Previous Chapter
Ya, orang lain mungkin berasumsi bahwa Chanyeol juga jatuh cinta pada Baekhyun, tapi Chanyeol bahkan tidak mengerti akan perasaannya sendiri. Ia seperti... ragu. "Aku... tidak tahu, hyung. Benar-benar tidak tahu. Aku ragu. Aku bingung dan bimbang. Semuanya terjadi begitu saja, seolah tubuhku sudah bekerja di luar kendali. Seperti ada yang mengontrol seluruh pergerakanku, tapi herannya otakku juga tidak berkenan untuk melawannya. Hatiku juga merasa senang saat melakukannya. Tapi untuk masalah apakah aku jatuh cinta, aku meragukannya. Kau sendiri tahu aku tidak pernah mempunyai pikiran untuk—yeah, berpacaran, meskipun aku itu berandal."
.
.
.
Chapter 3
.
.
"Ya, Chanyeol, ya... Aku mengerti." Ucap Luhan, tersenyum tipis akan kegundahan dongsaengnya itu yang menurutnya sangat lucu. "Dengarkan aku, Park Chanyeol. Kau harus percaya akan hatimu. Aku mungkin akan mengatakan kalau kau memang sedang jatuh cinta dan—ya, aku membenarkan akan hal itu. Tapi kembali lagi, semuanya terserah padamu. Kalau kau percaya bahwa kau memang sedang jatuh cinta, ya kejar Baekhyun. Tapi kalau hanya merasa bahagia karena ada seseorang menyukaimu, yang tidak berarti bahwa kau juga mencintainya, maka katakan kalau kau tidak mencintainya. Jangan buat dia berharap. Jangan buat dia menunggu. Selesaikan semuanya dengan cepat, sebelum ini berakhir dengan sepihak dan sama-sama menyakiti diri kalian masing-masing."
Chanyeol terdiam, merenungi segala ucapan Luhan. Tapi tak lama, karena Luhan kembali membuyarkan lamunannya. "Aku tidak memaksamu untuk berpikir sekarang. Kau bisa memikirkannya nanti di rumah, dan, oh—filmnya akan mulai lima menit lagi. Ayo ke bioskop dan beli pop corn!"
Dengan begitu, Chanyeol hanya mengangguk dan membiarkan hyung-nya itu bermanja-manja di lengannya sambil menggeretnya menuju eskalator.
Mereka berdua melangkah dengan terburu memasuki tempat bioskop. Luhan melangkah dahulu menuju Sweet Bar, diikuti Chanyeol yang mengekor dari belakang. Luhan memesan dua pop corn dengan rasa yang berbeda, caramel dan asin. Yah, karena Chanyeol tidak begitu menyukai caramel. Lalu diikuti membeli dua botol air mineral—Luhan tidak memperbolehkan minum minuman yang banyak pengawetnya pada satu waktu—dan begitu ia merogoh saku untuk mengambil dompet, Chanyeol menahan tangannya. "Biar aku yang bayar."
Luhan mengucapkan terima kasih, dan Chanyeol mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar won dan memberikannya pada penjaga kasir. Setelah itu mereka membawa makanan dan minuman mereka masing-masing, menuju ke studio 2, studio yang memutar film The Conjuring. Pintunya sudah dibuka, jadi mereka langsung menyerahkan tiket mereka dan melangkah masuk. Begitu menemukan kursi mereka—Chanyeol dan Luhan mendapati Baekhyun dan Kyungsoo sibuk dengan tas sekolah dan pop corn mereka tanpa tahu Chanyeol dan Luhan juga berada di sana—mereka langsung mendudukinya. Tidak lama sampai akhirnya lampu di matikan dan trailer yang di putar habis. Film di mulai.
Chanyeol nampak menikmati filmnya—ia sangat suka genre horror setelah action dan genre terakhir yang ia suka adalah romance. Chanyeol adalah jenis orang yang bisa menonton semua genre film. Luhan sedikit bergetar di sampingnya karena sedikit terkejut, tapi tidak begitu takut dan masih bisa menguasai dirinya. Chanyeol sedikit mengintip ke depan, dan Kyungsoo nampak biasa saja meskipun raut takut sudah terdapat di wajahnya. Baekhyun sendiri, nampak sudah sangat ketakutan dan meringkuk di kursinya sendiri.
