At Miracle Café
Keduanya sudah duduk saling berhadap-hadapan, kedua memang akan berbincang-bincang. Mereka terlihat tersenyum dan tertawa bersama. Bukankah keduanya adalah Sehun dan Appanya? Bukan bukan, coba kalian lihat siapa yang tangah duduk di rooftop café.
Dua yeoja, satu bermata doe dan yang satu bermata rusa. Mereka –HanSoo, tengah mengobrol ringan di café itu, mereka sengaja berjanji bertemu jadi di sinilah mereka sekarang.
" Kyungie, mianhae aku tidak ikut makan malam waktu itu. Kenapa waktunya tepat sekali dengan acara keluargaku." Desah Luhan
" Gwenchana Lu, aku merasa tenang saat tahu kau di ajak tapi begitu Sehun mengatakan kau tidak datang karena acara keluarga, aku benar-benar gugup." Jawab Kyungsoo
" Mian ne? Nah, ceritakan padaku ayo ceritakan bagaimana makan malammu berjalan?"
" Haaah~. ." Kyungsoo menghembuskan nafas panjangnya " Kau tahu, aku benar-benar gugup saat itu tapi melihat Jaejoong ahjumma begitu menyambutku saat aku datang, aku merasa lebih percaya diri."
" Jaejoong ahjumma memang baik hati, apalagi masakannya. Benar kan Kyungie?" ucap Luhan semangat
" Aaah. . benar Lu, aku ingin belajar memasak bersama Jae ahjumma."
" Oh, aku pernah meminta Jae ahjumma mengajariku memasak. Bagaimana kalo kita memasak bersama dengan Jae ahjumma. Hitung-hitung pendekatan dengan mertua, Kyung." Kekeh Luhan
Kyungsoo pun tersenyum mendengar kata 'mertua' rasanya ini sangat memalukan, bukankah itu masih lama? Memangnya mereka akan segera menikah, tapi kata-kata Luhan sukses membuat rona merah mengisi wajah Kyungsoo dan dia menikmatinya dengan perasaan suka.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sehun sudah berdiri di depan pintu berwarna coklat yang dia tahu itu adalah ruangan kerja ayahnya. Dia sudah mengetuk pintu dan masuk begitu saja. Melihat ayahnya masih berkutat pada lembaran-lembaran kertas di mejanya dia putuskan untuk menunggu ayahnya.
Duduk disebuah sofa berwarna coklat dalam ruang kerja ayahnya bukanlah ide buruk, apalagi diatas meja ada beberapa potong brownies buatan eommanya. Setelah memasukkan 2 potong brownies kedalam perutnya, dia melihat appanya baru saja beranjak dari meja kerjanya berjalan menuju sofa dan mendudukkan dirinya di hadapan Sehun.
Yunho masih belum mengatakan sepatah kata pun, sebelum bicara dia ingin menikmati brownies buatan istrinya dipadukan dengan green darjeeling tea. Setelah cukup puas dengan brownies dan tehnya, akhirnya Yunho berbicara juga.
" Apakah Jongin sudah berangkat?" tanya Yunho
" Dia sudah berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali appa." Jawab Sehun
Mereka terdiam untuk beberap saat, " Sebenarnya appa ingin membicarakan apa?" tanya Sehun penasaran.
" Ini masalah Jongin dan kekasihnya, Sehun-ah." Jawab Yunho datar
" Maksud appa Jongin dan Kyungsoo?"
" Iya, appa tidak tahu jika Kyungsoo adalah anaknya." Ucap Yunho
" Anaknya? Maksud appa? Ayolah appa, jelaskan semuanya." Desak Sehun
" Baiklah appa akan menceritakan segalanya, dengarkan dengan baik." Sehun masih menunggu appanya melanjutkan kata-katanya.
