Balasan Review

Mocca : ini udah update, maaf baru update XD chapter selanjutnya aku usahain fast update, ditunggu reviewnya makasih ^^

Aqila K : ini udah lanjut XD eommanya bukan yaa? Iya eommanya si tapi di chap ini gak ada kisah tentang Kyungsoo sama eommanya.

Guest (?) : Yeeee, chukae XD kita minta makan-makan sama chanbaek ayook!
wkwk semua pada nebak eommanya, jelas banget ya? Tapi gak ada kisahnya mereka di chap ini wkwk

NH : Yeeeeeess

Mwinssi : hehe ini udah lanjut XD weeh iya tapi di chap ini gak ada cerita tentang mereka berdua XD mian wkwk
Meca :
wkwk, iyap betul sekali sekarang juga update haha XD iya tapi gak ada kisah Kyungsoo ma eommanya disini. Oke nanti aku buatin gimana mereka bersatu yaa? Ditunggu aja wkwk
Zoldyk : Nado, wkwk
Terimakasih ^^
Kyunginoru :
Kyungie kenapa yaa? Hehe
iya betul sekali tapi gak ada cerita mereka berdua di chap ini, adegan mereka kusimpan dulu. Maaf XD
.735 :
Mian, chap ini aku buat tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek *menurutku, gak tahu menurutmu gimna, ditunggu reviewnya ^^
Yixingcom :
weeeh plus plus plus yang gimana? Wkwk di chap ini semoga ada plus plus plusnya ya wkwk selamat membaca ^^
KimKyungMin :
Sekarang sudah lebaran jadi gpp dong sedikit mesum? Haha XD

Happy Reading ^^

Chapter 7

Rencana liburan usai ujian sudah direncanakan. Sebelum melalui liburan yang mengasyikkan bukankah mereka harus melewati ujian dulu. Nah, tibalah hari ini sebagai hari terakhir murid-murid SAI High School melaksanan ujian. Mereka sudah mempersiapkan diri dengan baik, tidak terkecuali Kyungsoo.

Beberapa hari ini Kyungsoo dan Jongin rajin sekali mendatangi perpustakaan sekolah untuk belajar bersama, hanya mata pelajaran umum saja yang mereka diskusikan. Mengetahui mereka berbeda jurusan, kecil kemungkinan untuk mereka belajar materi pokok, namun karena perbedaan itulah yang menjadi sebuah kelebihan bagi mereka. Jongin yang notabene tidak pandai bernyanyi, dengan senang hati Kyungsoo akan melatihnya begitupun sebaliknya dengan Kyungsoo yang kurang pandai menari maka Jongin akan melatihnya. Bayangkan saja Jongin yang melatih Kyungsoo menari dengan mesranya dan lemah lembut, bukankah ini namanya sambil menyelam minum air eh maksudnya sambil belajar sambil kencan bareng pacar gitu.

.

.

.

Sang mentari mulai menampakkan diri dalam peraduannya, burung-burung pun ikut berkicau menyambut mentari. Seorang yeoja berkullit seputih susu itu sudah siap menantang sinar mentari, seperti biasa Kyungsoo selalu bangun pagi, dia segera bergegas mempersiapkan diri, tidak ingin melewatkan moment sarapan pagi –sarapan kan penting.

Biasanya dia akan sarapan bersama dengan ayahnya namun karena ayahnya sedang sibuk menrintis perusahaan cabang di Jepang jadi mau tak mau dia harus sarapan sendirian.

" Appa. ." Teriak Kyungsoo saat melihat appanya baru keluar dari kamar tidurnya, dia berlari menuruni sisa anak tangga, menghampiri appanya memberikan pelukan kasih sayang khas seorang anak. " Aku merindukan appa."

Sang ayah mengusap surai hitam anaknya lembut, " Appa juga merindukan Kyungie." Mereka masih berpelukan hingga kemudian sang appa melepas pelukannya pada sang anak dan bertanya, " Sudah mau berangkat?"

