh. "Sama saja. Sungmin Hyung juga tidak melihat televisi. Dan lagi, dia namja bukan yeoja. Kami sekeluarga jarang menonton televisi selain siaran berita."

Donghae semakin kagum pada Hyukjae.

"Kalau begitu… Minggu depan mau main denganku? Aku bisa menunjukkan padamu tempat kerjaku," kata Donghae berusaha merayu Hyukjae.

"Tidak, terimakasih," tolak Hyukjae langsung. Kalimat sederhana itu menohok Donghae. Tidak ada yang pernah menolak Lee Donghae sebelumnya!

"Nah, bisakah Anda membayar sekarang, Donghae-ssi? Saya di sini bekerja, dan Anda sudah mengganggu pekerjaan saya dengan mengajak saya mengobrol," kata Hyukjae.

Donghae mendesah dan memberi Hyukjae uang pas. Hyukjae menerimanya dan mengucapkan terimakasih. Donghae memberikan mawar inggris yang dia beli pada Hyukjae.

"Untukmu," kata Donghae lalu keluar dari toko.

Hyukjae mendesah. Nasib, nasib…

"Agasshi?" panggil Hyukjae pada yeoja di belakang Donghae tadi.

Yeoja itu menuju meja kasir dan membayar bunga yang dia beli.

"Empat ribu limaratus won," kata Hyukjae ramah. Yeoja itu memberi Hyukjae uang lebih, saat Hyukjae memberi kembaliannya, yeoja itu bertanya pada Hyukjae.

"Apa Donghae sering ke sini?" tanya yeoja itu.

"Lee Donghae-ssi hanya pernah kemari dua kali, Nona," jawab Hyukjae sopan.

"Begitu? Eh, eh, aku dengar kau tadi tidak mengenal Donghae, padahal dia terkenal sekali, lho," kata yeoja itu.

Hyukjae memiringkan kepala. "Benarkah? Mungkin akunya yang gak gaul," katanya manis.

Yeoja di depan Hyukjae merona melihat Hyukjae yang sangat imut.

"Ka-kalau, begitu, sampai jumpa," kata yeoja itu lalu pergi.

"Terimakasih atas kunjungannya," jawab Hyukjae ramah.

Jongin menghampiri Hyukjae, tangannya sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.

"Tadi kau ditembak, ya?" tanya Jongin. Hyukjae diam. Jongin hanya mengangkat bahu dan menelepon seseorang.

"Yeoboseyo? Kibum Hyung?" kata Jongin. Mata Hyukjae melebar.

Ngapain Jonginnie menelepon Bummie? Pikir Hyukjae heran.

"Hei, aku hanya mau bilang Hyukkie Noona baru saja ditembak pelanggan toko bunga kami. Apa? Korban Hyukkie Noona kedelapan puluh satu?" kata Jongin.

Ternyata… soal itu.

"He? Namanya?" kata Jongin. Jongin menoleh ke Hyukjae.

"Namanya siapa, Noona?"

Hyukjae mendengus. "Lee Donghae."

"Lee Donghae," kata Jongin di telepon.

"He? Katamu dia artis? Ooh. Ya sudah. Sampai jumpa, Hyung," kata Jongin lalu menutup telepon.

"Kata Kibum Hyung Lee Donghae itu artis terkenal, lho," kata Jongin. Hyukjae cuek.

Perhatian Hyukjae teralih pada pintu yang terbuka. Dia terkejut mendapati Kyuhyun memasuki toko dengan senyum.

"Selamat datang, Kyuhyun-ah~!" sapa Sungmin ceria.

"Annyeong, Hyung!" sapa Jongin.

"Annyeong, Sungmin Hyung, Jongin-ah. Hai, Hyukkie Hyung," kata Kyuhyun manis. Hyukjae merona. Dia lupa jika pacarnya itu sangat rupawan. Meskipun Kyuhyun hanya memakai kaus polo putih, jaket abu-abu dan jeans hitam, itu membuatnya terlihat seperti model. Beberapa pelanggan yeoja Sungmin yang baru datang juga memandangi Kyuhyun seolah ingin memakannya.

Kyuhyun menghampiri Sungmin dan membisikkan sesuatu. Mereka berdua asyik berdiskusi dengan bisik-bisik. Hyukjae melihat kedua orang itu dengan heran. Sedang Jongin melesat melayani pelanggan yeoja Sungmin.