" Kau tahu bukan kedua orang tua Jongin, Mendiang Siwon dan Sungmin. Dulu aku dan Siwon berteman sedangkan ibumu berteman dengan Sungmin. Kami ini senior ibumu dan Sungmin, Siwon jatuh cinta pada Sungmin dan appa jatuh cinta pada eomma mu. Setelah kami menikah, kami jarang bertemu karena kesibukkan kami masing-masing, yang kudengar Siwon membangun usahanya bersama seorang temannya atau Seniornya appa kurang paham mengenai hal itu. Hingga kau tahu bukan Sehun, kabar buruk menimpa keluarga Jongin dan bencana semakin berlanjut setelah mereka mendapat kabar bahwa perusahaan ayahnya telah dicuri oleh temannya." Yunho memberi jeda pada ceritanya.
" Setelah mengetahui kabar itu appa mencoba mencari informasi mengenai perusahaan yang dibangun Siwon. Appa yakin appa appa mengetahui siapa orang yang telah merebut perusahaan Siwon, dia adalah. ." Sekali lagi Yunho memberi jeda pada ucapannya rasanya berat sekali mengatakan ini " dia adalah ayah Kyungsoo." –di garis bawahi AYAH KYUNGSOO.
Sehun terkejut mendengar cerita ayahnya, rasanya dia tidak ingin percaya. Keduanya adalah sahabatnya, mana mungkin hal seperti dapat terjadi pada mereka yang saling mencintai.
" Apa yang appa ceritakan itu benar? Appa tidak bohong kan?"
" Appa, mengetahui bahwa nama pemilik perusahaan yang dibangun siwon adalah Do Kangta. Perusahaan yang dibangun Siwon dulu telah menjadi perusahaan mobil yang terkenal di Negara kita, tentu saja appa mengetahui hal itu dan semalam Kyungsoo mengatakan bahwa appanya adalah pemilik Do Corp. Itu cukup menjelaskan hubungan apa yang mereka miliki." Geram Yunho
Sehun mencerna dengan baik apa yang dikatakan Yunho. Do Kangta Do Kyungsoo, mereka sama-sama bermarga Do, Sehun tahu Kyungsoo adalah anak dari pemilik Do Corp. Cerita appanya menjelaskan segalanya, tapi bukan itu masalahnya sekarang. Dia memikirkan bagaimana jika Jongin saudara angkatnya itu mengetahui kebenaran ini, dia tidak dapat membayangkan akan seperti apa jadinya.
" Appa, aku tidak tahu harus mengatakan apa pada Jongin. Dia pasti akan sangat bersedih, apakah kita juga harus memberitahunya?" tanya Sehun
" Kau jangan mengatakan apapun pada Jongin, appa belum memikirkan apakah appa akan mengatakannya pada Jongin. Appa tidak ingin Jongin bertambah sedih."
" Baiklah appa, aku juga tak akan sanggup mengatakan hal ini pada Jongin."
Mereka melanjutkan kembali perbincangan mereka mengenai Kaisoo, namun di balik celah pintu. Seseorang telah mendengarkan apa yang mereka katakan, semua dan benar-benar jelas. Dia terkejut, itu sudah pasti dia berdiri mematung di depan pintu berwarna coklat kayu, dia –Kim Jongin, harus mendengar tanpa sengaja pembicaraan antara appa dan saudara angkatnya. Dia harus menelan kekecewaan yang begitu dalam saat mendengar semua kenyataan pahit ini.
Seakan tidak ingin percaya dengan apa yang telinganya tangkap, dia segera beranjak menjauh dari pintu yang dianggapnya neraka itu. Bukan orang-orang didalamnya yang dia anggap neraka, tapi topic pembicaraan yang menyakitkan itulah yang di anggapnya NERAKA.
.
.
.
.
.
Hari ini mereka sepakat untuk berangkat berlibur, semuanya sudah berkumpul di bandara incheon. Tunggu, kenapa di bandara? Tentu saja mereka membutuhkan pesawat untuk sampai ke tujuan berlibur mereka.
