Ff Kyumin /Who cares?/yaoi/pervert!Kyu Cute,Ambisius!Min/ No Bash No Flame Mianhae.
slight other office couples
Summary : Sungmin Berambisi mengejar cinta namja idamannya
RATED: M*mecum
AUTHOR:CHOSUNGMI (dedo)
WARNING:YAOI,Gaje,Abal-abal, penggunaan kata yang tidak benar,M-preg*maybe
Genre:romance, brothership,humor*garing krontang*selalu mah
Couple:kyumin always to be Amazing.hehe*dibakar readers
Main cast:Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Other cast: Kim ryeowook
Lee hyukjae
Lee donghae
Kim joongwoon aka Yesung
Lee Henry
Zhoumi
Key
Baro
Supporter in Film : Choi Siwon
Kim Kibum
Disclaimer: Kyumin milik Tuhan yang Maha Esa ,mereka HANYA masih tinggal di Bumi dan di Klaim sementara oleh Orang tua mereka,ELF,JOYER,SPARKYU,PUMKINS,dan...S-A-Y-A#PLAK,
Warning:BOYS LOVE,YAOI, gak sesuai EYD,typo(s),alur yang dipaksakan (makhlum nyesuaiin)dll yang membuat anda tidak nyaman, cerita pasaran
DISLIKE, Don't READ
NO BASH NO FLAME
Sama-sama punya perasaan ne
Jangan coba nge Bash atau nge Flame klo gak Suka
Mianhae
.
Happy reading ^^
.
.
Lope my readers ^^
.
.
.
Seperti biasa, hentak langkah ceria terdegar, namja manis itu seolah tanpa sungkan kembali melompat medium lagi dan lagi di lorong yang seperti pasar. Childish ! Min, namun seolah tanpa hambatan ia menyusuri jalan, tentu saja warga sekolah yang berada di bagian lorong itu sengaja mengalah, kali ini Sungmin melompat lebih tinggi di saat tepat cahaya hangat matahari menyapa tepat di balik jendela. Wajah manis Sungmin sepenuhnya disapa cahaya hingga menambah kesan manis bagi yang sengaja maupun tak sengaja mengamati mulai awal.
"Oh, aku kena asma kemanisan Sungmin-shii." Jerit salah satu murid yeoja di sana.
"Ah~ ketua kesehatan(lee Sungmin) jebal tolong aku, saranghae." Kali ini murid namja menjerit tak mau kalah, bagaimana dengan reaksi Sungmin?.
Tentu saja, sebagai ketua kesehatan yang baik namja itu berhenti, namun hanya sekedar berkedip-untuk berkelit .
Semua terperangah.
sebenarnya banyak jeritan dan panggilan minta tolong yang lain setelah insiden berkedip genit tersebut namun Sungmin lebih memilih kembali berjalan riang untuk mencari mangsa tampannya.
Cho Kyuhyun.
.
.
.
Chapter 5
.
.
"Kau?." Kyuhyun menoleh sempurna pada Sungmin memandangnya dengan kaget dan heran.
"Aku?. " Sungmin sontak kebingungan seraya menunjuk diri sendiri.
"Lee Sungmin." Jawab Sungmin enteng mengerjap begitu polos pada Kyuhyun. Guru tampan itu hanya menggeleng.
"Dari mana kau mengetahui bahwa aku sedang berada dalam gudang perlengkapan?." Kyuhyun yang telah sadar dari acara terkejutnya memilih kembali melanjutkan pekerjaan mengumpulkan alat olah raga.
"Mudah saja." Jawab Sungmin kalem."Jungmo hyung."
"Eh?." Kyuhyun kembali mengabaikan alat olah raga yang ia harus kumpulkan untuk kembali melihat Sungmin yang ternyata tak sendiri. Kyuhyun dapat melihat namja Tinggi di balik tubuh mungil itu tersenyum hormat padanya.
"Mianhae Songsaengnim saya tadi tak sengaja mendapati anda memasuki gudang penyimpanan alat olah raga." Kyuhyun hanya mengangguk sebagai respon.
"Gomawo Sudah mau mengantarku~." Suara Sungmin terdengar mengalun dengan begitu bening, suara yang ternyata di tujukan untuk namja tinggi bernama Jungmo itu, ada sedikit getar aneh dalam hati Kyuhyun saat mendengarnya.
"Sama-sama. Sexy~." Sungmin tersenyum sensual ke arah Jungmo, Kyuhyun melihatnya karena posisi Sungmin dan Jungmo yang memang tidak saling memunggungi Kyuhyun-dari samping.
"Ah~ Cute! Momo."Mendadak telinga Kyuhyun terasa panas.
'Panggilan apa itu?. Momo?. Seperti Sapi.' Umpat Batin Kyuhyun nista.
Sedikit lambaian tangan sebelum kedua remaja belia berpisah. Buru-buru Kyuhyun mengalihkan pandangan, kembali fokus pada pekerjaannya. Mengabaikan kegiatan Sungmin menghidupkan saklar lampu sebelum mengunci kedua sisi pintu gudang hingga hanya menyisakan mereka berdua.
"Jadi apa kau merindukanku Songsaeng?." Kyuhyun terperangah saat lutut putih Sungmin yang tak tertutup celana olah raganya menekan matras yang hendak Kyuhyun pindahkan ke dalam Gerobak mesin pengangkut barang.
Kyuhyun mendongak "Apa maumu?." Tanya Kyuhyun dengan nada dingin.
"Kita kekasih sekarang." Sungmin mengingatkan."Jadi wajar saja menemuimu dengan alasan rindu." Sebagian matras yang telah terangkat oleh Kyuhyun perlahan turun hingga lepas total dari kedua tangan Kyuhyun saat Tubuh Sungmin merangkak menapaki matras menuju sisi matras di mana Kyuhyun tengah berdiri kaku.
"Kita sudah sepakat untuk saling membagi dan memberi kenikmatan, bukan?." Sungmin menggerling nakal seraya mengganti posisi menjadi tidur terlentang di atas matras berwarna biru tua tersebut. Tubuh Kyuhyun mendadak terasa gerah melihat wajah super manis berekspresi nakal Sungmin di tambah dengan pemandangan kaki jenjang mulus dan putihnya menggunakan celana olah raga di atas lutut. Kyuhyun menyerah.
.
"Hanya seperti ini~?." Pertanyaan yang lebih mengarah pada kegiatan merajuk hanya dapat membuat alis Kyuhyun bertaut.
