Tittle:
I Can't Believe It

Main Cast : Kim Jongin (Namja)
Do Kyungsoo (Yeoja)

Support Cast: EXO and other cast

Genre: School Life, Drama

Rate: T
Summary:

Do Kyungsoo, seorang yeoja yang harus berpura-pura dengan hidupnya memakai topeng kebahagiaan. Kim jongin namja tan yang hidup hanya bersama ibunya, berjuang keras menggapai cita-citanya.

Desclaimer :

Semua cast Milik Sang Pencipta, Their Family, SME
FF ini berupa tulisan gaje yang dibuat oleh saya

Balasan review

Kim Kyungmin: Haha, aku sebenernya gak suka nulis tapi seneng nyumbangin ide dan ngasih semangat ke sahabatku yang seorang author, aku dicekokin FF juga dari dia. Belum lama jadi penikmat FF Hehe
Eh sekarang dia malah nyuruh aku belajar bikin FF padahal gak tau tuh ciri dan cara khas FF itu gimana *gubrag! Alhasil FF gaje inipun jadi, menurutku kalo ide ceritanya bagus tapi cara nulisnya gak sebagus idenya entar yang ada malah ancur kaya FFku. Wkwk
Kenapa malah curhat? Haha, masalah kalung akan terjawab di Chapter ini

Sfournia: hehe, iya terimakasih masukannya. Sekarang aku lagi coba mode yang berbeda, tapi ada bedanya gak sih? Gak tau deh

Byun Najla: Haha, kenapa yaa? Ya, karena suka aja. Meski review sedikit pun kalo masih ada yang mengharapkan akan kucoba untuk melanjutkan meski hasilnya tak sebaik bayangan kalian. Hehe

Saya ucapkan TERIMAKASIH BANYAK buat yang udah review, mampir, just looking this FF, semuanya saya UCAPKAN TERIMAKASIH. Gak ngarep lebih deh, hehe

WARNING

GenderSwitch / GS / Typos Everywhere / FF GAJE / DLDR Close The Tab

.
.

.

.

.

.

Happy Reading

Previous Chapter

Namja itu masih memperhatikan dengan lekat kalung yang kini berada ditangannya, kalung dengan bandul berbentuk key. Ya, kalung yang terjatuh didalam bus menuju sekolahnya, kalung yang akan membawanya menemui takdir dan mungkin saja dia akan berkata 'I Can't Believe It'.

" YA! Kau tidak ikut kelas selanjutnya, oh?"
Kesadarannya seketika kembali mendengar sahabatnya berteriak dengan suara khasnya.

" Ya! Tidak perlu berteriak! aku juga mau ke kelas selanjutnya pabbo!"

Namja itu berjalan melewati sahabatnya.

" YA! Aku tak pabbo, kau ini sahabatku dari kecil bukan oh? Teganya kau mengataiku pabbo"

.

.

.

.

.

.

Chapter 3

" Bagaimana Kyungie, apa kita perlu mengumumkannya? Luhan memberikan saran pada Kyungsoo, berusaha memberi jalan keluar atas masalah yang Kyungsoo hadapi.

Kyungsoo kelihatan tampak sedih kehilangan kalungnya, dia hanya berharap kalungnya dapat segera kembali. Dia tak menjawab apa-apa hanya diam meski terkadang suara isakan yang tertahan.

" Iya Kyungie, sebaiknya kita umumkan saja mengenai kalungmu. Siapa tahu ada anak dari sekolah kita yang menemukannya." Baekhyun menambahkan, dia tahu sahabatnya itu kini tengah terguncang. Baekhyun tahu kalau kalung itu pemberian seseorang yang telah lama meninggalkan Kyungsoo.

Xiumin bersiap untuk mengeluarkan pendapatnya, dia sebenarnya sedikit ragu bisa dibilang Kyungsoo dan Xiumin memang jarang membicarakan hal-hal yang terlalu privasi. Kyungsoo lebih dekat dengan Baekhyun daripada Luhan dan Xiumin, jelas saja Baekhyun merupakan sahabat Kyungsoo sejak Junior High School.