Hawaii, kesanalah mereka semua akan berlibur. Mereka semua sudah berkumpul, namun pasangan itu –Kaisoo, belum juga menampakkan batang hidungnya. Entah apa yang mereka lakukan, beberapa saat yang lalu Jongin mengiriminya pesan singkat. Dia mengatakan jika 5 menit lagi mereka akan tiba di bandara, tapi nyatanya ini sudah 15 menit.
Setelah menunggu hampir 20 menit –yang untung saja pesawat mereka belum lepas landas karena ditundanya waktu penerbangan, akhirnya mereka yang telah menunggu dapat melihat pasangan Kaisoo berlari mendekat.
Dengan nafas masih terengah-engah Jongin berkata " Mian aku telat, tadi Kyungsoo melupakan boneka poporonya. Mau tak mau aku harus kembali."
" Gwenchana, lagi pula kita tidak terlambat. Pesawat kita ditunda keberangkatannya, mungkin kita harus menunggu 10 menit lagi." Jongdae menenangkan suasana yang sempat memanas karena keterlambatan pasangan Kaisoo.
" Haaah~ Mungkin Tuhan memberkati kalian, jarang sekali hal seperti ini terjadi." Sindir Baekhyun, Luhanpun ikut menambahkan " Sepertinya Tuhan tahu kesulitan apa yang mereka hadapi Baekhie, maka dari mereka pertolongan-Nya."
Apakah benar kami di berkati Tuhan, hubungan ini, aku dan dia. Jika itu adalah kenyataan pasti akan menyenangkan, rasanya aku ingin melupakan apa yang ku dengar waktu itu. Semakin aku memikirkannya, semakin aku tak tahu harus berbuat apa.
.
.
.
.
Setelah perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan mereka telah tiba di sebuah resort yang mereka sewa. Lebih menyenangkan menyewa sebuah resort untuk acara liburan bersama seperti ini, apalagi tempat yang mereka sewa dekat sekali dengan pantai Waikiki.
Waikiki adalah nama sebuah kawasan di Honolulu, Hawaii. Letak tempat ini berada di sebelah selatan pulau Ohau dengan pemandangan alam yang luar biasa dan menakjubkan, tempat ini bagai surga dunia. Tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu liburan bersama orang yang disayang.
" Wah, indah sekali pemandangan laut disini. Benar-benar menakjubkan." Puji Baekhyun
" Kita tidak salah memutuskan liburan kemari, ide Sehun itu boleh juga. Aku tidak menyangka tempatnya akan sebagus ini, apalagi kita mendapatkan resort dekat dengan pantai." Xiumin ikut memuji karya Tuhan di pulau Hawaii
" Benar, setelah kita membuka jendela kamar, kita dihadapkan langsung dengan pemandangan pantai yang luar biasa. Menakjubkan!" Girang Luhan.
Resort yang mereka sewa merupakan bangunan dari kayu bergaya
Mereka kini berdiri di depan balkon kamar mereka, kamar dilantai 2 ini cukup memanjakan mata mereka dengan pemandangan alamnya. Para yeoja sengaja memilih lantai atas untuk kamar mereka, setiap kamar memuat 2 orang dengan balkon yang menghubungkan 2 kamar itu.
Pintu untuk menuju balkon, merupakan pintu kaca geser dengan tirai full berwarna soft brown. Di dalam kamar itu terdapat tempat tidur berukuran king size, di depan tempat tidur ada sebuah tv berukuran cukup besar dan disebelahnya terdapat meja rias yang tidak dapat dikatakan kecil. kamar mandi berada di dalam kamar lengkap dengan bathub dan shower.
Kamar pertama ditempati oleh Kyungsoo dan Baekhyun, sebelah kamar mereka adalah kamar Luhan dan Xiumin. Di depan kamar mereka, ada beberapa sofa dan televise serta sebuah refrigator berukuran sedang.