Sungmin mengangkat kepala, menggapai bibir tebal Kyuhyun yang berada di atasnya.
Chup
"Kau hanya kembali menempelkan bibir."Ucap Sungmin sebal sambil berpout ." Kita hanya kembali berciuman lagi dan lagi." Kyuhyun melotot, seolah baru tersadar.
"Benarkah?."Sungmin mengangguk cepat, Kyuhyun mengusap tengkuknya dengan sebelah tangan dan tangan lain masih tetap menopang tubuh."Mungkin merasakan bibir kenyalmu tidaklah cukup untuk sekali." Ucap Kyuhyun apa adanya. Sungmin terpana mendengarnya bahkan namja manis itu telah merona malu.
"Kau pandai membuatku salah tingkah." Sungmin berucap Jujur, Jemari Sungmin mengusap leher jenjang dan kembali berjalan lebih turun.
"Tapi tentu saja semua itu belum cukup untuk menggambarkan kata sebenarnya."
"Ugh!." Kyuhyun meleguh kaget, ia mulai hafal dengan sikap Sungmin, ini sudah kedua kali sejak Kyuhyun mendapati Juniornya-yang masih berbalut celana diremas secara tiba-tiba oleh tangan mungil Sungmin tanpa aba-aba.
"Merasakan sesuatu heum?." Ucap Sungmin memancing, kembali tangan namja manis itu meremas keras junior besar di atasnya, Kyuhyun mencoba bertahan namun semakin membohongi diri namja tampan itu semakin terengah lelah, Sungmin hanya mampu tertawa renyah atas kemenangannya. Dan remasan yang terakhir adalah yang paling kuat di sertai dengan tarikan.
"Ugh!. Kau mendapatkanku." Ucap Kyuhyun dengan suara begitu berat dan mata yang menggelap."Kau membuatku tak lagi Sungkan. Sayang." Diwaktu bersamaan bibir tebal Kyuhyun telah terjamah kasar permukaan tipis bibir Sungmin, menekan lembut kedua legan Sungmin menggunakan lengannya pada matras.
"Nghh...cpklk..cplak.." decakan saliva akibat french kiss terdengar begitu khas, Sungmin secara sepihak melepas tautan. "Aku tidak mau hanya sekedar ciuman." Kyuhyun menyeringai " Siapa bilang hanya itu?." membuka kaitan 5 kancing kemejanya teratasnya menyisakan satu kancing terbawah.
Kyuhyun memandang Sungmin"Selesaikan. Sayang." Sungmin menganga sebelum tersenyum kegirangan, letak tubuh Kyuhyun yang rendah memungkinkan satu tangan sungmin-yang masih tertindi tangan Kyuhyun dapat menjamah kancing terakhir dan membukanya.
"Akh." Kyuhyun mengigit kuat kulit leher Sungmin, imbalan terima kasih sekaligus sebagai tanda dimulainya kegiatan mereka.
*.*.*.*
Tubuh Sungmin terhentak-hentak di atas matras empuk yang mereka tiduri. "Akh tidak seperti itu ssssh akh" Desis Sungmin mengancam."Berhenti~.Andwaeeeee~~ ssshhhh."
Sungmin kembali ribut, Kyuhyun mendengus tanpa rasa bersalah."Ck, apa lagi yang salah?." Kyuhyun kembali menggerakkan pinggulnya tak peduli.
"Ah~ kubilang berhenti." Kyuhyun tetap menggerakkan pinggulnya kasar Merasakan Junior besarnya semakin terasa panas begitu juga dengan milik Sungmin.
Sungmin mendesah, mata bulatnya yang berwarna coklat terang telah berkaca-kaca."Perihhhhhh~ ."
Sungmin memandang namja tampan di atasnya dengan tatapan nanar.
"Pabbo bukan begini~kenapa sedari tadi kau cuma menggesekkan pedang kita, masih menggenakan celana lagi, juniorku perih kena kain, Hueeeeeeee." Jerit Sungmin telah bertumpah air mata, Kyuhyun bergenyit."Bukannya seperti ini sudah terasa nikmat?." Tungkasnya.
"Eh, benarkah?." Sungmin menatap polos. Hanya sedetik setelahnya ia menunjukkan ekspresi sebal" Tentu saja bukan begitu, kata Eunhyuk-"
"Kenapa kau menuruti omongan namja monyet itu, apa yang dia tahu?." Serodok Kyuhyun tak terima, Sungmin menatap datar atas kesongongan Kyuhyun yang berani mengatai dan meremehkan guru yadong ter-daebak sejagat raya para Hyuk Line.
"Dia berkali kali melakukan dengan namjachingunya-Lee Donghae" pandangan Sungmin kembali berubah ramah." Cukup masukkan senjata Kyunnie pada lubang yang semalam Minnie tunjukkan."
"Bukankah itu sangat sempit?." Tanya Kyuhyun frontal."Semakin sempit semakin nikmat." Dan di jawab dengan tak kalah frontal oleh namja belia di bawahnya.
"Sekarang?." Kyuhyun meneguk ludah " Di tempat ini?."
*.*.*.*
Di waktu yang sama.
"Hatshuuuuuuuuu." Eunhyuk bersin dengaan begitu nyaring, alis Yesung terangkat."Tidak biasanya." Yang di maksud hanya memutar pandangan dan mengerjap bingung. Tidak menangkap.
"Maksudmu?." Tanya Eunyuk mencondongkan tubuh, menajamkan pikiran untuk menanggapi.
"Monyet buas, selalu dapat bertahan dalam hutan yang berbahaya sekalipun."
"Jangan samakan aku dengan monyet meski aku menyukai makhluk itu." Eunyuk hanya dapat melayangkan protes, Sejahat apapun ucapan Yesung, Yesung tetaplah seorang hyung yang beda umur jauh darinya, inilah alasan mengapa Eunhyuk tidak segera memukul kepala besar itu.
"Aku tidak melihat Minnie, dimana dia?." Kini Yesung yang ganti bertanya, dan hanya di respon hendikan bahu dari Eunhyuk. Namja bergummy smile itu berniat membuat Yesung dongkol namun naas. Namja dingin itu memilih diam dan kembali mendengarkan penjelasan dari beberapa guru olahraga.
"Cih, ku do'akan kura-kuramu cepat mati dan kau segera ditinggal Ryeowook karena ada laki-laki lain." Eunhyuk bersumpah serapah lirih di sertai dengan bibir yang mencebik maksimal.
