Now and Forever

.

.

.

Disclaimer: Super Junior punya SM Ent, say. Tapi mereka juga punya keluarga mereka, sahabat mereka, fans mereka, dan tentu saja, Tuhan :)

Pair: Evil Maknae and Cutie Monkey.

Genre: Romance/Angst. Kali ini fluff, semoga.

Rate: T

Warning1: Maaf jika Anda yang membaca tidak menikmati tulisan ini. Maaf juga kalo ide pasaran. Terinspirasi dari novel boys love karangan saya sendiri yang saya buat untuk konsumsi pribadi.

Warning 2: Chapter ini aneh, gak jelas, mengecewakan. Maaf kalo banyak typo. Saya bikinnya dengan mengumpulkan feel yang mulai terkikis. Sebelum nyesel, teken tombol close atau back. Please. Please. Please. Oiya, last chapter :D

Now playing: When You Say You Love Me by Josh Groban. All of Me by John Legend. C'est la Mort by The Civil Wars. Against All Odds versi Mariah Carey. Dan lagu favorit saya sepanjang masa, I'll Stand By You by The Pretenders. Oiya, Propose Song by 4Men :3

Don't like? Just don't read!

.

.

.

Chapter 11

Penghujung tahun itu sudah di depan mata.

Hari-hari Hyukjae seolah melaju semakin cepat. Dia bahkan tak yakin jika sekarang dia masih hidup, karena hidupnya sekarang bagaikan dongeng peri, setelah selama ini dia merasa hidup dalam mimpi buruk.

Kyuhyun yang kembali dalam kehidupannya yang membuatnya merasakan hal cheesy diatas. Mungkin terdengar berlebihan, tetapi memang benar adanya jika kembalinya Kyuhyun membuat hidup Hyukjae kembali berdenyut, kembali berwarna.

Baik Kyuhyun maupun Hyukjae, keduanya senantiasa memanfaatkan tiap detik kebersamaan mereka menjadi lebih berharga. Mereka selalu menciptakan kenangan baru, mengganti ketiadaan satu sama lain selama beberapa tahun perpisahan mereka.

Jika Hyukjae bekerja, maka Kyuhyun selalu mengantar dan menjemputnya pulang, atau mencuri waktu di sela kesibukan jam kantornya agar bisa makan berdua. Jika Kyuhyun terlalu sibuk bekerja, Hyukjae dengan sengaja datang ke kantornya dan memberi Kyuhyun bekal makan siang buatannya. Terkadang jika Kyuhyun sedang egois, dia hanya mendekap Hyukjae seakan seakan seluruh hidupnya bergantung pada dekapan itu, mendekapnya sepanjang hari tanpa mau melepaskan sang kekasih. Atau ketika Hyukjae secara random menjadi murung dan terlihat insecure, karena dia mengira jika Kyuhyun yang di hadapannya sekarang hanyalah khayalan, Kyuhyun dengan senyumnya yang menenangkan kegelisahan Hyukjae meyakinkan jika dia nyata, jika cinta mereka nyata.

Bahwa tak ada lagi yang perlu mereka khawatirkan. Mereka akan selalu bersama, sekarang dan sehari setelah selamanya.

Yang lebih membuat hari-hari mereka terasa lebih istimewa lagi, Kyuhyun selalu memberinya kejutan manis.

Kadang sepucuk surat cinta dengan sekotak white chocholate atau sebuket lily menghiasi meja kerja Hyukjae, membuat semua yeoja di agensi menjerit iri akan perhatian yang diterima namja itu. Atau ketika Hyukjae sedang berjalan-jalan di taman berdua Kyuhyun, tiba-tiba semua orang yang ada disana masing-masing memberi Hyukjae setangkai mawar pink.

Kejadian di taman itu membuat rona merah di pipi Hyukjae hampir permanen. Pelakunya, tentu saja Pewaris Cho Corporation di sampingnya yang tersenyum.