" Aku setuju dengan kalian semua tapi aku tidak bisa menikmati pemandangan ini dengan perut kosong." Ucap Baekhyun dengan sedihnya
" Kau lapar Baekhie." Tanya Kyungsoo
Baekhyun mengangguk " Ne Kyung, aku lapar. Apakah tidak ada makanan di resort ini? Ah, aku ingin makan kimbap."
" Hmm, baiklah aku akan memasak beberapa menu. Aku akan belanja dulu, saat perjalan menuju resort aku melihat toko swalayan di ujung jalan sana." Kyungsoo segera mengambil dompetnya
" Kau tidak lelah Kyung, bukankah kita baru sampai? Biarkan saja Baekhyun, kita bisa makan di restoran hotel Kyung. Kau istirahat saja." Cegah Xiumin
" Gwenchana Xiu, selama perjalanan aku tidur jadi aku tidak merasa lelah. Lagipula, para namja pasti lelah dan lapar. Mungkin mereka takkan sanggup berjalan menuju hotel."
" Baiklah Kyung, jika itu maumu. Maaf merepotkanmu dan maaf aku tak bisa menemani, aku masih lelah." Ucap Xiumin
" Tenang saja, kalian istirahat saja, aku bisa sendiri jangan khawatir."
Kyungsoo berjalan keluar dari kamarnya berjalan menuruni tangga. Disebelah tangga ada 2 kamar yang dapat kita tebak itu adalah kamar para namja. Tepat disamping tangga adalah kamar Jongin dan Sehun disebelahnya kamar Jongdae dan Chanyeol.
Saat Kyungsoo mencapai anak tangga terakhir, pintu kamar itu terbuka, memperlihatkan sosok seorang namja tinggi bertubuh atletis, dengan mata obsidiannya meliihat sosok seorang yeoja berdiri dengan begitu terkejutnya.
" Oh gamchagya!" kaget Kyungsoo
" Aigoo, Kyung kenapa kau kaget begitu melihatnya oh?" Sehun yang berdiri dibelakang Jongin.
" Ah . . mian.." Kyungsoo memberi jeda pada ucapannya " ta. .tadi aku melamun."
Jongin diam tak mengatakan sepatah katakapun, namun namja albino yang berdiri tepat dibelakangnya mengeluarkan kicauannya " Apa yang kau lamunkan Kyungsoo, apakah kau khawatir malam ini Jongin akan memakanmu?"
" Ann . ." Kyungsoo hendak menyangkal perkataan Sehun namun ucapannya terpotong karena
" Aaaww! YAA KIM JONGIN APA YANG KAU LAKUKAH HAH?!" Sehun kesal pada Jongin karena kakinya ditendang.
" Kau jangan asal bicara albino!" kata Jongin datar, Sehun tak menghiraukan perkataan Jongin, dia masih mengusap tulang keringnya yang terasa sakit karena tendangan Jongin. " Kau mau kemana Kyung?" tanya Jongin
" Aku akan pergi belanjan dan menyiapkan makan malam untuk kita." Jawab Kyungsoo
" Ah, kau akan membuatkan kami beberapa makanan Kyung? Kebetulan sekali, sebenarnya aku dan Jongin malas pergi makan ke Restoran karena masih lelah. Ketika aku mengajak Luhan, dia malah menolak, padahal aku kelaparan Kyung." Ucap Sehun panjang lebar.
Kyungsoo hanya mengangguk mendengar penuturan panjang Sehun.
" Ayo aku temani belanja, aku juga akan membeli beberapa keperluan." Kata Jongin, " Baiklah. ."
" Hun-ah, kami pergi dulu. Kau jangan lupa memesan mobil untuk kita." Ucap Jongin pada saudara angkatnya.
.
.
.
.
.
.
Jongin berdiri dengan tangan kanan Jongin menenteng sebuah keranjang belanjaan, sedangkan Kyungsoo berdiri disampingnya sedang memilih beberapa bahan untuk membuat spaghetti kimchi.