Untuk penjelasan tempat duduk, mereka semua berada di kursi barisan tengah. Chanyeol dan Luhan berada di abjad C, sedangkan Baekhyun dan Kyungsoo berada di abjad D, jadi Chanyeol dan Luhan duduk di belakang Baekhyun dan Kyungsoo karena awal abjad adalah kursi paling belakang, paling atas. Kyungsoo dan Chanyeol sama-sama berada di paling kiri dekat jalan, dan Baekhyun serta Luhan berada di kanan masing-masing Kyungsoo dan Chanyeol.
Tiba-tiba Chanyeol merasa gelisah sendiri, karena sebenarnya ia sudah tahu bagaimana alur cerita ini dari Sehun. Dan part selanjutnya adalah yang paling menyeramkan. Di tengah kegelisahannya itu, ia tidak sadar bahwa tangannya sudah bergerak sendiri untuk menepuk pundak Kyungsoo dan—
"—Kyungsoo—"
"—astaga, Park Ch—"
"Ssssttt!" Chanyeol langsung menaruh jari telunjuknya di depan mulutnya ketika Kyungsoo hampir menyebutkan namanya karena terkejut. Untung saja suaranya sangat pelan jadi Baekhyun tidak mendengarnya. Kemudian Chanyeol sedikit maju, berbisik kepada Kyungsoo. "Kyung, part selanjutnya adalah yang mengerikan dan aku ingin bertukar tempat denganmu. Di belakang ada Luhan dan aku tahu kau dekat dengannya jadi tidak akan awkward—"
"—ya aku mengerti, arraseo, kau di sini." Ujar Kyungsoo memotong, sedikit tidak suka karena acara menontonnya jadi terganggu. Akhirnya mereka pindah tanpa ketahuan—Luhan tahu sebenarnya—karena sama-sama berada di pojok kiri dekat jalan. Baekhyun tidak tahu bahwa di sebelahnya telah berganti orang. Dan tak selang beberapa menit, hal yang dikhawatirkan Chanyeol terjadi. Hampir sembilan puluh persen orang di studio 2 itu menjerit, meskipun Chanyeol tidak dan hanya berjengit keras, terkejut. Kyungsoo dan Luhan bahkan memekik pelan. Baekhyun yang memekik paling keras di antara mereka berempat. Kaki Baekhyun sudah di tekuk di depan dada, berada di atas kursi dan Baekhyun menelungkupkan wajahnya di kedua lututnya. Bahunya bergetar, hampir mengeluarkan air mata karena terkejut.
Tangan Chanyeol terulur dalam diam, merengkuh lembut tubuh Baekhyun yang meringkuk ketakutan itu. Chanyeol meletakkan kepalanya di dekat telinga Baekhyun, berbisik pelan dengan nafas yang terhembus di sekitar leher Baekhyun, membuat Baekhyun bergidik pelan. "Tenanglah, aku di sini..."
Kepala Baekhyun terdongak, dan ia menoleh ke samping. Tubuhnya sempat membeku karena terkejut mendapati Chanyeol yang berada di sampingnya, bukan Kyungsoo. Ia ingin bertanya, tapi lidahnya bahkan kelu dan tenggorokkannya tercekat, tak bisa mengeluarkan suara dengan benar. Ia hanya menatap Chanyeol dengan matanya, polos dan Chanyeol hanya mengusap punggung Baekhyun, menenangkan Baekhyun yang masih sedikit bergetar itu.
Bagian tadi sudah bagian klimaks dalam cerita, dan sepuluh menit kemudian filmnya selesai. Mereka akhirnya melangkah keluar bersama, berempat. Kyungsoo nampak tidak penasaran dan Chanyeol memergoki Kyungsoo menatap ke arahnya dan tersenyum penuh arti, maka Chanyeol tidak perlu bertanya apakah yang terjadi. Ia menjamin seratus persen bahwa setelah mereka bertukar tempat, setelah bagian mengerikan itu, Kyungsoo dan Luhan tidak lagi fokus terhadap filmnya, tetapi membicarakan apa yang terjadi pada Chanyeol. Dan Chanyeol tidak keberatan akan hal itu. Kyungsoo bukanlah orang yang akan membocorkan sesuatu begitu saja.
Chanyeol hendak meraih tangan Luhan dan mengajaknya pulang, tapi sebuah tangan menahan pergelangan tangannya. Ia refleks menoleh dan mendapati Baekhyun yang menatapnya tepat di mata. "Bagaimana kau bisa di sana? Aku sama sekali tidak menyadarinya."
