Disclaimer: Inuyasha hak milik Rumiko Takahashi
Chapter 4.
...
"Tidak ada… Tidak ada… dimana dia?" gumam Kagome. Diperhatikannya dengan seksama lapangan basket itu, namun tak kunjung juga ditemuinya sesosok pemuda berambut hitam panjang yang dicari-carinya. Latihannya sepertinya sudah mau dimulai… Dimana dia? Apa dia tidak masuk lagi? Aduh, bagaimanya ini, HPnya 'kan, masih ada di orang itu!
"Inuyasha, kau ini ganti baju lama sekali. Seperti perempuan saja." Terdengar suara seorang laki-laki.
'Ah, dia sudah datang!' pikir Kagome senang.
"Keh. Diam, Kouga. Aku ketinggalan sebuah barang tadi…" sahut Inuyasha kesal.
'Mumpung latihannya belum mulai… Sebaiknya kuhampiri dia sekarang!' Kagome pun lalu berjalan menuju area lapangan.
"Inuyasha!" panggilnya.
Mendengar namanya dipanggil, pemuda berambut hitam panjang itu segera menolehkan pandangannya ke asal suara tersebut.
Seulas senyuman terukir di bibirnya. "Oh, halo Kagome. Apa yang membuatmu tiba-tiba datang kesini? Apa kau ingin melihatku?"
"Bodoh. Aku hanya mau menanyakan sesuatu! Apa HPku tertinggal di rumahmu, Inuyasha?" ucap Kagome.
"Oh, maksudmu HPmu yang kau tinggalkan di ranjang kamarku itu?" jawab Inuyasha santai.
Dari tengah lapangan, terdengar beberapa suara-suara yang meng- "ooooohh"
"Inuyasha, kau membawanya ke kamarmu?"
"Astaga Inuyasha. Aku tidak menyangka kau akan mendahului langkahku!"
"Dengan junior pula… Kau ini benar-benar picik, Inuyasha. Hahaha."
Wajah Kagome memerah padam. Apa-apaan mereka ini?
"Diam kalian semua. Kagome hanya menolongku untuk jalan ke kamarku kemarin saat aku tiba-tiba pusing. Geez. Apa hanya hal-hal seperti itu yang ada di pikiran kalian?" Jawab Inuyasha kesal.
Kagome cukup terkejut dengan jawaban Inuyasha. Dipikirnya, Inuyasha akan memperolok-olok dirinya lagi…
'Mungkin, dia memang tidak sejahat yang kukira….'
"Oh ya Kagome. Ini dia HPmu." Ucap Inuyasha sambil merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda kotak didalamnya. "Lain kali, berhati-hatilah. Kau ini ceroboh sekali." Tegurnya
"Ah, terima kasih!" jawab Kagome sambil mengambil HPnya itu dari tangan Inuyasha.
Inuyasha tersenyum. "Sekarang… aku mau latihan dulu, apa kau akan tetap disini?"
"Eh? Ahh.. Sango sedang membantu Kaede… dan Ayame sedang mengerjakan PRnya… Apa.. aku boleh melihat kalian berlatih disini?" jawab Kagome perlahan.
Inuyasha tertawa kecil. "Tentu saja. Mengapa tidak? Ya sudah. Aku latihan dulu! " Inuyasha pun berlari ke tengah lapangan untuk berkumpul dengan teman-temannya.
"Inuyasha, ambil ini!"
"Baiklah, Miroku!"
Dengan sigap, ditangkapnya bola itu dan dia segera berlari kearah ring.
Kagome memperhatikan Inuyasha dengan seksama. Peluh mulai menetes dari dahi pemuda berambut panjang itu, namun dia tetap berlari dengan penuh semangat. Berkali-kali, teman-teman nya mengoper bola ke arahnya, mengharapkannya untuk mencetak sebuah goal.
'Inuyasha… Ternyata dia ini lumayan keren yah.'
Setelah pikiran itu melewati benaknya, wajah Kagome lantas bersemu merah.
'Eh? Mikir apa aku ini?'
Tanpa sadar, istirahat sudah hampir selesai. Para senior berhenti berlatih dan segera menuju kamar ganti. Inuyasha lalu mengambil handuknya di pinggir lapangan.
Dengan hati-hati, Kagome mendekati pemuda berambut panjang itu.
"Ini." Disodorkannya sebotol minuman.
"Eh? Ah. Terima kasih, Kagome." Ucap Inuyasha.
