Yosh! Akhirnya! Saia bisa update lagi! *tebar pohon sakura*
Langsung saja, reply review:
NaoQuitcher: Pastinya! Thanks for the review!
Kohina Zhonghui: Sebenernya itu bukan maunya Guo Jia, dia dipaksa. Tapi saia yakin dia akan menikmatinya *dimusou Guo Jia Buat yang Other, ditunggu saja ya. Thanks for de review!
black roses 00: Haha! rupanya roses-san jago menebak! Berarti roses-san bisa menebak siapa yang akan kena di other, bukan? Lalu yang mundur Guo Jia, karena bayangkan saja seorang anak dihadang dua orang dewasa.. *dilempar Thanks for the review!
Karena file ini sudah seperti membusuk di laptop kakak saia(berhubung saia nggak punya laptop), saia tidak mengecek kembali apakah ada kesalahan atau tidak. Jika ada, just review it!
Enjoy!
Pagi hari, di mana Sima Zhao masih tertidur dengn nyaman di kasurnya...
PANG!
"WAH! Apaan sih-oh, ternyata ayang Yuanji toh.. Hehehe..." dan sedetik setelah itu, Author yang membuat ini pun langsung muntah 10 ember.
"Bangun, Zhao. Sarapan akan dimulai." Kata dimulai." Kata Yuanji dingin sembari memegang panci yang digunakan untuk membangunkan Sima Zhao. Adik Sima Shi ini pun mengangguk menurut.
Setelah memastikan Sima Zhao sudah benar-benar bangun, Wang Yuanji pun keluar untuk membangunkan kakek Guo Huai.
"Kek... Bangun, kek..." Kata Wang Yuanji dingin, tapi lembut bagaikan es krim yang sudah ada di-ah, lupakan. Kembali ke cerita.
"Huamhh... Loh, Wang Yuanji, kenapa bawa-bawa panci? Mau masak itu di dapur, nak(?)... Uhuk..." Kata Guo Huai yang sudah seperti orang sekarat *dilempar*
"Aku bukan mau memasak, kek. Ini untuk membangunkan Zhao." Kata Wang Yuanji sambil memperlaukukan panci itu layaknya raket badminton. Guo Huai pun hanya bisa ber-sweatdrop-ria melihat kelakuan wanita ini *ditebas*
Saia skip sajalah sampai di ruang makan.
"Loh, kek Guo Huai minum apa?" Tanya Xiahou Ba dengan tampang seperti anak berumur 5 tahun (Fangirl Xiahou Ba: *nosebleed)
"Ini air minum kan?" Tanya Guo Huai. Zhong Hui yang ada di sebelah Guo Huai pun membatin 'bukan, itu air got' sambil bertampang youdontsay.
"Tapi kek, minumannya belum diantar."
"Hah? Benar-Aaaaahhh!" Karena cahaya silau dari Guo Huai, semua jendral yang ada di situ pun memicingkan mata mereka. Dan ketika cahayanya menghilang, Guo Huai pun menghilang.
"Kakekk, kemana dirimuu..." Kata Xiahou Ba menangis terbahak-bahak(?)
"Xiahou Baka, lihat baik-baik!" Kata Zhong Hui sewot. Xiahou ba yang tertusuk oleh kata-kata Zhong Hui pun baru menyadari bahwa Guo Huai masih berada di kursinya, hanya saja dia menjadi...
... ANAK BERUMUR 2 TAHUN!
"UWAAAAHHH, KAKEK GUO HUAI, IMUTNYAAA!" Kata Xiahou Ba yang langsung mengangkat Guo Huai muda itu tinggi-tinggi, bahkan lebih tinggi dari menara tertinggi di Dubai sana.
"Pakaikan bajunya, Xiahou Ba-Ka!" Kata Zhong Hui sambil melampar baju kakek Guo Huai ke Guo Huai muda. Xiahou Ba pun langsung memojok setelah kata-kata Zhong Hui.
"Aku... Lapar..." Kata Guo Huai(yang berumur 2 tahun). Dan suaranya yang imut itu pun meluluhkan hati semua jenderal yang berada di situ, kecuali Sima Shi yang langsung makan baozi-nya dengan cepat sehingga dia bisa mendapat lebih banyak.
"Oh, Guo Huai lapar, ya? Sini, biar kusuapi~ Aaaaa~" Xiahou Ba yang sudah kembali dari pojok(?) itu pun mulai kembali lagi mengurusi Guo Huai. Zhong Hui yang melihatnya pun hanya bisa sweatdropped, lalu kembali mengurusi makanannya.
Setelah sarapan...
"KYAAA! KAKEK GUO HUAI JADI LUCUUUU!" Siapa sangka, rupanya keimutan Guo Huai membuat Wang Yuanji menjadi OOT. "Andai saja aku punya anak seperti dia, ya!" Kata-kata Wang Yuanji itu pun membuat Sima Zhao shock berat. Sima Shi pun hanya memberikan pukpuk ringan ke Sima Zhao dan kembali mengelus baozi peliharaannya(?).
"Kau mau merawatnya? Kalau begitu, kita rawat bareng, yuk!" Kata Xiahou Ba yang disambut oleh anggukan dari Wang Yuanji. "Tapi ayah mertua... Apa boleh?" Tanya Wang Yuanji dengan mata yang berbinar-binar.
"Hhhh... Baiklah."
Akhirnya, Xiahou Ba dan Wang Yuanji pun meninggalkan ruangan. Setelah itu, semua orang yang ada di ruangan itu dapat merasakan aura mencekam dari Sima Zhao.
Author: Waah, akhirnya! Chapter 4!
Wang Yuanji: *diem, masih megang panci*
Guo Hua: A-apakah ketika aku muda aku seimut itu? *blush
Xiahou Ba: Tentu saja, kek! Kakek imut sekali!
Sima Shi: Masih lebih imut baozi-ku... *ngelus baozi*
Zhong Hui: *dandan* Wang Yuanji, kenapa kau menatap Author dengan pandangan membunuh?
Wang Yuanji: *deketin Author* kenapa aku OOC banget... *lempar panci*
Author: Wuah! *kabur* Wang Yuanji, ampuni aku!
Sima Zhao: Rasanya humor Author makin lama makin berkurang ya... Hei para readers, bisa bantu Author hiatus pembuat cerita ini?
Author:Berikan ide buat saia, ya! Apapun boleh! Jika bagus, akan saia gunakan dalam cerita ini! Oh, dan NO flame!*kabur lagi
Sima Zhao: *facepalm