" Seperti yang appa lihat." Kyungsoo mengangkat kedua tangannya seraya menunjukkan penampilannya. " Hmmm" Kangta mengangguk melihat penampilan anaknya.

" Kapan appa datang, kenapa tak memberitahuku?" Mereka berjalan beriringan menuju ruang makan. " Tadi malam saat kau sudah tidur, appa tidak tega membangunkanmu yang tertidur pulas."

Di meja makan terlihat dua orang maid sedang sibuk menyiapkan makanan di meja. Segera mereka berdua mendudukkan dirinya di kursi. " Seharusnya appa mengatakan padaku jika appa pulang."

" Appa ingin memberimu kejutan." Dia memasukkan sup kacang merah kedalam mulutnya kemudian bertanya pada anaknya " Kenapa kau tak memakai supirmu lagi Kyungie?"

Kyungsoo menelan makanannya, " Sekarang itu menjadi tugas namjachinguku, appa."

" namjachingu?" Kangta mencoba mengingat sesuatu " Ah, seseorang yang kau buatkan kue waktu itu?"

Kyungsoo mengangguk " Ne appa. Aku belum sempat mengenalkannya pada appa, jika appa tak sibuk aku akan mengenalkannya pada appa."

" Dia namja baik-baik bukan? Appa tidak ingin kau menjalin hubungan dengan namja tidak jelas." Kangta menatap anaknya dengan tatapan mengerikan begitu tajam dan mengancam.

Tapi Kyungsoo yang ditatap sedemikian ganasnya hanya tersenyum " Tenang saja appa, aku bahkan belum bisa menjadikannya juara II tingkat sekolah. Selalu saja dia mendapat peringkat pertama."

" Hmm, rupanya dia namja yang cerdas. Apa kalian satu jurusan?"

Kyungsoo menggelengkan kepalanya " Tidak appa, dia siswa Dance Class. Aku sangat berharap dia satu jurusan denganku." Kyungsoo menghela nafas panjang

Kangta menatap anaknya yang sedang jatuh cinta tanpa membalas ucapannya anaknya. Tak lama kemudian seorang maid datang menghampiri Kyungsoo.

" Nona, tuan muda Jongin sudah menunggu ada di ruang tamu." Kata seorang maid yang mendekati Kyungsoo.

Kyungsoo memberikan titah pada maid itu " Katakan padanya aku sedang sarapan"

Maid itu mengangguk dan berjalan menjauhi Kyungsoo namun langkahnya harus terhenti saat suara Kyungsoo mengintrupsinya " Ah, changkaman. Biar aku saja yang kesana." Dia menatap ayahnya " Aku sudah selesai makan appa, aku akan membawanya kesini." Ya memang Kyungsoo sudah menghabiskan makanannya bisa dilihat dari mangkuk nasinya yang sudah kosong.

Kyungsoo beranjak dari kursinya dan berjalan menuju ruangan dimana Jongin berada. " Jonginnie" panggil Kyungsoo dari kejauhan. " Hm. Kau sudah siap nona Do?" balas Jongin

" Anni anni, kau sudah sarapan?" tanya Kyungsoo saat dirinya sudah didekat Jongin. " Sudah tadi dirumah."

Tanpa pikir panjang Kyungsoo menarik tangan Jongin. " Ikut aku" Jongin bingung sendiri dengan tingkah Kyungsoo " Kemana Kyungie?" tanpa menjawab pertanyaan Jongin Kyungsoo menarik namja tan itu dan lihat Jongin sendiri hanya menurut pada Kyungsoo yang sekarang bukan lagi menarik melainkan menggandeng.
Mereka berjalan menuju ruang makan, Jongin bisa melihat ada seorang namja yang lebih tua darinya. Jongin bisa menebak namja itu tentu saja adalah appa Kyungsoo, lalu apa maksud Kyungsoo mempertemukan mereka berdua? Ah tentu saja untuk berkenalan. Kenapa Jongin mendadak jadi polos begini.