" Ne Kyungie, sebaiknya kita segera ke ruang broadcast. Mengumumkan hal ini, lebih cepat lebih baik Kyungie." Xiumin mengutarakan pendapatnya tepat dihadapan Kyungsoo, kedua sahabatnya yang lain tengah duduk disamping kanan dan kiri Kyungsoo. Menepuk-nepuk punggun Kyungsoo pelan agar Kyungsoo merasa tenang. Kyungsoo tak sepenuhnya menangis dia sudah berjanji, dirinya akan tumbuh menjadi gadis yang kuat. Kyungsoo menahan air matanya, meski beberapa cairan bening telah lolos dari matanya jatuh membasahi pipi sejak tadi.

" Hiks . ." Kyungsoo masih terisak pelan masih menahan tangisnya. Mendengarkan saran yang diberikan sahabat-sahabatnya dia hanya mengangguk pelan menerima dengan pasrah.

Pikirannya kini kacau, kalung key pemberian ibunya. Ibu yang tega meninggalkannya, dia sudah berjanji pada ibunya untuk menjaga kalung itu. Kalung yang ditinggalkan ibunya.

5 Tahun yang lalu

" Mianhae sayang, aku sekarang ingin focus pada karierku. Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini."

" Kau ingin meninggalkan Kyungie begitu saja sayang? Kyungie masih membutuhkanmu, begitu juga aku."

" Mianhae oppa, aku juga menyayangi Kyungie tapi aku tak bisa jika harus membawanya."

" Apa kau tidak akan menyesali pilihanmu Do BoA?"

" Anni oppa, aku akan kembali lagi setelah 5 tahun masa kontrakku habis di Amerika."

Kangta mulai geram dengan jawaban istrinya yang terkesan enteng dan meremehkan, 'apa dia tidak memikirkan anaknya yang butuh kasih sayangnya? apa dia tak tahu bahwa aku begitu mencintainya? Dia lebih memilih kariernya sebagai penyanyi daripada keluarga kecil ini. Aku sudah muak dengan tingkahnya yang sok itu, aku takkan bersabar lagi.'

" tidak usah, kau tidak perlu kembali kerumah ini lagi. KAU PERGI SAJA! AKU DAN KYUNGIE TIDAK MEMBUTUHKANMU." Kini Kangta mulai naik pitam, dia sudah tidak bisa bersabar atas perilaku istrinya itu, BoA.

" Anni oppa, aku hanya pergi untuk menyelesaikan pekerjaanku selama 5 tahun. Aku berjanji setelah kontrakku selesai aku akan menjadi istri yang baik dan meninggalkan pekerjaanku."

" TIDAK USAH!" bentak Kangta

" Oppa KAU MEMBENTAKKU?!"

" YA, KAU BOA. PERGI SAJA DARI SINI DAN JANGAN PERNAH KEMBALI LAGI."

" BAIKLAH, aku akan pergi! Toh aku menikahimu hanya karena kau namja kaya raya, AKU TAK BENAR-BENAR MENCINTAIMU DAN KYUNGSO. CAMKAN ITU DO KANGTA!"

" MWO! DASAR WANITA JALANG!"

'Plaaaakk' Kangta sudah mendaratkan tangannya dipipi BoA dengan keras, BoA hanya mengerang kesakitan. Disisi lain mereka tak menyadari seorang gadis cilik bermata bulat tengah berdiri melihat pertengkaran orang tuanya melalui celah pintu yang sedikit terbuka. Gadis itu kini sudah cukup umur untuk mencerna semua yang dikatakan appa dan eommanya.

Gadis itu segera berkali ke kamarnya menangis sejadi-jadinya, dia tak percaya eomma yang begitu dia sayangi ternyata tidak mencintainya bahkan eommanya hanya memanfaatkan appanya saja.