Pernah suatu sore Kyuhyun tanpa banyak bicara membawa Hyukjae pergi, dan akhirnya mereka sampai di sebuah bukit dengan pemandangan kota Seoul di kejauhan.

Mereka menikmati pemandangan yang menakjubkan itu. Kyuhyun tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Dia hanya memandangi kekasihnya, memandang tiap inci dari fisik namja yang begitu dicintainya, dengan pandangan yang begitu memuja. Seakan Hyukjae adalah manusia paling menawan dan sempurna yang pernah Kyuhyun lihat. Betapa Kyuhyun tak pernah bosan memandangi love of his life-nya.

Cara Kyuhyun yang memandangnya seperti itu membuat Hyukjae ingin menangis saking bahagianya.

Atau ketika Kyuhyun membisikkan cintanya.

"Cantik," gumam Kyuhyun setelah puas memandangi Hyukjae, kemudian mencium kulit di bawah telinga kekasihnya. "Kau begitu sempurna," ciuman di sudut mata Hyukjae. "Tercipta hanya untukku," ciuman di dahi Hyukjae.

"Hyukkie... my one and only Hyukkie," bisik Kyuhyun. "I'm so in love with you, my sweet Hyukkie," Kyuhyun mencium bibir Hyukjae, membuat sang namja manis merona atas semua perhatian dan membalas bisikan manis Kyuhyun dengan menghujani wajah Kyuhyun dengan kecupan. Kecupan-kecupan yang lembut, seringan bulu, penuh dengan cinta, afeksi, rasa syukur.

Semua hal yang dilakukan Kyuhyun membuat Hyukjae makin mencintainya, hingga namja manis itu tak yakin jika dia bisa mencintai Kyuhyun lebih dari yang dia rasakan. Dia begitu, begitu, begitu mencintai Kyuhyun.

.

.

.

"Hei, Hyukkie, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," kata Kyuhyun saat mereka mengunjungi tempat favorit mereka saat ini, bukit di pinggiran kota Seoul dengan pemandangan luar biasa indah.

"Ung? Ke suatu tempat?" kata Hyukjae dan menunduk melihat ke dalam mata kekasihnya yang sedang tiduran, menjadikan pahanya sebagai bantal. Jemari tangan Hyukjae tak henti menelusuri helaian cokelat Kyuhyun.

Kyuhyun balas memandangkekasihnya yang menurutnya tak berubah itu. Wajahnya tetap sama, malah semakin imut dan manis, meskipun ada sesuatu di ekspresi Hyukjae yang membuatnya makin dewasa. Rambut halusnya yang sekarang berwarna pirang hanya menambah kesempurnaannya.

"Ne. Besok. Kau bisa?" tanya Kyuhyun dan mengulurkan tangannya, menyentuhkan jemaridi pipi halus Hyukjae. Hyukjae memejamkan mata, menikmati sentuhan lembut Kyuhyun.

"Bisa. Memang kau mau mengajakku ke mana?"

Kyuhyun tersenyum. "Itu rahasia."

Hyukjae menggembungkan pipinya karena kesal. "Kenapa rahasia?"

Kyuhyun tak tahan melihat betapa Hyukjae sangat imut. Dengan menumpukan sikunya, dia mengangkat tubuhnya dan langsung mencium Hyukjae dengan lembut sekaligus menuntut.

Kyuhyun kemudian mendekap erat tubuh ramping Hyukjae ke dalam pelukannya. Membawanya untuk memperdalam ciuman mereka. Mengeksplorasi setiap mili mulut sang kekasih yang entah bagaimana selalu terasa manis bagi Kyuhyun. Dan berapa kali pun Kyuhyun telah merasakannya, tak pernah sedikit pun dia merasa bosan. Bibir merah lembab yang tengah dirasakannya, rambut lembut yang selalu disentuhnya, serta aroma stroberi yang menguar dari tubuhnya, semua menjadi candu baginya.

