Ff Kyumin /Who cares?/yaoi/pervert!Kyu Cute, Ambisius!Min/ No Bash No Flame Mianhae.
slight other office couples
Summary : Sungmin Berambisi mengejar cinta namja idamannya
RATED: M*mecum
AUTHOR:CHOSUNGMI (dedo)
WARNING:YAOI,Gaje,Abal-abal, penggunaan kata yang tidak benar,M-preg*maybe
Genre:romance, brothership,humor*garing krontang*selalu mah
Couple:kyumin always to be Amazing.hehe*dibakar readers
Main cast:Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Other cast: Kim Ryeowook
Lee Hyukjae
Lee Donghae
Kim Joongwoon aka Yesung
Henry Lau
Zhoumi
Key
Baro
Supporter in Film : Choi Siwon
Kim Kibum
Disclaimer: Kyumin milik Tuhan yang Maha Esa ,mereka HANYA masih tinggal di Bumi dan di Klaim sementara oleh Orang tua mereka,ELF,JOYERS,SPARKYU,PUMPKINS,dan...S-A-Y-A#PLAK,
Warning:BOYS LOVE,YAOI, gak sesuai EYD,typo(s),alur yang dipaksakan (makhlum nyesuaiin)dll yang membuat anda tidak nyaman, cerita pasaran
DISLIKE, Don't READ
NO BASH NO FLAME
Sama-sama punya perasaan ne
Jangan coba nge Bash atau nge Flame klo gak Suka
Mianhae
.
.
.
.
.
Happy reading ^^
.
.
"Jangan tinggalkan aku, kau sudah memilikiku seutuhnya, sadarkah Cho Kyuhyun bahwa kau juga telah membawa serta setengah hatiku di dalamnya?. Jadi percayalah apapun itu tak pernah ada niat ku untuk menyakitimu. Selain Hyuk, Hae, Sunggie hyung, Wookie, Henry semuanya orang jadi begitu sulit, apa kau juga termasuk dalam manusia sulit itu?. Apa yang harus ku serahkan lagi padamu selain tubuhku, apakah uang seperti semua manusia selain mereka berlima?." Kyuhyun menarik wajah manis Sungmin membawa bibir mungil itu bertaut mesra dengan bibir tebalnya, menyesap lembut seraya dilumatnya dalam.
"Dan kupastikan suatu hari semua hatimu akan terbawa seutuhnya olehku. Aku akan mengajarimu cara menghargai tanpa uang." Ucap Kyuhyun di depan mulut mungil Sungmin, Sungmin meremas kemeja depan Kyuhyun menggunakan kedua tangan mungilnya saat ciuman mesra serta dalam kembali terjadi.
Kedua mata Sungmin terpejam erat.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
Chapter 9
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
Namja oriental berkaca mata itu tengah memeluk serta memangut bibir seorang yeoja yang lebih pendek 20 cm darinya, tempat keduanya berdiri sekarang adalah pinggir jalan-membuat kegiatan keduanya terlihat begitu mencolok, terlebih seragam Junior high school yang melekat di tubuh keduanya semakin menambah kesan tak pantas .
Namun seolah dianggap masa bodoh, Kedua sejoli itu merasa tak terganggu sama sekali dengan berbagai macam tatapan yang dilayangkan oleh pejalan maupun pengendara-yang tanpa sengaja melihat kelakuan 'nakal' mereka.
"Kau cantik Jin hyunnie." Gumam namja jangkung berkacamata itu, membelai sejenak rambut bergelombang yeoja di hadapannya. Yang di puji mengeratkan jemarinya di dasi sekolah namja tinggi itu.
"Zhoumi oppa.." Panggil yeoja itu manja, dengan berani sebelah tangan bebas yeoja bernama Jin Hyun itu bermain cepat-hinggap di tengkuk namja Jangkung itu. Zhoumi terkekeh-kembali berniat mendekatkan lagi bibirnya. Sebelum sebuah-atau lebih tepatnya sepasang sepatu kets berwarna pink menyala melayang lepas menuju ke arahnya.
JDUAGH.
"Aawwww!." Zhoumi reflek mundur tiga langkah,menyeimbangkan diri agar tak limbung -menggunakan kedua tangannya memegangi wajah-terutama hidung yang terasa sakit luar biasa.
"Rasakan itu!, dasar playboy!." Suara berisi hinaan namja manis berbibir shape M, berhasil membuat Zhoumi, menemukan sekaligus memastikan dialah pelaku pelemparan sepatu pink yang bergelinding tak jauh dari kakinya- sepatu norak yang telah berani mendarat di wajah tampan nya.
"ZHOUMI GEGE JAHAAAAAAAAAAAAAAAT." Namja bermata berambut hitam itu memang sedang tak sendiri, ia didampingi namja pipi tembam mirip mochi.. Berbeda dengan namja-pelempar sepatu norak , yang melihatnya dengan tatapan benci, sebaliknya namja mochi di sampingnya memandangnya dengan mata berkaca-kaca, juga melihatnya dengan tatapan penuh luka.
"Kau telah menyakiti mochi, selama ini kau selalu menyakiti Henry Lau sebegitu dalam, dengan melihatmu berciuman dengan yeoja dengan mata kepala sendiri, Cih, aku Lee Sungmin dapat mengerti-kau bukan pria sejati Zhoumi Tan.!" Cecar namja berambut hitam itu ber-api-api.
Jantung Zhoumi Tan mencelos-berdetak tak biasa, tak mengindahkan darah segar yang telah mengucur deras kedua lubang hidung mancungnya, dalam keadaan Shock dia berkata.
"Kau."
"Cut!."
.
.
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"Cih, aku Lee Sungmin dapat mengerti-kau bukan pria sejati Zhoumi Tan.!"
Hentikan...
"Kau bukan pria sejati Zhoumi Tan.!"
Tutup mulutmu!.
"Kau bukan pria sejati.!"
Lee Sungmin!.
Kalimat menohok terakhir terus terngiang di telinga Zhoumi bagai kaset rusak.
Kau salah!
.
"Ahh!." Namja jangkung itu tergegap, secepat kilat bangkit dari tidur terlentangnya-menyibak selimutnya kasar kemudian terduduk dengan lemasnya.
