Ff Kyumin /Who cares?/yaoi/pervert!Kyu Cute, Ambisius!Min/ No Bash No Flame Mianhae.

slight other office couples

Summary : Sungmin Berambisi mengejar cinta namja idamannya

RATED: M*mecum

AUTHOR:CHOSUNGMI (dedo)

WARNING:YAOI,Gaje,Abal-abal, penggunaan kata yang tidak benar,M-preg*maybe

Genre:romance, brothership,humor*garing krontang*selalu mah

Couple:kyumin always to be Amazing.hehe*dibakar readers

Main cast:Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Other cast: Kim Ryeowook

Lee Hyukjae

Lee Donghae

Kim Joongwoon aka Yesung

Henry Lau

Zhoumi

Key

Baro

Supporter in Film : Choi Siwon

Kim Kibum

Disclaimer: Kyumin milik Tuhan yang Maha Esa ,mereka HANYA masih tinggal di Bumi dan di Klaim sementara oleh Orang tua mereka,ELF,JOYER,SPARKYU,PUMPKINS,dan...S-A-Y-A#PLAK,

Warning:BOYS LOVE,YAOI, gak sesuai EYD,typo(s),alur yang dipaksakan (makhlum nyesuaiin)dll yang membuat anda tidak nyaman, cerita pasaran

DISLIKE, Don't READ

NO BASH NO FLAME

Sama-sama punya perasaan ne

Jangan coba nge Bash atau nge Flame klo gak Suka

Mianhae

.

Happy reading ^^

.

.

.

Chapter 8

.

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

.

"Aaaaaah ~ benar kalian nyata di hadapanku~, aku adalah salah satu penggemar dari beribu-ribu fans yang beruntung, terima kasih Tuhan." Sungmin tengah dalam posisi berlutut di lantai, memeluk kaki jenjang Siwon dan Kibum secara bersamaan-memeluknya begitu erat, dan parahnya sudah lebih dari 10 menit ia bertahan di posisi ini, Bahkan Kibum menyandar pada tubuh tegap Siwon karena sudah tak kuasa menahan pegal. Namun tak sampai hati mempunyai niat secuil pun untuk membuyarkan rancauan Sungmin atas kebahagiaan-nya.

"Ahjusshi biar kan saja." Bisik Key yang duduk tepat di samping Kyuhyun.

"Sekali-kali bolos sekolah." Tambah Baro yang duduk di sisi lain, sejak di mulainya kehebohan Sungmin mendapati Kibum dan Siwon saat itulah ketika namja tampan itu berkumpul di sofa dan menjadi penonton yang baik. Kedua bocah itu hanya cengengesan saat Kyuhyun menatap tak suka- pada ucapan mereka.

"Siapamu Kyu?." Kibum menghampiri Kyuhyun setelah Siwon berhasil membuat Sungmin sibuk - mengabulan permintaan Sungmin menandatangani beberapa koleksi film yadong SiBum yang masih sempat ia bawa di dalam ranselnya.

"Huh?. Apa?." Kyuhyun membeo memandang Kibum sayu dengan alis kanan yang ia naikkan tinggi-tinggi.

"Aku tanya siapa dia bagimu?." Ulang Kibum sedikit mengganti isi pertanyaan namun masih mengarah pada maksud yang sama, Kyuhyun memijat pelipisnya untuk menghilangkan kantuk dan mempertajam fokus, entah setelah kegiatan panasnya dengan Sungmin usai tiba-tiba saja rasa kantuknya datang, namja tampan itu menghela nafas sebelum mengatakan bahwa Sungmin adalah namjachingunya.

"Dia namjachinguku. Namanya Lee Sungmin."

"Namjachingu itu apa?." Baro dengan heboh menyela, tubuhnya melunjak ke atas sebagai gesture ingin tahu yang besar. Key hanya mendengus mendengar pertanyaan Baro.

"Ayolah namsaeng, masa namjachingu saja gak ngerti, apa yang kau lihat selama ini di televisi sih?." Tanya Key sok dewasa dan sok mengerti.

"Pororo. Memang apa namjachingu itu?, Baro benci Key hyung yang berbelit-belit, jadi cepat jelaskan. Arraso?"Sahut Baro cepat setengah kesal dengan nada bicara Key-yang menurut Baro- terkesan merendahkannya.

"Kau benar tak tahu?. Dasar payah." Cecar Key bermaksud menggoda, Baro semakin kesal. Kibum apalagi- Sikap Key mengingatkannya pada sifat menyebalkan Siwon yang benar menurun nyata pada sang bocah sembilan tahun itu.-namun namja cantik itu menahan untuk tak bersuara.

"Aish. Jawab saja!."Balas bocah 7 tahun itu ngotot.

Kibum dan Kyuhyun makin sigap mendengarkan, terutama Kibum yang notabene adalah Mommynya-akan reflek menjadi pendengar yang baik untuk menunggu jawaban Key – guna mengukur seberapa mengertinya putra sulungnya tentang dunia luar.

"Namjachingu itu seperti Mommy dan Dad. Mereka selalu makan bersama dan bekerja bersama, punya anak yang tampan seperti kita berdua." Jelas Key seratus persen salah. Kibum dan Kyuhyun bernafas lega mendengarnya.

"Oh, begitu." Key mengangguk mantap, keduanya kemudian mengalihkan pandangan pada Sungmin yang sedang menghitung kaset dalam ranselnya, lalu sibuk berembug- kembali membahas tentang topik namjachingu- hasil karangan mulut mungil Key.