Yesung melirik dan berkata-"Aku mendengarmu Hyuk, Ryeowook dan ddangkoma mereka setia berbeda dengan monyet dan ikan amis. "
"Ck, kau selalu berucap dengan peragaan kata yang aneh hyung."
"Aku khawatir." Eunhyuk melongo sedikit dilanda rasa haru"Ka-kau khawatir pada kesehatanku hyung?."
"Guru baru itu." Eunhyuk seolah terjatuh dari gedung.
"Kebiasaan anehmu yang kedua, kau selalu mengganti topik pembicaraan sesuka hati." Yesung menggerung mendengar makian Eunhyuk.
"Aku serius Lee Hyukjae, guru itu mempunyai sesuatu yang mencurigakan." Baiklah kali ini Eunhyuk mulai menanggapi ucapan Yesung , terbukti Eunhyuk memilih diam bahkan tak lagi mengindahkan gerakan senam yang sedang mereka lakukan. Kedua terdiam saling melempar pandang, Eunhyuk menggerakkan kepala singkat sebelum bertanya "apa yang mencurigakan dari guru baru itu?."
"Dia terlalu tampan,- lebih tampan dari aktor yadong Choi Siwon." Ucap Yesung seraya mengangguk mantap bak detectiv. Detik itu juga Eunhyuk menyesali semuanya. Menyesali bertapa bodohnya Yesung.
"Itu alasan pertama" Lanjut Yesung namun buru-buru Eunhyuk membuang muka." Aku tidak mau dengar."
"Alasan kedua data Cho Kyuhyun sang guru baru itu tidaklah lengkap." Eunhyuk tetap membuang muka , Yesung menghendik acuh"Entah dia begitu hebat atau perlu di curigai, tapi perlu kau tahu Cho Kyuhyun sama sekali tak memilik kerabat dalam lingkungan para guru."
Srak
"Hei hei hei, tidak perlu begitu kan?." Yesung terbatuk ringan, Eunhyuk tiba-tiba menerjang tubuhnya dengan mengeratkan pegangan bahu yang hampir mencekik leher.
"Eh, Jinjayo?." Eunhyuk yang memang tak memiliki niat secuilpun untuk menjawab pertanyaan basa-basi Yesung malah balik bertanya.
"Jinja."
.
.
Mobil limousin berhenti anggun di pelataran gedung apartemen mewah.
Detik kemudian pintu mobil terbuka, dua orang bocah lucu berhambur keluar dengan begitu rusuh.
"Pelan-pelan. Sayang." Namja dewasa yang baru keluar dari kursi kemudi buru-buru menghalau langkah kedua bocah itu, tangannya merengkuh dua sosok lucu tersebut kemudian digendongnya. Satu bocah ia gendong dalam lengan sedangkan yang lain di atas bahu.
"Appa cepat pulang ne~." Ucap salah satu bocah dalam gendongan namja kekar itu. Sembari sedikit mengeratkan pengangan di rambut Sang Appa, ia sedang tidak dipegangi.
"Ne, setelah pekerjaan Eomma dan Appa selesai kami akan segera menjemput kalian, nah jangan sampai merepotkan Kyuhyun ahjusshi ne, arrachi?" Kedua bocah itu mengangguk kompak.
Namja lain yang terduduk di samping kemudi hanya dapat tersenyum seraya membenarkan letak kaca mata tanpa berniat keluar dari mobil.
"Cepatlah Wonnie hyung." Namja yang dimaksud hanya menempelkan telunjuk dan ibu jarinya sebagai jawaban non verbal. Secepatnya membawa kedua makhluk imut di gendongannya menuju tempat tujuan sebelum kembali ke dalam mobil.
*.*.*.*
"Kenapa harus di sini?." Kyuhyun menggeleng tak mengerti akan sikap Sungmin.
"Kita lakukan di sini, Minnie akan telajang sekarang!." Sungmin beranjak membuka kaos olahraga namun Kyuhyun cepat menahan kedua lengan Sungmin." Tidakkah melakukan hal di ini sangatlah berbahaya?." Sungmin memiringkan kepala hingga terlihat begitu polos. namun kalimat akan yang diucapkan namja berbibir shape M itu tentu berbanding jauh dari wajah super polosnya-
"padahal Minnie cepat-cepat ingin tahu rasanya bercinta dengan punya Kyu yang besar.". wajah itu terlihat terlalu alim dan childish, Kyuhyun bahkan langsung pening mendengar ucapan kotor tersebut .
"Jika tidak mau Minnie akan marah dan blablablablabla.-"
Chup.
Kyuhyun menempatkan satu kecupan ringan untuk Sungmin. Membungkam kecerewetan beribu kata yang dilontarkan dari bibir namja mungil itu.
"Sssst kita akan melakukannya dengan pelan." Bisik Kyuhyun di depan bibir mungil Sungmin, nafas Sungmin memburu, entah mengapa ia jadi berbalik merasa gugup- melihat raut Kyuhyun berubah begitu serius. Namun tangan mungil itu akhirnya bergerak mengelus pelan pipi pucat Kyuhyun. Keduanya saling berpandangan, dan kembali saling melumat bibir.
Kini ciuman bibir berbeda volume itu semakin intim terjalin, seperti lidah Kyuhyun yang sukses menjelajah rongga mulut Sungmin, merongrongnya dalam, sengaja menggoda dan melilitkan lidahnya dengan milik Sungmin.
"Nghh.."
"Slrup..." Keduanya saling mengganti posisi memiringkan kepala, mencari kepuasan tersendiri dari rasa 'enak' di permukaan.
Saliva keduanya bercampur tertampung penuh dalam mulut Sungmin, hingga lelehan itu turun membasahi dagu putihnya, Kyuhyun meraup sebisa mungkin ia menyesap saliva maupun bibir Sungmin yang terasa begitu manis. Sungmin meremas kemeja di punggung Kyuhyun menepuk pelan mengisyaratkan permintaan memberi ruang dan jeda untuk sekedar bernafas.
Kyuhyun mengabulkannya, memandang Sungmin yang terengah memasok udara, bibir namja manis itu telah berkilat merah serta membengkak, semakin mengeratkan pengangan lengannya pada lengan Sungmin sebelum kembali menyerang.
Kyuhyun beralih mengecup leher putih Sungmin, mencium dalam aroma vanila begitu khas yang mengoar di sana.
"Minh kau sangat wangi..."
