.
.
.
Previous Chapter
Kyungsoo sontak menoleh ke arah Sehun. "Apa? Biarkan saja? Hey, bagaimana bisa kau menyuruh untuk membiarkan, hah? Apa kau mau bertanggung jawab untuk hal selanjutnya?"
Sehun tersenyum sangat tipis, penuh arti, lalu menatap Kyungsoo. "Percaya padaku. Kita tidak—"
"—Aku pulang."
.
.
.
"—Aku pulang." Terdengar suara lemah dari pintu dorm. Kai tersenyum tipis. "Aku sudah bilang, kan?"
Semua tatapan mengarah kepada Baekhyun yang mulai melangkah dari pintu dorm, tak terkecuali Chanyeol. Baekhyun yang sudah sampai di ruang tengah hanya melirik member lain dan kembali melangkah menuju kamarnya dan Chanyeol. Hingga sebuah suara dari Suho menghentikan langkah Baekhyun. "Baekhyun-ah."
Baekhyun menoleh ke arah Suho dengan malas-malasan. "Apa lagi, hyung? Aku lelah, aku ingin istirahat. Kumohon." Dan selanjutnya Baekhyun mengeluarkan tatapan memelasnya. Suho menghela nafas, menyerah dengan Baekhyun yang keras kepala. "Arraseo, tidurlah."
"Gomawo." Jawab Baekhyun singkat, lalu beberapa detik kemudian Baekhyun membalikan tubuhnya untuk memasuki kamarnya dan Chanyeol.
"Sebaiknya kita bahas ini besok saja. Kalian tidurlah, ini sudah malam." Ucap Chanyeol dan beranjak dari tempatnya menyusul Baekhyun. Yang lain akhirnya menurut dan masuk ke kamar masing-masing.
Di kamar Chanyeol dan Baekhyun yang baru saja Chanyeol masuki, nampak Baekhyun yang tidur di kasur membelakangi Chanyeol. Chanyeol tersenyum miris dan mencoba memanggil Baekhyun, berharap perkataan Baekhyun tadi yang mengatakan kalau Baekhyun membencinya itu tidaklah benar. Walaupun sebenarnya Chanyeol tahu, hal itu tidak perlu dibuktikan.
"Baekhyun-ah."
Tak ada jawaban. Tapi Chanyeol yakin Baekhyun mendengarnya sehingga ia memutuskan untuk mencoba lagi.
"Baekhyun."
Masih tak ada jawaban. Chanyeol belum menyerah.
"Baek—"
"DIAM!" Chanyeol tersentak saat Baekhyun tiba-tiba membentaknya, dan kemudian Baekhyun bangkit lalu berbalik menatap Chanyeol yang masih berdiri di dekat pintu. "Kau kira aku tadi bercanda?! Aku membencimu Park Chanyeol! Aku muak denganmu, dan kali ini kau membuatku makin membencimu! Jangan coba-coba memanggilku dengan mulut kotormu itu! Bajingan!"
Baekhyun menatap Chanyeol dengan tajam dan penuh amarah, mengabaikan tatapan Chanyeol yang nampak sendu. Merasa muak, Baekhyun kembali berbaring membelakangi Chanyeol. "Kau beruntung aku tidak mengusirmu keluar."
Chanyeol memilih diam. Semuanya telah terjawab. Baekhyun memang benar-benar membencinya. Chanyeol hanya dapat menatap punggung Baekhyun dengan sendu, dan tanpa sadar air mata sudah membasahi wajahnya. "B-baekhyun-ah."
Kali ini Chanyeol tidak peduli apa Baekhyun mendengar gumamannya atau tidak. Sama sekali tidak peduli. Yang ia pikirkan adalah bagaimana Baekhyun harus tahu kebenarannya. "Aku tidak tahu apa yang dikatakan Taeyeon noona di luar sana bersamamu. Yang harus kau tahu, Taeyeon noona memanfaatkanmu. Semua ini terserah padamu kau percaya perkataanku atau tidak, karena saat Taeyeon noona mengatakannya aku tidak sempat membuat bukti dalam bentuk apapun. Baekhyun-ah, Taeyeon noona memanfaatkanmu, untuk membuatnya menjadi tenar. Ia tidak peduli denganmu yang rugi di sana-sini akibat skandal hubunganmu dengannya terkuak, atau mungkin sengaja dibocorkan Taeyeon noona. Ia tidak peduli kerugianmu, dan sakit hatimu karena ditinggalkan banyak fansmu atau saat kau diteriakkan 'pengkhianat'."