Hanya sebuah senyuman yang didapat oleh Baekhyun, sampai akhirnya Chanyeol melepaskan tangan Baekhyun yang masih melingkar di pergelangan tangannya dengan lembut, lalu tanpa basa-basi mengajak Luhan untuk segera pulang. Sebelum ia berbalik untuk pergi bersama Luhan, ia mendapati Kyungsoo yang berbisik ke arahnya. "Semangat, Yeol!"
Dan Chanyeol hanya mengangguk, lalu benar-benar melangkah keluar bioskop sambil menggandeng Luhan. Meninggalkan Kyungsoo yang menatapnya penuh arti dan Baekhyun yang menatap kosong ke arah dua sejoli itu. Merasakan diberi harapan palsu. Merasakan perasaannya diombang-ambing begitu saja, dan ia memilih menahan rasa sakitnya dengan mengajak Kyungsoo membeli Baskin Robbins di lantai dua. Tentu saja es krim strawberry kesukaannya.
.
.
.
Ketika lampu di bioskop padam dan film di mulai, pertama-tamanya Baekhyun sangat menikmati filmnya. Ia benar-benar menyukai alurnya. Tapi kemudian hal-hal menyeramkan mulai datang satu persatu, dan ia yang sebenarnya takut hanya bisa meringkuk, memeluk dirinya sendiri. Lagipula meskipun Kyungsoo mengerti dirinya dan sudah menggenggam tangannya yang berkeringat dingin, itu tidak mengurangi rasa takutnya.
Di tengah-tengah film, ia sudah tidak merasakan tangan Kyungsoo menggenggam tangannya lagi. Ia penasaran tapi ia tidak mencoba mencari tahu karena ia sangat tidak ingin ketinggalan alur satu-pun di film ini. Dan lagipula, kelihatannya sudah tidak ada hal menyeramkan lagi. Karena setelah lima belas menit berlalu, tidak terlihat akan muncul hal-hal menyeramkan.
Tapi Baekhyun salah.
Ternyata tak lama kemudian ada hal menyeramkan, sangat menyeramkan dan paling menyeramkan daripada yang sebelum-sebelumnya, lalu yang Baekhyun tahu semuanya menjerit. Ia ikut memekik, keras sekali, dan memeluk kedua kakinya sambil menelungkupkan kepalanya di lutut. Tidak berani menatap layar. Namun kemudian ia merasakan sebuah pelukan.
Ia berpikir, ini mungkin Kyungsoo, tapi tidak. Postur tubuh Kyungsoo tidak seperti ini, dan parfum Kyungsoo bukanlah parfum berbau mint. Apalagi sebuah bisikan yang mencoba menenangkannya, dan suaranya itu bukan suara Kyungsoo. Jadi karena penasaran, ia mencoba mengangkat kepalanya, diam-diam sedikit panik karena takut yang memeluknya ini adalah orang asing, lalu orang asing ini telah membawa Kyungsoo kabur. Tapi kemudian rasa lega menghampirinya begitu saja, dan ia merasa tiba-tiba ingin menangis di tempat menyadari siapa yang memeluknya. Seorang Park Chanyeol, dengan mata lembutnya yang tegas dan menenangkannya, lalu tangan hangatnya yang mengusap punggung Baekhyun untuk menenangkan...
Baekhyun merasa ia seolah terbang ke surga.
Kemudian Baekhyun mencoba memfokuskan dirinya pada film lagi, dan sepuluh menit kemudian film selesai, lampu bioskop menyala. Baekhyun mendesah lega, kemudian beranjak dari kursinya dan melangkah keluar. Yang ia tahu, dengan Chanyeol di sisinya. Ia ingin mencari Kyungsoo, tapi bahkan kepalanya seolah tidak bisa menoleh dan hanya terpaku pada satu titik; wajah Chanyeol.
Mereka berhenti di dekat pintu masuk bioskop, dan Baekhyun baru menemukan Kyungsoo, berjalan beriringan dengan Luhan. Ia melirik Chanyeol dan sepertinya Chanyeol akan beranjak pulang, dan benar saja, Chanyeol mulai melangkah. Tak bisa menahan rasa penasarannya, Baekhyun mengulurkan tangan kanannya dan menahan tangan Chanyeol. Chanyeol nampak menoleh ke arahnya, tapi wajahnya tenang-tenang saja.