"Mereka payah." Cibir Kyuhyun malas. Sontak saja mendapat pukulan tepat di jidat lebarnya-dari Kibum.

"Setidaknya ini lebih baik, jadi lain kali jaga bicaramu, Evil. Jangan mentang-mentang kau sudah merasa jadi dewasa dan sok mengerti semuanya." Kyuhyun tak mempedulikan ocehan Kibum dan memilih mengelus jidatnya yang baru terkena hantaman manis itu.

.

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

"Kyu~."

Bug

Kyuhyun terjengkang karena Sungmin berlari kencang dan menubruk tubuhnya. Namja manis itu secepat kilat mencium bibir tebal Kyuhyun dengan begitu mesra.

Di saat bersamaan Kibum bertindak cerdas. menipu kedua anaknya dengan berkata.

"Oh, lihat!.ada pesawat terbang jatuh di teras apartement.".

"Mana"

"Oh, pesawat jatuh?." Memang dasar kedua bocah sekolah dasar itu masih sangatlah polos-tentu saja menjadi hal mudah untuk cepat termakan omongan sang Mommy.

"Tetap pandangi teras, jika serius melihatnya maka pesawat jatuh itu akan terlihat dengan jelas. "bujuk Kibum dengan tipu muslihatnya- tapi demi kebaikan, merengkuh tubuh mungil Key dan Baro, menahannya untuk tetap menoleh ke arah jendela besar apartement Kyuhyun, benar- benar reaksi alami yang begitu tepat.

"Ini berbahaya." Ucap Siwon mengelus dada, melihat rentetan kejadian singkat dari kejauhan. Melihat ketiga anggota keluarganya tengah berdiri membelakangi Kyuhyun dan Sungmin yang masih bercumbu dengan ganas-seolah kehadiran mereka bukan lagi menjadi suatu portal-untuk mentoleransi.

.

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

.

"Kyaaaa, sebenarnya aku masih tak percaya bahwa ini memang kenyataan!."

Sungmin kembali dengan rancauan melengkingnya. Matanya yang bening masih memancarkan sorot kerlip seterang bintang pada wajah Siwon dan Kibum.

"Apakah sebahagia itu?." Tanya Kibum tersenyum geli. Langung saja Sungmin mengangguk pasti.

"Syukurlah kalau begitu." Tambah Siwon. Sungmin menatap Siwon.

"Siwon hyung terima kasih sebelumnya atas nasehat itu." Sungmin tersenyum pada Siwon yang duduk di hadapannya pada meja makan persegi panjang, sukses merebut perhatian Kyuhyun hingga memandang Sungmin dari ekor matanya. Meletakkan roti miliknya sebelum memilih menatap penuh namjachingu manisnya itu.

"Apa yang sudah kalian bicarakan?." Tanya Kyuhyun penuh selidik, Sungmin balas memandang tersenyum polos sebelum mengecup singkat bibir tebal Kyuhyun mengabaikan Key dan Baro-yang tak sengaja melihat jadi melongo. Siwon dan Kibum tak kuasa mendesah berat. Menjadi orang tua memang susah-itulah yang sekarang ada di pikiran mereka berdua.

"Tidak ada, hanya perjanjian." Sungmin mengerling nakal.

"Baru kenal dan kau sudah tak menghiraukanku?. Tega sekali."

"Ng..bukan tega, dan Siwon hyung dan Kibum-shii-wajah mereka sangat familiar bagiku, berbeda dengan Kyu yang baru ku temui, baru masuk dalam tubuh ku beberapa hari yang lalu bukan?." Terlalu banyak sensor dan Sungmin seolah tak mengindahkannya.

"Sungmin-ah dan Kyu, aku sebenarnya tidak ingin mengganggu pembicaraan intim kalian tetapi kau tahu Baro dan Key masih berada di sini-mendengar dan melihat semuanya dengan baik." Kibum mengangguk atas ucapan Siwon dengan gesture tidak enak, Sungmin mengambil jarak dari Kyuhyun sebelum menunduk tanda minta maaf.

"Jeongmal Mianhae." Sungmin dia memakan rotinya. Memandang Baro dan Key, sesekali melempar senyum bersahabat-yang pasti langsung di balas dengan senang hati oleh kedua bocah itu.

"Makan dengan benar, tidak boleh bersuara sayang." Kibum menasehati ketika mendapati Baro akan membuka suara pada Sungmin.

"Ne." Baro kembali menggunyah roti isi miliknya dengan tenang.

"Oh!."Setelah beberapa menit keheningan tercipta, Sungmin tiba-tiba memekik. Membuat semuanya reflek berjingkat halus.

"Waeyo?." Tanya Kyuhyun tenang.

"Ssst, Kyu akan tahu nanti." Sungmin tersenyum dan beralih mengambil ponsel yang melekat erat didalam celana seragamnya. Mengetik nama nomer yang ia kenal.

"..." Suara khas line telfon tersambung terdengar oleh semua telinga di sana, tetapi sepertinya Sungmin tak berniat men-loudspeaker pembicaraan-karena namja manis itu tahu, ucapan Eunhyuk pastilah lebih bersensor dari ucapannya. Sangat berbahaya bagi dua bocah di dekatnya.

"Panggil aku hyung dan katakan Yeobboseo terlebih dahulu, arrachi?. Baiklah kita mulai. Han dul set." ucap Sungmin riang. Menghitung lucu dengan ekspresi makhluk taman kanak-kanak miliknya.

