Balasan Review

Pororo Kim : Terimakasih Reviewnya ^^

Iya gak apa-apa hehe, aku juga belum lanjut bacanya kemarin udah gak kuat matanya, maafkan aku TT
wah, liat aja deh xD d chapter ini banyak yang berubah -_-"

Meca : Terimakasih Reviewnya ^^

xD iya memang buat kamu, maaf gak aku cantumin namamu cerita itu diperuntukkan untuk siapa. Soalnya gak mau buat kamu terlalu lama menunggu ceritanya :p (lagi baik, xixi)
wah, sepertinya aka nada konflik XD pinginnya si romantic terus yaa ..

Guest : Terimakasih Reviewnya ^^

Chapeter ini banyak kaisoo momentnya xD dari kemarin aku gak mood sama EXO jadi ya hasilnya jadi begitu padahal sampe sekarang pun lagi gak mood sama EXO TT

Kmskjw21 : Terimakasih Reviewnya ^^

Ini udah update xD wah, si meca juga kayany seneng tuh baca chenmin.. syukurlah ada yang chenmin shipper ;D para shipper yang lain jangan ngiri, aku akan bikin moment Kaisoo gak kalah romantisnya, kalo gak ada halangan :D

Brigitta bukan Brigittiw : Terimakasih Reviewnya ^^

Iyaa moodnya lagi baik sama Chenmin :x maaf kalo Kaisoo gak so sweet banget TT soalnya kalo Jongin yang nyanyi kayany bukan peran yang pas, gak bisa bayangin Jongin nyanyi Destiny (Lagunya TVXQ) apalagi pas nada tinggi bagiannya Changmin TT, gak tega sama Jongin mbok sakit tenggorokan huhu

Blackwhite1214 : Terimakasih Reviewnya ^^

Ini ada chenmin shipper lagi? Wkwk Syukurlah kalo suka chenmin momentnya xD wah wah wah terimakasih banyak atas privatnya, aku sangat terbantu xD

Rossadilla17 : Terimakasih Reviewnya ^^

Iya chanyeol kudet wkwk masa gak perhatiaan sama temen, tapi dia kan gak salah juga si itu gak disengaja kok xD

Aqilla K : Terimakasih Reviewnya ^^

Egak egak, Jongin laki laki baik baik xD ini udah update :D

Ruixi : Terimakasih Reviewnya ^^

Gak ada 3 minggu kok? Cepet kan?

Untuk semua terimakasih reviewnya, maaf beberapa chapter ini banyak gajenya soalnya lagi gak mood sama EXO TT apalagi Kaisoo. Pas sakit begini malah update, semoga hasilnya baik –really hope. Semoga sakit itu gak ngaruh ke tulisan yang gaje ini xD

.

PERINGATAN!

BAGI READERS DIBAWAH 17 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN KISSING HARAP DILEWATI SAJA.

BAGI READERS DIBAWAH 21 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN MELEBIHI KISSING DAN MENJURUS KE HAL YANG HIL HARAP SEGERA MELEWATINYA SAJA.

BAGI READERS YANG BANDEL TETEP KEKEH MAU BACA AJA PADAHAL UDAH DI INGETIN, TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA! -_-

.

.

.

.

Happy Reading ^^

Chapter 9

" Yeobosseo?" Seorang gadis sedang memegang ponselnya seraya menjawab panggilan dari seseorang " Lu, nanti sore kau ikut membeli beberapa pakaian renang? Aku dan Xiumin berniat pergi nanti sore, kau ingin ikut tidak?" Ucap Baekhyun setelah tahu panggilannya telah terhubung.

" Aku sedang bersama Kyungsoo membeli beberapa pakaian, mian, kalian pergi berdua saja ne?"

" YA! Kenapa kau tidak mengabariku kami eoh?" jawab Baekhyun kesal -_-

" Mian, ini rencana tidak disengaja. Tadi aku sedang berlatih bersama Kyungsoo untuk perlombaan, ketika kami melewati department store, kami putuskan untuk berbelanja. Mian."