Keheningan melanda sebelum hembusan nafas kesal kembali memecah. Mengacak rambut merahnya frustasi, ia-kembali menggumam kata yang sama dengan mimpi yang sama pula- dalam seminggu terakhir. Setelah dua tahun kejadian itu.
Mimpi buruk- yang sebetulnya sudah tak sebegitu buruk lagi. Walau hanya sedikit lepas dari belenggu traumanya setelah dua tahun berlalu Zhoumi telah menatapkan diri, untuk menebus semua...semua nya pada dua orang itu- Lee Sungmin dan Henry Lau.
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"Ini tempatnya Hyuk hyung ?." Henry menerobos tautan tangan Ryeowook dan Yesung guna mendekati Eunhyuk yang berdiri tepat di depan pintu apartement, Henry telah berada di samping Eunhyuk dan berdecak saat melihat namja ber-gummy smile itu justru tengah menggigiti bibir bawahnya-terlihat begitu gelisah. Memang dasar Henry -namja berwatak manja-tanpa menghiraukan ekspresi Eunhyuk dengan tiba-tiba ia menggedor-gedor pintu apartement dengan brutal.
BRAK
BRAK
"KAMI INGIN FANMEETING!FANMEETING!SUNGMIN HYUNG BUKA PINTUNYA!JANGAN MEMONOPOLI MEREKA-KIM KIBUM DAN CHOI SIWON!. AKU JUGA INGIN LIHAT ."Henry berteriak mirip buruh demo, sontak membuat Eunhyuk, Donghae , Ryeowook, Yesung singkron mendelik akan tingkah bar-barnya-yang tak kenal tempat.
"PABBOYA!." maka wajar saja jika Eunhyuk yang tempramental langsung -
Bugh
"Akhhh!." melayangkan tinjuan terbaiknya-memukul perut Henry hingga sang empu terjatuh kemudian berguling-guling di lantai- kesakitan. Semua orang di sana hanya menggeleng miris termasuk seorang yang baru saja membuka pintu-tepat disaat isiden pemukulan itu terjadi.
"Ini apartement bukan arena bertarung atau sanggar beladiri." Suara bass berat mengintupsi Eunhyuk yang hendak menarik kemeja Henry, Semua menoleh memberikan gesture mengangguk sebagai sapaan, namun berbeda di tunjukkan oleh Henry -yang sempat-sempatnya mendecih ke arah Kyuhyun di sela rasa sakit yang mendera perutnya.
Kyuhyun mendengar suara decakan yang tak bisa di katakan pelan itu, ia hanya melengos tak acuh. Membiarkan semua tamunya-masih berdiri di apartement dan memilih melogohkan kepalanya di dalam-apartementnya, saat mendengar tapak kaki mendekat.
Chup
Pintu memang tak terkuak lebar, hebatnya Kyuhyun sengaja melakukannya untuk sedikit leluasa-mencium singkat bibir Sungmin tanpa ketahuan-karena terhalang pintu- ketika namja manis itu telah berdiri tepat di sampingnya.
Tautan terlepas, Sungmin menengadah memandang Kyuhyun kurang dari 3 detik sebelum berdehem gugup seraya menarik knob pintu hingga pintu terbuka lebar, Kini sosok Sungmin mungil juga ikut terlihat-tepatnya sedikit terlihat di balik bahu tegap Kyuhyun. Dan yang bukan hanya manja ia juga paling sensitiv dan paranoid-Henry Lau tentu merasa bahwa itu suatu sindiran Kyuhyun padanya, ia merasa Sungmin tengah dibatasi dan itu menganggunya. Namja mochi itu menggeram halus, kemudian melayangkan pertanyaan bernada sinis.
"Berniat menggeser tubuh tuan Cho?. Kau menghalangi pandanganku pada Minnie kau tahu?! Kau sengaja ya?. Cih masih menjadi namjachingu saja sudah terlalu jauh tingkahmu, apa kau sadar itu?."
Kyuhyun sedikit terperangah, seumur hidup itu adalah nada tersinis yang pernah ia dengar dari mulut seorang namja- apalagi namja itu masih belia, masih bersekolah, dan parahnya namja itu adalah muridnya sendiri.
"..." Kyuhyun tak ingin basa-basi walau ucapan Henry sangatlah tidak mempunyai etika ia masih dapat bersikap tak peduli, ia baru menyadari dan merasakan rasa cemburu Henry padanya-akan kepemilikan Sungmin. Namun perlu di katakan lagi bahwa ia berusaha bersikap tak peduli di sini. Ia tak akan melepaskan Sungmin karena toh mereka sedikit banyak telah berbicara tentang masa depan-berdua...
.
.
Flash back
"Jangan tinggalkan aku, kau sudah memilikiku seutuhnya, sadarkah Cho Kyuhyun bahwa kau juga telah membawa serta setengah hatiku di dalamnya?.
"Dan kupastikan suatu hari semua hatimu akan terbawa seutuhnya olehku. Aku akan mengajarimu cara menghargai tanpa uang." Ucap Kyuhyun di depan mulut mungil Sungmin, Sungmin meremas kemeja depan Kyuhyun menggunakan kedua tangan mungilnya saat ciuman mesra serta dalam kembali terjadi.
Kedua mata Sungmin terpejam erat. Kepala Kyuhyun beralih miring ke kanan untuk menjangkau bibir mungil-yang terasa kenyal itu lebih dalam lagi. Sungmin meleguh semakin menggerakkan jemari yang masih dalam posisi meremas kemeja depan Kyuhyun saat lidah Kyuhyun melesak kasar dalam rongga mulutnya yang mungil-menyesap habis rasa manisnya.
Sebelah tangan Kyuhyun yang semula berada di pinggang Sungmin beralih merayap ke atas-menekan tengkuk namja manis itu sedangkan tangan lain masih setia bergerak merapatkan tubuh mungil itu pada tubuhnya, Sungmin juga sama nakalnya membawa ke dua lengannya mengalung pada leher jenjang Kyuhyun balas juga menekan tengkuk namja tampan itu.
"nghhh.." Leguhan Sungmin terdengar ketika Kyuhyun menggerakkan kepalanya ke kanan sedangkan Sungmin ke kiri untuk saling mencari cela menyesap rasa manis mulut pasangannya.
25 detik pergulatan bibir pun terlepas, Sungmin merengut-mengerucut dengan bibir bengkaknya. Kyuhyun terkekeh senang melihat rengutan lucu itu, Sungguh terlihat childish Kyuhyun menyukainya-sangat menyukai ekspresi itu.