"Bagaimana kau bisa ada di sana? Aku sama sekali tidak menyadarinya." Ujar Baekhyun, menatap tepat ke mata Chanyeol, menuntut sebuah jawaban. Namun yang ia dapat hanyalah senyuman Chanyeol dan kemudian ia merasakan genggamannya pada pergelangan tangan Chanyeol, dilepaskan dengan lembut oleh sang pemilik pergelangan tangan.
Dan setelahnya, Chanyeol menghampiri Luhan, lalu melangkah meninggalkan bioskop.
Sumpah demi apapun, Baekhyun sangat kecewa dengan reaksi Chanyeol. Rasa senang dan bahagia serta lega yang tadi sempat menghampirinya, kini menguap entah kemana. Menyakitkan rasanya melihat Chanyeol yang seperti itu. Kalau memang Chanyeol punya Luhan, kalau memang Chanyeol mencintai Luhan, kalau memang Chanyeol tidak mencintai Baekhyun dan Baekhyun tidak lagi memliki kesempatan untuk menjadi pacarnya, lalu apa-apaan dengan segala perilaku Chanyeol?
Tiba-tiba Baekhyun merasa diberi harapan palsu, dan di saat-saat itu hanyalah satu obatnya; es krim.
.
.
.
Chanyeol dan Luhan tiba di rumah dengan tubuh yang lemas kelelahan. Mereka tidak bicara banyak, meskipun di mobil tadi Luhan sempat menjelaskan bahwa ia memberitahu semuanya pada Kyungsoo, dan Chanyeol hanya mengiyakan. Efek kelelahan, mereka berdua bahkan sempat tertidur di mobil tadi. Dan kini sampai rumah, mereka memasuki kamar mereka masing-masing. Yang ada dipikiran mereka adalah mandi, lalu tidur.
Begitu Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang basah dan tertutupi bathrobe, Chanyeol segera membuka lemari pakaiannya dan memilih menggunakan celana sport selutut dan kaos putih polos. Ia mengenakannya dengan asal-asalan, lalu mulai berbaring di ranjang dan memejamkan matanya setelah menggantungan bathrobe-nya di gantungan samping pintu kamar mandi.
Ia tidur selama beberapa jam tanpa ia sadari, sampai akhirnya suara eomma-nya bergema di seluruh rumah, memanggil Luhan dan Chanyeol bergantian untuk turun ke ruang tamu. Sebelum keluar kamar, Chanyeol sempat melirik ke jam weker berada di atas laci samping ranjangnya dan jam tersebut menunjukkan pukul lima. Lima sore.
Setelah sampai di ruang tamu, ternyata Luhan sudah sampai dahulu di ruang tamu. Ayahnya sedang memakai celana legging namja berwarna hitam panjang dengan atasan kemeja biru yang sedikit kebesaran, lalu eommanya memakai blouse santai berwarna merah dengan bawahan celana tiga per empat berwarna coklat. Luhan sendiri memakai baju kaos bergambar bola dan celana training panjang.
"Baiklah, appa ingin menyampaikan sesuatu." Ujar Tuan Park, memulai pembicaraan setelah semuanya sudah duduk di sofa. "Kami tahu kalian berdua, Luhan dan Chanyeol, sama-sama memiliki penyimpangan orientasi seksual—"
"—pfffttt." Semua langsung melirik ke arah sang eomma yang keceplosan menahan tawa, dan sang eomma hanya memberikan senyuman lebarnya. Tuan Park hanya menghela nafas, sedangkan Chanyeol dan Luhan sama-sama memutar bola matanya malas. Lalu kemudian, Tuan Park dengan nada santai namun tegas, kembali melanjutkan. "Nanti malam kami akan mengadakan makan malam antar besan di rumah teman appa."
"Tunggu." Ujar Chanyeol, mulai mengetahui situasi yang akan terjadi. "Besan? Bukankah itu... Ugh, lalu kalian akan menjodohkan salah satu dari kita, begitu?"
