PERINGATAN!

BAGI READERS DIBAWAH 17 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN KISSING HARAP DILEWATI SAJA.

BAGI READERS DIBAWAH 21 TAHUN, JIKA MENEMUKAN ADEGAN MELEBIHI KISSING DAN MENJURUS KE HAL YANG HIL HARAP SEGERA MELEWATINYA SAJA.

BAGI READERS YANG BANDEL TETEP KEKEH MAU BACA AJA PADAHAL UDAH DI INGETIN, TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA! -_-

.

Biar aman, Rate : T to M

.

.

^^ Happy Reading ^^

Chapter 10

Jongin sudah menggantikan pakaiannya dengan celana pantai tanpa atasan dan memegang selancar ditangan kanannya. Dia sudah bersiap untuk perlombaan selancar, dia sudah memutuskan untuk tidak memikirkan dulu masalahnya dengan Kyungsoo. Jika memang nantinya mereka berpisah atau tidak, tapi kenangan indah tetap terukir dalam ingatan mereka masing-masing.

Jongin jelas menyayangi Kyungsoo, dia adalah gadis pertama yang menjadi kekasihnya. Sebenarnya ada gadis lain yang dulunya pernah mengisi hati Jongin, ya dulu ketika dia masih anak-anak. Dia bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang menangis sendirian di sebuah taman. Dia tak mengenal gadis kecil itu, bahkan tak pernah melihatnya tapi dia terlihat begitu tertarik pada gadis mungil yang sedang menangis itu.

Jongin sempat menghibur gadis kecil itu hingga si gadis kecil berhenti menangis. Mereka sempat bermain bersama meski tak lama, sesaat setelah di gadis mungil itu pergi Jongin menemukan sebuah kalung berbentuk key yang dia tebak itu adalah milik si gadis kecil, sayangnya Jongin lupa menanyakan siapa nama gadis kecil itu, karena terlalu asyik menghibur dan bermain.

Jongin berniat mengembalikan kalung itu pada gadis kecil. Ke esokan harinya Jongin sengaja datang ke taman itu berharap gadis kecil itu juga akan datang dan tepat perkiaraan Jongin. Gadis kecil itu sedang berjalan mondar-mandir seperti mencari sesuatu. Jongin memanggil gadis kecil itu dan mengembalikan kalungnya.

Ketika Jongin melihat kalung berbentuk key lagi, bagai dejavu dia bisa mengingat siapa gadis kecil yang bertemu dengannya di taman saat masih anak-anak. Do Kyungsoo. Dia gadis si pemilik kalung berbentuk key yang sedang menangis, dia gadis pemilik kalung berbentuk key yang kutemukan di dalam bus.

Dia tak percaya, hal seperti itu benar ada dan terjadi padanya. Jongin pernah mendengar ayahnya pernah berkata 'Tuhan akan mempertemukan jodohmu diwaktu yang tepat, jadi persiapkanlah dirimu sebaik mungkin untuk bertemu jodohmu karena kita tidak akan tahu kapan waktu itu akan tiba.'

Kata-kata itu sempat terngiang di kepala Jongin saat dia memutuskan akan berpisah dengan Kyungsoo. Bukan hanya sekali Jongin bertemu Kyungsoo, melainkan dua kali. Ini tidak bisa di sebut biasa, apakah mereka memang berjodoh, tapi inikah waktu yang tepat bagi Tuhan. Mengirim Kyungsoo tepat saat Jongin kehilangan ibunya, satu-satunya keluarga dan orang yang paling disayanginya. Mengirimkan berita buruk yang harus di dengarnya tepat saat hati Jongin benar-benar menyayangi Kyungsoo, lantas apa yang harus dia lakukan sekarang.

.

.

ICBI

.

.

Para yeoja sudah berdiri di pinggir pantai dibalut dengan pakaian renang yang mempertontonkan kulit halus nan mulus gadis asia yang begitu menggoda. Mereka sudah siap meneriaki nama namja mereka yang mengikuti lomba berselancar.

Dari kejauhan para namja yang sedang mempersiapkan diri dapat melihat gadis-gadis mereka sedang diperhatikan para lelaki dengan tatapan lapar. Mereka belum melihat pakaian renang seperti apa yang dikenakan gadis-gadisnya dan terkejutnya mereka melihat pakaian renang gadis-gadisnya yang –errhm benar-benar menggoda hasrat. Para yeoja sengaja ingin memberikan kejutan untuk para namja, dengan sengaja mereka mengulur waktu berganti pakaian dan menggunakan jaket untuk menutupi pakaian renang mereka. Saat para namja itu mulai pergi mempersiapkan alat-alat untuk mengikuti lomba berselancar, para yeoja satu persatu mulai melepaskan jaket mereka masing-masing.

