Balasan Review ^^

Kaisoo Shipper terimakasih reviewnya ^^

XD kalo Kangta marah gimana ya? Semoga Jongin tidak melakukannya, I'm really hope

Rossadilla17 terimakasih reviewnya ^^

Ini udah next xD iyaa kaisoo memang keren begitupula dengan Jongin. Weeh Kyungsoo bangga nih punya namjachingu kaya Jongin.

Guest terimakasih reviewnya ^^

kalo ada apa-apa sama Kyungsoo, Jongin harus tanggung jawab dong xD kan udah janji sama appa Kangta

Meca terimakasih reviewnya ^^

ini sudah update lagi, eh ada yang masih dibawah 17 tahun readers? Untuk adegan kissing yang masih dibawa umur di skip ya bacanya, terus ini ganti rate gak ya jadinya? Kita liat aja kedepannya gimana ya Meca xixixi. Mianhamnida itu udah END, tapi aku lupa nyantuminnya *pundung dipojokkan. Cuman aku kasih tanda pemisah, maafkan saya Meca dan readers yang lain *bow 90 derajat.

Fanoy5 terimakasih reviewnya ^^

Jongin gak mau mati fanoy5, kalau Jongin mati nanti Kyungsoo gimana? Terus cerita ini gimana? Gak jadi Kaisoo dong? Wkkwk

Ini udah lanjut kok XD

Blackwhite1214 terimakasih reviewnya ^^

Waaah, author baru datang author baru datang membawa chapter 8. Wkwk

Aduuh, gak apa-apa itu matanya? Jangan dipaksakan ne? Santai saja santai XD
Kurang greget gimana? Kok aku malah ngerasanya yang kurang greget malah kaisoo nya ya? *Lho gimana si authornya, ditimpuk sama blackwhite1214 XD

Bener gak yaa? Weeh, kalo udah dikasih tahu gitu gak seruu dong, mending gak usah dilanjutin aja nih kalo udah dikasih tahu, wkwk
kita tunggu saja yaa siapa sebenarnya yang melukai Siwon XD

Kalo penasaran dibaca terus lanjutannya yaa, ah jangan lupa reviewnya juga XD

Zoldyk terimakasih reviewnya ^^

Ini udah update lagi, kaisoo kaisoo kaisooo XD

Kyunginoru terimakasih reviewnya ^^

Wkwk gimana ya? Kita lihat aja bareng-bareng. Ini udah update Xixi
Iya minal aidzin wal faidzin juga XD

terimakasih reviewnya ^^

Hehe, kita lihat aja lanjutannya gimana oke? Kuharap Jongin memang lelaki baik-baik dan tidak termakan godaan setan. Berdua didalam kamar, cuma sama yeojachingunya gak ada orang dirumah posisi udah malem, gimana coba. Terlalu banyak godaan, mari kita doakan Jongin agar kuat XD

Yixingcom terimakasih reviewnya ^^

Aku juga kaget lhoo waktu Jongin ngomong gitu, ah sekarang udah ada lanjutannya. Gimana lanjutannya yaa? Iyaa Jongin mesum nih -_- dia kan memang mesum *digampar Kyungsoo

Dorekyungsoo93 terimakasih reviewnya ^^

Wkwk, pinginnya si gak ada TBC lanjuuuuut terus sampe slese gitu, tapi ada daya jiwa evilnya muncul, tiba-tiba pengin ngerjain readers gitu. Wkwk

Aku kan janjinya 2 minggu, ini belum ada 2 minggu kan? Selamat membaca dan menikmati(?)

terimakasih reviewnya ^^

ini udah lanjut XD

Aqilla K terimakasih reviewnya ^^

Ini udah update, lama ya update nya XD
Semoga bisa menikmati chapter ini, wkwk
Iyaa TBC ya memang mengganggu, tapi kan gak seruu kalo gak ngerjain readers dulu xD

Mereka memang bikin iri -_-

Ruixi terimakasih reviewnya ^^

AWAS! Kyungsoo tahu bisa digebukin lhooo, wkwk
siapapun pasti mau yaa dimiliki sama Jongin XD author juga mau *digebuk sama Kyungsoo. TT

PERINGATAN!