"..."

"Hyukkie, ada kabar gembira pagi ini untuk chingudeul." Semua masih memandang Sungmin.

"..."

"..."

Sepertinya sambungan orang di sana berbicara terlalu banyak hingga Sungmin hanya diam menahan ponselnya di telinga"Sudah bicaranya?, ng..ini giliranku kan?."

"Aku .Bertemu. Aktor. Choi Siwon. Dan Kim Kibum . Atau .Choi Kibum." Kyuhyun langsung sadar dan tahu siapa yang tengah di hubungi Sungmin, benar-Si Eunhyuk. Pasti namjachingunya sedang melaporkan penemuan sepupunya itu.

"..."

"Ish, kau memerintahkanku untuk bicara pelan, dasar namja plin-plan."

"..."

"Percayalah, bahwa aku bertemu dengan CHOI SIWON DAN KIM KIBUM karena mereka adalah sanak saudara dari CHO KYUHYUN, dengar kau monyet?."

" PUJI CHO KYUHYUN!." Kali ini semua orang dapat mendengar tiga kata itu dengan jelas termasuk Kyuhyun. Namun namja stoic face itu diam saja.

"Kau senang?, aku apalagi bahkan kami sedang makan bersama, oh aku akan kirim alamat apartement Kyunnie, sampai ketemu di depan pintu, Annyeong."

Pip

"Akan ada fanmeeting dadakan jadi bersiap." Kibum dan Siwon tersenyum mendengar penuturan Sungmin, sekali-sekali mereka berdua sangat tidak keberatan dengan ini. Jadi keduanya setuju-setuju saja.

"Mereka akan kesini, bolehkan Kyunnie~?."

"Terserah." Gumam Kyuhyun tak acuh. Bersiap karena apartementnya sebentar lagi akan ramai seperti para pedagang pasar yang direlokasi dalam apartementnya. Sungguh frustasi.

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

Suara samar aktivitas belajar yang bersumber dari deretan bangunan gedung sekolah sejak bel masuk terdengar, namun gerombolan lain yang duduk di bangku penuh dengan rumput selutut di taman belakang gedung sekolah tak juga ingin beranjak barang sedikitpun-seolah tak peduli dengan lirikan siswa maupun guru yang tanpa sengaja menangkap sosok mereka di balik jendela besar ruang kelas.

"Bisa dihubungi hyung?." Ryeowook memandang lemas saat Eunhyuk menurunkan ponsel seraya menghela kesal.

"Sungmin tidak bisa di hubungi, ini aneh sekali." Ucap Yesung tak habis pikir- Sungmin mengabaikan panggilan mereka terlebih lagi Eunhyuk- sahabat sejak kecil.

"Sudahlah Nyuk, mungkin Sungmin hyung sedang ada keperluan dengan Appanya mungkin? Atau dengan-"

"Kyuhyun maksudmu Hae hyung?." Henry memotong ucapan Donghae sambil merengut"Jika benar berarti ahjusshi itu membawa dampak buruk bagi Sungmin hyung."

"Haaah, Mochi maksudmu Kyuhyun seonsaengnim?." Timpal dan tanya Ryeowook, Henry mengangguk.

"Bisa saja dia –yang sekarang jadi kekasih Sungmin hyung terlalu mengatur, lagipula dia juga seorang pria dewasa jadi dapat dipastikan dia sangat cerewet sekali sepeti Appaku-terlalu possesif dan-"

"Tutup mulutmu! Aku yang memilih namja itu jadi diamlah."Desis Eunhyuk tajam tanpa di sadari Henry sendiri tangan namja ber gummy smile itu telah mencengkeram erat kerah seragamnya.

"Lagipula kenapa Tuan Lau juga kau bawa-bawa, semua Appa memang begitu, tetapi tentu saja Kyuhyun seonsaeng tidak termasuk di dalamnya". Sanggah Ryeowook tak habis pikir dengan-ucapan berlebihan Henry.

"Henry tidak sepenuhnya hipotesis asal-asalanmu itu benar, tapi aku yakin antara dua orang-Appa dan Kyuhyun soensaeng yang tengah bersama saat ini." Tengah Donghae, mengulurkan lengannya pelan melepaskan tangan Eunhyuk dari kemeja Henry.

"Menurutku dia tidak berbahaya, malah..." pandangan Eunhyuk mengedar berhenti pada wajah Donghae."Malah masih terlihat masih polos tentang hal' mesum'." Tambah Eunhyuk memberi tanda kutip menggunakan kedua jari telunjuk dan tengah pada kata 'mesum'.

"Itu benar ." Sambung Ryeowook semangat. Kemudian kembali menyandar pada tubuh Yesung.

Henry membenarkan letak duduknya dan kembali merengut sebal, tidak ada yang mengerti perasaannya-bahkan Sungmin sekalipun.

"Mereka dalam fase yang bisa dikatakan baru dan masih berbau harum, jadi membolos untuk pasangan bukan hal buruk." Ucapan ambigu Yesung sanggup membuat semua mata melirik kebingungan ke arahnya.