Tuan Park mengangguk, membenarkan ucapan Chanyeol. "Benar. Jadi karena Luhan sudah punya Sehun, maka kau yang akan kami jodohkan, Chanyeol. Kuharap kau tidak menolaknya, karena aku yakin kau kenal dengan anak ini. Dia satu kelas denganmu dan orang tua mereka adalah salah satu donatur terbesar di sekolah kita. Anaknya manis, dan tenang, dia namja. Bersikaplah baik, Chanyeol. Aku tahu kau tidak akan menolak, aku yakin. Dan aku juga yakin keluarga Byun pasti langsung senang denganmu—"
"—keluarga Byun?" Potong Chanyeol. Luhan yang mengerti langsung menyeringai lebar dan Nyonya Park mengangguk, membenarkan Chanyeol. "Ya, keluarga Byun. Dan anak yang akan dijodohkan denganmu adalah Byun Baekhyun."
Luhan menyemburkan tawa bahagianya dan menepuk-nepuk pundak Chanyeol dengan sangat keras. "Ya ya ya, Chanyeol, masa depan bahagiamu sudah menunggu. Beruntung aku sudah punya Sehun, coba kalau tidak? Pasti aku yang akan jadi korban, ckck. Lalu tunggu apa lagi? Cepat katakan kepada Baekhyun kalau kau juga mencintainya dan akan menjadi suaminya!"
Tapi reaksi Chanyeol tidak seheboh itu, justru bingung. Lagi-lagi, pemikiran tak penting dan menghambat-hambat itu datang lagi. "Ta-tapi, aku ingin menjadi namja berkarir yang—"
"—sukses?" Potong Luhan, tiba-tiba frustasi sendiri. "Chanyeol, aku sudah bilang. Sebenarnya pemikiran bodohmu itu hanya akan menghambatmu dan membuatmu menyesal pada akhirnya! Dengar, Chanyeol. Tidak salah untuk jadi namja berkarir, aku menghormati keputusanmu, tapi menjadi namja berkarir bukan berarti tidak punya pasangan hidup! Asdfghjkl. Butuh contoh? Appa-mu, kakekmu, saudaramu, dan sebagainya. Coba kau pikir, mereka semua namja berkarir yang sukses, tapi mereka juga punya pasangan hidup! Ayolah, Yeol, masa otakmu masih tidak jalan juga!"
Nyonya Park bertepuk tangan atas perkataan panjang lebar Luhan, padahal tidak tahu apa-apa. Tuan Park hanya menatap Luhan dan Chanyeol bergantian, bingung sendiri. Sedangkan Chanyeol menerawang, memikirkan perkataan Luhan. Melihat Chanyeol yang masih tidak memberikan komentar, Luhan mendesah lelah. "Ya Tuhan, Chanyeol! Apa lagi yang kau pikirkaaaan?"
Tiba-tiba Chanyeol mendongak. "Terserah kalian saja..."
"NAH!" Tuan Park dan Nyonya Park hanya menatap satu sama lain, lalu menatap Chanyeol dan Luhan bergantian. Memandang bingung. Jadi, Chanyeol yang mendapatkan tawaran penjodohan saja merasa biasa saja, lalu kenapa jadi Luhan yang heboh? Ah, masa bodoh, batin Tuan Park. Yang penting Chanyeol mau dan tidak keberatan, lalu Luhan yang jingkrak-jingkrak—ugh, abaikan, dan Tuan Park sendiri juga mendapat untung karena bekerja sama dengan keluarga Byun. Jadi, tidak ada yang dirugikan, kan?
Tuan Park berdeham sehingga suasana kembali tenang. "Baiklah, Yeol. Terima kasih sudah menerimanya dengan senang hati, appa harap kau akan bahagia nantinya. Lagipula Baekhyun itu anaknya sopan, asyik, dan setidaknya rajin, dan bersih. Meskipun dia tidak pandai dalam urusan dapur, tapi kau kan lumayan bisa memasak, ya kan? "
"...seperti aku akan menikah besok saja. Lagipula aku kan tidak bilang iya." Gumam Chanyeol dan Nyonya Park tersenyum geli. "Tidak Chanyeol, dan tetap, kau akan menikah setelah lulus kuliah, oke?"
Chanyeol mengangguk, dan Tuan Park tersenyum. "Kalau begitu, kau harus bersiap. Kita berangkat satu jam lagi dan Luhan, untuk malam ini kau kubebaskan untuk menginap di rumah Sehun. Langsung berangkat sekolah dari rumah Sehun saja."
