Tittle:
I Can't Believe It
Main Cast : Kim Jongin (Namja)
Do Kyungsoo (Yeoja)
Support Cast: EXO and other cast
Genre: Romance, Drama
Rate: T
Desclaimer :
Semua cast Milik Sang Pencipta,Keluarga, dan SME
WARNING
GenderSwitch / GS / Typos Everywhere / FF GAJE / DLDR / RnR
Balasan Reviews
Kyunggsoo: Annyeonghasseyo readers, review kali ini saya yang akan menjawabnya.
.735: Iya author sedang dalam proses belajar, aku akan menyampaikan kritikmu pada author. Kenapa Jongin memanggil Junsu eonni *lirik Jongin. Biar Jongin saja yang menjelaskan *tarik Jongin. Jongin: Aku? Ah, baiklah. Didalam cerita Kim Junsu menikah saat aku sudah berumur 11 tahun, dia juga memiliki wajah yang awet muda.
Terimakasih reviewnya : )
zoldyk: Siapa itu Kai? Apakah itu kau *lirik Jongin dibalas deathglare. Haha aku juga mencintainya –upps. Terimakasih : )
kyunginoru: yeye, lala :D
wah, benarkah? aku akan menanyakannya langsung pada author *menarik author. Author: Mian, aku baru melihat reviewmu setelah update chapter 4. Salam kenal kyunginoru : ) sesi ini ku kembalikan padamu Kyungsoo. Terimakasih : )
Wah, aku juga maunya gitu biar bisa segera bersatu dengan Jongin tapi kayanya author ingin berlama-lama menyimpan jongin *lirik author. Terimakasih reviewnya : )
byunnajla: Wah, lihat baekhie *meneriaki baekhyun yang sedang bermesraan dengan chanyeol yang balik mendeathglare karena mengganggu acaranya. Dasar baekhyun! Margamu sama dengan milikmu, apakah kau saudaranya Baekhyun? Terimakasih, reviewmu akan kusampaikan pada author : )
Guest: Annyeong, disini Kyungsoo akan membalas reviewmu. Jongin memang harus sabar *memeluk lengan Jongin. Tentu saja aku ingin menjadi nomor satu bagi Jongin. Terimakasih reviewnya : )
Kim Kyungmin: Anyyeonghaseyo, disini Kyungsoo akan membalas reviewmu. Mian, author sedang tepar kelelahan sepertinya. Appanya? Benarkah itu appamu Jongin? *menatap Jongin, Jongin hanya mengangkat bahunya. Kita lihat saja di chapter ini. Salam kenal : )
Ini author sudah menyelesaikan chapter 5nya. Terimakasih, reviewmu akan kusampaikan pada author.
Kyungsoo: Terimakasih untuk semua reviewsnya readers : ) di chapter selanjutnya readers bisa memilih siapa char yang akan membalas reviews readers. Silahkan mengajukan nama melalui reviews. Selamat membaca ^^
Note : Kalau disini ada yang udah baca/review/favourite/follows You're My Eyes FF itu sudah saya hapus, sedang dalam proses perombakan karena akan saya jadikan multichapter. Terimakasih : )
.
.
.
.
^^ Happy Reading ^^
Chapter 5
Sudah seminggu ini Jongin sendirian diapartemennya, apartemen kecil nan sederhana yang dulunya ia tinggali bersama eommanya yang sudah meninggal. Bukan hanya seminggu ini dia sendirian, dulu saat eommanya harus dirawat berhari-hari bahkan berbulan-bulan dirumah sakit dia akan sendirian di apartemen. Arti sendiri disini bukanlah tidak adanya seseorang di apartemennya melainkan sendiri tak memiliki keluarga maupun sanak saudara.
Nenek dan kakeknya sudah lama meninggal, appa dan eommanya merupakan anak satu-satunya yang keduanya kini berada disurga, dan dirinya sendiri merupakan anak tunggal tanpa saudara dalam keluarga Kim. Lengkap sudah kesendirian dalam hidupnya –poor Jongin.
" Hoaaaam. ." dia diam sejenak hingga kemudian sebuah panggilan keluar dari bibir sexy-nya " eommaaa. . . ."
Jongin berteriak entah pada siapa? Setelah dia bangun di sore hari yang hangat ini, pada kenyataannya dia tidak tidur sejak pulang sekolah. Ketika menginjakkan kaki di apartemennya entah mengapa dia langsung pulang menuju kamarnya. Merebahkan diri diatas ranjang small size miliknya dengan lengan yang telah menutupi kedua mata onyx itu.