"Maksud hyung?." Tanya Ryeowook menengadah, Yesung balas memandang kali ini dibumbuhi dengan senyuman memamerkan layar Gadget nya yang berisi daftar hadir para guru kemudian berkata mantap" Kyuhyun songsaeng dan Sungmin sedang berada di waktu dan tempat yang sama." Sedikit kemudian semua kompak mengerti, mata mereka juga bergerak singkron menyipit untuk menajamkan penglihatan pada layar yang sedikit terpantul sinar matahari pagi. Dan setelah masing-masing rampung membaca nama daftar guru yang hadir hingga akhir mereka sangat sadar bahwa tak ada nama Cho Kyuhyun di sana.

"Cih, ada Sungmin dia pasti merasa berkuasa dan tanpa rasa takut-bebas berbuat sesuka hati. Ini sangat tidak benar dia hanya memperdaya dan memanfaatkan Sungmin hyung. Yak Hyukkie Hyung!." Henry kembali-kurang ajar, menunjuk berang muka Eunhyuk dengan telujuknya. Yang di tunjuk hanya mengangkat bahu ringan tanda tak peduli, buatnya tak masalah asal Sungmin sekarang tak sendirian, setidaknya ia tak akan merasakan cemas berlebihan.

Ddddrrrrt...drrrrt...drrrrttt.

Ponsel di saku kemeja Eunhyuk berdering.

"Eh Nugu Hyung?." Mendengar pertanyaan Henry Eunhyuk berdecak keras, Ponselnya bahkan belum sampai di depan wajahnya-masih akan di ambil dari dalam saku-dan henry dengan ehm pertanyaan bodohnya mengusik Eunhyuk.

"Mati saja kau!, ponselku saja belum ku- rogoh dalam saku!." Semprot Eunhyuk malah menarik tangannya-yang akan sempat masuk dalam saku, menjadi menunjuk-nunjuk muka tembam Henry seraya menyalahkan-mengabaikan ponsel yang masih berdering nyaring. Mereka-Eunhyuk dan Henry memang sudah terbiasa saling mencaci dan menunjuk muka orang jika kalau sedang kesal.

"Mwo, kenapa kau suka sekali menyalahkan hyung seharusny-."Henry yang memang bermulut kembar dengan Eunhyuk kembali memuntahkan semprotannya namun secara cepat Yesung memotong

"Angkat saja."

Ryeowook dan Donghae yang sedari tadi mendengar dan mengamati dalam diam singkron mengangguk setuju-dalam diam juga. Mereka sudah terbiasa-ani tepatnya sudah malas untuk menengahi petengkaran' rutin' terjadi di antara kedua makhluk manis itu.

Eunhyuk ahirnya memilih mengabaikan Henry, membaca id name sang penelfon.

-Big Butt memanggil-

"Nugu Nyuk?."

Eunhyuk memandang sekilas Donghae sebelum menjawab "Sungmin."

Tanpa basa-basi Eunhyuk menekan tombol hijau di ponselnya.

"Ming"

"Panggil aku hyung dan katakan Yeobboseo terlebih dahulu, arrachi?. Baiklah kita mulai. Han dul set."

"Ya,ya...ya...Yeobosseo, Minnie hyung."

"Hyukkie, ada kabar gembira pagi ini untuk chingudeul."

"Mwo, jangan bilang kau telah menghabiskan ronde banyak, aish terserah kau jika benar-benar mau menyerahkan semuanya pada namjachingu barumu itu, biar tahu si Wookie"

Eunhyuk menggentungkan kata-katanya seraya melayangkan tatapan tajam pada Ryeowook sekilas"Bahwa aku bukan namja jahat dan bersalah di sini, aku cuma berusaha menolongmu untuk menggapai cita-cita anehmu itu."Eunhyuk terengah setelah berkicau segitu panjang.

Donghae dan semua makhluk di sana hanya menatap pongo, benarkah Sungmin telah melakukan ya-itu yang.. ehem... biasa mereka lakukan dengan pasangan masing-masing?.

"Sudah bicaranya?, ng..ini giliranku kan?." Pertanyaan bodoh yang di jawab sama bodohnya oleh Eunhyuk" Ne. Bicaralah yang pelan nanti kehabisan nafas sepertiku."

Sungmin mengambil jeda.

"Aku .Bertemu. Aktor. Choi Siwon. Dan Kim Kibum . Atau .Choi Kibum." Eunhyuk membeku di tempat. Wajahnya berubah cengo.

"A-apa katakan yang cepat, tidak jelas, ani yang keras juga!."

"Ish, kau memerintahkanku untuk bicara pelan, dasar namja plin-plan." Eunhyuk kesal, menggunakan kepala Henry sebagai pelampiasan, yang pasti di sambut erangan kesakitan dari sang empu.

"Katakan saja yang benar!."Ini bukan waktunya bercanda atau santai-santai, jika memang ia sedang horny detik ini karena tiba-tiba teringat hal yadong sisa menonton film kedua aktor yang disukainya semalan maka dia akan segera menyeret Donghae ke restroom terdekat, namun jika benar nama kedua aktor yadong itu yang disebutkan Sungmin ini suatu keajaiban mengingat keduanya- Choi Siwon dan Kim Kibum tak pernah dapat ia temui bertahun-tahun menjadi fans mereka.-lebih tepatnya karena keduanya selalu menyembunyikan diri dari sorotan berbagai media.

"Percayalah, bahwa aku bertemu dengan CHOI SIWON DAN KIM KIBUM karena mereka adalah sanak saudara dari CHO KYUHYUN, dengar kau monyet?."