"Kyu?."
"Hm."
"Aku... aku menyayangimu ." Kyuhyun-dari atas memandang Sungmin yang menundukkan kepala semakin dalam menggunakan telapak tangan-menutup hidung dan bibirnya dengan pipi yang merona. Kyuhyun tersenyum tulus perlahan tawa samar terdengar, Sungmin menengadah memandang tak mengerti. Kyuhyun menghentikan tawa, ia tahu Sungmin tak begitu saja mencintainya, ia hanya membawa separuh hati namja manis itu seharusnya ini lebih dari cukup untuk sebuah awal untuk akhir yang ia inginkan. Maka jawaban yang di lontarkan Kyuhyunpun mengimbangi ucapan Sungmin.
"Nado...Aku juga menyayangimu Sungmin-nah." Sungmin balas tersenyum mendengarnya, tangan mungilnya bergerak menelusup di antara lengan Kyuhyun untuk merengkuh pinggang namja tinggi itu, Kyuhyun mengecup pelan pucuk kepala Sungmin yang terlihat jelas, detik kemudian Kyuhyun terkejut bukan main saat mendengar ucapan Sungmin.
"Minnie ingin menikah dengan orang sepertimu, seperti Cho Kyuhyun..."
"Be..benarkah?." Sungmin hanya menggumam meng-iyakan. Kyuhyun sempat akan menjamah kembali pucuk kepala Sungmin namun terhenti saat ia mendengar jawaban lanjutan dari deheman itu.
"Ne, itu karena Kyu begitu hebat menunggangi Minnie, Junior Kyu besaaaaar walaupun Minnie sering kelelahan karena benda 'itu' tapi menyetubuhi Minnie dengan begitu kuat adalah hal terpenting dalam syarat rumah tangga kita." Kyuhyun seketika-kembali-lagi merasakan pening.
Flashback off
.
.
Kyuhyun mengurut pelan pelipisnya. Setidaknya ucapan Sungmin-yang ingin menikah dengannya bukanlah pemibicaraan sepele untuk di lupakan begitu saja, sedikit banyak ia-merasa lega mengisi sisi hati yang semula di dera rasa cemas.
"Hei, kita jadi melihat adegan live kan?."Ucapan Henry memecah lamunan Kyuhyun, ternyata bukan hanya Kyuhyun yang merasa tak mengerti akan pertanyaan yang dilontarkan Henry, terbukti Sungmin ikut serta menautkan alis seperti Kyuhyun.
"Maksudmu?." Tanya Sungmin secara tak langsung mewakili rasa bingung Kyuhyun. Henry yang berada paling depan menengok-ke arah Eunhyuk dan di balas kuluman senyum oleh sang empu-seolah melupakan pertengkaran mereka sebelumnya. Eunhyuk berajalan menuju Henry dan berdiri di sampingnya, tanpa canggung juga memeluk bahu mungil itu bersahabat.
"Ehem, Bukannya bertemu idola yadong seperti Choi Siwon dan Kim Kibum berarti sama haalnya dengan menonton adegan yadong secara langsung?."
Sungmin melotot.
"Tidak mungkin!.".
.
.
.
"Tidak mungkin, yang benar saja, Kami tidak mau melakukannya."Putus Siwon tegas, Choi Siwon dan Kim Kibum telah berada di hadapan mereka-tepatnya duduk di depan Hyuk line.
Mendengar keputusan bernada final dari Siwon semua Hyuk line minus Yesung menoleh ke arah Sungmin seolah mengatakan Kau-yang-harus-memintanya, Sungmin menggeleng kasar sekaligus merengut tak suka dengan pandangan para dongsaengnya. 'Apa-apan itu?, kan terserah Siwon-shii. Dasar para bocah mesum' Umpat batin Sungmin tanpa mengoreksi dirinya sendiri.
Siwon memandang Eunhyuk - namja blode yang terlihat paling menonjol dan nyentrik di antara yang lain."Kalian tidak keberatan bukan." Eunhyuk melengos namun buru-buru ia menghapus ekspresi kesal di hadapannya di karenakan yang tengah ia hadapi adalah sang idola-bukan Henry atau para pembantunya di rumah, Kibum yang jauh terlihat begitu cantik dan Siwon yang jauh lebih tampan dari pada di video membuat Eunhyuk semakin bernafsu untuk melihat adegan nista keduanya secara habis akal Eunhyuk mencari penawaran yang lebih ringan, sedikit memutar bola ke kiri untuk berfikir, sejurus kemudian ia menganggu manis dan menawar "Bagaimana dengan ciuman?."
Siwon tersenyum aneh menanggapi"Ciuman apa?." Eunhyuk meneguk ludah, melihat ke arah Donghae sejenak-seolah meminta kekuatan sebelum menjawab dengan lantang.
"Mencium junior Kibum-shii?." Kibum langsung tersedak ludah sendiri. Siwon menggeleng. Di depan mereka dalah kumpulan anak SMA mana mungkin ia akan sengaja menambah dosa setelah tanpa sadar menumpuk dosa akibat video mereka- dia dan Kibum -yang bisa-bisanya dapat terjual pada sekumpulan bocah ini .
"Tidak?." Jawabnya cepat.
"Mencium holenya?." Tawar Eunhyuk di percepat.
"Tidak." Di jawab lebih cepat oleh Siwon.
"Mencium bokong?." Tawar Eunhyuk lebih cepat.
"Tidak." Siwon lebih cepat lagi.
"Mencium nipple?." Tawar Henry menyela.
".. Mian, tidak." Henry mendengus menyandarkan diri ke punggung sofa, gantian Donghae duduk tegak.
"Mencium leher?." Tanya namja ikan itu, Siwon menggeleng sebagai gesture pengganti kata 'tidak'. Henry semakin dalam menekan punggung sofa, Donghae mengikuti Henry yang sudah terkapar-penuh keputus asa-an di sampingnya. Eunhyuk di lanjutkan Donghae gagal, dilanjutkan Henry pun gagal, kini giliran Ryeowook mengagguk berniat mencoba.
"Gila." Yesung memuta bola mata malas saat Eunhyuk dan Henry memandang namjachingunya-Ryeowook dengan tatapan puppy yang minta makan, Yesung mendengus, tentu saja kelaparan bukan dalam arti membutuhkan sepiring nasi melainkan padanan dalam arti 'kemesuman'.