" Kenapa eomma tidak menjawab ya?" Dia masih masih berpikir bahwa eommanya masih hidup? Apakah selama seminggu ini dia menjadi gila?
Tidak tidak tidak, dia hanya shocked belum bisa menerima kenyataan pahit yang dialaminya. Bagaimana tidak pahit? Kehilangan seorang ayah saat ia masih membutuhkan sosoknya, kehilangan harta yang seharusnya diwariskan padanya sehingga hidupnya kini penuh kerja keras, dan seminggu yang lalu dia harus kehilangan satu-satunya keluarganya yang tersisa dan orang yang telah melahirkannya. Sungguh berat hidup seorang KIM JONGIN.
I can't believe it
Kenapa hidupnya harus seperti itu? Apakah di kehidupan lalu dia memiliki banyak dosa? Dia merasa belum bisa menerima kenyataan yang sangat pahit untuk bisa diterima. Kuatkan dirimu Jongin!
Jongin berjalan menuju dapur setelah meneriaki nama ibunya 3x –yang tidak akan mungkin sama sekali muncul tiba-tiba dihadapannya, seperti jin atau hantu. Melihat kondisi dapur yang kosong, dia berbalik menuju tempat lain, ruang santai dimana biasanya ibunya menonton tv disore hari setelah bekerja. Kosong. Dia sudah mengunjungi seluruh ruangan apartemen dan semuanya KOSONG ingat KOSONG.
Ruangan terakhir dalam kunjungannya adalah kamar ibunya, sebenarnya dia sadar jika ibunya itu sudah meninggal, tapi biar lebih mendramatisir dia acting terserang amnesia mendadak. Ingatkan Jongin jika dia lupa lagi readers.
Tidak tidak tidak, dia memang belum bisa menerimanya. Kau harus memahami itu, pasti berat apa yang dia alami. Kita harus selalu mendukungnya bukan? Karena dukungan kita adalah kekuatan baginya :D
Jongin duduk ditepi ranjang memandangi seisi kamar eommanya. " Eomma, kau disini?" dia bertanya entah pada siapa.
" Eomma, aku telah memikirkan hal ini selama seminggu. Aku akan meninggalkan apartemen ini, aku tidak akan menjualnya. Ini adalah apartemen yang kita beli bersama dan disinilah kenanganku bersamamu ada. Eomma, aku tidak akan merubah apapun yang ada didalamnya karena kau sendiri yang telah menatanya." Jongin asyik bermonolog sendiri dia ingin menumpahkan segalanya, memberitahukan pada eommanya tentang keputusannya meninggalkan apartemennya.
" Appa. . Eomma. . Aku akan menerima tawaran Jung ahjusshi. Aku akan tinggal dengan mereka, sudah kuceritakan bukan pada eomma bukan? Saat ahjussi menawarkan hal itu padaku." Dia diam sejenak, kemudian menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya. " Aku tidak bisa menerimanya, aku tak mau merubah apa yang appa turunkan padaku eomma. Maafkan aku eomma."
.
.
.
Flashback On *4 hari yang lalu
Namja yang tidak bisa dibilang muda lagi namun masih terlihat tampan dan sangat berwibawa telah duduk disebuah restoran mewah di daerah Gangnam. Mata musangnya masih menatap ke arah pintu masuk restoran, menatap pintu itu penuh arti. Namja itu memang sengaja memilih tempat duduk dimana dia bisa melihat dengan jelas pintu masuk restoran. Dia bisa melihat siapa saja yang mengunjungi restoran dari tempatnya duduk sekarang.
.
Klining
.
Pertanda seorang pelanggan telah masuk kedalam restoran. Namja bermata musang itu masih menatap kearah pintu dan melambaikan tangannya pada seorang pemuda yang masih memakai seragam sekolahnya.
" Maaf ahjusshi aku datang terlambat."
" Tidak apa Jonginnie, duduklah." Namja yang dipanggil ahjusshi memanggil seorang pelayan meminta menu untuk mereka berdua.
" Kau ingin pesan apa Jonginnie?"
" Aku segelas iced cappuccino saja ahjusshi."
" Kau tidak ingin makan nak?"