" Baiklah aku mengerti, bersenang-senangah ne?"

" Ne, bye bye."

.

.

.

.

.

" Jadi kalian akan liburan selama seminggu bersama pacar kalian?" Ucap Yunho pada anak-anaknya sambil menyeduh coffee hangatnya. " Ne appa." Jawab Sehun

" Ah, bicara tentang pacar. Eomma belum pernah melihat Jongin membawa pacarnya lagi kerumah semenjak acara ulang tahun, kapan kau akan membawanya lagi nak?" Tanya Jaejoong pada namja yang sedang memakan buah apel ditangannya. " Secepatnya eomma, ah eomma aku ingin apelnya dipotong berbentuk kelinci."

" Kau ini seperti anak kecil saja kkamjong." Ledek Sehun " Masalahkah?" Balas Jongin

YunJae hanya menghela nafas melihat tingkah kedua namja yang tidak bisa dibilang anak-anak lagi. " Yeojachingumu itu seperti apa Jongin?" Potong Yunho mencoba menghentikan pertengkarang saudara.

" Dia tidak secantik baby Hannie-ku appa." Tangkas Sehun sebelum Jongin sempat menjawab
" Kyungie-ku lebih manis daripada Luhan-mu itu." Jawab Jongin tak mau mengalah,

" benarkah? Apakah secantik dirimu Boo?" Sahut Yunho, Jaejoong yang kedua kalinya melihat keributan yang masih berlangsung itu akhirnya angkat bicara.

" Baiklah namja yang kekanak-kanakkan, hentikan semua pertengkaran kalian. Bawalah dia kemari Jongin, jadi appamu itu bisa melihat apakah dia benar-benar gadis yang cantik, ne?"

" Lalu selain cantik, bagaimana kepribadiannya Jongin?" Sebelum Sehun mengatakan sesuatu untuk meledek Jongin, appa bermata musang bermarga Jung itu sudah mengeluarkan ultimatumnya " Jung Sehun jangan ganggu saudaramu!"

Sehun yang diperingati appanya hanya mengeluarkan aegyonya yang terlihat imut dimata Jaejoong, namun menjijikkan dimata Yunho dan Jongin.

" Dia gadis yang baik appa, selalu mendapat peringkat pertama di jurusannya, tapi dia selalu berada dibawahku untuk peringkat sekolah. Dia pandai memasak, ketika teman-teman mengadakan acara kejutan di ulangtahunku dia yang membuat cakenya sendiri, dia begitu menawan appa." Sanjung Jongin, dia bangga dapat memiliki Kyungsoo sebagai yeojachingunya

" Ah, acara dimana Sehun menghias rumah ini bukan? Sayangnya aku tak bisa melihat gadis itu Jongin, saat itu aku berada di Jeju bertemu beberapa client. Semoga dia memang gadis yang tepat untukmu nak."

" Ne appa Gomawo, aku akan memperkenalkannya pada appa, lusa." Janji Jongin

" Bagaimana kalau kau ajak juga pacarmu itu Hun, bukankah Kyungsoo dan Luhan berteman?" Jaejoong memberi saran, " Ne eomma, dengan senang hati."

" BooJae, kau harus memasak hidangan istimewa. Ah~ kini aku benar-benar merasa bahwa aku sudah cukup tua." Ucap Yunho lemas " Tapi kau masih terlihat tampan dan gagah Yunnie-ku~" Rayuu Jaejoong pada suaminya.

" Appa eomma hentikan bertingkah manja di depan kami, ini sungguh menyakitkan mata." Ledek Sehun pada orang tuanya.

" YA! Kau ini anak kurang ajar, jika kau iri pada kami temui Luhan dan bermanjalah padanya. Kau juga Jongin." Balas Yunho kesal.

" Aw.." Yunho meringis kesakitan, Jaejoong mencubit perut Yunho " Yunnie appa, kau tidak boleh mengajarkan otak mesummu itu pada Jongin dan Sehun, ANDWAE!"

