Now and Forever

.

.

.

Disclaimer: Super Junior punya SM Ent, say. Tapi mereka juga punya keluarga mereka, sahabat mereka, fans mereka, dan tentu saja, Tuhan :)

Pair: Evil Maknae and Cutie Monkey

Genre: Romance... dan er—saya gak jago ginian.

Rate: T

Warning1: Maaf jika Anda yang membaca tidak menikmati tulisan ini. Maaf juga kalo ide pasaran. Terinspirasi dari novel yaoi karangan saya sendiri yang saya buat untuk konsumsi pribadi. Sebelum nyesel, teken tombol close atau back. Please. Please. Please.

Now Playing: Tell Me Why by Toheart. Entah kenapa, lagu ini bikin saya galau.

Don't like? I beg you to don't read!

Chapter 7

.

.

.

"Aku pulang," kata sebuah suara bariton.

Hyukjae menoleh dan mendapati kakak tertuanya di ambang pintu ruang keluarga.

"Selamat datang, Yunho Hyung," kata Hyukjae.

"Mana yang lain?" kata Yunho sambil melepas dasinya.

"Sungminnie Hyung dan Jonginniemasih di toko, Jinki pergi," jawab Hyukjae.

"Oh. Tadi ada temanmu yang main ke sini? Aku melihat ada namja berambut ikal keluar dari rumah bersamamu."

Hyukjae tersentak. Mataonyx Yunho memerhatikan tiap gerak Hyukjae.

"Eh… i-itu, ng, pa-pacar…" jawab Hyukjae pelan.

Yunho terkejut, sejenak melupakan hal yang sedang dilakukannya, yaitu mengambil minuman. Gelasnya hampir tergelincir, untungnya Yunho langsung mencengkeramnya dan menaruh gelas itu di meja. Dia menatap lurus-lurus mata adiknya.

"Pacar?"

Hyukjae mengangguk. Lebih baik jujur sekarang daripada membohongi kakak yang menjadi pengganti orangtuanya itu. Meski dia sangat ketakutan.

"Kau sadar jika kau maupun anak tadi sama-sama namja?"

Hyukjae kembali mengangguk. Dengan takut-takut dia membalas pandangan kakaknya.

"Lalu kenapa kau mau pacaran dengannya?"

"Karena aku mencintainya, Yunho Hyung," jawab Hyukjae pelan tapi tegas.

Yunho terdiam mendengar kata-kata adiknya. Baru kali ini dia mendengar adik bungsunya jatuh cinta. Tetapi Hyukjae jatuh cinta pada namja… dan ada sesuatu pada Hyukjae yang membuat Yunho harus menjaga Hyukjae, apalagi pacarnya namja.

"A-aku… boleh pacaran dengan Kyuhyun, Hyung?" tanya Hyukjae pelan.

Yunho diam. Dia akan membicarakan tentang hal ini pada Sungmin nanti. Dia meninggalkan Hyukjae dan masuk ke kamarnya, tidak menjawab pertanyaan Hyukjae.

Hyukjae hanya pasrah menunggu jawaban kakak sekaligus walinya.

.

.

.

"Kau tahu jika Hyukkie pacaran dengan namja?" tanya Yunho pada Sungmin malam harinya.

Sungmin tersenyum. "Tentu saja. Hyukkie sangat menyukai Kyuhyun-ah, begitupun sebaliknya. Lagipula… ini pertama kalinya Hyukkie jatuh cinta."

Yunho diam mendengar adiknya.

"Kau tahu kan jika Hyukkie—" kata-kata Yunho dipotong Sungmin.

"Ne, Hyung. Aku tahu. Tetapi, menurutku Kyuhyun bukan namja yang akan menyentuh Hyukkie melebihi batas. Hyukkie akan baik-baik saja," kata Sungmin. Yunho diam, dalam hati berharap kata-kata Sungmin menjadi kenyataan, karena ada sesuatu pada Hyukjae.