" Tidak usah ahjusshi, aku sedang tidak lapar."" Heiheihei, ayolah makan. Bukankah kau belum makan siang? Pesanlah sesukamu, aku tak ingin melihatmu sakit nak."
" Ah, baiklah Jung ahjusshi. Aku pesan lasagna saja untuk makanannya."
Yaa, ahjusshi yang Jongin temui adalah sahabat mendiang ayahnya. Jung Yunho. Ayahnya Kim Siwon bersahabat dengan Jung Yunho sejak junior high school. Setelah lulus dari universitas, ayahnya mewarisi perusahaan kecil milik keluarganya. Ditangan ayahnya perusahaan Kim corp itu maju dengan pesat, bukan murni tangan ayahnya yang memajukan perusahaan. Ayahnya dibantu oleh seorang teman tapi itu bukanlah Jung Yunho.
Jung Yunho sendiri mewarisi sebuah Rumah Sakit, Seoul International Hospital – SIH. Rumah sakit ini menjadi Rumah Sakit terbaik dikotanya, benar-benar menakjubkan kedua orang ini.
" Bagaimana sekolahmu, Jongin?"
" Baik-baik saja ahjusshi, seperti biasa berjalan lancar."
Jongin memang dekat dengan Yunho, anak itu sudah menganggap namja dihadapannya seperti ayahnya sendiri. Yunho sendiri adalah orang yang perhatian dan baik hati. Setelah kematian sahabatnya itu dia mau membantu biaya sekolah Jongin, padahal Jongin sudah menolak tapi tetap saja namja yang warna kulitnya sama tannya dengan Jongin tetap memaksa –lebih tepatnya memerintah.
Tak lama mereka berbincang-bincang dalam pokok bahasan yang ringan, seorang pelayan datang membawa kereta dorong. Menyajikan makanan dan minuman yang mereka pesan. Jongin begitu menikmati makanannya, dia telah menahan laparnya, untuk masalah kenapa tadi dia menolak? Itu karena ia tidak ingin merepotkan namja dewasa yang sudah dianggapnya ayah itu.
" Jongin, apa kau masih bekerja dan sekolah?" Yunho memulai percakapannya kembali dengan anak muda yang duduk di depannya sambil menikmati lasagna.
" Ne, ahjussi aku masih melakukannya." Jongin tak melihat bahkan melirik ahjussi bernama Jung Yunho, dia asyik bersama lasagnanya.
" Apa kau tak ingin berhenti bekerja?"
Jongin meletakkan garpunya, kemudian mengangkat wajahnya, menatap lurus pada ahjussi yang mengajaknya makan siang " Tidak ahjussi, aku harus bekerja untuk membiayai hidupku. Aku sudah banyak merepotkan keluarga anda." jawab Jongin mantap, dia masih menatap ahjussi itu.
" Kau tak merepotkan, aku malah merasa bangga padamu. Kau tahu apa tujuanku mengajakmu bertemu nak?"
Percuma bagi Jongin berdebat dengan ahjussi bermata musang itu, dia tahu Jung ahjussi adalah orang yang otoriter dan dia akan mendapatkan yang dia inginkan meski tak menghalalkan segala cara.
" Tidak ahjussi, apa sebenarnya tujuan ahjussi?"
" Baiklah aku akan mengutarakan niat yang sudah kuputusan bersama keluargaku. Kami keluarga Jung memutuskan untuk mengangkatmu menjadi anak, kau bisa tinggal bersama kami. Ibumu juga sudah menitipkanmu padaku dan istriku. Jadi kau tak perlu khawatir, bagaimana menurutmu Jongin?"
Jongin terdiam mencerna apa yang baru saja Jung ahjussi katakana padanya, mengangkatnya menjadi seorang anak itu tak bukanlah hal yang mudah diterima oleh Jongin. Dia akan merasa lebih merepotkan keluarga Jung, tidak dapat dipungkiri keluarganya dan keluarga Jung dekat hubungannya, tapi kan tidak perlu sampai repot-repot mengangkat anak segala? Jongin benar-benar tidak tahu harus menjawab apa, dia masih mempertimbangkan segala hal. Dia juga tidak ingin Jung ahjussi kecewa.
" Maaf ahjussi, akan kupikirkan lagi apa yang ahjussi putuskan untukku. Beri aku waktu untuk memikirkannya ahjussi."
" Ehm, baiklah kau bisa memikirkannya dalam waktu 4 hari. Tenang saja bukankah sudah mengenal dekat keluargaku?"