Kyuhyun melepaskan dekapannya saat merasakan Hyukjae mendorong dadanya pelan. Ciuman itu terputus. Hyukjae langsung menghirup oksigen dan mencoba mengatur napasnya agar teratur. Pipinya yang putih disapu warna merah indah. Kyuhyun melihat bibir dan dagu Hyukjae dileleri cairan, dan mengusapnya dengan ibu jari.

"Mianhae, aku kelepasan," kata Kyuhyun. Entah kenapa, saat menyentuh Hyukjae meskipun hanya setitik kulit saja, hasratnya yang terpendam menyeruak keluar dengan kuat.

"Mmm," gumam Hyukjae pelan, pertanda dia tidak keberatan.

"Jadi, besok jam enam pagi aku menjemputmu, otte? Jangan lupa, bawa pakaian secukupnya," kata Kyuhyun.

"Pakaian secukupnya? Apa kita akan pergi jauh? Kita pergi berapa hari?" tanya Hyukjae.

Kyuhyun terkekeh. "Sudah kubilang, itu rahasia~"

Hyukjae menautkan alis dan mem-pout-kan bibir. "Kau menyebalkan jika main rahasia-rahasiaan seperti ini!" rajuknya.

"Ayolah, cantik. Kali ini, aku benar-benar tak bisa mengatakan tujuan kita," kata Kyuhyun menyapukan ibu jarinya yang sedari tadi masih di sudut bibir Hyukjae ke bibir merah menggoda namja yang lebih tua di antara keduanya.

Hyukjae malah menggembungkan pipi. Kyuhyun ikut-ikutan menggembungkan pipi.

"Jangan bersikap sok imut! Kau menyebalkan!" seru Hyukjae kekanakkan.

"Tapi kau terlalu mencintaiku, kan, Hyukkie?" goda Kyuhyun.

Hyukjae menolehkan wajah ke arah lain karena kesal. Tertawa, Kyuhyun menarik tubuh Hyukjae ke pangkuannya. Kedua tangannya mengunci pinggang ramping Hyukjae.

"Ayolah~ jangan ngambek lagi, ne?" kata Kyuhyun sambil mengecupi leher Hyukjae.

Tak tahan, Hyukjae akhirnya tertawa karena kecupan di lehernya terasa geli.

"Ha-hahahah—ah, hen, hentikan, Kyuuu~ ahahaha, geliiiii," serunya diantara tawa.

Kyuhyun tersenyum diantara kegiatannya mengecupi leher dan kini cuping telinga Hyukjae. Tangannya tak lagi diam di pinggang Hyukjae, tetapi masuk ke dalam sweter oranye yang digunakan namja pirang itu dan menggelitiki kulitnya.

Hyukjae tertawa tak terkendali, hingga akhirnya dia mendorong Kyuhyun dan terjatuh telentang di rerumputan. Napasnya terengah-engah dan pipinya merona karena kelelahan akibat tertawa. Rambut pirangnya yang kontras dengan hijaunya rumput acak-acakan.

"A-aku, hah, hah... akan balas dendam," ancam Hyukjae.

Kyuhyun dengan segera menundukkan tubuhnya diatas sang namja pirang, menahan berat tubuhnya dengan menumpukan tangan di kanan kiri wajah Hyukjae. Hampir tak ada jarak diantara wajah manis Hyukjae dan wajah tampan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum riang, senyum polos layaknya anak kecil.

"Silakan saja, cantik. Memangnya kau bisa apa?" goda Kyuhyun. Dengan sengaja dia menyapukan bibirnya ke bibir plump Hyukjae sekilas.

Hyukjae merona. "Iiiih! Dasar Kyunnie mesuuum!" seru Hyukjae gemas.

Kyuhyun tertawa. Dengan cepat dia menekankan bibirnya ke bibir Hyukjae, memberikan ciuman polos.

