Ff Kyumin /Who cares?/yaoi/pervert!Kyu Cute,Ambisius!Min/ No Bash No Flame Mianhae.
slight other office couples
Summary : Sungmin Berambisi mengejar cinta namja idamannya
RATED: M*mecum
AUTHOR:CHOSUNGMI (dedo)
WARNING:YAOI,Gaje,Abal-abal, penggunaan kata yang tidak benar,M-preg*maybe
Genre:romance, brothership,humor*garing krontang*selalu mah
Couple:kyumin always to be Amazing.hehe*dibakar readers
Main cast:Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Other cast: Kim ryeowook
Lee hyukjae
Lee donghae
Kim joongwoon aka Yesung
Lee Henry
Zhoumi
Key
Baro
Supporter in Film : Choi Siwon
Kim Kibum
Disclaimer: Kyumin milik Tuhan yang Maha Esa ,mereka HANYA masih tinggal di Bumi dan di Klaim sementara oleh Orang tua mereka,ELF,JOYER,SPARKYU,PUMKINS,dan...S-A-Y-A#PLAK,
Warning:BOYS LOVE,YAOI, gak sesuai EYD,typo(s),alur yang dipaksakan (makhlum nyesuaiin)dll yang membuat anda tidak nyaman, cerita pasaran
DISLIKE, Don't READ
NO BASH NO FLAME
Sama-sama punya perasaan ne
Jangan coba nge Bash atau nge Flame klo gak Suka
Mianhae
.
Happy reading ^^
.
.
.
Chapter 6
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
Kyuhyun berjalan kaku melewati beberapa lorong sekolah, ia teringat pembicaraan seriusnya dengan Sungmin beberapa jam yang lalu.
"Aku akan segera mengganti nama margamu, Kita menikah. Dimana setiap malam akan kita habiskan untuk bercinta berdua saja, di atas Ranjang. arrachi?."
"Aku tidak bisa seonsaengnim."
"Wae?. Bukankah dengan ini kau tak perlu menanggung aib sendirian?."
"Minnie tidak menginginkan hubungan terikat melebihi batas kekasih, joesonghamnida."
Kyuhyun berdecak, seharusnya itu tak menjadi beban, padahal itu menjadi sebuah cerita mudah baginya, Sungmin bersedia disetubuhi tetapi namja manis itu tidak meminta lebih. Hei, bukankah itu menyenangkan?. Tapi dirinyalah yang pertama bagi Sungmin, lalu apakah benar ia berhak senang atas rusaknya namja polos tapi sok mesum itu?.
"Seonsaengnim setelah pulang sekolah,ng.. bisahkah kau main ke apartementku lagi?."
"Baiklah."
Kyuhyun mendengus mengingat jawaban yang sempat keluar dari mulutnya sendiri. Namja tampan itu tetap berjalan lurus. Kyuhyun kembali dibuat pusing dengan wajah alim Sungmin saat menawari namja tampan itu, namun satu hal yang Kyuhyun yakin bahwa permintaan Sungmin benar-benar menjurus pada- maksud untuk bercinta kembali- dalam apartement, tempat yang jauh lebih nyaman di banding gudang penyimpanan alat.
"Kyuhyun seonsaengnim, kenapa anda lama sekali?." Panggilan seorang menyentak lamunan Kyuhyun ke permukaan, Jung Yunho- nama dari sekian ratus guru yang telah ia hafal di luar kepala, tersenyum ramah ke arahnya, berdiri tepat di hadapannya, seketika mata Kyuhyun mengedar, sedikit terkejut mendapati dirinya telah berada di tengah-tengah barisan para guru.
"Kyuhyun-shii?."Yunho kembali memanggil.
"Nde?."
"Soal matras dan alat olah raga yang kurang." Yunho memandang sekilas kedua tangan Kyuhyun yang kosong." mengapa anda tak jadi memambawanya?."
Kyuhyun nampak berfikir cepat-hebatnya degan menggunakan stoic face miliknya hingga ekspresinya sedang tak menunjukkan itu. Beberapa alat olah raga yang dipesan memang aman dalam gerobak pengangkut-namun soal matras,benda panjang berbahan empuk itu-yang menjadi saksi bisu kegiatan bercintanya telah dilenyapkan oleh Sungmin-dibakar.
"Ada sedikit kendala." Naas, hanya itu jawaban awal yang baru ia temukan dalam otak jeniusnya. Tapi harus ditekankan bahwa jangan pernah meragukan kemampuan berfikir Kyuhyun dalam menalar tiga kata tersebut.
"Apakah terjadi masalah Kyuhyun-shii.?."
'ini saatnya.'
"Aniya, hanya saja saya tak menemukan alat olah raga berjumlah banyak di sana."
Guru kekar itu tersenyum sebelum menanggapi dengan perkataan yang membuat Kyuhyun tercengang.
