Previous Chapter
"Chan, dengar, aku tidak menyukai—"
"—terserah kau saja." Potong Chanyeol, yang kemudian mengeluarkan ponsel dari saku seragamnya dan mulai meluncur ke dunia maya. Mengabaikan Baekhyun yang membeku dengan segala pikirannya. Yeah, sial. Aku berani bertaruh seratus persen kalau seorang Park Chanyeol sudah membenciku, yang dengan kurang ajarnya mengatakan cinta tidak langsung bahkan setelah aku tahu bahwa ia telah memiliki pacar. Damn.
Baekhyun kembali menelungkupkan wajahnya ke atas meja, nelangsa.
.
.
.
Chapter 2
.
.
Pulang sekolah, dan bel sudah berbunyi. Baekhyun membenahi tasnya dengan lamban. Tiba-tiba tak bersemangat sekalipun, bahkan setelah Kyungsoo mengikrarkan janjinya untuk menemaninya nonton The Conjuring: Annabelle setelah ini. Pikirannya melayang-layang pada namja yang juga membenahi tas di sebelahnya, teman sebangkunya, siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol. Ia dengan refleks melenguh pasrah, mengolok-ngolok mulutnya sendiri di dalam hati, yang bisa-bisanya keceplosan seperti itu. Tiba-tiba ia mendengar suara kursi bergerak, dan tubuh Chanyeol yang berdiri. Ia sedikit menyingkirkan tubuhnya, memberi jalan pada Chanyeol untuk keluar karena memang Chanyeol duduk dekat dinding. Chanyeol berjalan begitu saja meninggalkan bangkunya, memberi sentuhan akhir berupa tabrakan bahu dengan bahu—atau lengan atas dengan bahu karena tubuh Baekhyun yang lebih pendek, meninggalkan Baekhyun yang merenung tiba-tiba.
Senyuman tipis ala kadarnya tersungging di bibir Baekhyun ketika mendapati sebuah tangan merangkul bahunya—tangan Kyungsoo. Ia menoleh ke arah Kyungsoo sekilas, kemudian menggendong tas bermerek Ripcurl miliknya itu. Lalu kedua namja manis nan pendek—mungkin kita lebih baik menyebutnya mungil saja—berjalan keluar bersama. Dengan tangan kanan Kyungsoo yang setia merangkul bahu sahabat baiknya itu.
Langkah Kyungsoo terhenti tiba-tiba, membuat Baekhyun yang berada di rangkulannya otomatis ikut berhenti. Baekhyun menatap Kyungsoo bingung, namun Kyungsoo bahkan tidak menoleh sama sekali, sibuk terpaku pada sebuah pemandangan yang mengejutkan. Di ujung lorong sana yang mulai ramai karena banyak murid yang berkerumun disana—tetapi masih terlihat sangat jelas dari tempat Kyungsoo dan Baekhyun berdiri—terdapat Chanyeol, merangkul Luhan dan mulai melangkah. Sebenarnya hanya rangkulan biasa saja, tak jauh berbeda dengan rangkulan yang diberikan Kyungsoo pada Baekhyun, kalau saja kita melupakan fakta gosip hubungan antara Chanyeol dan Luhan.
Masih keheranan, Baekhyun mulai menoleh ke arah tatapan Kyungsoo mengarah, dan Baekhyun tercekat. Ia tidak melihat Chanyeol dan Luhan yang nampak mesra itu berlama-lama, karena Chanyeol dan Luhan sudah mulai melangkah meninggalkan lorong itu. Tapi Baekhyun bersumpah, ia melihat Chanyeol sempat menatap ke arahnya dengan senyuman yang tidak bisa dijelaskan. Apa itu seringai? Atau ejekan?
Tapi Kyungsoo langsung menyeret tubuh Baekhyun menuju gerbang sekolah, tidak membiarkan Baekhyun menatap dua orang yang sedang kasmaran itu lebih lama. Baekhyun terkadang merasa bersyukur mempunyai teman sebaik Kyungsoo, yah, abaikan saja sifatnya yang menjengkelkan itu. Selebihnya, Kyungsoo baik, kok.