Setelah Sungmin mengambilkan beberapa bunga untuk Kyuhyun, pacar Hyukjae itu menghampiri Hyukjae. Dia menyerahkan sebuket lily putih dengan mawar putih dan sebuket anyelir pink.

"Hai, Hyung," sapa Kyuhyun lagi. Hyukjae tersenyum.

"Hai, Kyuhyunnie. Semuanya tujuh ribu delapan ratus won," kata Hyukjae menunjuk dua buket di tangan Kyuhyun.

Kyuhyun mengeluarkan dompet dan membayar bunganya.

"Bunga untuk siapa, Kyuhyunnie?" tanya Hyukjae dengan mata tertuju pada lily putih kesukaannya.

Kyuhyun mengangkat anyelir pink. "Untuk ummaku, aku sedang ingin memberinya hadiah."

"Oh."

Kyuhyun tersenyum. Dia memerhatikan dari tadi Hyukjae menatap lily putih di tangannya. Dia tahu kalau bunga favorit Hyukjae adalah lily putih, dan buket ini memang untuknya.

"Untuk Hyung, deh," kata Kyuhyun menyerahkan buket lilynya pada Hyukjae.

Hyukjae menatap Kyuhyun tak percaya. "Un-untukku?" serunya.

"Ne, Hyukkie chagi," jawab Kyuhyun mesra dan mengacak rambut Hyukjae. Hyukjae langsung merona. Hyukjae menerima buket dari Kyuhyun.

Chagi?Chagiya? Hyukjae merona mendengar panggilan Kyuhyun. Matanya melihat pada buketnya. Ha-hadiah pertama dari Kyuhyunnie pikir Hyukjae. Dia memeluk buket yang cukup besar itu dan menghirup wanginya.

"Gomawo, Kyunnie," kata Hyukjae manis.

Kyuhyun tidak tahan untuk tidak mengecup pipi Hyukjae. Dia mencondongkan tubuh melewati meja kasir dan mengecup pipi apel itu. Terdengar pekikan dari pelanggan Sungmin dan siulan dari Jongin.

Hyukjae terpana. Kyuhyun hanya menatap wajah bengong nan imut kekasihnya itu.

"Annyeong, Hyukkie," katanya lalu keluar dari toko.

"Wow! Buket yang cantik!" kata pelanggan Sungmin.

"Gamsahamnida," jawab Hyukjae.

"Jadi? Ini berapa?" tanya yeoja itu dengan menunjukkan sebuket bunga cosmos merah, krisan oranye, lily kuning, mawar pink dan daun anthurium yang hijau. Buket yang ceria.

Hyukjae tersenyum. "Empat ribu won."

Yeoja itu membayar. "Namja tampan tadi namjachingumu?"

Hyukjae mengangguk kecil dengan pipi merona.

"Kalian serasi," komentar yeoja itu. Hyukjae hanya tersenyum salah tingkah.

"Gomawo."

Yeoja itu mengangguk dan keluar dari toko.

Hari itu toko Sungmin tutup agak malam, sekitar pukul delapan. Setelah itu Hyukjae, Jongin dan Sungmin pulang, dengan tangan Hyukjae memeluk buket dari Kyuhyun, dan tangan Sungmin memeluk bunga dari pelanggannya untuk Hyukjae. Jongin membawa bunganya sendiri, rupanya dia memiliki fans di toko.

.

.

.

Sekolah Hyukjae sudah memulai liburan kenaikan kelas tanggal 12 Februari. Jadi Kyuhyun mengajak Hyukjae kencan... tepat di hari Valentine.

Cuaca cukup cerah meski masih terasa dingin akibat sisa musim dingin. Di stasiun, Kyuhyun menunggu Hyukjae. Dia datang sepuluh menit lebih awal dari waktu janjian. Mereka janjian jam sepuluh.

Hyukjae kemudian datang. Dia terlihat manis mengenakan kemeja putih yang agak kebesaran untuknya (bagian bawah mencapai setengah paha) dengan bahan agak tipis, mantel biru tua hoodie dengan bulu-bulu putih halus, skinny jeans warna hitam, sepatu kets biru muda dan yang paling imut, beanie warna hitam dengan kuping kucing. Beanie dengan kuping kucing itu membuat Hyukjae terlihat sangat imut.