"Sekolah kita memang tak menfokuskan pada kegiatan 'melelahkan' seperti ini."
"Tidak terlalu fokus?. Bukankah kegiatan itu masuk dalam agenda resmi sekolah elit ini?." Jung Yunho mengangangguk membenarkan dan tak membantah Kyuhyun.
"Sssht kita tunggu saja Kyuhyun-shii, beberapa hari lagi anda pasti mendapatkan pengarahan dan penawaran menggiurkan." Alis Kyuhyun bertaut membentuk jurang, kilat mata obsidian itu menajam.
"Hanya menunggu Kyuhyun-shii dan hidup anda akan bahagia."Lanjut Jung Yunho memutus kontak kembali menatap lurus, sama sekali tak menyadari Kyuhyun yang menyeringai tepat di sampingnya.
'Hanya menunggu.'
Ulang sinis Kyuhyun membatin.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
Sungmin menegak habis minuman isotonik dalam genggamannya, sama sekali tak mempedulikan namja mochi yang menendang-nendang meja Kantin dan berteriak.
"Itu minumankuuuuuuuuuuuuuu~." Sungmin tetap cuek malah meminumnya sampai kandas.
"Minnie!." Tunjuk Henry berlinang air mata.
"Mengapa tidak menyisahkan sedikitpun?."Tanpa berucap Sungmin menghendik tanpa dosa, Henry memandang botol tersebut sebelum di guncangkanya sia-sia.
"Mochi kau bisa membelinya lagi." Potong Eunhyuk, raja yadong itu bertopang dagu malas melihat kelakuan kekanakan Henry dan Sungmin.
"Seharusnya Minnie hyung menyisahkan untuk ku minum, ciuman tak langsung."
"Dasar gila!." Cecar Eunhyuk. Merasa tersinggung Henry membuang muka , membuat Donghae yang kebetulan duduk di sampingnya melayangkan jitakan pada namja mochi itu.
'Ctak'
"Aww, appo..Yak!. Donghae hyung!." Donghae membuang muka ke arah lain-sebagai balasan tak langsung dari Eunhyuk.
"Ishh! Kalian berdua berkomplot." Protes Henry seraya mengelus tempat jitakan.
"Eunhyuk kekasihku." Jawab Donghae skeptis.
"Dan Donghae kekasihku." Sahut Eunhyuk konyol, Ryeowook hanya terkikik mendengarnya, sedangkan Sungmin seolah tak ikut terpengaruh dengan rancauan para temannya memilih sibuk menepuk- nepuk bahu kiri dan kanannya berulang kali.
Ryeowook yang terbilang paling peka menyadari kejanggalan pada diri Sungmin.
"Waeyo Min Hyung?." Ryeowook mengawali pertanyaan, menyedot perhatian para anggota Hyuk line untuk ikut memandangi Sungmin, seolah tersetrum mereka pun ikut menyadari kejanggalan tersebut.
"Eh?. Aku...ke-kenapa?." Sungmin mengerjap polos tak mengerti. Sontak semua mata di sana mendesah.
"Kau jadi aneh hyung, selain Eunhyuk kau juga yang paling cerewet di sini." Eunhyuk dan Sungmin merasa gendang telinga mereka tengah diiris secara bersama menatap berang Donghae, merasa dalam bahaya namja ikan itu segera memasang tanda peace di tangan. Tentu saja tak berani berkata lebih menohok lagi.
"Kau ada masalah Ming?."
"Ani." Kata singkat Sungmin membuat Eunhyuk melengos kecewa, pasalnya bukan itu jawaban yang ia ingin dengar.
"Ada apa denganmu Minnie changi?, kau yang imut tidak biasanya bersikap begitu dingin."
Seolah tak jera, namja mochi di sebelah Ryeowook ikut bertanya dengan nada genit, Henry memutuskan berdiri dan berjalan menuju Sungmin, berdiri tepat di belakang namja manis itu.
Eunhyuk dan Donghae mengambil ancang-ancang menggeplak kepala Henry, jika kalau namja mochi itu kembali berbuat nekat pada Sungmin-nekat dalam arti pelecehan.
"Ani." Dan lagi-lagi Sungmin menjawab dengan kata yang sama. Henry mendengarnya.
"Mwo?. Ulangi lagi hyung." Henry mendekatkan wajahnya pada cuping Sungmin.
Sudah cukup.
"Kau!." Eunhyuk dan Donghae tanpa sungkan dengan pengunjung lain dalam cafe- berteriak begitu nyaring pada Henry.
"Wooo santai Hyungdeul, jangan berlebihan!." Henry berseru panik melihat beberapa garpu di atas meja telah berkumpul dalam genggaman Eunhyuk, buru-buru melangkah menjauh, namun sangking paniknya sang Mochi tanpa sadar menarik dan mengikutsertakan kursi yang berisi Sungmin. Sungmin nyaris terjungkal jika saja Yesung tak segera menahan kursi tersebut.