"Ternyata kau ini hebat ya!" puji Kagome sambil tersenyum.
Inuyasha tersenyum lebar . "Jadi sekarang kau terkagum padaku, hmm?"
Pipi Kagome lagi-lagi bersemu merah. "Enak saja… Aku ini baru saja memujimu sekali!"
Pemuda itu tertawa kecil. "Oke, oke baiklah…. Nona Kagome…"
"Huh!" gerutu Kagome.
"Oh ya, Kagome. Sebagai ucapan terima kasihku untuk kemarin… Aku mau mentraktirmu makan siang besok. Apa kau ada waktu?" ucap Inuyasha.
"Besok? Hm… Sepertinya aku bisa… Jam berapa?" tanya Kagome.
"Jam 12 siang, di Kafe Setsuna. Bisa kan?"
"Bisa… Kau jangan sampai telat ya!"
"Kau juga. Baiklah. Bel selesai istirahat sudah hampir berbunyi… Sebaiknya kau kembali kekelasmu sekarang, Kagome."
"Baiklah… Sampai jumpa, Inuyasha!"
Sepeninggalnya gadis itu, Inuyasha tersenyum pada dirinya sendiri.
.
.
"Baju ini bagus tidak yah? Ah tidak, ini lebih bagus. Tapi kok tidak cocok dengan celananya yah? Ah, aku ganti celananya saja. Eh, apa lebih baik aku pakai rok saja ya? Mungkin Inuyasha lebih suka tipe feminine?"
Dari jam 10, Kagome sudah sibuk memilih-milih baju, dan membuat berantakan lemari bajunya.
"Bagaimana ini… aku harus pakai apa? Oh ya, sudah jam berapa yah ini? Diliriknya jam di atas mejanya."
"Oh tidak! Jam 11.45! Aku harus jalan sekarang!" Dengan kilat, dipakainya rok di tangannya dan berlari keluar rumahnya.
"Mama, Sota, Kakek. Aku pergi!"
"Hati-hati, Kagome." Sahut Ibunya.
"Untungnya kefe itu tidak seberapa jauh… Aduh bagaimana ini Inuyasha sudah sampai belum yah?" Pikir Kagome panik sambil mempercepat langkahnya.
Tak berapa lama kemudian, Kagome pun sampai didepan restoran tersebut. Dilihatnya sekeliling dan matanya menemukan sesosok pemuda berambut panjang yang dicari-carinya itu.
"Inuyasha!" panggilnya.
Inuyasha menoleh kearah Kagome. "Yo, Kagome. Kau telat."
Kagome melirik jam di tangannya. "Aku hanya telat dua menit, Inuyasha!"
Inuyasha tertawa kecil. "Apa katamu, Nona Kagome… Ayo, mari masuk."
Kafe itu tidak seberapa mewah, namun tertata dengan rapi dan unik. Didalamnya juga ada beberapa pasangan yang sedang menikmati makan siang disana.
'Kalau dipikir-pikir lagi… Kami ini seperti sedang kencan….' Pikir Kagome dalam hati.
'Astaga… apa-apaan aku ini? Ingat, Kagome. Inuyasha hanya mengajakmu kesini sebagai ucapan terima kasih!'
"Selamat siang, tuan dan nona. Apa kalian sudah siap untuk meng-order?" tanya seorang pelayan laki-laki dengan ramah.
"Ah, iya. Aku pesan pasta carbonara nya ya. Dan strawberry milkshake. Kau mau apa, Kagome?" ucap Inuyasha.
"Ah… iya. Aku sama denganmu saja, Inuyasha." Jawab Kagome.
Pelayan itupun tersenyum. "Baiklah… Dua pasta carbonara, dan dua strawberry milkshake. Ditunggu pesanannya…"
"Bagaimana, Kagome, enak kan makanannya?"
"Enak kok. Ternyata seleramu bagus juga ya, Inuyasha."
"Tentu saja! Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan habis ini?" tanya Inuyasha.
"Eh? Hm… Aku tidak tahu. Akhir minggu ini Sango pergi mengunjungi bibinya di Kyoto… Dan Ayame… aku belum seberapa dekat dengan dia sih… aku tidak tahu dia dimana." Jawab Kagome.
Inuyasha tertawa kecil. "Kau ini, masa temanmu hanya itu-itu saja. Yah. Susah juga sih, kau baru seminggu disekolah… Hei. Bagaimana kalau kau ikut aku?"