Eunhyuk langsung berdiri dari duduknya menghadap langit dan menautkan kedua tangan putihnya" PUJI CHO KYUHYUN!." Teriaknya dengan antusias, mengabaikan berbagai pertanyaan yang timbul memenuhi pikiran para makhluk yang mendengar jeritannya.

"Kau senang?, aku apalagi, bahkan kami sedang makan bersama, oh aku akan kirim alamat apartement Kyunnie, sampai ketemu di depan pintu, Annyeong."

Pip

Tahun bahagia, bulan bahagia, hari bahagia, jam bahagia, menit bahagia, dan detik bahagia bagi Eunhyuk langsung di rayakan dengan mengecupi bibir Donghae penuh nafsu.

Happy HaeHyuk- tepatnya Eunhyuk –hanya seorang mengetahui kabar hot itu. Yang akan segera di ketahui juga oleh para chingudeul yadongnya.

.

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

.

"Mereka belum datang?."Sungmin kaget, Kyuhyun telah berada tepat di belakang tubuhnya, merengkuh dengan erat, menghirup ceruk leher putihnya gemas.

"Nghh, mungkin Eunhyuk line sedang izin." Namja manis itu cepat terlena melemaskan tubuh mungilnya dan bersandar pada Kyuhyun. Namja di belakangnya tanpa meminta izin, berani bermain di dadanya meremas terhalus sampai yang terkasar-dengan tempo yang memabukkan. Sungmin pasrah saat semua kembali di lucuti, saat tubuh mungilnya telah tergeletak pasrah di atas lantai yang dingin dengan Kyuhyun yang berada di atasnya, sejenak ia melirik pintu kelur dapur- Pintu itu tertutup bahkan telah terkunci-Kyuhyun sungguh namja cerdik serta berhati-hati dalam memperoleh keinginannya.

"Nghh."

Keduanya menggerang setelah melepas ciuman.

"Aku akan bermain cepat, kita tidak punya banyak waktu karena banyak pengganggu di sini."

"Nghh, aku belum membersihkan semenmu, jadi kau bisa masuk kapan saja." Ucap Sungmin seraya bergerak mengangkang mempersilahkan Kyuhyun memiliki dan menunggangi tubuhnya kembali.

"Jadi sekarang?."

"Tentu sa-Akkkkkhhh." Kyuhyun menyeringai melihat Sungmin terengah, penisnya yang besar telah masuk setengah dan akan didorong lagi.

Jleb

"Ahhhhh~." Prostat Sungmin terhantam akibat penis yang begitu panjang menggapai dengan mudahnya titik sensitif terdalam itu.

Blesssh..blesss..blesssssh

"Ah..ah..ahhhhhh..ohhh...ohhh." Kyuhyun kesenangan ketika hole Sungmin menjepit dan memijat batangnya, menengadah dengan senyum mesum yang menghiasi wajah tampannya.

Sungmin tak kalah berkelojot nikmat saat Kyuhyun dengan keras menghantam dan menghujam sangat kasar dalam lubang surganya, memang tidak ada kata kelembutan karena-seperti yang Kyuhyun ucapkan dari awal- bermain cepat-berarti kasar dan tak ada saling izin-mengizinkan dari pihak 'bawah' maupun'atas'.

"Nghhh...nghhh...ahhh...ahhh." Kyuhyun tetap bergerak kuat di atas Sungmin hingga namja manis itu terhentak-hentak.

"Faster...Kyuuu~...nghhhh...iyaaaa.." Sungmin sepertinya sudah terbiasa dengan rasa perih yang bersanding nikmat menjalar di setiap jengkal tubuhnya. Tak mempedulikan bertapa dinginnya lantai jika rasa panaslah yang mendominasi dadanya dan jantung yang berdetak begitu kencang.

Blessshh..

Satu hujaman dalam dan Sungmin selesai.

"It feels so good inside you." Celetuk Kyuhyun dengan rayuan jujurnya. Sungmin merengut setelah puas terengah.

"I can't hold on for much longer, dan itu menyebalkan." Kyuhyun berhenti bergerak, menahan sejenak hasratnya untuk sekedar mengusap peluh beserta surai hitam namja belia di bawahnya.

"Kau harus akui aku begitu kuat. Aku belum keluar sejauh ini."

"Aku tidak bilang Kyu lemah. Jadi kuakui Kyu sangat kuat. Jadi cepatlah datang sebanyak mungkin dan memenuhiku." Dan setelah pembicaraan mesum selesai Kyuhyun kembali menggerakkan miliknya dalam Sungmin. Menghentak-hentakkan kembali tubuh mungil itu, menarik batangnya keluar, menyisahkan ujungnya dan kembali di hujamnya kasar dalam hole Sungmin.

Jleeeeb

"Ahhhhh~~~."

Blesssh...blessshhhh

"Ah!yes!. So deep~..nghhhh...nghhhaaah..ahhh"

Blessss...blessshhhh...blessss...

"Ini sempit, kau nikmat Ming, tapi aku belum merasakan tanda akan keluar..." ucap Kyuhyun diakhiri geraman keenakan, jemari lentik nan mungil Sungmin mencekam lengan pucat Kyuhyun.

"Dasar...ahhh...ahhh Monsterhhh...ahhh..ahhh." Lagi-seperti yang sudah-sudah Kyuhyun tertawa seram, bergerak setelah mengukir seringai di wajah tampannya. Tanpa di sadari ia malah suka- kepayahan Sungmin dalam bersetubuh dengannya-tergeletak tak berdaya di bawah rengkuhannya-Kyuhyun akan selamanya mendominasi di sini.