" Ne ahjussi, khamsanida."
Flashback off
.
.
Disinilah Jongin saat ini berdiri, di depan sebuah rumah mewah bergaya itali berwarna pitch. Jongin mengetuk sebuah pintu namun sebelum melakukannya pintu itu sudah dibuka oleh seseorang dengan cepat dan mereka hampir saling bertabrakan.
" O'.. kamjjaagya .. Jongin-ah?"
" Hm, kau yang membuatku kaget. Kenapa membuka pintu tiba-tiba, Sehun-ah?"
Rupanya seseorang yang akan menabrak Jongin adalah Sehun, jika saja itu Kyungsoo pasti akan menjadi lebih romantis " Mian, Jongin. Aku mau menjemput baby hannieku jadi aku terburu-buru. Kau ingin bertemu dengan appa?"
Jongin menggelengkan kepalanya, dia paham benar jika ada hubungannya dengan yeoja pemilik deer eyes , Sehun bisa berubah drastis. Benar-benar menakjubkan para kaum hawa ini –atau menakutkan?
Molla, ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan yeoja. " Hm, appamu didalam?"
" Ne appa didalam? Kau sudah memutuskannya bukan? Setujui saja, aku akan senang jika kita bisa selalu bersama?"
" Kau lihat saja nanti. Menjijikkan! Aku tak ingin selalu bersamamu hingga rambutku memutih." -Bukankah rambutmu sekarangpun seperti itu Jongin? Haaah~
" Dasar kkamjong! Daripada bersamamu aku akan lebih bahagia jika bersama babyku."
" Hm, sudah sana pergi. Aku masuk duluan." Jongin melangkahkan kakinya kedalam rumah mewah itu, meninggalkan Sehun yang masih berdiri di depan pintu.
Dia menemukan seorang maid didalam rumah itu, dia memberitahu maksud tujuannya datang kerumah orang tua Sehun atau lebih tepatnya Jung Sehun, sahabatnya sejak kecil. Seorang maid mengantarnya menuju ruang kerja milik ayah Sehun –Jung Yunho.
.
Tok Tok Tok
.
" Masuk." Jawab Yunho dari dalam.
Seorang maid masuk kedalam ruang kerja Yunho " Tuan, tuan muda Jongin ingin bertemu anda." Ucap maid itu.
" Persilahkan dia masuk."
" Baik tuan." Si maid berjalan keluar ruangan dan mempersilahkan Jongin untuk masuk kedalam ruangan. Yunho berdiri dari kursi kerjanya, diletakkannya kertas yang tadi dipegangnya kemudian berjalan menuju sebuah sofa coklat dalam ruangannya. Jongin sudah berdiri tegap dalam ruangan itu.
" Duduklah nak."
" Terimakasih ahjussi."
" Hm, kau ingin minum apa Jongin?"
" Tidak perlu ahjussi, aku hanya sebentar. Aku ingin memberikan jawabanku mengenai keputusan anda."
" Baiklah, apa jawabanmu nak?"
" Aku menerimanya ahjussi, namun aku tidak ingin berganti marga, aku ingin tetap memakai namaku KIM JONGIN." Jongin memang tak ingin marganya diganti. Dia ingin seperti ibunya dan ayahnya. Ayahnya memang bermarga dan sebuah kebetulan ibunya juga bermarga Kim, bagi kedua orangtuanya mereka memang jodoh yang telah ditentukan oleh Tuhan. Jongin tidak ingin merusak hal itu karena dia merupakan anak dari pasangan Kim itu.
Yunho tampak sedikit berpikir, tidak mungkin kan dia memaksakan Jongin untuk merubah marganya. Toh ini masalah marga, Yunho menghargai keputusan Jongin. " Baiklah, jika itu keinginanmu aku tak masalah. Lantas kapan kau akan pindah kerumah ini?"
" Mungkin besok ahjussi, aku harus membenahi beberapa barang."
" Haruskah kutelepon jasa pengangkut barang?"
" Tidak perlu ajhussi, aku akan meminta Sehun untuk membantuku. Aku bisa membawanya dengan mobil Sehun."
" Baiklah, jika kau butuh bantuan telpon saja aku."
" Ne ahjussi, aku akan pulang sekarang. Aku memiliki beberapa urusan hari ini." Jongin akan beranjak dari tempat duduknya namun " Tunggu Jongin." Yunho mengintrupsi Jongin untuk duduk kembali.