" Haaaah~" Yunho mendesah sebelum berkata panjang lebar, " BooJae, mereka sudah remaja, wajar jika mereka ingin dimanjakan oleh pacarnya. Bukankah dulu kau juga begitu eoh? Kau selalu manja ingin dipeluk bahkan terkadang kau selalu memintaku menciummu sebelum kita berpisah di halte bus."

Jaejoong kembali mencubit perut sixpack Yunho " Jangan katakana itu di depan anak-anak, kau membuatku malu Yunnie."

" Aissssh, aku masuk ke kamar dulu. Silahkan appa dan eomma lanjutkan acara –nostalgia- bersama." Sehun jenuh jika harus melihat appa dan eommanya berlovey dovey bisa-bisa mereka seperti 2 tokoh dalam reality show perjodohan.

Saat Sehun mulai beranjak pergi dari ruang santai, Jongin dengan tenangnya memasukkan beberapa potong apel ke dalam mulutnya. Dia asyik menonton TV tanpa memperdulikan apa yang dilakukan pasangan YunJae, 'Haaah~ biarkanlah saja lah appa dan eomma bermesraan, toh sebentar lagi aku harus ke café.' Keluhnya dalam hati.

Sejenak Jongin menatap jam di tangannya, sudah pukul 4 sore. " Appa, eomma, aku pergi ke café dulu. Selamat bersenang-senang" pamit Jongin pada pasangan YunJae

Yunho yang sedang membelai pipi Jaejoong langsung membalas " Hati-hati dijalan."

.

.

.

.

.

.

Ting Tong. Setelah bel itu berbunyi tak lama kemudian seorang maid muncul dari balik pintu.

" Tuan muda Jongin?" sapa maid itu pada namja yang menekan bel. " Ne, apakah Kyungsoo berada dirumah?" balasnya.

" Ne, silahkan masuk Tuan. Saya akan memanggil nona muda." Setelah dipersilahkan masuk, Jongin segera duduk di sofa ruang tamu milik keluarga Do.

Sedangkan si maid, sudah berada di lantai 2 memberikan berita baik bagi nonanya. Setelah memasuki pintu kamar majikannya, dapat dia lihat nonanya telah siap untuk pergi ke sebuah acara –begitu pikirnya.

Kyungsoo bergegas menemui Jongin, dia tak ingin namja tan itu lama menunggunya. Hari ini mereka memang janjian untuk pergi ke café bersama. Bukan ada masalah atau apa, hanya ingin menikmati waktu berdua sambil menemani namjanya itu bekerja.

" Kau sudah lama menunggu Jonginnie?" pertanyaan Kyungsoo tak langsung dijawab oleh Jongin, dia terpana dengan pemandangan yang dilihatnya. Sungguh pahatan yang amat indah, Kyungsoo yang memakai one piece selutut berwarna krem tanpa lengan, menampilkan bahunya yang putih mulus, terlihat begitu cantik dimata Jongin.
" Jonginnie?" Kyungsoo yang merasa di acuhkan oleh namjanya mencoba untuk memanggilnya dan berhasil, panggilan itu menyadarkan Jongin dari fantasinya.

" Ah, ne . . ne. . kajja kita pergi sekarang."

.

.

.

.

.

.

Keduanya –Kaisoo- kini sudah duduk saling berhadap-hadapan. " Bagaimana menurutmu menu baru café ini?"

Meminta pendapat Kyungsoo tentang menu baru bukanlah tujuannya sebenarnya, hal itu hanya dia jadikan alasan agar dapat menikmati waktunya bersama Kyungsoo lebih banyak. Disaat liburan seperti ini Kyungsoo dan dia disibukkan dengan urusan masing-masing, wajar saja jika dia merindukan gadis pemilik bibir berbentuk hati.

" Mashittaa Jongin-ah, siapa yang membuar parfait ini? Aku suka." Jongin terkekeh mendengar penuturan gadisnya yang terkesan lucu itu. " Kau ingin tahu siapa yang membuatnya chagy?"

Kyungsoo mengangguk polos, " Kau akan percaya jika ku katakan aku lah yang membuatnya?"