"Mencium bibir, ani ..tepatnya saling berciuman?."
"Setuju."
"Mwo?."
.
.
.
"Mencium bibir, ani ..tepatnya saling berciuman?." Tanya Ryeowook sedikit tak yakin namun, Siwon tersenyum dengan maksud lain.
"Setuju." Jawab Siwon diikuti tawa halus Kibum.
"Mwo?." Semua anggota Hyuk line bertepuk tangan, 'biarlah yang penting dapat tontonan gratis' gumam Eunhyuk diangguki yang lain adegan live dari idola adalah kesempatan langkah bahkan nyaris mustahil tadinya Eunhyuk sudah putus asa dan-sempat akan melayangkan permintaan fanservis-berpelukan dan bergandengan tangan.
"Ehem." Tiba-tiba Kyuhyun berdehem-secara tak langsung menghentikan tepukan heboh Hyuk line, Kyuhyun menoleh pada Sungmin.
"Aku dan Sungmin pamit untuk menemani Key dan Baro, jadi kuharapkan kalian tetap menjaga volume suara seperti tadi jika tengah berbicara tak senonoh , Siwon dan Kibum hyung sedang bebas bekerja jadi santai saja di sini." Kyuhyun memang telah mengungsikan kedua anak sepupunya untuk melakukan antisipasi jika kalau teman-teman Sungmin-Hyuk line menodong sepupunya Siwon dangan permintaan ataupun pertanyaan aneh-khususnya mesum dan benar saja, perkiraan Kyuhyun 100 % terjadi sekarang.
"Baiklah kuserahkan anak-anakku padamu." Jawab Kibum tenang.
"Aku juga sempat kaget saat Sungmin memberi informasi bahwa kalian telah memiliki dua putra." Kata Ryeowook diangguki Donghae dan Yesung.
"Ini suatu yang membahagiakan, bahwa gosip kalian telah membina runah tangga dan mempunyai putra benar adanya." Timpal Eunhyuk.
"Ku harap kalian akan mengikuti jejak kami berdua." Ujar Kibum.
"Tentu saja." Jawab Yesung dan Donghae mantap, membuat Ryeowook tersipu serta Eunhyuk menjerit malu.
" Huft, kalau bukan karena ingin melihat adegan mesra, aku juga ingin menemani Minnie." Celetuk Henry tiba-tiba, percakapan hangat sebelumnya langsung terpecah begitu saja.
" Memangnya aku kenapa sampai kau berniat menemaniku segala?." Tanya Sungmin dengan nada biasa. Sebelum menjawab Henry terlebih dahulu berdehem.
" Aku cemas kau akan dalam bahaya jika bersama dengan Kyuhyun-shii." Jawaban Henry sama tajam dengan tatapannya pada Kyuhyun. Siwon dan Kibum yang mendengarnya hanya diam, secara tak langsung mereka langsung sadar bahwa namja berpipi mochi itu menaruh rasa tak suka pada Kyuhyun.
Justru Sungmin yang kini merengut kesal memandang Henry.
"Mochi jahat!."
"Mwo? Benarkan? Semua orang asing itu jahat!. JANGAN MEMBELANYA!" Teriak Henry tanpa sadar membuat kaki Sungmin gemetar.
"HEI APA-APAAN KAU HEN!." Eunhyuk meledak hendak beranjak untuk mencekik Henry. Namun ucapan Kyuhyun tiba-tiba memotong tindakan namja blode itu.
"Sayangnya Henry-shii, yang kau sebut orang asing itu sekarang adalah kekasih Lee Sungmin." Balas Kyuhyun dengan ekspresi super datar, menarik Sungmin menuju kamarnya. sama sekali tak menghiraukan berbagai kesan tak sama atas sikap Kyuhyun untuk setiap makhluk di dalam ruang tamu apartementnya.
"Dasar evil." Paling tidak itu julukan terakhir –dari Henry yang terdengar oleh Kyuhyun sebelum namja tampan itu menutup pintu kamar bersama Sungmin di dalamnya.
.
.
.
Keesokan harinya.
"HUAHAHAHAH AKU HEBAT KAN!."
Eunhyuk- dengan senyum pongahnya- duduk di atas meja guru seraya mengeluarkan semua foto, Poster, majalah, DVD, VCD, CD – yang di perankan oleh Siwon dan Kibum, menunjukkan pada Semua siswa di kelasnya- bahwa benda-benda nista itu telah seluruhnya di bubuhi tanda tangan oleh dua aktor hot tersebut.
Semua Siswa dan Siswi menganga.
"Sebanyak ini dan keduanya bersedia menandatanganinya!."
"Ne." Jawab Eunhyuk bangga-dalam hati ia menaruh rasa simpati begitu besar pada Cho Kyuhyun –dan Eunhyuk bersumpah demi langit dan bumi bahwa ia sangat-sangat menyetujui Sungmin selamanya bersama Cho Kyuhyun, Seonsaengnim yang telah berjasa mempertemukannya dengan dua aktor yang begitu ia dan teman-temannya gilai.
"DAEBAK."
"KYAAA AKU IRIIIIIIIIIII."
"HUHAHAHAHA." Eunhyuk kembali tertawa nista.
.
Sementara di tempat lain.
"Akh...hosh..hosh.." Sungmin terengah meresapi fase melayang setelah baru saja ia mendapatkan klimaksnya untuk yang kedua kali bersama Kyuhyun.
"Ah..pelaaan kyu~." Namja manis yang tengah menungging itu meleguh kala merasakan benda besar dan panjang yang sedari sejam yang lalu memenuhi lubang miliknya di tarik keluar.
"Shhhh.." Keduanya mendesah saat tautan intim itu terlepas, menyisahkan lelehan sperma Kyuhyun yang sebagian tak tertampung dalam lubang Sungmin lalu merembes turun melewati paha .
Kyuhyun menarik Sungmin hingga namja manis itu berdiri bersamanya.
Chup.
membalik wajah Sungmin, menyematkan ciuman innocent pada bibir shape M kekasihnya.
"Gomawo chagi." Sungmin tak menjawab, namja manis itu mengalungkan kedua lengannya pada leher jenjang Kyuhyun, nafasnya masih saja terengah, ia sudah kelelahan.
