Hai, para readers semuahhh(?) setelah sangat lama, akhirnya saia berhasil meng-update fic lagi! *tebar hape* Langsung saja, reply review:

Nagi and Sacrlett: Sebenernya, saia sudah lama tidak main game, jadi saia lupa kalau ada Pang Tong... *dilempar pake staff* thanks for the review!

xtreme guavaniko: Saia titip selamat juga buat Xu Shu! *Xu Shu: Apa lo bilang?* thanks for the review!

Aiko Ishikawa:Saia setuju sama Aiko-san, terkadang saia juga kangen masa kecil... *Xu Shu: Udah deh thor langsung aja!* thanks for the review!

:Nah, liat aja yang kena di chapter ini, thanks for the review!


Chapter 2: First Day In Wu

Lu Meng sedang menentukan stragtegi bersama Lu Xun.

"Hm...Hm..." Lu Meng manggut-manggut mendengar penjelasan Lu Xun.

"A-anu, pak. Apa anda mendengarkan?" Tanya Lu Xun yang sweatdropped Karena penjelasannya sudah selesai setengah jam lalu dan Lu Meng masih manggut-manggut.

"Hah? Oh, iya. Aku mendengarkan, kok. Sini ku-cek." Kata Lu Meng yang tidak ingin mengecewakan Lu Xun. Maksudnya, sebenarnya Lu Meng sama sekali tidak memperhatikan penjelasan Lu Xun. Mengapa Lu Meng seperti ini? Karena dia terus membayangkan seperti apa Lu Xun ketika kecil.

"Lu Meng." Kata sebuah suara memanggil. Lu Meng dan Lu Xun menoleh ke arah suara itu. "Ah, pak Lu Su." Kata Lu Xun berkow... kow apa ya? Kowtak? Kowlong? Kow*dihantam readers*

"Lu Xun." Kata Lu Su tenang. "Aku yakin kalau gurumu ini sama sekali tidak memperhatikan penjelasanmu tadi." Mendengar kata-kata itu, Lu Meng langsung berusaha menutup mulut Lu Su dan Lu Xun langsung seperti jawdrop. "Kau seharusnya memperhatikan satu hal, Lu Meng." Kata Lu Su.

"Sama seperti air ini." Kata Lu Su mengangkat minuman yang entah darimana ia dapatkan. "Kau harus meminumnya dengan benar. Kalau tidak, minumannya akan tumpah ke bajumu." Kata Lu Su sambil meminum minuman itu. Setelah itu, tiba-tiba sebuah sinar muncul dari dalam Lu Su. Lu Xun dan Lu Meng yang melihatnya pun langsung kaget. Mereka pun semakin panik ketika cahaya itu meredup.

"Aku benar kan?" Tanya seorang lelaki berbaju sama persis seperti Lu Su, hanya saja rambutnya pendek dan wajahnya terlihat sangat muda. Lu Xun dan Lu Meng pun terkejut setengah sekarat!

"APAAAAAA?" "Lu-Lu Su?! Apa yang terjadi padamu?!" Tanya Lu Meng menanyakan Lu Su kecil itu.

"Hah? Apa yang kau bicarakan? Tunggu..." Lu Su kecil pun akhirnya menyadari kalau saat ini dia lebih pendek dari Lu Meng, bahkan Lu Xun. "A-apa yang terjadi padaku?!" "AAAAA!" Akhirnya, semua orang di penjuru istana bisa mendengar teriakan gaje dari tiga orang bermarga Lu ini.

"A-ada apa?!" Sun Ce dan Zhou Yu yang paling dekat dari TKP langsung datang ke sumber teriakan. "Ahaha. Ti-tidak ada apa-apa kok, master Zhou Yu." Kata Lu Xun. Lalu kedatangan Sun Ce dan Zhou Yu diikuti dengan kedatangan Sun Quan, Gan Ning, Ling Tong, Taishi Ci, Da Qiao, dan semuanya hingga yang paling terakhir Sun Jian.

"Kenapa semuanya berkumpul di sini?"

GUBRAK!

"Ayah, apa kau tak mendengar suara apapun dari sini?" "Suara apa? Ayah dari tadi tak dengar apapun. Ayah tadi sibuk dengerin lagu dari hapenya Author." "HAPEKUU!" Author yang baru sadar hapenya dicuri pun langsung memasang deathglare ke Sun Jian.

"Jadi... Apa yang terjadi di sini?" Tanya Huang Gai. "Oh, tak ada apa-apa, kok, Huang Gai." Kata Lu Meng yang berusaha menyembunyikan Lu Su kecil di belakangnya. "Oh yaa?" Tanya Zhu Ran mulai usil. "Lalu siapa yang ada di belakangmu, Master Lu Meng? Apa aku melihat kaki di belakang kakimu?" "Hah! Kakinya pak tua jadi empat!" Kata Gan Ning yang diikuti tawa Ling Tong dan pukulan dari Sun Shang Xiang. "Ooohh... Kau siapa? Lucunya!" Xiao Qiao yang langsung ke belakang Lu Meng pun terpana akan keunyuan(?) Lu Su kecil ini.

"Apa jangan-jangan..." kata-kata Lian Shi membuat hening satu ruangan. "Lu Meng punya anak?"

3

.

.

.

2

.

.

.

.

1

.

.

.

.

0

.

.

.

"BUHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA!" Kata-kata Lian Shi yang serius itu ditanggapi dengan tawaan dari semuanya. "A-apa? A-Aku tidak punya anak!" Kata Lu Meng yang entah kenapa terlihat seperti seorang Tsundere.

"Sudahlah Lu Meng." Kata Sun Ce. "Kalau kau menikah, seharusnya kau beritahu kami!"

"Iya! Kapan kau menikah?" Tanya Taishi Ci.

"A-AKU BELUM MENIKAAAHHHHH!" Lu Meng yang gusar dengan kata-kata teman-temannya itu pun kabur dari TKP, yang meninggalkan Lu Xun di sana.

"Yang sabar yah, Lu Xun... Kau sepertinya harus mengurus anak itu..."

"Eh... Eh! Masa' aku harus merawat Master Lu-" Kata-kata Lu Xun pun terpotong oleh tendangan Lu Su kecil.

"'Master Lu'?" Tanya Sun Quan.

"Sebentar..." Lian Shi mulai memanaskan suasana(lagi). "Master... Kalau tidak Lu Meng, berarti Lu Su..."

"HAAAAAAHHHH?!" kali ini, kata-kata Lian Shi disambut teriakan kekagetan.

"Kalau begitu." Kata Sun Ce dengan nada membara. "Kita harus mengasuh Lu Su sampai kembali normal! Dan Lu Xun, Lu Meng, dan Zhou Yu-lah yang akan mencari penawarnya!"

"OOOHHHH!" Para warga istana menyambutnya dengan meriah, selain Lu Xun yang grogi dan Zhou Yu yang kalem-kalem saja.


Mungkin yang ini bukan cara cerita saia yang biasanya yah... dari segi tulisan... Maupun cara ngomong saia apa boleh buat, saia sudah lama hiatus... *Lu Su: Itu bukan alasan!*

Review, please?