"Eh? Kemana, Inuyasha?" tanya Kagome.
"Entahlah. Mau ke taman bermain? Aku bebas sampai malam hari ini." Jawab Inuyasha.
"Taman bermain? Apa kau yakin, Inuyasha?"
"Tentu saja, memang kenapa, Kagome? Kau tidak suka pergi ke taman bermain?"
"Ah tidak… bukan begitu Inuyasha…"
'Hanya saja… itu seperti kita ini sedang benar-benar berkencan…' pikir Kagome dalam hati.
"Baiklah. Ayo, kesana sekarang! Mumpung masih jam dua!" seru Inuyasha riang.
"Eh, tunggu, Inuyasha!"
.
.
"Astaga, Inuyasha… Aku tidak menyangka kau bakalan takut yang begituan!" ucap Kagome sambil menahan tawanya.
"Huh. Bukan salahku kalau hantu-hantu itu sangat jelek dan mengerikan! Serius, Kagome. Apa menariknya sih masuk rumah hantu? Dengan kagetan-kagetan seperti itu, hanya mengurangi umurku saja!" gerutu Inuyasha kesal.
Kagome kembali tertawa. "Inuyasha.. Inuyasha. Oh ya. Aku mau membeli eskrim… Apa kau mau kubelikan?"
"Terserah, Kagome." Jawab Inuyasha.
Kagome tersenyum. "Tunggulah sebentar, aku segera kembali."
Tak berapa lama kemudian, Kagome pun kembali dengan membawa eskrim di kedua tangannya sambil berlari-lari.
"Inuyasha!" Tanpa diduga, kakinya terpeleset dan hampir jatuh.
"Kyaaa!"
"Kagome!"
Dengan sigap, Inuyasha menangkap tubuh gadis berambut hitam legam itu. Kagome pun lalu mengangkat kepalanya untuk melihat wajah penolongnya itu. Untuk sesaat, mata mereka beradu.
Kagome dengan segera melepaskan dirinya dari lengan Inuyasha.
"Eh… untung eskrimnya tidak jatuh!" ucapnya, mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja.
'Astaga, dekat sekalii tadi itu, wajah kami terlalu dekat!' pikirnya dalam hati.
Sementara itu, Inuyasha hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Eh… Kau ini harus lebih hati-hati, Kagome."
Kagome mengangguk dan tersenyum. "Terima kasih, Inuyasha."
Kali ini, wajah Inuyasha yang bersemu merah. "Keh, kau ini. Tidak usah sedikit-sedikit berterima kasih padaku."
Kagome hanya tertawa kecil. 'Ternyata, dia juga bisa malu.'
Keduanya lalu duduk dan menikmati eskrim tersebut.
"Kagome." Ucap Inuyasha tiba-tiba.
"Ya?"
"Minggu depan hari Rabu, aku akan tanding di SMA Tama… Ini akan menentukan apakah tim kami atau tim sekolah Tama yang akan maju ke babak luar kota. Apa… kau mau pergi melihat pertandingannya?"
"Eh?" Apa Inuyasha baru saja baru saja mengajaknya menonton ia bertanding?
"Aku hanya mengajak! Kau tidak perlu pergi… kalau tidak mau." Jawab inuyasha cepat-cepat.
"Tidak! Aku mau kok, Inuyasha… Jam berapa pertandinganmu itu?"
"Serius, Kagome?"
Kagome menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, Inuyasha… Lagipula aku ingin sekali melihat tim basket sekolah kita yang terkenal ini tanding…"
'Jadi hanya itu yah alasannya?' pikir Inuyasha sedikit kecewa.
"Aku juga ingin melihatmu tanding! Pasti keren sekali!" tambah Kagome.
Inuyasha terkesiap. "Benarkah?"
"Yup. Jadi jam berapa aku harus kesana?"
Seulas senyum teruntai di bibir Inuyasha. "Pertandingan kami mulai jam empat. Tapi kau tidak harus datang jam segitu kalau kau mau, Kagome."
Kagome menggelengkan kepalanya. "Tidak, Inuyasha. Aku mau tepat waktu untuk menonton kalian!"
"Kagome."
"Ya, Inuyasha?"
"Kau lihat saja ya, aku pasti akan menang! Dan tim kami yang pasti akan maju ke babak luar kota!"
Kagome tersenyum lebar. "Baiklah, akan kupegang kata-katamu itu!"
.
.