Penampilan Hyukjae membuat napas Kyuhyun tertahan, begitupun sebaliknya.

Kyuhyun terlihat sangat tampan dengan sweter turtleneck rajutan warna biru tua, blazer abu-abu, skinny jeans warna hitam, dan sepatu moccasin warna cokelat gelap. Penampilannya yang wow membuat dirinya menjadi pusat perhatian, apalagi para yeoja. Kyuhyun terlihat seperti model.

"An-annyeong, Kyuhyunnie," sapa Hyukjae canggung.

Kyuhyun memperhatikan kekasihnya yang terlihat sangat imut. Dia tak tahan untuk tidak menyentuhnya. Dia langsung menggandeng tangan Hyukjae dan mencium jemari tangannya.

"Annyeong chagiya," balas Kyuhyun. "Kau membawa apa?" tanya Kyuhyun menunjuk tas kertas yang ditenteng Hyukjae.

"E-eh, ini… hadiah untuk Kyu. Ka-karena hari ini Valentine, jadi… ini," kata Hyukjae menyerahkan tasnya.

Kyuhyun menerimanya. "Seharusnya kau tidak usah memberi apapun padaku. Kau sudah menjadi hadiah seumur hidup."

"Ja-jangan bilang begitu. Buka saja!"

Kyuhyun akhirnya membukanya. Sebuah beanie lembut dari rajutan wol berwarna biru tua. Di sudutnya terdapat bordiran K.

"Ini buatanmu?" seru Kyuhyun tak percaya. Hyukjae mengangguk.

"Kapan kau merajutnya?"

"Sebulan lalu. Semua saudaraku juga Minho, Kibum dan Ryeowook mendapat hadiah yang sama, kok. Meski sekarang Februari, tapi itu bisa digunakan untuk musim dingin nanti."

"Sama?" suara Kyuhyun terdengar kecewa.

"Beda warna. Tapi sama-sama beanie," kata Hyukjae buru-buru.

"Kukira punyaku istimewa…" gumam Kyuhyun.

"Punya Kyuhyunnie istimewa," sahut Hyukjae.

"Benarkah?" kata Kyuhyun sambil memakai beanienya.

Tiba-tiba, Hyukjae berjinjit dan mencium bibir Kyuhyun dengan singkat. Sentuhan singkat itu langsung membuat jantung Kyuhyun melonjak. Dia sangat bahagia. Soalnya selama ini dia yang menyentuh Hyukjae terlebih dulu.

"Yang lain tidak akan dapat itu," gumam Hyukjae salah tingkah.

Kyuhyun nyengir. Dirinya begitu bahagia seakan terbang ke awan.

"Ja-jadi… kita mau kemana?" tanya Hyukjae dengan wajah merona.

"Aku ingin mengajakmu ke taman bermain. Sudah lama tidak kesana," kata Kyuhyun mengayun-ayunkan tangan Hyukjae yang dia genggam.

Jadilah hari itu mereka berdua bersenang-senang bermain di taman bermain. Mereka dimanapun menjadi pusat perhatian, entah karena penampilan atau hubungan mereka.

Tempat pertama, stan game, Kyuhyun berhasil menyelesaikan semua game yang ada. Kyuhyun menukar semua poinnya dengan voucher makan siang dan sebuah teddy bear ukuran sedang berwarna putih dengan pita biru. Diberikannya boneka lucu itu pada Hyukjae.

"Untukmu," kata Kyuhyun.

"E-eeeh?" jawab Hyukjae bingung.

Tetapi Hyukjae memeluk boneka itu. Kyuhyun hampir mimisan melihat betapa imutnya Hyukjae.

"Kenapa teddy bear?" tanya Hyukjae dengan bibir mengerucut dan alis bertaut.

Sumpaaah, Hyukkie imut bangeeet… batin Kyuhyun tidak tahan.

Kyuhyun berusaha mengendalikan dirinya. Dia mengalihkan wajah dari Hyukjae, menghirup napas dengan perlahan, tangan menyentuh dadanya, dimana jantungnya sudah berdetak tidak karuan. Kyuhyun berkali-kali menghirup napas panjang, berusaha menenangkan jantung yang berusaha keluar dari sangkar rusuknya.