" Appa" Teriak Kyungsoo pada appanya yang sedang meneguk segelas air, appanya baru saja menyelesaikan sarapannya. Kangta mengarahkan kepalanya pada sumber suara.

Jongin dan Kyungsoo mendekati meja makan, " Duduklah" titah Kangta pada kedua muda-mudi yang sedang dimabuk asrama. Jongin duduk disebelah Kyungsoo setelah membungkuk memberi salam pada Kangta.

" Appa, ini namjachingu yang kuceritakan tadi." Kyungsoo mulai bicara " Ijinkan saya memperkenalkan diri ahjussi. Choneon Kim Jongin imnida." Jongin memperkenalkan dirinya dengan sedikit membungkuk.

" Aku adalah ayahnya Kyungsoo" Kangta memperkenalkan dirinya singkat. " Ne ahjussi" balas Jongin tegas.

Kangta mengangguk, " Jika kalian tidak segera berangkat kalian akan terlambat" kata Kangta seraya mengingatkan mereka berdua.

" Ne appa, aku berangkat sekarang." Kyungsoo yang sudah bangkit dari kursi dan menggendong tasnya, kemudian dia mendekati ayahnya dan mencium pipi ayahnya lembut.

Setelah Kyungsoo memberi ayahnya cheek kiss pandangannya beralih pada Jongin, kemudian berkata sesuatu yang membuat Jongin terkejut " Anak muda, jaga mutiaraku sebaik mungkin. Jika kau berani menyakitinya, kau habis ditanganku." Ancam Kangta pada Jongin.

Jongin tersenyum dan berkata " Ne ahjussi aku akan menjaga putri anda sekuat tenaga."

" Aku tidak semudah itu memberikan putriku padamu, buktikan dulu omonganmu itu nak." Kalimat terakhir di awal perjumpaannya dengan pemuda bernama Kim Jongin.

Kyungsoo yang mendengar penuturan Jongin merasakan panas yang luar biasa bukan karena udara musim panas atau sakit tapi karena ucapan yang keluar dari bibir sexy namjachingunya.

.

.

.

.

Flashback

" Tuan Kim Jongin, saya menemukan sebuah buku di dalam laci kamar ibu anda. Apakah hari ini anda bisa kerumah sakit untuk mengambilnya?" Ucap seorang perawat yang tengah memegang gagang telpon.
" Benarkah suster? Hari ini aku tidak bisa kerumah sakit, aku harus mengurus asuransi dan surat wasiat eomma." Ucap Jongin yang berada disebrang sana.

" Ah, sayang sekali tuan kim sepertinya anda benar-benar sibuk hari ini" kata suster itu " Ah, tuan Kim, bagaimana jika saya menitipkan buku ibu anda pada Junsu uisa?" ucap sang suster memberikan usul .

" Baiklah suster, anda bisa menitipkannya pada Junsu noona. Terimakasih suster." Jawab Jongin menyetujui ide si suster. " Baiklah saya tutup telponnya tuan Kim. Selamat malam."

" Selamat malam suster." Balas Jongin

Suster itu segera meletakkan kembali gagang telpon yang digunakannya. Kemudian dia menggengam sebuah buku yang dibawanya menuju ruangan Junsu. Perawat itu memberikan buku milik ibu Jongin pada sang dokter, perawat itu menceritakan bagaimana dia bisa menemukan buku itu dan menitipkannya pada Junsu atas ijin Jongin.

" Terimakasih suster Lee. Aku akan memberikannya pada Jongin."

" Ne uisa, saya akan kembali ke ruang jaga. Selamat siang uisa." Perawat itu membungkuk, Junsu hanya menundukkan kepalanya.

.

.