"Kyungsoo, gomawo, hehe." Ujar Baekhyun, menyunggingkan senyuman lebarnya pada Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum manis. "Cheonma, Baekhyun sayang. Bayarannya hanya segelas Starbucks, kalau kau tidak keberatan. Eh, tunggu, tidak. Harus! Harus kau bayar dengan segelas Starbucks, dan tidak ada penolakan, Byun Baekhyun."
Senyuman Kyungsoo berubah jadi seringaian dan Baekhyun mendesah sambil menjitak keras kepala Kyungsoo, membuat sang pemilik kepala mendesis kesakitan. Ya Tuhan, gumam Baekhyun. Bisakah ku tarik lagi ucapan syukurku karena memiliki teman seperti Kyungsoo?
.
.
.
Chanyeol dan Luhan berjalan bersama menuju bioskop. Ia masih geli dengan satu angkatan yang menggosipkannya berpacaran pada Luhan, yang mereka bilang kakak kelasnya. Uh, pacaran? Ya, mungkin, pacaran dengan hyung mu sendiri?
Singkatnya, Luhan si anak OSIS yang juga merupakan anak pemilik sekolah SM Senior High School ini adalah hyung-nya. Hyung kandung. Jadi, dia sebenarnya adalah anak pemilik sekolah mereka juga, tetapi mereka sekeluarga sudah bersepakat untuk merahasiakan identitas Chanyeol karena saat Chanyeol lulus dari JHS, dia adalah anak yang cukup, yeah, berandal. Meskipun prestasi Chanyeol itu segudang, terutama di bidang olahraga. Tapi appa mereka tetap bersikukuh menyuruh satu keluarga itu untuk tetap merahasiakan identitas Chanyeol, dan hanya akan membeberkannya jika Chanyeol sudah benar-benar menjadi anak sopan. Lalu tiba-tiba peraturan itu diubah oleh eomma-nya dengan seenak jidatnya; sampai Chanyeol mempunyai pacar.
Sialnya, Chanyeol benar-benar tidak tertarik dengan yang namanya yeoja. Mungkin namja juga. Atau berpacaran. Intinya tidak tertarik. Kalau mengidolakan, sih, bisa. Ia cukup mengidolakan Sandara Park, teman sekelasnya—seperti yang Baekhyun dan lainnya tahu.
Setelah menunggu Baekhyun dan Kyungsoo memesan tiket—Chanyeol dengan berat hati mengakui di dalam hatinya jika ia membuntuti Baekhyun, Chanyeol dan Luhan melangkah menuju mesin pembelian tiket. Chanyeol menekan tulisan 'The Conjuring: Annabelle' untuk ia tonton—Luhan berteriak protes atas film yang dipilih Chanyeol namun sayangnya diabaikan Chanyeol—lalu menekan dua tempat kosong yang tersedia sebagai tempat di mana ia duduk nanti. Ia juga sudah memastikan bahwa tempat yang ia pilih tepat berada di belakang Baekhyun dan Kyungsoo duduk—Chanyeol mengintip ketika Baekhyun dan Kyungsoo membeli tiket. Setelah itu layar menunjukkan harga yang harus dibayar untuk dua tiket tersebut, yaitu 36.000 won. Dengan sigap Chanyeol mengambil dompet dari saku celana Luhan yang sudah ia hafal tempatnya. Dan Luhan langsung memekik, menabok kepala Chanyeol seolah-olah Chanyeol telah cabul kepadanya. The heck.
Dan Luhan harus rela mengeluarkan 36.000 won untuk film yang ia takuti. Park Chanyeol sialan.
"Sialan kau, Yeol! Aku bahkan harus mengeluarkan 36.000 won untuk film yang sama sekali tidak menarik minatku?" Geram Luhan sambil melangkah mengikuti Chanyeol yang sudah berjalan duluan di depannya. Chanyeol hanya menghendikkan bahu sambil menoleh ke arah Luhan berada. "Tidak menarik minatmu atau kau yang takut?"