"nghhh.." Kyuhyun mengangkat kepala memandang wajah sungmin yang telah bersemu merah hingga ke telinga. Namja tampan itu tersenyum, kembali melesakkan wajahnya pada leher Sungmin dan membuat kissmark di sana. Turun hingga ke bahu Sungmin yang masih tertutup kain, menggigit kecil dan menarik kulit beserta kain tersebut menggunakan giginya.
"Akhhh tidakkkk~ lepaskan kaosnya~~."Sungmin merajuk mencoba menggerakkan lengannya yang terkunci. Kyuhyun mengerti tangannya beralih kerja membuka kaos olah raga Sungmin, membuang ke sembarang arah, hingga pemuda manis itu kini topless menampilkan tubuh putih bagian atas yang bersih tanpa cacat, dan oh jangan lupakan nipple merah muda yang begitu kontras dengan warna dada Sungmin. Kyuhyun menelan ludah susah.
"Nghhaaah" Sungmin mendesah, tubuhnya menggeliat berlebih saat lidah Kyuhyun menyapu nipplenya menggigitinya pelan, Sensasi 'hangat' pertama yang Sungmin rasakan begitu menyenangkan walau Kyuhyun hanya menyentuh bagian yang bisa di katakan paling ringan.
"Kau menyukainya Ming?."
"Nghh iyaahhh.." Sungmin suka sekali dengan cara Kyuhyun mengemut nipple kecilnya dan teriakan protes saat Kyuhyun sengaja menyudahi dengan cara meninggalkan Kissmark di sana.
"Aku ingin dengar responmu tentang ini.." Sungmin memandang Kyuhyun saat kepala keduanya telah berhadapan."Lihat mataku." Sungmin mengangguk seraya mengejap polos."Ahhhh~." Sungmin mendesah keras, Kyuhyun menggesekkan kemaluannya dengan milik Sungmin, Namja manis itu langsung saja mendelik lucu tanda protes.
"Kanapa di gesekkan lagi~ahhhh~." Kyuhyun menyeringai, kembali menggesekkan kemaluan mereka yang masih tertutup kain.
"Ahhh~hentikan." Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin, ia harus lagi-lagi menahan bobot tubuh dengan satu tangan."penisku membesar lagi." Lapor Kyuhyun, Sungmin memutar bola mata malas."Lakukan apa yang Minnie perintahkan semalam, dan semua rasa mengganjal di Junior Kyu akan beres."Kyuhyun terkekeh atas jawaban kotor Sungmin, namja tampan itu segera membukan kancing dan zipper celananya, Sungmin kembali memandang gugup-fokus pada celana Kyuhyun yang akan segera tanggal.
"Kau bisa membuka celanamu sendiri kan Min?." Tersentak, balik memandang pongo atas pertanyaan Kyuhyun."Apa aku harus membantu membukanya?."tambah Kyuhyun menyeringai.
"Tidak." Sahut Sungmin cepat" Tanggalkan busana masing-masing saja."Kyuhyun beranjak dari tubuh Sungmin, secara cepat Sungmin mengganti posisi menjadi duduk membelakangi Kyuhyun. Namja tampan itu menaikkan alis melihat kekikukan Sungmin terhadapnya.
Normal pov End.
Sungmin pov.
"Ke-kenapa jadi malu begini." Gumamku pelan, takut Kyunnie mendengar dan menyadari semua kegugupanku, ini yang pertama untukku. Tapi Minnie tidak menyesalinya, karena ini yang paling Minnie inginkan, di gagahi oleh namja yang punya itu besar.
"Ada yang salah Min.?" Oh, bahkan Minnie belum menyentuh celana oleh raga Minnie, Minnie hanya sanggup mengguk dengan wajah panas tanpa sedikitpun menoleh ke arah belakang. Perlahan tangan Minnie mengelus dada sendiri untuk menenangkan.
Degdegdegdegdeg
Degdehdeg-
Ah~ini buruk, Tangan Minnie bahkan bisa merasakan jantung yang semakin berdetak keras .
Pandangan ku turun tepat pada celana olah raga berwarna merah yang sedari tadi serasa sulit untuk ditanggalkan. Hanya sehelai dan Minnie akan naked kenapa jadi begini susah, Ugh.
"Kau lama. Sayang."
Eh?.
Sungmin pov end.
"Kau lama. Sayang." Bisik Kyuhyun tepat di belakang tubuh Sungmin. Sungmin terlalu sibuk berfikir keras hingga tak menyadari sudah beberapa kali Kyuhyun memanggil namanya.
Sungmin memutar tubuhnya gugup, menghindari endusan panas Kyuhyun pada tengkuknya beberapa detik yang lalu, namun Rasa gugup yang lebih parah menyerang saat mata bulatnya menangkap tubuh Kyuhyun yang ehm... hanya memakai boxer hitam menampilkan kulit pucat dengan arbs samar, Sungmin salah tingkah bahkan duduknya seolah hampir goyah, Tumbang kekanan dan ke kiri benar-benar terasa dan terlihat seperti pemula, seolah terbalik 180 derajat dari awal ke-eksitensian Sungmin menggoda Kyuhyun.
"Hei kenapa aku berbalik merasa menjadi ahjusshi mesum sekarang?."
"Huh?."
Kyuhyun tersenyum hambar, mengacak surai hitam kelam namja manis di hadapannya." Kau tak bersedia melepas celana olah ragamu?." Tangan Kyuhyun turun menuju pipi Chubby Sungmin mengelusnya pelan."Aku tidak tahu kau melakukan ini karena suka atau tidak, namu perlu kau tahu, aku begitu tertarik padamu Lee Sungmin." Namja manis itu mengerjap pipinya memang sudah tak semerah tadi, tetapi masih bersemu merah muda. Menambah kadar menggoda di mata obsidian Kyuhyun.
"Katakan apa maumu Min?."
"Ngh...Minnie terlalu gugup"
"Eh, Jeongmal?." Tanya Kyuhyun memancing.
"Huum,...katanya akan sakit di bagian awal tapi enak di tengah-tengah."
"Di tengah-tengah?." Kyuhyun yang berpredikat sebagai pemula-pun ikut kebingungan"Kau pernah melakukannya kan, maksudku dengan orang lain?." Pertanyaan Kyuhyun sanggup membuat tubuh Sungmin menegang.
'Ah~tidak Minnie harus jawab apa?.' Batin Sungmin tak tenang, bahkan jiwanya telah meraung-raung mengigiti bantal(?).
"Aku tidak pernah berhubungan badan sebelumnya." Ungkap Kyuhyun jujur, tanpa sadar Kyuhyun yang menutup pertanyaannya dan beralih mengganti topik baru untuk Sungmin.