At Miracle Café

Jongin tidak duduk sendirian di dalam café, dia sedang bersama seorang yeoja yang seharusnya di panggil ahjumma tapi apa daya yeoja itu memaksanya tak mau di panggil dengan sebutan itu karena wajahnya yang baby face –menyebalkan. Ya dia adalah Kim Junsu, dokter spesialis hantung terbaik di korea setelah suaminya yang juga berprofesi sama dengannya. Jangan kalian kira karena marga mereka sama, mereka memiliki hubungan darah. Its wrong! Mereka bukan saudara.

" Jongin-ah, sepertinya ini diary ibumu. Aku pernah melihatnya menulis menggunakan buku ini" Junsu memulai percakapan. " Jinjja noona? Aku ingin melihatnya."

Junsu menyerahkan sebuah buku bersampul coklat polos itu pada Jongin, di bagian pojok kanan bawah buku itu terdapat sebuah inisial bertuliskan K.S.S.J –Kim Siwon Sungmin Jongin. Yaa itulah arti dari inisial itu, Jongin bisa menebak bahwa ibunya benar-benar menyayangi dia dan ayahnya.

Jongin membuka lembar pertama dalam buku harian itu, dihalaman pertama terpampang foto keluarga kecil nan bahagia bermarga Kim. Foto itu diambil saat Jongin merayakan ulang tahunnya yang pertama, dia sedang memegang sebuah pencil ditangan kanannya dan microphone ditangan kirinya. Bingung?

Dalam adat korea biasanya dalam acara perayaan ulang tahun yang pertama ada sebuah acara dimana sang anak akan memilih benda yang mewakili tujuannya dimasa depan. Anak tersebut akan di dudukkan di depan sebuah nampan yang berisi bola basket, volley, golf, baseball, palu hakim, stetoskop, microphone, celana petinju, pencil, uang, dan sebagainya yang mewakili tujuannya di masa depan. Anak tersebut bebas untuk memilih apa yang dia inginkan, mungkin beberapa kali mereka akan memilih benda ini atau itu kemudian dibuang begitu saja –namanya juga anak kecil (-_-"). Namun benda terakhir yang dia genggam menunjukkan itu adalah pilihannya, lantas semua tamu akan berdoa semoga pilihannya terwujud.

Ada tulisan dibawah foto itu, tulisan tangan eommanya

14 Januari

' Hari ini Jongin kami merayakan ulang tahun pertamanya. Dia anak yang menggemaskan, saat dia memilih benda yang akan menjadi tujuannya Jongin kami memilih pensil dan microphone. Ini lucu, dia seperti aku dulu yang memilih pencil dan ayahnya memilih memilih microphone. Kami hanya bisa berharap apapun tujuannya kelak dapat terwujud.'

Namja tan itu bisa merasakan kehangatan dan kasih sayang dalam setiap kata yang dtuliskan ibunya. Jongin masih membuka lembaran demi lembaran buku harian ibunya

21 April

' Jongin berjalan ke arahku, dia bisa berjalan untuk pertama kalinya. Aku sungguh bahagia, 6 langkah pertama Jongin, ya aku lihat itu adalah 6 langkah pertamanya. Aku harap lusa dia bisa menyambut kedatangan ayahnya dipintu dengan kaki kecilnya. Aku akan mengejutkannya saat pulang nanti, lihat saja Siwon oppa Jongin sudah bisa berjalan.'

23 April

' Aku benar-benar terkejut, kemarin saat aku melatih Jongin berjalan dia tidak mau melakukannya tapi saat dia melihat ayahnya berdiri didekatnya, dia mencoba bangkit dari kursinya dan berjalan menuju ayahnya 8 langkah bersama appanya. Menakjubkan! Eomma bangga padamu nak, kita berhasil mengejutkan appamu.'

Jongin meneteskan air matanya dia begitu merindukan appa dan eommanya, Junsu yang melihat hal itu hanya bisa diam, tak ingin mengganggu Jongin yang tengah khidmat.