"Saranghae," bisiknya.

.

.

.

Esoknya, tepat jam enam Kyuhyun benar-benar menjemput Hyukjae. Hyukjae siap berangkat, tetapi dia tidak menemui Sungmin maupun Jinki.

"Kajja, Hyukkie. Kita bisa kesiangan jika tak berangkat sekarang," kata Kyuhyun.

"Te-tetapi...Sungminnie Hyung dan Jinki tidak ada..."

"Kau bisa telepon mereka nanti. Sekarang, ayo cepat."

Kyuhyun menarik Hyukjae beserta ransel putih yang dibawanya menuju mobil Kyuhyun. Setelah itu Kyuhyun mengemudikan mobil dengan cepat.

Selama perjalanan, karena Hyukjae tak tahu dia akan dibawa kemana, hanya menari-nari aegyo diringi lagu yang diputar radio yang dinyalakan Kyuhyun. Kyuhyun tertawa melihat tingkah imut kekasihnya, dengan sesekali mencubit pipi Hyukjae jika sang namja pirang itu benar-benar terlihat sangat cute.

Setelah hampir mengendarai mobil selama tujuh jam, pemandangan yang dilihat Hyukjae mulai berubah. Dari gedung-gedung besar, rumah-rumah, tanah kosong, hutan... hingga akhirnya pemandangan yang dikenal Hyukjae.

Laut.

Itu berarti—

"Kita ke Busaaan?!" seru Hyukjae. Namja manis itu begitu terkejut hingga dia membuka jendela mobil, membuat udara musim dingin yang membekukan menyeruak masuk.

"Hyukkie, di luar dingin. Masukkan kembali kepalamu," pinta Kyuhyun.

Hyukjae dengan segera menarik kembali kepalanya yang tadi terjulur keluar jendela dan menutupnya.

Hyukjae memandang Kyuhyun dengan berbinar-binar. Dia tak pernah ke laut ketika musim dingin. Namja manis itu sangat antusias, apalagi ketika Kyuhyun melajukan mobil menuju tempat yang terkenal akan pemandangan alamnya, Yeongdo.

Ketika Kyuhyun memarkirkan mobil di pemukiam dekat Yeongdo, Hyukjae langsung keluar dan berlarian di pantai. Tawa riang dan pekikan senantiasa keluar dari bibirnya. Hyukjae juga melepaskan sepatu dan bermain dengan ombak, membuat namja berumur dua puluh dua tahun itu persis anak kecil.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat sang kekasih. Dia tidak menyusul Hyukjae, hanya berdiam di tempat.

Merasa jika Hyukjae sudah puas bermain, Kyuhyun mendekat dan memanggil sang kekasih.

"Kajja. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," kata Kyuhyun. Hyukjae mengangguk riang sambil memakai sepatu, setelahnya dia menghampiri Kyuhyun dan menggenggam tangannya.

Sepasang kekasih itu berjalan-jalan di desa kecil dekat pantai Yeongdo. Jalanannya yang menanjak menunjukkan jika mereka mendaki sebuah bukit. Saat tiba di puncak bukit, Hyukjae bisa melihat mercusuar di dermaga, dan tebing-tebing karang di bawahnya, dengan ombak besar yang menampar-nampar mereka.

Pemandangan di bawah sana begitu mengerikan... tapi juga luar biasa indah.

Tak jauh di puncak tebing itu terdapat beberapa rumah penduduk. Rumah-rumah dengan cat putih kusam atau kuning, untaian kerang yang menghiasi beberapa dinding, koral mati yang berserakan di sepanjang setapak, burung camar yang terbang melintas di langit atas kepala Hyukjae, aroma asin air laut serta suara ombak di kejauhan membuat Hyukjae tak hentinya terpesona... desa di Yeongdo ini begitu indah. Seakan keluar dari lukisan.