"Begitu… kalau kau tadi bilang mereka bahagia, ya sudah. Aku tidak bisa melarang," putus Yunho.

Sungmin tersenyum. Tadi dia sempat takut jika kakaknya itu akan melarang hubungan adiknya. Sungmin tidak akan tega melihat Hyukjae patah hati.

"Kau harus melihat Kyuhyun-ah, Hyung. Mereka sangat serasi. Saat berdua, seperti melihat kepingan puzzle yang menemukan kepingan pasangannya."

Yunho diam. "Aku akan mencari tahu."

Sungmin tersenyum. "Terserah Hyung saja."

Meski terlihat dingin dan tegas, tetapi Yunho itu sangat protektif dan peduli terhadap semua adiknya, terutama Hyukjae, karena Yunho paling sayang pada Hyukjae.

.

.

.

Esok harinya, Yunho tercengang melihat menu sarapan buatan Hyukjae. Hyukjae memasak makanan kesukaan Yunho, ayam goreng madu. Selama ini hanya Sungmin dan dirinya yang memasak. Dia mencicipinya dengan takut-takut.

"Lezat," gumamnya.

"Tentu saja. Hyukkie Noona yang masak, sih. Dia kan lebih jago dari Yunho Hyung dan Minne Hyung," ujar Jinki.

Hyukjae hanya diam melihat hyung tertuanya. Dia takut mendengar penolakan dari kakaknya tentang hubungannya dengan Kyuhyun. Dia tidak berani menatap langsung mata kakaknya. Setelah sarapan, seperti biasa Hyukjae memberi Sungmin dan Yunho. Saat giliran Yunho, dengan takut-takut dia mengulurkan bento dengan kedua tangan lurus dan menunduk.

"Gomawo," kata Yunho datar dengan mata menatap lurus lewat kacamatanya. Hyukjae hanya mengangguk. Jinki menatap heran kelakuan Hyukjae.

.

.

.

Hyukjae tidak berani mengatakan pada Kyuhyun jika kakak tertuanya sudah mengetahui hubungannya dengan anak bungsu keluarga konglomerat Cho itu.

Keluarga Cho memang terkenal, karena perusahaan yang dikendalikan kepala keluarganya. Perusahaan keluarga Kyuhyun mencakup banyak bidang, dari tekstil, fashion, komunikasi, industri, permen, hingga mainan anak-anak. Kyuhyun hanya memiliki seorang hyung, dan kelak Kyuhyun akan mewarisi separuh dari semua perusahaan itu. Makanya Kyuhyun dididik dengan keras, segala cabang pendidikan dia dapatkan, dari tata karma, kesenian tradisional, pelajaran modern, berbagai bahasa asing, pendidikan ekonomi, berbagai macam beladiri, dan banyak lagi. Itulah kenapa Kyuhyun terlalu terlihat sempurna, karena didikannya sejak kecil. Satu-satu cacatnya mungkin hanya soal orientasinya. Hyukjae kadang sulit membayangkan jika dirinya dididik sedisiplin itu.

"Gwaenchana?" tanya Kyuhyun sambil meraihtangan Hyukjae. Dia hari ini sedang main ke rumah Hyukjae.

Hyukjae menoleh. "Gwaenchana. Memang kenapa?" tanya heran.

"Kau melamun," jawab Kyuhyun.

"Eh? Ti-tidak," ujar Hyukjae sambil mengalihkan pandangan.

"Kau bohong," tuduh Kyuhyun.

Hyukjae tidak menjawab.

"Benar, kan, ada sesuatu? Sebenarnya ada apa? Kau sedang ada masalah, Hyung?" desak Kyuhyun lagi. Dia sebenarnya tidak mau mendesak kekasihnya. Tapi dia tidak suka melihat wajahnya yang murung.

Hyukjae lalu memandang Kyuhyun tepat di bola matanya. Kyuhyun menunggu.