" OH! Lihat Jongin Lihat!" Sehun terkejut melihat ke sisi lain dari pantai Waikiki. " Ada apa Jung Sehun?" tanya Jongin. Sehun menunjuk sebuah arah, " Lihat kesana." Ucapnya

Jongin mengerjapkan matanya. Terkejut. Sudah pasti, dia melihat para yeoja mengenakan pakaian renang oke sebut saja bikini yang –aaah benar-benar dapat membangkitkan serigala dalam dirinya. Lihat serigala-serigala disekitar para yeoja sudah menatap mereka intens, bagai mereka akan menerkam para yeoja hidup-hidup.

" Apa-apaan pakaian mereka itu!" ucap Jongin geram, persimpangan urat sudah terbentuk di kepalanya –terlihat jelas dia sedang marah " Hun-ah, aku akan pergi kesana." Jongin segera melangkahkan kakinya cepat. " Tunggu, aku ikut Jongin." Sehun menyusul dibelakangnya.

Kyungsoo sudah memperhatikan Jongin dari jauh sejak tadi, dia melihat Sehun yang menunjuk ke arahnya atau lebih tepatnya tempat dimana dia dan teman-temannya berdiri. Sehun dan Jongin terlihat terbawa dalam sebuah percakapan singkat yang tidak dapat Kyungsoo dengar, setelah percakapan singkat itu, Jongin berjalan pergi meninggalkan Jongin.

Kemana dia akan pergi

Kyungsoo mengikuti pandangannya kemana arah Jongin berjalan.

Kenapa dia berjalan semakin dekat ke arahku? Oh tidak, dia memang menuju kemari

Kyungsoo melihat jelas namja tan itu mendekat padanya dan terlihat begitu emosi. Entah apa yang terjadi pada namja bernama Jongin itu. Jongin berjalan semakin mendekatinya, dekat, dekat, hingga akhirnya tangan Jongin meraih tangan Kyungsoo, dan

" Ikut aku!"

Eh, kenapa dia menarikku?

.

.

ICBI

.

.

Luhan ikut heran kenapa Jongin membawa Kyungsoo bersamanya, yang lebih membuatnya heran Sehun kini berdiri di depannya dengan tatapan tak suka.

" Hannie, gunakan jaketmu." Luhan sedikit terkejut lagi, kenapa dia harus menggunakan jaketnya kembali di musim panas ini. Dia masih diam tak menanggapi perkataan Sehun "Aku tak suka namja lain melihatmu seperti itu, penampilanmu itu akan menarik perhatiaan namja yang lapar."

Luhan mengerti kenapa Sehun menyuruhnya mengenakan kembali jaketnya. " Baiklah, Hunnie aku akan mengenakan kembali jaketku." Luhan tersenyum, senyum yang paling indah dia berikan pada Sehun yang begitu mengkhawatirkannya.

" Baekhyun, Xiumin.. Sebaiknya kalian juga kenakan jaket kalian kembali. Sebelum para hyungdeul memberikan ceramahnya pada kalian." Baekhyun dan Xiumin mngikuti saran Sehun

" Gumawo Sehunnie." Ucap Baekhyun dan Xiumin serempak.

.

.

ICBI

.

.

Kyungsoo mencoba menahan tarikkan tangan Jongin yang berhasil ditahannya dalam kurun waktu beberapa detik. " Ada apa Jongin?"

Jongin tidak menghiraukan ucapan Kyungsoo dia segera menarik Kyungsoo begitu saja dan Kyungsoo hanya bisa mengikuti tindakan Jongin padanya. Jongin membawa Kyungsoo ke parkiran mobil, dia membuka pintu mobil dan menyuruh Kyungsoo masuk ke dalam mobil setelah itu Jongin menyusul masuk kedalam mobil duduk di bagian kemudi dengan Kyungsoo disampingnya.

" Pakaian apa itu Soo? Kenapa kau memakai pakaian seperti itu, hem?" dia tak menyangka, gadis polosnya itu akan memakai bikini se sexy itu.