Chanyeol berhenti sejenak setelah memberi tahu Baekhyun kebenaran dengan suara yang sangat pelan. Tak peduli dengan apapun lagi. Tapi Baekhyun terlihat tak bergeming. Entah mungkin sudah tertidur, tapi sekali lagi Chanyeol tidak peduli. Anggap saja Chanyeol berbicara sendirian seperti orang gila, tapi maaf saja, Chanyeol juga tidak peduli akan hal itu.
"Dengar, Baek. Aku tidak peduli kalau kau akan menghentikanku atau apa, tapi aku minta maaf, aku akan menjauhkanmu dari monster itu. A-aku tau kau mencintainya, jadi—" Gumaman Chanyeol terhenti saat Chanyeol tidak bisa menyembunyikan isakan pelannya. Hatinya terasa remuk menjadi butiran-butiran pasir saat mengatakan Baekhyun mencintai Taeyeon.
Merasa sedikit tenang, Chanyeol kembali melanjutkan. "...Ini demi kebaikanmu, Baek. Jadi aku akan melakukannya. Mungkin kau setelah ini bisa saja membunuhku, tapi asal kau menjauh dari monster yang memanfaatkanmu itu, aku bisa saja mati bahagia. Sekalipun ada sesuatu yang kau tidak perlu tahu mengganjal di hatiku."
"Baekhyun..." Chanyeol bergumam lagi, suaranya semakin pelan dan tertutup dengan isakannya. Terdengar seperti bisikan. Dan senyuman miris tersungging di bibir Chanyeol. "...Saranghae..."
Chanyeol memutuskan untuk tidur berbaring di sofa ruang tengah malam itu. Diiringi tangisan hebatnya.
.
.
.
Jam 4 pagi. Sehun terbangun dari tidurnya yang sama sekali tidak nyenyak. Rasanya ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Seperti, sesuatu yang buruk, tapi ia tidak tahu apa itu.
Merasa frustasi dan tidak bisa tenang, Sehun memutuskan beranjak dari kasurnya dengan pelan. Sesekali melirik ke arah Suho yang masih tertidur, memastikan agar hyungnya itu tidak terbangun. Mungkin segelas air mineral bisa menenangkan pikirannya, pikir Sehun.
Setelah berhasil keluar dari kamarnya dan Suho, tangan Sehun meraba-raba dinding, mencari saklar lampu untuk menerangi ruang tengah. Sehun mendesah lega saat menemukan saklar lampu dan tanpa menunggu panjang segera menyalakan lampu. Ia hampir berbalik untuk melangkah ke dapur sebelum menyadari ada sesuatu yang bergerak-gerak di sofa.
Penasaran, Sehun melangkah ke arah sofa. Dan Sehun terpekik pelan, terkejut ketika mendapati Chanyeol di sana. Astaga, batin Sehun. Apa Baekhyun sebegitu teganya mengusir Chanyeol? Dan entah bagaimana, pikiran Sehun menjadi sedikit tenang, dan Sehun menyadari mungkin yang tidak bisa membuatnya tidur nyenyak adalah ini. Seolah pikiran Sehun terhubung dengan keadaan Chanyeol.
Ngomong-ngomong Chanyeol, ia tampak kedinginan di sofa. Sehun berpikir, apa yang harus ia lakukan. Haruskah ia membangunkan Chanyeol? Atau mungkin memberitahukan Suho hyung terlebih dahulu?
Setelah lama berpikir, Sehun memutuskan memilih pilihan kedua. Memberitahukan Suho.
"Suho hyung." Panggil Sehun pelan ketika sudah sampai di kamarnya dan Suho. Tak ada respon, Sehun mencoba menggerakkan tubuh Suho. "Suho hyung."
Suho melenguh pelan dan perlahan matanya terbuka. Sehun mendesah lega, dan Suho nampak mengerjap-kerjapkan matanya mencari kesadaran. Setelah merasa sudah terbangun sepenuhnya, Suho menyadari Sehun tengah menatapnya dengan tatapan khawatir. "Eoh, Sehun-ah. Wae?"
"Chanyeol hyung..." Ucap Sehun. Suho mengangkat sebelah alisnya. "Chanyeol? Chanyeol kenapa?"
Sehun menoleh ke arah sofa yang nampak dari pintu kamar yang memang sengaja tidak ditutup oleh Sehun, lalu kembali menatap Suho yang tampak penasaran. "Chanyeol semalaman tidur di sofa dan ia menggigil."
"Apa?" Suho nampak tak percaya dan dengan segera beranjak menuju ruang tengah diikuti Sehun. "Apa Baekhyun yang mengusir Chanyeol?" Tanya Suho begitu sampai di sofa. Sehun menggeleng. "Tidak tahu, hyung. Apa Chanyeol kita bangunkan saja?"