"Oh." Sungmin tak merespon karena terlalu lega tidak perlu menjawab pertanyaan Kyuhyun.
"Anak muda sekarang memang tidak punya aturan, bukan?."
"Huh, apa maksudnya?." Sungmin bertanya balik dengan wajah kagetnya, Kyuhyun melirik Sungmin dengan ekor mata, walau dalam kedaan berhadapan wajah Kyuhyun telah beralih arah.
"kau pasti suka bersenang-senang dengan yeoja atau namja lain." Sungmin memiringkan kepala, detik kemudian ia menepuk kedua telapak tangan di depan wajah Kyuhyun.
"Jika untuk shopping barang Pink dan bekerja kelompok Minnie memang kerap sekali melakukannya." Kyuhyun sedikit kecewa bercampur bingung mendengar nya, kecewa karena Sungmin tak menangkap maksud namja tampan itu, dan bingung dengan ucapan Sungmin yang terkesan begitu ' apa adanya'.
"Lupakan." Ucap Kyuhyun dengan nada begitu rendah, Sungmin mendadak semakin tidak mengerti. Sungmin menggeleng tak percaya"Tidak, tidak, Kyu ingin mengatakan lebih bukan?."Kyuhyun menatap wajah manis Sungmin dalam, menempelkan kedua dahi mereka. Sungmin mengerjap saat Kyuhyun tanpa Sungkan mengikis jarak hingga segini dekat. Rasanya Sungmin tengah di pukul punggung hingga detakan jantungnya terkatuk-katuk keras
"lupakan karena kau membuatku melupakan sesuatu." Sungmin memekik kala Kyuhyun menggigit ujung hidung lancipnya, kemudian dengan sengaja mengatakan hal frontal "Melupakan niat awal untuk segera menunggangimu."Sungmin nampak berfikir sejenak, sebelum kembali melayangkan pertanyaan."Hanya itu?."
Kyuhyun mencium leher Sungmin lamat, berdehem mengiyakan setelah beberapa detik terdiam.
Keheningan terjadi, Sungmin hanya meleguh lirih sedangkan Kyuhyun sibuk menyapu sudut apapun dari tubuh bagian atas Sungmin. Bosan menggunakan bibir, namja tampan itu beralih mengantinya dengan sesuatu yang lebih basah dan panas."Ahhhh~" Sungmin menggigil, lidah Kyuhyun bermain di sela cuping telinga putihnya, menjilatnya tanpa tempo , lamat cepat dan sering acak.
Namja manis itu secara total telah melemas, terbukti saat Kyuhyun berusaha membaringkan Sungmin, dengan cepat tubuh mungil itu terhempas kasar di atas matras.
"Sungmin, Gwaenchana?." Kyuhyun tersentak Sungmin hanya merespon dengan'enghh' dan 'ahhhh~'Wajah Sungmin memerah padam dan mata foxy yang memandang Kyuhyun sendu.
"Kyuhhhhh~"
"Ne?." Sungmin menunjuk lemas celana pendek yang ia gunakan."Lepaskan."
.
*.*.*.*
.
Kyuhyun menahan nafas dengan posisi butt Sungmin yang menghadap tepat di depannya. Meski satu tangannya harus ia gunakan untuk menahan liquid anyir yang baru saja secara mulus keluar dari dua lubang hidung mancungnya, Sungmin tak sengaja menolehpun kaget.
"Eh?. Kyunnie masih mimisan?." Tanya Sungmin polos diberengi dengan kerjapan, Kyuhyun mengengguk jujur, sudah kepalang basah terlihat masa mau mengelak?., namja itu tak mau melakukan hal bodoh. Dia orang awam secara tak langsung tengah berguru para Lee Sungmin, tentu saja mau tak mau namja manis itu harus memakluminya.
Pluk.
Sungmin melemparkan tisu seraya menunggu , saat Kyuhyun tengah menengadahkan kepala untuk menghentikan jalan darah.
"Besar, bulat, dan sintal" Setelah berhenti mimisan Kyuhyun secara tak sadar menilai bokong Sungmin dan dapat di dengar Sungmin. Namja manis itu menyempatkan diri untuk menoleh ke arah dimana tatapan lapar Kyuhyun mulai terlihat begitu jelas.
"Semua milikmu Kyuuuu~" berbarengan dengan berakhirnya ucapan Sungmin maka telah tanggal celana olah raga maupun celana dalam pink Sungmin, Kyuhyun sukses menelanjangi nya. Sungmin kembali membelakangi Kyuhyun.
Sruuuup
"Uwaaaaaaaaa" Sungmin mendelik horor memutar tubuhnya cepat hingga terlentang. Belahan pantatnya basah, ah jangan-jangan.
"Kenapa kau sebegitu terkejut?." Sungmin menganga, apa benar tadi Kyuhyun yang melakukannya?.menjilat? benarkah Kyuhyun telah menjilati bokongnya?.
"Ah, tidak, hanya reflek, ah gerakan reflek karena geli." Sungmin berbohong dengan tersendat.
"Apa yang biasa kau lakukan dengan patner-mu?."
Sungmin mengerutkan kening, berfikir keras, ia harus terlihat yang paling berpengalaman di sini, atau Kyuhyun akan tahu bahwa dia juga orang awam dan semua mimpinya akan gagal.
"Ba-banyak sekali seperti" Sungmin menoleh ke atas menempatkan telunjuk di bibir plum berusaha mengarang jawaban, dia juga sedikit mengingat tontonan yadong yang pernah ia lihat.
"Seperti apa?" Kyuhyun yang tak sabar mengulang ucapan Sungmin dengan nada bertanya.
.
" Sungminhhh..oh shit" Kyuhyun seperti tersengat merasakan hisapan keras dari mulut mungil Sungmin pada 2/3 penis miliknya, Kyuhyun menggerang keenakan hingga tak sadar memajukan pinggul berusaha memasukkan penis nya lebih. Sungmin sontak tersedak mendongakkan wajah protes.
"Mian chagiya." Kyuhyun menepuk-nepuk pucuk kepala Sungmin, namja manis itu masih berlutut dan kembali menghisap penis Kyuhyun. Sesekali melilitkan lidahnya tak lupa gigi kelincinya ikut andil untuk sekedar ikut mengurut dan menggigiti kecil kulit penis Kyuhyun.