Luhan mengangguk senang. "Arraseo!" Kemudian Tuan Park menoleh ke arah Chanyeol. "Dan Chanyeol, kau kuijinkan untuk tidak masuk besok karena acara kita akan berlangsung sampai larut malam." Chanyeol memekik senang. "Yeah! Akhirnya membolos!"
Nyonya Park dan Tuan Park hanya menggelengkan kepalanya menatap Chanyeol. "Dasar anak nakal."
.
.
.
TBC
.
.
.
...semoga yang kali ini pas.
HEI HEI HAAAAI.
Seneng banget bisa updet lagi ini cerita xD
Padahal ceritanya makin lama makin ngelantur :" Bagus ga sih? Ga ya? Ehm, fine-_-
Aku tau cerita ini makin kesini makin geblek hiks, dan semoga peminatnya ga turun yaaa T.T
Terimakasih yang udah ngasih semangat dan support ke saya atas kegalauan saya tentang Luhan keluar EXO tepat di hari ultah saya hueee muucih yaww *ciumsatusatu* *digampar*
Okayy, dan makasih juga yang masih bersedia buat ngereview cerita ini kkk saya terharuu. Kalo bisa review-nya bisa nembus 85 keatas, ntar pasti saya updet cepet lagi deh HAHAHA (minta digorok)
JADII, MIND TO REVIEW?
OH, DAN SAYA MOHON BAGI YANG MAU NGEFOLLOW/FAVORITE CERITA INI, DIHARAPKAN MENINGGALKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOTAK REVIEW, PLEASE?:)
.
.
Answer of Review :
kacangpolongman : Iyaa si Chan di sini emang saya buat labil ngahaha. Karena Chanyeol yang idiot itu sudah terlalu mainstream *dihajarmasa* Hiks makasih buat pengertian dan supportnya yaa, saya ikut terharu sumpah :" Well, saya juga udah denger tentang baek dipindah ke EXO-M dan yang kombek apalah itu. Saya juga ikut sedih sama ituu, ahh gabisa bayangin chanbaek kepisah jauh, sejauh cintaku padanyaa (?) Semoga cepet kelar dah masalah SM. Makasih semangatnya yaa, ini udah saya lanjut~
Syifa Nurqobilah : Iya mereka bakalan nikaah, tapi saya ga ngejelasin nikahnya begimanaa. Cuma ngejelasin gimana kehidupan SMA mereka dengan mereka yang dikejutkan sama berita kalo mereka bakal nikah waktu dewasa (aww bahasa gua xD) Jangan kecewa yaa:'3
ChanBaekLuv : Kkk, iya sakit banget hoho, yaa kirakira begitulah perasaan Baek haha. Ini udah dilanjut yaaa, ga kelamaan kan?
Syifa Nurqobilah : Aww kamu review dua kali?-_- Tapi tetep saya tulis lagi ya hehe. Well, rated m? Duh, saya masih amatir buat bikin rated m meskipun saya demen kalo ngebaca *digampar* Ugh, maaf yaa saya gabisa menuhin request kamu hihi. Saya pernah ngecoba buat bikin rated m dan uh, saya nulisnya gemeteran HAHAHA. Ini udah lanjut yaa.
dianahyorie1 : Aww makasih hehehe. Ini udah dilanjut yaa, semoga ga mengecewakan:"
Nenehcabill : Ughh tenang aja, ntar hepi ending kok xD well, saya sebenernya udah diniatin sejak ngetik fanfic ini buat ga ngebikin orang ketiga hehe maaf yaa. Jadi gabisa menuhin request kamu deh hikshiks:" Lagian, di laptop saya, ini fanfic udah the end alias selesai kekeke. Makasih semangatnyaaa.
shin il kwang : Lah begimana tuh-_- Situ yang request, kamunya sendiri yang gamau xD Hahaha, tenang ajaa, cerita ini gaada sesi galau kokk, kekeke.
parklili : Hahah tau tuh si Chan emang nyebelin yee (?) Iye ntar akhirnya juga dia kemakan omongannya sendiri, liat aja nanti HUEHEHE/?