Akan terjadi perang kantin– tepatnya pembantaian jika saja Ryeowook, Yesung, serta Sungmin tidak segera melerai Henry dan HaeHyuk.-.-
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
"Mwo?!. Lomba lari lagi!." Setelah jam istirahat berakhir para murid diminta kembali berkumpul di lapangan. Memang kegiatan rutin dan sudah menjadi kebiasaan rutin pula bagi Henry untuk berteriak heboh seperti tadi, Henry lau salah satu anggota Hyuk line yang keelitnnya perlu dipertanyakan.
"Hei, Minnie hyung." Henry menarik lengan Sungmin yang hendak beranjak pergi mengikuti langkah pasangan HaeHyuk serta Yewook yang telah sedikit jauh meninggalkan Sungmin dan Henry.
"Mwo?." Sungmin menyahut dengan wajah lelahnya, namja manis itu merasa sangat-sangat keberatan, untuk kembali diganggu oleh penampakan muka mochi di hadapannya.
.
"Lomba lari berpasangan, kau yang harus jadi patnerku." Sungmin mendengus lirih, lomba lari berpasangan sama saja harus merelakan sebagian tubuhnya ditempeli Henry namja yang kemesumannya langsung bangkit jika dekat dengan orang yang di sukai. Sungmin menggeleng tak setuju, Henry seketika berkaca-kaca memandangnya.
"Oh, tidak-tidak jangan menangis." Protes Sungmin, berjinjit mencoba meraih kepala Henry menepuk untuk menenangkan. Namun belum sempat tangan mungil itu berbuat lebih Henry telah menangis dengan waah super duper ditekuk.
"Henry. Uljima~." Henry tak merespon, tangisannya malah semakin keras sontak kelakuan ini mengusik semua orang di sekitar mereka hinggga menoleh ke arah dua namja populer tersebut.
"Aigo, kau mengaku Seme, kenapa menangis seperti bocah, jangan buat aku malu Henry-ah." Sungmin dibuat kelimpungan sekarang, mata foxy itu mengedar ke segala arah untuk mencari chingudeulnya, tetapi bagai tertelan stunamin mereka berempat sudah tak terlihat lagi. Sungmin kembali fokus menatap Henry langakah kecilnya tertarik untuk mendekat.
"Henry."
Tidak ada jawaban, namja mochi itu tetap menunjukkan ekspresi sedih, Sungmin menggigiti kuku cemas.
"Geure, Sebagai permintaan maaf kali ini mochi boleh meminta apapun?. Hyung janji akan mengabulkannya."
"Eh?.Janji." Henry berbinar dalam waktu singkat, Wajah sedihnya telah hilang entah ke mana, Sungmin mengangguk sebagai balasan, Sudah terlalu mengerti watak Henry. Seperti batu amplasan walau terlihat halus, tetap saja itu benda keras.
"Kalau begitu Minnie hyung." Henry memegang sebelah tangan Sungmin yang masih melayang di udara, mendekatkan pada wajah, kemudian mengecupi pelan jemari mungil Sungmin hingga Sungmin mengulum bibir kesal.
"Tinggalkan Kyuhyun Seonsaengnim." Mata bulat Sungmin makin membulat.
"Mwo?. Mochi kau konyol !." Sungmin merasa tersinggung, mencoba menghentakkan tangan yang tengah dicekal Henry namun sia-sia, karena belum sempat terlepas Henry makin mengerat dan mengunci genggamannya.
Sungmin mendesis, andai saja ada Eunhyuk namja di hadapannya kini pasti telah dipotong kecil-kecil jadi seukuran kue beras. Dibagikan ke sepenjuru pengunjung kantin dan sisanya di berikan ke anjing-anjing penjaga.
"Lepaskan Mochi!. Ini perintah dari hyung-mu!."
"Aniya!. Aku sudah merasakan hal aneh sejak kau berhubungan dengannya." Satu tangan Henry yang bebas meraup pinggang Sungmin, dan mengikis jarah antar keduanya, Henry seolah tak mengindahkan siswa-siswi lapangan yang tengah menyorotinya.
"Lepas~, jangan sok tahu Henry-ah!."
"Dia dan miliknya tidak akan mungkin dapat memuaskanmu!."
Sungmin menengadah, semburat merah menyinggahi kedua pipi Sungmin saat Henry dengan seduktif berbisik tepat di telinganya." Bagaimana jika kau juga mencoba milikku hyung~." Di akhiri dengan mengecupi cuping Sungmin. Salah satu dari banyak bagian tubuh sensitif Sungmin.
"Ughhh~." Sungmin mendesah, namja manis itu cepat sekali terangsang. Spontan mengeratkan satu tangannya pada kaos olahraga Henry.
" Di apartement ku atau di Hotel hyung~?."