"Kagome, kudengar kau mau menonton pertandingan basket pria antara SMA kita dan SMA tama?" tanya Ayame sambil memasukkan buku ke lokernya.
"Ah… iya, Ayame. Apa kau ikut juga?" jawab Kagome.
"Tentu saja! Aku mau melihat Kouga bertanding!" Sahut Ayame ceria.
Kagome tersenyum. "Bagaimana kalau kita pergi bersama?"
"Ngomongin apa sih kalian ini?" ucap Sango yang baru saja keluar dari kelas sambil membawa buku-bukunya ke loker.
"Ah. Sango! Kau tahu kan hari ini team basket pria SMA kita akan tanding di SMA tama?" ucap Ayame.
Sango mengangguk. "Kalian mau pergi menonton?"
"Iya, bagaimana kalau kau ikut kami juga, Sango?" tanya Kagome.
"Hmm… Baiklah, besok juga sepertinya tidak ada pr… Aku ikut yah." Jawab Sango.
"Oke! Kita jalan sehabis ini yah!"
.
Pertandingan basket itu berlangsung dengan sengit. Ini adalah menit-menit terakhir, dan skor kedua sekolah itu imbang.
"Kalau begini, bisa-bisa tidak ada pemenangnya!" bisik Ayame panik.
Sementara itu, Kagome pun mulai tegang. 'Inuyasha, ayolah kau pasti bisa. Kau bilang kau akan memenangkan pertandingan ini!'
"Inuyasha! Cepat ambil bola ini!"
"Tidak bisa, Kouga, aku dihadang banyak sekali orang!"
Kondisinya tidak begitu menguntungkan untuk tim mereka.
'Ayolah, Inuyasha… Kau pasti bisa. Kau harus menang!' Pikir Kagome panik.
"Tidak ada waktu lagi, Inuyasha! Cepat! Ah!" Bola dari tangan Kouga terlepas… Lalu menggelinding dan…
"Yes! Aku dapat bolanya! Waktunya beraksi!" seru Inuyasha dengan penuh semangat.
"Semuanya, kearah ring! Jangan biarkan dia mencetak goal!" ucap seseorang dari tim lawan.
Dengan lincah Inuyasha menggiring bola kearah ring lawan… lalu…
"PRITTT! Selesai! SMA Shikon adalah pemenangnya!" terdengar suara nyaring dari juri.
Semua penonton dan supporter tim SMA Shikon bersorak kegirangan.
Kagome tersenyum senang. Tim mereka menang... Inuyasha menang!
"Kerja bagus, Inuyasha! Kita menang!" puji Miroku.
Inuyasha tersenyum lebar. "Keh, tentu saja!"
"Inuyasha!"
Inuyasha pun menolehkan pandangannya.
"Kagome? Kau datang melihatku bertanding." Ucapnya dengan mata berbinar-binar.
Kagome tersenyum lebar. "Selamat atas kemenanganmu ya. Pertandingannya benar-benar keren!"
Belum sempat Inuyasha membalas, terdengarlah suara perempuan lain. "Inuyasha."
Kagome mengalihkan pandangannya ke arah suara itu.
Seorang wanita. Berambut hitam, panjang dan lurus dan berkulit putih pucat. Namun pandangannya tertuju kepada kursi roda yang dipakainya.
"Kikyo!" panggil Inuyasha.
Gadis bernama Kikyo itu tersenyum. "Selamat ya Inuyasha. Maaf aku baru bisa datang saat pertandingannya sudah hampir selesai…"
"Kikyo, kau in bagaimana sih. Kau tidak perlu repot-repot datang untukku!" ucap Inuyasha.
Kagome hanya terdiam melihat mereka berdua. Tidak mungkin… dari cara mereka menatap satu sama lain ini….
"Oh, siapa gadis disebelahmu itu, Inuyasha?" tanya Kikyo pelan.
"Oh! Kikyo, kenalkan, ini Kagome Higurashi. Temanku. Dia baru saja masuk ke SMA Shikon. Kagome, kenalkan, ini Kikyo Kuragari. Pacarku." Ucap Inuyasha.
DEG. Gadis ini pacar Inuyasha... ? Kagome terkesiap. Jadi… Inuyasha sudah punya pacar…? Untuk beberapa alasan tertentu yang ia sendiri tidak bisa jelaskan... hatinya terasa ngilu. Dia kecewa...
"Halo, senang mengenalmu." Ucap Kikyo ramah sambil tersenyum.
End Chapter