Kyungsoo melotot menatap Jongin kaget " you're a liar Kim Jongin-sshi." Kata Kyungsoo tak percaya. " I'm not a liar baby, I said the parfait made by me its true baby Soo."

Kyungsoo terlihat membelalakkan matanya, " Jinjja Jonginnie?" Jongin mengangguk " Aku berdikusi dengan eomma, menu apa yg akan disediakan café untuk musim panas ini, setelah melakukan banyak eksperimen akhirnya kami berdua memutuskan untuk membuat parfait special."

Kyungsoo mengerti, " Nah, Jongin lain kali kau harus mengajariku, ne?" Jongin mengangguk mantap.

Setelah itu keduanya asyik dengan aktivitas masing-masing, Jongin sibuk meneliti kertas-kertas ditangannya yang entah apa Kyungsoo tak dapat memahaminya sedangkan Kyungsoo asyik sendiri dengan ponselnya. Keduanya masih bertahan dalam keadaan hingga akhirnya salah satu dari mereka menyerah dan mulai berbicara, " Kyung. ."

" Hn." Kyungsoo masih menatap layar ponselnya. Jongin tak mengeluarkan suaranya lagi, dia malah menatap gadis yang duduk dihadapannya dengan seksama, memperhatikan gerak-geriknya. Dia tak suka di acuhkan seperti ini oleh Kyungsoo, apalagi minggu-minggu ini mereka jarang sekali bertemu. 'ini menyebalkan' begitu pikir Jongin

Merasa namjanya –Jongin, tak bersuara lagi Kyungsoo mengalihkan pandangan pada Jongin. Obsidian Jongin dan Doe Kyungsoo bertemu(?), gulp Kyungsoo mendadak gugup. Dia tak yakin apakah sedari tadi Jongin memang menatapnya seperti itu? Dengan pengendalian diri yang baik Kyungsoo beranikan diri untuk bertanya, " Ada apa Jongin?"

" Kyung." Panggil Jongin " Ne?" jawab Kyungsoo, rasanya ini situasi yang aneh, tak biasanya Jongin seperti itu. Apa yang sedang dia pikirkannya Kyungsoo tak dapat membaca dari sorot matanya, Kyungsoo sempat menahan nafasnya takut-takut dia akan mendengar berita buruk dari Jongin.

" Lusa appa Jung mengajak kita makan malam bersama, bisakah kau datang ke acara itu?"

Kyungsoo bernafas lega, " Tentu saja chagy, aku akan datang. Bukankah ketika acara ulang tahunmu ahjusshi sedang berada di jejudo?" tanya Kyungsoo

" Ne appa Jung bertemu clientnya waktu itu. Kau harus tampil cantik chagy."

" Tentu saja chagy."

.

.

.

Kyungsoo duduk di meja riasnya, menyapukan beberapa blash-on berwarna soft pink di kedua pipi chubbynya. Tak perlu terlalu lama untuk merias wajahnya, dia memang lebih suka riasan yang simple dan natural. Toh, tanpa riasan tebal dan merepotkan Kyungsoo sudah terlihat begitu cantik dan menggoda.

Saat dia akan mengoleskan lips glos berwarna caramel ponsel diatas meja riasnya bergetar, menandakan sebuah pesan dikirim untuknya. Segera dia ambil ponselnya yang tadi bergetar, takut-takut itu pesan dari 'orang penting'.

From : My Jonginnie

"Chagy, aku akan menjemputmu 15 menit lagi. Kau sudah siap bukan? Jangan lupa pesanku tempo hari untuk berdandan yang cantik, Saranghae baby Soo."

Benar saja lihatlah, siapa nama pengirim pesan itu. Bukankah pesan itu dari orang penting yang memang memberikan informasi yang penting pula(?).

Kyungsoo pun tak ingin membuat namjachingunya menunggu, segera dia ketik pesan balasan untuk dia –Jongin.

To : My Jonginnie

" Hati-hati dijalan chagy. Kau akan terpesona denganku malam ini, hehe. Nado Saranghae, my pervert Jongin."