Andai saja Hyukjae membawa kamera, tetapi sayang sekali baik kamera maupun ponselnya dia tinggal di mobil Kyuhyun.

Sambil mengayun-ayunkan tangan Kyuhyun yang menggenggamnya, Hyukjae mengikuti kemana sang kekasih membawanya pergi. Dia sangat bahagia hari ini, tetapi entah hanya perasaannya atau tidak, Kyuhyun sedikit menjaga jarak dengannya.

Tapi itu tidak terlalu dihiraukannya.

Tiba-tiba Kyuhyun berhenti di tengah-tengah desa kecil itu. Namja berambut pirang itu mengedarkan pandangannya. Dan di hadapannya, terlihat sebuah gereja kecil berwarna putih gading. Atapnya berwarna hitam, seperti semua bangunan di desa kecil itu. Layaknya gereja, di atapnya terdapat salib, tetapi beberapa ekor camar bertengger disana. Pintunya terbuat dari kayu ek, dengan masing-masing sisi terdapat jendela yang juga terbuat dari kayu ek. Halaman di depan gereja itu sederhana, ditumbuhi rumpun mawar beraneka warna yang membentuk pagar di kanan kiri jalan menuju gereja. Jalan yang menuju gereja itu terbuat dari batuan koral berwarna-warni, menjadikan gereja mungil itu begitu manis.

Hyukjae mengalihkan pandangan dari gereja manis itu ke wajah kekasihnya.

Ekspresi Kyuhyun begitu datar.

"Kyu, gwaenchana?" tanya Hyukjae lembut. Kyuhyun tak menjawab. Menatap Hyukjae pun dia tidak.

"Kyu~" panggil Hyukjae lagi, kali ini sambil menggoyangkan lengannya.

Lagi-lagi Kyuhyun terdiam.

Hyukjae mulai memandang namja di sampingnya khawatir. Perubahan sikap Kyuhyun tidak seperti biasanya. Bahkan barusan dia tidak menggubris Hyukjae.

Kyuhyun tetap memandang lurus ke depan, sama sekali tidak melirik Hyukjae yang masih tetap memperhatikannya.

Oke...tarik napas Cho Kyuhyun...hal seperti ini harusnya bisa kau lakukan dengan mudah...pikir Kyuhyun.

"Lee Hyukjae..." panggil Kyuhyun.

Hyukjae bisa mendengar nada suara kekasihnya yang tidak seperti biasa. Terlalu datar untuk ukuran seorang Cho Kyuhyun, apalagi saat dia memanggilnya.

"Ne, Kyu?" jawabnya dengan senyuman manis.

Kyuhyun akhirnya menatap Hyukjae, lalu menarik napas panjang. "Kita harus bicara."

Hyukjae yang mendengar kalimat itu merasakan firasat buruk. Biasanya, di film-film drama, bila seorang tokoh mengatakan dialog tersebut, ujung-ujungnya sang tokoh akan minta putusdari kekasihnya. Segera dia lepaskan genggaman tangan Kyuhyun. Kyuhyun akhirnya memasukkan kedua tangannya ke dalam kantung jins-nya. Wajahnya serius.

"Aku...lelah dengan hubungan kita saat ini, Hyukjae. Kita tidak bisa seperti ini terus," Kyuhyun berhenti sebentar untuk melihat reaksi namja di hadapannya.

Kyuhyun hampir tak pernah memanggilnya Hyukjae, meski saat dia marah sekalipun. Tanpa disadari, mata bulat sang namja manis kini mengeruh karena menahan air mata yang hendak mengalir.

Ja-jadi...Kyu minta putus? Batin Hyukjae yang mulai merasa perih mengoyak dadanya.

"Mulai hari ini..." Kyuhyun kembali menarik napas panjang, "Aku tidak bisa lagi menjadi kekasih dari Lee Hyukjae..."