" Sebaiknya kau tidak usah bekerja terlalu keras, bukankah ada aku yang akan memenuhi kebutuhanmu? Kau sekolah dengan baik dan raih impianmu. Kau tak perlu memikirkan biaya hidup lagi. Mengerti?" Yunho mengira urusan Jongin adalah masalah pekerjaan, karena pemikiran itu jadilah Yunho melarang Jongin untuk bekerja.
" Ne, ahjussi."
" Ah, jangan panggil aku ahjussi. Bukankah sekarang aku appamu nak?"
" Ne, appa. Aku pergi dulu." Jongin berdiri kemudian membungkuk pada appa barunya itu.
.
.
.
.
Kyungsoo sedang mondar-mandir didepan sebuah bioskop, matanya berkali-kali menatap jam di tangannya. Hari ini mereka -dia dan Jongin janjian akan bertemu, mereka berniat menonton action movie yang sedang tayang di bioskop. Namun si namja tan itu sudah telah 10 menit dari waktu janjian, dia khawatir hal buruk menimpa namja tan itu. Bagaimana tidak khawatir, si Jongin ditelpon saja tidak bisa di sms apalagi. Benar-benar namja tan yang menyebalkan, harusnya namja yang menunggu yeoja bukan terbalik seperti ini.
" Doooorrr!" Seseorang telah memberikan kejutan pada jantung Kyungsoo. Kyungsoo terlonjak kaget
" Kamjjaagya." Kyungsoo ingin sekali murka pada seseorang yang membuatnya kaget ditengah kekalutannya memikirkan Jongin. Kyungsoo bersiap untuk mengumpat seseorang yang berada di belakangnya. Segera dia balikkan badannya mengahadap si pembuat ulah.
" KAUU! . ." ucapannya tergantung, " Jongin?"
Jongin terkekeh melihat sikap Kyungsoo, begitu menggemaskan menurutnya. " Waeyoo, nona Do?"
" Kyaaaa! Kenapa kau lama sekali? Apa saja yang kau lakukan dan lagi kau membuatku benar mengkhawatirkanmu. Dan barusan kau membuat jantungku hampir jatuh." Rengek Kyungsoo.
Jongin tersenyum melihat tingkah yeoja dihadapannya itu. " Mianhae, tadi aku harus bertemu Jung ahjussi." Wah, rupanya urusan Jongin bukanlah urusan pekerjaan melainkan urusan hati.
" Kau sudah bertemu dengan Jung ahjussi? Lantas kapan kau akan pindah kerumah itu?"
" Mungkin lusa Kyungie, waeyo?"
" Anni, hanya saja jika kau butuh bantuan katakan saja padaku."
Tunggu, kenapa Kyungsoo bisa tahu semuanya? Tentu saja selama seminggu ini hubungan mereka menjadi lebih lengket dari sebelumnya. Sejak kematian ibunya, Kyungsoo selalu menemani Jongin dan menghibur Jongin, seperti yang mereka lakukan hari ini. Kyungsoo mengajak Jongin pergi ke bioskop.
Kalian menanyakan bagaimana perasaan Jongin? Tentu saja namja itu merasa bahagia bisa dekat dengan yeoja yang disukainya. Apakah aku belum menjelaskan meski mereka ini merupakan juara 1 dan 2 sekolah untuk angkatan mereka tapi mereka belum saling mengenal. Hanya sebuah nama didalam banner yang dipajang pihak sekolah, mereka berdua selalu melewatkan acara foto-untuk-banner-juara-sekolah. Tapi kini beda cerita, mereka sudah akrab dan salling mengenal.
Dapatkah Kyungsoo berpendapat ini adalah kencannya bersama Jongin. Yeoja doe eyes ini memang sudah terpesona pada Jongin saat kejadian kalung dikelasnya –lihat chapter 2. Hari ini libur sekolah ini mereka habiskan untuk bersenang-senang. Setelah pergi menonton movie action, mereka berdua jalan-jalan ke namsan tower, dan menikmati makan malam ditemani indahnya pemandangan malam kota seoul dari namsan tower.
" Bagaimana menurutmu Kyungie, apakah makanan disini enak?" Jongin menanyakan pendapat Kyungsoo.
" Ehm, enak Jongin. Aku belum pernah kesini sebelumnya." Kyungsoo dengan semangat patriot menikmati makanannya lahap.