" Ini bikini Jongin, Luhan yang menyarankanku untuk memakai ini."

Jongin memperhatikan apa yang dikenakan gadisnya, jelas sekali bikini itu bukan selera Kyungsoo, bikini bermotif line berwarna merah dan hanya tali-tali tipis nan kecil yang menyatukan tiap bagian dari bikini bertali itu. Bagian atas yang menampakkan belahan dada dan bagian bawah yang terlihat sepeti celana dalam. OH GOD. Godaan apa yang kau berikan pada Jongin.

Dia benar-benar terlihat menggoda, aku harus mengendalikan diriku. Shit!

Jongin menghela nafasnya " Kau bawa pakaian renang yang lain Soo?"

Kyungsoo menggeleng imut, sikap Kyungsoo yang seperti itu membuat Jongin semakin tak karuan. Di dalam mobil, berdua, Jongin setengah naked dan Kyungsoo berpakaian se sexy itu. Siapapun pasti tidak akan melewatkan moment seperti ini.

Jongin keluar dari mobil, membuka bagasi dan mengambil sebuah jaket berhoddy dari dalam tasnya. Dia membawa jaket itu masuk kedalam mobil dan memberikannya pada Kyungsoo.

" Gunakan ini untuk menutupi bikinimu. Itu demi keselamatanmu dari para namja nakal."

Kyungsoo menerima jaket yang diberikan Jongin, " apa kau tak suka aku berpakaian seperti ini Jongin?" Jongin menatap Kyungsoo, " Semua lelaki suka dengan penampilan yeojanya yang cantik, tapi ini bukan waktu yang tepat Kyung. Mengertilah, kau sungguh cantik dan sexy, tapi ini bukan waktu yang tepat baby Soo." Oke untuk kata sexy itu Jongin sengaja mengucapkannya dalam hati, dia tidak ingin disebut namja yadong oleh Kyungsoo.

" Maksudmu Jongin?" Kyungsoo memasang wajah bingungnya

' Oh, ingatkan aku bahwa Kyungsoo sudah berumur 17 tahun.' Mohon Jongin dalam hati " Anni Soo, lupakan perkataanku dan pakai jaket itu segera. Kita harus kembali sebelum perlombaan dimulai baby."

.

.

ICBI

.

.

Jongdae menolehkan kepalanya memutarkan pandangannya, mencari-cari seseorang yang entah kemana perginya, menghilang begitu saja tanpa kabar. " Aissh!" Desah Jongdae

Dia mengambil selancarnya dan memeriksanya kembali dengan seksama, saat Jongdae sedang serius memeriksa.

" Hyung, kemana perginya si kkamjong dan albino?" Chanyeol datang membawa beberapa air mineral. Jongdae mengelengkan kepalanya " Molla, saat aku datang mereka berdua sudah tidak ada disini."

Jongdae dan Chanyeol sempat bersama Kaihun, tapi mereka pergi mengambil selancar baru untuk Jongdae, sedangkan Chanyeol yang merasa haus memutuskan ikut hyung-nya untuk membeli air mineral.

Sekembalinya dari kepentingannya itu, mereka tidak menemukan dongsaeng-nya berada di tempat mereka. Mereka menghilang tanpa memberi kabar apapun, tapi mereka berdua tidak mempermasalahkannya. Toh, nantinya mereka berdua akan kembali juga.

" Mencariku hyungdeul?" ucap Sehun, Jongdae menolehkan kepalanya pada Sehun " Darimana kau albino?" Sehun mengambil selancarnya dan melanjutkan aktifitasnya memeriksa papannya yang tadi sempat tertunda. " Menjadi pahlawan bagi para yeoja, hyung." Jawab Sehun enteng

" MWO? Dalam mimpimu." Ucap Jongdae.

.

.

ICBI

.

.

Yunho sedang duduk di sebuah sofa berwarna coklat muda, tangan kanannya menggenggam remote TV. Dia sedang menikmati suasana rumah yang sepi ditinggal kedua putranya berlibur, meski biasanya sepi tapi ini berbeda karena dirumah ini hanya ada dia bersama Boojae-nya.

Jaejoong duduk setia disamping Yunho sambil memeluk posesif namja bermata musang itu, dia sandarkan kepalanya pada dada suami yang dicintainya. Seharian ini mereka menikmati waktu kencan mereka seperti waktu dulu ketika muda. Sudah lama sekali mereka berdua tidak menghabiskan waktu berdua bersama bagai pengantin baru.