Semenjak kejadian itu Kyungsoo tidak pernah lagi melihat BoA, ibunya. Dia begitu rindu pada ibunya, tapi mengingat apa yang dikatakan ibunya saat itu Kyungsoo kembali dikuasai amarah. Dia ingat kalung yang diberikan ibunya saat ulang tahunnya yang ke 9 tahun, saat itu ibunya berkata.

" Chagy kau harus percaya bahwa eomma menyayangimu chagy. Eomma janji akan selalu menemani Kyungie, eomma tahu mungkin Kyungie kecewa pada eomma karena eomma jarang memperhatikan Kyungie tapi percalah nak, eomma sangat menyayangi Kyungie. Eomma memberi kalung berbentuk key agar rasa sayang dan kepercayaanmu untuk eomma tetap terjaga sayang. Simpan kalung ini baik-baik ne, eomma sayang pada Kyungie."

Kyungsoo ingin mempercayai ucapan ibunya, tahun ini kontrak eommanya selesai. Kyungsoo berjanji jika eommanya tak menemuinya hingga akhir tahun maka Kyungsoo akan membuang kalung itu, melupakan eommanya, dan menghapus segala kenangan tentang eommanya.

.

.

.

.

" Permisi. . ."
Luhan telah masuk kedalam ruang broadcast, ruangan ini bebas digunakan oleh seluruh siswa SA International High School. Setiap minggunya pengurus broadcast akan diganti menurut tingkatan kelas. Untuk minggu ini yang bertugas adalah siswa-siswi tingkat 3 acting class.

" Ne, ommo. Luhannie?" seorang yeoja cantik nampak kaget merasa tak biasa dengan kedatangan Luhan.

" Ah . . Annyeong Jessica eonni."

" Ne Hannie, tumben sekali kau mengunjungi ruang broadcast. Ada apa gerangan cantik?"

" Ah, ne eonni. Aku ingin meminjam ruang broadcast sebentar, untuk mengumumkan masalah kehilangan yang dialami sahabatku eonni."

" Kehilangan? Sahabatmu kehilangan apa Hannie? Lantas dimana sahabatmu?"

" Ne eonni, dia kehilangan sebuah kalung dengan liontin berbentuk key. Dia sedang duduk diluar ruangan broadcast eonni."

" Wah, rasanya kalung itu memiliki arti tersendiri bagi pemiliknya. Siapa nama sahabatmu itu Hannie? Aku akan mengumumkannya."

" Ne eonni, khamsahamnida. Namanya Do Kyungsoo, eonni."

" Do Kyungsoo? Bukankah dia siswi peringkat 1 di tingkatanmu dan ehm.. -berpikir keras mengingat sesuatu- ah, sekretaris Dewan Kesiswaan bukan?"

" Ne eonni semua benar, dia memang terkenal."

" Haha, iya benar dia juga terkenal diantara anak-anak acting class. Baiklah bawa temanmu masuk suruh dia menggambarkan bentuk kalungnya."

" Jinjja? Daebak! Ne eonni, aku akan memanggilnya."

Kyungsoo berjalanan memasuki ruang broadcast ditemani Luhan, dia menggambarkan bagaimana bentuk kalungnya yang hilang. Setelah dia selesai menjelaskan segalanya mengenai hilangnya kalung itu, Jessica mempersilahkan mereka untuk kembali ke kelas. Kemudian Jessica mengumumkan dan menampilkan gambar kalung tersebut di semua TV yang dipasang sekolah.

Dance Class

" Baiklah anak-anak, sebelumnya kalian bisa mencari pasa…" belum sempat seosangnim menyelesaikan ucapannya, kalimat itu terpotong begitu saja karena suara dari pengeras suara.