"Ada apa?" kata Kyuhyun lagi, kali ini dengan lebih lembut.

Hyukjae semakin tertunduk. "Yunho Hyung sudah tahu kalau kita—"

Kyuhyun tercengang, dia menggenggam tangan Hyukjae semakin erat.

"Dan dia tidak menyukai kau pacaran denganku?"

Diamnya Hyukjae diartikan Kyuhyun sebagai 'iya.'

"Apapun yang terjadi, aku akan meyakinkan Yunho Hyung, hubungan kita ini tidak salah," kata Kyuhyun.

"Ta-tapi..."

Tepat saat itu, Yunho pulang. Hyukjae reflek melepaskan genggaman tangannya. Kyuhyun berdiri dan membungkuk. Tak menghiraukan Kyuhyun, Yunho malah berkata pada Hyukjae.

"Hyukkie, sajikan teh," perintah Yunho.

"E-eh, ta-tapi…"

"Buat saja."

Hyukjae meninggalkan mereka berdua. Yunho meneliti Kyuhyun. Kyuhyun, yang merasa diperhatikan, membungkuk sembilan puluh derajat. Dengan lantang dan tegas dia memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan, Lee Yunho-ssi! Saya Cho Kyuhyun, kelas satu Cheong Nam High, dan saya adalah pacar adik Anda!"

Yunho hanya diam. Dalam hati dia sudah mengizinkan adiknya untuk berpacaran dengan anak ini karena kata-kata Sungmin... tapi dia ingin melihat seperti apa sifat anak ini.

"Namamu Cho? Kau ada hubungannya dengan Cho Corporation?" tanya Yunho datar.

Kyuhyun masih membungkuk. "Ne! Saya putra kedua keluarga Cho!"

Yunho terkejut. Ternyata pacar adiknya berasal dari keluarga yang hebat...

"Keluargamu tahu kau pacaran dengan adikku?"

Sejenak Kyuhyun diam. "Belum. Saya akan memberitahu keluarga saya setelah kenaikan kelas."

Yunho berpikir. Ah iya benar… kenaikan kelas

"Kau tahu jika hubungan kalian ini agak… diluar kebiasaan?"

Kyuhyun agak menegakkan tubuhnya. Matanya menatap lurus onyx Yunho. "Tidak. Jika saya dan Hyukjae bahagia dengan ini, kenapa kami harus memikirkan orang lain? Kami saling mencintai dan membutuhkan. Itu saja cukup. Meskipun dunia menolak kami, kami akan baik-baik saja. Karena kami saling mendampingi dan melengkapi."

Yunho terdiam lagi melihat keseriusan dan keteguhan Kyuhyun. Dia tidak mengira anak semuda ini akan seserius itu menjalin hubungan dengan Hyukjae.

Yunho menghela napas. Dia kini yakin. "Baiklah. Boleh."

Kyuhyun menegakkan tubuh, menatap tak percaya kakak tertua Hyukjae.

"He?"

Yunho tersenyum tipis melihat Kyuhyun. "Kau boleh pacaran dengan Hyukjae, Kyuhyun-ssi."

Kyuhyun tersenyum lebar. Dia langsung menghambur memeluk Yunho.

"Terimakasih banyak, Yunho Hyung!"

Yunho langsung mendorong Kyuhyun. "Hentikan."

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Di wajah tampannya terpasang senyum lebar.

"Ehehe. Aku bahagia sekali akhirnya Yunho Hyung mengizinkan kami."

Yunho hanya diam, tetapi sudut bibirnya tertarik. Kyuhyun masih tersenyum-senyum sampai Hyukjae membawakan teh dan camilan untuk kakak dan pacarnya. Dia masih takut-takut melihat reaksi Yunho.

"Aku boleh memberitahu Hyukkie, Hyung?" tanya Kyuhyun. Yunho mengangguk sambil menyeruput tehnya.