Tiba-tiba Jaejoong teringat sesuatu yang cukup mengganggu pikirannya beberapa hari ini, ke khawatirannya, kegelisahannya, ketakutannya, semua rasa bercampur menjadi satu dan hal itu membuat Jaejoong harus merasakan perasaan tidak nyaman.
Semua pikiran negatifnya berawal dari sebuah kenyataan yang disadari oleh suaminya. " Yeobo, kapan kau akan memberitahu Jongin?"

Pertanyaan istrinya seraya mengingatkan Jongin pada masalah yang juga menganggu pikirannya, masalah mengenai anak angkatnya yang belum mengetahui kenyataan sesungguhnya dibalik kisah kedua orangtuanya.

" Entahlah Jongie, aku tak dapat membayangkan bagaimana perasaan Jongin jika tahu . ." Yunho masih menggantungkan ucapannya, perasaan sedih tiba-tiba menyelimuti hatinya. Bagaimana bisa namja berumur 17 tahun dapat menerima kenyataan pahit mengenai keluarga dan kisah cintanya. Dia terlalu dini untuk menghadapi kenyataan sepahit itu, dia –Kim Jongin, mampukah dia menerima semua kenyataan pahit itu.

" Aku menyukai Kyungie, oppa. Tapi aku pikir itu semua bukan kesalahan Kyungsoo, melainkan kesalahan appanya." Ucap Jaejoong bijak " Keunde Boo, dia tetaplah anak dari seseorang yang merebut perusahaan Siwon. Apakah Jongin mampu menerima semua itu?"

" Oppa, Jongie tahu oppa sedih, tapi kita tak bisa merahasiakan ini dari Jongin. Dia harus tetap mengetahui kenyataan ini, cepat atau lambat Jongin pasti akan tahu masalah ini entah dari siapa. Sebelum itu terjadi, sebaiknya memberitahu Jongin terlebih dahulu." Ucap Jaejoong panjang lebar

Yunho, merasa perlu merahasiakan kenyataan itu lebih lama. Namun, apa yang dikatakan istrinya ada benarnya. Dia harus memberitahu Jongin meski kenyataan itu sangat pahit sekalipun. Yunho sudah memantapkan hatinya, dia akan memberitahu Jongin sepulangnya namja itu dari liburannya di Hawaii. Semua keputusan ada di tangan Jongin, dia dan Jaejoong hanya perlu membantu dan memberikan Jongin kekuatan untuk menghadapi segala kenyataan dan penderitaan yang akan menimpanya.

" Baiklah Boo, aku akan berbicara pada Jongin sepulangnya dari berlibur. Benar katamu, semua keputusan ada ditangan Jongin. Kita hanya perlu mendukungnya dan memberikan kekuatan karena sekarang kitalah keluarganya."

.

.

ICBI

.

.

Chapter 10 part II

" Ya, pemuda dengan selancar merah mulai memasuki ombak. Ahh, disusul dengan peselancar nomor dua dibelakangnya. Apakah mereka bisa mengalahkan sang raja ombak Waikiki." Pengeras suara di pinggir pantai menginformasikan bagaimana kondisi para peselancar yang tengah bertanding.

Di babak final ini si pemuda berselancar merah bersaing dengan pemuda dibelakangnya, pemuda berselancar merah memainkan beberapa atraksi yang cukup mencengangkan, penonton bersorak melihat kehebatan pemuda dengan selancar merahnya.

Peselancar nomor dua dibelakangnya tak mau kalah, dia juga bermain-main dengan ombak seakan menari diatas ombak dan selancarnya. Dia cukup lihai dan tak khayal riuh tepuk tangan dari penonton menyambut akhir pertunjukkannya diatas ombak. Peselancar nomor dua memberikan atraksi tambahannya, dia mengarahkan selancarnya melawan ombak dan melompat tinggi ke langit, penonton terdiam melihat sang peselancar apakah dapat melakukan pendaratan dengan sempurna dan hasilnya . . BINGO dan wanita itu berhasil.

Bethany Hamilton, seorang wanita tanpa lengan kirinya. Wanita yang telah melakukan atraksi melompat tinggi ke langit dengan pendaratan yang sempurna. Wanita yang mengalahkan Kim Jongin dalam babak final pertandingan surfing.