"Supaya kau terlihat makin manis," jawab Kyuhyun akhirnya.

Hyukjae menggembungkan pipinya karena kesal. Cukup sudah. Kyuhyun tidak tahan lagi. Dia menarik tubuh Hyukjae dan menggigit pipinya.

"Aw! Sakit, Kyunnie!" teriak Hyukjae.

"Salah sendiri kau terlihat sangat imut," kata Kyuhyun sambil menghujani pipi Hyukjae dengan kecupan-kecupan. Hyukjae merona dan menggumam. Kyuhyun kembali menggenggam tangannya yang tidak memeluk teddy bear, menuju stan permainan selanjutnya.

Mereka mencoba berbagai wahana di taman bermain. Mulai dari cangkir yang berputar sangat cepat hingga tempat lucu macam istana cokelat. Kyuhyun terlihat bahagia, begitupun Hyukjae. Setelah makan siang, mereka melihat stan rumah hantu, dan mencoba memasukinya.

Tangan kanan Hyukjae memeluk erat lengan Kyuhyun, sedang tangan kiri memeluk erat teddy-nya. Meski agak bandel, tetapi Hyukjae takut pada hal yang berbau hantu. Kyuhyun tersenyum senang melihat Hyukjae yang dengan erat memeluknya. Dia menjadi ingin berbuat jahil pada Hyukjae.

"Hyukkie! Apa itu!" kata Kyuhyun agak keras dengan menunjuk seorang hantu jadi-jadian seorang yeoja berambut panjang.

Hyukjae spontan memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat dan menyurukkan wajah ke punggung Kyuhyun.

"A-ah, Hyukkie… hantu yeoja itu mendekatimu!" kata Kyuhyun pura-pura panik. Padahal dalam hati dia tertawa.

"Keluarkan aku dari sini, Kyu! Keluarkan aku!" teriak Hyukjae panik.

Kyuhyun tidak tahan, lalu dia tertawa terbahak-bahak. Hyukjae melepaskan pelukannya di pinggang Kyuhyun dan menatapnya bingung. Kyuhyun makin tertawa melihat tampang Hyukjae yang bengong. Akhirnya Kyuhyun menarik tangan Hyukjae dan keluar dari stan rumah hantu.

"Khukhukhu, tampangmu lucu sekali, chagi," kata Kyuhyun.

Hyukjae seketika paham. "Jadi tadi Kyuhyun mengerjaiku?" katanya dengan suara meninggi.

Kyuhyun masih terbahak-bahak. Oh, andai dia bisa memotret tampang Hyukjae tadi…

Hyukjae kesal lalu meninggalkan Kyuhyun begitu saja. Kyuhyun berhenti tertawa dan menyusul Hyukjae.

"Tunggu, chagi," kata Kyuhyun sambil memegang tangan Hyukjae.

Hyukjae menepis tangan Kyuhyun. "Kalau Kyu mengajakku kencan hanya karena ingin menjahiliku, lebih baik aku pulang."

"Jangan marah, Hyukkie-ah…"

"Siapa yang tidak marah dikerjai tentang hal yang sangat ditakuti?" seru Hyukjae.

Kyuhyun diam. "Maaf," kata Kyuhyun tulus. Hyukjae tersentuh. Sebenarnya dia tidak marah-marah amat, tetapi melihat Kyuhyun yang menertawainya…

"Kalau Kyuhyunnie janji tidak akan menjahiliku lagi, akan kumaafkan," kata Hyukjae.

"Oke. Aku tidak akan menjahilimu lagi, Hyukkie chagi," kata Kyuhyun berusaha merayu.

"Ayo ke sana. Aku ingin naik roller coaster," kata Hyukjae mengacuhkan kata-kata Kyuhyun.

"Baiklah," kata Kyuhyun dan membuntuti Hyukjae.

Naik roller coaster ternyata tidak baik untuk Kyuhyun maupun Hyukjae.

Mereka mual-mual hebat. Rasanya tubuh melemah karena perut diaduk-aduk saat naik roller coaster, apalagi mereka baru saja makan siang. Hyukjae memeluk teddynya dan tiduran di bangku kayu. Dia menjadikan paha Kyuhyun sebagai bantal. Kyuhyun pucat, sama telernya dengan Hyukjae.