Kyungsoo terlihat teliti dalam memilih setiap bahan, dia sudah terbiasa belanja seperti ini. Tidak heran jika dia membutuhkan waktu yang tidak bisa dibilang hanya untuk memilih beberapa tomat.
" Kau mau memasak apa Kyung?" tanya Jongin
Kyungsoo menoleh pada Jongin, " Spaghetti kimchi, apa kau suka Jongin?"
" Spaghetti kimchi?" Jongin mengernyitkan dahinya, sedikit bingung mungkin. " Apakah kita akan membuat kimchi terlebih dahulu?"
" Tidak akan cukup waktunya Jongin, aku membawa kimchi dari Korea. Maid dirumahku yang membuatkan untukku."
Jongin mengangguk mengerti, setelah percakapan singkat itu mereka melanjutkan memilih beberapa bahan masakan dan kebutuhan tambahan selama tinggal di Hawaii.
Dalam perjalanan menuju resort, mereka tidak berniat membuka topic pembicaraan. Mereka kalut dalam pikiran masing-masing. Kebisuan dan rasa canggung itu berlanjut hingga mereka berada di meja makan.
" Masakan Kyungsoo memang luar biasa, aahh~ enaknyaaaa. ." seru Chanyeol.
Baekhyun mengangguk, " Ne oppa, Kyungsoo pandai sekali memasak."
" Rasanya ada yang aneh." Ucap sehun tiba-tiba.
" Aneh?" –Chen, " Apanya?" –Chanyeol, " Apanya Hunnie yang aneh?" –Luhan, " Ini lezat Sehun-ah!" –Xiumin, " Bukan masakan ini." Jawab Sehun
" Kalian berdua." Tunjuk Sehun pada yeoja dan namja di depannya.
" Jongin?" seru Chen dan Chanyeol dan para yeoja " Kyungsoo?"
Kaisoo menghiraukan ucapan Sehun, " Apakah kalian bertengkar?" tanya Sehun khawatir.
Mereka masih diam untuk beberapa saat, hingga akhirnya Jongin pun berbicara. " Aku dan Kyungsoo baik-baik saja. Kau jangan membuat yang lain salah paham albino!" ucap Jongin sakartik.
Kyungsoo ikut menambahkan, " Kau jangan sok tahu Sehun!"
Setelah itu suasana kembali seperti semula keceriaan, kegembiraan, dan tawa mengisi ruangan itu. Namun, tidak untuk Kyungsoo dan Jongin. Mereka masih menutupi semua ke kalutan dam pikiran mereka masing-masing.
Kyungsoo merasakan kebahagiaan yang dia cari setelah bertemu dengan Jongin. Luka yang ibunya torehkan pada hati kecil itu meninggalkan luka yang dalam dan sulit untuk sembuh, tapi begitu dia bertemu dengan Jongin sedikit demi sedikit luka itu tertutupi oleh kebahagiaan yang Jongin berikan.
Namun, beberapa hari ini sikap Jongin telah berubah padanya. Dia lebih banyak diam dan selalu meyibukkan diri dengan latihan dancenya, terkesan semua yang dia lakukan secara mendadak ini adalah sebuah kesengajaan. Semua sikap yang datang tiba-tiba cukup membuat Kyungsoo resah dan bingung, meski tadi dia mendengar Jongin mengatakan hubungan kami baik-baik saja tapi rasanya itu berbanding tebalik dengan kenyataan yang ada.
Seorang Jung Sehun saja dapat menyadari perubahan gerak-gerik pasangan Kaisoo, bukankah itu menandakan bahwa hubungan mereka benar-benar terlihat sedang terterpa badai. Satu hal yang membuat Sehun semakin geram dengan saudara angkatnya itu adalah . . .
.
.
.
.
.
Flashback On
" Jongin-ah, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Kyungsoo saat kalian pergi ke supermarket?."
" tidak terjadi apa-apa Sehun." Jawab Jongin datar
" YA! Kau tidak berbohong padaku pabbo!"