" Jinjja?!" Kyungsoo hanya mengangguk menanggapinya. " Ini kedua kalinya aku kemari, Kyungie."
Kyungsoo menatap namja yang ucapannya tadi begitu lemah. " Yang pertama dengan siapa? Yeojachingumu?"
Jongin terkekeh mendengar perkataan Kyungsoo, sepertinya dia cemburu mendengar dia yang kedua dibawa ketempat itu. " Anni, bersama orang tuaku."
" Uhuk, uhuk." Jongin menyodorkan minuman pada Kyungsoo yang tersedak makanannya. " Ini minumlah." Kyungsoo menerima gelas yang diberikan Jongin, meneguknya perlahan. " Mianhae, aku kira itu ada . ." kalimatnya terpotong " Aku tak memiliki yeojachingu. Ah, mungkin segera."
Kyungsoo membulatkan mata doe eyesnya, apakah dia harus merasakan patah hati sebelum mengatakannya " Segera? Kau sedang jatuh cinta Jongin?"
" Entahlah, aku belum mengatakannya. kuharap dia membalas perasaanku setelah aku mengatakannya."
Jongin akan menyatakan cintanya pada yeoja itu, yeoaja seperti apa yang dapat merebut hati Jongin. Kyungsoo benar-benar kecewa, dia sudah tidak nafsu lagi untuk makan bahkan pemandangan disampingnya itu tak ada indah-indahnya menurutnya. "Begitukah?" kata Kyungsoo lemas.
" Iya, aku memang akan mengatakan padanya." Jongin berdiri dari kursinya dan bersimpuh dengan kedua lututnya di samping Kyungsoo. " Aku menyukaimu Do Kyungsoo." Menyerahkan sebuket bunga mawar pink yang begitu manis.
" Hah?! Aku?!" Kyungsoo kaget benar-benar kaget, tadi wajahnya tertunduk sehingga tak menyadari Jongin telah bersimpuh disampingnya. Ketika Jongin mengutarakan perasaannya barulah Kyungsoo mengangkat kepalanya menatap Jongin. " Iya, kau yeoja yang ku suka. Apakah kau memiliki perasaan yang sama denganku?"
Kyungsoo benar-benar malu dia menutupi mukanya dengan kedua tangannya, " Kenapa kau melakukan ini padaku Jonginnie, aku benar-benar malu."
Jongin terkekeh, " Bukankah kau yang memancingku untuk mengatakannya?" Kyungsoo menurunkan tangannya dan menatap Jongin, " Aku tak mengatakan apapun?"
Jongin tersenyum, " Baiklah, lupakan saja dan jawab pertanyaanku. Apa kau juga menyukaiku?" Kyungsoo terlihat malu-malu saat Jongin bertanya, dia menundukkan kepalanya dan mengangguk pelan.
" Kau ini lucu sekali Kyungie, aku jadi gemas padamu." Jongin mencubit pipi Kyungsoo lembut.
" Jonginnie. ." Pekik Kyungsoo, akhirnya kini mereka benar-benar menjadi sepasang kekasih. Berterimakasihlah pada author yang telah menyatukan mereka dalam situasi yang romantis itu. Mereka tak pernah tahu setelah ketenangan ini akan adanya badai namun setelah badai bukankah ada pelangi?
.
.
.
" Kyungie . . . " Pekik Luhan " Palli, ttarawa."
" Sebentar aku akan mengambil cakenya dulu."
Luhan kini telah berada dirumah yeoja doe eyes. Do Kyungsoo. Mereka telah menyiapkan pesta kejutan untuk Jongin, pesta penyambutan Jongin di rumah barunya dan pesta ulangtahunnya. Sebenarnya saat Jongin mengatakan suka pada Kyungsoo adalah hari ulang tahunnya 12 Januari, namun Jongin mengetahuinya setelah Kyungsoo mengiriminya pesan sebelum tidur.
.
' aku benar-benar bahagia, mendapatkan hadiah special dari kekasihku di hari ulangtahunku : )
Terimakasih Kim Jonginnie, Sarangahae 3'
.