Bleshhhhh...

"Ahhhh~ Kyu~."

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

Donghae banting stir.

Semua yang berada di dalam mobil berkapasitas lima orang itu memengang seat belt kencang-kencang.

"WAAAAAAA!. AWAS TRUK, AWAS MOTOR, AWAS PEJALAN KAKI!." Ryeowook dan Henry bahkan berteriak histeris persis seperti bocah yang tengah menaiki roller coaster, Yesung hanya merutuk dalam hati. Kemudian menarik Ryeowook dan meredam jeritan pilunya.

"SIAPAPUN TOLONG HUBUNGI EOMMAKU!" Rancau Henry gemetar hebat.

"Diam." Gumam Eunhyuk tenang-malah senyum-senyum senang tanpa menatap tiga orang di belakangnya. Senang sekali menggoda ketiga temannya sementara ia dan Donghae sudah mempunyai rencana bersenang-senang.

"ADA APA INI SEBENARNYA HYUNG?!." Tanya Hery masih menjerit beberapa oktaf. Namja mochi itu hampir memuntahkan sarapannya dalam mobil BMW milik Donghae.

"KEJUTAN~." Tanpa menoleh Eunhyuk dan Donghae balas menjerit secara bersamaan. Ketiga namja yang tak tahu apa-apa itu bersama-sama mendecih marah.

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

.

"Kami sudah siapkan cemilan." Kibum berucap lembut. Sungmin melompat satu kali.

"Gomawo Kibum-shii~." Kibum menggeleng, menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan-dan kekiri.

"A, a, a. Panggil aku Kibum hyung seperti kau memanggil suamiku, arra?." Kyuhyun datang dan merengkuh bahu mungil Sungmin.

"Oki doki, Kibum hyung~."

"Ada apa ini?." Kyuhyun ikut bertanya. Sungmin menengadah ke samping melihat dalam lingkup kecil wajah tampan Kyuhyun. Kebetulan Key dan Baro mengikuti Siwon berganti baju santai-karena mereka batal sekolah-sehingga Sungmin tanpa takut mengecup singkat bibir Kyuhyun.

"Aku meminta Sungmin memanggilku hyung, karena kau tahu-dia pacarmu jadi kami harus akrab."Sungmin dan Kyuhyun mengikuti Kibum yang sudah terlebih dahulu duduk pada sofa yang telah bersih. Sungmin langsung teringat.

"Ngh..yang itu kami mengotori sofa semalam- apa hyung yang membersihkannya?." Tanpa diperintah kedua pipi chubby Sungmin merona. Kyuhyun dan Kibum tertawa renyah.

"Tenang saja aku menggunakan alat penyedot untuk membersihkannya aku yakin kau cukup hati-hati karena ku lihat lantai dapur telah bersih dan wangi bunga- pewangi lantai. "

"Sepertinya kami sama-sama tidak dapat menahan, kau tahu?." Sungmin menyikut lengan Kyuhyun, wajahnya semakin merona . Kibum menghendikkan kepala tanda mengerti. Ada suatu yang mengganjal dalam pikirannya jadi Kibum tanpa lagi basa-basi akan langsung bertanya.

"Jadi kapan kalian akan mengikat janji-menikah?." Kyuhyun menegang, melirik Sungmin yang terlihat diam.

"Itu...kami akan membicarakannya." Jawaban Sungmin membuat Kyuhyun menaikkan alis.

"Oh...ku harap rencana itu di laksanakan setelah kau lulus sekolah." Sugmin tertawa lepas, memandang Kyuhyun yang ternyata telah memandang nya terlebih dahulu, pandangan orbs kelam yang menghanyutkan dan menjebak. Naasnya kali ini Sungmin mengizinkan diri sendiri untuk terhanyut dan terjebak di dalamnya- pesona Cho Kyuhyun.

"Jika Kyuhyun menyetujuinya." Ucap Sungmin namun Kyuhyun dengan mentah terkejut.

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

.

Lima namja rupawan akhirnya turun tepat di depan pelataran apartement mewah yang terletak di pusat kota Seoul.

"Benar ini Hyuk?"

"Memang ni tepatnya Hae, di lantai 12 no. 730."

Eunhyuk dan Donghae sibuk berembug, tak mempedulikan tatapan kebingungan YeWook ataupun Henry yang kepayahan muntah-muntah di bawah ban mobil Donghae.

"Apa ini?." Henry melongo saat di lempari Eunhyuk dua buah kertas-yang berisi foto Choi Siwon dan Kim Kibum- idola mereka. Serta beragam koleksi film Yadong.

"Itu untuk memberikannya pada Choi Siwon dan Kim Kibum."

"MWO?!." Ketiga namja kecuali Yesung membelalak kaget. Eunhyuk mengerling nakal menyertakan senyum kemenangannya pula.

"Kita akan melihat adegan live Choi Siwon dan Kim Kibum melakukan sex." Putus Eunhyuk seenaknya. Ryeowook dan Henry langsung Histeris .

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

.

"Apa maksud dari ucapanmu tadi?." Sungmin memandang lekat ekspresi serius Kyuhyun, keduanya berdiri berhadapan lurus, tanpa Kibum-namja cantik itu sengaja meninggalkan mereka berdua.

"Apa kau masih tak mengerti?." Tanya balik Sungmin tanpa berniat menjawab Kyuhyun. Kyuhyun samar membuang nafas.

