Now and Forever

.

.

.

Disclaimer: Super Junior punya SM Ent, say. Tapi mereka juga punya keluarga mereka, sahabat mereka, fans mereka, dan tentu saja, Tuhan :)

Pair: Evil Maknae and Cutie Monkey

Genre: Romance, ANGST!

Rate: T

Warning1: Maaf jika Anda yang membaca tidak menikmati tulisan ini. Maaf juga kalo ide pasaran. Terinspirasi dari novel BL karangan saya sendiri yang saya buat untuk konsumsi pribadi.

Warning 2: Untuk chapter ini drama banget. Sebelum Anda kecewa, teken tombol close atau back. Please. Please. Please.

Now playing: Super Junior's Daydream. Yang Yoseob's No.

Don't like? I beg you to don't read!

Chapter 8

Kyuhyun terlihat lemas saat Hyukjae membuka pintu rumahnya. Hari itu akhir Februari, Kyuhyun mengunjungi rumah Hyukjae karena Sungmin ingin membuat pesta perayaan Jongin yang lulus SMP dan diterima di Seoul of Performing Art High.

"Kyuhyun—"

Kata-kata Hyukjae dibungkam ciuman Kyuhyun. Tubuhnya dipeluk erat oleh Kyuhyun. Hyukjae merona, tetapi dia merasa ada yang aneh pada ciuman Kyuhyun. Dia merasakan Kyuhyun gelisah, kalut, dan… takut.

Kyuhyun menghentikan ciumannya dan semakin erat memeluk Hyukjae.

"Appaku sudah tahu," bisik Kyuhyun pelan.

Hyukjae mematung. Dari nada suara dan tingkah laku Kyuhyun, appanya pasti—

"Apapun yang terjadi, aku tidak akan melepaskanmu. Pasti."

Hyukjae yakin. Appa Kyuhyun tidak mengizinkan hubungannya dengan Kyuhyun.

Hyukjae menggigit bibir dan mengepalkan tangan, berusaha menahan airmata yang sudah di pelupuk mata. Dia menunduk, agar Kyuhyun tidak melihat ekspresinya.

"A-ayo masuk, Kyu. Di-disini ding-dingin," ujar Hyukjae menahan keras agar suaranya tidak bergetar.

Keduanya melepaskan pelukan dan memasuki ruang keluarga rumah Lee dengan tangan bertautan. Kyuhyun disambut ceria oleh Sungmin, Jinki dan Jongin. Yunho hanya tersenyum tipis melihat Kyuhyun.

"Hai, Kyuhyun-ah!" sapa Sungmin.

"Silakan duduk, Kyuhyun Hyung," kata Jinki.

Kyuhyun duduk bersama saudara Hyukjae di sofa di depan televisi. Hyukjae melangkah ke dapur.

"A-aku mau mengambil kue," gumamnya.

Sungmin melihat ada yang aneh pada adiknya itu, lalu berdiri menyusul Hyukjae.

Di dapur, Hyukjae pura-pura menyibukkan diri pada nampan berisi kue dan teh.

"Hyukkie? Kau baik-baik saja?" tanya Sungmin sambil memegang pundak Hyukjae.

Hyukjae tanpa sadar mengusap airmata di sudut matanya. "Ti-tidak ap-apa-apa, kok, Minnie Hyung."

Sungmin terkejut melihat mata Hyukjae yang merah. "Ceritakan padaku, Hyukkie."

Tak kuat menahan air mata, Hyukjae terisak. Dia langsung memeluk hyungnya dan menangis. Sungmin menepuk-nepuk kepala Hyukjae.

Hyukjae terus menangis dalam diam, tetapi airmata yang meleleh di pipinya terus mengalir. Dadanya terasa sakit, sangat sakit. Dia takut jika Kyuhyun akan pergi darinya.

"Semuanya akan baik-baik saja, Hyukkie," hibur Sungmin.

Hyukjae terus menangis. "Benarkah, Hyung? Benarkah?"

"Ne," jawab Sungmin dengan lebih erat memeluk Hyukjae.