Luhan mendengus malu, dan Chanyeol memilih merangkul hyung-nya itu. "Hehe, gomawo, hyung." Kemudian Luhan hanya menghela nafas. Pada kenyataannya ia memang terlalu baik pada dongsaengnya yang satu ini. Ia memang baik, ramah, murah hati, tidak tegaan, sensitif, dan pandai bergaul. Untuk itu ia sangat difavoritkan oleh satu sekolahan, dan juga dongsaengnya.
"Ya ya. Ini untuk Baekhyun, bukan kau! Ingat itu." Gumam Luhan. Ya, Luhan memang tahu semuanya. Baekhyun dan Luhan sendiri sebenarnya dekat, karena seperti yang tadi dikatakan, mereka satu ekstra kulikuler, yaitu seni musik. Kyungsoo juga berada di ekstra kulikuler yang sama dan Luhan sendiri juga dekat dengan Kyungsoo. Diam-diam Luhan berdoa agar Baekhyun dan Kyungsoo tidak membenci-nya karena sudah seperti mengerjainya seperti ini, lebih khususnya Baekhyun.
Chanyeol mengedarkan pandangannya di pembatas lantai atas setelah keluar dari tempat bioskop. Yah, memang bioskop ini berada di dalam mall. Dan tak lama, Chanyeol sudah menemukan Baekhyun bersama Kyungsoo yang duduk di dekat pintu Starbucks, dengan Baekhyun yang menyeruput Green Tea dan Kyungsoo yang meminum Vanilla Latte-nya. Traktiran Baekhyun, dan Chanyeol tidak tahu. Chanyeol bersyukur mereka berdua duduk di meja dekat pintu, jadi Chanyeol dapat menemukannya dengan mudah karena kaca yang membatasi Starbucks itu tembus pandang. Lalu Chanyeol dengan semangat melangkah menuruni eskalator, menuju Starbucks di lantai dasar. Luhan yang berada di dalam rangkulan Chanyeol hanya pasrah mengikuti kemana Chanyeol membawanya.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke Starbucks. Salah satu faktornya adalah karena hari ini hari Senin, hari di mana orang dewasa bekerja dan murid-murid bersekolah. Hanya beberapa kalangan saja yang datang ke mall hari ini. Meskipun tetap terhitung ramai, tapi mall ini tetaplah tidak seramai ketika weekend.
Dengan sengaja, Chanyeol mengeraskan suaranya ketika sampai di depan pintu. Bertanya kepada Luhan dengan suara yang dimesra-mesrakan—Chanyeol bersumpah ia hanya melakukan ini untuk iseng, dan Luhan yang menangkap keberadaan Baekhyun serta Kyungsoo, kini tahu bahwa ini saatnya untuk berakting. Ia menyunggingkan senyum manisnya sambil mendongak ke arah Chanyeol yang memang lebih tinggi darinya—Luhan benar-benar mengutuk kakinya yang entah bagaimana bisa lebih pendek daripada dongsaengnya—lalu mengucapkan Choco Frappe sebagai minuman yang ingin ia minum. Chanyeol tersenyum mesra sambil mengacak rambut Luhan sok mesra, lalu melangkah menuju kasir.
Meninggalkan Baekhyun dan Kyungsoo yang menatap shock ke arah dua sejoli itu.
"Ba-bagaimana bisa mereka berdua di sini?" Gumam Baekhyun dan Kyungsoo, hampir bebarengan.
.
.
.
Baekhyun dan Kyungsoo melangkah bersama memasuki Starbucks. Tadinya Baekhyun berpikir bahwa mereka akan ke Starbucks setelah menonton film saja, tapi Kyungsoo bersama rengekan sialannya yang membuat banyak orang menoleh kepadanya—Baekhyun bersumpah pasti di antara orang-orang yang menoleh itu mengira Baekhyun mencampakkan Kyungsoo dan mengira Kyungsoo adalah kekasihnya—membuat Baekhyun pasrah dan membuahkan hasil yaitu mereka yang kini duduk di meja dekat pintu, dengan segelas Green Tea di hadapannya dan Vanilla Latte di hadapan Kyungsoo. Yeah, traktiran Baekhyun.