"Minniehhhh lebih cepat sayanghhh." Sungmin menurut, menambah hisapan pada junior Kyuhyun, menekan dan mengenyot junior itu sekuat tenaga menggunakan lidahnya, memancing agar hasrat namja tampan itu segera memenuhi mulutnya.
Kyuhyun masih begitu awal untuk selesai, namja itu begitu kuat dalam hal waktu'datang'. Walau dia seorang pemula.
Hampir setengah jam pasangan ini tetap pada posisi, hingga-
"Akhhhh...datanghhhhhh Minghhhkkk." Cairan panas Kyuhyun melebur memenuhi mulut mungil Sungmin, hingga tak tertampung dan meleleh keluar dari bibir ber-shape M itu, Mulut Sungmin menggembung memandang Kyuhyun yang ternyata telah ikut berlutut di hadapannya.
Kyuhyun tak segan melahap bibir Sungmin meminta sebagian cairannya, selebihnya namja belia itu menelan cairan Kyuhyun dengan muka merah padam. Kyuhyun menatap Sungmin semakin bernafsu. Mendorong tubuh mungil itu untuk terduduk di atas matras, mencekeram paha bagian dalam Sungmin dan melebarkannya.
"Ughhh~" Sungmin mendesah tertahan saat Kyuhyun melumuri paha dan selangkangannya dengan cairan sperma yang sedari tadi berada di dalam mulut namja tampan itu.
Keduanya kembali bertatapan dalam ekpresi yang berbeda.
" Setelah ini di apakan?." Sungmin yang tadi meringis karena geli secepatnya mengubah raut menjadi ceria da berbinar.
"Masukkan jari Kyu sebanyak-banyaknya pada lubang Minnie untuk penetrasi agar tidak sakit di masuki " Jawab Sungmin dengan nada heboh walau dalam hati namja polos itu tak yakin sama sekali dengan ucapannya, apa Cuma dua atau sepuluh jari?. Sungmin kembali bertanya secara pribadi pada diri sendiri, namun namja manis itu menjawab dengan gelengan kepala keras tanda ucapan sebelumnya pada Kyuhyun sudah sangatlah tepat.
Kyuhyun mengangguk dan berkata"Baiklah aku akan dengan cepat melakukan penetrasi, Penis Songsaeng sudah keras dan membesar."Kyuhyun berucap tepat di telinga Sungmin. Berakhir dengan menghisap dan mengulumnya kuat.
"unghhh~" Sungmin berdengung suka dengan perlakuan Kyuhyun.
Kyuhyun beralih mencium sekitar leher Sungmin beranjak naik hingga kembali melahap bibir ranum tersebut dan di saat bersamaan namja tampan itu memasukkan langsung dua jarinya pada single hole Sungmin.
"Khmmmmm!." Sungmin langsung saja memekik kesakitan saat jari panjang itu masuk semakin dalam tanpa perasaan(?). namun namja manis itu bertahan untuk tidak berlaku mencurigakan dan berusaha untuk tampak menikmati. Bisa-bisa kebohongannya terbongkar.
"Ngkk.." Sungmin kembali memekik saat satu jari di tambahkan oleh Kyuhyun.
"Apa sakit?." Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka mengecup kelopak mata Sungmin yang tertutup, namja manis itu membuka mata kemudian menggeleng.
"Sedikit, hanya terasa aneh." Kyuhyun mengangguk.
"Cairanku tadi sedikit masuk dalam holemu menggunakan ketiga jariku, aku tidak akan menambah lagi karena sepertinya empat jari akan terasa sangat keterlaluan."
" ...terserah kau saja."Sungmin hanya menunduk kebingungan.
"Baiklah aku akan menggerakkan ketiga jariku."
"Eh, penetrasinya bukannya sudah?." Kyuhyun melongo atas pertanyaan Sungmin. Melihat Kyuhyun yang gamblang tak tahu apa-apa, rasa percaya diri Sungminpun muncul- berasumsi bahwa dialah yang lebih berpengalaman.
"Nghhh, Minnie hanya tinggal menungging dan Kyu memasukkan penis nya saja lalu di dorong dan di tarik dengan keras." Mendengar akhir jawaban Sungmin pada saat itulah Kyuhyun menarik ketiga jarinya, walau Sungmin sempat meringis karena itu, namun namja manis itu berusaha menampakkan raut yang biasa-biasa saja.
Kyuhyun memandang ragu-ragu Sungmin yang membalik tubuhnya untuk menungging di atas matras.
Bokong besar dan putih itu akhirnya terlihat kembali oleh mata obsidian namja tampan tersebut, Kyuhyun kembali merasakan hal mengganjal namun namja itu telah hafal dan beralih memandang bagian bawahnya yang telah mengacung keras dan panjang. Sesuai insting namja itu memperkerjakan tangannya untu mengurut miliknya sendiri hingga semakin menegang.
Semakin keras dan menegang, ketika ia mendapati menoleh dengan mata tertuju penuh ke arah bagian selangkangannya.
"Kesini Min." Kyuhyun memegang pinggul Sungmin menariknya agar semakin mendekat pada tubuhnya.
"Ugh...Kyu~." Sungmin tergerak tak santai saat Kyuhyun menggosok-gosokkan ujung batangnya yang telah mengacung pada lubang openingnya.
Sekali lagi perlu diingatkan bahwa Kyuhyun adalah orang awam dalam bercinta, sedikit ada prasangka aneh pada ucapan Sungmin sebelumnya namja tampan itu tetap mengikuti inrtuksi Sungmin untuk memasukkan penisnya keras.
Jleb
"Akh!"
Kyuhyun benar-benar melakukannya,mendorong miliknya masuk begitu keras ke dalam lubang sempit milik Sungmin hingga masuk sempurna. Sungmin?. tentu saja seperti kehilangan nyawanya saat itu juga, perih,ngilu, sakit dan merasa di di belah menjadi dua.
"Sung...Min...sshhhh." Sungmin tak mengindahkan panggilan Kyuhyun namja itu hanya diam untuk mempertahankan gengsi yang berkepanjangan. namja manis itu terlalu sibuk menganga kesakitan dengan mata bulat yang semakin membulat. Ekpresi yang tak mungkin dapat dilihat Kyuhyun dengan jelas saat ia dalam keadaan membelakangi Kyuhyun.