Hyukjae menatap tak mengerti Kyuhyun. Kyuhyun nyengir.

"Kita boleh pacaran, Hyukkie," kata Kyuhyun agak keras.

Hyukjae menatap bingung Yunho dan Kyuhyun. Yunho kepingin tertawa melihat tampang imut adiknya yang bingung. Kyuhyun mengacak rambut Hyukjae dengan gemas.

"Be-benarkah Yunho Hyung?" tanya Hyukjae.

"Ne," jawab Yunho singkat disertai senyum.

Raut Hyukjae menjadi sumringah, dan langsung memeluk Yunho. Yunho kali ini membalas pelukan dari Hyukjae. Hyukjae tertawa-tawa dalam pelukan kakaknya, sedang Yunho tersenyum melihat adiknya. Kyuhyun mendengus cemburu melihat Yunho yang dipeluk Hyukjae seerat itu.

Hyukkie saja tidak pernah memelukku seperti itu… pikir Kyuhyun iri.

Yunho melepaskan pelukan Hyukjae. Lalu menatap serius Hyukjae dan Kyuhyun.

"Kalian boleh pacaran. Tetapi ada satu hal yang kuminta dari kalian," kata Yunho.

"Apa itu?" kata Kyuhyun dan Hyukjae bersamaan.

"Jangan sampai kalian putus. Dan Kyuhyun, jangan pernah lukai Hyukjae," kata Yunho

"Tidak akan, Yunho Hyung," jawab Kyuhyun penuh keyakinan. Yunho tersenyum dan beranjak ke kamarnya.

"Gomawo, Yunho Hyung!" seru Hyukjae.

Sepeninggal Yunho, Kyuhyun mengenggam tangan Hyukjae. Mereka berpandangan. Hyukjae menahan nafas ketika wajah tampan Kyuhyun mendekat, semakin dekat dan akhirnya menyatukan bibir mereka. Kyuhyun memagut lembut bibir Hyukjae. Hyukjae tak bisa berpikir, ciuman ini membuat kemampuan berpikirnya lenyap entah kemana. Tangan Hyukjae sudah terkalung di leher Kyuhyun, memperdalam ciuman mereka. Hyukjae mengerang. Kulitnya meremang, selalu setiap Kyuhyun mulai menyentuhnya. Bibir yang mencium bibir Hyukjae terasa begitu lembut. Tanpa sadar Hyukjae mengerang cukup keras saat dia menyadari ada benda lembut yang sangat hangat memasuki mulutnya. Kyuhyun memeluk pinggang ramping Hyukjae.

"Kyu-Kyuhyun—" gumam Hyukjae berusaha mendorong Kyuhyun, tetapi tenaganya seakan lenyap entah di mana. Kyuhyun melepaskan ciumannya dan Hyukjae menarik napas sebanyak-banyaknya.

"Hmm?" gumam Kyuhyun.

Hyukjae hendak menjawab, namun jawabannya tertahan oleh bibir Kyuhyun yang sekali lagi mencium bibirnya, kali ini terasa agak kasar dan memaksa tak lain karena Hyukjae terus berusaha memberontak, saat ciuman Kyuhyun semakin dalam, memaksa bibir Hyukjae sedikit terbuka hanya untuk dapat memasukkan lidahnya kedalam dan menyentuh lidah Hyukjae, suara erangan terdengar keluar dari bibir Hyukjae, saat itu Kyuhyun tahu kalau Hyukjae sudah menyerah dan membalas ciumannya. Bibir saling berpagut, lidah saling membelit menari dalam kehangatan. Kyuhyun melepaskan ciumannya dan tersenyum melihat sorot mata Hyukjae yang menatapnya setengah kecewa, Kyuhyun menundukkan kepalanya dan mengusap leher Hyukjae dengan bibir dan lidahnya, membuat tanda kemerahan, tanda yang menyatakan jika namja semanis madu ini sudah ada yang punya. Hyukjae sekali lagi mengerang. Tangannya menarik kepala Kyuhyun lebih rapat dan menyusupkan jemarinya diantara rambut cokelat Kyuhyun.