Lagipula filmnya baru akan mulai setengah jam lagi.
Kyungsoo tersenyum puas sambil menyeruput Vanilla Latte miliknya dengan puas, sedangkan Baekhyun hanya mendesah malas, kemudian juga menyeruput Green Tea miliknya. Kyungsoo itu... terkadang bisa baik. Jika baik, baik sekali, jika jahat, jahat sekali. Dan Baekhyun berpikir ia benar-benar akan menendang Kai ketika bertemu keesokan hari, karena Baekhyun yakin seratus persen bahwa Kai yang telah mempengaruhi sahabatnya menjadi licik seperti ini.
"Baekhyun." Panggil Kyungsoo tiba-tiba, meletakkan Vanilla Latte-nya yang tinggal separuh di atas meja. Baekhyun bergumam, menanggapi Kyungsoo sambil tetap menyeruput Green Tea miliknya. Kyungsoo menatap ragu-ragu ke arah Baekhyun, cukup membuat Baekhyun penasaran akan apa yang ingin diutarakan Kyungsoo. "Ya, Kyungsoo? Katakan saja."
"Ehm... Kira-kira, apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Tanya Kyungsoo, ambigu. Baekhyun mengernyit bingung, tidak mengerti. "Hah? Bukankah setelah ini kita akan menonton film—"
"Aish, bukan itu!" Potong Kyungsoo cepat, diam-diam frustasi sendiri. "Begini, Byun Baekhyun. Kau kan sudah tahu, kalau... Chanyeol itu berpacaran dengan Luhan. Terserah kau mau menganggap mereka itu benar-benar pacaran atau tidak karena, yeah, kau tadi lihat bagaimana mesranya mereka. Tapi setidaknya aku harap kau punya jalan baru alias move on dan—tidak, tidak ada doa mereka cepat putus atau apalah itu."
"Ehm..." Gumam Baekhyun, polos. Yang kemudian disusul dengan cengiran lebar—sebenarnya Kyungsoo mulai berpikir bahwa itu seringai. "Mungkin aku akan menyukai Kai, bagaimana menurutmu?"
"AP—Uhukkk uhukk." Kyungsoo tersedak. Uhm, bukan karena Vanilla Latte-nya tapi karena air liurnya sendiri. Dengan cepat Kyungsoo menyambar Vanilla Latte-nya dan menyeruputnya cepat. Setelah mereda, Kyungsoo menghela nafas lega dan kemudian menggeplak kepala Baekhyun. "Sialan, apa-apaan kau, Baek?! Bagaimana bisa kau curi Kai darik—"
Kyungsoo terdiam tiba-tiba dan Baekhyun menyeringai. "Ughh dari siapa, Kyung? Dari... siapa?"
"Diam kau!" Sungut Kyungsoo, menggerutu. Baekhyun tertawa. "Wae? Kau mulai menyesal menanyakan hal itu padaku? Lagian, sudahlah Kyungsoo, hentikan sandiwaramu dan mengakulah pada Kai kalau kau memang menyukainya juga. Bagaimana kalau dia direbut orang? Aku, misalnya."
"Kau benar-benar menyukai Kai atau bagaimana, hah?" Sambar Kyungsoo cepat. "Dan, untuk saranmu itu—aish, kapan-kapan! Lagipula kenapa sekarang kita jadi membahas Kai, hah? Kita baru saja membahas Chanyeol dan kau dengan sengaja mengalihkan pem—"
"—Luhannie sayang, kau mau minum apa?"
Ucapan Kyungsoo terhenti, dan mereka berdua dengan shock menoleh ke belakang. Mereka semakin shock dengan posisi Chanyeol yang merangkul Luhan mesra dan Luhan yang menatap Chanyeol dengan matanya yang berbinar. Entah kenapa Baekhyun tiba-tiba ingin mati sekarang juga. Tapi dengan cepat ia tepis pemikiran anehnya yang ingin bunuh diri apalah itu. Ia masih sayang nyawa, for God sake.