"Ohhhhh... ..shhhhh...sempithhh." Kyuhyun langsung merasakan keenakan, baru saja masuk dan hole ketat Sungmin telah memijit-mijit Batang besarnya sebegitu rupa. Kembali di hadapkan dengan insting tanpa sadar Kyuhyun telah bergerak cepat masuk keluar dalam tubuh Sungmin mencari kepuasan, menggenjot dengan begitu brutal lalu mendesah keenakan saat kenikmatannya terpenuhi. Keadaan Sungmin?. Namja manis itu hanya meringis semakin menenggelamkan wajahnya pada matras meredam tangis kesakitan, bagaimanapun ini juga yang pertama untuk Sungmin dimasuki.
15 menit kedepan hanya dipenuhi dengan suara gesekan keras kulit penis Kyuhyun yang memasuki Lubang Surga Sungmin, Desisan mulut Kyuhyun, dan desahan tertahan Sungmin.
Kyuhyun telah merasakan kenikmatan Sex menggunakan tubuh montok Sungmin, sedangkan Sungmin tentu masih merasakan kesakitan dari hasil penetrasi yang kurang.
"Sungminhhhh,.. Lubangmu yang terbaikhh." Setelah berucap Kyuhyun kembali menggenjot , menengadahkan wajah menikmati. Sungguh ini begitu enak.
"Uhh~"Respon Sungmin lemah, namun sayang Kyuhyun masih tak menyadari seberapa kacaunya keadaan Sungmin. Kyuhyun ingin lebih, namja tampan itu berusaha mencabut batang besarnya hingga menyisakan ujungnya saja, lalu dengan cepat ia hujamkan sekuat tenaga ke dalam rektum Sungmin. Batang besar itu terlalu dalam serta begitu keras menyentak Prostat Sungmin.
"OHHHHHHHHHHHHHH~" Sungmin sontak menjerit sampai menangis hebat. Ia menangis karena kini rasa sakit itu tergantikan oleh rasa nyaman sekaligus panas. Sungmin baru saja memasuki sesi tengah untuk seorang Uke yang dimaksudkan Eunhyuk.
"Ka-kau kenapa?" Kyuhyun bertanya seraya menggenjot tubuh Sungmin kaget dengan nada jeritan yang kemudian diikuti suara tangisan Sungmin. Dengan sedikit cemas satu tangan Kyuhyun yang menganggur membingkai dari belakang pipi bulat Sungmin merasakan pipi namja manis itu basah, gudang penyimpanan ini memang berada di paling belakang sudut ditambah pula dengan para murid yang masih melakukan kegiatan jasmani di lapangan yang beribu meter jauhnya dari tempat ini.
"La-lagiiiii~" Sungmin menoleh dengan tatapan nafsu dengan air mata yang membasahi pipi gembulnya.
"Kau baik-baik saja?." Pertanyaan Kyuhyun-yang menurut Sungmin bukan pada tempatnya, membuat namja yang telah terhanyut nafsu Sex itu mengeluarkan protes.
"Ahhhh~masukkan penisnya dengan kuat dan dalam"
Kyuhyun menuruti dengan kembali melesakkan kejantanannya. Kontan Sungmin mendesah kesenangan. Rektum Sungmin ikut menyempit dan sedikit melonggar kemudian menyempit lagi, membuat junior Kyuhyun semakin terpijit.
"Sungminhh..ini enak."Kyuhyun menggeram di sela genjotannya.
" ahh...iyaahhhhhhhh seperti itu...oooohhhh ...Big." Kyuhyun tersenyum mesum, semakin mencengkeram pinggul Sungmin, kini semakin bermain kasar hingga tubuh mungil terdorong ke depan dan kebelakang.
"Lebih cepathhhh." Kyuhyun menambah tempo bergeraknya, Sungmin menjerit keenakan. Batang besar Kyuhyun berkali-kali menumbuk sweetspot-nya. Namja manis itu telah berhenti menangis beberapa menit yang lalu bahkan bibir mungil itu telah terbuka dan melengkung dengan begitu bahagia.
Kyuhyun terus menggenjot Sungmin sampai namja belia itu menemui Klimaks pertamanya"Ahhh...ah..ah Oh Tuhan...ah...ah..Kyuhyunnieeeeee~akhhhhh." Cairan sperma Sungmin keluar bersamaan dengan teriakan Matras, Tubuh mungil itu langsung lemas namun Kyuhyun menahan, tetap pada posisi menungging agar tak menghalanginya yang masih meng in-out-kan juniornya dalam tubuh Sungmin, selang menit sedikit lama, akhirnya Kyuhyun pun menyusul
"Oh... Lee Sungminhhh lubangmu nikmat sekalihh.." Kyuhyun menyemburkan cairan panasnya ke dalam lubang surga namja belia itu. Cairan milik Kyuhyun yang tak tertampung meleleh melewati paha Sungmin bersama liquid lain berwarna kontras.
Kyuhyun ambruk menimpa Sungmin, yang telah bertelungkup di atas matras, terengah, mencoba mengisi oksigen dalam paru-paru setelah beberapa detik kesulitan bernafas ketika klimaks melanda .
"Kyuuuuhh~ beraaaat~.." Kyuhyun terkekeh, ia sempat mencium tengkuk Sungmin sebelum beranjak dari tubuh mungil di bawahnya.
"Lelah, Eoh?."
"hhh...Minnie mau lagi, tunggu dulu." Kyuhyun terbahak, ketara sekali bahwa Sungmin tengah memaksakan diri. Apa karena dirinya?. Kyuhyun menghentikan tawa berganti tersenyum sayang.
Baiklah Kyuhyun anggap jawabannya adalah iya.
Kyuhyun telah duduk dan membelai punggung putih Sungmin. Meniti setiap jengkal tubuh namjachingu kecilnya. Pandangan pada tubuh putih itu berakhir, tidak. bukan karena Kyuhyun telah merasa puas memandangi tubuh indah itu, melainkan hal lain yang membuat semuanya terpotong begitu saja, hal lain yang sanggup membuat mata Kyuhyun bergetar tepejar tak terbaca. Pada akhirnya hal itu dapat merubah wajah Kyuhyun jadi begitu dingin.
"Min?."
"Heum."
"Katakan yang sesungguhnya bahwa aku adalah yang pertama bagimu." Sungmin menegang.
"A-apa maksudmu?." Tubuh Sungmin masih terlalu lemas,ngilu dan kaku untuk digerakkan, ia hanya sanggup meringis saat Kyuhyun membawanya terduduk, berada tepat di hadapan namja tampan itu.
"Darah. Kau berbohong padaku." Ucap Kyuhyun dengan wajah stoicnya, Sungmin melongo sampai jemari Kyuhyun menunjuk Matras dan paha dalamnya. Sungmin kembali menganga dan berkata-
"Omo!."