BAGI READERS DIBAWAH 17 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN KISSING HARAP DILEWATI SAJA.

BAGI READERS DIBAWAH 21 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN MELEBIHI KISSING DAN MENJURUS KE HAL YANG HIL HARAP SEGERA MELEWATINYA SAJA.

BAGI READERS YANG BANDEL TETEP KEKEH MAU BACA AJA PADAHAL UDAH DI INGETIN, TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA! -_-

.

.

.

Happy Reading ^^

Chapter 8

" Kyung malam ini aku ingin memilikimu seutuhnya, . . ."

Kyungsoo benar-benar terkejut atas penuturan Jongin, apa yang harus dia katakan dia bingung. Awalnya suasananya begitu panas dan romantic tapi kini Kyungsoo merasa takut dan tak berdaya. Haruskah dia melakukannya sekarang bersama Jongin? Ya, Kyungsoo bukan gadis polos yang tidak tahu apa arti dari kata 'memiliki seutuhnya'.

Jongin dapat melihat raut khawatir terpampang jelas di wajah kekasihnya. Dia tahu benar bahwa dialah namja pertama yang menjalin hubungan sedekat ini dengan Kyungsoo. Jongin memang menginginkan gadisnya, ingin memilikinya. Siapapun pasti akan terpesona dengan kecantikkan Kyungsoo, dia yeoja yang ramah, pintar, badannya yang proporsional, doe eyes nya yang begitu indah, dan jangan lupakan bibir berbentuk hati yang menggoda. Ah jangan lupakan bahwa Kyungsoo juga pandai memasak. Sempurna!

" Eotte Chagy?" Jongin bersuara, Kyungsoo terlihat terkejut setelah sadar dari pemikiran. Sebelum Kyungsoo memberikan jawaban, Jongin sudah mencegahnya dengan serangan mendadak.

.

.

.

.

.

.

.

" Jika kau tidak dapat mengerjakan soal ini lagi kau akan mendapat hukuman sampai kau benar-benar menjadi milikku. Kerjakan dengan baik dan jangan ada kesalahan lagi!"

Ya, bukan serangan secara fisik yang diberikan oleh Jongin tapi serangan mental. Dia hanya ingin mengerjai pacarnya yang sejak satu jam lalu tidak focus. Entah apa yang ada dalam fikiran yeoja manis itu, yang pasti Jongin tahu selama mereka belajar bersama Kyungsoo selalu menatap intens padanya dan hal itulah yang mengharuskan merasakan risih dan tak nyaman, seperti yeojanya akan menerkamnya. –gak kebalik tuh?-

Kyungsoo yang mendengar Jongin berkata demikian tiba-tiba sweetdrop 'mwoya?! Dia mengerjariku?! Dasar Kkamjong!"

" YA! Kau mengerjaiku eoh?" Kyungsoo mulai geram dengan gaya bercanda Jongin, tak taukah namja itu hampir menjatuhkan jantung Kyungsoo ke atas lambung(?)

Jongin tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Kyungsoo " Kau yang membuatku melakukan itu padamu, jangan tatap aku dengan intens seperti sekarang."

Yaa Kyungsoo memang sedang menatap Jongin garang, berbeda kondisi dengan yang dilakukan Kyungsoo tadi saat mereka sedang belajar. " Aku?" jawab Kyungsoo polos

" Tak mau mengaku eoh? Kau benar-benar jatuh hati padaku hm? Kau menatapku selama hampir satu jam dengan intens, itulah kenapa kau tidak konsen pada belajarmu. Kau kira aku tak tahu chagy? Ehm?" Kyungsoo yang merasa kepergok atas ulahnya itu hanya bisa diam menahan malu.