"Ehm... Choco Frappe!" Jawab Luhan. Tangan Chanyeol nampak terangkat dan Chanyeol mengacak gemas rambut Luhan, sebelum akhirnya mereka melangkah bersama-sama dengan tangan kiri Chanyeol yang masih setia merangkul Luhan. Kyungsoo dan Baekhyun saling menatap, kemudian menatap Chanyeol dan Luhan, kembali saling menatap, lalu menatap Chanyeol dan Luhan lagi, begitu seterusnya sampai mereka bergumam hampir bersamaan. "Ba-bagaimana bisa mereka berdua di sini?"
Tak membutuhkan waktu lama bagi Chanyeol dan Luhan untuk mendapatkan pesanan mereka. Luhan dengan Choco Frappe-nya dan Chanyeol dengan Ice Cappuccino-nya. Mereka melangkah bersama dan sesaat Chanyeol berhenti, diikuti Luhan. Sama-sama mencari tempat yang nyaman untuk duduk. Dan entah bagaimana, dua orang bapak-bapak yang sebelumnya duduk di meja belakang Kyungsoo itu kini sudah melangkah pergi. Chanyeol menyunggingkan senyumannya dan melangkah menuju meja tepat di belakang Kyungsoo. Baekhyun yang duduk membelakangi pintu masuk itu, otomatis menghadap langsung ke bagian belakang Kyungsoo dan menyebabkan ia menatap jelas Chanyeol dan Luhan.
Chanyeol berterima kasih kepada Dewi Fortuna yang hari ini baik sekali kepadanya, sedangkan Baekhyun terlalu murka pada Dewi Fortuna yang hari ini bahkan seolah tidak mau sekedar meliriknya atu mungkin membantunya, ditambah umpatan-umpatannya kepada kedua bapak-bapak yang tepat melangkah pergi begitu saja ketika Chanyeol dan Luhan mencari kursi kosong. Ugh, fuck.
Selama Baekhyun mengumpat kesal dan Kyungsoo yang berusaha menyabarkannya, selama itulah Chanyeol mnengerahkan segala aktingnya untuk membuat ia terlihat begitu mesra dengan Luhan. Mulai dari menyodorkan minuman dengan sedotan bekas miliknya ke arah Luhan yang sebenarnya diterima Luhan dengan setengah hati, namun berusaha berakting malu-malu. Baekhyun yang memang tidak tahu, tentu saja nampak sangat-sangat kesal dan—cemburu.
Lalu Chanyeol mengulurkan tangan kanannya untuk menghapus sisa Ice Cappuccino yang baru saja diminum Luhan dan kini membekas sisanya di dekat mulut Luhan, membersihkannya dengan sok lembut. Padahal sedari tadi Chanyeol mengernyit jijik dan Luhan menahan tawanya mati-matian. Sialan, kalau Sehun tahu, pastilah Chanyeol sudah babak belur dipukulinya—
—eh, Sehun?
Yeah... begitulah. Jadi sebenarnya Luhan dan Sehun itu berpacaran, tapi tidak ada yang tahu kecuali Chanyeol. Chanyeol beruntung belum kelepasan membeberkan rahasia itu. Karena jika rahasia itu sudah terbeber, tentu saja ia tidak bisa memanfaatkan Luhan seperti ini. Pastilah Baekhyun dan Kyungsoo tidak menganggap Chanyeol dan Luhan tidak serius, karena Luhan memang milik Sehun. Dan ia juga ingin berterima kasih kepada siapapun yang membuat skandal bahwa Chanyeol dan Luhan itu berpacaran, padahal mereka berdua dekat kan memang karena mereka saudara, ckck.