Bethany Hamilton adalah seorang peselancar professional dari Amerika Serikat. Dia sudah banyak menjuarai pertandingan bertaraf International dan ini pertandingan local yang dia ikuti secara kebetulan tanpa persiapan.

Suatu kebanggan bagi Kim Jongin bisa bertemu dengan rival yang luar biasa, meski dia tidak mendalami dan tentu dia tidak ahli dalam surfing, tapi bertemu dengan Bethany Hamilton di babak final merupakan hal yang luar biasa baginya.

" Kau pemuda yang luar biasa, senang bisa bertanding denganmu anak muda." Ucap Bethany

Jongin yang memang suka dan pandai berbahasa asing tidaklah sulit untuk berkomunikasi dengan Bethany yang memang orang asing. Dia benar-benar senang mendengar pujian dari athlete pro seperti Bethany.

" Terimakasih banyak, anda juga sungguh luar biasa. Suatu kehormatan bagi saya dapat bertanding dengan anda." Balas Jongin sopan

Bethany tersenyum ramah, " Pujianmu terlalu berlebihan, ini semua karena aku mencintai surfing dan merasa senang saat melakukannya. Jadi bukan karena aku ini hebat, diluar sana banyak para surfer yang lebih hebat dari pada diriku ini." Jongin kagum dengan kerendahan hati seorang Bethany, dia akan menjadi sosok ibu yang luar biasa begitu pikirnya.

" Aku belum mengetahui namamu, siapa namamu anak muda?" tanya Bethany

" Perkenalkan . ." Jongin mengulurkan tangannya " Namaku Kim Jongin, aku berasal dari Korea Selatan." Bethany cukup terkejut, dia mengira Jongin berasal dari Negara asia tapi tentu bukan Jepang bahkan Korea. Warna gelap kulit Jongin yang membuat Bethany sempat berpikir demikian.

" Aku kira kau berasal dari Indonesia, Kim." Bethany tertawa karena dugaannya yang ama sangat salah itu sedang Jongin ikut gelid an terkekeh. Dia bisa menebak kenapa Bethany menganggapnya orang Indonesia.

" Apakah kau sedang berlibur dengan kekasihm, Kim?" Jongin mengangguk " Benar sekali, kami memang sedang berlibur. Menikmati liburan musim panas di pulau yang indah."

" Waaah, sungguh mengasyikan masa muda itu. Ah, bagaimana jika kalian ku undang makan malam bersama keluargaku, kebetulan sekali nanti malam aku dan keluargaku akan mengadakan pesta barberque." Tawar Bethany

Jongin sebenarnya sangat ingin mengiyakan undangan Bethany, tapi rasanya akan janggal jika dia tidak mengikut sertakan teman-temannya. Tidak enak hati hanya pergi berdua dengan Kyungsoo untuk makan malam bersama surfer pro.

" Maaf Mrs. Hamilton, aku datang berlibur tidak hanya bersama dengan kekasihku seorang. Jadi . ." belum sempat Jongin menyelesaikan, ucapannya sudah dipotong.

" Kau datang bersama dengan temanmu juga? Wah baguslah, ini akan semakin ramai. Kalau begitu datanglah ke Roseblood Street number 12. Aku dan suamiku akan menunggu kedatangan kalian."

.

.

ICBI

.

.

Semua sudah siap dengan dress musim panas yang manis dan pakaian casual yang elegan. Mereka berpenampilan seperti itu karena sebuah kabar yang diberikan Jongin tadi sore usai kompetisi selancar.

Jongin memberitahu teman-temannya, jika dia dan teman-temannya mendapat undangan makan malam dari seorang surfer pro Bethany Hamilton. Begitu mendengar nama Bethany Hamilton, para namja begitu semangat untuk mempersiapkan diri dan para yeoja yang tidak mengenal dengan baik siapa Bethany Hamilton hanya bisa menuruti kemauan para namja.

" Kajja kita berangkat, pasti Mrs. Hamilton menunggu kita." Seru Jongdae. Mereka semua berjalan menuju parkiran mobil, " Dimana alamat rumahnya, Jongin?" tanya Sehun.

Jongin yang sedang membukakan pintu mobil untuk Kyungsoo segera menoleh pada sumber suara, " Oh, Roseblood street number 12. Aku sudah tahu alamat itu, jadi biarkan mobilku berada di depan."

Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat tujuan, rupanya rumah Bethany Hamilton tidaklah jauh dari resort yang mereka tinggali. Terpampang jelas pada kotak surat yang bertuliskan marga keluarga itu 'Hamilton'.