.

.

.

.

.

********** ***** PARK JONGDAE & XI XIUMIN SIDE STORY *************************

" Yang putih itu jelek sekali modelnya, ganti saja dengan yang hitam." Gadis yang sedang memakan potato chipsnya mengeluarkan suara juga setelah sekian lama dia hanya berkonsentrasi pada kudapan ditangannya.

Nah, satu gadis lagi bersuara " Gunakan saja kata hatimu Xiu, tak usah kau dengarkan apa kata Baekhyun -_-"

Xiumin terlihat berpikir sambil memperhatikan 3 gaun beda warna dihadapannya, gaun putih panjang selutut, berlengan pendek, tidak terlalu banyak hiasan dan cukup simple, gaun yang dipakai akan memperlihatkan lekuk tubuh.

Gaun hitam tanpa lengan, panjang diatas lutut, meninggalkan kesan sexy bagi si pemakai. Gaun soft pink yang begitu lembut, ah lebih tepatnya kita sebut one piece bukan gaun, karena baju yang satu ini simple namun memperlihatkan sisi manis si pemakai, dan baju inilah pilihan Xiumin.

" Akhirnya kau menemukan pilihanmu bukan?" Kata Kyungsoo melihat sahabatnya mengangkat one piece berwarna soft pink. " Ehm, itu cocok dengan imagemu Xiu." Xiumin tersenyum "Iya Kyungie, ini indah menurutku."

" Ok, semuanya sudah beres bukan? Make up sudah, tatanan rambut sudah, dress pun sudah, ada yang lain lagi rasanya kita melupakan sesuatu."

Mereka bertiga serempak berpikir beberapa saat kemudian saling pandang satu sama lain dan berteriak " SEPATU" di ikuti tawa dari setiap bibir para gadis.

" Aku sudah menyiapkannya jadi kalian tak usah khawatir." Xiumin berkata demikiaan sambil tersenyum. " Baiklah, kami akan langsung pulang Xiu." Baekhyun mengangkat tasnya.

" Xiuxiu, FIGHTING!" Kyungsoo memberikan semangat patriotnya sambil mengangkat tangan kanannya yang mengepal.

" Hahaha" Xiumin tertawa " Gomawo Kyungie, Bakhie.Doakan aku ne?" Xiumin memeluk Kyungsoo dan Baekhyun bergantian. (Kaya mau berpisah lama aja XD)

.

.

.

At Miracle Cafe

" Bagaimana menurutmu?" Jongdae memulai percakapan, di mobil tadi Jongdae ingin mengobrol dengan Xiumin, tapi nyatanya dia hanya menatap keluar jendela.

" Ah, bagaimana? Maksud oppa?" Xiumin tak punya nyali untuk menatap langsung wajah Jongdae. Mereka duduk berhadapan dan ini hal yang tak biasa bagi Xiumin.

Jongdae tahu Xiumin tak menatap wajahnya ketika dia berbicara. " Penampilanku."

" Eoh?" Xiumin mengangkat wajahnya menatap Jongdae, tapi tak berlangsung lama dia menurunkan pandangannya kembali " Maksud oppa, bagaimana penampilan oppa malam ini?"

Jongdae mengangguk " Iya, bagaimana menurutmu?"sebenarnya Jongdae ingin menanyakan suasana café yang mereka kunjungi, tapi melihat Xiumin ya g bertingkah demikian dia putuskan untuk menanyakan hal lain.

Xiumin menarik nafasnya " Benarkah taka pa aku mengatakannya oppa?" Jongdae tersenyum " Ne, gwenchana. Jika itu buruk katakana saja buruk, namun jika itu baik pujilah aku.