Mendengar hal itu, air mata langsung meluncur deras di pipi putih Hyukjae. Otaknya memutar tiap kenangan semenjak Kyuhyun kembali. Jadi... Kyuhyun kembali hanya untuk memutuskan hubungan dengannya? Setelah sekian tahun mereka—

Sampai di sini sajakah? Cinta pertamaku dan satu-satunya yang tragis... batin Hyukjae tambah merana.

"Hyukjae, apakah kau mencintaiku?" tanya Kyuhyun tak mempedulikan Hyukjae yang menatapnya bingung, sedih, sakit, dengan beruraian airmata.

"K-kau yang paling tahu tentang ha-hal itu, Kyuhyunnie. Aku sangat mencintaimu," bisik Hyukjae dengan suara bergetar.

"Kalau begitu... maukah kau melakukan sesuatu?" tanya Kyuhyun lagi.

Tak percaya akan suaranya, Hyukjae mengangguk kaku.

"Jangan bicara apapun sampai aku selesai bicara, arraseo?" Hyukjae kembali mengangguk sebagai respon atas permintaan Kyuhyun. Manik mata Kyuhyun menatap tepat di mata Hyukjae. Tangannya terulur, kembali meraih tangan Hyukjae.

"Kau tahu... dulu aku tak pernah paham arti cinta sejati, aku tidak percaya pada uraian kata para pujangga mengenai hal itu, sampai aku bertemu dengan dirimu. Menjalani hari-hariku bersamamu, menjadi dewasa bersamamu, menemukan arti hidup bersamamu."

"Akhirnya aku tahu cinta sejati adalah suci. Dia lahir dari hati yang terdalam, begitu jernih, begitu murni, begitu polos hingga tidak dinodai oleh nafsu. Dia adalah anugerah dari Tuhan, sebagai hadiah untuk kita para manusia."

"Mungkin aku terdengar gombal, Hyukjae... tapi itu yang aku rasakan padamu. Karena kau, aku mendapatkan cinta sejatiku."

Kyuhyun mengangkat tangan kanan Hyukjae menaruhnya di dadanya. Hyukjae bisa rasakan jika jantung Kyuhyun berdetak tak karuan.

Yang terjadi pada jantung Hyukjae juga.

"Lee Hyukjae, maukah kau selalu menjadi orang pertama yang aku lihat saat aku terbangun dari tidurku?Juga menjadi orang terakhir yang aku lihat sebelum tertidur..."

Kyuhyun berganti mengangkat tangan kiri Hyukjae, dan mengecup pergelangan tangannya—

"Maukah kau berbagi sedihmu, sakitmu, tawamu, senyummu dan cintamu denganku?"

Mengecup telapak tangannya—

"Maukah kau menjadi bagian dari hidupku, menjadi tujuan hidupku,menjadi sumber kebahagianku?"

Mengecup ujung ujung jemari tangannya—

"Maukah kau menghabiskan sisa hidupmu untuk mendampingiku?"

Mengecup jari manisnya—

"Maukah kau berdiri disampingku di altar, dan mengucapkan janji sehidup semati denganku?"

Mengecup punggung tangannya.

"Will you marry me, Lee Hyukjae?" bisik Kyuhyun sambil berlutut di hadapan Hyukjae.

Hyukjae tidak mampu berkata apapun, dia tidak pernah menyangka jika Kyuhyun akan melamarnya. Air mata masih menganak sungai di pipinya.

"Hyukkie..." panggil Kyuhyun lembut pada Hyukjae yang masih terdiam, mata mereka masih saling bertemu. Sebenarnya saat ini Kyuhyun tengah didera rasa khawatir dan panik, takut Hyukjae akan menolaknya.

Tangis Hyukjae semakin bertambah keras. Dia langsung memeluk Kyuhyun dengan erat. Hyukjae tersenyum tulus, lalu mencium lembut bibir Kyuhyun, dengan segenap perasaan cintanya pada orang terkasih.