Rumah tingkat berwarna putih, berbahan dasar kayu dengan gaya khas Texas, benar-benar terlihat seperti rumah coboy yang berada di pinggiran laut, halaman depan yang cukup luas.

Mereka semua sudah berada di halaman kediaman Hamilton's Family. Jongin berdiri di depan pintu, menekan bel memberitahu pemilik rumah bahwa seorang tamu telah datang berkunjung. Pintu terbuka, menampilkan sosok seorang pria yang tidak bisa dikatakan muda dan Jongin mengenal pria itu –Mr. Hamilton.

" Hello Mr. Hamilton." Sapa Jongin " Oh, hallo Kim. Silahkan masuk, aku dan istriku sudah menunggu kedatangan kalian."

" Hallo Mr. Hamilton." Sapa mereka satu persatu saat memasuki kediamaan Mr. Hamilton.

Mereka berjalan masuk menuju taman belakang, dimana pesta barberque diadakan. Di taman tidak banyak orang hanya terlihat Mrs. Hamilton yang sedang memanggang beberapa daging dan seorang putrid kecil yang begitu cantik sedang duduk manis di sebuah bangku.

" Hallo Mrs. Hamilton." Bethany menolehkan pandangannya pada pintu belakang rumahnya " Oh! Kim, kau sudah datang rupanya." Mrs. Hamilton menghampiri rombongan tamu yang di undangnya. " Wah, kau membawa banyak teman rupanya."

" Ah, apakah ini terlalu banyak? Maaf jika sudah membuat anda repot." Jongin tidak enak hati harus merepotkan orang yang baru dikenalnya dengan memberikan sajian pada semua temannya. Ini tidak sopan, begitu pikirnya

" Tidak, justru aku sudah menyiapkan banyak makanan untuk kalian. Jadi semua makanan itu tidak akan bersisa jika jumlah kalian sebanyak ini. Bukankah semakin ramai itu menyenangkan?" ucap Bethany ramah

" Baiklah, bisa lebih akrab nanti. Sekarang kalian para wanita bisa membantu istriku membuat salad dan para pria bisa membantuku memanggang. Ayo bekerja!" Seruu Mr. Hamilton

.

.

ICBI

.

.

Para yeoja sedang membantu Mrs. Hamilton menyiapkan salad dan beberapa kudapan. Mereka bercerita banyak hal, mengenai Korea, kehidupan sekolah dan kecelakaan hiu yang menghilangkan tangan kiri Mrs. Hamilton. Mereka dibuat kagum olehnya, Bethany sempat merasa terpuruk dengan hilangnya tangan kirinya tapi dia begitu mencintai surfing, meskipun bahaya sudah dialaminya tapi dia tetap bertahan mengahadapi segala bahaya itu. Dia bangkit dari keterpurukannya dan kembali menjadi surfer, semangat dan kegigihan yang luar biasa.

" Baiklah, siapa diantara kalian yang merupakan kekasih dari pemuda bernama Kim?"

Ke empat yeoja itu lancar berbahasa asing jadi mereka tidak kesulitan untuk mencerna setiap perkataan Bethany, tapi hal ini yang membuat seorang yeoja terkejut bukan kepalang. Darimana ibu satu anak ini mengetahui Jongin memiliki seorang kekasih diantara ke empat yeoja.

" Jadi siapakah itu?" tanya Bethany lagi " Ah, itu . ." Luhan menyenggol lengan Kyungsoo " Itu. . Saya Mrs. Hamilton."

" Miss Do? Jadi andakah itu kekasih Kim?" Kyungsoo menganggtuk " Iya, itu adalah saya."

Pada akhirnya para yeoja bercerita masalah percintaan mereka masing. Bethany memang wanita yang ramah, belum waktu 24 jam mereka sudah seakrab ini.

.

.

ICBI

.

.

Mereka semua sudah menikmati beberapa makanan dan kudapan. Malam semakin larut dan terasa dingin, untuk menghangatkan tubuh Mr. Hamilton membawa sebotol wine dari dalam rumah. Mereka tertarik untuk sekedar mencicipinya apalagi para namja, tapi rasa tertarik itu harus mereka buang jauh-jauh karena mereka masih dibawah umur. Alhasil jadilah Mrs. Hamilton memberikan coffee hangat untuk mereka semua, dia dan suaminya harus menyimpan wine mereka.