"A-apa?." Henry tersenyum, mendapati wajah bingung Sungmin yang sangat manis, namja Mochi itu menunduk mensejajarkan tingginya dengan ukuran tubuh mungil Sungmin.
"Jika kau mau, dengan senang hati aku rela memperbesar penisku untukmu."
"Mwo?, Apa bisa benda itu diperbesar?."
"Tentu saja."
"Dari mana kau tahu?."
" Seharusnya semua namja SMA telah mengetahui berita itu hyung."
"Be-begitukah?." Henry terkekeh atas dasar sikap Sungmin yang Innocent overload dan suka membeo pada keyadongan Eunhyuk itu.
"Ne, dan kau tahu sesuatu hyung~.?" Sungmin menggeleng mendadak kekakuan keduanya mencair dengan topik obrolan ringan seputar yadong mereka.
"Apa?." Tanya Sungmin antusias melupakan bahwa dirinya masih dalam rengkuhan tubuh tinggi Henry.
" Bisa saja Kyuhyun seonsaengnim telah merompak miliknya hingga jadi segitu besar."
" Kau bohong!." Dan taraaa~, belum beberapa detik Henry kembali berulah dan keduanya kembali memulai perdebatan.
"Kyu seonsaeng terlihat begitu licik di mataku."
"Berhenti menjelek-jelekkan orang!."
"Kenapa kau yang sekarang suka membantah hyung?. Apa seonsaeng itu yang mengajarimu?."
"Hentikan!. Kubilang berhenti mencaci!."
"Kenapa kau membela Ahjussi itu hyung?."
"Karena kau tidak sopan, berhenti berbicara kata yang tak sesuai dengan paras polosmu Mochi!." Henry tertawa hambar, Sungmin membentaknya lagi untuk kesekian kalinya di pagi ini. Benar-benar bukan Lee Sungmin yang ia kenal.
"Atau karena kau telah jatuh cinta padanya?."
"..." Tatapan Henry menguhus tajam manik coklat Sungmin, reflek yang ditatap mundur secara bertahap.
Grep.
Perlu di sayangkan, Henry kembali cepat menahan Sungmin, kali ini lebih kasar.
Sungmin memekik beginilah jika tak ada Eunhyuk atau yang lain, kadang Henry bisa jadi orang berbeda di matanya. Possesif yang mengerikan.
"Mochi!. Sakit.!" Semua siswa-siswi yang menonton memekik, sebagian bahkan ada yang meneriaki Henry dengan berani.
" Oh...! " Mata yang semula menggelap kini terlihat kilatan kesadaran lagi, Henry merengkuh tubuh mungil Sungmin kali ini dengan lembut.
"Gwaenchana hyung?." Sungmin mengangguk seraya mengelus pergelangan tangannya yang sedikit memerah.
"Jangan diam jawab aku hyung. Mian aku menyakitimu"
" Gwaencaha, Lupakan saja Mochi." Sungmin melepaskan diri dengan mudah, berjalan meninggalkan lapangan tanpa peduli dengan kegiatan yang masih berlangsung, berjalan semakin meninggalkan Henry, tanpa menyadari senyum sedih yang dilayangkan padanya.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"Kyuhyun Seonsaeng~." Segerombolan siswi tiba-tiba saja berdiri di depan Kyuhyun yang sedang mengecek daftar hadir yang dikumpulkannya dari para guru piket, Kyuhyun menunduk memandang segerombolan anak didiknya dengan pancaran keramahan.
"Ah~ Senang sekali kalian telah mengenal namaku." Ucap Kyuhyun sekedar berbasa-basi, namun siapa sangka segerombolan siswi tersebut malah bersikap rusuh seraya berteriak-teriak nyaring.
"Tentu saja, soalnya Kyuhyun songseng yang paling tampan di sini." Salah satu dari sisiwi bername tag Park Gyuri-dengan blak-blakan mengucapkan kalimat itu dengan nada diimut-imutkan. Kyuhyun mendesah dalam hati, ini terlalu sulit, mereka masih anak-anak sedangkan hal yang tak mengenakkan bertambah ketika namja tampan itu menangkap beberapa guru namja secara terang-terangan mendelik sinis ke arahnya.
Kyuhyun yang sebenarnya bukan namja penyabar khusus berkenaan dengan- saling toleransi dan tata krama, tentu saja merasa gerah. Dalam keadaan seperti ini Kyuhyun mulai memutar otak untuk menghindari hal buruk di hari pertamanya bekerja di SM high school.
"Kyuhyun Seonsaeng, sudah punya kekasih tidak?." Pertanyaan privasi tanpa sungkan dilayangkan untuk Kyuhyun, mendesah samar sebelum tersenyum tanpa sepatah kata-pun terlontar.
"Ayolah Seonsaengnim~" rajuk beberapa gadis serentak .