Setelah Hyukjae puas menangis, mereka berdua kembali ke ruang keluarga. Dada Hyukjae bergelenyar perih melihat Kyuhyun yang tersenyum melihatnya.

Kakak adik Lee dan Kyuhyun merayakan pesta kenaikan Hyukjae dan kelulusan Jongin dengan cukup meriah, apalagi kedatangan Ryeowook, Minho dan Kibum menambah suasana lebih ramai. Kyuhyun dan Hyukjae berusaha tertawa dan terlihat bahagia, tetapi dada mereka perih karena takut akan apa yang akan terjadi pada mereka.

Saat tukar menukar hadiah, Hyukjae mendapatkan hadiah yang sangat tidak diduganya.

Kyuhyun memberinya… cincin.

Cincin itu sederhana, platina mengkilat polos dengan ukiran sebuah pola sederhana tapi anggun. Di dalamnya terukir 'From Kyuhyun to Hyukjae with Love.'

Hyukjae terharu atas hadiah Kyuhyun. Airmata mendesak ingin mengalir lagi, tetapi ditahannya mati-matian. Semua bersorak ketika meminta Kyuhyun memakaikan cincin itu ke jari Hyukjae. Dengan malu-malu, Kyuhyun memakaikan cincin dari platina itu ke jari manis Hyukjae. Ukurannya pas (ada yang bilang jika pria yang tahu ukuran cincin pasangannya atau ukuran sepatu anaknya adalah pria yang perhatian dan romantis). Semua bersorak lagi setelah Kyuhyun selesai memasangkannya.

Pesta itu menjadi momen paling membahagiakan untuk Kyuhyun dan Hyukjae, sekaligus momen yang paling menyakitkan.

.

.

Kyuhyun memasuki kamarnya dengan marah. Tadi dia bertemu appanya di ruangan depan.

"Sudah putus?" tanya appanya tadi.

Kyuhyun hanya mendengus dan membanting pintu.

Siwon hanya diam melihat appa dan dongsaengnya. Padahal dia ingin semuanya kembali seperti dulu, ketika ummanya masih hidup. Keluarganya sangat bahagia.

Keadaan tanpa umma membuat Kyuhyun berubah menjadi dingin. Tapi Siwon menyadari akhir-akhir ini adiknya selalu riang dan tersenyum. Dia menyelidiki apa pemicu perubahannya. Awalnya Siwon terkejut kala mengetahui pacar Kyuhyun namja. Tapi kata Changmin, sahabat Kyuhyun, sejak jatuh cinta pada Lee Hyukjae, Kyuhyun berubah. Kyuhyun yang dingin menghilang, yang ada hanya Kyuhyun ceria yang dulu sama ketika ummanya masih sehat dan selalu menyayangi mereka.

Siwon juga sangat menerima Lee Hyukjae. Karena namja itu… menurut penyelidikannya, sangat baik. Dia tidak tahu darimana appa mereka mengetahui hubungan adiknya dengan namja manis bernama Hyukjae itu.

Yang Siwon tahu, adiknya sangat bahagia ketika bersama Hyukjae. Dan Siwon tidak ingin senyum terenggut lagi dari adiknya.

.

.

.

Tanggal 17 Maret, tamu tak terduga datang ke rumah keluarga Lee.

Seorang pria paruh baya mengetuk pintu rumah keluarga Lee.

"Ne?" tanya Sungmin sopan.

"Ini rumah Lee Hyukjae?" tanya Cho Youngwoon datar tetapi sopan.

Entah kenapa, Sungmin merasakan firasat buruk saat melihat pria ini.

"Benar. Ada urusan apa dengan adik saya?" senyum di wajah Sungmin lenyap.

"Aku ingin bicara dengannya," nada Cho Youngwoon lebih terdengar memerintah daripada meminta tolong.

Sungmin diam dan mempersilakan pria ini masuk. Setelah mempersilakan Cho Youngwoon duduk di ruang tamu dan menyajikan teh, Sungmin duduk di depan pria itu.