Xiumin mengangkat kepalanya " Jinjja?!" Xiumin masih menatap Jongdae menantikan jawaban, anggukan dari Jongdae adalah akhir penantiannya

Xiumin menarik nafas kemudian dengan lancar dia berkata " Oppa biasanya memang terlihat rapi, namun malam ini terlihat lebih rapi, wangi dan" Xiumin memberi jeda pada kalimatnya "tampan." Xiumin menutup wajahnya dengan kedua tangannya –Malu? Sudah pasti.

Jongdae tersenyum penuh arti, " Kau sungguh memperhatikanku? aku senang mendengarnya." Tersenyum pada Xiumin "Syukurlah jika aku memang terlihat begitu dimatamu."

Tak butuh waktu lama, Jongdae dapat merubah suasana yang awalnya beku, mencair begitu saja. Ya, mereka sudah dapat tertawa lepas dan berbincang lebih akrab.

Seorang pelayan mendekati Jongdae dan membisikkan sesuatu yang pasti tidak diketahui Xiumin. Jongdae hanya mengangguk kepala tanda mengerti (?) –ya mengerti akan apa yang dikatakan waiter.

" Xiu, aku mau ke toilet. Tak apa kan?" Jongdae sudah berdiri siap melangkah, " Ne oppa." Kemudian dia melangkah menjauhi Xiumin. Tak lama setelah Jongdae pergi tiba-tiba lampu restoran padam begitu saja, Xiumin yang sedang memandangi pesona restoran itu terkejut.

' Mengapa tiba-tiba? Ah, aku takut' pikir Xiumin ..

Ting.

Xiumin mendengar seseorang menekan 2 nuts piano disusul kemudian lampu sorot tepat pada piano yang tak jauh dari meja makannya –mereka duduk dekat panggung, di bagian tengah.

Ting.

Nuts piano kembali ditekan, seakan seperti sebuah tanda piano itu berputar dan kini Xiumin dapat melihat seseorang sedang duduk memainkan pianonya

Oh baby, your back is so pretty – look back at me, look back at me

Oh, your hair is as black as night, your curvy is shining with sunlight

You're beautiful, I've dreamed of you

Xiumin menatap kagum saat dia melihat siapa namja yang sedang memainkan piano sambil bernyanyi, ya namja yang dia suka sedang memainkan piano dengan begitu indahnya. Lagu ini? Bolehkah dia berpikir lagu ini memang ditujukan untuknya?

I Feel for you even before I knew your name

This street became a picture and the focus is on you

Benarkah itu? Xiumin merasa getaran-getaran aneh dalam tubuhnya, apakah ini bukan mimpi?

Love, maybe it's love, my predictions have never been wrong

This could be love, gotta be love

My footsteps are approaching you, it's already decided for us

After a few seconds, we'll becomes lovers

Cinta? Apakah ini pernyataan cinta dari seorang Park Jongdae?

The wind carries over your mind – this fragrant feeling

This breath, this feeling of things getting clearer

Your smooth side profile reflects in the window

How can you be just as I imagined? I'm falling for you again

Oh God, Xiumin benar-benar terharu mendengar setiap lyric yang di lantunkan Jongdae, semburat merah sudah menghiasi kedua pipinya.

I Feel for you even before we exchanged our first words

This street became a movie scene and the focus is on you

Dia sudah lama memperhatikan Jongdae. Sunbaenya. Bagi Xiumin pertemuan pertamanya saat dia menjalani ospek di awal tahun. Dia sudah menganggumi sunbaenya bahkan sebelum sunbaenya menyukainya –mungkin (?)

Love, maybe it's love, my predictions have never been wrong

This could be love, gotta be love

My footsteps are approaching you, it's already decided for us

After a few a seconds, we'll become lovers

Xiumin memang yeoja yang telah menawan hatinya, Park Jongdae begitu terpikat saar dia melihat sosok gadis yang memakai topi wolf di sebuah toko accessories di daerah gangnam

Now we have finally looked each other

It's just as I thought as if it's waited for us

Smile oh pretty baby

At the right time, on the right street – this is like destiny, you and I

Saat dikantin itulah pertama kalinya dia dapat melakukan 'percakapan kecil' dengan yeoja yang di sukainya, bagaikan takdir dia merasakan getaran aneh dalam hatinya yang seakan seperti sensor cinta dan menujukkan 'dialah yang kau cari'.