Kyuhyun bangkit. "Aku haus. Kau mau minum apa, Hyukkie? Kubelikan."

"Teh sakura," kata Hyukjae.

"Di sini nggak ada, Hyukkie chagi," kata Kyuhyun sabar.

"Kalau begitu, susu stroberi saja."

"Baiklah."

Sepeninggal Kyuhyun, Hyukjae menegakkan tubuh. Setelah berbaring pusingnya menghilang. Dia duduk menyandar di bangku dan memejamkan mata.

"Wah, ada Nona Manis sendirian di tempat seperti ini," sapa seseorang.

Hyukjae membuka mata dan mendapati tiga namja, sepertinya anak kuliahan, berdiri di depannya.

"Daripada sendirian, mau main bersama kami, Nona?" tanya salah satu.

Nona, nona… apanya yang nona, hah, batin Hyukjae kesal.

"Bagaimana, Nona Manis? Kau manis sekali, memeluk boneka lucu."

Dahi Hyukjae berkedut. "Enyah kalian."

Ketiga namja itu tercengang. "Apa katamu?"

"Kubilang, enyah," jawab Hyukjae ketus.

Ketiga namja itu menjadi naik darah. "Hei, kau beruntung kami mengajakmu tahu. Ayo ikut saja," paksa seorang namja dengan mencengkeram lengan Hyukjae.

"Singkirkan—"

Tendangan menyapa perut namja yang mencengkeram Hyukjae.

"Singkirkan tanganmu dari dia," kata Kyuhyun ketus dengan aura membunuh. Hyukjae tersenyum.

"Mau apa kau?!" teriak dua namja lain.

"Seharusnya aku yang tanya. Mau apa kalian dengan pacarku?"

Ketiga namja itu tercengang, lalu dengan agak berlari meninggalkan Kyuhyun dan Hyukjae.

"Bilang dong kalau sudah punya pacar!" teriak mereka dengan kesal.

"Kalian gak tanya, tahu," kata Hyukjae superkesal. Sudah digoda, dikira yeoja, lagi!

"Kelihatannya kau senang digoda mereka," komentar Kyuhyun penuh rasa cemburu yang tidak berusaha dia sembunyikan.

"Senang apanya?!"

"Wajahmu terlihat senang," kata Kyuhyun lagi.

"Aku. Tidak. Senang. Digoda. Dan. Dikira. Yeoja," kata Hyukjae penuh penekanan.

"Benarkah?" tanya Kyuhyun memastikan.

"Ne!"

Kyuhyun tersenyum dan memberi Hyukjae sekotak susu stroberi. Kyuhyun sendiri meminum kopi. Mereka menikmati minum dalam diam.

"Meski tidak suka dikira yeoja, kenapa Jinki dan Jongin selalu memanggilmu Noona?" tanya Kyuhyun.

Hyukjae mempoutkan bibirnya. "Semua gara-gara umma, appa, dan Yunho Hyung."

"Wae?"

Hyukjae lalu mulai bercerita. Jinki dari dulu selalu memanggil Hyukjae noona sejak Jinki itu bisa bicara. Semua gara-gara appa dan ummanya. Appa mereka sengaja mengenalkan Jinki jika Hyukjae itu noona, bukan hyung karena sang appa menganggap Hyukjae itu yeoja dan sayang dengan Hyukjae yang sangat mirip dengan sang istri. Sedangkan sang umma, mengajari Jinki jika yang cantik-cantik itu dipanggil noona. Dan Jinki menganggap hyungnya cantik jadi dia memanggilnya noona. Lalu, si bungsu Jongin yang dalam tahap meniru, dia meniru Jinki yang memanggil Hyukjae Noona. Yunho tambah memperparah kesalahpahaman karena Yunho juga menegaskan jika Hyukjae itu Noona. Padahal Sungmin juga manis, tetapi Jinki dan Jongin tetap memanggilnya Hyung. Mereka berdua sepertinya sengaja untuk memanggil Hyukjae Noona.

Kyuhyun yang mendengar cerita itu tentu saja tertawa. Setelahnya, mereka hanya berjalan-jalan di taman ria. Hyukjae melihat photo box dan menyeret Kyuhyun ke sana. Mereka berfoto dengan berbagai pose. Hyukjae dengan raut wajah sangat bahagia memasukkan semua foto itu ke dalam tempat kartu pelajarnya dan disimpan di dompet. Kyuhyun tentu saja menaruh foto Hyukjae yang menciumnya di tempat yang mudah terlihat di dompetnya.