Kyuhyun mengerti hanya dengan sentuhan kecil dari Hyukjae. Dia balas memeluk calon pasangan hidupnya.

"Terimakasih, chagiya," lalu Kyuhyun menarik tangan Hyukjae, mengajaknya memasuki gereja manis di hadapan mereka.

.

.

.

Di bawah altar suci dalam gereja ini, tengah dilangsungkan sebuah upacara yang sangat sakral. Sebuah pernikahan yang sangat sederhana, hanya di hadiri oleh beberapa orang terpenting dalam hidup kedua mempelai yang akan menikah. Sang Pastor dengan wajah ramah dan penuh kasih membacakan sumpah untuk kedua mempelai.

"Cho Kyuhyun, apakah kau bersedia menerima Lee Hyukjae sebagai suamimu dalam keadaan senang maupun susah, sehat maupun sakit, menyayangi dan menghargainya, hingga ajal menjemput dan memisahkan kalian?"

Kedua mempelai yang sedari dari saling menggenggam tangan tersenyum.

"Aku bersedia," kata Kyuhyun dengan penuh kesungguhan.Bibir Kyuhyun mengucapkannya penuh perasaan seraya memandang pasangan hidupnya.

Hyukjae hampir menangis karena terharu.

"Lee Hyukjae, apakah kau menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu dalam keadaan senang maupun susah, sehat maupun sakit, menyayangi dan menghargainya hingga ajal menjemput dan memisahkan kalian?"

Sang namja berambut pirang bernama Lee Hyukjae itu tersenyum sangat manis pada namja di hadapannya.

"Aku bersedia."

"Kalian telah disatukan di bawah kehendak Tuhan. Silahkan bertukar cincin dan kau boleh mencium mempelaimu," ucap sang Pastor menujukan kalimat terakhirnya pada Kyuhyun.

Cincin berwarna perak itu tersemat dengan indah di jari manis kiri Hyukjae, begitu juga dengan Kyuhyun. Cincin platina polos dengan ukiran kaligrafi nama 'Kyuhyun-Hyukjae,' tak dapat menyaingi betapa berharganya kedua cinta mereka yang telah menyatu.

Kedua tangan Kyuhyun terangkat dan memegang pipi Hyukjae. Lalu perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya di depan wajah Hyukjae yang telah merona dengan cantiknya. Kedua bibir itu menyatu seolah melengkapi ikatan janji mereka seumur hidup untuk terus bersama. Tepukan tangan yang tak ramai di hadirkan oleh orang-orang yang mereka sayangi.

"Chukkae, Hyukkie Noona, Kyuhyun Hyung!" seru Jinki.

Dan seorang yang memiliki tubuh atletis dan lesung pipi, Cho Siwon, hyung dari Kyuhyun juga memberikan selamat. Dia hanya bertepuk tangan, tapi dapat terlihat dengan jelas ekspresi wajahnya yang tampak bahagia. Siwon begitu bahagia melihat namdongsaeng yang sangat disayanginya kini dapat bersatu secara resmi bersama orang yang dicintainya.

"Kalian telah diikatkan oleh takdir. Kuharap setelah ini kalian dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Teruslah berusaha untuk tetap bersama. Pertahankan cinta kalian walau berbagai macam rintangan akan kalian hadapi," nasihat Siwon sambil menepuk pundak Kyuhyun.

"Ne, Hyung. Kami akan berusaha," jawab Kyuhyun.

"Dan kau, Hyukkie, jangan sampai kau membuat Kyuhyun kesal. Kalian sudah menikah, setidaknya kalian harus selalu akur, jangan bertengkar terus-terusan," ucap Sungmin tiba-tiba dengan air mata menggenang deras.

"Ne, Minnie Hyung," jawab Hyukjae dan memeluk hyungnya yang sangat imut itu. Siwon mengelus pundak kekasihnya untuk menenangkannya.