Benar-benar bahagia pasangan muda ini. Hari ini 14 Januari Jongin berulang tahun, maka disiapkanlah acara kaget-mengagetkan-seorang-kim-jongin. Maka dari itu pulang sekolah tadi di bantu oleh pasangan Hunhan, Kyungsoo mempersiapkan segalanya. Untuk urusan hias-menghias dia dibantu oleh Sehun dan para maidnya, sedangkan untuk cake-khusus-jongin dia sendiri yang menanganinya –karena special dan hanya satu. Kyungsoo memang pandai memasak jadi tak ada masalah baginya jika harus membuat sebuah cake ulang tahun saja, itu hal yang mudah bagi Kyungsoo –ini baru istri idaman.
" Kyungie, apa itu yang kau bawa?" Suara berat seorang namja tengah bertanya pada anaknya yang membawa kotak cake.
" Ah, appa. Ini cake untuk namjachinguku. Aku akan menceritakan setelah pulang nanti. Bye appa." Kyungsoo tersenyum pada appanya yang baru saja keluar dari kamarnya, padahal belum sempat appanya ingin mengintrogasi lebih lanjut tapi anaknya itu malah sudah ngacir keluar. Benar-benar jika seorang yeoja sudah jatuh cinta appanya pun bisa mereka lupakan sejenak.
.
.
.
Jongin sudah bersiap-siap dengan sebuah koper hitam besar miliknya dan 4 kotak berisi barang-barang miliknya, dia sedang menunggu Sehun yang katanya sedang dalam perjalanan ke apartemennya –pesan elektroniknya sih gitu tapi gak tahu kenyataannya gimana. Jongin duduk di sofa ruang santai apartemennya sambil menonton TV untuk menghilangkan jenuh. Namun, kita lihat. Matanya tak tertuju pada layar televisi melainkan pada layar ponselnya. Apa yang sedang dia harapkan dari pandang –dengan lekat- dalam ponselnya itu. Ah, rupanya foto seorang yeoja pemilik doe eyes yang sedang tersenyum dengan manisnya.
" Haaah~ kenapa yeoja ini tak membalas pesanku, tak menjawab panggilanku, dan tak mau menemuiku." Jongin merebahkan tubuhnya di sofa. " Apa aku melakukan kesalahan? Kenapa aku tak satu jurusan saja dengannya, berbeda jurusan seperti ini membuatku jarang bertemu denganya. Haah~ aku merindukanmu, Kyungie." Jongin bermonolog sendiri dalam ruangan itu, entah siapa yang akan mendengar curahan hatinya. Mungkin saja appa dan eommanya sedang tersenyum melihat anak satu-satunya sedang galau karena seorang yeoja.
.
Tok tok tok
.
Creeeeek
.
" Kau didalam Jongin-ah?" Sehun masuk kedalam apartemen Jongin dan melihat namja tan itu sedang melamun menatap lurus pada ponselnya. Sehun mendekati Jongin penasaran apa yang mebuat Jongin tidak sadar akan kedatangannya. " Aissh, yeoja rupanya. Kkamjong!"
" . . .njong?!" Itulah yang didengar Jongin ditengah lamunannya memikirkan yeojachingunya. Do Kyungsoo. Lamunannya pecah begitu saja mendengar suara panggilan setan –ups ralat- Sehun yang tengah berdiri dibelakangnya. " Haah~ kau Jung Sehun. Kenapa aku harus melihatmu sekarang. Cih!"
" Memang seharusnya siapa yang kau lihat? Kyungsoo? Kau berharap dia akan keluar dari layar ponselmu jika kau menatapnya terus? Dasar pabbo Jongin!"
Jongin memutar bola matanya bosan " Aku tak sebodoh itu. Ini bukan kisah animasi atau sadako 3D yang bisa keluar dari layar manapun."
Sehun menghela nafasnya, 'dasar namja tak peka, apa dia tidak tahu hari ini ulangtahunnya. Pabbo!' keluh Sehun dalam hati " Sudahlah, segera kita berangkat. Aku tak ingin appa dan eomma tua menunggumu."
" Kau itu yang terlalu lama menjemputku." Balas Jongin malas. 'Salahkan Kyungiemu itu yang membuatku terlambat menjemputmu.' Sehun membalas perkataan Jongin di dalam hatinya. Dia memilih tak menjawab langsung ucapan Jongin, membawa barang-barang Jongin kedalam mobilnya itu lebih tepat daripada harus berdebat dengan sahabatnya itu.
.
.
.