"Kalian diizinkan untuk menebaknya sendiri." Jawab Kyuhyun tenang, Semua murid yeoja sontak mendesah manja, Kyuhyun memilih sibuk berakting membolak-balik laporan yang berada di tangannya. Oh ayolah sebenarnya ini bukan gayanya.
"Kyuhyun seonsaeng!. Yah!." Kyuhyun tak mengindahkan jeritan minta perhatian itu , tetap berbalik menjauh segerombolan siswi tersebut, memilih bergabung dengan gerombolan siswa tingkat tiga yang sibuk mengadakan pembagian anggota lari marathon.
.
. ..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
"Sepertinya kau sedang sibuk?." Buku tebal yang tengah di baca Sungmin terjatuh karena keget mendengar suara mendadak dari arah belakang tubuhnya.
"Kau." Jungmo menyempatkan tersenyum sebelum berjongkok dan memungut buku Sungmin.
"Ah, sedang tidak sibuk."
"Ah~benarkah?." Jungmo menempatkan dengan nyaman sebelah tangannya pada rak buku perpustakaan tepat di samping kepala Sungmin.
"Ng, hanya bosan di lapangan yang terlalu ramai. Kalau Jungmo hyung sendiri?."
"Hmm, sama sepertimu, jadi hyung lebih memilih mengikuti namja semanis Minnie sampai di sini." Mulut Sungmin menganga.
"Mengikuti?."
" Benar. Bagaimana jika kita bersenang-senang? Di apartement ku mungkin, hanya berdua"
"Untuk apa?."
"To statisfy my hunger." Sungmin tahu maksud dari ucapan Jungmo, namun namja manis itu tetap bersabar seraya memasang wajah polosnya, Sungmin menginginkan kesenangan yang ia kehendaki, dan Jungmo bukan salah satunya. Sedangkan Kyuhyun bagi Sungmin – sementara masih berbeda- dari Henry dan Jungmo.
"Apa hyung ada keperluan lain dengan Minnie?." Jungmo mengerjap tampak berfikir, sejurus kemudian ia mengangguk pasti.
"Kau membawa milik hyung." Jungmo semakin mendekat, sama seperti namja tinggi pada umumnya yang pasti akan menunduk wajah jika berhadapan dengan postur yang lebih mungil macam tubuh Sungmin.
"Eoh, apa itu?." Sungmin memiringkan kepala, tanpa sadar menebar feromon kemanisannya. Jungmo makin menggemasi Sungmin.
"Ng..Minnie telah membawa hati Jungmo hyung pergi bersamamu." Senyum Sungmin memudar, sadar bahwa ia baru saja di gombali, sama seperti semua namja dan yeoja yang pernah melakukan hal serupa, namja manis itu sadar kata-kata Jungmo pasti berlanjut pada-
"Minnie, Saranghae."
"Mianhae Jungmo hyung, aku tidak bisa." Sungmin sudah tak memikirkan lagi perasaan orang lain, ia sudah kebal dan lagipula...
Sungmin benar-benar tak ingin terikat dengan apapun.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"Ngomong-ngomong kenapa kau suka dengan warna pink?." Sungmin menaikkan alis , tanpa berfikir menjawab ia malah balik bertanya polos.
"Kenapa kau seolah tahu?."Kemudian meletakkan dua gelas jus jeruk di meja.
"Seolah?.Berarti tidak suka dengan warna pink?."Kyuhyun mengulang, tidak sadarkah Sungmin bahwa hampir seluruh perabotan apartement nya berwarna pink. Lagi-lagi Sungmin menggunakan wajah alimnya-namun kali ini disertai dengan anggukan tanda menjawab pertanyaan Kyuhyun. Tak lama menarik segaris di bibir, mengukir senyum begitu manis.
"Aku tak ingin terikat Seonsaeng." Kyuhyun terdiam, melihatnya Sungmin semakin tersenyum lebar melanjutkan kata riangnya tanpa beban."Bahkan pada warna sekalipun."
"Apa lagi dengan seseorang." Sungmin hendak berlalu menyodorkan camilan, lengan Kyuhyun mencekal Sungmin, menariknya. Hingga pemuda manis itu jatuh di atas ranjangnya sendiri.
"Apa kata terikat itu buruk untukmu?."
"Iya." Kyuhyun mengecup kedua pipi chubby Sungmin. Menggenggam kedua tangan sungmin dan menguncinya di tepat di sisi kepala Sungmin. Dipandangnya wajah manis nyaris cantik itu.
"Kau cantik Sungmin-nah. Tak kusangka kau benar-benar orang yang telah ku tiduri." Bisik Kyuhyun dengan suara bass-nya. Mendengar bisikan itu Sungmin menatap balik sepasang mata kelam itu dalam, membalas dengan bola mata bulat nan bening miliknya.
"Jika kau lupa, Kita bisa melakukannya lagi." Kyuhyun masih memandang-mengerti apa yang dikatakan Sungmin, dengan tersenyum ia juga mengeratkan kembali genggaman pada pergelangan tangan mungil Sungmin, namja tampan itu kemudian membungkuk meraih tepat bibir mungil Sungmin- dalam lumatan gairah.