Jongin membuka lembaran tengah pada buku itu,

19 November

' Oppa, beberapa hari ini aku lebih sering lelah dan sesak dari sebelumnya. Padahal aku sudah minum obat yang dokter berika. Oppa, dokter sempat berpesan agar aku datang kembali. Akhirnya tadi pagi aku memutuskan untuk pergi kerumah sakit tanpa ditemani Jongin, dokter bilang aku harus melakukan pemeriksaan lengkap. Apakah aku harus melakukannya oppa? Tapi aku merasa aku hanya kelelahan karena sibuk bekerja. Oppa, aku tak ingin Jongin khawatir akan kondisiku.'

Jongin sampai pada lembaran terakhir dalam buku harian ibunya,

" Jongin-ah, eomma merasa sebentar lagi eomma akan bertemu dengan appamu chagy. Eomma ingin kau menjadi anak yang baik, sehat, dan terus hidup dengan baik. Eomma dan appa akan menjagau dari surga. Mian chagy eomma tidak bisa menemanimu lebih lama lagi. Eomma menyayangimu chagy."

Kata-kata terakhir yang dapat ibunya tuliskan begitu mengena, bagai ribuan panah yang menghujam jantung Jongin. Dia merasa bersalah karena tidak mengetahui penyakit ibunya lebih dini, tapi disisi lain Jongin mencoba berpikir positif jika saat itu adalah waktu yang tepat eommanya bertemu appanya disurga sana. Appa sudah cukup lama menunggu eomma disurga, Jongin mencoba untuk memahami segala yang terjadi, menerima dengan lapang dada meski rasanya berat. Meski berat untuk dijalani, dengan adanya seorang Do Kyungsoo di sisinya adalah suatu kekuatan yang Tuhan berikan sebagai ganti ibunya –bijak sekali uri Jongin-

Lantas apakah kisah mereka berdua akan baik-baik saja atau masih banyak jalan berbatu yang menanjak dan berliku yang harus mereka lalui? Apakah Jongin akan merasakan lagi sakit pada hatinya yang masih terluka? Atau luka itu akan sembuh karena obat yang dia dapatkan dapat menyembuhkannya dalam sekejap bagai sihir?
.

.

.

.

.

" Kyungie, kau salah! Seharusnya untuk soal nomor sebelas kau menggunakan rumus B. Kenapa kau masih menggunakan rumus A, eoh?" Jongin menjelaskan dengan terperinci, Jongin menjelaskan bagian mana yang dari kertas yang ada ditangannya. Kertas jawaban latihan ulangan milik Kyungsoo.

Jongin duduk dihadapan Kyungsoo –tepat dihadapan Kyungsoo tanpa pembatas meja atau apapun, tangan kanan Jongin sedang memegang kertas sedangkan yang lainnya tidak menganggur begitu saja dia gunakan tangannya yang satu untuk memegang erat tangan halus nan mulus milik gadisnya. Sharp eyes memandang lekat doe eyes, Kyungsoo yang merasa salah atas jawabannya tertunduk malu –Ingatkan Kyungsoo untuk mengutuk soal nomor 11 itu chingu.

" Jong. .Jong. . " Kyungsoo tergagap " Jong. .innie, jangan menatapku seperti itu. Aku tahu . . aku sudah 3x salah mengerjakan soal jenis itu tap. . " kalimatnya belum terselesaikan tapi sebuah tangan di bibir ranumnya menghentikan ucapannya.
" Gwenchana chagy, jangan merasa bersalah jangan tundukkan kepalamu karna aku senang melihat wajahmu itu. Ehmm. ." Jongin memberikan jeda pada ucapannya " Rasanya menyenangkan melihat wajahmu, aku suka."

.

Blusssh

.

Seenaknya saja si Jongin ini mengatakan sesuatu, lihat saja reaksi dari tubuh Kyungsoo, pipinya sudah terlihat berwarna merah jambu karna kata-kata si pangeran sharp eyes ini.