Menjelang senja, mereka berdua naik bianglala. Mereka sangat menikmati pemandangan dari tempat tinggi. Tepat jam lima sore, tepat pula saat sangkar bianglala mereka di tempat tertinggi, bianglala berhenti berputar. Kyuhyun menggenggam erat tangan Hyukjae dan mencium bibir Hyukjae, penuh kehalusan. Sengaja atau tidak, ada legenda yang mengatakan jika kau berciuman di bianglala tepat jam lima sore saat di tempat tertinggi, maka kau akan selalu bersama dengan orang yang kau cium itu, kalian akan bahagia, selamanya.

Semoga saja legenda itu benar-benar terjadi pada Kyuhyun dan Hyukjae.

Pulangnya, Kyuhyun seperti biasa mengantar Hyukjae. Mereka terus bergandengan tangan, seakan tak ingin hari Valentine yang indah itu berakhir begitu saja.

"Sampai besok," kata Kyuhyun sambil mencium pipi Hyukjae.

Mereka berdiri di depan ruman Hyukjae. Hyukjae, yang dicium, hanya menggumam malu dan segera mendorong Kyuhyun pergi. Namja yag lebih muda dari Hyukjae itu tertawa lalu berjalan meninggalkan Hyukjae sambil melambai.

Hyukjae tidak sadar jika kakaknya yang tertua, Lee Yunho, melihat semua tindakan Kyuhyun dan Hyukjae.

.

.

.

Pasti pada lupa sama ff ini.

Maaf banget lama gak update. Dimaafin, gak?

Balesan review.

Polarise437: uwaaah, makasih udah dibilang cerita ini manis :) iya, panggil kakak aja

ini dah lanjut, makasih udah review :*

Eunfa Lee: kamu review aja saya udah berterimakasih banget. Khunnie emang kasihan... cakep-cakep tapi tersia-siakan

Konflik ada kok, tunggu tanggal mainnya, ya. Makasih udah review :*

iekha12693: bukan Khun... tuh, jatidirinya udah ketahuan. Makasih udah review :*

Kyuhyuk07: jadi inget masa SMA? Masa SMA-nya emang kayak begitu, chingu? Wa-aaah... anyway, makasih udah review :*

rheinakyuhae: iyaaa, manggilnya jangan make embel-embel –ssi... itu keliatan kaku banget. Tapi kamunya emang kayak gitu, kok! Sopan en baik pula

makasih udah review~ :*

nurulpputri: iya, kalo gak salah inget nama asli Khun kayak gitu. Makasih ya udah review :*

novaanchovishy: iyaaaa, mereka so sweet sekaleee. Ini udah lanjut, makasih udah review :*

Youmustbeknowme: kamu heboh ya :D makasih udah review :*

Arum Junnie: iya, si Khun ngalah... kasian juga sih, tapi mau gimana lagi kekeke

Makasih udah review :*

chochorhyukkkie: saya emang ngerencanain di namja brunette itu buat ngeganggu Kyu en Hyuk :D buat adegan ciuman... yah, karena saya anak polos /jitak/ saya bisanya gitu doang. Adegan kayak gitu saya enggak jago sih /pundung/

makasih udah review :*

ravenilu597: kibum mah kelamaan hiatus... ntar lama-lama pada lupa deh jika SJ tu ada member yang namanya kibum. Kalo uke mah, saya bisa ekstrim mpe mau saya pasangin sama member beda grup segala. Konfliknya... bikin penasaran, ya? Tunggu tanggal update-nya kekeke

makasih udah review :*

ermagyu: iya, pesona Hyuk emang gak main-main, nih. Makasih udah review :*

baby baekkie: maaf ya, buat Mitos... kayaknya dalam beberapa bulan ini nggak bakal saya update. Saya terlampau sibuk soalnya. Ini aja update nyuri-nyuri waktu senggang istirahat. Namja brunette itu emang saya rencanain saingan baru Kyu kok. Ketebak dengan mudah ya? Anyway, makasih udah review :*

OceanBlue030415: dia muncul, kan? makasih udah review :*

April 15,

Raito.