"Terikat, kau tak menginginkan itu." Kyuhyun tak berusaha mendekati Sungmin-walau ia ingin. Sungmin juga seolah masih terpengkur di tempatnya, mereka bagai terkena lem di bagian alas kaki hingga tak kuasa bergerak sesenti pun.

"Tidak bukan tidak ingin hanya-" Mata Sungmin bergerak ke samping"Hanya takut."

Kyuhyun menautkan alisnya membentuk jurang.

"Apa yang kau takutkan?. Apa kau tak mencintaiku?. Ini hanya permainan untukmu?. Jika iya maka kau tak berhak berkata seperti itu lagi di depan Kibum hyung." Kyuhyun tersenyum kecut, melanjutkan ucapannya kembali dengan suara parau" Jadi jangan ulangi lagi, jangan lagi berbicara kata harapan seperti itu."

Sungmin menengadahkan wajahnya. Mata bulatnya semakin membulat.

"Apa kau mencintaiku Kyunnie hyung?." Mata Kyuhyun berkilat berani.

" Jika tidak aku tak mungkin segini terluka oleh kata-katamu tadi, semuanya terlihat datar di luar, aku bukan tipe namja yang dapat berkata manis." Ucap Kyuhyun ambigu.

"Apa?."

Kyuhyun membuang muka, bibir Sungmin mengatup rapat.

Sungmin kembali menunduk menatap lantai, itu yang membuat Kyuhyun beralih menatap lekat Sungmin. Secara tak sadar keduanya membangun benteng pertahanan secara cepat dalam beberapa detik di dera kesunyian. Sungmin menggeleng keras.

"Itu bukan permainan, selama ini aku tak menganggapnya seperti itu, hanya saja..."

"Apa yang kau takutkan Lee Sungmin?." Potong Kyuhyun cepat. Sungmin langsung meminta berhenti detik itu juga dengan cara menatap Kyuhyun memelas. Memberikan isyarat bahwa ia tak mampu mejawabnya.

"Bisa kita kembali memulainya lagi?." Kata Sungmin gemetar.

"Memulai?." Sungmin mengangguk cepat, ia tak mau di salahkan.

"Kau ingin tahu apa yang di bicarakan Siwon hyung padaku?." Mendadak ekspresi Kyuhyun melunak.

"Tentu saja."

.

Flash back on.

"Sungmin, ah~ boleh aku memanggilmu itu?." Mata bulat dan bening Sungmin berbinar, mengepalkan kedua tangannya di bawah dagu sembari mengangguk mengizinkan.

"Tentu saja." Tungkas Sungmin senang.

"Wow kau mengoleksi banyak film kami."Ucap Siwon antara kaget dan miris melihat VCD dan DVD film bahkan CD yadong yang semua di tokohkan olehnya dan Kibum , kaget karena ia mempunyai penggemar fanatic-seperti Sungmin dan miris karena fans-nya-Sungmin yang masih seorang pelajar SMA. Tentu secara tak langsung ia juga terlibat dalam pengajaran moral buruk bagi namja 16 tahun itu.

"Heum, sebenarnya ini tak seberapa, aku punya 25 adegan film kalian di rumah Eunhyuk, Wookie, Henry, Donghae adalah penggemar kalian juga." Perasaan Siwon mendadak tak enak. Siapa lagi nama-nama asing itu?. Apakah mereka juga masih seorang pelaja-

"Mereka para sahabatku di sekolah." Ucap polos Sungmin yang kelewat ceria, hingga tanpa dapat di tahan lagi bibir dan mata Siwon sontak mengukir ekspresi miris yang ketara. Sungmin bergenyit bingung melihatnya.

"Eh, apa ada yang salah Siwon-shii?. Ah~apa ucapanku telah menyinggungmu?." Tanya Sungmin seraya bergerak panik. Takut sang idola akan membencinya dan melarang membeli film nya lagi. Siwon hanya terkekeh, di elus pucuk kepala Sungmin untuk menenangkan.

"Pertama-tama jangan panggil Siwon-shii, panggil saja aku dengan sebutan hyung, arrachi?."Sungmin mengerjap sebelum mengangguk ragu. Siwon menarik tangannya memilih menyadarkan tubuh tingginya di tembok dan kembali berucap.

"Kedua, Lebih baik kurangi melihat tontonan yang sebenarnya diperuntukkan untuk orang dewasa dan-"

"Ta-tapi Minnie sudah dewasa buktinya itu Minnie sudah beberapa kali dimasuki Kyu."Potong Sungmin dengan kalimat jujurnya yang mampu membuat- Siwon-melotot heboh.

"M-Mwo!." Namun pekikan Siwon tak seheboh pelototannya, namja berlesung pipi itu meredam keterkejutannya dalam geraman halus setelah kata 'Mwo'

Sungmin yang terlalu naif dan tak mengerti kedaan hanya nyengir senang, mengira Siwon telah percaya dengan pengakuannya kemudian menganggapnya sebagai namja dewasa.

"Dengarkan aku sebagai hyungmu, sebaiknya kau memilih pasangan yang terpilih bagimu-maksudku bukan berarti sepupuku itu bukan namja spesial dan baik-hanya saja aku ingin kau melakukan hubungan intim dengan namja yang benar-benar tengah kau seriusi."

Sungmin tertegun.

"Maksud hyung?."

"Jangan permainkan perasaan sepupuku, seperti Kibum yang tak mempermainkan perasaanku, apakah kau telah melakukannya?."