"Jam istirahat akan segera berakhir, aku berjanji akan menemui Henry setelah ini di kantin." Dengan raut tenangnya Kyuhyun menganggu paham walau nama yang di sebutkan Sungmin bukanlah nama yang terdengar baik-baik saja di telinganya.
"Huf." Sungmin mendengus lirih ia tengah berusaha menggoda Kyuhyun, namun harus menelan kekecewaan melihat raut 'tak masalah' yang malah disiratkan Kyuhyun padanya. Hell.. itu menyedihkan untuk Sungmin.
Kyuhyun menyadari itu, karena memang Kyuhyun bukan seorang Seonsaeng biasa-dia seorang pembisnis yang biasa mengatasi klien- hingga secara cerdik dan alami, mengartikan keinginan seseorang adalah hal mudah baginya.
Kyuhyun tersenyum miring sebelum berkata."Minnie tak benar-benar ingin bertemu Henry bukan?."
Semula Kyuhyun hanya berniat memancing namun di luar dugaan si polos Sungmin malah menjawab." Tentu saja aku hanya ingin menggoda Kyu, tapi jawabannya malah begitu, seharusnya kau bilang. ' Chagiya, jangan pergi tetaplah di sini, batangku belum puas dan masih minta di layani 'harusnya begitu bukan?."
Hening.
Keduanya saling berpandangan.
"Ups, aku.. aku." Seakan sadar Sungmin buru-buru menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan mungilnya, wajahnya merona, malu-malu menengadah untuk melihat reaksi Kyuhyun atas ucapan beraninya beberapa detik yang lalu.
"Baiklah, jika memang kau ingin menghabiskan waktu istirahatmu denganku ." Kejar Kyuhyun, Sungmin terkejut hingga Sungmin harus terbelalak oleh sikap Kyuhyun yang kembali membuka kemeja-yang sebenarnya sudah terkancing, menurunkan kembali resleting celana miliknya tanpa membuka zipper.
Hup.
"Turunkan~." Kyuhyun tak mendengar nada perintah Sungmin sebagai sebuah penolakan, dengan gerakan santai ia keluar dari toilet yang berada dalam ruangannya- ruang guru perseorangan, merebahkan tubuh mungil Sungmin pada sofa kemudian menindi namja manis-yang masih dalam keadaan naked tersebut.
"nghhh." Sungmin meleguh, Kyuhyun mengecup dan menjilat pelan leher jenjangnya.
"ah~ Cho Kyuhyun.~" Sungmin mendesis nyaman, tiga jemari panjang Kyuhyun masuk dengan pelan dalam lubang merah merekah tersebut menguak benih yang memenuhi sarang Sungmin-membersihkannya, walau sama sekali tak membantu mengurangi banyaknya cairan yang memasuki lubang sempit itu.
"Cho Kyuhyun.~" Di saat bersamaan Kyuhyun beralih menuju leher Sungmin-mengecup tiada henti di sana. Namja manis di bawah Kyuhyun kegelian dan sebagai gantinya ia melampiaskannya dengan menjambak surai Dark Brown itu gemas.
"Jangan digigithhh." Kyuhyun melepaskan deretan giginya yang hampir mengerat di ceruk leher Sungmin, beralih mencium tempat tersebut dengan dalam.
"Ah~." Sungmin menggeliat erotis ketika ketiga jari Kyuhyun berhasil menemukan dan menumbuk prostat miliknya.
Kyuhyun kembali menjamah bibir Sungmin ganas, melesakkan lidah basahnya saat Sungmin-secara sengaja membukanya. Tautan terlepas, keduanya kembali berpandangan dengan ujung hidung lancip yang saling menempel, Kyuhyun tersenyum sebelum berucap.
"Saranghae." kemudian menutupnya dengan lesakan batangnya ke dalam lubang milik Sungmin dengan tempo yang sangat cepat.
"Ahhhh...ahhhh...ahhhhhh..." Tubuh mungil Sungmin terhentak-hentak, hanya mampu meremas bagian tubuh Kyuhyun yang sanggup ia jangkau ketika genjotan batang Kyuhyun bertambah semakin cepat dan kasar.
.
Keduanya menggerang tertahan setelah mengejang didera klimaks bersama, tepat saat bel selesai istirahat berbunyi dengan nyaring. Sungmin menengadah, ia ingin bertanya mengapa waktu terasa begitu cepat namun Kyuhyun terlebih dahulu mengatakan itu.
"Terasa begitu singkat." Ucap Kyuhyun syarat akan kesal, Sungmin tersenyum Kyuhyun yang sekarang terlihat begitu menikmati kegiatan yang selalu Sungmin tagih-jika mereka hanya berdua saja.
"Kita lanjutkan nanti, okay?." Putus Sungmin-sepihak.
Kyuhyun yang masih berada di atasnya-dengan kesejatian yang sudah tegang mengacung, hanya memandang Sungmin biasa. Tanpa bicara namja tampan itu beranjak memberikan ruang beranjak pada Sungmin.
Chup.
Sungmin membungkuk-mencium sekilas bibir tebal Kyuhyun . Bermaksud berjalan memungut celana seragam beserta underwear miliknya yang tergeletak di lantai toilet.
Namun belum empat langkah ia berjalan, tiba-tiba secepat kilat pinggang Sungmin digapai Kyuhyun, menarik pinggang itu dari arah belakang hingga sang empu limbung pada tempat-yang memang telah Kyuhyun siapkan.
BRUK/JLEB.
Ketika namja manis itu duduk dalam pangkuan Kyuhyun. Keadaan Downless Sungmin, mengakibatkan Junior milik Kyuhyun-yang mencuat ke atas langsung terbungkus sempurna dalam lubangnya
Kyuhyun menengadah mendesis keenakan. Lain lagi dengan Sungmin-namja manis itu
"AHH! CHO~!." .
-Kali ini- pertama kalinya menjerit protes, untuk benda panjang nan besar yang selama ini menjadi sarana pemuas hasratnya itu.
"Mian Min." Sesal Kyuhyun namun tidak dengan wajahnya yang menyeringai tampan. Keadaan yang membelakangi Kyuhyun membuat Sungmin tak menyadari itu.
"Ahh...shhhh...Gwaenhana" Sreeet
Seperti kepalang tanggung beberapa detik kemudian Sungmin akhirnya memilih bergerak dan kembali mengejar klimaks bersama Kyuhyun.