Sangat cepat dan tanpa canggung meraba dada, menemukan nipple Sungmin yang masih dalam satu balutan kemeja dan dipilinnya kasar."Akhh Kyu~." Ciuman turun pada bagian rahang menjilat dan menempatkan satu gigitan ketika sudah berlabuh di leher putih Sungmin.
"Manis." Kesan Kyuhyun seraya menjilati bibirnya, meninggalkan kesan 'tak sabar' pada tubuh hangat di bawahnya. Tak butuh lama untuk berfikir Kyuhyun telah mengerjai kemeja, dasi, celana beserta sekutunya, membuang seolah itu adalah benalu penghambat kepuasannya.
Sungmin naked, terhimpit di antara ranjang dan tubuh tinggi pucat Kyuhyun.
"Ahhhh...janganhhh~." Sungmin seakan tersengat listrik saat Kyu menyusu nipplenya yang tegang, mengigiti dan menarik-narik kecil hingga meninggalkan lagi bekas kepemilikan pada tubuh Sungmin.
Sungmin mendesah keras saat jemari nakal Kyuhyun merambat ke arah selangkangan Sungmin, menemukan junior Sungmin lalu meremasnya kasar, mengocoknya berulang-Handjob.
"Oh nghhhh, Kyu~." Sungmin berteriak frustasi, Kyuhyun tak menghentikan bermain dengan juniornya, Gelombang kenikmatan menguasai- dan dalam kurun waktu tak lebih dari semenit Sungmin mencapai puncaknya. Spermanya membasahi tangan Kyuhyun dan perut ratanya.
" ..hah.."Sungmin terlihat kepayahan di awal aktivitas mereka, nafas yang terengah dan peluh yang membayangi tubuh naked itulah saksinya, namun Kyuhyun seolah tak mau tahu lebih memilih menurunkan celana dan boxernya tergesa.
"Aku akan masuk jadi persiapkan dirimu."
"Ng." Sungmin memandang penuh gairah namja tampan di atasnya. Ia ingin cepat dipenuhi oleh Kyuhyun.
"Gwaenchana?." Ucap Kyuhyun tiba-tiba.
"Wae?. Apa ada masalah dengan ku?."
"Aku menghawatirkan keadaanmu setelah waktu pertama kita."
"Tidak, aku merasa nyaman, milik Kyu begitu memuaskan lubang Minnie." Entah namja tampan itu telah berada di atas batas atau apa, tetapi medengar jawaban Sungmin Kyuhyun langsung menyeringai begitu lebar. Tanpa aba-aba memasukkan Junior yang sebenarnya sedari tadi telah siap berada di depan lubang opening Sungmin.
"Ah tahan sayang." Kyuhyun mendorongnya kasar berbeda jauh dengan nada menenangkannya, hanya satu kali hentak paling kasar dan lubang Sungmin tebobol telak.
"Akhhkkkkk!."
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"Nghh...ahhh...ahhhh."
Bless...blesss.
Sungmin tergegap, merasa benda besar dan panjang dalam tubuhnya bergerak tak konstan, begitu brutal, menghasilkan panas yang membakar dinding holenya.
"Shhh..sial..masih ..sempit..kau masih sempit." Tangan Kyuhyun semakin meremas paha dalam Sungmin menariknya berlawanan arah , Sungmin pasrah mengangkang semakin lebar.
"Ngh..ahhh..masuki lebih dalam..buat lubangku longgar...ah..ahhhh."Kyuhyun tersenyum sinis.
"Lee Sungmin...tanpa sadar kau telah membuat-oh nikmat- perintah mengikat padaku." Ucap Kyuhyun kemudian menambah kecepatan genjotan, menghantam prostat namja yang tengah di tungganginya berkali-kali.
" ..ahh.. lebih dalam...ahh." Kyuhyun menatap miris, walau pinggulnya tetap bergerak menuruti keinginan Sungmin, memperdalam genjotan, saliva Sungmin menetes mengalir sampai dagu, Kyuhyun menjilatnya, mencium bibir ranum itu menambah saliva yang tertampung pada mulut Sungmin dan tetap menggenjot.
"AHH!." Pandangan Sungmin memutih, namja itu baru saja mencapai klimaks, cairannya membasahi perut pucat Kyuhyun dan miliknya. Sambil mengatur nafas mata kelincinya juga memandangi Kyuhyun yang masih bergerak dalam tubuhnya.
"Nghh...ngaaah." Sungmin mendesah di sela tubuhnya yang terlunjak-lunjak. Merasakan Junior besar Kyuhyun semakin merasuk, membesar, berkedut cepat dan,-
"Akh!." Sungmin merintih menutup mata, merasakan jumlah cairan yang sebanding dengan ukuran junior Kyuhyun yang begitu besar menyembur deras dalam liangnya.