" Untuk apa auku berbohong padamu, tak ada gunanya."
" Ayolaah Jongin-ah, kenapa kau tidak ceritakan saja apa masalahmu?"
" Tidak ada yang harus kuceritakan karena memang tidak terjadi apa-apa."
" Tapi kau seperti orang yang tertimpa masalah, tertulis jelas di jidatmu itu."
" Kau jangan asal bicara, albino! Jidatku tidak selebar Park Ahjusshi !"
" Kau ini, aku juga tidak mengatakan jidatmu lebar kkamjong!"
" Sudahlah aku lelah, aku tidur dulu."
" Yaa! Jongin! Haaah~ dasar tukang tidur kau itu." Jongin tak membalas perkataan Sehun, dia tidur membelakangi Sehun dan berpura-pura memejamkan mata.
" Jongin-ah, kau mengerti bukan aku mengenalmu bukan sehari, dua hari. Jika kau ingin berbagi kesedihanmu, katakan saja padaku. Oke?"
" Aku bukan lelaki yang membutuhkan orang sepertimu untuk menghiburku, pabbo! Aku masih normal!"
" YA! Kau ini ! Sudahlah, aku tidur saja." Jawab Sehun
Padahal Sehun ingin tau apa yang terjadi pada Jongin tapi tetap saja dia belum tahu apa-apa.
Flashback Off
.
.
.
.
.
.
Di dalam kamar, Baekhyun sempat menanyakan beberapa hal pada Kyungsoo.
" Kyung, benarkah hubunganmu baik-baik saja dengan Jongin?" Kyungsoo masih terdiam tidak mengatakan apa-apa. Dia masih sibuk dengan buku tebal ditangannya.
" Kyung, ceritakan padaku. Itu akan membuatmu lebih baik, daripada kau berusaha menutupi tapi terlihat jelas, dan kau tau aku tidak seperti Sehun yang bertanya ditempat yang salah."
Baekhyun sudah duduk disamping Kyungsoo, seperti menunggu Kyungsoo untuk menumoahkan segalanya. Seperti dugaannya tiba-tiba dia mendengar Kyungsoo suara isakan Kyungsoo, Baekhyun segera mendekap Kyungsoo. Dia begitu sayang pada sahabatnya itu, tidak tega rasanya melihat Kyungsoo bersedih.
" Tenanglah Kyung, coba ceritakan padaku apa yang terjadi." Bujuk Baekhyun
" Hik . .Hik . ." Kyungsoo mencoba menenangkan dirinya, dia atur nafasnya dan berusaha tegar.
" Darimana aku memulai ceritaku Baekhie?" tanya Kyungsoo " Dari awal, ceritakan semua Kyung."
" Awalnya hubunganku da Jongin baik-baik saja, kami memang jarang bertemu, tapi kami tidak pernah sekalipun bertengkar atau berselisih. Namun sejak aku makan malam dirumahnya dan bertemu Jung ahjusshi, dia tiba-tiba berubah menjadi lebih diam dan selalu menghindar untuk bertemu denganku. Aku tak tahu alasannya, sempat aku bertanya padanya dia hanya mengatakan sesuatu yang aku tidak mengerti." Sebelum Kyungsoo melanjutkan ceritanya dengan segera Baekhyun memotong " Apa yang Jongin katakan?"
" Ah, aku sedikit lupa, apa ya? Emm . . darah AH! Kenapa harus kalian, bahkan kupikir memang kau tak bersalah, tapi darah dalam dirimu."