"SayaLee Sungmin, kakak Hyukjae. Maaf, tetapi Anda siapa?"

"Cho Youngwoon."

Cho Youngwoon? Jangan-jangan abeojiKyuhyun…?

"Saya abeoji Cho Kyuhyun," jawab Cho senior itu seakan bisa mendengar pikiran Sungmin.

"Bisa Sungmin-ssi memanggilkan adik Anda?"

Sungmin menghela nafas dengan gelisah. "Baiklah," kata Sungmin akhirnya.

Sungmin menuju kamar Hyukjae di lantai dua.

Hyukjae turun ke ruang tamu, dan terkejut mendapati tamu untuknya. Dia langsung tahu seketika saat melihat wajah pria yang cukup mirip dengan Kyuhyun.

"Ada yang ingin saya bicarakan, Hyukjae-ssi," kata pria itu.

Hyukjae duduk di depan appa Kyuhyun. Dia sudah tahu maksud kedatangan Cho senior ini.

"Saya ingin Anda berpisah dengan putra saya, Hyukjae-ssi," kata Cho Youngwoon tanpa basa-basi. Dada Hyukjae langsung berdenyut sakit mendengar perkataan appa kekasihnya itu. Dia memang sudah menduganya, tetapi mendengar langsung ternyata sangat menyakitkan.

"Kenapa…?" kata pertama yang keluar dari bibir Hyukjae sangat lirih. Sarat akan perih dan sakit. Dia sudah tak tahu seperti apa ekspresinya sekarang.

Cho Youngwoon memandang Hyukjae geram. "Kalian tidak sadar jika kalian sama-sama namja? Kalian tidak sadar jika itu dapat merusak masa depan Kyuhyun? Kalian tak sadar jika kalian akan dikucilkan masyarakat jika tetap mempertahankan hubungan tak lazim ini?!"

Hyukjae hanya diam. Hatinya pecah berkeping-keping.

"Apakah… apakah mencintai itu salah, Ahjussi?" kata Hyukjae lirih.

"Tidak. Tapi pada siapa kau jatuh cinta itulah yang salah! Saya mohon Hyukjae-ssi, berpisahlah dengan Kyuhyun. Anda hanya akan merusak masa depannya."

Tanpa terasa, airmata Hyukjae turun. Tapi dia harus tegar, harus kuat, apalagi di depan appa Kyuhyun. Dia cepat-cepat menghapus airmatanya.

"Saya tekankan sekali lagi, Hyukjae-ssi. Tolong pisahlah dengan putra saya," Cho Youngwoon berkata dengan nada final, sudah tidak mempedulikan jawaban Hyukjae lagi.

"Terimakasih atas waktu dan tehnya, Hyukjae-ssi. Sampaikan salam pada kakak Anda yang telah berbaik hati menemui saya," kata Cho Youngwoon lalu meninggalkan kediaman keluarga Lee.

Hyukjae sudah tak tahan lagi. Dia menangis dalam diam, hingga Sungmin datang dan memeluknya erat. Sungmin ikut menangis melihat Hyukjae yang sangat rapuh. Hyukjae lalu menangis dengan keras di dalam pelukan Sungmin.

.

.

.

Tanggal 24 Maret.

Seminggu Hyukjae menghindari Kyuhyun. Selama semingguitu pulalah Hyukjae seperti kehilangan nyawanya karena shock atas pernyataan appa Kyuhyun. Dia tidak makan dan tidak bicara, hanya memeluk teddy bear dari Kyuhyun. Dia menjadi sangat tertutup dan selalu mengurung diri di kamar. Yunho, Sungmin, Jinki, Jongin, Ryeowook, Minho dan Kibum sudah berulangkali membujuk Hyukjae agar keluar kamar dan makan. Tetapi Hyukjae selalu menolak.

"Kyuhyun… Kyuhyun…" ratap Hyukjae dengan airmata yang selalu menetes.