Penjelasan lebih lanjut, sebenarnya Luhan dan Sehun yang backstreet itu, karena keinginan diri sendiri saja. Luhan dan Sehun itu sama-sama terkenal, dan terlalu malas untuk menjadi bahan pembicaraan orang. Kalau Luhan terkenal karena menjadi anak OSIS, maka Sehun terkenal karena bakat dance-nya yang luar biasa itu—meskipun masih dibawah Kai. Alasan lainnya, mereka hanya tidak ingin banyak orang merasa canggung untuk mendekati mereka. Mungkin saja ada yang berpikir jika ada yang mendekati Luhan atau Sehun, sang pasangannya akan protes dan over protective. Ya, alasan yang tidak terlalu berbobot memang. Eh, tapi mungkin ada yang lebih berbobot—peraturan sekolah bahwa anggota OSIS dilarang berpacaran.
Cih, padahal orang tua Luhan yang notabene-nya pemilik sekolah saja sudah tahu. Dan tidak protes. Haha.
Kembali lagi di Starbucks, Kyungsoo yang tahu bahwa Baekhyun sudah panas di tempatnya, kini menarik lembut tangan Baekhyun. Mengajaknya pergi. Baekhyun dengan pasrah menurut, meninggalkan Green Tea-nya yang masih tersisa sedikit. Dan begitu mereka pergi, Chanyeol langsung menjauhkan tangannya dari wajah Luhan. "Astaga, aku benar-benar tidak menyangka bisa melakukan ini padamu."
Dan Luhan tertawa lebar. "Ahahahaha, sialan kau. Jangan beritahu Sehun tentang ini atau mati kau ditanganku."
Chanyeol hanya mengangguk malas, tapi kemudian tawa Luhan berhenti, digantikan tatapan seriusnya menatap Chanyeol. "Chanyeol."
"Wae?" Tanya Chanyeol, tiba-tiba bingung dengan perubahan raut hyung-nya. Luhan bergerak gelisah, lalu memantapkan diri untuk membuka mulut. "Sebenarnya aku sudah penasaran sejak lama... Kau itu memang menyukai Baekhyun, atau bagaimana? Kau bahkan rela untuk mengikutinya seperti ini, bahkan kau dengan teganya merampas dompetku untuk membayar tiket nonton!"
"Ehm..." Chanyeol menggumam, bingung sendiri. Ia juga tidak tahu ada apa dengan dirinya. Saat Baekhyun mengakui dengan tidak langsung bahwa ia menyukai Chanyeol, Chanyeol benar-benar dibuat bimbang dengan perasaannya sendiri. Ia memang berpikir bahwa ia tidak tertarik dengan yang namanya berpacaran dan pasangan hidup. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana ia mempunyai segudang prestasi dan akan menjadi namja berkarir di masa depan.
Tapi Baekhyun yang menyatakan perasaan dengan tidak langsung, sukses membuat segalanya hancur tiba-tiba. Membuatnya langsung dihadapkan kebimbangan sepihak, membuatnya bingung akan perasaannya. Merasa asing dengan jantung yang berdetak cepat—rasanya berbeda dengan rasa gugup saat berdiri untuk presentasi di depan banyak orang, merasa aneh dengan tubuhnya yang terasa melayang ringan, merasa seperti ada sesuatu yang membuncah di hatinya dengan kupu-kupu yang menggelitiki perutnya. Seperti perasaan senang, bahagia, bahkan melebihi perasaan yang ia rasakan ketika mendapatkan medali emas dalam olimpiade IPA.
Ia juga, entahlah. Tidak tahu kenapa tiba-tiba bisa berpikiran untuk membuntuti Baekhyun untuk sedemikian rupa. Padahal otaknya selama ini mengelak bahwa ia menyukai Baekhyun, bersikukuh jika ia sedang tidak menyukai siapa-siapa. Ia sendiri juga heran, bahkan ia mengorbankan uang hyung-nya hanya untuk sekedar melakukan hal bodoh di luar nalarnya sendiri. Sebenarnya ia itu kenapa?