"Belum, ng..maksudku apa makna lain yang hyung tujuhkan padaku?. Terus Kibum-shii bukankah kalian hanya patner – maaf, Sex? benar begitu bukan?." Cicit suara Sungmin pada kalimat bagian akhir pertanyaannya. Siwon tersenyum tampan, mengalihkan pandangannya sejenak pada punggung Kibum sebelum kembali fokus mamandang namja belia di hadapannya.

"Kau salah Sungmin, jadi benar kalian hubungan kalian main-main, Bummie adalah istriku." Sungmin melongo. Tanpa di perintah air muka Sungmin terkejut lucu. Membuat Siwon geli dibuatnya. Tangannya kembali mengacak surai Sungmin guna menyadarkan namja manis itu dari rasa keterkejutan.

"Kami melakukannya atas dasar serius, dan yah kami menikah setelahnya, Kibum melahirkan Key dan Baro."Siwon kini menampakkan ekspresi serius saat berucap"Ku harap kalian-Kyuhyun dan kau, akan seserius seperti kami."

"Kau bersedia?." Lanjut Siwon masih dengan keseriusan tertinggi miliknya. Sungmin-tiba-tiba menengadah lebih tinggi dan balas menatap serius, mulut mungilnya sejenak terbuka. Berucap dengan yakin.

"Aku bersedia asal Kyuhyun berjanji tak akan pernah meninggalkanku."

"Katakan padanya."Sahut Siwon.

Flash back off

.

..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...

.

.

Kaki Sungmin akhirnya lepas dari belenggu kasat mata hingga mampu bergerak mendekati tubuh tinggi Kyuhyun, merengkuhnya, menempatkan wajahnya bersandar di dada Kyuhyun menghirup aroma sitrus yang menguar di sana.

"Jangan tinggalkan aku, kau sudah memilikiku seutuhnya, sadarkah Cho Kyuhyun bahwa kau juga telah membawa serta setengah hatiku di dalamnya?. Jadi percayalah apapun itu tak pernah ada niat ku untuk menyakitimu. Selain Hyuk, Hae, Sunggie hyung, Wookie, Henry semuanya orang jadi begitu sulit, apa kau juga termasuk dalam manusia sulit itu?. Apa yang harus ku serahkan lagi padamu selain tubuhku, apakah uang seperti semua manusia selain mereka berlima?." Kyuhyun menarik wajah manis Sungmin membawa bibir mungil itu bertaut mesra dengan bibir tebalnya, menyesap lembut seraya dilumatnya dalam.

"Dan kupastikan suatu hari semua hatimu akan terbawa seutuhnya olehku. Aku akan mengajarimu cara menghargai tanpa uang." Ucap Kyuhyun di depan mulut mungil Sungmin, Sungmin meremas kemeja depan Kyuhyun menggunakan kedua tangan mungilnya saat ciuman mesra serta dalam kembali terjadi.

Kedua mata Sungmin terpejam erat.

.

.

.

Tbc

.

.

4 K lebih, yang super Gaje sekaliiiiiiiiiiiiiiiiii~~,

Gak pinter bikin konflik.

Saya selalu bilang hehehe dinikmati dulu saja.

Kyuhyun akan jadi penolong untuk merubah kepribadian Sungmin jadi bocah yang baik.

Bukan sikap mesumnya, nanti kalau ilang jadi gak asyik kan?#plak.

Intinya jadi mencintai orang secara tulus.

********Big Hug and Kiss to:***********

pumpkinsparkyumin/Mayu ChoLee/km/winecouple/Guest/sissy/Ria/Guest/Adekyumin joyer/Kyumin joyer/abilhikmah/AmyKyuMinElf/zee konstantin/kyuminpu/ /Yefah/simijewels/Phia89/imAlfera/imKM1004/minnie kyumin/gorjazsimba/LiveLoveKyumin/DarkLiliy/stawberry rae/bebek/ .bunny

black.136.

mian kalau salah nama bisa protes langsung kok.^^

Saya akan bahas beberapa review^^ tapi percayalah review chingudeul udah saya baca sampai sekulit-kulitnya(?) hehe:

R: Fokus sekolah atau Kyumin?.

D: Kyumin, otomatis pembahasan hati yang paling banyak , fokus kenapa jadi suka dan kenapa berusaha gak mau suka(?)*ribet.

R: Saran, pakai sex toys?.

D: Mimisan* saya takut bakal gak berhasil soalnya gak pernah liat gambarnya cuma bayangin pen-deskripsian beberapa author yang kebetulan buat scene itu, saya gak janji tapi bener saya tampung ide itu tapi entah chap berapa*di hantam palu. Hehehe.

R: Sandeul calon anak Kyumin?.

D: Hehehe, ini Mpreg kok. Jadi mukmin eh mungkin begitu.

R: Ff ini Kocak?.

D: Ahhhhh~~~*melayang, walau jarang humor tapi chingudeul ternyata peka dengan humornya.*saya senang~.

R: Key sama Baro sempet lihat Kyumin ehem..NC an gak?

D: hehe enggak chingu~#plak tapi mereka cuma denger aja. kalau lihat mungkin Kibum ama Siwon langsung gantung diri*duagh*

Oh, yang baru review selamat datang~biar terlambat saya makhlum kok. Chingudeul baik sekali mau mampir, merepyunya pula*hiks.

Berniat untuk mere-pyu lagi? ^^ gomawooo*.

Saranghae*muach.