Sementara di kediaman Jung, seorang namja sedang terkekeh membaca pesan balasan yang bisa kita tebak itu adalah Kyungsoo.

" Kenapa kau senyum-senyum sendiri melihat layar ponselmu, Jongin?" tanya Yunho pada anak angkatnya.

" Anni appa, tidak apa-apa." Jongin masih tersenyum. " Dari Kyungsoo, ne?" tebak Yunho.

Jongin tampak malu-malu, " Ne appa." Kemudian tawa Yunho pecah begitu saja dan Jongin hanya sweetdrop dibuatnya.

" Kau ini, kenapa harus malu-malu kepadaku eoh? Apa dia menyebutmu namja mesum, nak?" TING TONG! Benar sekali tebakan seorang Jung Yunho ini, appanya itu bukan mantan cenayang ah anni maksudnya peramal atau semacamnya bukan?

Jongin menautkan kedua alisnya bingung, " Kenapa appa bisa tahu?" Yunho terkekeh " Appa pernah muda nak." Yunho kemudian berjalan meninggalkan Jongin begitu saja.

.

.

.

.

.

Mobil audy sport hitam itu sudah memasuki halaman rumah keluarga Jung, namun si pengendara terlihat tak sendirian. Setelah tadi pergi membawa kuda hitamnya itu sendirian meninggalkan istananya, saat dia kembali seorang wanita cantik telah duduk di samping si pengendara.

Kyungsoo berjalan turun dari audy sport hitam –milik Jongin. Dia terlihat manis dengan pakainannya –dress sepanjang selutut berwarna baby blue dengan pinta disamping pinggang kananya, dress tanpa lengan yang mengekspos sedikit bahu Kyungsoo dipadu wedges berwarna senada dengan kulitnya.

Mereka berdua –kaisoo berjalanan memasuki kediaman Jung yang disambut oleh Jaejoong yang berlari kecil saat mendengar pintu terbuka –tapi pada dasarnya kebetulan Jaejoong lewat deket-deket situ si.

" Annyeong Kyungie?" medekat pada Kyungsoo hingga kemudian dia memberikan pelukan hangat khas seorang ibu yang sudah lama tidak Kyungsoo rasakan.

Kyungsoo sempat terkejut eomma angkat Jongin akan memeluknya penuh kehangatan, sudah lama sekali Kyungsoo merasakan pelukan seorang eomma dan dengan senang hati Kyungsoo membalas pelukan Jaejoong.

" Annyeonghaseyo ahjumma." Jawab Kyungsoo gugup, " apakah kau baik-baik saja nak?" Jaejoong melepaskan pelukannya.

" Aku baik-baik saja ahjumma, bagaimana kabar ahjumma sendiri?" tanya Kyungsoo " Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja bukan. Kyungie, kau seharusnya memanggilku eomma. Biasakan itu, arra?" perintah Jaejoong.

Kyungsoo terkejut, tidak apakah dia seperti itu, tak masalah kah, " bolehkah ahju. ." Jaejoong memotong perkataan Kyungsoo " Eomma Kyungie, tentu saja aku mengijinkan."

" Eheem.. maaf menganggu acara eomma, tapi sebaiknya kita lanjutkan di dalam saja ne?" Jongin menengahi situasi haru mengharukan ini. Ya sebenarnya Jongin tidak ingin Kyungsoo menanyakan kenapa dia boleh memanggil Jaejoong dengan sebutan 'eomma', meski dia tidak tahu apakah Kyungsoo akan menanyakannya atau tidak, hanya untuk berjaga-jaga saja.

Jongin sudah menceritakan masalah Kyungsoo dan eommanya pada Jaejoong dan reaksi Jaejoong begitu mengejutkan, dia benar-benar bersimpati pada Kyungsoo. Sebelum Jongin menceritakan masalah itupun Jaejoong sudah menyayangi Kyungsoo.

.

.

.

.

.

Semua anggota keluarga Jung sudah berkumpul di meja makan bersama dengan Kyungsoo, namun mereka belum menyentuh makanan yang di hidangkan secara special oleh Nyoya Jung itu. Mereka terlihat sedang menunggu seseorang yang diketahui adalah seorang kepala keluarga Jung –Yunho.