Bleshh..
"Ahhhhh...shhdalamhh...fasterhhh..."
Sreet blesss...
"penuhhh~ahhh~ moreee Kyunnie~"
.
.
.
4 hari kemudian.
"Kenapa kalian kembali lagi ke apartementku.?" Kyuhyun bertanya datar namun keempat namja di hadapannya malah tersenyum lebar.
"Kami hanya ingin berkunjung." Namja berambut Dark violet –Ryeowook mejawab dengan nada yang sangat friendly.
"Apa Siwon-shii dan Kibum-shii ada di dalam?." Sambung Eunhyuk dengan bertanya.
"Siwon dan Kibum hyung sedang tak ada di rumah hanya ada Key dan Baro, Sungmin juga tidak ada di sini." Jelas Kyuhyun menyenderkan tubuh tingginya di pinggiran pintu.
"Aku di sini Kyu hyung~." Mata hazel Kyuhyun sekejap terbelalak, Sungmin keluar dari belakang tubuh tinggi Henry-namja mochi yang sedari tadi menatapnya ogah-ogahan.
"Hai, Kenapa tak menghubungiku terlebih dahulu?." Sapa Kyuhyun tersenyum tipis, Sungmin mendekat. tanpa menghiraukan siapapun di sekitarny a, namja manis itu mengalungkan kedua lengannya di leher Kyuhyun lalu berjinjit untuk menggapai bibir bervolume tebal mlik kekasihnya.
Chup.
"Ini kejutan."
"YA, YA, YA, YA." Gumam Hyuk, Hae, Yesung, Wokkie, dan Henry kompak. Sungmin langsung merasa tersindir.
.
"Annyeong, chagiyaaaa~." Sungmin menyerbu tubuh mungil Key ketika mendapati bocah tampan itu tengah asyik di depan televisi Kyuhyun.
"Hahaha, Sungmin hyung." Key terkikik saat Sungmin merebutnya dari pangkuan sofa.
"Kau sudah makan?." Kyuhyun menghampiri Sungmin disusul yang lain. Sungmin menoleh dan mengangguk pelan. Tadi siang membatalkan janji pulang sekolah bersama Kyuhyun dan memilih hang out bersama para Hyuk line.
Tetapi Kyuhyun terlihat santai saja menanggapi, saat Sungmin meminta dirinya mengeluarkan protes-untuk menyuarakan hak sebagai kekasih, namja 26 tahun itu hanya bilang 'Jangan nakal' kemudian berlalu pergi.
"Apa kau sudah makan?." Tanya Sungmin balik.
"Sudah." Bukan Kyuhyun yang menjawab melainkan Baro yang baru saja keluar dari kamar tamu. Sungmin percaya saat pandangannya bertemu dengan dua tumpukan kotak pizza yang telah kosong di atas meja.
"Kalian harus tidur siang." Kyuhyun mengambil Key dari gendongan Sungmin menggendong Baro yang bergelayut di kaki Sungmin.
"Ne." Ucap keduanya kompak.
"Selamat tidur siang, Sungmin hyung." Ucap Baro menguap lebar, sepertinya bocah tampan itu sudah ngatuk berat.
"Selamat tidur."
"Mereka cepat begitu akrab denganmu." Kata Eunhyuk ketika pintu berwarna biru cerah menelan sosok Kyuhyun dan kedua bocah tampan tersebut.
"Mereka anak-anak yang baik, selalu memperlakukan orang dengan baik pula."
.
.
'Zhoumi Tan, aktor 17 tahun akan kembali menjalin kerja samanya dengan S.M Entertainment yang dahulu sempat terkendala.'
"Kau suka lihat infotainment Cho seonsaengnim?." Kyuhyun yang baru datang mengalihkan perhatian pada para Hyuk line yang telah duduk manis di depan televisi sambil ngemil kripik kentang yang-sengaja di letakkan Baro di atas meja.
"Tidak, tadi Key dan Baro melihat kartun." Jawab Kyuhyun singkat.
"Zhoumi Tan." Kyuhyun melihat Henry yang berucap pelan dengan pandangan lurus ke layar televisi- menampilkan potret namja tampan berambut merah menyala menggunakan kaca mata. Ryeowook dan Yesung yang tak jauh tempat mereka duduk mendengar.
"Kau mengenal artis Cina yang jangkung itu Hen?." Tanya Ryeowook setelah gunyahan kripik kentang Kyuhyun masuk ke dalam tenggorokannya. Rupanya namja mungil itu menyimak berita yang sempat di sampaikan oleh pemberita tadi.
Henry hendak membuka suara namun Eunhyuk langsung menyela begitu cepat.
" Zhoumi Tan, Dia pernah ada masalah dengan Sungmin dan Henry." Alis Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung mengerut membentuk jurang. Ryeowok memilih merapatkan tubuhnya pada Eunhyuk.
"Terlibat skandal maksudmu, hyung?." Ryeowook bertanya semangat, Eunhyuk tersenyum jahil kembali memasukkan lembaran kripik dalam mulutnya.
"Bisa tidak bisa iya." Jawab Eunhyuk misterius, Mata Ryeowookdan Donghae membulat, semakin Kyuhyun malah merasa aneh melihat raut tegang Sungmin walau tak tahu apa yang mengganjal.
"Yah ceritakan" Bibir Ryeowook terpout kesal, ia tak mau digantung rasa penasaran.
"Ceritakan yang benar." Begitu pula dengan Yesung yang ikutan kesal karena kekasihnya-Ryewook tengah di buat penasaran.
"Setahuku ia hanya beberapa hari di KorSel untuk syuting film debut Zhoumi di Korea tiga tahun lalu, sayangnya Film itu tak sempat tayang. Dan kau ada skandal dengan aktor remaja itu, Kenapa aku tak tahu soal ini?." Tanya Donghae.
"Aku juga." Tambah Yesung
"Biar aku yang cerita." Sahut Henry dengan raut super-duper serius. Eunhyuk memutar bola mata malas. Sungmin memilih diam dan duduk tenang, menyandar di bahu Kyuhyun.
30 menit kemudian.
"Begitu ceritanya, intinya aku sangat kecewa melihat Zhoumi berciuman tanpa rasa malu di pinggir jalan dan itu terjadi di depanku, parah sekali bukan?."