"Semoga Tuhan memberkati kalian," ucap Siwon, Sungmin dan Jinki bersamaan.

Kyuhyun dan Hyukjae membalas doa ketiganya dengan senyuman.

Meski hanya sebagian dari keluarganya yang bisa menjadi saksi peristiwa membahagiakan dalam hidupnya, Hyukjae tidak terlalu mempermasalahkannya.

Karena apapun yang terjadi, Kyuhyun akan selalu bersamanya, sekarang dan selamanya.

.

.

.

Fin.

.

.

.

Akhirnya ff ini selesai jugaaaa XD

Lega, deh, lega~ lalalala lululu lilili

Satu beban berkurang deh.

Makasih buat semua pembaca ff gaje en aneh ini dari awal, saya sangat menghargai waktu yang dibuang buat membaca cerita abal macam ini~ saya cinta kalian semua!

Maaf kalo selama pemrosesan update cerita ini saya sering bikin pembaca kesel kekeke. Maaf juga kalo penjabarannya banyak yang kerasa aneh en janggal, terutama chapter ini dan chapter kemaren, soalnya saya bikin dengan feel yang mulai terkikis abis. Daripada makin jelek karena ini udah jelek dari chapter pertama, maka saya tamatin! Pokoknya ini dah tamat, yeeey!

Dan yang paling penting, semua yang saya tulis itu FIKSI! Jadi ini semua gak ada sangkut pautnya mau dunia nyata! Saya minjem semua tokoh, nama tempat cuman buat senang-senang. Segala kesamaan itu murni karena ketidak sengajaan!

Balesan review.

69912952: Karena ini terakhir kalinya gua bales review loe di ff ini, gua ketik tuh nama loe yang cuman angka-angka mulu :D

Sori kalo loe-nya nunggu~ makasih juga kalo pas loe nunggu kagak sia-sia. Makasih juga udah bilang chapter 10 kemaren keren, padahal menurut gua itu chapter super aneh! Loe kasian ma Nickhun? Gua jugaaa DX tapi sayang sekali, dude, ini dah tamat!

Bukannya kurang suka, Yoojin heran aja. En anyway, Kim Yoojin tu nama asli UEE AfterSchool, lho. Pasti gak nyadar.

Loe suka scene Khun ngecabulin Hyuk? GUA JUGAAA~ Khun seksi abis, dah!

Gak akan ada scene Kyu merkosa Hyuk. Gua mau jaga Hyuk polos selamanya! Hmph! Tapi di Wing's Tale gua mau buat Kyu ngecabulin Hyuk! Itu wajib! Soalnya gua ngebayanginnya Hyuk seksi abis pake hanfu~

Loe distalk fans? Gua juga pernah, bayangin, dari FFn, all the way to DeviantArt, Twitter, FB, mpe Wordpress juga!

Anyway! Makasih banget dah review teruuuus~ gua cinta loe dah! Makasih! :*

OceanBlue030415:Iya akhirnya update mpe sekarang tamat! Yey!

Nasib Khun gak saya jelasin, saya serahin ke imajinasi kamu buat nasib dia selanjutnya kekeke /ketawaevil/

Iya, si Ikan cuman ngeksis nama. Gak apa, kan dia dah pernah nongol dulu-dulu.

Saya gak mau nerusin mpe mereka punya anaaak. Capek soalnya, maaf banget ya~

Pokoknya makasih banget lho ya dah baca en selalu ninggalin review! Saya cinta kamu dah! :*

NovaPolariself: Ya gimana lagi, soalnya bibirnya Hyukkie bikin gak nahan sih, seksi abis~

Iya, ini semangat~ saya bakal update kilat~ makasih selama ini udah review~ Love you :*

Guest: ahu~ makasih udah muji mpe segitunya en ninggalin review~

Sampai jumpa di fanfic selanjutnya~

Aug 4,

Rain drops lover,

Raito^^