" Kenapa appa belum turun eomma?" tanya Sehun pada eommanya " Hah~ appamu memang begitu sudah membuat janji makan malam bersama Kyungsoo, 2 jam yang lalu dia malah pergi kerumah sakit karena lupa pada jadwal operasinya." Keluh Jaejoong tentang suaminya yang terkadang suka bersikap semena-mena dan pabbo itu.

" Kau menjelekkanku di depan BooJae?" seru Yunho pada istrinya. Jaejoong terkejut " Salahmu sendiri melupakan jadwal operasi -_-"

Yunho terkekeh, " Mianhae, baiklah karena aku sudah disini bagaimana kalo kita mulai makan sambil mengobrol." Yunho menambahkan kalimatnya " Ah sebentar , sebelumnya kau kenalkan yeojachingumu Jongin."

Jongin yang merasa diperintah oleh appanya dengan segera mengenalkan Kyungsoo, " Perkenalkan appa dia adalah yeojachinguku, Kyungsoo dan Kyungsoo ini adalah appaku sekarang."

" Annyeonghaseyo, choneun Do Kyungsoo Imnida." Kyungsoo memperkenalkan diri

" Annyeonghaseyo Kyungsoo, seperti yang Jongin katakan aku adalah ayah namjachingumu, Jung Yunho. Nah silahkan kau nikmati hidangan ini, jangan sungkan sungkan."

" Ne, ahjusshi khamssahammida."

Mereka mulai menyantap hidangan special ala Jung Jaejoong yang terkenal enak, terlihat sekali mereka begitu menikmatinya. Di iringi dengan candaan dan keramaian saat makan, itulah yang mereka berdua –Kaisoo jarang rasakan.

" Kau belum pernah memancing bersama ayahmu?" tanya Yunho

" Belum pernah ahjusshi, ayah terlalu sibuk hanya untuk mengajakku pergi ke sebuah taman." Jawab Kyungsoo sedih.

" Aku mengerti nak, mungkin ayahmu benar-benar sibuk. Kau bisa ikut dengan kami memancing jika kau mau, tak usah bersedih." Hibur Yunho

" Benar Kyung, semakin banyak orang semakin ramai bukan. Disamping itu aku bisa mengajak Luhan." Tambah Sehun

" Khamssahamnida ahjusshi, Sehun-ah."

" Apa pekerjaan ayahmu Kyung sampai-sampai jarang sekali berlibur denganmu?" tanya Jaejoong penasaran.
" Ap. . .appa pemilik Do Corp ahjumma." Jawab Kyungsoo gugup

Jaejoong tampak terkejut, " Perusahaan mobil itu, nak?"

" Ne ahjumma."

.

.

.

.

.

Ke esokkan harinya setelah acara makan malam, Yunho memanggil Sehun ke dalam ruang kerjanya. Tidak biasanya appanya itu memanggilnya dipagi hari membicarakan sesuatu yang menurutnya pastilah penting, tapi dia sendiri tidak tahu apa yang akan ayahnya bicarakan padanya.

.

.

.

.

.

To Be Continue

Apa yang akan Yunho bicarakan dengan anaknya Sehun? Apakah itu hal yang serius? Akan mengarah pada apakah pembicaraan mereka?

Ini belum 3 minggu kan?
Maaf pembaca sekalian, aku udah bikin chapter 9 tapi kok rasanya kepanjangan ya, jadi mau gak mau aku potong sampe disini, trus untuk chapter 10nya mungkin 5 hari setelah ini ya? Sabar ya yang masih mau menunggu chapter selanjutnya. Ada kemungkinan mulai chapter ini akan banyak Kaisoo moment, dan alurnya mulai diperlambat (soalnya ada yang bilang alurnya kecepetan). Terus itu chapter-chapter sebelumnya kan banyak side story, aku hanya ingin memenuhi rasa penasaran readers dengan pairing yang lain, jadi aku kasih bonus plus plus. Wkwk