Love, baby it's love, love has come like this

I can't have anyone else but you – things like this can't happen anymore

This could be love, gotta be love

Your footsteps approach me, it's already decided for us

After a few seconds, your sugar lips will touch mine

Percakapan kecil yang membawanya dalam sebuah harapan yang besar. Semakin mengenalnya semakin aku menyayanginya, gadis seputih salju yang memikat hati seorang pemuda biasa. Bolehkah aku memilikimu untuk diriku?

Love, maybe it's love, my predictions have never been wrong

If it's not, it can't be like this – feels like it's already been a long time

This could be love,

We're getting closer and we already know

We've become one on this street

Tibalah hari ini. Bersama dengan usainya lagu yang mengutarakan isi hati Jongdae yang sebenarnya riuh tepuk tangan para tamu restoran. Jongdae berdiri dari tempatnya duduk, berjalan mendekati mejanya –bersama Xiumin, dengan sebuket bunga mawar merah ditangannya.

Jongdae tepat berada dihadapan Xiumin, sedangkan gadis itu masih berdiri sejak tadi –memberikan standing applause. Jongdae berlutut dihadapan Xiumin, bunga mawar yang tadi dia sembunyikan kini berada dihadapannya " Xi Xiumin, bolehkah aku menjadikanmu kekasih hatiku?"

Xiumin benar-benar bahagia, begitu romantisnya seorang Park Jongdae namja yang telah menawan hatinya, mereka saling mencintai. Tentu saja dengan senang hati Xiumin menerima permintaan Jongdae. " Ne oppa."

********************************* END ***************************************

.

.

.

.

" Baiklah anak-anak, mulai minggu depan kalian akan memasuki liburan musim panas. Aku harap kalian tetap belajar, kalian tidak boleh lupa mengerjakan semua tugas musim panas kalian dan jaga kesehatan. Ah, satu lagi kalian tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat mencemarkan nama baik sekolah, keluarga, maupun diri kalian sendiri. Paham?" Itulah yang diucapkan Lee Seosangnim sebelum jam pelajaran sekolah hari ini usai.

" Ada satu lagi pengumuman, untuk siswa yang mengikuti turnamen atau perlombaan musim panas, kalian harus datang latihan mulai minggu depan."

" Ne seosangnim."

.

.

.

At Canteen SI Art High School

" Dimana para yeoja itu, kenapa mereka lama sekali hyuung." Keluh seorang namja tinggi nan kaya gigi -_-

Mereka yang mendengar penuturan si namja jangkung itu hanya memasang muka malas.

" Kenapa kau tidak bertanya pada yeojachingumu eoh?" timpal namja albino. " Mungkin Lee Seosangnim bicara panjang lebar yang memakan waktu, beliau kan memang cerewet" tambah namja tan. " Ah itu dia baby Xiuxiuku." Teriak namja berwajah kotak.

Of course kalian tahu siapa saja ke-4 namja itu, ya mereka adalah Pemain anime doraemon –Nobita, Doraemon, Giant, dan Suneo. Tentu saja bukan!
Yaa mereka adalah namja-namja tampan yang dikagumi warga seantero SI Art High School, disamping tampan, berprestasi, wajah-wajah mereka mirip sekali dengan member Boyband asal Korea Selatan didikan SM Entertaiment "EXO", ya Boyband yang sedang exist ditanah kelahiran author –Indonesia, apalagi tanggal 6 September 2014 nanti boyband 'EXO' akan mengadakan konser di Indonesia. Ok, daripada ceritanya semakin dibuat gaje oleh author, kembali ke 4 namja tampan yang sedang menunggu yeoja-yeoja mereka di kantin SI Art High School.