"Hiks, malang sekali nasibmu Henry-ah~hiks." Ryeowook begitu terharu dengan cerita Henry hingga namja mungil itu tak berhenti menangis. Yesung memeluk Ryeowook lalu memandang Henry dengan tatapan iba.
"Mengapa kau tak menceritakan pada kami dan menanggung beban sebesar itu sendirian?." Tanya Yesung merasa dirinya begitu tak berguna sebagai teman Henry.
"Benar, kita semua teman, berusahalah terbuka seperti Sungmin." Timpal Donghae.
"Mian." Gumam Henry kalah. Eunhyuk berdecak menggebrak meja.
"Jangan bersimpati padanya, Mochi-walau dia cengeng tapi dia mengerikan. " Cecar Eunhyuk frontal. Ia hanya bisa menyembunyikan dan yah, menurutnya pribadi-Henry sudah begitu keterlaluan kali ini.
"Kenapa hyuk?."
"Jahat sekali."Eunhyuk menggeleng remeh atas belaan Ryeowook pada Henry.
"Henry dan Sungmin mereka gila jika menyangut obsesi" Henry membuang muka dan Sungmin menghela nafas lelah. Kyuhyun hanya diam tanpa bermaksud menganalisis apapun, namja tampan itu tetap tenang.
"Maksudmu?." Tanya ketiga- Ryeowook, Donghae, Yesung bersamaan.
Mata Eunhyuk menyipit. "Lihat saja, Sungmin dengan bodohnya mempunyai obsesi terhadap Kyuhyun Seonsaeng. Jadi -bisa di simpulkan bahwa Henry tidak akan kalah gila dengan obsesinya." Kyuhyun tak bergeming sedikitpun mendengarnya.
"Teruslah mengoceh Lee Hyukjae." Tanggap Henry tajam, Eunhyuk anggap ucapan Henry sebagai tantangan.
"Sungmin boleh saja mengerikan dengan kepolosan yang dimilikinya, tapi harus kalian tahu bahwa Henry- lebih dari itu." Setelah itu semuanya diam. Eunhyuk balas mendelik pada Henry yang lebih dulu mendelik ke arahnya.
" Setahuku, Henry adalah tipe namja yang sering bertindak primitif namun rasional." Gumam Yesung blak-blakan
"Yak!, apa-apaan itu!." Gertak Henry tak terima.
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
"TIDAAAAK!."
Brak
"Zhoumi!."
Zhoumi kembali tergegap, pandangannya mengedar hingga berhenti pada raut cemas sang manager. Ia kembali tersenyum walau keringat sebesar biji jangungnya senyuman itu terlihat jadi mengerikan.
"Kau tampak mengerikan, singkirkan senyum itu." Dan pada akhirnya kalimat terjujur manager-lah yang menegurnya.
Zhoumi mengusap peluh yang dapat ia rasa.
"Kau mimpi buruk lagi?." Zhoumi mengangguk bak anak patuh, namun sejurus kemudian ia menggeleng." Aku akan membuktikan sesuatu pada orang itu."
"Jangan di fikirkan karena kita akan ke Seoul empat hari lagi" ujar Heechul-sang manager menepuk punggung jangkung Zhoumi.
"Mandi lalu bergegas turun untuk sarapan dengan para asissten, aku menunggumu." Heechul keluar dari kamar Zhoumi.
.
.
"Aku masih ingat kejadian dua tahun lalu." Zhoumi menerawang, menghentikan acara mengoles selai coklatnya pada roti.
"A-Apa?." Salah satu asissten tercengang, Heechul yang duduk di hadapan Zhoumi menggeleng. Kemudian berkata "Ck, jangan bahas."
"Aku punya hutang dengan si Lee Sungmin itu."
"Kadang aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu, jika bertemu kau mau apa?."
"Dia bilang aku bukan lelaki sejati untuk Henry."
"Siapa lagi itu Henry?." Zhoumi terdiam sebelum menghendikkan bahu acuh.
"tidak tahu."
"Jadi ingin meminta penjelasan, sejak semula sudah kukatakan bahwa aku tak begitu mengerti tentang jalan pikiranmu dan-Oooo, kau bahkan masih menyimpan artikel Korsel-China yang lusuh itu"
"Eh?." Zhoumi terperangah seolah tertarik kasar dari bawah sadarnya, benar ia masih menyimpannya, dan lihat- artikel itu bahkan sudah berada di kedua tangannya. Artikel yang selama tiga lalu menjadi sarana penunjang traumanya. Artikel yang berada di halaman utama waktu itu, artikel yang tertulis bahwa-
Zhoumi Tan seorang artis dari China berumur 15 tahun yang mendapat job bermain drama korea sejak 9 hari yang lalu, di lempar serta di lukai serta caci secara membabi buta oleh dua orang yang tak dikenal-betul-betul tidak kenal ketika sedang melakukan –akting kiss scene dengan lawan mainnya, berkat lemparan sepatu dari salah satu orang tersebut Zhoumi mengalami patah hidung hingga harus di larikan ke rumah sakit di Seoul.
Akibat peristiwa ini kontrak kerja dengan Korea Selatan dibatalkan secara sepihak oleh Manajement Zhoumi-Chin Entertaiment karena merasa di rugikan.
"Tunggu saja, kedua orang itu, akan mendapatkan balasan setimpal."
.
.
..._*.*.*Who cares?.*.*.*_...
.
.
Sungmin melangkah ringan menuju Kyuhyun, jemari mungilnya meremas erat kertas tipis dalam genggamannya.
'Kita akan memulai dari awal' Batin Sungmin, langkah kecilnyanya pun dipercepat saat mendapati Kyuhyun berdiri bersandar di pinggir jendela, namja tampan itu menyadari kehadirannya.
"Ming."
"Kyu~."
Chup
Kyuhyun tergegap, mata hazelnya melirik kanan dan kiri untuk memastikan sesuatu, Sungmin telah menciumnya di keramaian koridor, dengan semua mata tertuju kepada mereka berdua.
"Kyu,..ini kode apartementku." Lepas dari semua itu Kyuhyun mulai menfokuskan diri hanya untuk namja manis di hadapannya.
"Eh?. Wae?."
"Karena waktu itu kau bilang kita akan memulainya dari awal bukan?. Jadi aku akan benar-benar jadi kekasih Sungguhan untukmu." Kyuhyun tersenyum tipis, Sungmin benar-benar menepati ucapannya.