Suho mengangguk. "Ya, mungkin sebaiknya kita bangunkan dan menyuruh Chanyeol untuk tidur di kamar kita saja." Dan Suho menggerakkan tubuh Chanyeol perlahan. "Chanyeol-ah. Bangunlah."
Beberapa lama, Chanyeol akhirnya membuka matanya. Ia nampak sedikit terkejut ketika mendapati Suho dan Sehun di hadapannya. "Suho hyung? Sehun? Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Chanyeol dengan suara serak. Khas orang bangun tidur.
Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya, mengabaikan pertanyaan Chanyeol dan ganti bertanya. "Bagaimana kau bisa tidur di sini? Sebaiknya kau tidur di kamarku dan Suho hyung saja."
Chanyeol mengangguk pelan dan melangkah menuju kamar Sehun dan Suho, diikuti Sehun dan Suho di belakangnya.
"Sekarang jelaskan padaku, Chanyeol, bagaimana bisa kau tidur di sofa? Apa Baekhyun mengusirmu?" Tanya Suho to the point setelah mereka bertiga berada di dalam kamar, dan Sehun menutup pintu kamar.
"Tidak, dia tidak mengusirku. Walaupun sebenarnya aku tidak percaya dia masih mengijinkanku tidur berdua dengannya." Ucap Chanyeol. Suho dan Sehun masih terdiam, menatap Chanyeol, mengijinkan Chanyeol melanjutkan ceritanya.
"Tadi malam aku bertengkar sedikit dengannya. Aku hanya penasaran, apa Baekhyun benar-benar membenciku seperti yang ia katakan sebelumnya setelah melihatku menampar Taeyeon noona. Aku memanggilnya tiga kali, dan Baekhyun membentakku, menyuruhku diam. Ia bilang ia benar-benar membenciku dan muak padaku. Tapi ia masih mengijinkanku untuk tidur di sana. Dan ia tidur duluan. Tapi aku masih berdiri di dekat pintu saat itu, dan aku memberitahukan semua kebenarannya, dengan suara pelan, entah ia dengar atau tidak. Lalu aku memutuskan untuk tidur di luar."
"Astaga." Ucap Sehun setelah Chanyeol mengakhiri ceritanya. "Ini sangat dramatis, kau tahu?"
"Aku tahu." Gumam Chanyeol. Suho menghela nafas. "Aku benar-benar tidak mengerti alur hidupmu. Ini masalah yang sangat rumit. Bahkan penyelesaiannya lebih rumit daripada masalah Kris. Dan Chanyeol, sebenarnya ini terserah padamu bagaimana kau menyikapi masalah ini dan menyelesaikannya. Yang jelas, aku hanya berpesan jangan sampai masalah ini mengganggu pekerjaan kita. Arra?"
Chanyeol mengangguk dan tersenyum tipis ke arah Suho. "Gomawo, hyung."
"Baiklah, ini masih sangat pagi. Sebaiknya kita tidur." Ucap Suho yang disetujui Chanyeol dan Sehun. Akhirnya, mereka bertiga membaringkan badan lelah mereka di kasur king size tersebut.
.
.
.
TBC
.
.
.
HAAAAI SEMUANYA, TELAT UPDET, NGINGKARI JANJI, MAAP YAAA.
Aku bener-bener sibuk dan gaada waktu buat sekedar buka laptop, ini aja aku buat ngebut, ga diedit sama sekali-_- langsung updet dua chapter buat ngegantiin janjiku yang sebelumnya.
Dan maaf banget ya... kebetulan juga aku itu ada masalah keluarga yang naudzubilah dari jaman aku bayi cenger(?) sampe sekarang udah gede itu masalah ga kelar-kelar-,- Dan karena masalah keluarga itu aku sempet terguncang dan gapernah dalam mood baik buat ngelanjutin ff, baru bisa sekarang deh jadinya sampe chap 3.
Dan alasan yang ketiga itu karena aku pake TRI, dan kartu TRI itu gabisa dibuat buka . modem ilang, Cuma ngandelin tri, gaakan kesampean deh buat buka ini web. Kampret kan-_-
Sampe akhirnya aku ngebelain beli kartu perdana lain dan kujadiin wifi hotspot buat buka ini web, dan ini lah(?)
Oke gitu aja, dan buat SILENT RIDERS YANG BANYAKNYA SELANGIT, ninggalin satu kata dua kata ga susah kan?
Awas kena karma-_- *karmaapaancobaa*
Yaudah itu aja yes, tunggu chap berikutnyaa~~