" Darah dalam dirimu? Ah, apa maksudnya sih! Lantas bagaimana setelahnya?" ucap Baekhyun
" Dia masih seperti itu, meski terlihat perhatiaan tapi dia tidak sepenuhnya memperhatikanku Baek. Dia lebih banyak diam dan terlalu sering dia menghindar bertemu denganku. Sebelum kita berangkat berlibur, aku sempat mendengar ada seorang yeoja cantik yang berusaha mendekati Jongin. Yeoja itu patnernya dalam dance pasangan, aku tidak tahu apakah Jongin jatuh hati padanya." Ucap Kyungsoo sedih
" Gosip hanyalah gossip, sebaiknya kau gunakan kesempatan liburan kita untuk bicara dengan Jongin, aku akan membantumu xD. Sekarang bagaimana kalau kita pergi tidur tak baik memberikan aura negative sebelum tidur. Percayalah, hubunganmu dengan Jongin akan segera membaik."
" Gomawo Baekhie, aku harap begitu. Aku benar-benar merindukan Jongin yang selalu menyayangiku."
.
.
.
.
.
.
" Jongin kau benar tidak ikut dengan kami?" tanya Chen pada Jongin yang sedang memakan sandwichnya di sofa.
" Bukankah kompetisi selancar ini diadakan hanya di musim panas? Sebuah kebetulan yang menyenangkan bukan? Kita dapat melihat kompetisi selancar di Hawaii." Seru Chanyeol bersemangat
" Jongin, bukankah kau yang paling semangat untuk berselancar di Hawaii. Kenapa sekarang kau malah tidak ikut hah!" ucap Sehun geram
" Eh, kau tidak ikut?" ucap Chanyeol innocent
Plaak! Satu pukulan tepat mengenai Chanyeol " Ya hyung, kenapa kau memukulku. Apa salahku hyung?"
Chen tidak menghiraukan Chanyeol, dia kembali menatap Jongin. " Kau ada masalah anak muda? Katakan saja, disini hanya ada para namja."
" Eh kau ada masalah Jongin? Masalah apa?" potong Chanyeol begitu saja –dia tidak bisa membaca suasanakah? -_-"
Karena tindakan bodohnya dia mendapatkan 1 pukulan lagi dari Chen, " Hyuuung!"
" Kau ini tidak bisa membaca suasana." –baik, ingatkan Chanyeol untuk belajar membaca suasana dan ingatkan Chanyeol untuk memakai Helm -_-
" Tidak, aku baik-baik saja hanya merasa lelah perjalanan. Kalian pergi saja, jangan khawatirkan aku."
" Ayolah Jongin, wajahmu itu mengatakan bahwa kau sebenarnya ingin ikut tapi ada beberapa hal yang mengganjal. Ya, jika kau memang tidak ingin menceritakan masalahmu tak apa." Ucap Chen
" Lupakan masalahmu selama kita berlibur. Bukankah ini kesempatan yang bagus? Kau mendapatkan masalah di Seoul dan sekarang kebahagiaan menantimu di Hawaii, jadi sementara waktu lupakan Seoul dan masalah. Mari kita bersenang-senang!" ucap Chanyeol semangat
" Ya ada benarnya juga ucapan dongsaengku itu. Jadi apa yang akan kau lakukan?" tanya Chen pada Jongin. " Baiklah, ayo kita bersenang-senang!" putus Jongin.
.
.
.
.
.
Para namja sudah siap diruang tamu, menunggu para yeoja yang sejak 30 menit yang lalu belum juga mempersiapkan diri.
" Hun-ah, kau ini kenapa menyewa 4 mobil ha? Kau ini suka sekali menghambur-hamburkan uang sesukamu!" tegur Jongin.
" Jongin-ah, ini hanya demi kenyamanan kita semua. Bukankah ini liburan, jadi tak ada salahnya kita memikirkan kenyamanan." Jawab Sehun datar
" Haah~ terserah kau saja."
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya para yeoja menuruni tangga satu persatu. Dengan pakaian musim panas yang minim dan dengan mudah beberapa bagian tubuh mereka lolos terekspos membuat para namja melupakan rasa jengkel karena menunggu terlalu lama.
One piece dengan warna soft dengan panjang bawahan yang berkibar setengah paha, jangan lupakan jika ada angin nakal yang menerpa sekarang mungkin one piece itu sudah tersingkap ke atas mempertontonkan apa yang ada di dalamnya. Para yeoja memang pandai mengambil hati para namja.