"Oh..Kyu~." Kyuhyun masih terlalu bertenaga untuk menyodokkan cairannya agar semakin merasuk sempurna dalam tubuh Sungmin.
"Nghh.. Kyuhyun." Mata bulat Sungmin terbuka, sedikit mengerjap polos sebelum berakhir menatap penuh Kyuhyun.
"Ne."
"Minnie Mau lagi~~."
"Baiklah."
Sungmin meminta ringan dan dengan ringan pula Kyuhyun menjawabnya, baik Sungmin maupun Kyuhyun seolah tanpa beban kembali bersetubuh sampai keduanya sama sekali tak kuat dimasuki maupun memasuki lagi.
Benar, hubungan keduanya sejak awal sama sekali tak saling mengikat.
.
"Nghh.." Sungmin mendesah ia ingin menguap tapi tak bisa, mengeratkan selimut pink-nya, namja manis itu masih tak tidur setelah lima jam berada di atas ranjang dengan Kyuhyun, memilih bersandar bersama namja yang tengah memangku laptopnya. Kyuhyun terlihat begitu serius sampai tak menyadari sedari tadi pipi namja manis di sampingnya sudah membulat bagai bola.
"Kyuuu~ sedang apa sih?." Kaki Sungmin menendang selimut-kesal. Kyuhyun sejenak melirik Sungmin dengan ekor matanya lalu kembali fokus pada layar.
"Tidurlah Min." Sungmin mencebik pelan. Menggeleng sebagai jawaban.
"Shirreo." Kyuhyun mengangkat bahu menyerah, sebelum beralih mengambil berkas data yang sempat ia letakkan di meja samping ranjang. Sungmin mengigit selimutnya percuma mengganggu namja di sampingnya begitu terlihat serius itu akan membuang tenaganya. Pandangannya beralih pada jam dinding yang menunjukkan pukul 19.00 KST.
"Aku akan buat makan malam." Sungmin tanpa canggung menggapai wajah Kyuhyun, memalingkan ke arahnya, memangut bibir namja dewasa itu.
"Bagaimana setelah ini kau mengunjungi apartementku?." Sungmin hendak beranjak-dengan tubuh polosnyapun menoleh, Kyuhyun menatap dalam mata bening Sungmin, respon Konyol dari namja manis itu adalah menunduk seraya tersipu malu, Kyuhyun tertegun menahan nafas melihat bertapa adorablenya wajah imut itu, terlihat polos, alim dan-
"Ide bagus, kata Eunhyuk aroma di tempat berbeda dapat menambah kesan lain dalam gairah saat melakuka sex."
Dalam sekejap angan Kyuhyun berubah.
.
.
.
"Kenapa tidak di makan?." Kyuhyun yang tanggap langsung mengarahkan jemarinya pada kumpulan benda hijau pada piring, meminta keyakinan bahwa benda inilah yang Sungmin maksud- tepatnya dirinya dan sayur.
"Aku bermusuhan dengan mereka." Jawab Kyuhyun, Sungmin menatap kasihan.
"Pantas saja kulitmu pucat."
"Tidak juga selama ini aku memang jarang -hampir mustahil kerja lapangan."Sungmin bergenyit aneh, menyuapkan lauk dalam mulut sebelum kembali bertanya."Apakah pekerjaan guru matematika seperti itu, maksudku hanya di dalam membuat soal, menjelaskan dan memberi ulangan yang menyiksa murid?."
"Tidak. Pekerjaanku sebelumnya lebih ke arah ringan, hanya rapat." Jawab Kyuhyun jujur.
"Apa itu berbeda dengan pekerjaan Appa?." Kyuhyun menangkap bahwa Sungmin sedang membahas orang tuanya, namja tampan itu hanya tersenyum.
"Sepertinya tidak. Hampir sama."
Sungmin mengeratkan sumpitnya, menatap lurus Kyuhyun sedangkan tangannya telah mengorak nasi menggunakan sumpit.
"Jangan sampai seperti Appa." Ucapnya lemah. Menunduk singkat untuk sekedar mengigit bibir kemudian balik memandang namja di hadapannya."Dia berikan semuanya, tapi aku tidak suka. Lalu..."lanjut Sungmin di sertai kata yang menggantung.
"Lalu?." Sungmin bungkam sadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan tepat saat Kyuhyun bertanya 'lalu'.
"Aku sudah selesai." Hanya itu yang dapat Sungmin katakan diikuti dengan senyum lebar yang ia bisa, Senyum 'kesepian' yang Kyuhyun tangkap di dalamnya.
"Hei."
"Hmm?."
"Masakanmu sangat enak."
"Gomawo. Tapi sayang, Kyu adalah orang keseribu yang mengatakan itu padaku."
"Dasar bocah."
.
.