" Sepertinya Jongin menyukai anak kecil, sedari tadi dia selalu bermain dengan Jeanni." Puji Mrs. Hamilton

" Dia memang menyukai anak kecil, tapi sayangnya dia tidak memiliki saudara satupun." Jelas Kyungsoo.

Bethany tidak mau melanjutkan topic pembicaraan yang menurutnya sudah diluar batas kesopanan, jadi dia putuskan untuk beranjak dari tempat duduknya " Aku akan membawa Jeanni tidur, kalian nikmati saja waktu yang kalian punya." Ucapnya pada Kyungsoo dan yang lain.

Bethany berjalan mendekati Jongin, setelah cukup dekat dengan Jongin dan anaknya dia segera memanggil anaknya, " Mama. ." teriak Jeanni yang kemudian berlari kedalam pelukan ibunya.

" Apakah kau senang bermain bersama brother Kim?" Jeanni mengangguk " Sangat menyenangkan, Mama." Senyum tulus terukir jelas pada bibir kecil Jeanni.

Bethany menatap Jongin " Maaf telah membuatmu repot, Jeanni benar-benar menempel padamu. Pasti kau kesulitan untuk memiliki waktu bersama kekasihmu." Bethany merasa tidak enak hati pada tamunya ini, sejak awal Jeanni berkenalan dengan Jongin dia selalu menempel dan mengikuti Jongin, karena ulah Jeanni Jongin tak sempat untuk sekedar berbincang dengan Kyungsoo.

" Tidak masalah Mrs. Hamilton, Jeanni anak yang manis dan aku senang bersamanya." Jongin mengelus kepala Jeanni lembut, " Hubungan kalian dalam keadaan baik bukan? Jeanni bukan semata-mata kau jadikan alasan untuk menghindari kekasihmu bukan?"

Jdeerr!

Tepat sasaran, kenapa Bethany bisa mengerti hal itu? Mungkin itu hanya terkaan seorang wanita berumur.

" Ah. . .itu . ." Bethany tersenyum mendengar perkataan Jongin yang terbata-bata " Kau tak perlu menceritakannya Kim, karena itu adalah privasimu. Aku hanya bisa memberimu nasehat sebagai seorang wanita dewasa yang pernah mengalami masa muda. Sebesar apapun keburukan pasanganmu, jika kau mencintainya maka kau akan memaafkannya dan memberikannya banyak kesempatan, kau akan menunggunya menjadi lebih baik dan semakin baik. Jika kesalahan terdahulu yang dilakukan pasanganmu membuatmu terluka kenapa kau tidak memberikannya kesempatan kedua, karena semua manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua. Jika dia meminta maaf atas kesalahannya, kau harus bisa memaafkannya dan yang paling penting dalam setiap hubungan adalah kejujuran, kesetiaan, dan kepercayaan."

Jongin mendengarkan dengan seksama apa yang Bethany sampaikan, kejujuran, kesetiaan, dan kepercayaan.

Dapatkah Jongin bersikap jujur pada Kyungsoo? Apakah Jongin tidak akan meninggalkan Kyungsoo dan hanya setia padanya? Apakah Jongin dapat percaya pada Kyungsoo?

.

.

ICBI

.

.

" Chagy, kau sudah menghubungi Xiumin?" tanya Kris pada istrinya " Sudah yeobo. ." Tao berjalan mendekati Kris, menyodorkan secangkir teh hangat pada suami tercintanya. " Gege, terlalu khawatir pada Xiuxiu, bukankah dia sudah berumur 17 tahun? Lagipula lusa mereka sudah kembali ke Korea."

Kris menatap istrinya heran, " Bagaimana aku tidak khwatir Chagi, dia sekarang sedang berlibur dengan kekasih yang lebih tua darinya. Mereka menyewa sebuah resort, bukankah tidak mungkin terjadi hal yang ahh. . sudahlah."

Tao menyeduh tehnya, " Gege, anak muda di jaman sekarang sudah tidak heran jika mereka melakukan hal-hal seperti itu di usia Xiuxiu."

" Jika Jongdae berani menyentuh Xiuxiu kita melebihi dari hal yang sewajarnya, sudah kupastikan kembalinya dia ke korea akan kujadikan dia ajudanku."