Mereka sudah memasuki mobil sport sewaan mereka masing-masing, duduk di dalam mobil sport ditemani yeoja cantik disampingnya, dan mereka dihadapkan pemandangan alam yang luar biasa indah. Bukankah ini liburan yang sempurna? Jadi kenapa harus memikirkan masalah yang dapat merusak dan menggangu liburan, sebaiknya kita nikmati saja apa yang ada di depan dan disamping kita –upps!
" Kyung, nanti aku akan ikut kompetisi berselancar. Tak apa kan?" ucap Jongin pada Kyungsoo yang duduk disampingnya.
Kenapa tiba-tiba seorang Kim Jongin berbaik hati pada Do Kyungsoo, garis bawahi Do Kyungsoo. Meski dia itu yeojachingunya tapi lihat bukan sikapnya kemarin. Dia bersikap dingin dan acuh, namun sekarang dia bersikap manis seolah tidak terjadi apa-apa kemarin. Itu membingungkan Kyungsoo.
Tadinya Kyungsoo akan menggunakan kesempatan berduaan di dalam mobil untuk membicarakan perubahan sikapnya yang bertolak belakang, tapi sekarang entah setan apa yang telah merasuki tubuh Jongin. Demi apapun, dia benar-benar kembali menjadi namja yang ramah.
" Ne, gwenchana chagy." Jongin mengangguk mengerti kemudian dia mencari-cari –entah apa pada layar pemutar music dalam mobil.
" Kau suka aku lagu ini bukan?" tanyanya lagi " Ne, Jonginnie." Padahal Kyungsoo belum memberikan jawaban tapi lagu itu sudah diputar tepat sebelum Kyungsoo berbicara. –Lantas untuk apa dia bertanya (-_-)"
" Nanti kau akan mengganti pakaianmu dengan baju renang Kyung?" tanya Kyungsoo tiba-tiba setelah pembicaraan mengenai selancar dan lagu.
" Ne Jonginnie, waeyo?" Kyungsoo menatap Jongin, " Apakah pakaian renangmu itu, ehm terbuka?"
" Terbuka?" tanya Kyungsoo tak mengerti, dia masih menatap Jongin " Ya, terbuka menampilkan bagian tubuhmu itu." Jawab Jongin malu-malu, wajahnya hampir terlihat merah beruntung kulit hitamnya dapat menutupi semburat merah diwajahnya.
" Jonginnie, sejak kapan pakaian renang itu menutupi seluruh tubuhmu?" Jongin mendesah panjang kemudian tertawa " Benar, aku kira kau akan menggunakan bajumu itu untuk berenang. Syukurlah kau membawa pakainan renang." Kyugsoo ikut tersenyum dengan candaan Jongin yang terkesan garing.
Sebenarnya bukan itu maksud Jongin. Dia ingin bertanya apakah Kyungsoo memakai bikini yang terlihat sexy tapi hal itu urung dia tanyakan, kesannya dia seperti namja yadong yang akan menerkam yeojachingunya.
Lantas akan seperti apa kompetisi selancar yang di ikuti Jongin? Apakah Kyungsoo akan memakai bikini? Akankah Jongin sanggup menahan segala yang bergejolak di dalam hatinya? Apakah hubungan mereka akan tetap baik-baik saja setelah mereka kembali ke Seoul?
Maaf mungkin chapter depan update lama karena mau pergi keluar kota TT, trus kayanya ini lebih dari 5 hari maaf habis sakit TT. Maaf gak bisa balas review karena langsung update TT. Maaf kalo disini ceritanya makin gaje dan banyak typos TT. Terimakasih review, dukungan dan doanya XD
Hug and Kiss
Yukasa Kisaragi
Mind to Reviews? –Lanjut atau tidaknya FF ini tergantung Reviews para readers, Terimakasih XD