Ciuman panas itu berhenti. Napas keduanya terengah-engah. Kyuhyun nyengir.

Akal sehat Hyukjae kembali saat Kyuhyun mengakhiri ciuman itu. Setelah sadar apa yang baru dilakukannya dengan Kyuhyun, dia menarik tangannya yang memeluk leher Kyuhyun. Wajahnya merona. Kyuhyun tersenyum senang melihat rona di wajah Hyukjae.

"Kenapa? Mau lagi?" bisik Kyuhyun menggoda.

Hyukjae melemparkan bantal duduk ke muka tampan Kyuhyun. "Mesum!"

Kyuhyun hanya tertawa. "Biarin. Yang penting aku tidak berbuat mesum pada orang lain. Aku sudah berjanji hanya akan berbuat mesum pada pacarku."

Hyukjae menggumam-gumam kesal.

.

.

.

Saat Kyuhyun hendak pulang, Hyukjae ikut. Dia bilang ingin belanja sekalian ke toko Sungmin. Seperti biasa Kyuhyun membeli anyelir pink. Setelahnya Kyuhyun kembali ke rumah Hyukjae lagi untuk mengantarnya.

"Kenapa Kyuhyunnie selalu beli anyelir pink?"

Kyuhyun tersenyum. "Untuk ummaku, karena anyelir ini bunga kesukaannya."

"Ooh," kata Hyukjae.

Sekejap angin yang berhembus dingin, Hyukjae tanpa sadar menggigil dan memeluk dirinya sendiri.

"Dingin, ya?" tanya Kyuhyun.

"Eh, ti-tidak, kok," kata Hyukjae. Kyuhyun lalu melepas jaket birunya dan memakaikannya pada Hyukjae. Hyukjae langsung merasa hangat.

"Ti-tidak perlu, Kyu," ujar Hyukjae malu.

"Gak apa. Daripada kau sakit."

Hyukjae pasrah dan memakai jaket Kyuhyun. Kebesaran satu ukuran. Hyukjae mendorong lengan jaket agar tangannya terlihat. Tetapi selalu melorot, jadi Hyukjae memain-mainkan lengan itu. Kyuhyun menahan diri lagi karena Hyukjae terlihat imut.

Apalagi setelah Hyukjae mengendus lengan jaket itu dan berkata, "Bau Kyuhyunnie nempel."

Kyuhyun langsung menarik tengkuk Hyukjae dengan cepat dan mencium bibirnya.

.

.

.

Sehabis mandi, Hyukjae terpana melihat beberapa tanda kemerahan di pertemuan leher dan bahunya. Dia berdiri di depan cermin besar di kamar mandi. Pipinya merona saat tahu apa tanda itu.

Kiss… kissmark? Pikir Hyukjae malu.

Hyukjae mengingat tadi siang, saat hyung tertuanya menyetujui hubungannya dengan Kyuhyun, lalu Kyuhyun menciumnya dengan sangat mesra.

Aduh… Kyuhyun babobagaimana jika ada yang lihat? Pikir Hyukjae sambil menyentuh kissmark dari Kyuhyun itu.

Tepat saat Hyukjae menyentuh tanda kemerahan itu, Jongin masuk ke kamar mandi.

"Oh. Hyukkie Noona. Kau sudah selesai mandi? Dan-hei, kenapa kau memegang lehermu seperti itu?" tanya Jongin.

Hyukjae salah tingkah. "A-ah… gak apa-apa."

Mata Jongin menyipit. "Hei… bukannya itu… kissmark?"

Hyukjae merona. "Aniyo!"

Tetapi di wajah Jongin terpasang cengiran jahil.