Ririn Cross : Emang ya, di sini Baek melas cupcup *hug* Aww cieleh bahasanya, mencari jati diri? xD Hmm, iya saya galau banget sumpah, ampe numpuknumpuk. Kalo ini dunia animasi, udah berasa keluar asep dari telinga, pfft. Yeah, semuanya yang penting yang terbaik buat EXO deh. OT12 JJANG! Well, ini udah dilanjut yaaa
KT CB : Huum, disini Chan jahat banget elah *digorokChanyeol* Tau tuh si Chan minta diapain pfft, sabar aja ye haha. Widih, Baek punya sayaa jangan ciumcium(?) *dijambak* DIH IYA KITA SAMASAMA SEBEL AMA NTU CEO YA HAHA, pengen diapain tuh CEO sialan-_- Iyaaa ntar kalo Baek dipisahin sama Chan gimana tuh jadinya mereka huee-,- Ini udah lanjut yaaa
dandelionleon : Aww saya ngipik, sebegitu lucukah ini? :v Well, saya juga suka banget ama fanfic fanfic kamuuu hohoho, kemaren saya ngestalk loh HAHA *abaikan* Iya nih si Chan emang radarada, sabar aja ya keke, ntar juga makin lama bakal ketauan maunya apa itu bocah-_- Iyaa iya ini udah dilanjut yaaw
N-Yera48 : Hehehe iyaa mereka hyung-dongsaengg, ketauan kan hoho. Iya cinta itu menyakitkan hiks:" Sabar aja dah buat si Baek muahaha. Ciecie eperiwer ye kkk. Iya mereka jadi nontoon heheh, di chap ini yee mereka nonton. Sorii banget kemaren salah ngasih judul chap hahaha(?) Ini udah next yepp
Guest : Ini udah lumayan cepet pan? ._.
Shouda Shikaku : Aww makasih ya mumumu :3 Iyaa tau nih si Chan sumpah ye nyebelin kkk. Yaa mungkin aja Luhan yakin kalo Chan bisa ngehadapin masalahnya dengan caranya sendiri (asekbahasagua). Baek melas ye hahah tuh Baek dikasih semangat .-. Kyungsoo gituloh, Kyungsoo kalo kalem itu udah mainstream, sekarang Kyungsoo berani beda xD Iyaa saya ngerti kok, makasih buat pengertiannya juga yaa. Keep support EXO yes!
laxyovrds : Ini udah ada ChanBaek moment yaa~
septhaca (Chapter 1) : Iya tau tuh, si Kyungsoo lagi iseng mode on kekeke.
septhaca : Kkk, iya si Kyungsoo kena karma mungkin haha. Well, untuk itu... mending ikutin alurnya aja ya HEHE :3
Parkbyunnie : ._. Ini udah updet cepet kan ye? Hehe
welcumbaek : Tuh Chan kamu dibilang nakal xD Hehe ini udah updet yaaaw
(Chapter 1) : Iyaa Baek melas ye haha
: Kekeke, tuh Baek sabar yaw hoho.
sogogirl94 : Review anda panjang xD bingung mau jawab kekeke. Haha Baek emang imutnya ga ketulungaaan *jambakrambutBaek(?)* Iya si Luhan hyungnya si Chan, ketauan kan akhirnya xD Biarkan waktu menjawabnya ya hahaha *apaannih* Iya ntar ChanBaek dijodohin dan Baek bakal tahu ada apa dibalik ChanLu~ Aww makasih yaa, saya ganyangka ada yang bilang ini keren keke, bagi saya ini absurd banget coba:'D Haha iya dehh silahkan move on kalo gitu~ Well aww kamu shawol ya ngehehe, jadi shawol tentram ye kkk. Ini udah lanjutt~
ShinJiWoo920202 : Iyaa gatau tuh si Chan gimana kok bisa gitu xD entahlah apa maunya si Chan tu-_- Iyes, it's okay it's love ye xD Ini udah lanjut~
aireyer : Haha awas jangan ketawa keraskeras ntar ketahuan Baek nanti kamu dihajar(?) Aww Kyungsoo kamu dibilang keren :3 Hehe makasih yaaa, ini udah updet :D Hehehe banyak juga ya yang no comment buat luhan haha, gapapa gapapa, mending cepet move on ajadeh ya-_-
jongindo : Iyaa ini udah updet yess
nur991fah : Iya si Chan masih bimbang ama dirinya sendiri lol.
tanpanama : Aww makasihh, ini udah updet yaa
SweetyChanbaek : Ini udah di updet~ Duh, gimana ya-_- Masalahnya Luhan cuma sejenis cameo dan Sehun itu nyempil nama aja, jadi miaaan belom bisa terima requestnya huhuhu. Maaf bangett.
Yeollbaekk : Ini udah lanjuttt :D