"Gomawo." Kyuhyun ingin sekali memeluk Sungmin sekarang- atas sikap manis yang di tujukkan padanya, Andai saja mereka bukan di tengah-tengah keramaian dan di sampingnya tak sedang berdiri dua yeoja yang mengekori tubuh tingginya.
Sungmin sebenarnya menyadari itu, Sungmin kembali tak peduli, namja manis itu hanya mengeluarkan suara cebikan tanda tak suka-yang cukup keras. Biasanya aksi itu sudah menjadi sebuah pukulan mundur musuh- kedua yeoja itu.
Diluardugaan kedua yeoja bername tag Gyuri dan Hyuna malah balik menatap sinis pada Sungmin.
'!' . Sungmin memekik kaget, reflek meremas lengan Kyuhyun.
"Seonsaeng Kansahamnida, bersedia menjelaskan ulang pada kami." Gyuri dengan secepat yang ia bisa mengubah raut sinis-yang semula di tujukan pada Sungmin menjadi ekspresi seimut mungkin.
"Cheonmayo, ini sudah tugasku." Jawab Kyuhyun biasa, namja tampan itu bahkan tak tersenyum sedikitpun.
"Seonsaeng, seonsaeng... jika kami kembali mengalami kesulitan pemahaman pelajaranmu, dapatkah kami-."
"Ne, kalian boleh kembali kepadaku untuk menanyakannya." Potong Kyuhyun cepat, dua siswi itu merona mendengar poin kata' Kembali kepadaku' yang ducapkan Kyuhyun. Sungmin bersungut menggeser tubuh yang semula menjorok pada tubuh tinggi Kyuhyun.
"ANDWAE!. Kalian tak kuizinkan mengganggu Kyunnie!." Teriak Sungmin manja. Semua yang tak urung mendengar melotot heboh. Jika benar itu yang di katakan Sungmin berarti Kyuhyun memang telah jadi miliknya begitulah menurut semua orang yang masih terpengkur bodoh di korodor bersama Sungmin dan Kyuhyun di dalamnya.
Sungmin tersenyum penuh kemenangan menlihat wajah pucat pasi Gyuri dan wajah marah Hyuna.
"Kyuhyun milikku, jadi berhati-hatilah dengan milikku, Arra?." Lanjutnya dengan congkak. Hyuna semakin tak dapat menahan amarahnya, di sekolah elit ini memang Lee Sungmin dan para Hyuk Line yang berkuasa tetapi jangan lupakan juga bahwa sekolah elit ini dihuni oleh semua siswa-siswi yang berasal dari keluarga berada. Jadi tak bisa di salahkan pula jika-
"Grr..." Hyuna malah menggeram kemudian mengeluarkan aura egois dan penguasanya.
"Dengar Lee, tidak semua yang kau cap milikmu itu akan selamanya kekal di tanganmu, tunggu saja -"
Hyuna memandang Kyuhyun." ia akan lepas sendiri karena sikap manjamu itu!. Kajja Rinnie." Kemudian dua yeoja itu berlalu meninggalkan Sungmin yang termagu melihat punggung mereka.
'A-APA , tidak mungkin, Kyuhyun m-meninggalkanku?!.' Tanya batin Sungmin menjerit.
"Jangan dengarkan." Tegur Kyuhyun, namun seolah menjadi tuli, Suara Kyuhyun tak sampai terdengar di telinga Sungmin.
'meninggalkanku?!.'
Sungmin menunduk, dalam hati, namja manis itu mulai merasa takut.
.
.
Tbc
.
.
.
Ya Tuhan, jujur saya sempat galau berat dan nangis saat tahu berita bahwa ffn mau ditutup T.T
Ternyata gak jadi, hiks Terima kasih Tuhan.
Respon pertama saat tahu berita gempar itu reflek bilang gini. "Hutang ffku hueeeeeeee." Dan Langsung gigit bantal.*Readers: makanya jangan suka ngutang!.* D: mian*manggut-manggut.
Saya akan berusaha setelah ini ^^, Yossha!.
Ini 5K lebih looooh hehehe.
Sesi tanya jawab jeng jeng jeng!:
Q: Apa Kyumin nanti bisa jadi bintang yadong seperti Sibum?.
A: Hahahaha, daebak saya bahkan gak sampai mikir ke sana*pikiran author cetek, gomawoooo
Q: kapan Sandeul hadir, Kyumin sesudah nikah atau sebelum nikah?.
A: Udah nikahnya chingu*ngikutin jejak Sibum.
Q: Update yang cepet.
A: Huaaa, mian~, saya usahakan*bener-bener berusaha T.T
Q: Ada Bdsm gak?.
A: Saya usahakan hehe* mikir keras.
Q: Sex toysnya di tunggu.
A: Yossa!, mohon kesabarannya ne~.
*******Big Thanks to:
stawberry rae/imAlfera/Cho MeiHwa/imKM1004/MalaJaeWook/ / .1/MalaJaeWook/BabyMing/Sung Rae Sun/Phia89/Elf hana sujuCouple/minnie kyumin/KikyWP16/DarkLiliy/ .1272/bebek/Keyla HBM/Guest/sary nayolla/5351/Guest/winecouple/Ria/Guest/Kyumin joyer/abilhikmah/ .136/AmyKyuMinElf/Yc K.S.H/danactebh/Joykyuminshipper/Ddoyjoyers/gorjazsimba/Mayu ChoLee/ / /pumpkinsparkyumin/sissy/Fkiy/Shin neul ra/zee konstantin/kyumin pu/Guest/mutiaratupi/Guest.
Gomawoooo atas repyunya ^^, kebaikan kalian tidak dapat di balas hanya dengan kata-kata ;*
Jika ada yang belum kesebut, silahkan protes ne~
Mian untuk semua kekurangannya, sekedar berusaha mungkin tak akan cukup bagi kemampuan saya yang hanya segini-gini saja*pandangan menerawang.
Cukup tetap bersama KYUMIN .*sok dewasa.
Waktu itu ada yang minta Zhoumi, dan emang baru dapat nongol di chap
Oh yang minta bdsm dan Sex Toys saya gak janji di chap berapa, tapi akan ada kok, mohon kesabarannya. ^^
Bye Bye
Sampai ketemu di chap depan.
Saranghae~~~