"Kyuhyun Hyung sangat berani, yaaa~!" goda Jongin.

"Ap—hei! Ini tidak seperti yang kau pikirkan!" kata Hyukjae panik.

Jongin nyengir menggoda, lalu keluar dai kamar mandi. Pasti sehabis ini dia akan cerita pada Sungmin dan Jinki.

.

.

.

Setelah mengantar Hyukjae, Kyuhyun pergi ke pemakaman. Dia membawa sebuket anyelir pink dan diletakkannya bunga kesukaan ummanya itu di vas di depan nisan ummanya.

"Bagaimana kabar Umma hari ini?" tanya Kyuhyun sambil mengusapnisan ummanya lembut.

Suara gemerisik angin menjawab pertanyaan Kyuhyun. Pacar Hyukjae itu memandangi nisan ummanya.

Ya, umma Kyuhyun sudah meninggal selama hampir setahun. Umma mereka mengalami kecelakaan di Perancis tahun lalu dan tak tertolong. Kyuhyun mengunjungihampir setiap hari, meski dia tahu ummanya sudah tidak di dunia ini. Tetapi Kyuhyun tetap menemui ummanya dan memberitahunya segala hal, termasuk tentang Hyukjae.

Setelah hampir sejam mengunjungi ummanya, Kyuhyun pulang.

Kyuhyun masuk ke rumahnya dengan bernyanyi-nyanyi. Para pelayan keluarga Cho menatap tuan mudanya itu dengan heran, karena sejak masuk gerbang Kyuhyun tersenyum-senyum sendiri dan bersenandung.

Dia hendak menaiki tangga meuju kamarnya ketika disapa seseorang.

"Sedang bahagia, ya, Kyuhyun-ah?"

Kyuhyun menoleh ke arah suara. Menatap seorang namja berusia duapuluh tiga tahun dan memiliki wajah tampan dan tubuh atletis, Cho Siwon, hyung Kyuhyun satu-satunya, tersenyum di ujung tangga.

Kyuhyun mendengus melihat kakaknya. Senyum di wajahnya lenyap.

"Mau apa kau?" tanya Kyuhyun dingin.

"Jangan begitu Kyu. Aku hanya menanyakan kabarmu," jawab kakaknya lembut.

Kyuhyun tidak mempedulikan kakaknya dan menaiki tangga dan tidak mempedulikan kakaknya lagi.

"Sampai kapan kau akan menghindariku, Kyuhyun…" kata Siwon pelan.

.

.

.

Pintu kamar Kyuhyun diketuk pelayan keluarga Cho dengan cukup keras setelah makan malam. Meski begitu, suara ketukan itu membuyarkan lamunan Kyuhyun di dalam kamarnya.

"Tuan Muda Kyuhyun?" panggil pelayan yeoja itu.

Kyuhyun langsung menyembunyikan buku hariannya yang penuh foto Hyukjae di suatu tempat yang hanya dia yang tahu, lalu menjawab pelayannya.

"Masuk!"

Pelayan itu membuka pintu. Kyuhyun menatap pelayannya dengan datar.

"Tuan Besar ingin Tuan Muda menemuinya di ruangannya," kata pelayan itu dengan agak membungkuk dan sangat sopan.

"Sekarang?"

"Ya, Tuan Muda."

"Hhh. Baiklah. Terimakasih," kata Kyuhyun dan berjalan menuju ruang pribadi appanya.

Mau apa appadingin yang lebih mencintai pekerjaanya itu memanggilku? Mengganggu khayalanku saja, batin Kyuhyun agak kesal.

Kyuhyun mengetuk pintu ruang pribadi appanya, Cho Youngwoon.

"Masuk," jawab appanya.

Kyuhyun membuka pintu dan berjalan ke meja besar penuh buku dan laporan-laporan perusahaan. Dia melirik sekilas di sudut ruangan depan rak buku berdiri hyungnya. Perasaannya saja atau hyungnya memang terlihat cemas?