Dia sudah memikirkan semuanya. Apa kata-kata appa Kyuhyun. Bagaimana masa depanmereka. Bagaimana masyarakat akan menerima mereka.

Dan satu keputusan diambil Hyukjae.

Dengan mengabaikan rasa sakit yang akan diterimanya, dengan mengabaikan kenangan yang sudah dia punya, dengan mengabaikan betapa dirinya sudah terbiasa, dan dengan mengabaikan perasaan cintanya padanya.

Dia akan menghilang dari kehidupan Kyuhyun, selamanya.

Meskipun itu harus membuat dirinya terluka, tidak apa.

Demi masa depan Kyuhyun…

.

.

.

Lee Yunho menjadi semakin cemas melihat keadaan adiknya yang makin hari makin parah. Dia harus mengambil tindakan, sesegera mungkin.

Entah karena takdir atau apa, program beasiswa profesor Lee Yunho tiba-tiba dikabulkan. Dia mendapat beasiswa luar negeri dancukup jauh dari Seoul, yaitu… Jepang, tepatnya Tokyo.

Dia sudah membicarakan ini dengan ketiga adik-adiknya minus Hyukjae. Dia akan mengajak Hyukjae ke Jepang. Mungkin dengan pindah ke tempat yang jauh dari Seoul akan menyembuhkan hatinya. Semua setuju atas keputusan Yunho. Yunho bahkan sudah mengemasi barang-barangnya dan milik Hyukjae.

Tanggal 30 Maret, Cho Kyuhyun mengunjugi rumah Hyukjae untuk kesekian kalinya. Dia ingin bertemu Hyukjae. Tidak bertemu selama hampir dua minggu membuatnya gila. Kyuhyun sudah ribuan kali mengirimi Hyukjae email dan ratusan kali mencoba menelepon Hyukjae. Tak ada jawaban. Ke rumahnya langsung juga tidak membantu, karena seperti yang terjadi selama seminggu ini, semua saudara Hyukjae menolak mengizinkannya menemui Hyukjae.

Putus asa dan sakit, Kyuhyun kembali pulang dengan hati yang hampa.

.

.

.

31 Maret, Yunho dan Hyukjae sudah siap untuk pindah ke Tokyo.

Sejak Hyukjae diberitahu jika dia akan pindah ke Tokyo, Hyukjae kembali terlihat hidup. Dia memang tidak kembali seperti dulu, tetapi dia sudah terbangun dari keterpurukannya atas penolakan kenyataan jika appa Kyuhyun tidak menghendaki hubungannya dengan Kyuhyun. Dia telah memutuskan.

Di bandara, Sungmin, Jinki, Jongin, Minho, Kibum dan Ryeowook mengantar kepergian Hyukjae dan Yunho. Sungmin dan Ryeowook sudah menangis dari tadi. Minho memandang namja yang menjadi sahabatnya sejak SD itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Sedang Kibum, dia lebih pandai menyembunyikan perasaannya.

Pura-pura tak mengetahui keadaan keluarga dan sahabatnya, Hyukjae malah mengeluarkan ponsel dan memotret langit.

Langit pertama, permulaan… pikir Hyukjae miris.

Semua yang mengantar Hyukjae dan Yunho hanya memandangi heran Hyukjae. Kibum lalu menyerahkan sebuah notes dan sebuah album foto. Notes khusus yang mencatat semua namja yang pernah menembak Hyukjae, dan album foto yang memuat semua kenangan Hyukjae di Seoul.

"Untukmu," kata Kibum pelan.

Hyukjae memeluk notes dan album itu. "Untukku? Benar? Kau akan sangat kehilangan kebiasaanmu ini, lho."

Hyukjae berusaha tersenyum, tetapi sesuatu di dadanya yang hilang membuat dia tidak bisa tersenyum. Akhirnya Hyukjae hanya mengangkat sudut-sudut bibirnya saja.

Minho dan Kibum memeluk Hyukjae. Mereka tidak tega melihat Hyukjae yang begitu rapuh, mungil, kurus dan lemah saat ini, seakan dapat hancur hanya karena sedikit sentuhan.