Tao menggidik ngeri mendengar perkataan suaminya, membayangkan Jongdae menjadi ajudan seorang Kris bukanlah hal yang mudah. Dapat Tao jamin setiap harinya, Jongdae akan disiksa secara semena-mena oleh Kris.

.

.

ICBI

.

.

Hari ini hari terkahir mereka berlibur di Hawaii, sudah diputuskan hari ini mereka akan menikmati liburan semau mereka, mereka di bebaskan untuk pergi kemanapun, tidak perlu pergi beramai-ramai layaknya tamasya.

Tok tok tok

" Kyungie, kau sudah siap? Aku buka pintunya, ne?" dia membuka pintu perlahan, betapa terkejutnya dia melihat seorang gadis hanya memakai bra sedang berdiri di depan cermin.

" Kyaaaaaaaa!" teriak Kyungsoo, dengan sigap dia menarik selimut untuk menutupi bagian atas tubuhnya " Kenapa kau tidak mengetuk pintu, pabbo!" protes Kyungsoo pada seseorang yang masih terpaku di tempatnya.

" Aku sudah mengetuk pintu, tapi music dari handphonemu yang menulikan pendengaranmu." Belanya. " Kim Jongin, pabbo!" Kyungsoo melemparkan barang-barang yang dapat diraih tangannya pada Jongin, sontak Jongin mngelak dari hujan barang yang Kyungsoo lemparkan. Jongin berlari mendekat dan menahan tangan Kyungsoo, dia tidak tahan tubuhnya dilempari benda keras semacam bedak, sisir, pembersih wajah, dan kapas (?)

" Jangan lempari aku dengan benda-benda seperti itu, itu menyakitiku." Ucap Jongin saat berada di hadapan Kyungsoo. " Apa yang kau lakukan? Aku melemparimu agar kau keluar pabbo!" Kyungsoo sungguh malu, dia mengumpati Jongin untuk menutupi rasa malunya.

Terlambat. Jongin sudah menyadari itu semua, " Jangan berbuat kasar padaku atau aku akan membalasnya baby." Jongin menggoda Kyungsoo dengan membisikkan kata itu melalui telinganya. Bibir Jongin masih berada di dekat telinga Kyungsoo, Jongin berniat untuk menggoda kekasihnya itu dengan gerakan yang lembut dia gerakkan bibirnya mendekati telinga Kyungsoo kemudian menjilatinya dan menggigitnya pelan.

Bibir Jongin berpindah pada tempat lain, dia melihat leher Kyungsoo yang seputih susu terekpos dengan indahnya. Sekilas terbesit ide nakal dalam pikiran Jongin, dia mengecup leher Kyungsoo, menggigit dan menyesapnya, meninggalkan sebuah tanda kepemilikan. Tak hanya satu tanda yang Jongin tinggalkan beberapa tanda di sekitar leher Kyungsoo dan bagian atas dadanya.

Kyungsoo benar-benar tidak tahan dengan sensasi yang Jongin berikan, ini pertama kali dia menerima perlakuaan selembut ini. Dia begitu berdebar tak karuan rasanya, sengatan-sengatan kecil menjalar ditubuhnya membuatnya merasa lemas sekujur tubuh. Setiap sentuhan yang Jongin berikan menracaukan pernafasannya.

" Yak. . ini hukuman untukmu karena sudah melempariku." Kyungsoo hampir jatuh jika saja Jongin tidak menahan punggungnya. " Baiklah kutunggu kau dibawah dan jangan coba-coba untuk menggodaku lagi. Untung saja tinggal kita berdua di resort ini." –bukannya kesempatan karena tinggal berdua doang?

Jongin pergi meninggalkan Kyungsoo yang masih duduk terdiam. Kyungsoo melihat dirinya di depan cermin, banyak tanda yang ditinggalkan Jongin disekitar lehernya. Dengan amat sangat terpaksa Kyungsoo harus memakai pakaian yang bisa menutupi tanda itu. Untung saja Kyungsoo membawa syal, entah apa yang akan terjadi jika teman-temannya melihat tanda yang Jongin tinggalkan.

.

.

To Be Continue

.

.

Bocoran, chapter selanjutnya Jongin bakal ngomong sesuatu ke Kyungsoo.

Oke chapter 10 udah finished, chapter 11 mungkin 2 minggu lagi.

Semakin gaje saja yaa? Wkwk
Ada yang tanya You're My Eyes belum update? Saya lagi buntu untuk yang satu itu, jadi mohon sabar ^^

Reviews Please ^^