" Opppaaaaaa." Xiumin berlari kearah namjachingunya, dengan senang hati Jongdae melentangkan tangannya seakan dirinya siap menerima hug dari yeojanya, padahal kenyataannya Xiumin melewati Jongdae dan menyeruput bubble tea milik Jongdae.

Dan hal itu berhasil membuat seorang Park Jongdae sweetdrop. " Oppa aku benar-benar haus, Lee Seosangnim berbicara seakan dia memberikan pidato kemerdekaan."

" Ne, minumlah sepuasmu chagy." Jongdae memasang senyum manisnya meski didalam hati merasa kecewa.

" Anyeong yeorobun." Sapa Kyungsoo ramah, dia tersenyum untuk semua tapi sayang tatapannya hanya untuk Jongin. Jadi senyum itu untuk siapa? –Molla. " Anyeong Kyung." Serempak 3 namja itu, terkecuali Jongin dia sudah menatap yeojanya untuk duduk disampingnya.

Sedangkan ketua kita yang angkuh itu sudah mulai bermanja-manja ria pada Luhan, " Hannie, kenapa kau lama sekali? Ehm?" Sehun sudah memegan kedua tangan luhan sambil membelainya, " Ne, Hunnie. Lee Seosangnim memberikan banyak nasehat jadi kami harus pulang lebih lambat."

Chanyeol yang merasakan ada yang aneh disini, apa yang kurang begitu pikirnya. Ah, yeojachingunya, dia hendak bertanya pada 3 yeoja yang sudah duduk manis disamping namjachingunya masing-masing.

Tapi belum sempat dia bertanya, seseorang mengejutkannya. Dia duduk tepat disamping Chanyeol dan merangku lengan Chanyeol begitu saja tanpa aba-aba. " Oppa mencariku?"

Segera Chanyeol memutar kepalanya menghadap si yeoja yang berbicara dan, " Yaa! Byun Baekhyun, kau darimana saja eoh?"

Baekhyun tersenyum " Mianhae oppa, tadi Lee Seosangnim menyuruhku menemuinya dulu di ruang guru sebelum pulang."

Chanyeol mendesah kecewa " Dasar Lee Seosangnim, dia sengaja melakukan itu padamu. Menyebalkan."

Setelah semua berkumpul mereka memutuskan untuk pergi menuju Miracle Café, café favourit mereka.

" Nah bagaimana ide liburan kita." Ucap Jongde membuka pembicaraan. " Kita tunggu Jongin dulu hyung, sebelum memberikan masalah ini." Sahut Sehun bijak

" Apa yang sedang Jongin lakukan si Hun?" tanya Chanyeol penasaran –dia memang kepo!

" Kau tidak tahu siapa pemilik café ini eoh?" tanya Sehun kaget. " Memangnya itu penting?"

'Plaak, Plaak' dua geplakan tepat mengenai kepala kosong Park Chanyeol satu dari yeojachingunya yang satu lagi dari hyngnya sendiri, " Kau ini bagaimana oppa, masa kau tidak tahu siapa pemilik café ini?" sindir Baekhyun ketus, " Kau ini memalukan keturunan Park."

Mereka benar-benar heran bagaimana namjachingu/dongsaengnya tidak tahu siapa pemilik café ini. Benar-benar tidak tahu diri.

" YA! Byun Baekhyun, kenapa kau memukulku eoh? kau juga hyung, wae? Kalian tidak sayang padaku eoh?"

" Putuskan namja pabbo itu segera Baekhyunnie, kalau tidak kau akan menyesal karena kebodohannya." Ucap Jongdae sebal. " Ya hyung, kau ini hyungku bukan?"

Jongdae tersenyum sinis, " Aku tidak punya dongsaeng sebodoh kau."