.

.

.

Masih 31 Maret, tepat setelah tiga kakak adik Lee mengantar Yunho dan Hyukjae, Kyuhyun datang, seperti biasa. Dia langsung mengetuk pintu dan Sungmin membukakannya. Sungmin tersentak, hatinya diliputi rasa bersalah pada Kyuhyun.

"Bisakah hari ini aku menemui Hyukjae, Sungmin-ssi? Kumohon?" pinta Kyuhyun memohon.

Sungmin langsung memeluk Kyuhyun.

"Mianhae, Kyuhyun-ah… mianhae. Yunho Hyung dan Hyukkie baru saja meninggalkan Seoul. Mereka pindah. Maaf, Kyuhyun…" Sungmin tidak tahan untuk tidak menangis. Kyuhyun sudah dia anggap adiknya sendiri.

Kyuhyun sangat terkejut. Hyukkie… Hyukkienya… sudah meninggalkannya. Sekejap, Kyuhyun tahu siapa sesungguhnya penyebab Hyukjae selama beberapa hari ini menghindarinya.

Appanya.

Setelah berpamitan pada Sungmin dengan tergesa, Kyuhyun kembali pulang. Amarah menguasainya. Dia masuk dengan aura gelap dan membuat para pelayan ketakutan. Dia langsung mendobrak pintu ketika sampai di ruang pribadi ayahnya. Appanya hanya diam melihat Kyuhyun.

"Apa yang kau katakan pada Hyukjae?" tanya Kyuhyun datar.

Siwon datang dan menahan bahu Kyuhyun.

"Tenang, Kyuhyun," kata Siwon.

"Apa yang kau katakan pada Hyukjae?!" teriak Kyuhyun. Airmata yang entah sejak kapan ada mengalir di pipinya.

Ayahnya masih diam, lalu mendekati putra keduanya.

"Anak itu sudah pindah ke Tokyo?" tanya Cho Youngwoon.

Amarah Kyuhyun memuncak. "Jadi kau yang mengatur agar Yunho Hyung mendapatkan beasiswa disana! Kau pasti juga memperkirakan jika saudara Hyukjae akan lebih tenang jika dia di Tokyo! Kau sengaja menjauhkannya! Kau…" kata-kata Kyuhyun terputus.

"Aku memang merencanakan sampai sejauh itu, Kyuhyun. Sekarang, kau akan pindah ke Inggris. Sekolah di tempat yang sama dengan kakakmu dulu. Siwon, bantu adikmu mengepak. Kalian boleh pergi," kata Youngwoon datar.

Siwon dibantu seorang pelayan namja menyeret Kyuhyun yang berontak, yang ingin menghajar appanya sendiri, agar kembali ke kamarnya. Adiknya sedang sangat emosional. Di kamar, semua barang Kyuhyun sudah dipak. Kyuhyun meraih ponsel, sim cardnya sudah dipatahkan dan semua data di laptopnya sudah dihapus. Semua, termasuk foto-foto Hyukjae yang sangat berharga.

Kyuhyun dengan panik menuju lemari. Beanie rajutan dari Hyukjae selamat, dia mendesah lega. Lalu dia menuju tempat rahasianya, tempat dia menyimpan buku harian dan semua foto Hyukjae. Dengan tangan gemetar Kyuhyun membuka kotak tempat diarynya. Semua foto Hyukjae yang telah dicetak masih utuh.

Kyuhyun menghela nafas penuh rasa kelegaan. Siwon tercekat melihat adiknya.

Hanya dengan melihat fotonya saja Kyuhyun bisa sangat bahagia… pikirnya pedih.

Kyuhyun menyentuh semua foto Hyukjae dengan penuh perasaan.

"Tunggu aku, Hyukkie… aku akan segera menemuimu setelah kubuat Appa menyetujui kita…" gumam Kyuhyun pelan sambil memeluk buku hariannya.

.

.

.

Makasih udah baca hingga titik ini.

May 2,

Rain drops lover,

Raito.