Ya, orang lain mungkin berasumsi bahwa Chanyeol juga jatuh cinta pada Baekhyun, tapi Chanyeol bahkan tidak mengerti akan perasaannya sendiri. Ia seperti... ragu. "Aku... tidak tahu, hyung. Benar-benar tidak tahu. Aku ragu. Aku bingung dan bimbang. Semuanya terjadi begitu saja, seolah tubuhku sudah bekerja di luar kendali. Seperti ada yang mengontrol seluruh pergerakanku, tapi herannya otakku juga tidak berkenan untuk melawannya. Hatiku juga merasa senang saat melakukannya. Tapi untuk masalah apakah aku jatuh cinta, aku meragukannya. Kau sendiri tahu aku tidak pernah mempunyai pikiran untuk—yeah, berpacaran, meskipun aku itu berandal."
.
.
.
TBC
.
.
.
...lagi-lagi dengan sangat tidak elitnya...
Uhm, yeah, hai!
SAYA NGETIK TULISAN DIBAWAH INI TANGGAL 10 OKTOBER, NGOMONG-NGOMONG.
Sesuai janji, karena udah lebih dari 10 yang review, jadi saya lanjutin ini!
Dan ngomong-ngomong, boleh saya sedikit curhat disini?
Kalian tahu kan berita hari ini tentang Luhan... yang ternyata juga sama kayak Kris, nuntut kontrak mereka sama SM. Sumpah demi apa, saya kecewa banget denger itu. Saya bukan kecewa sama Luhan karena saya yakin 100% kalo Luhan itu korban disini. Yang saya salahin itu kinerja SM, dan pastinya KIM YOUNG MIN.
Sumpah, saya dendam banget sama ntuh CEO.
Saya bener-bener gabisa ngebayangin EXO dengan 10 anggota doang... Ngejalanin yang 11 member aja udah antara sadar ngga sadar dan sekarang malah jadi 10?
Terus tahun depan jadi 5 doang gitu?
Sialan banget itu CEO.
Apalagi updet-an Luhan di ig yang bilang ke para fans kalo dia cinta banget sama para fans. OMG Lu, I love you too:"
Hah... Cuma herannya, saya kok udah ada feeling hal semacam ini bakal terjadi. Setelah Kris, Sulli, Jessica, dan sekarang Luhan? Demi apa saya masih bersyukur karena SHINee masih komplit. How happy Shawol, pfft saya ngiri (padahal saya shawol juga haha)
Udah gitu aja ya, ntar kepanjangan. Dan, yah, saya juga ga rela kalo Luhan bener-bener keluar. But, if that's the great way for him, why not? Kalo itu yang terbaik buat dia, relain aja... Asalkan dia bahagia, yeah, why not? Jangan larut-larut sama galau ah, jangan galau lama-lama.
Kalian masih mending. Lah saya? Udah hari ini ulang tahun, eh malah dapet berita buruk kalu Luhan itu... ya gitu. Luhan bias saya, kampret-_-
That's all. Wanna review?
.
.
Answer of Review :
92x92 : Namanya juga tbc pasti nggantung :v well, chap ini tbc-nya nambah malesin ga si? Kayaknya iya ya hahah XD Ugh, Chan di sini emang nyebelin si, tapi yeah, aslinya ga kayak gitu kok-_- nih updet fast kann
antum : Yeaa haha, iya nih di sini Chan sok misterius gitu hahah lol *ditendang* Bukan Baek kalo ga greget hahaha. Ini udah lanjut yaa
Kim Hana : Well, ini ChanBaek sih soalnya Chan yang di atas *diatasgentengkaliah* Di chap satu sih emang sudut pandangnya kebanyakan Baek ya, masalahnya di chap selanjutnya gatau kenapa malah jadi banyak sudut pandang Chan nya haha-_- Otak saya emang agak miring(?) Gausah bingung, nikmati aja, hayati *apanih* Ini udah lanjutt
N-Yera48 : Patah gigi-_- Huehehe, karena Kyungsoo yang pendiam dan kalem itu sudah terlalu mainstream~ Baek emang frontal si haha. Pas bagian summary-nya itu sih chap terakhir ya.. hehe, soalnya chap awal itu ngejelasin gimana permulaannya dulu, jadi sabar aja ya haha
parklili : Biasa aja ahh/? Well, soal hubungan Luhan-Chanyeol, di chap ini udah kejawab yaa (kecepetan ga sih haha) Yeah, karena itulah Baek. Bukan Baek kalo dia ga ceplas-ceplos._.