Sambil malu-malu Kyungsoo menutup wajahnya dengan kedua tangannya " Jonginnie, kau membuatku malu. . . Kyaaaaaaaa" tubuh Kyungsoo jatuh dalam pelukan Jongin. Rupanya saat Kyungsoo menutup wajahnya tak lama kemudian Jongin menarik kedua tangan Kyungsoo.

" Sudah ku katakana bukan, aku suka melihat wajahmu chagy. Wajahmu sudah seperti addiction bagiku Kyungie. . ." Jongin meletakkan jari telunjuknya pada salah satu doe eyes milik Kyungsoo dengan gerakan-gerakan lembut nan menggelitik, jarinya menyentuh doe eyes itu dengan penuh kasih sayang.

" Mata. ." jarinya berjalan menurun menyentuh bagian lain pada wajah gadis pemilik kulit seputih susu " Hidung. . " nada dalam setiap ucapannya begitu memikat hati, siapapun pasti akan terhanyut dalam permainan namja sharp eyes ini.

Jari telunjuknya kini telah tiba pada bagian yang paling dia sukai, bibir merah ranum milik Do Kyungso. Hanya milik Do Kyungsoo. " dan Ip. . " jeda dalam kalimatnya " bibirmu benar-benar menggoda Kyung. . " perlahan tapi pasti Jongin mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo, kini hidung mereka berdua saling berpautan, semakin dekat, dekat, dekat, dan akhirnya bibir yang begitu menawan baginya sudah menempel manis dengan bibir Jongin.

Jongin memiringkan kepalanya, mulai menjekan pelan dan halus bibir Kyungsoo namun si gadis masih diam saja. Jongin memahami hal itu karna ini pertama kalinya dia melakukan itu pada Kyungsoo, sebelumnya Jongin hanya memberikan kecupan-kecupan ringan pada Kyungsoo.

Tapi kali ini berbeda, dia benar-benar ingin menikmati bibir ranum gadisnya yang menawan. Jongin awalnya hanya memberikan kecupan-kecupan lembut namun lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi hisapan-hisapan manis nan lembut yang menggoda.
Kyungsoo mulai menggerakkan bibirnya mengikuti Jongin, tak butuh waktu lama yang awalnya sebuah kecupan sudah berubah saling menghisap.
Dengan lembut Jongin menekan bibir Kyungsoo dengan lidahnya, dia butuh akses untuk memasuki rongga hangat milik Kyungsoo, namun Kyungsoo hanya diam saja tak tahu apa yang harus dia lakukan. Tanpa pikir panjang, Jongin menggigit bibir Kyungsoo, segera dia susupkan bibirnya kedalam bergulat dengan bibir Kyungsoo didalam, mengabsen apapun ayang ada didalam rongga hangat itu. Ciuman hangat itu semakin panas saja, Jongin menekan tengkuk Kyungsoo untuk memperdalam ciuman mereka.

Tak khayal saliva pun mengalir dari kedua bibir mereka, entah saliva siapa yang mengalir. Mereka begitu terhanyut dalam ciuman panas penuh kasih sayang. Meski akhirnya pasokan udara yang menipis berperan menghentikan kegiatan panas mereka.

" Ah. . . . ah . ." Kyungsoo menghirup udara degan rakusnya. Belum sempat Kyungsoo menenangkan jantungnya yang berdetak kencang, kata-kata Jongin menambah detak jantungnya semakin kencang.

.

.

" Kyung, mala mini aku ingin memilikimu seutuhnya."

.

.

.

.

.

To Be Continue

Note : Mereka berhenti dalam adegan itu sampai 2minggu kedepan XD (nunggu authornya update mereka baru bisa bergerak) HAHAHAHA XD

Haha XD Mianhamnida chingu atas waktu yang lama saya tidak update, hanya 1 alasannya karena selama 1bulan ini saya tidak bisa browsing situs ffn T.T

Salam Hug and Kiss

Keep trying my best

Yukasa Kisaragi

Mind to Reviews? ^^