Memang benar. Sungmin juga dapat melihatnya dengan jelas, darah itu menggenang menjadi satu dengan sperma Kyuhyun, darah yang keluar dari dalam lubang senggama Sungmin.
"Aku berniat memasukkannya lagi, tetapi bercak darah yang juga berada di batangku sangat mengangetkan."
"Ma-masa?." Tanya Sungmin dengan wajah piasnya. Kyuhyun hanya diam tanpa ekspresi, entah harus apa setelah mengetahui, Sungmin- masih benar-benar suci sebelum ia -namja 26 tahun merebut kesucian itu.
Kyuhyun melengos, ia benar-benar akan mengecap predikat diri sendiri sebagai ahjusshi mesum.
"Kenapa kau berbohong?." Wajah tampan Kyuhyun terlihat sedikit melunak kini, walau nada suaranya masih terkesan datar. Sungmin hanya menggigit bibir. Mengintip ragu-ragu Kyuhyun dari balik poni hitamnya.
Dia hanya takut Kyuhyun kecewa, Apakah Kyuhyun jauh lebih kecewa kali ini?apa Kyuhyun kecewa?. "Kyuhyunnie apa kau kecewa padaku?."
"Tidak." Sahut Kyuhyun cepat.
"Aku takut kau tak suka 'Uke' amatiran sepertiku."
"..." Kyuhyun tak menjawab dan malah memandang lekat Sungmin.
Sungmin mengambil nafas panjang dan dalam. Saat bayangan dan hipotesis aneh memenuhi pikirannya, yang dibencilah, di buanglah, di ejeklah semua sikap yang terasa hitam memenuhi otak namja manis itu. Ia belum mengenal Kyuhyun sepenuhnya, bisa saja namja tampan itu memiliki salah satu sikap tersebut.
Sungmin mengacak rambut hitamnya penuh kekesalan.
Puk
"Eh?." Namja manis itu mengerjap-ngerjapkan mata bulatnya saat satu tangan besar Kyuhyun bertengger manis di kepalanya. Sedikit mengusap tangan Sungmin yang di gunakan untuk menjambak rambut dengan jempolnya, meminta secara halus untuk menghentikan kelakuan Sungmin untuk menyakiti diri sendiri.
"Aku akan menikahimu Lee Sungmin." Sungmin dengan cepat mendongak membalas tatapan mata kelam Kyuhyun yang terlebih dulu memandangnya.
"Menikah." Ulang Sungmin tanpa terbesit nada bertanya, namja itu kembali mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Aku akan segera mengganti nama margamu, Kita menikah. Dimana setiap malam akan kita habiskan untuk bercinta berdua saja, di atas Ranjang. arrachi?."
.
Tbc
.
.
Halohaaa~*saya baca chap ehm Nc hehehe* bener-bener nguras tenaga*lap keringet
Gomawo jika ada yang nunggu chap ini* Bow
Ini sudah 5k lebih. Harap tidak ada yang penasaran*soalnya konfliknya ya...ng ya itu...
Ringan seperti kapas#plak. Ringan juga seperti berat badan saya*yeeey* ah senangnya turun dua kilo* omongan saya mulai ngawur/ (*7*)
Maaf untuk typo*jika ada lagi mohon maaf *saya sudah berusaha*Mohon maklum*Deep Bow.
Oh ya saya hampir lupa*sorakin readers.
#Big Thanks to.#
BabyMing/ km(2x)/ Guest/ / sary nayolla/ abilhikmah/ kyumin pu(4x)/ sissy/ Mrs Lee/ marcia rena/ ibchoco/ simijewels/ retnopitaelfforever(4x)/ namnam15/ Phia89/ minnie kyumin/ MalaJaeWook/ 137/ Cho Sungkyu(4x)/ Kikkurone/ danactebh/ hapsarikyuku/ .1/ Bels137/ bebek.
***Nah dan ini balasan repyu dari author gaje:
BabyMing/ km(2x)/ Guest/ / sary nayolla/ abilhikmah/ kyumin pu(4x/ 137/danactebh/ .1/Bels137: Ne sudah dilanjut sama saya, gomawooo nenenene?.FIGHTING!*kecup basah*digebukin
sissy: hehe, waduh* kurang mesum chingu?. Hehe saya usahakan. gomawoo
Mrs Lee: ah~ gomawoo, ah yang ini gak di skip chingu ^^, wah saya gak jamin ada kekonyolan di dalam sana, soalnya bukan genre humor*mungkin#plak.
marcia rena: Ah~ lope lope gomawo buat koreksinya* saya akan usahakan mengurangi typo.
Ibchoco: ah eunhyuk paling mesum , gomawo atas pujiannya*meleleh.
simijewels: ah jinja?. Gomawo gomawo mereka serasi kan* tunjuk Kyumin.
namnam15: saya harap chap ini adalah TBC paling tepat buat chingu, *yeeeey*gomawooo.
Phia89: ah~saya makhlum chingu ff ini hiatus lama*hehehe, gomawoo atas repyunya.
minnie kyumin: ne ini udah dilanjut,jinja? Tapi mian genre humor memang gak begitu ada# .
MalaJaeWook: Heum, eon ini dilanjut kok. Ah~ gak apa-apa kok yang penting suka hehehe. Ne ini Kyuminnya lebih mesra kok.
Cho Sungkyu/ Kikkurone: ah~ permintaan chingu ada di chap nie hehehe,gomawoooo ne* ! ^^.
hapsarikyuku: ah sudah tahu line saya ne*saya emang udah tua#plak
Mian saeng, hehehe tapi di chap lima gak di skip kok. Soal perasaan saya memang agak kesana tapi senang juga kalau saeng tahu itu*kyaaaaa*ne gomawoooo.
bebek.: ah setuju dengan pemikiran chingu yang bilang ming mesum tapi pikirannya datar beda ama kyu Seme Mecum* saya suka saya suka*dirajam.
Oh typo lagi* hehe mian saya lagi kurang teliti jarang suka edit chingu*gomawoooooo.
Gomawooo sekali lagi ne, berharap ada chingu baru yang mau merepyu*langsung loncat chap juga gak apa-apa kok*hehehe kalau ada waktu saya akan kembali membalas repyu*kalau gak ada haaaah, saya harus minta maaf terlebih dahulu biar gak dosa*Deep Bow.
Ng... berniat untuk gabung me-review?.*peluk
Gomawo*muach~