laxyovrds : Ini udah di updet yeaa
Parkbyunnie : Hahah iya tau tuh Baek ngapa si keceplosan *yakali* Cie penasaran aww, ini udah dilanjut yaaa
kacangpolongman : Iya tuh, kelamaan kependem sii haha jadi keceplosan/?
aireyer : Iya ngeselin tuu, tendang aja *plakk* Iyah si Baek emang melas wks, ini udah cepet kann. Ganbatte!
ChanBaekLuv : Luhan transgender *digampar* ehm, Luhan di sini lakik tulen yaa. Heh? Perasaan saya ga nulis di sini kalo Chan benci gay kan ya._. Chan ga benci gay kok, dia cuma belum tertarik aja *aciatciat* Tuh Baek dikasih semangat noh wkwk, ini udah lanjut~
Guest : Aww saya ngipik(?), makasih yaa, ini udah lanjut :3
yeol's princess : Well haha kayaknya yang asik cuma chap satu lol. Gatau gimana nih otak chap selanjutnya tuh makin lama makin dramatis, sumpah gaboong-_- Dan yah, ini udah dilanjut yaa
MinwooImitasi : Kok saya geli ama id name situ *salahfokus* Ehm, Baek antimainstrem dumz, jarang-jarang orang ngakuin perasaannya sambil jejeritan kek gitu wkwk/? Mami Luhan orapopo kok~
sogogirl94 : Ada kok, ada main air :3 *plak* ehm, yeah, kejawab di chap ini yaa. Baek unyu pan wkwk, si Chan mah biasa, sok misterius tauk tuh(?), tenang aja tenang ajaa, hehe ini udah lanjut yakk
KT CB : Doh doh sabar sabar._. Iyaaa ini udah lanjut yakk
baekggu : Wow capslock-nya cetar nak._. Woles woles-_- Yeah, Baek emang rada tolol di sini wkwk(?) Mungkin karena dia tipe yang ceplas-ceplos, jadi ya keceplosan wks, ugh ya ya gigit aja si Chan noh *sodorinChanyeol* Ini udah lanjut yaaa:3
Ririn Cross : Susah ngejawabnya nih, haha. Pantau aja ceritanya biar tahu jawabannya wkwk, ini udah lanjut yaa
: Iya nih u.u Baekhyun rapopo :v Ini udah cepet yaa
ShinJiWoo920202 : Aww makasih hoho. Mungkin artinya; ini bocah gila kali ya :v Ini lanjut yaaa
DahsyatNyaff : Ini udah lanjut yaa
park hanim : Ini udah updet, hehe makasihh
chanbaekssi : Baekhyun barusan bilang katanya urat malunya ilang(?) Hahah ini udah lanjut yaaa
Nenehcabill : Aww makasih hohoho. Iyaa saya udah capek baca ff ChanBaek yang isinya ada nangis-nangisnya pfft. Tapi sebenernya nanti di chap akhir ada bagian nangisnya sih *smirk* Okee ini lanjut dahh
Sniaanggrn : Ohh Baek sih cerobohnya bakalan selalu dilestarikan :v
L.A : Heheh makasihh, ehmm gimana kalo kamu tanya si Chan langsung hoho. Pantengin aja ff ini ntar kan ketahuan Chan suka ama Baek ato enggak wkwk.
Shouda Shikaku : Iyaa gapapa, ini juga masih baru kan._. Traktiran minta aja sama abang Suho (apa hubungannya-_-) Iya mereka bakal nikah, tapi di fanfic ini ga dijelasin bagaimana mereka saat di altar, soalnya ini hanya menceritakan kehidupan masa SMA mereka dengan mereka yang tahu bahwa mereka dijodohkan, gitu.-. Harap jangan kecewa :v
: Widih hahaha Xd Duh jangan lupa dong, ini lanjut yaa.-.