Ting Tong Teng Tong Ting Tong Teng Tong

" Selamat siang seosangnim, kawan-kawan, dan adik-adikku tercinta. Masih bersama Jessica siswa tingkat 3 acting class. Saya akan mengumumkan sebuah berita untuk siswa-siswi SA Interntional High School. Hari ini, sahabat kita Do Kyungsoo siswa tingkat 2A Vocal Class telah kehilangan sebuah kalung berliontion Key. Untuk gambar jelasnya, secara otomatis akan ditayangkan disetiap TV sekolah. Jika teman-teman menemukan kalung tersebut kalian bisa datang langsung menemui Do Kyungsoo/Aku Jessica Brown. Terimakasih, Selamat siang."

Ting Tong Teng Tong Ting Tong Teng Tong

' Changkaman, berliontin key? Ah, iya kalung yang kutemukan. Ehmmm, baiklah Do Kyungsoo tingkat 2 Vocal Class.'

.

.

.

.

Jongin berjalan menyusuri koridor gedung Vocal Class, cleaning service yang Jongin tanyai mengatakan bahwa tingkat 2 A vocal class berada di lantai 2. Setiap gedung SA International High School ini memiliki 4 lantai, setiap jurusan memiliki gedungnya masing-masing. Gedung-gedung disekolah ini letaknya mengelilingi sebuah lapangan luas yang berada ditengah. Gedung Vocal Class dan Dance Class bersebelahan dan disebrangnya gedung Acting Class dan Auditorium berada. Untuk kantin, unit kegiatan siswa, dan Dewan Kesiswaan berada ditengah menghadap kelapangan.

' Ah, gedung ini berbeda sekali dengan gedungku. Meski mendapatkan mata pelajaran vocal tetap saja ruangannya berada digedungku.' Gumam Jongin dalam hati melihat beberapa ruangan yang berbeda dari gedung jurusannya. Ditambah lagi interior disekitar koridor, benar-benar mendakan siapa penghuni gdeung ini.

*tentu saja berbeda, jurusannya saja beda.

" Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnggggggggg."

Mendengar bunyi bel istirahat kedua para siswa dan siswi mulai berhamburan keluar kelas. Mereka semua menatap heran seragam yang Jongin kenakan, ya seragam yang contras dengan siswa-siswi yang baru keluar dari kelas. Mereka semua menatap Jongin tajam seperti mempertanyakan sesuatu seperti

'kenapa ada anak Dance Class disini?' 'apa yang namja ini lakukan?' atau 'Kyaaaaa, tampan sekali namja tan ini. Siapa dia?'

Benar Jongin memiliki banyak pesona, lihatlah seragam hitamnya –celana panjang hitam, hem putih yang tertutupi oleh blazer hitam dengan layer putih hanya dibagian kerah kebawah dan lengan bawah, ditambah dasi berwarna merah-

' Aish, aku datang disaat yang tidak tepat. Kenapa aku tidak menitipkannya saja ke Jessica noona tadi.' Jongin sedikit menyesal pada tindakannya.

' Cuek sajalah.' Jongin berjalan dengan gagahnya mencari kelas si yeoja yang kehilangan kalungnya, dia berniat mengembalikan kalung yang terjatuh di bus tadi pagi.

' 2 A Vocal Class, ah akhirnya ketemu. Sapa, serahkan, dan segera kabur.' Jongin tak ingin berlama-lama ditatap tajam oleh siswa Vocal Class, dia sudah amat sangat merasa risih dengan tatapan mereka yang tak bisa Jongin pahami.

Di depan pintu Jongin mengedarkan pandangannya, dia melihat seorang yeoja sedang duduk di dekat pintu sambil membaca buku. Jongin mendekati si yeoja.

" Ehm. .permisi." Jongin berdiri tepat didepan si yeoja

Si yeoja mengangkat kepalanya menatap Jongin kaget dan bingung.

" Ah, ne. Ada yang bisa kubantu?" si yeoja merasa pernah bertemu dengan namja yang berdiri didepannya saat ini.

" Eh, maaf aku menganggu waktumu. Aku sedang mencari Do Kyungsoo, apakah temanmu ada yang bernama Do Kyungsoo?"

" Ah, aku pernah melihatmu!"