Acara kejutan dan ulang tahun Jongin berlangsung cukup meriah dan riang gembira. Pesta kecil-kecilan yang Kyungsoo siapkan memang tak banyak yang menghadirinya hanya pasangan ChanBaek, ChenMin, HunHan, dan YunJae selaku pemilik rumah. Pesta berakhir pukul 8 malam, YunJae selaku pemilik rumah dan orang tua tidak ingin para muda-mudi ini terlalu larut dalam pesta. Esok hari mereka harus bangun pagi dan berangkat ke sekolah –wajar namanya juga orang tua. Para peserta pesta satu persatu mulai kembali kerumah masing-masing hanya menyisakan 2 pasang muda-mudi yang masih asyik mengobrol.
" Ah, dari tadi aku penasaran denganmu Kyungie. Apa pekerjaan appamu?" tanya Jaejoong –istri dan eomma baru Jongin.
" Ayahku seorang memiliki sebuah perusahaan mobil ahjumma." Jawab Kyungsoo lembut, mereka berdua sedang duduk di taman belakang menunggu Jongin yang sedang mengambil jaket. " Kau pasti seperti appa dan eommamu. Cantik, baik, dan ramah. Beruntungnya appa dan eommamu memiliki anak sepertimu."
" Ah, ne ahjumma." Kyungsoo tidak bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dalam keluarganya bukan. Mereka belum cukup akrab untuk menceritakan privasi masing-masing.
" Kyungie. . ." Jongin berteriak dari kejauhan sambil berjalan mendekati Kyungsoo, "oh eomma disini?"
" YA! Anak ini, apa kau tak melihat eommamu eoh?" Jaejoong melipat kedua tangannya dibawah dada dan berdiri menghadap Jongin, kesal dengan tingkah anaknya itu. " Kau ini tak ada bedanya dengan Sehun, kalian bukan anak kembar dimasa lalu bukan?"
" Aigooo eomma, jangan samakan aku dengan albino pabbo itu." Protes Jongin pada eommanya.
" Ne, sudah kau cepat antarkan Kyungsoo pulang langsung pulang ingat itu Jung Jongin ah maksudku Kim Jongin." Ancam Jaejoong pada anak tertuanya itu.
Jongin tersenyum " eomma boleh memanggilku Jung Jongin , tenang saja eomma dia akan baik-baik saja jika bersamaku."
" Ckckck, kau kira aku tidak pernah muda eoh?! Sudah sana semakin larut semakin banyak iblis berkeliaran. Kyungsoo jaga dirimu baik-baik dari wolf satu ini." Jaejoong beralih dari tempat itu setelah memberi petuah pada calon menantunya –suatu saat jika tak ada yang menghalangi.
" Dasar eomma! Kajja Kyungie, aku antarkan kau pulang."
.
.
.
Kyungsoo dan Jongin sudah berada di dalam mobil sport merah milik Jongin. Darimana Jongin punya mobil? Kalian penasaran? Tentu saja dari appanya Jung Yunho, mobil itu adalah hadiah dari appanya sedangkan eommanya memberikan sebuah ruangan latihan dance khusus untuknya didalam rumah. Betapa bahagianya Kim Jongin. Dihari ulang tahunnya ini dia mendapatkan kejutan dan cake special dari yeojachingunya sekali lagi saya tekankan YEOJACHINGU ya itu dia DO KYUNGSOO, mobil sport merah dari appanya, ruang latihan dance dari eommanya, dan dari Jung Sehun adiknya itu. Dia memberikan ciuman-kasih-sayang-satu-satunya-didunia, mungkin hadiah dari Sehun adalah hadiah yang paling-sangat-bigNO Jongin harapkan. Apa-apaan itu ciuman-kasih-sayang-satu-satunya-didunia? Benar-benar menjijikkan, ditambah lagi Kyungsoo telah mengabadikan moment bahagia itu.
Dibalik badai yang kencang akan terlihat pelangi yang begitu indah. Setelah badai pergi, pelangipun datang. Seolah menghapus rasa sakit dan takut yang ditinggalkan oleh badai, pelangi datang membawa keceriaan dan kebahagiaan. Bukankah ini indah, meski tak tahu apakah esok hari badai akan datang kembali setidaknya setelah badai pelangi akan muncul.
.
.
.
.
TBC
Selamat Ulang tahun untuk author :D
Hari ini aku ulang tahun chingu : ) Haha *disorakin readers. Gak penting banget yaa?wkwk
Gimana chingu chapter 5?
Terimakasih review dan dukungannay *bow bareng char
.
Silahkan Reviews : )