Kyuhyun masuk dalam gedung apartementnya dengan tergesa. Sungmin yang di gandengnya mengikuti, langkah kaki Kyuhyun yang lebar membuat namja mungil itu kepayahan. Sungmin jadi ikut gelisah walau sebenarnya cuma dia yang merasakan, Kyuhyun masih dengan wajah datarnya-hanya saja ia terlihat tergesa.
Sungmin tak mengerti dengan apa yang terjadi pada Kyuhyun, setahunya ia masih mendapati sikap tenang dalam mobil bersamanya beberapa menit yang lalu, namun semua berubah aneh saat namja tampan itu menerima panggilan telfon.
Ting
Pintu lift terbuka.
Kyuhyun mengeratkan pegangannya membawa Sungmin masuk. Setelah pintu lift tertutup dan menekan nomer 12- yang ia tujuh. Disandarkannya Sungmin di tembok lift dengan kedua tangan Kyuhyun yang mengukung di sisi kepala namja manis itu.
Dari atas Kyuhyun dapat memandangi wajah putih Sungmin yang berpeluh dan sibuk mengatur nafasnya, Kyuhyun mengusapnya lalu beralih membungkuk untuk menyapu bibir Sungmin dengan bibirnya.
"Apakah Kyu sudah tak tahan ingin melakukan itu lagi?." Tanya Sungmin di sela rasa cepeknya. Berlari cepat bukan hal buruk, tapi lebih buruk.
Kyuhyun menyeringai samar, di saat seperti ini Sungmin bahkan dapat memancing hasratnya dengan kata-kata tak senonoh dari bibir shape M mungil itu. Secepat kilat ia menyambar leher Sungmin mengigitnya kuat hingga sang empu memekik. Desahan lirih terdengar sampai hilang saat pintu lift kembali terbuka di lantai 12.
.
.
.
Sungmin menelan ludah dengan susah payah, mata foxy-nya membulat menatap tak percaya.
Namja manis berdiri di ambang pintu. Tak berdiri bersama Kyuhyun karena namja tampan itu telah memasuki apartement miliknya .
Bukan, bukan karena tempat yang porak poranda.
Apartement Kyuhyun rapi, sangat rapi dan wangi malah- tempat yang tak kalah mewah dengan apartement Sungmin.
"Yak!. Minggir!."
Sungmin pusing, matanya tak fokus seolah mendapati gerakan berlari dua bocah namja-yang berebut mendatangi Kyuhyun telihat bagai slowmotion, pemadangan yang menambah tinta hitam dalam ruang lingkup penglihatanya.
"Eh, nugu?." Salah satu bocah namja berambut merah menarik Sungmin dari kenyataan.
"Me-mereka n-nyata." Gumam Sungmin bersuara robot-khas Sungmin shock, ketiga namja tampan berbeda usia di hadapanya singkron bergenyit.
"Eoh, apa maksudnya?." Bocah lain berambut ungu kelam bertanya pada Sungmin.
"A-aku telah di gagahi oleh namja tampan yang sudah punya dua anak."
Sungmin yang masih meminjam nada robotnya, telah berkaca-kaca dengan pipi yang memerah menahan tangis. Kyuhyun mengurut pelipis pelan.
.
Tbc
.
.
***BH & K- (big hug and kiss) To~:
Mayu ChoLee/bunnykyu/km/Han Min Ji(2X)/retnopitaelfforever/kyumin pu/KMalways89(3X)/BabyMing/KyuMinYadong/BunnyEvilKim(3X)/bebek/ 137/gorjazsimba/Phia89/namnam15/MalaJaeWook/ .1/Kikkurone/simijewels/babyyming/danactebh/minnie kyumin/My Bunny Rena/imAlfera.
Gomawoo atas repyunya nenenene~, saya suka saya suka* tepuk tangan bareng Kyumin,mei-mei(?).
Mian, untuk sedikit* sedikit? Keterlambatan, 2 minggu*digebukin bergilir.
Saya telah berusaha , mohon dimengerti. Soalnya manusia Cuma bisa rencana chingudeul*otak saya kadang bebal gak keluar apa-apa, huks ( T^T).
Songsaengnim, seonsaengnim, sonsaengnim: kayaknya bener semua*nyengir
Tapi saya -yang abal-abal ini pada akhirnya memilih mengikuti kebanyakan kosakata para author lain*hehehehe
Oh ya mereka gak jadi nikah, Ming-nya gak mau#plak.*telat
Ng..bagi yang nunggu konflik, dibuat santai saja dulu dengan Kyumin moment. Alur kadang emang bisa jadi cepet dan lambat kayak *bow.
Repyu lagi ne, biar ada semangat buat ngubek-ngubek kepala ndiri(?).
Repyu...repyu... ^.^ , yang gak masuk saya juga maklum chingu, kalau jadi readers saya juga suka periksa repyu sendiri, udah masuk apa belum*garuk2
Gomawoo ne*muach.