Di sebuah kursi yang mewah, duduklah presiden direktur dari Cho Corporation. "Duduk, Kyuhyun."

Kyuhyun memilih berdiri. "Aku lebih nyaman berdiri."

Cho Youngwoon hanya menghela nafas.

"Kenapa Appa memanggilku?" tanya Kyuhyun datar.

Jangan-jangan hubunganku dengan Hyukjae sudah diketahui... pikir Kyuhyun.

"Aku hanya ingin menanyakan satu hal. Apa semua yang ada dalam foto-foto ini benar?" kata appa Kyuhyun dengan menyebar banyak foto di meja depan Kyuhyun.

Mata Kyuhyun melebar. Semua foto itu berisi dirinya dengan Hyukjae!

Kyuhyun menjadi cemas. Apa yang dari tadi dipikirkannya benar. Jangan-jangan appanya ingin dia—

"Aku sudah mengetahui semuanya. Kau benar-benar pacaran dengan namja yang bernama Lee Hyukjae, Kyuhyun?" tanya appanya menahan amarah.

Kyuhyun diam. Appanya mendesis, kemarahannya mencapai ubun-ubun. Cho Youngwoon lalu bangkit dan mendekati putra keduanya. Siwon terperangah melihat apa yang terjadi selanjutnya.

Ayahnya menampar adiknya!

"Putuskan namja itu!"

.

.

.

Makasih udah baca hingga titik ini.

Balesan review:

Iekha12693:iya, kayaknya aku mau ngubah semua plot awal buat masukin Donghae jadi pengacau hubungan KyuHyuk. Dan buat WS-nya, saya ngubah lagi... soalnya saya pengin masukin Minho. Anyway, thanks udah review :)

Baby baekkie:ini udah lanjut, chingu. Makasih udah review :)

OceanBlue030415:ini udah lanjut, dedek. Makasih udah review :)

Isroie109:ini dah lanjut. Makasih ya udah nyempetin review :)

Youmustbeknowme:inspirasiku hingga saat ini agak mandek. Buat chapter ini aja aku udah susah payah. Haaa~h salahin tu tugas-tugas yang ngerebut semua waktu saya. Makasih ya udah review :)

Ranigaem1:sori banget, tapi kayaknya saya bakalan update lama, buat semua ff saya. Tapi, makasih ya udah baca dan nyempetin review :)

Augesteca:maaf ya kalo ngecewain. Kamu boleh bakar laptop kamu kalo kecewa XD dan buat jawaban pertanyaan kamu... kejawab ini chapter ini. Makasih udah review :)

Ravenilu597:ini, maaf banget lama gak update. Kuliah aja udah ngos-ngosan, gak sempet ngupdate ini ff. Kamu beralih fandom? Jangan khawatir, saya bakalan setia sama Hyukkie en Minseokkie. Saya punya rencana sendiri buat si Ikan, tapi jika saya mewujudin rencana itu, saya bakalan ngubah total ini ff en imbasnya telaaaat banget ngupdate. WS... ah, kamu ngingetin saya mengenai tanggungan satu itu. Belum lagi Mitos... dan lagi, pertanyaan yang mana ya? Saya lupa XD beneran lho, saya lupa. Anyway, makasih udah review :)

Polarise437:ada konflik, tuh dah muncul diatas. Maksud tanggalnya tuh, Jongin lulusan tanggal 12, trus tanggal 14 KyuHyuk nge-date. Makasih ya udah review :)

May 1,

Rain drops lover,

Raito

Ps: kosan saya lagi hujan... bikin ayem tapi saya capek luar biasa mikirin tugas. Tugas beneran membunuh masa muda saya. Besok saya ujian Desain dan ada tugas juga. Doakan saya berhasil bertahan hidup, ne? Makasih udah baca hingga titik ini. Sampai jumpa lagi.