" Sudah-sudah kenapa kalian malah ribut. Chanyeol oppa tenang saja mereka semua hanya bercanda." Ucap Kyungsoo menenangkan suasana.

Sebenarnya itu bukanlah yang seperti Kyungsoo lihat, mereka hanya senang mengerjai Chanyeol. Begitulah mereka dan seorang Byun Baekhyun sendiri sudah tahu kebiasaan itu, alhasil malah ikut-ikutan membully namjachingunya.

" Kyungie, kau merusak acara kami. Seharusnya kita buat oppa lebih terpojok." Baekhyun merasa kecewa. " YA! Kalian mengerjaiku eoh? Kau juga Baekhie? Lihat saja kau akan dapatkan hukumanmu!"

" Kyaa! Anni oppa anni." Teriak Baekhyun saat Chanyeol mendekatinya

Tiba-tiba sebuah suara menghentikan pertengakaran rumah tangga eh maksudnya sepasang kekasih " Hai, kenapa kalian ramai sekali hm? Jangan menggangu pengunjung yang lain dengan ulahmu hyung!" Jongin memberi intrupsi

Chanyeol menghiraukan peringatan Jongin, saat dia akan melanjutkan aksinya seseorang malah mengejutkannya dengan mengucapkan kata yang tak di duganya.

" Nah, pemilik café yang kita tunggu-tunggu datang juga akhirnya dengan begini kita dapat melanjutkan pembicaraan kita mengenai liburan musim panas."

Chanyeol terkejut " Pemilik café? Café ini? Kim Jongin? Pemiliknya?"

" Ne hyung, ini pemberian Jaemma –Jae Eomma. Wae hyung?" Jawab Jongin innocent

Chanyeol heran, semuanya tahu kenapa dia tidak? " Kalian semua tahu ini, kenapa aku tidak?" tanya Chanyeol tak kalah innocent.

" Tentu saja kau tidak tahu, saat aku bercerita kau malah asyik berbicara lewat telpon dengan Baekhyun. Saat kita mengadakan perayaan, kau malah tidak datang karena sakit. Lebih perhatianlah pada teman Yeollie." Ucap Jongdae mengingatkan. " Ne hyung, mianhae Jongin-ah aku tidak tahu." Sesal Chanyeol

" Gwenchana hyung, it's no problem for me." Ucap Jongin ramah.

Miracle café memang milik keluarga Jung –lebih tepatnya milik Jung Jaejoong, ibu Sehun, namun kini dikelola oleh Jongin. Ya itu hadiah dari seorang nyonya Jung, dia sempat menawarkan pada anak semata wayangnya Sehun, tapi sayang Sehun menolak. Dia lebih tertarik Rumah Sakit milik ayahnya, jadi dengan senang hati Sehun menyetujui keputusan ibunya saat tahu Jonginlah yang akan mengelola café jika Sehun menolak, toh ibunya masih punya cake shop.

Setelah ribut-ribut memperdebatkan siapa pemilik café, sekarang mereka sedang ribut dalam perdebatan mengenai dimanakah mereka akan berlibur. Setelah cukup lama mereka berdebat, akhirnya mereka sampai pada satu keputusan dimana mereka akan menghabiskan waktu seminggu dalam liburan mereka. Rasanya menyenangkan sekali, mereka sudah tidak sabar untuk segera mendapati hari esok.

.

.

.

.

To Be Continue

Terimakasih sudah mau mengintip, membuka, membaca, dan memberikan review *bow

Mencoba untuk menepati janji. Ini belum ada 2 minggu kan? Chapter selanjutnya 3 minggu kemudian ^^

Thanks To:

Kaisoo Shipper ; Rossadilla17 ; Guest ; Meca ; Fanoy5 ; Blackwhite1214 ; Zoldyk ; Kyunginoru ; ; Yixingcom ; Dorekyungsoo93 ; ; Aqilla K ; Ruixi

Hug and Kiss,

Yukasa Kisaragi

Mind to Reviews? ^^