" Ne?" Jongin bingung dengan pernyataan si yeoja, 'apa maksudnya, apa dia terpesona dengan aku yang sexy ini? Aku memang penuh charisma seperti appa. Haha' Jongin membanggakan dirinya sendiri dalam hati.

" Ah, mianhae. Kita semalam bertemu dirumahku. Bukankah kau si pengantar pizza? Ada apa mencariku?"

' What pengantar pizza?' Jongin tampak berpikir apakah semalam dia memang mengantarkan pizza untuk si yeoja dan 'tunggu, mencariku? Jadi dia Do Kyungsoo?'
Melihat Jongin yang tatapannya kosong Kyungsoo melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Jongin.

" Hello. . . " Jongin tersadar dari lamunannya dan dengan segera membalas pertanyaan Kyungsoo

" Ah, mungkin kau memang pernah bertemu denganku saat aku bekerja. Aku kesini untuk. ." Jongin merogoh saku celananya mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin berbentuk key. " Ini, kalungmu bukan?"

Mata Kyungsoo yang bulat menjadi semakin bulat melihat kalungnya berada ditangan Jongin, dia segera menyambar kalungnya menggenggamnya erat si kalung membawa genggaman itu didadanya. Dia hampir terisak, merasa lega kalungnya telah kembali. Sadar dirinya sedang diperhatikan oleh Jongin, Kyungsoo segera membuka mulutnya

" Khamsahamnida cheongmal khamsahamnida, aku benar-benar bersyukur kalung ini tidak hilang. Terimakasih. . . ." Kyungsoo tampak berpikir dan mencari-cari sesuatu 'papan nama, ah KIM JONGIN.'

" Kim Jongin-shi."

" Ne(?)"

" Ah, aku membaca papan namamu. Aku tidak tahu siapa namamu, jadi aku membaca papan namamu. Mian."

" Ne, bagaimana kalau kita berkenalan saja." Jongin mengulurkan tangannya, Kyungsoo pun meberima tangan Jongin *bisa disebut skinship kah?

" Ah, Choneun Do Kyungsoo Imnida."

" Kim Jongin." Singkat, padat, dan jelas. Jongin melepas tangannya dari Kyungsoo.

" Ne Jongin-shi, terimakasih sudah mengembalikan kalungku."

" Iya sama-sama, kalau begitu aku pamit dulu Kyungsoo. Sebentar lagi aku ada kelas dance tradisional."

" Ah, aku baru sadar kau memakai seragam Dance Class. Kau pasti pandai menari?"

" Haha, tidak juga. Sampai ketemu Kyungie." Kyungsoo tak langsung menjawab salam perpisahan Jongin dia masih menerna apa yang Jongin katakana.

' Kyungie?' saat Kyungsoo telah sadar dari pikirannya Jongin sudah sampai didepan pintu, Kyungsoo mengatakan " Ah ne sampai ketemu Jonginnie." Kyungsoo menyebut nama Jongin lirih.

Apakah ini yang disebut 'love at first sight'? Molla?
Apakah kalian mempertanyakan dimana sitrio angel? baiklah, disinilah mereka chingu.

" Tadi Kyungsoo pesan apa Hannie?" Xiumin sedang berdiri didepan stand minuman, mengenggam ponsel ditangan kirinya berbicara dengan seorang yeoja diseberang sana.

" Dia hanya pesan air mineral Minnie." Jawab Luhan yang mendapat panggilan dari Xiumin.

" Baiklah, satu air mineral/Dua botol air mineral."

" Ehm, maaf. Satu/dua botol? Xiumin menoleh pada seseorang disebelahnya 'siapa namja ini sih' matanya yang sipit kini terbuka lebar meski tak selebar milik Kyungsoo.

' Jongdae oppa? Oops' teriak Xiumin dalam hati, tanpa sadar tangannya membekap mulutnya sendiri.

" Ah, cheosohamnida. Kau pesan duluan saja nona."
'nona(?)'

" Ah, anni . . . ehm Sunbaenim. Sunbae duluan saja tidak apa-apa."

'ommo, dia tampan sekali? Tenang Minnie tenang'

" Ah, tidak apa? Baiklah, aku pesan 3 botol air mineral." Jongdae mengatakan pada pelayan.

" Ah, ne sunbaenim." 'kenapa 3 botol?' piker Xiumin bingung.

" Nah ini pesanan anda tuan."

" Ne, khamsahamnida. Ini untukmu." Jongdae memberikan 1 botol air mineralnya untuk Xiumin kemudian dia mengambil dompetnya dan membayar semuanya.

" Untukku sunbae? Ah, khamsahmnida."

" Ne, kau siswa tingkat dua? Apa kau sekelas dengan Kyungsoo?"

" Ah ne sunbae, aku siswa tingkat 2 satu kelas dengan Kyungsoo."

" Jeongmal? Lantas siapa namamu?"

Xiumin tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya, terbukti semburat merah kini sudah memenuhi pipi bakpao Xiumin. Dia sungguh gugup untuk berkenalan dengan namja yang dia suka, akhirnya dengann malu-malu dia memperkenalkan dirinya " Choneon Xi Xiumin Imnida sunbaenim."

" Namamu seperti nama orang china, wajahmu juga. Baiklah Aku Park Jongdae dan jangan memanggilku sunbae."

" Ne sun. . jongdae-shi, ayahku blasteran korea-china sedangkan ibuku berasal dari china."

" Ehm, pantas saja. Ohya, kau bisa memanggilku Jongdae oppa. Bagaimana menurutmu, Xiumin?"

" Tidak apa-apa sun . .ah Jongdae-shi? Apakah yeojachingumu tidak marah ada wanita lain memanggilnya dengan akrab?"

" Haha, aku tidak punya yeojachingu, kalau kamu mau dengan senang hati aku menerimanya. Gwenchana."

'Bluuuussssh, apa yang Jongdae oppa katakana tadi dia membuatku malu.' Xiumin masih diam mematung, meski itu hanya gurauan tetap saja hal itu membuat detak jantung Xiumin jadi tak menentu.

" Xiuminnie, gwenchana? Kenapa mukamu merah? Apa kau sedang sakit?"
Jongdae meletakkan tangannya di dahi Xiumin.

'Kyaaaaaa, oppa apa yang kau lakukan.'

'drrrrt drrrrt drrrt'

Xiumin segera melihat ponselny 'Hannie Calling' segera Xiumin tolak panggilan Luhan dan mengirim pesan kepada saudaranya itu 'Hannie mian, aku sedang bersama Jongdae oppa. Kyaaaaaaaaaaa' saat xiumin masih mengetikkan pesannya tiba-tiba saja Jongdae berkata " Namjachingumu?"

" Anni oppa." Eh, Xiumin baru sadar apa yang tadi keluar dari bibirnya 'changkaman,oppa? Aku memanggilnya oppa? Aigooo, pabbo Minnie pabbo "

" Haha, kau sudah berani memanggilku oppa padahal tadi malu-malu. Kau ini benar-benar lucu Xiu."

" Mianhae sunbae, aku tak bermaksud lancang."

" Hei hei, kenapa kau memanggilku sunbae lagi hm? Panggil aku oppa, coba panggil aku oppa."

.

.

.

.

.

TBC

Berusaha cepet update aja deh biar gak ada tanggungan kebetulan juga lagi senggang, aku bakal lebih seneng kalau para readers berkenan meninggalkan jejak. Hehe

Maaf kalo chapter ini pendek banget, mau lanjut nulis si tapi lagi capek banget ini juga udah ngabisin waktu 3 jam. Huwaaa T.T
FF ini benar-benar FF sampah *mungkin dimata readers, tapi sampah yang dibuat juga merupakan hasil karya saya sendiri dan saya bangga bisa membuat hasil karya yang belum pernah saya buat. Terimakasih

Silahkan Reviews